Pendidikan dan pengentasan kemiskinan

855 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
855
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
12
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pendidikan dan pengentasan kemiskinan

  1. 1. PENDIDIKAN DAN PENGENTASANKEMISKINAN Jeihan Jade Archia 09211141003 Melita Nadhianti 09211141007 Nurhamalah 09211141008 Falla Nour Rohmah 09211141012 BAHASA DAN SASTRA INGGRIS
  2. 2. PENDIDIKAN DAN PENGENTASANKEMISKINAN Pendidikan Kemiskinan Pendidikan, Pendapatan dan Kemiskinan Pendidikan, Kesempatan Kerja dan Pengangguran Pertumbuhan Ekonomi, Kesempatan Kerja dan Kemiskinan Perencanaan Tenaga Kerja (Manpower Planning)
  3. 3.  PENDIDIKAN FORMAL PENDIDIKAN NONFORMAL PENDIDIKAN INFORMAL
  4. 4. Kemiskinan Kemiskinan menunjukkan adanya sekelompok orang yang serba kekurangan. Masyarakat subsisten yang tidak berpenghasilan atau berpenghasilan tapi rendah, bisa jadi tidak merasa miskin karena mereka merasa sudah terpenuhi kebutuhannya.
  5. 5. Pendidikan, Pendapatan danKemiskinan Pendapat-an seseorang diperoleh dari kegiatan/pekerjaan yang dila-ku--kan-nya. Meng--ikuti DFID-World Bank, aset-aset yang dibutuhkan untuk memperoleh upah/-pen-da-patan diidentifikasikan menjadi: (Mukherjee et al, 2002) human capital natural capital financial capital physical capital Social capital
  6. 6.  Gambar dibawah ini menunjukkan bahwa kemiskinan (yang disertai dengan rendahnya pendapatan) menyebabkan rendahnya investasi modal insani. Ren-dah-nya modal insani ini mengakibatkan terjadinya ‘malnutrisi’ (kurang gizi), tingkat kesehatan dan pendidikan rendah.
  7. 7. Pendidikan, Kesempatan Kerja danPengangguran Dari sisi permintaan, ada 2 hal yang paling berpengaruh tehadap permin-taan pendidikan; pertama adalah harapan untuk mendapatkan pekerjaan dengan pengha-silan yang tinggi. Ini merupakan manfaat pendi-dikan secara individual (private bene-fits of education). Kedua biaya-biaya sekolah yang harus ditanggung oleh siswa dan atau keluarganya, baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung. Permintaan terhadap tingkat pendidikan yang dianggap harus dicapai untuk mendapatkan pekerjaan berpenghasilan tinggi di sektor modern, ditentukan oleh kombinasi dari variabel berikut: (Todaro, 2000) Perbedaan tingkat upah di sektor modern. Besar kecilnya kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan di sektor modern. Biaya-biaya langsung pendidikan individual. Biaya-biaya pendidikan yang bersifat tidak langsung atau opportunity cost.
  8. 8. Pertumbuhan Ekonomi, Kesempatan Kerja dan KemiskinanKeterkaitan Pertumbuhan Ekonomi, Kesempatan Kerja dan PenurunanKemiskinan Economic growth Increased Productive capacity productive Higher expenditure on health, Employment with education, and skill rising productivity development Higher income of the poor
  9. 9. PERENCANAAN TENAGA KERJA (MANPOWERPLANNING) Manpower planning mendasarkan diri pada anggapan bahwa kebutuhan perekonomian untuk tenaga kerja terdidik dapat diprediksi dan pertumbuhan perencanaan sistem pendidikan untuk menghindari kekurangan-kekurangan tenaga kerja yang dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi, dan surplus tenaga kerja yang memboroskan sumber daya pendidikan sehingga memperbanyak pengangguran terdidik ataupun ‘brain drain’.

×