SlideShare a Scribd company logo
1 of 4
Download to read offline
572
HASIL PENELITIAN
CDK-219/ vol. 41 no. 8, th. 2014
ABSTRAK
Mahasiswa kedokteran saat ini telah didominasi oleh Generasi Milenial (Generasi Y) yang lahir antara tahun 1982-2000. Generasi tersebut telah
terpapar teknologi sejak usia dini, salah satunya adalah jejaring sosial yang termasuk Web 2.0. Dilakukan penelitian observasional deskriptif
dengan sampel 46 mahasiswa kedokteran yang mengisi kuesioner online di situs http://elearning.fk.uns.ac.id; 33% pria dan 67% wanita, 43%
berusia 18 tahun. Sejumlah 57% responden mulai mengenal internet saat SD. Semua responden (100%) memiliki akun di berbagai situs jejaring
sosial terutama Facebook® (46 orang) dan Twitter® (43 orang). Sebanyak 67% responden mengakses jejaring sosial hampir setiap hari, 57%
sejak usia SD. Mereka mengaksesnya melalui laptop (38 orang), ponsel (34 orang), tablet (15 orang) dan melalui PC (5 orang). Sebanyak 78%
responden setuju bahwa jejaring sosial dapat membantu mereka dalam belajar, 17% ragu-ragu dan hanya 4% yang tidak setuju. Disimpulkan
bahwa jejaring sosial mempunyai potensi sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa kedokteran generasi Y.
Kata kunci: Generasi Y, jejaring sosial, mahasiswa kedokteran
ABSTRACT
Medical students have been dominated by the millennial generation known as Y Generation. This generation was born between 1982-2000
and has been exposed to technology since early age, including social network in web 2.0. This research was descriptive observational study
on 46 medical students, 33% male and 67% female, 43% in the age of 18 years. They filled online questionnaire at http://elearning.fk.uns.ac.id.
All respondents have access to social networks, 57% since in elementary school. All have accounts in various social network sites, especially
Facebook® (46 respondents) and Twitter® (43). Accessing is almost every day (67%), using laptops (38), mobile phones (34), tablet (15) and
personal computer (5). 78% respondents agreed that social network could help in learning, 17% undecided, and 4% disagree. Social networks is
potentially used as a learning medium among medical students of Y generation. Penggalih Mahardika Herlambang, Rani Tiyas Budiyanti.
Social Networks as Learning Media for Medical Students.
Key words: Medical students, social network, Y generation
PENDAHULUAN
Perbaikan pelayanan kesehatan demi
meningkatkan mutu kesehatan masyarakat
antara lain dapat dicapai dengan mem-
perbaiki pendidikan kedokteran. Meskipun
cukup kompleks, hal tersebut diyakini mampu
mencetak dokter yang berkualitas dan
memberikan dampak positif bagi kesehatan
masyarakat Indonesia.
Proses pendidikan dalam dunia kedokteran
merupakan hal dinamis. Berbagai aspek
pendidikan mulai diubah dan dikembangkan
untuk disesuaikan dengan perkembangan
zaman. Perubahan model pembelajaran
menggunakan problem-based learning
dengan metode pembelajaran dari teacher-
centered learning ke arah student-centered
learning merupakan salah satu contoh
konkrit yang diterapkan di seluruh fakultas
kedokteran di Indonesia. Perubahan lain
mulai dikembangkan dengan memandang
mahasiswa sebagai objek yang penting untuk
dipelajari dalam suatu proses pendidikan.1
Saat ini, mahasiswa kedokteran telah di-
dominasi oleh Generasi Milenial. Generasi
yang sering dikenal dengan sebutan Generasi
Y ini lahir di antara tahun 1982-2000.2-4
Mereka
dipercaya telah terpapar teknologi sejak usia
dini. Salah satu aplikasi yang tidak asing lagi
bagi generasi Y adalah situs jejaring sosial.5-6
Jejaring sosial merupakan struktur sosial yang
terdiri dari elemen-elemen individual atau
organisasi; konsep ini diperkenalkan pertama
Potensi Jejaring Sosial sebagai
Media Belajar Mahasiswa Kedoketeran
Penggalih Mahardika Herlambang1)
, Rani Tiyas Budiyanti2)
1) Bagian Farmakologi, 2) Unit Pendidikan Kedokteran
Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia
kali oleh J.A. Barnes di tahun 1954,7
kemudian
berkembang pesat berbanding lurus dengan
perkembangan teknologi informasi yang saat
ini lebih dikenal dengan istilah Web 2.0.2-5
Berbeda dengan pendahulunya Web 1.0 yang
hanya bersifat searah, istilah Web 2.0 muncul
karena perkembangan konten internet yang
bersifat dua arah dan makin interaktif. Selain
membaca, pengguna juga dapat membuat
konten seperti peran admin situs web.5,6
Munculnya jejaring sosial seperti blog,
wiki, media sosial, dan video game telah
mengubah cara berkomunikasi, baik individu
maupun kelompok. Tidak ada lagi komunikasi
yang berlangsung satu arah, sebaliknya terjadi
interaksiduaarahantarpersonalyangterlibat.9
Saat ini, masyarakat dapat berkomunikasi
Alamat korespondensi email: pmherlambang@gmail.com
573
HASIL PENELITIAN
CDK-219/ vol. 41 no. 8, th. 2014
secara langsung tanpa perantara dan tanpa
filter meskipun tidak bertatap muka. Dengan
cara ini, tidak ada waktu terbuang saat berbagi
informasi dengan rekan kerja atau kolega.
Perkembangan ini berdampak menurunkan
biaya komunikasi serta memberikan
dinamika dalam penyebaran informasi.
Generasi Y menggunakan jejaring sosial
untuk berhubungan dengan keluarga atau
teman karena kesamaan identitas sosial.5,8,10
Contoh jejaring sosial yang saat ini telah hadir
antara lain Facebook®, Twitter®, Google+®, dan
lainnya.
Potensi dalam jejaring sosial dapat menjadi
peluang sebagai media pembelajaran
mahasiswa kedokteran. Diperlukan data
untuk mengetahui jejaring sosial yang
dominan digunakan, frekuensi penggunaan,
fleksibilitas akses, dan minat mahasiswa
kedokteran untuk menggunakannya sebagai
media pembelajaran.
METODE PENELITIAN
Penelitian dilakukan secara observasional
deskriptif melalui kuesioner yang diisi secara
online terhadap 250 mahasiswa baru angkatan
2013 di Fakultas Kedokteran Universitas
Sebelas Maret yang sedang mengambil Blok
Budaya Ilmiah. Didapatkan 46 responden
yang bersedia mengisi kuesioner dengan
menggunakan fitur moodle yang dapat di-
akses online dalam sistem e-learning kampus
(http://elearning.fk.uns.ac.id) selama 7 hari.
HASIL PENELITIAN
Dari 46 responden yang terdiri dari 15 orang
laki-laki dan 31 orang wanita didapatkan
43% berusia 18 tahun, 35% berusia 17 tahun,
11% berusia 16 tahun dan 11% berusia 19
tahun (Gambar 1). Seluruh responden adalah
generasi Y yang lahir di antara tahun 1982-
2000 (usia 13-21 tahun pada tahun 2013).
Sebanyak 26 orang (57%) telah mengenal
internet sejak SD dan sisanya sejak SMP (43%).
Data tersebut menunjukkan bahwa responden
telah terpapar dan terbiasa menggunakan
internet sejak dini (Gambar 2).
Seluruh responden mengaku memiliki lebih
dari satu akun jejaring sosial. Akun Facebook®
dimiliki oleh seluruh responden, 43 responden
juga memiliki akun Twitter®. Sebanyak 21
responden juga memiliki akun Google+®, blog
(26 responden), video sharing (17 responden),
forum online (11 responden), dan lainnya (21
responden) (Gambar 3). Dari data tersebut
dapat diketahui kecenderungan jejaring sosial
yang sering digunakan oleh para responden.
Frekuensi mengakses jejaring sosial bervariasi.
Sebanyak 67% responden mengakses hampir
setiap hari dalam seminggu, 24% mengakses
2-3 hari sekali dalam seminggu, dan 9%
mengakses sekali seminggu atau kurang
(Gambar 4). Hasil tersebut menunjukkan
kecenderungan generasi Y untuk mengakses
situs jejaring sosial.
Cara Generasi Y mengakses jejaring sosial
bervariasi. Seluruh responden memiliki lebih
dari satu piranti untuk mengakses jejaring
sosial, piranti yang digunakan antara lain
laptop (38 responden), telepon seluler (34
responden), tablet PC (15 responden), dan
Personal Computer (PC) (5 orang) (Gambar
5). Hal ini menunjukkan fleksibilitas akses
jejaring sosial. Mereka menggunakan piranti
yang mobile sehingga dapat melakukan akses
kapan saja dan di mana saja.
Sebanyak 36 responden (78%) setuju bahwa
jejaring sosial dapat digunakan sebagai media
pembelajaran, 8 responden (17%) ragu-ragu,
dan sisanya 2 responden tidak setuju (4%)
(Gambar 6). Beberapa responden mengakui
telah melakukan pertukaran informasi dan
berdiskusi mengenai materi perkuliahan
melalui jejaring sosial. Sebagian besar meng-
anggap cara tersebut lebih efektif dan praktis.
PEMBAHASAN
Penggunaan jejaring sosial sangat diminati
oleh generasi saat ini, tak terkecuali maha-
siswa. Menulis status, chatting, berkomentar,
menampilkan foto dan video sering dilakukan
di jejaring sosial. Dengan kemudahan akses
internet, mereka dapat melakukannya kapan
saja dan di mana saja. Hal ini didukung
dengan munculnya piranti yang mobile dan
terjangkau. Mereka tidak perlu lagi pulang ke
rumah atau pergi ke warnet untuk mengakses
internet. Fleksibilitas dalam mengakses
jejaring sosial mendukung peluang peng-
gunaannya sebagai media pembelajaran
bagi mahasiswa kedokteran generasi Y. Para
dosen dapat berinteraksi dengan mahasiswa
melalui jejaring sosial seperti membuat grup
diskusi dalam facebook, kultwit melalui twitter,
berbagi video pembelajaran melalui youtube
atau penilaian keaktifan berdiskusi dan ber-
interaksi di situs jejaring sosial lain.
Gambar 1 Data usia responden
Gambar 2 Onset mengenai jejaring sosial Gambar 3 Jenis jejaring sosial yang dimiliki responden
Sejak SMP (43%)
Sejak SD (57%)
16 th (11%)
17 th (35%)
18 th (43%)
19 th (11%)
Facebook 46
Twitter 43
Google+ 21
Blogs (Wordpress,
Blogspot, Kompasiana, etc)
Others
(Linked in, 4sq, etc) 21
Online Forum
(Kaskus, etc) 11
Video Sharing
(Youtube, Vimeo, etc)
574
HASIL PENELITIAN
CDK-219/ vol. 41 no. 8, th. 2014
menimbulkan perbedaaan persepsi antara
masyarakat awam dan mahasiswa kedokteran.
Hal ini karena perbedaan pengetahuan
dasar (prior knowledge) mengenai masalah
kesehatan. Misalnya, mahasiswa kedokteran
berdiskusi dengan senior mereka dalam
suatu jejaring sosial terbuka mengenai suatu
kasus syok anafilaktik sebagai komplikasi
injeksi antibiotik tertentu yang berujung
pada kematian. Masyarakat awam yang
membacanya mungkin akan takut dan
menolak pemberian segala jenis antibiotik.
Melalui jejaring sosial, masyarakat awam juga
dapat menilai secara subjektif pengetahuan
dan pola pikir mahasiswa kedokteran ter-
hadap suatu kasus atau penyakit. Hal tersebut
dapat tersirat dari komentar serta tanggapan
dalam diskusi terbuka. Tidak hanya komentar,
segala tingkah laku di jejaring sosial juga
dinilai oleh masyarakat. Selain itu seseorang
dapat meninggalkan rekam jejak digital tidak
baik yang mengarah kepada unprofessional
behavior. Unprofessional behavior merupakan
suatu bentuk tindakan yang bertentangan
dengan standar profesi baik hukum maupun
etika kedokteran yang berlaku. Peng-
unggahan foto atau kasus pasien tanpa ijin
dalam praktik maupun proses pembelajaran
sehingga menyebabkan terbukanya rahasia
(confidentiality) pasien merupakan salah satu
contohnya.2,5
Efek negatif penggunaan jejaring sosial
dapat dikurangi dengan mengatur privasi
akun pribadi maupun grup di jejaring sosial
dengan cara berdiskusi dalam suatu grup ter-
tutup (closed group) atau grup rahasia (secret
group). Tetapi baik grup tertutup maupun
grup rahasia sewaktu-waktu dapat terbuka
jika pihak keamanan situs menginginkan data
yang dimiliki oleh pengguna. Akan lebih baik,
jika disediakan wadah khusus untuk diskusi,
dalam web atau forum e-learning tertentu
menggunakan username dan password untuk
berpartisipasi di dalamnya.
Di Amerika Serikat, terdapat peraturan
mengenai penyebarluasan informasi
kesehatan melalui jejaring sosial yang
diterbitkan oleh HIPAA (Health Insurance
Portability and Accountability Act). Peraturan
tersebut berisi tentang 18 hal dari pasien
yang tidak boleh dipublikasi agar kerahasiaan
pasien tetap terjaga. Pelanggaran terhadap
peraturan tersebut seperti menyebutkan
nama, alamat, dan nomer rekam medis
Gambar 4 Frekuensi mengakses jejaring sosial dalam
seminggu
Gambar 5 Piranti yang sering digunakan untuk mengakses jejaring sosial
Gambar 6 Potensi jejaring sosial sebagai media
pembelajaran mahasiswa kedokteran
Bisa 78%
Tidak 4%
Ragu-ragu 17%
Sering (hampir setiap hari) 67%
Kadang-kadang (2-3 hari sekali) 24%
Jarang (seminggu sekali) 9%
Dalam pembelajaran di dunia kedokteran,
terdapat aturan yang perlu disepakati
mengenai materi yang akan didiskusikan.
Dalam keseharian dapat ditemukan pem-
bicaraan mengenai apa yang ditemui dalam
proses pendidikan kedokteran. Penyakit
pasien, kekesalan terhadap pasien, berbagai
kasus jarang, dan ketidaksetujuan terhadap
regulasi pemerintah di dunia kesehatan
sering menjadi status maupun foto di jejaring
sosial. Konten yang dibagikan di jejaring sosial
secara terbuka akan memberikan peluang
munculnya respons baik positif maupun
negatif dari berbagai kalangan sesama
mahasiswa kedokteran maupun masyarakat
awam. Hal ini dapat menimbulkan perdebat-
an berkepanjangan. Penggunaan jejaring
sosial sebagai media diskusi terbuka dapat
Untuk itu, tentu saja harus ada aturan yang
disepakati bersama seperti saat diskusi, materi
yang akan ditayangkan, siapa saja yang boleh
masuk dalam grup dan ikut berdiskusi, dan
yang tidak kalah pentingnya adalah etiket
berkomunikasi di dunia maya, sehingga antar
mahasiswa dapat bertukar pikiran dengan
santun, tanpa kata-kata kasar, maupun
bullying. Pengaturan waktu diskusi dapat
dilakukan dengan cara asynchronous yaitu
dosen dan mahasiswa berdiskusi tidak dalam
saat yang bersamaan. Mereka meninggalkan
pesan, pertanyaan, maupun jawaban dalam
suatu forum diskusi. Selain itu diskusi juga
dapat dilakukan dengan cara synchronous
yaitu dosen dan mahasiswa berdiskusi dalam
saat bersamaan sesuai dengan jadwal yang
ditentukan.
Ponsel
Tablet PC
Laptop (Notebook, Netbook)
PC
40
35
30
25
20
15
10
5
0
Responden
575
HASIL PENELITIAN
CDK-219/ vol. 41 no. 8, th. 2014
pasien, serta mengunggah foto wajah pasien
dapat mengakibatkan pemecatan (drop out)
mahasiswa dari kampus.11
Untuk mencegah
adanya diskusi terbuka antara mahasiswa
kedokteran, Essary et al menyarankan peng-
gunaan forum tertutup sebagai tempat
diskusi sehingga kerahasiaan pasien tetap
terjaga.2
Meskipun penggunaan jejaring sosial sebagai
media pembelajaran sangat potensial, dapat
menghemat waktu dan lebih fleksibel, tidak
semua materi pembelajaran dapat digantikan
melalui jejaring sosial. Metode pembelajaran
yang merupakan gabungan dari metode
pembelajaran online dan offline lebih dikenal
dengan sebutan ’blended learning’. Fakultas
Kedokteran Universitas King Saud, Saudi
Arabia telah menerapkan metode ini kepada
mahasiswanya dan didapatkan hasil bahwa
metode tersebut sangat membantu proses
pembelajaran. Dengan adanya pembelajaran
secara online melalui jejaring sosial maha-
siswa maupun dosen dapat saling bertukar
informasi secara aktif baik berupa teks, gambar
maupun video yang dapat memacu daya
kognitif mahasiswa. Akan tetapi, penilaian
aspek afektif dan pelatihan ketrampilan
motorik mahasiswa dalam melakukan pe-
meriksaan fisik, anamnesis, serta praktikum
tetap dilakukan secara tatap muka.12
SIMPULAN
Jejaring sosial memiliki potensi sebagai
media pembelajaran mahasiswa kedokteran
generasi Y. Hal ini karena situs tersebut
sering dan mudah diakses oleh mahasiswa,
serta fleksibel digunakan, kapanpun dan di
manapun.
DAFTAR PUSTAKA
1. Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia. 2012:34.
2. Essary AC. The impact of social media and technology on professionalism in medical education. J. Physical Assistant Education 2011;22(4).
3. Twenge JM. Generational changes and their impact in the classroom: Teaching generation me. Med. Educ. [Internet]. 2009 May;43(5):398–405. Available from: http://www.ncbi.nlm.nih.
gov/pubmed/19422486 [cited 2013 Nov 3]
4. Eckleberry-Hunt J, Tucciarone J. The challenges and opportunities of teaching “generation y”. J. Grad. Med. Educ. [Internet]. 2011 Dec;3(4):458–61. Available from: http://www.
pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?artid=3244307&tool=pmcentrez&rendertype=abstract
5. Garner J, Sullivan HO. Facebook and the professional behaviours of undergraduate medical students. The Clinical Teacher 2010;112–5.
6. Greysen SR. Online posting of unprofessional content by medical students. JAMA 2009;302(12):1309–15.
7. Chhanabhai P, Holt A, Benwell G. Why talk when you can text ? Gen Y’s medium for sharing health information. Health Care and Informatics Review Online, 2010;14(2):17–26.
8. Barnes J. Class and committees in a Norwegian island parish. Human Relations, 1954 (7):39-58.
9. West MD. How Blogs, Social Media, and Video Games Improve Education. 2012. Governance Studies at Brookings.
10. Kind T, Genrich G, Sodhi A, Chretien KC. Social media policies at US medical schools. Med. Educ. Online [Internet]. 2010 Jan];15. Available from: http://www.pubmedcentral.nih.gov/
articlerender.fcgi?artid=2941429&tool=pmcentrez&rendertype=abstract .[cited 2013Nov 8]
11. Sheldon J, PhalkeV. Social media and HIPAA compliance: Balancing benefits and risks. ComplianceToday [Internet]. 2013 Feb:47. Available from: http://www.hcca-info.org/Portals/0/PDFs/
Resources/Compliance_Today/0213/CT_0213_SheldonDean-Phalke.pdf. [cited 2013 Nov 8]
12. Albarak A. E-learning in Medical Education and Blended Learning Approach. Formatex [Internet]. 2011: 147-153. Available from: http://www.formatex.info/ict/book/147-153.pdf.[cited
2013 Nov 8].

More Related Content

What's hot

Dampak negatif situs jejaring sosial dan ayat tentang teknologi
Dampak negatif situs jejaring sosial dan ayat tentang teknologiDampak negatif situs jejaring sosial dan ayat tentang teknologi
Dampak negatif situs jejaring sosial dan ayat tentang teknologiYukma Widjaya
 
Media Sosial
Media SosialMedia Sosial
Media SosialSee Iena
 
Metode penelitiantahap1
Metode penelitiantahap1Metode penelitiantahap1
Metode penelitiantahap1corenida
 
MAKALAH DAMPAK NEGATIF MEDIA SOSIAL
MAKALAH DAMPAK NEGATIF MEDIA SOSIALMAKALAH DAMPAK NEGATIF MEDIA SOSIAL
MAKALAH DAMPAK NEGATIF MEDIA SOSIALNur Kusmayadi
 
Pengaruh sosial media dalam kehidupan bersosialisasi
Pengaruh sosial media dalam kehidupan bersosialisasiPengaruh sosial media dalam kehidupan bersosialisasi
Pengaruh sosial media dalam kehidupan bersosialisasiramdani77
 
Pengaruh media sosial terhadap perkembangan pola fikir remaja
Pengaruh  media sosial terhadap perkembangan pola fikir remajaPengaruh  media sosial terhadap perkembangan pola fikir remaja
Pengaruh media sosial terhadap perkembangan pola fikir remajaAndi Undu
 
Makalah Media Sosial - ENSCHAi
Makalah Media Sosial - ENSCHAiMakalah Media Sosial - ENSCHAi
Makalah Media Sosial - ENSCHAiAlluka Tita
 
Teknologi Terhadap Pendidikan
Teknologi Terhadap PendidikanTeknologi Terhadap Pendidikan
Teknologi Terhadap PendidikanAndi Aryauri
 
Media Sosial
Media SosialMedia Sosial
Media SosialKuzi Ana
 
kaedah penyelesaian masalah - bahana laman sosial
kaedah penyelesaian masalah - bahana laman sosialkaedah penyelesaian masalah - bahana laman sosial
kaedah penyelesaian masalah - bahana laman sosialBillah Fendy
 
Tugasan 3 : Kajian tinjauan web
Tugasan 3 : Kajian tinjauan webTugasan 3 : Kajian tinjauan web
Tugasan 3 : Kajian tinjauan webhelidzia
 
MAKALAH MEDIA SOSIAL LEARNING KELOMPOK 5
MAKALAH MEDIA SOSIAL LEARNING KELOMPOK 5MAKALAH MEDIA SOSIAL LEARNING KELOMPOK 5
MAKALAH MEDIA SOSIAL LEARNING KELOMPOK 5stlatifah
 

What's hot (15)

Dampak negatif situs jejaring sosial dan ayat tentang teknologi
Dampak negatif situs jejaring sosial dan ayat tentang teknologiDampak negatif situs jejaring sosial dan ayat tentang teknologi
Dampak negatif situs jejaring sosial dan ayat tentang teknologi
 
Media Sosial
Media SosialMedia Sosial
Media Sosial
 
Metode penelitiantahap1
Metode penelitiantahap1Metode penelitiantahap1
Metode penelitiantahap1
 
MAKALAH DAMPAK NEGATIF MEDIA SOSIAL
MAKALAH DAMPAK NEGATIF MEDIA SOSIALMAKALAH DAMPAK NEGATIF MEDIA SOSIAL
MAKALAH DAMPAK NEGATIF MEDIA SOSIAL
 
Pengaruh sosial media dalam kehidupan bersosialisasi
Pengaruh sosial media dalam kehidupan bersosialisasiPengaruh sosial media dalam kehidupan bersosialisasi
Pengaruh sosial media dalam kehidupan bersosialisasi
 
Pengaruh media sosial terhadap perkembangan pola fikir remaja
Pengaruh  media sosial terhadap perkembangan pola fikir remajaPengaruh  media sosial terhadap perkembangan pola fikir remaja
Pengaruh media sosial terhadap perkembangan pola fikir remaja
 
Makalah Media Sosial - ENSCHAi
Makalah Media Sosial - ENSCHAiMakalah Media Sosial - ENSCHAi
Makalah Media Sosial - ENSCHAi
 
Perbandingan penggunaan telefon_pintar_u
Perbandingan penggunaan telefon_pintar_uPerbandingan penggunaan telefon_pintar_u
Perbandingan penggunaan telefon_pintar_u
 
Teknologi Terhadap Pendidikan
Teknologi Terhadap PendidikanTeknologi Terhadap Pendidikan
Teknologi Terhadap Pendidikan
 
Media Sosial
Media SosialMedia Sosial
Media Sosial
 
Penulisan ilmiah
Penulisan ilmiahPenulisan ilmiah
Penulisan ilmiah
 
kaedah penyelesaian masalah - bahana laman sosial
kaedah penyelesaian masalah - bahana laman sosialkaedah penyelesaian masalah - bahana laman sosial
kaedah penyelesaian masalah - bahana laman sosial
 
Tugasan 3 : Kajian tinjauan web
Tugasan 3 : Kajian tinjauan webTugasan 3 : Kajian tinjauan web
Tugasan 3 : Kajian tinjauan web
 
MAKALAH MEDIA SOSIAL LEARNING KELOMPOK 5
MAKALAH MEDIA SOSIAL LEARNING KELOMPOK 5MAKALAH MEDIA SOSIAL LEARNING KELOMPOK 5
MAKALAH MEDIA SOSIAL LEARNING KELOMPOK 5
 
MEDIA SOSIAL, MEDIA INTERNET, MEDIA INTERAKTIF
MEDIA SOSIAL, MEDIA INTERNET, MEDIA INTERAKTIFMEDIA SOSIAL, MEDIA INTERNET, MEDIA INTERAKTIF
MEDIA SOSIAL, MEDIA INTERNET, MEDIA INTERAKTIF
 

Similar to 06_219Potensi Jejaring Sosial sebagai Media Belajar Mahasiswa Kedoketeran

OPSI IPS_UPT SMPN 15 GRESIK_PENGARUH MEDIA SOSIAL.pptx
OPSI IPS_UPT SMPN 15 GRESIK_PENGARUH MEDIA SOSIAL.pptxOPSI IPS_UPT SMPN 15 GRESIK_PENGARUH MEDIA SOSIAL.pptx
OPSI IPS_UPT SMPN 15 GRESIK_PENGARUH MEDIA SOSIAL.pptxRusdiCahyono2
 
6334-Article Text-20951-1-10-20230515.pdf
6334-Article Text-20951-1-10-20230515.pdf6334-Article Text-20951-1-10-20230515.pdf
6334-Article Text-20951-1-10-20230515.pdfhasrinafebriani06
 
Pengaruh jejaring sosial terhadap aktifitas belajar mhs komputer ibn
Pengaruh jejaring sosial terhadap aktifitas belajar mhs komputer ibnPengaruh jejaring sosial terhadap aktifitas belajar mhs komputer ibn
Pengaruh jejaring sosial terhadap aktifitas belajar mhs komputer ibnResti afria
 
Desvieta Andina M._21413244047_MP. Kualitatif.pdf
Desvieta Andina M._21413244047_MP. Kualitatif.pdfDesvieta Andina M._21413244047_MP. Kualitatif.pdf
Desvieta Andina M._21413244047_MP. Kualitatif.pdfGhetsaAuliaR
 
Dosen, mahasiswa dan pembelajaran kekinian
Dosen, mahasiswa dan pembelajaran kekinianDosen, mahasiswa dan pembelajaran kekinian
Dosen, mahasiswa dan pembelajaran kekinianLSP3I
 
Landasan teori komunikasi dan informasi
Landasan teori komunikasi dan informasi Landasan teori komunikasi dan informasi
Landasan teori komunikasi dan informasi Novaria Roy
 
DAMPAK SOSIAL MEDIA TERHADAP INTERAKSI SOSIAL PADA remaja.pptx
DAMPAK SOSIAL MEDIA TERHADAP INTERAKSI SOSIAL PADA remaja.pptxDAMPAK SOSIAL MEDIA TERHADAP INTERAKSI SOSIAL PADA remaja.pptx
DAMPAK SOSIAL MEDIA TERHADAP INTERAKSI SOSIAL PADA remaja.pptxMyaniZamroni1
 
Pemanfaatan media sosial sebagai sarana pembelajaran
Pemanfaatan media sosial sebagai sarana pembelajaranPemanfaatan media sosial sebagai sarana pembelajaran
Pemanfaatan media sosial sebagai sarana pembelajaransri wahyuni wahyuni
 
Jurnal Fajar Setyaning Dwi Putra_Universitas Pendidikan Indonesia
Jurnal Fajar Setyaning Dwi Putra_Universitas Pendidikan IndonesiaJurnal Fajar Setyaning Dwi Putra_Universitas Pendidikan Indonesia
Jurnal Fajar Setyaning Dwi Putra_Universitas Pendidikan IndonesiaFajar Setyaning
 
'MAKALAH KLP 6' _231219_12550811111.docx
'MAKALAH KLP 6' _231219_12550811111.docx'MAKALAH KLP 6' _231219_12550811111.docx
'MAKALAH KLP 6' _231219_12550811111.docxhasrinafebriani06
 
Presentsi makalah dampak positif dan negatif dari perkembangan media sosial p...
Presentsi makalah dampak positif dan negatif dari perkembangan media sosial p...Presentsi makalah dampak positif dan negatif dari perkembangan media sosial p...
Presentsi makalah dampak positif dan negatif dari perkembangan media sosial p...gunnes sipahutar
 
DAMPAK KEMAJUAN TEKNOLOGI INFORMASI (Pendhuluan, Apersepsi) (minggu 4).pptx
DAMPAK KEMAJUAN TEKNOLOGI INFORMASI (Pendhuluan, Apersepsi) (minggu 4).pptxDAMPAK KEMAJUAN TEKNOLOGI INFORMASI (Pendhuluan, Apersepsi) (minggu 4).pptx
DAMPAK KEMAJUAN TEKNOLOGI INFORMASI (Pendhuluan, Apersepsi) (minggu 4).pptxlastri9
 
Konsep ledakan budaya akibat proses globalisasi
Konsep ledakan budaya akibat proses globalisasiKonsep ledakan budaya akibat proses globalisasi
Konsep ledakan budaya akibat proses globalisasifitri norlida
 
Ch4_Jejaring Sosial dan Media Sosial.pptx
Ch4_Jejaring Sosial dan Media Sosial.pptxCh4_Jejaring Sosial dan Media Sosial.pptx
Ch4_Jejaring Sosial dan Media Sosial.pptxMilaAnjani2
 
Artikel Ilmiah Populer - Waspadai Maraknya Hoax di Media Sosial (Makalah)
Artikel Ilmiah Populer - Waspadai Maraknya Hoax di Media Sosial (Makalah)Artikel Ilmiah Populer - Waspadai Maraknya Hoax di Media Sosial (Makalah)
Artikel Ilmiah Populer - Waspadai Maraknya Hoax di Media Sosial (Makalah)Siti Farida
 
Pemanfaatan TIK yang tidak merata bagi siswa sdn sedo 1 demak
Pemanfaatan TIK yang tidak merata bagi siswa sdn sedo 1 demakPemanfaatan TIK yang tidak merata bagi siswa sdn sedo 1 demak
Pemanfaatan TIK yang tidak merata bagi siswa sdn sedo 1 demakistichomah1
 
PRESENTSI MAKALAH DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF DARI PERKEMBANGAN MEDIA SOSIAL P...
PRESENTSI MAKALAH DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF DARI PERKEMBANGAN MEDIA SOSIAL P...PRESENTSI MAKALAH DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF DARI PERKEMBANGAN MEDIA SOSIAL P...
PRESENTSI MAKALAH DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF DARI PERKEMBANGAN MEDIA SOSIAL P...obanganggara
 

Similar to 06_219Potensi Jejaring Sosial sebagai Media Belajar Mahasiswa Kedoketeran (20)

OPSI IPS_UPT SMPN 15 GRESIK_PENGARUH MEDIA SOSIAL.pptx
OPSI IPS_UPT SMPN 15 GRESIK_PENGARUH MEDIA SOSIAL.pptxOPSI IPS_UPT SMPN 15 GRESIK_PENGARUH MEDIA SOSIAL.pptx
OPSI IPS_UPT SMPN 15 GRESIK_PENGARUH MEDIA SOSIAL.pptx
 
6334-Article Text-20951-1-10-20230515.pdf
6334-Article Text-20951-1-10-20230515.pdf6334-Article Text-20951-1-10-20230515.pdf
6334-Article Text-20951-1-10-20230515.pdf
 
Pengaruh jejaring sosial terhadap aktifitas belajar mhs komputer ibn
Pengaruh jejaring sosial terhadap aktifitas belajar mhs komputer ibnPengaruh jejaring sosial terhadap aktifitas belajar mhs komputer ibn
Pengaruh jejaring sosial terhadap aktifitas belajar mhs komputer ibn
 
Desvieta Andina M._21413244047_MP. Kualitatif.pdf
Desvieta Andina M._21413244047_MP. Kualitatif.pdfDesvieta Andina M._21413244047_MP. Kualitatif.pdf
Desvieta Andina M._21413244047_MP. Kualitatif.pdf
 
Dosen, mahasiswa dan pembelajaran kekinian
Dosen, mahasiswa dan pembelajaran kekinianDosen, mahasiswa dan pembelajaran kekinian
Dosen, mahasiswa dan pembelajaran kekinian
 
Landasan teori komunikasi dan informasi
Landasan teori komunikasi dan informasi Landasan teori komunikasi dan informasi
Landasan teori komunikasi dan informasi
 
DAMPAK SOSIAL MEDIA TERHADAP INTERAKSI SOSIAL PADA remaja.pptx
DAMPAK SOSIAL MEDIA TERHADAP INTERAKSI SOSIAL PADA remaja.pptxDAMPAK SOSIAL MEDIA TERHADAP INTERAKSI SOSIAL PADA remaja.pptx
DAMPAK SOSIAL MEDIA TERHADAP INTERAKSI SOSIAL PADA remaja.pptx
 
Pemanfaatan media sosial sebagai sarana pembelajaran
Pemanfaatan media sosial sebagai sarana pembelajaranPemanfaatan media sosial sebagai sarana pembelajaran
Pemanfaatan media sosial sebagai sarana pembelajaran
 
Jurnal Fajar Setyaning Dwi Putra_Universitas Pendidikan Indonesia
Jurnal Fajar Setyaning Dwi Putra_Universitas Pendidikan IndonesiaJurnal Fajar Setyaning Dwi Putra_Universitas Pendidikan Indonesia
Jurnal Fajar Setyaning Dwi Putra_Universitas Pendidikan Indonesia
 
'MAKALAH KLP 6' _231219_12550811111.docx
'MAKALAH KLP 6' _231219_12550811111.docx'MAKALAH KLP 6' _231219_12550811111.docx
'MAKALAH KLP 6' _231219_12550811111.docx
 
Presentsi makalah dampak positif dan negatif dari perkembangan media sosial p...
Presentsi makalah dampak positif dan negatif dari perkembangan media sosial p...Presentsi makalah dampak positif dan negatif dari perkembangan media sosial p...
Presentsi makalah dampak positif dan negatif dari perkembangan media sosial p...
 
DAMPAK KEMAJUAN TEKNOLOGI INFORMASI (Pendhuluan, Apersepsi) (minggu 4).pptx
DAMPAK KEMAJUAN TEKNOLOGI INFORMASI (Pendhuluan, Apersepsi) (minggu 4).pptxDAMPAK KEMAJUAN TEKNOLOGI INFORMASI (Pendhuluan, Apersepsi) (minggu 4).pptx
DAMPAK KEMAJUAN TEKNOLOGI INFORMASI (Pendhuluan, Apersepsi) (minggu 4).pptx
 
Konsep ledakan budaya akibat proses globalisasi
Konsep ledakan budaya akibat proses globalisasiKonsep ledakan budaya akibat proses globalisasi
Konsep ledakan budaya akibat proses globalisasi
 
Ch4_Jejaring Sosial dan Media Sosial.pptx
Ch4_Jejaring Sosial dan Media Sosial.pptxCh4_Jejaring Sosial dan Media Sosial.pptx
Ch4_Jejaring Sosial dan Media Sosial.pptx
 
Indinesia.docx
Indinesia.docxIndinesia.docx
Indinesia.docx
 
Artikel Ilmiah Populer - Waspadai Maraknya Hoax di Media Sosial (Makalah)
Artikel Ilmiah Populer - Waspadai Maraknya Hoax di Media Sosial (Makalah)Artikel Ilmiah Populer - Waspadai Maraknya Hoax di Media Sosial (Makalah)
Artikel Ilmiah Populer - Waspadai Maraknya Hoax di Media Sosial (Makalah)
 
Pemanfaatan TIK yang tidak merata bagi siswa sdn sedo 1 demak
Pemanfaatan TIK yang tidak merata bagi siswa sdn sedo 1 demakPemanfaatan TIK yang tidak merata bagi siswa sdn sedo 1 demak
Pemanfaatan TIK yang tidak merata bagi siswa sdn sedo 1 demak
 
Presentasi
PresentasiPresentasi
Presentasi
 
Presentasi
PresentasiPresentasi
Presentasi
 
PRESENTSI MAKALAH DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF DARI PERKEMBANGAN MEDIA SOSIAL P...
PRESENTSI MAKALAH DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF DARI PERKEMBANGAN MEDIA SOSIAL P...PRESENTSI MAKALAH DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF DARI PERKEMBANGAN MEDIA SOSIAL P...
PRESENTSI MAKALAH DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF DARI PERKEMBANGAN MEDIA SOSIAL P...
 

06_219Potensi Jejaring Sosial sebagai Media Belajar Mahasiswa Kedoketeran

  • 1. 572 HASIL PENELITIAN CDK-219/ vol. 41 no. 8, th. 2014 ABSTRAK Mahasiswa kedokteran saat ini telah didominasi oleh Generasi Milenial (Generasi Y) yang lahir antara tahun 1982-2000. Generasi tersebut telah terpapar teknologi sejak usia dini, salah satunya adalah jejaring sosial yang termasuk Web 2.0. Dilakukan penelitian observasional deskriptif dengan sampel 46 mahasiswa kedokteran yang mengisi kuesioner online di situs http://elearning.fk.uns.ac.id; 33% pria dan 67% wanita, 43% berusia 18 tahun. Sejumlah 57% responden mulai mengenal internet saat SD. Semua responden (100%) memiliki akun di berbagai situs jejaring sosial terutama Facebook® (46 orang) dan Twitter® (43 orang). Sebanyak 67% responden mengakses jejaring sosial hampir setiap hari, 57% sejak usia SD. Mereka mengaksesnya melalui laptop (38 orang), ponsel (34 orang), tablet (15 orang) dan melalui PC (5 orang). Sebanyak 78% responden setuju bahwa jejaring sosial dapat membantu mereka dalam belajar, 17% ragu-ragu dan hanya 4% yang tidak setuju. Disimpulkan bahwa jejaring sosial mempunyai potensi sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa kedokteran generasi Y. Kata kunci: Generasi Y, jejaring sosial, mahasiswa kedokteran ABSTRACT Medical students have been dominated by the millennial generation known as Y Generation. This generation was born between 1982-2000 and has been exposed to technology since early age, including social network in web 2.0. This research was descriptive observational study on 46 medical students, 33% male and 67% female, 43% in the age of 18 years. They filled online questionnaire at http://elearning.fk.uns.ac.id. All respondents have access to social networks, 57% since in elementary school. All have accounts in various social network sites, especially Facebook® (46 respondents) and Twitter® (43). Accessing is almost every day (67%), using laptops (38), mobile phones (34), tablet (15) and personal computer (5). 78% respondents agreed that social network could help in learning, 17% undecided, and 4% disagree. Social networks is potentially used as a learning medium among medical students of Y generation. Penggalih Mahardika Herlambang, Rani Tiyas Budiyanti. Social Networks as Learning Media for Medical Students. Key words: Medical students, social network, Y generation PENDAHULUAN Perbaikan pelayanan kesehatan demi meningkatkan mutu kesehatan masyarakat antara lain dapat dicapai dengan mem- perbaiki pendidikan kedokteran. Meskipun cukup kompleks, hal tersebut diyakini mampu mencetak dokter yang berkualitas dan memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Proses pendidikan dalam dunia kedokteran merupakan hal dinamis. Berbagai aspek pendidikan mulai diubah dan dikembangkan untuk disesuaikan dengan perkembangan zaman. Perubahan model pembelajaran menggunakan problem-based learning dengan metode pembelajaran dari teacher- centered learning ke arah student-centered learning merupakan salah satu contoh konkrit yang diterapkan di seluruh fakultas kedokteran di Indonesia. Perubahan lain mulai dikembangkan dengan memandang mahasiswa sebagai objek yang penting untuk dipelajari dalam suatu proses pendidikan.1 Saat ini, mahasiswa kedokteran telah di- dominasi oleh Generasi Milenial. Generasi yang sering dikenal dengan sebutan Generasi Y ini lahir di antara tahun 1982-2000.2-4 Mereka dipercaya telah terpapar teknologi sejak usia dini. Salah satu aplikasi yang tidak asing lagi bagi generasi Y adalah situs jejaring sosial.5-6 Jejaring sosial merupakan struktur sosial yang terdiri dari elemen-elemen individual atau organisasi; konsep ini diperkenalkan pertama Potensi Jejaring Sosial sebagai Media Belajar Mahasiswa Kedoketeran Penggalih Mahardika Herlambang1) , Rani Tiyas Budiyanti2) 1) Bagian Farmakologi, 2) Unit Pendidikan Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia kali oleh J.A. Barnes di tahun 1954,7 kemudian berkembang pesat berbanding lurus dengan perkembangan teknologi informasi yang saat ini lebih dikenal dengan istilah Web 2.0.2-5 Berbeda dengan pendahulunya Web 1.0 yang hanya bersifat searah, istilah Web 2.0 muncul karena perkembangan konten internet yang bersifat dua arah dan makin interaktif. Selain membaca, pengguna juga dapat membuat konten seperti peran admin situs web.5,6 Munculnya jejaring sosial seperti blog, wiki, media sosial, dan video game telah mengubah cara berkomunikasi, baik individu maupun kelompok. Tidak ada lagi komunikasi yang berlangsung satu arah, sebaliknya terjadi interaksiduaarahantarpersonalyangterlibat.9 Saat ini, masyarakat dapat berkomunikasi Alamat korespondensi email: pmherlambang@gmail.com
  • 2. 573 HASIL PENELITIAN CDK-219/ vol. 41 no. 8, th. 2014 secara langsung tanpa perantara dan tanpa filter meskipun tidak bertatap muka. Dengan cara ini, tidak ada waktu terbuang saat berbagi informasi dengan rekan kerja atau kolega. Perkembangan ini berdampak menurunkan biaya komunikasi serta memberikan dinamika dalam penyebaran informasi. Generasi Y menggunakan jejaring sosial untuk berhubungan dengan keluarga atau teman karena kesamaan identitas sosial.5,8,10 Contoh jejaring sosial yang saat ini telah hadir antara lain Facebook®, Twitter®, Google+®, dan lainnya. Potensi dalam jejaring sosial dapat menjadi peluang sebagai media pembelajaran mahasiswa kedokteran. Diperlukan data untuk mengetahui jejaring sosial yang dominan digunakan, frekuensi penggunaan, fleksibilitas akses, dan minat mahasiswa kedokteran untuk menggunakannya sebagai media pembelajaran. METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan secara observasional deskriptif melalui kuesioner yang diisi secara online terhadap 250 mahasiswa baru angkatan 2013 di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret yang sedang mengambil Blok Budaya Ilmiah. Didapatkan 46 responden yang bersedia mengisi kuesioner dengan menggunakan fitur moodle yang dapat di- akses online dalam sistem e-learning kampus (http://elearning.fk.uns.ac.id) selama 7 hari. HASIL PENELITIAN Dari 46 responden yang terdiri dari 15 orang laki-laki dan 31 orang wanita didapatkan 43% berusia 18 tahun, 35% berusia 17 tahun, 11% berusia 16 tahun dan 11% berusia 19 tahun (Gambar 1). Seluruh responden adalah generasi Y yang lahir di antara tahun 1982- 2000 (usia 13-21 tahun pada tahun 2013). Sebanyak 26 orang (57%) telah mengenal internet sejak SD dan sisanya sejak SMP (43%). Data tersebut menunjukkan bahwa responden telah terpapar dan terbiasa menggunakan internet sejak dini (Gambar 2). Seluruh responden mengaku memiliki lebih dari satu akun jejaring sosial. Akun Facebook® dimiliki oleh seluruh responden, 43 responden juga memiliki akun Twitter®. Sebanyak 21 responden juga memiliki akun Google+®, blog (26 responden), video sharing (17 responden), forum online (11 responden), dan lainnya (21 responden) (Gambar 3). Dari data tersebut dapat diketahui kecenderungan jejaring sosial yang sering digunakan oleh para responden. Frekuensi mengakses jejaring sosial bervariasi. Sebanyak 67% responden mengakses hampir setiap hari dalam seminggu, 24% mengakses 2-3 hari sekali dalam seminggu, dan 9% mengakses sekali seminggu atau kurang (Gambar 4). Hasil tersebut menunjukkan kecenderungan generasi Y untuk mengakses situs jejaring sosial. Cara Generasi Y mengakses jejaring sosial bervariasi. Seluruh responden memiliki lebih dari satu piranti untuk mengakses jejaring sosial, piranti yang digunakan antara lain laptop (38 responden), telepon seluler (34 responden), tablet PC (15 responden), dan Personal Computer (PC) (5 orang) (Gambar 5). Hal ini menunjukkan fleksibilitas akses jejaring sosial. Mereka menggunakan piranti yang mobile sehingga dapat melakukan akses kapan saja dan di mana saja. Sebanyak 36 responden (78%) setuju bahwa jejaring sosial dapat digunakan sebagai media pembelajaran, 8 responden (17%) ragu-ragu, dan sisanya 2 responden tidak setuju (4%) (Gambar 6). Beberapa responden mengakui telah melakukan pertukaran informasi dan berdiskusi mengenai materi perkuliahan melalui jejaring sosial. Sebagian besar meng- anggap cara tersebut lebih efektif dan praktis. PEMBAHASAN Penggunaan jejaring sosial sangat diminati oleh generasi saat ini, tak terkecuali maha- siswa. Menulis status, chatting, berkomentar, menampilkan foto dan video sering dilakukan di jejaring sosial. Dengan kemudahan akses internet, mereka dapat melakukannya kapan saja dan di mana saja. Hal ini didukung dengan munculnya piranti yang mobile dan terjangkau. Mereka tidak perlu lagi pulang ke rumah atau pergi ke warnet untuk mengakses internet. Fleksibilitas dalam mengakses jejaring sosial mendukung peluang peng- gunaannya sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa kedokteran generasi Y. Para dosen dapat berinteraksi dengan mahasiswa melalui jejaring sosial seperti membuat grup diskusi dalam facebook, kultwit melalui twitter, berbagi video pembelajaran melalui youtube atau penilaian keaktifan berdiskusi dan ber- interaksi di situs jejaring sosial lain. Gambar 1 Data usia responden Gambar 2 Onset mengenai jejaring sosial Gambar 3 Jenis jejaring sosial yang dimiliki responden Sejak SMP (43%) Sejak SD (57%) 16 th (11%) 17 th (35%) 18 th (43%) 19 th (11%) Facebook 46 Twitter 43 Google+ 21 Blogs (Wordpress, Blogspot, Kompasiana, etc) Others (Linked in, 4sq, etc) 21 Online Forum (Kaskus, etc) 11 Video Sharing (Youtube, Vimeo, etc)
  • 3. 574 HASIL PENELITIAN CDK-219/ vol. 41 no. 8, th. 2014 menimbulkan perbedaaan persepsi antara masyarakat awam dan mahasiswa kedokteran. Hal ini karena perbedaan pengetahuan dasar (prior knowledge) mengenai masalah kesehatan. Misalnya, mahasiswa kedokteran berdiskusi dengan senior mereka dalam suatu jejaring sosial terbuka mengenai suatu kasus syok anafilaktik sebagai komplikasi injeksi antibiotik tertentu yang berujung pada kematian. Masyarakat awam yang membacanya mungkin akan takut dan menolak pemberian segala jenis antibiotik. Melalui jejaring sosial, masyarakat awam juga dapat menilai secara subjektif pengetahuan dan pola pikir mahasiswa kedokteran ter- hadap suatu kasus atau penyakit. Hal tersebut dapat tersirat dari komentar serta tanggapan dalam diskusi terbuka. Tidak hanya komentar, segala tingkah laku di jejaring sosial juga dinilai oleh masyarakat. Selain itu seseorang dapat meninggalkan rekam jejak digital tidak baik yang mengarah kepada unprofessional behavior. Unprofessional behavior merupakan suatu bentuk tindakan yang bertentangan dengan standar profesi baik hukum maupun etika kedokteran yang berlaku. Peng- unggahan foto atau kasus pasien tanpa ijin dalam praktik maupun proses pembelajaran sehingga menyebabkan terbukanya rahasia (confidentiality) pasien merupakan salah satu contohnya.2,5 Efek negatif penggunaan jejaring sosial dapat dikurangi dengan mengatur privasi akun pribadi maupun grup di jejaring sosial dengan cara berdiskusi dalam suatu grup ter- tutup (closed group) atau grup rahasia (secret group). Tetapi baik grup tertutup maupun grup rahasia sewaktu-waktu dapat terbuka jika pihak keamanan situs menginginkan data yang dimiliki oleh pengguna. Akan lebih baik, jika disediakan wadah khusus untuk diskusi, dalam web atau forum e-learning tertentu menggunakan username dan password untuk berpartisipasi di dalamnya. Di Amerika Serikat, terdapat peraturan mengenai penyebarluasan informasi kesehatan melalui jejaring sosial yang diterbitkan oleh HIPAA (Health Insurance Portability and Accountability Act). Peraturan tersebut berisi tentang 18 hal dari pasien yang tidak boleh dipublikasi agar kerahasiaan pasien tetap terjaga. Pelanggaran terhadap peraturan tersebut seperti menyebutkan nama, alamat, dan nomer rekam medis Gambar 4 Frekuensi mengakses jejaring sosial dalam seminggu Gambar 5 Piranti yang sering digunakan untuk mengakses jejaring sosial Gambar 6 Potensi jejaring sosial sebagai media pembelajaran mahasiswa kedokteran Bisa 78% Tidak 4% Ragu-ragu 17% Sering (hampir setiap hari) 67% Kadang-kadang (2-3 hari sekali) 24% Jarang (seminggu sekali) 9% Dalam pembelajaran di dunia kedokteran, terdapat aturan yang perlu disepakati mengenai materi yang akan didiskusikan. Dalam keseharian dapat ditemukan pem- bicaraan mengenai apa yang ditemui dalam proses pendidikan kedokteran. Penyakit pasien, kekesalan terhadap pasien, berbagai kasus jarang, dan ketidaksetujuan terhadap regulasi pemerintah di dunia kesehatan sering menjadi status maupun foto di jejaring sosial. Konten yang dibagikan di jejaring sosial secara terbuka akan memberikan peluang munculnya respons baik positif maupun negatif dari berbagai kalangan sesama mahasiswa kedokteran maupun masyarakat awam. Hal ini dapat menimbulkan perdebat- an berkepanjangan. Penggunaan jejaring sosial sebagai media diskusi terbuka dapat Untuk itu, tentu saja harus ada aturan yang disepakati bersama seperti saat diskusi, materi yang akan ditayangkan, siapa saja yang boleh masuk dalam grup dan ikut berdiskusi, dan yang tidak kalah pentingnya adalah etiket berkomunikasi di dunia maya, sehingga antar mahasiswa dapat bertukar pikiran dengan santun, tanpa kata-kata kasar, maupun bullying. Pengaturan waktu diskusi dapat dilakukan dengan cara asynchronous yaitu dosen dan mahasiswa berdiskusi tidak dalam saat yang bersamaan. Mereka meninggalkan pesan, pertanyaan, maupun jawaban dalam suatu forum diskusi. Selain itu diskusi juga dapat dilakukan dengan cara synchronous yaitu dosen dan mahasiswa berdiskusi dalam saat bersamaan sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Ponsel Tablet PC Laptop (Notebook, Netbook) PC 40 35 30 25 20 15 10 5 0 Responden
  • 4. 575 HASIL PENELITIAN CDK-219/ vol. 41 no. 8, th. 2014 pasien, serta mengunggah foto wajah pasien dapat mengakibatkan pemecatan (drop out) mahasiswa dari kampus.11 Untuk mencegah adanya diskusi terbuka antara mahasiswa kedokteran, Essary et al menyarankan peng- gunaan forum tertutup sebagai tempat diskusi sehingga kerahasiaan pasien tetap terjaga.2 Meskipun penggunaan jejaring sosial sebagai media pembelajaran sangat potensial, dapat menghemat waktu dan lebih fleksibel, tidak semua materi pembelajaran dapat digantikan melalui jejaring sosial. Metode pembelajaran yang merupakan gabungan dari metode pembelajaran online dan offline lebih dikenal dengan sebutan ’blended learning’. Fakultas Kedokteran Universitas King Saud, Saudi Arabia telah menerapkan metode ini kepada mahasiswanya dan didapatkan hasil bahwa metode tersebut sangat membantu proses pembelajaran. Dengan adanya pembelajaran secara online melalui jejaring sosial maha- siswa maupun dosen dapat saling bertukar informasi secara aktif baik berupa teks, gambar maupun video yang dapat memacu daya kognitif mahasiswa. Akan tetapi, penilaian aspek afektif dan pelatihan ketrampilan motorik mahasiswa dalam melakukan pe- meriksaan fisik, anamnesis, serta praktikum tetap dilakukan secara tatap muka.12 SIMPULAN Jejaring sosial memiliki potensi sebagai media pembelajaran mahasiswa kedokteran generasi Y. Hal ini karena situs tersebut sering dan mudah diakses oleh mahasiswa, serta fleksibel digunakan, kapanpun dan di manapun. DAFTAR PUSTAKA 1. Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia. 2012:34. 2. Essary AC. The impact of social media and technology on professionalism in medical education. J. Physical Assistant Education 2011;22(4). 3. Twenge JM. Generational changes and their impact in the classroom: Teaching generation me. Med. Educ. [Internet]. 2009 May;43(5):398–405. Available from: http://www.ncbi.nlm.nih. gov/pubmed/19422486 [cited 2013 Nov 3] 4. Eckleberry-Hunt J, Tucciarone J. The challenges and opportunities of teaching “generation y”. J. Grad. Med. Educ. [Internet]. 2011 Dec;3(4):458–61. Available from: http://www. pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?artid=3244307&tool=pmcentrez&rendertype=abstract 5. Garner J, Sullivan HO. Facebook and the professional behaviours of undergraduate medical students. The Clinical Teacher 2010;112–5. 6. Greysen SR. Online posting of unprofessional content by medical students. JAMA 2009;302(12):1309–15. 7. Chhanabhai P, Holt A, Benwell G. Why talk when you can text ? Gen Y’s medium for sharing health information. Health Care and Informatics Review Online, 2010;14(2):17–26. 8. Barnes J. Class and committees in a Norwegian island parish. Human Relations, 1954 (7):39-58. 9. West MD. How Blogs, Social Media, and Video Games Improve Education. 2012. Governance Studies at Brookings. 10. Kind T, Genrich G, Sodhi A, Chretien KC. Social media policies at US medical schools. Med. Educ. Online [Internet]. 2010 Jan];15. Available from: http://www.pubmedcentral.nih.gov/ articlerender.fcgi?artid=2941429&tool=pmcentrez&rendertype=abstract .[cited 2013Nov 8] 11. Sheldon J, PhalkeV. Social media and HIPAA compliance: Balancing benefits and risks. ComplianceToday [Internet]. 2013 Feb:47. Available from: http://www.hcca-info.org/Portals/0/PDFs/ Resources/Compliance_Today/0213/CT_0213_SheldonDean-Phalke.pdf. [cited 2013 Nov 8] 12. Albarak A. E-learning in Medical Education and Blended Learning Approach. Formatex [Internet]. 2011: 147-153. Available from: http://www.formatex.info/ict/book/147-153.pdf.[cited 2013 Nov 8].