Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
ADI SETYAWAN 
MUH.ILHAM NASUTION 
INTAN JATI SAFITRI 
SUGIARTI 
ARAS SAHAB HAGI
KRIMINOLOGI 
TERORISME
Apa itu 
terorisme..?
LOGO 
terorisme 
• Terorisme adalah serangan-serangan 
terkoordinasi yang bertujuan membangkitkan 
perasaan teror terhadap...
LOGO 
Kategori terorisme 
Berkaitan dengan ideologi atau keyakinan 
Kelompok tereksploitasi dengan tindakan 
doktrinasi ...
LOGO 
Bentuk terorisme 
Teror fisik 
Teror 
mental 
Teror 
nasional 
Teror 
internasion 
al
• Kegiatan Terorisme mempunyai tujuan untuk membuat orang lain 
merasa ketakutan sehingga dengan demikian dapat menarik 
p...
TERORISME TERMASUK DALAM : 
 KEJAHATAHAN INTERNASIONAL. 
 TERORGANISASI DENGAN BAIK . 
 MEMPUNYAI JARINGAN LUAS DAN 
ME...
Cara –cara operasi Terorisme 
Pengeboman 
Pembunuhan 
Penculikan dengan tebusan 
Penyanderaan 
Pembajakan 
Penyerang...
PERMASALAHAN HUKUM 
, 
• Pemerintah Indonesia merasa perlu untuk membentuk Undang-Undang 
Pemberantasan Tindak Pidana Tero...
Sedangkan kriminalisasi Tindak Pidana Terorisme sebagai bagian dari 
perkembangan hukum pidana dapat dilakukan melalui ban...
UNDANG-UNDANG TERORIS DI 
INDONESIA 
• Kejahatan teroris adalah kejahatan yang 
baru masuk dalam peraturan perundang-undan...
Tindak Pidana Teroris 
Bab III 14 Pasal, 30. 
Bab IV 5 Pasal 
Karakteristik : 
1. Disengaja 
2. Gunakan Kekerasan 
2. Deng...
Golden Rules yang harus diperhatikan hakim 
dalam memutus perkara terorisme . 
• Memegang teguh supremasi hukum. 
• Mandir...
CARA-CARA PENANGGULANGAN AKSI 
TERORISME LAINNYA: 
1. Selain melalui cara penegakan hukum cara 
lain yang juga dianggap pe...
TERIMA KASIH   
ASALAMUALAIKUM WR,WB
Presentasi terorisme
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Presentasi terorisme

11,786 views

Published on

presntasi terorisme

Published in: Law
  • Be the first to comment

Presentasi terorisme

  1. 1. ADI SETYAWAN MUH.ILHAM NASUTION INTAN JATI SAFITRI SUGIARTI ARAS SAHAB HAGI
  2. 2. KRIMINOLOGI TERORISME
  3. 3. Apa itu terorisme..?
  4. 4. LOGO terorisme • Terorisme adalah serangan-serangan terkoordinasi yang bertujuan membangkitkan perasaan teror terhadap sekelompok masyarakat. Berbeda dengan perang, aksi terorisme tidak tunduk pada tatacara peperangan seperti waktu pelaksanaan yang selalu tiba-tiba dan target korban jiwa yang acak serta seringkali objeknya merupakan warga sipil. Karena terorisme merupakan bentuk tindakan menggunakan teror sebagai bentuk tindakan simbolis yang dirancang untuk mempengaruhi kebijakan dan tingkah laku baik yang didasari oleh ideologi maupun nonideologio
  5. 5. LOGO Kategori terorisme Berkaitan dengan ideologi atau keyakinan Kelompok tereksploitasi dengan tindakan doktrinasi Ketidakpuasan/tindakan balas dendam terhadap suatu kebijakan Kelompok separatis yang mentransformasikan/mengcover dirinya menjadi gerakan politik
  6. 6. LOGO Bentuk terorisme Teror fisik Teror mental Teror nasional Teror internasion al
  7. 7. • Kegiatan Terorisme mempunyai tujuan untuk membuat orang lain merasa ketakutan sehingga dengan demikian dapat menarik perhatian orang, kelompok atau suatu bangsa. Biasanya perbuatan teror digunakan apabila tidak ada jalan lain yang dapat ditempuh untuk melaksanakan kehendaknya. Terorisme digunakan sebagai senjata psikologis untuk menciptakan suasana panik, tidak menentu serta menciptakan ketidak percayaan masyarakat terhadap kemampuan pemerintah dan memaksa masyarakat atau kelompok tertentu untuk mentaati kehendak pelaku teror. Terorisme tidak ditujukan langsung kepada lawan, akan tetapi perbuatan teror justru dilakukan dimana saja dan terhadap siapa saja. Dan yang lebih utama, maksud yang ingin disampaikan oleh pelaku teror adalah agar perbuatan teror tersebut mendapat perhatian yang khusus atau dapat dikatakan lebih sebagai psy-war • Kejahatan teroris menjadi ancaman bagi stabilitas keamanan nasional ,regional dan Internasional .dan menjadi ancaman bagi perekonomian nasional dan perekonomian global
  8. 8. TERORISME TERMASUK DALAM :  KEJAHATAHAN INTERNASIONAL.  TERORGANISASI DENGAN BAIK .  MEMPUNYAI JARINGAN LUAS DAN MENGGUNAKAN SISTEM SEL .  MEMILIKI SUMBER DANA YANG SANGAT BESAR .  MENGANCAM PERDAMAIAN DAN KEAMANAN NASIONAL,REGIONAL DAN INTERNASIONAL.
  9. 9. Cara –cara operasi Terorisme Pengeboman Pembunuhan Penculikan dengan tebusan Penyanderaan Pembajakan Penyerangan bersenjata Melukai anggota tubuh orang lain sehingga mengakibatkan cacat secara permanen Pembakaran Perampokan
  10. 10. PERMASALAHAN HUKUM , • Pemerintah Indonesia merasa perlu untuk membentuk Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, yaitu dengan menyusun Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) nomor 1 tahun 2002, yang pada tanggal 4 April 2003 disahkan menjadi Undang-Undang dengan nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Keberadaan Undang- Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme di samping KUHP dan Undang- Undang Nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP), merupakan Hukum Pidana Khusus. Hal ini memang dimungkinkan, mengingat bahwa ketentuan Hukum Pidana yang bersifat khusus, dapat tercipta karena: 1. Adanya proses kriminalisasi atas suatu perbuatan tertentu di dalam masyarakat. Karena pengaruh perkembangan zaman, terjadi perubahan pandangan dalam masyarakat. Sesuatu yang mulanya dianggap bukan sebagai Tindak Pidana, karena perubahan pandangan dan norma di masyarakat, menjadi termasuk Tindak Pidana dan diatur dalam suatu perundang-undangan Hukum Pidana. 2. Undang-Undang yang ada dianggap tidak memadai lagi terhadap perubahan norma dan perkembangan teknologi dalam suatu masyarakat, sedangkan untuk perubahan undang-undang yang telah ada dianggap memakan banyak waktu. 3. Suatu keadaan yang mendesak sehingga dianggap perlu diciptakan suatu peraturan khusus untuk segera menanganinya. 4. Adanya suatu perbuatan yang khusus dimana apabila dipergunakan proses yang diatur dalam peraturan perundang-undangan yang telah ada akan mengalami kesulitan dalam pembuktian. •
  11. 11. Sedangkan kriminalisasi Tindak Pidana Terorisme sebagai bagian dari perkembangan hukum pidana dapat dilakukan melalui banyak cara, seperti : 1. Melalui sistem evolusi berupa amandemen terhadap pasal-pasal KUHP. 2. Melalui sistem global melalui pengaturan yang lengkap di luar KUHP termasuk kekhususan hukum acaranya. 3. Sistem kompromi dalam bentuk memasukkan bab baru dalam KUHP tentang kejahatan terorisme.
  12. 12. UNDANG-UNDANG TERORIS DI INDONESIA • Kejahatan teroris adalah kejahatan yang baru masuk dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia sejak terjadi Bom Bali pada tahun 2002 ,sementara di negara-negara lain perkara kejahatan teroris sudah lama masuk dalam undang –undang .
  13. 13. Tindak Pidana Teroris Bab III 14 Pasal, 30. Bab IV 5 Pasal Karakteristik : 1. Disengaja 2. Gunakan Kekerasan 2. Dengan perencanaan 3. Dilakukan secara bersama 4. Dukungan Pembiayaan Pasal 6 dan 7 : Akibatkan : • Suasana teror • Rasa takut terhadap orang secara meluas • Menimbulkan Korban yg bersifat massal Dengan cara : - Merampas kemerdekaan - Hilangnya nyawa - Harta orang lain - Untuk menimbulkan : - Kerusakan - Kehancuran terhadap obyek vital strategis - Lingkungan Hidup - Fasilitas Publik - Fasilitas International Pasal 9 : Setiap orang melawan hukum Memasukan ke Ina, membuat, Menerima, mencoba peroleh, Menyerahkan, mencoba myrhkn Menguasai, membawa, mmpnyi Persediaan padanya, menyimpn Mengangkut, menyembunyikan, Mempergunakan, mengeluarkan Ke dan/atau dari Ina. Senpi, Amunisi, Handak dan Bahan bahaya lainnya Dengan maksud melakukan Tindak Pidana Terorisme
  14. 14. Golden Rules yang harus diperhatikan hakim dalam memutus perkara terorisme . • Memegang teguh supremasi hukum. • Mandiri dan tidak terpengaruh oleh pihak manapun . • Objektif(no bias) dalam memutus suatu perkara ,harus memutus berdasarkan pada hukum ,bukan karena pengaruh eksternal . • Melakukan analisis atas dasar bukti-bukti yang ada . • Dalam membuat pertimbangan harus dengan jelas dan mudah dimengerti.
  15. 15. CARA-CARA PENANGGULANGAN AKSI TERORISME LAINNYA: 1. Selain melalui cara penegakan hukum cara lain yang juga dianggap penting dan efektif untuk melawan aksi teroris adalah dengan menyebarkan toleransi antar umat manusia dan toleransi antar umat beragama . 2. Dunia internasional harus bekerjasama untuk menemukan akar masalah yang memicu timbulnya aksi terorisme.
  16. 16. TERIMA KASIH   ASALAMUALAIKUM WR,WB

×