Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

MRI Quality Control ACR Phantom PRO MRI

1,323 views

Published on

Kendali Mutu MRI menggunakan Phantom PRO MRI (ACR)

Published in: Health & Medicine
  • Be the first to comment

MRI Quality Control ACR Phantom PRO MRI

  1. 1. ACR PHANTOM MRI
  2. 2. DESKRIPSI ALAT Phantom PRO-MRI adalah phantom untuk evaluasi menyeluruh terhadap parameter pencitraan MRI yang dapat digunakan untuk pengukuran nilai absolut untuk tujuan kalibrasi.
  3. 3. Quality Image Analysis 1.Geometric accuracy 2.High-contrast spatial resolution 3.Slice thickness accuracy 4.Slice position accuracy 5.Image intensity uniformity 6.Percent-signal ghosting 7.Low-contrast object detectability
  4. 4. Prosedur Scanning Phantom
  5. 5. Pemosisian Phantom • Posisikan phantom pada bagian tengah head coil • Pastikan posisi phantom berada pada posisi tegak lurus, bila perlu menggunakan water level.. • Rekam pemosisian phantom untuk penggunaan phantom lebih lanjut.
  6. 6. Parameter scan yang dibutuhkan phantom 1. Lokaliser sagittal 2. Seri ACR T1 Axial 3. Seri ACR T2 Axial 4. Seri pemeriksaan kepala T1 sehari-hari 5. Seri pemeriksaan kepala T2 sehari-hari
  7. 7. Parameter Scan
  8. 8. Ketepatan pemosisian phantom dari segi hasil citra..
  9. 9. Parameter scan Sagittal Localizer..
  10. 10. Parameter scan axial T1
  11. 11. Parameter scan axial T2 dan hasil 11 slice citra MRI
  12. 12. Geometric Accuracy Tujuan : Mengetahui ketepatan output image dengan membuat pengukuran panjang pada gambar dan membandingkannya dengan keterangan phantom. Tata cara pengukuran : 1. Display lokaliser citra. 2. Pengaturan display ditetapkan sesempit mungkin 0 atau 1, dan window level diatur ke nilai yang sama dengan setengah nilai sinyal rata-rata nilai air dari gambar. 3. Lakukan pengukuran terhadap citra (Line Measurement). Bandingkan dengan ukuran asli dari phantom : • Diameter dalam phantom 204 mm. • Tinggi phantom bagian dalam 130 mm. Rekomendasi : Hasil pengukuran ± 2 mm dari ukuran asli phantom.
  13. 13. Penentuan Akurasi Geometri Dimensi Asli : 204 mm Dimensi Asli : 130 mm
  14. 14. High Contrast Resolution
  15. 15. Tujuan : Untuk mengetahui kemampuan scanner untuk menampilkan objek kecil dengan rasio kontras-to-noise cukup tinggi. Pengukuran dilakukan secara visual dengan mendisplay citra. Tahap-tahap pengukuran dilakukan dengan : 1. Display slice 1. 2. Perbesar gambar dengan faktor perbesaran 2 sampai 4, jaga resolusi agar tetap terlihat. 3. Atur display window dan level agar lubang terlihat jelas. 4. Catat berapa baris lubang yang terlihat pada gambar ‘kiri atas’ untuk mengetahui resolusi horizontal. 5. Lakukan step nomer 3 dan 4 lalu catat berapa kolom lubang yang terlihat pada ‘kanan bawah’ untuk mengetahui resolusi vertikal. 6. Tes visibilitas terhadap dua seri citra ACR (T1 dan T2). Rekomendasi : Resolusi yang terukur pada lubang dengan ukuran spasi 1 mm (kumpulan objek kedua dari arah jam 9 harus terlihat).
  16. 16. Catatan : Pada phantom PRO- MRI terdapat 4 objek kontras tinggi dengan ukuran : 1,1 ; 1,0 ; 0,9 ; dan 0,8 mm dengan urutan posisi yang sama dengan citra phantom di atas.
  17. 17. Slice Thickness Accuracy
  18. 18. Tujuan : Untuk menilai akurasi potongan yang ditentukan dengan spesifikasi ketebalan yang dicapai. Tata cara pengukuran : 1. Display slice 1. 2. Perbesar gambar dengan faktor perbesaran 2 sampai 4, jaga resolusi agar tetap terlihat. 3. Atur sehingga gambar terlihat jelas dengan merendahkan window level. 4. ROI (kotak) pada masing2 daerah ramp dan dapatkan nilai rata2 intensitynya (mean pixel) 5. Ukur panjang ramp dengan menggunakan tool pengukuran. 6. Gunakan rumus ini untuk mendapatkan slice thickness Slice thickness = 0.2 x (top x bottom)/(top + bottom) 1. Lakukan pengukuran pada 2 seri pengukuran ACR Rekomendasi : Toleransi pengukuran 5.0 ± 0.7 mm.
  19. 19. Slice Position Accuracy • Tujuan : Untuk menentukan akurasi irisan yang diberikan menggunakan citra localizer sebagai referensi posisi. • Tata cara pengukuran : 1. Pengukuran dilakukan untuk slice 1 dan 11 dari seri ACR T1 dan T2 ACR. 2. Tampilkan potongan, perbesar gambar dengan faktor 2 sampai 4. 3. Sesuaikan tampilan sehingga ujung garis vertikal dapat didefinisikan. 4. Gunakan alat ukur panjang di layar untuk mengukur perbedaan panjang antara bar kiri dan kanan. Rekomendasi : Perbedaan panjang bar kurang dari 5 mm
  20. 20. Penentuan akurasi posisi slice..
  21. 21. Image Intensity Uniformity
  22. 22. Tujuan : Untuk mengukur keseragaman intensitas gambar (lakukan pada seri ACR T1 dan T2). Tata cara pengukuran : 1. Tampilkan slice 7. 2. ROI citra dengan wilayah antara 195 cm2 dan 205 cm2 (19.500 sampai 20.500 mm2). 3. Catat nilai untuk seri ACR T1 intensitas pixel rata-rata dalam ROI ini diperlukan untuk percent signal pada uji ghosting (bagian 6.0). 4. Atur tampilan jendela minimum, dan turunkan level sampai seluruh daerah di dalamROI berwarna putih. 5. Tempatkan 1 cm2 ROI melingkar pada daerah-sinyal rendah diidentifikasi pada langkah 4. Catat nilai pixel (low signal) 6. Tingkatkan level sehingga di dapat sinyal tertinggi. 7. Tempatkan 1 cm2 melingkar ROI pada daerah-sinyal tinggi yang diidentifikasi. 8. Hitung prosentase integral uniformity dengan formula : 9. PIU = 100 x (1 – { (high – low)/(high + low) } ) Rekomendasi : PIU harus lebih besar dari atau sama dengan 87,5% untuk sistem MRI dengan kekuatan medan kurang dari 3 Tesla. PIU harus lebih besar dari atau sama dengan 82.0% untuk sistem MRI dengan kekuatan medan 3 Tesla.
  23. 23. Percent Signal Ghosting Tujuan : Untuk mengetahui tingkat ghosting pada gambar. Ghosting merupakan artefak samar yang muncul secara superimposisi dengan citra. Tata cara pengukuran : Tampilkan slice 7 dari seri ACR T1. 1. Tempatkan ROI lingkaran citra dengan luas antara 195 cm2 dan 205 cm2 (19.500 sampai 20.500 mm2). ROI kira-kira berpusat pada phantom, namun tidak mencakup luasan kotak yang ada pada citra. Bila tidak dapat menggunakan ROI lingkaran, dapat digunakan ROI kotak dengan luas 130 cm2 and 140 cm2 (13,000 - 14,000 mm2). Catat nilai pixel rata-rata untuk setiap ROI 2. Tempatkan ROI ellips pada 4 bagian tepi kanan, kiri, atas, dan bawah. ROI harus memiliki rasio panjang dan lebar sekitar 4:1, dan luas total sekitar 10 cm2 (1000 mm2). Catat nilai pixel rata-rata untuk setiap ROI. 3. Hitung pengukuran rasio ghosting dengan rumus : Ghosting ratio = | ( (top + btm) – (left + right) )/( 2 x ( ROI besar) )| Rekomendasi : Rasio ghosting tidak boleh lebih dari 0,025
  24. 24. Percent Signal Ghosting Tujuan : Untuk mengetahui tingkat ghosting pada gambar. Ghosting merupakan artefak samar yang muncul secara superimposisi dengan citra. Tata cara pengukuran : Tampilkan slice 7 dari seri ACR T1. 1. Tempatkan ROI lingkaran citra dengan luas antara 195 cm2 dan 205 cm2 (19.500 sampai 20.500 mm2). ROI kira-kira berpusat pada phantom, namun tidak mencakup luasan kotak yang ada pada citra. Bila tidak dapat menggunakan ROI lingkaran, dapat digunakan ROI kotak dengan luas 130 cm2 and 140 cm2 (13,000 - 14,000 mm2). Catat nilai pixel rata-rata untuk setiap ROI 2. Tempatkan ROI ellips pada 4 bagian tepi kanan, kiri, atas, dan bawah. ROI harus memiliki rasio panjang dan lebar sekitar 4:1, dan luas total sekitar 10 cm2 (1000 mm2). Catat nilai pixel rata-rata untuk setiap ROI. 3. Hitung pengukuran rasio ghosting dengan rumus : Ghosting ratio = | ( (top + btm) – (left + right) )/( 2 x ( ROI besar) )| Rekomendasi : Rasio ghosting tidak boleh lebih dari 0,025
  25. 25. Low-Contrast Object Detectability
  26. 26. Tujuan : Untuk menilai sejauh mana objek kontras rendah dapat dilihat padacitra. Untuk tujuan ini, phantom memiliki seperangkat objek low contrast dari berbagai ukuran dan nilai kontras. Tata Cara Pengukuran. 1. Pengukuran dilakukan untuk seri ACR dan seri dengan protokol kepala. 2. Objek kontras rendah muncul pada 4 slice: slice 7 sampai 10. Dalam setiap slice objek kontras rendah muncul sebagai baris kecil disk, dengan baris yang memancar dari pusat lingkaran seperti jari-jari dalam roda 3. Mulailah pengukuran dari slice 10 dengan objek kontras tertinggi. 4. Atur window width dan window level untuk citra yang lebih visibel. 5. Hitung jumlah lingkaran yang terlihat lengkap. Hitung lingkaran dari arah jarum jam 12 searah jarum jam. 6. Catat jumlah lingkaran yang terlihat pada masing-masing slice. 7. Jumlahkan setiap slice ini untuk menjadi total lingkaran terlihat tiap seri citra. Rekomendasi : Pada seri ACR : Lingkaran yang terlihat harus lebih dari 9 lingkaran pada MRI < 3 T Lingkaran yang terlihat harus lebih dari 37 lingkaran pada MRI 3 T Bila tidak memenuhi standar protokol seri ACR di atas maka dapat digunakan seri protokol kepala biasa dengan rekomendasi sama seperti di atas.

×