Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Pemisahan Kation
Golongan III
Pemisahan Anion Pengganggu
• Pada filtrat gol. II dapat dilakukan uji terhadap kemungkinan
adanya ion asam organik (Oksala...
• Mengapa anion perlu dihilangkan?
• Ion tersebut dapat membentuk kompleks
yang stabil dengan logam (misal: Fe, Cr, Al
den...
Al2S3 + 6H2O 
2Al(OH)3 + 3H2S

Al(OH)3
• Reaksi pengendapan Gol. III:

• Pelarutan endapan sulfida dan hidroksida:
• Bagaimana dengan CrO42- dan MnO4-?
• Dapat direduksi dengan formaldehid
dalam suasana asam
• 2CrO42- + CH2O + 14H+ 2Cr3...
Terjadi oksidasi
Mn2+ dan Cr3+

Reaksi :
Mn(NO3)2 + 2KClO3 MnO2↓ +2KNO3 + 2ClO2 ↑

• MnO2 + 2H+ + NO2-  Mn2+ +
NO3- + H2...
Reduksi Cr2O72menjadi Cr3+
•Cr2O72- + CH2O + 12H+ 2Cr3+ + HCOOH + 6H2O
• Pemisahan Gol. IIIA :
• End. IIIA + NaOH + H2O2 ∆
•

•

Residu
Fe(OH)3, Ti(OH)4

sentrifugasi
Sentrifugate
AlO 2-, CrO42...
• Besi (II):
• Dengan NaOH + H2O2 endapan
besi(II)hidroksida (end. Hijau) yang
teroksidasi menjadi besi (III)
hidroksida....
•

Pemisahan Fe3+ dan Ti4+:

•

Pembentukan kompleks stabil antara Ti dengan sitrat, sementara kompleks Fe
dengan sitrat k...
Ti2(SO4)4 + nH2O2  H2[TiO2(SO4)2]
Tak berwarna
kuning-orange
Ti4+ + O2 + H+  H2TiO4
Asam pertitanik (TiO3.nH2O) atau
asa...
AlO2- + NH4+ +H2O(aq) 
Al(OH)3(s) +NH3(g)

•

Al3+ + NH4+ + 4OH-(aq) 
Al(OH)3(s) +NH3(g) +H2O(aq)

Aluminon : garam
tria...
End. Putih ZnS mudah
larut dalam HCl encer
End. hitam

Zn2+ + (C6H5O7)3-  Zn[(C6H5O7)]24kompleks tak stabil
Zn2+ + H2S Z...
• Pemisahan Ni2+ dan Co2+:
•
•
•

Endapan dilarutkan dalam aqua regia [ HNO3 1 : 3 HCl ]
3CoS(s) + 2HNO3(p) + 6HCl(p)
3CoC...
• Co2+ + 7NO2- + 2H+ + K+ K3[Co(NO2)6]↓(kuning) + NO↑ + H2O
• Sementara Ni tidak bereaksi dengan adanya asam asetat
• Ni2...
Larutan kedua : Tes Ni2+ :
• 1- Dimetil glioksima
• Larutan + NH4Cl + NH4OH + D.M.G.
CH
3

C

CH
3

C

NOH
NOH

merah

Ni
...
Latihan
• Bagaimana identifikasi campuran
kation berikut:
• Ag+, Bi3+, Al3+, Fe3+, Ni2+, X(diduga gol
IIIB), dan y (diduga...
Tugas
• Salin tugas-tugas dan latihan yang
pernah diberikan pada kertas folio.
Lengkapi reaksi dan pengamatannya.
Buatlah ...
Pemisahan kation golongan iii
Pemisahan kation golongan iii
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pemisahan kation golongan iii

21,572 views

Published on

  • Login to see the comments

Pemisahan kation golongan iii

  1. 1. Pemisahan Kation Golongan III
  2. 2. Pemisahan Anion Pengganggu • Pada filtrat gol. II dapat dilakukan uji terhadap kemungkinan adanya ion asam organik (Oksalat, suksinat, sitrat, tartarat), ion fosfat, borat, florida. • Jika ion tersebut ada dalam larutan maka perlu dilakukan pemisahan, sebagai berikut: • Ion dari asam-asam organik : Oksalat, suksinat, sitrat, tartarat. Penghilangan dengan penguapan berulang dengan HNO3 pekat. Asam organik akan terurai menghasilkan CO, CO2, C, uap air. • Ion fosfat: Metode zirkonium nitrat, diendapkan sebagai zirkonium fosfat. • HPO42- + ZrO2+  ZrO(HPO4) ↓ • Ion borat, fluorida : Penguapan berulang dengan HCl pekat sampai hampir kering, HF menguap dengan HCl dan H3BO3 menguap dengan uap air. H3BO3 + 3OH• BO33- + H2O
  3. 3. • Mengapa anion perlu dihilangkan? • Ion tersebut dapat membentuk kompleks yang stabil dengan logam (misal: Fe, Cr, Al dengan oksalat dan tartrat) • Ion tersebut dapat membentuk senyawaan yang tidak larut atau sangat sedikit larut. Misal : • Borat + Gol. III, IV endapan tak larut air. • Fosfat + Gol. III, IV endapan tak larut air.
  4. 4. Al2S3 + 6H2O  2Al(OH)3 + 3H2S Al(OH)3
  5. 5. • Reaksi pengendapan Gol. III: • Pelarutan endapan sulfida dan hidroksida:
  6. 6. • Bagaimana dengan CrO42- dan MnO4-? • Dapat direduksi dengan formaldehid dalam suasana asam • 2CrO42- + CH2O + 14H+ 2Cr3+ + HCOOH + 7H2O • 2MnO4- + CH2O + 14H+ 2Mn2+ + HCOOH + 7H2O
  7. 7. Terjadi oksidasi Mn2+ dan Cr3+ Reaksi : Mn(NO3)2 + 2KClO3 MnO2↓ +2KNO3 + 2ClO2 ↑ • MnO2 + 2H+ + NO2-  Mn2+ + NO3- + H2O • 2Mn2+ + 5NaBiO3 + 14H+  2MnO4- + 5Bi3+ + 5Na+ + 7H2O
  8. 8. Reduksi Cr2O72menjadi Cr3+ •Cr2O72- + CH2O + 12H+ 2Cr3+ + HCOOH + 6H2O
  9. 9. • Pemisahan Gol. IIIA : • End. IIIA + NaOH + H2O2 ∆ • • Residu Fe(OH)3, Ti(OH)4 sentrifugasi Sentrifugate AlO 2-, CrO42- • Sifat amfoter Al3+ dan Cr3+ sehingga larut dengan NaOH, sebagai AlO2- yang stabil dan kromite CrO2‑ yang tak stabil, dengan H2O2 dioksidasi menjadi kromat CrO42- yang stabil (kuning) Al(OH)3 + OHAlO2- + 2H2O • stabil (tak berwarna) • Cr(OH)3 + OHCrO2- + 2H2O • • tak stabil CrO2- + H2O2 CrO42- + 4 H2O • stabil (kuning) •
  10. 10. • Besi (II): • Dengan NaOH + H2O2 endapan besi(II)hidroksida (end. Hijau) yang teroksidasi menjadi besi (III) hidroksida. • Fe2+ + 2OH-  Fe(OH)2↓ • 4Fe(OH)2 + 2H2O + O2  4Fe(OH)3↓ • 2Fe(OH)3 + H2O2  2Fe(OH)3↓
  11. 11. • Pemisahan Fe3+ dan Ti4+: • Pembentukan kompleks stabil antara Ti dengan sitrat, sementara kompleks Fe dengan sitrat kurang stabil sehingga dapat diendapkan oleh H 2S FeS (hitam) • Ti4+ + (C6H5O7)3-  Ti[(C6H5O7)]22- kompleks stabil • Fe3+ + (C6H5O7)3-  Fe[(C6H5O7)]23- kompleks tak stabil • • • • Fe3+ + H2S  FeS↓ + H+ end. Hitam Fe3+ + SCN- [Fe(SCN)]2+ (merah tua) • Kompleks lain yang dapat terbentuk Fe(SCN) 3; [Fe(SCN)2]+; [Fe(SCN)4]-; [Fe(SCN)5]2-; [Fe(SCN)6]3-. • • Biru prusia dengan kalium ferrosianida Fe3+ + K4[Fe(CN)6] K Fe [Fe(CN)6]
  12. 12. Ti2(SO4)4 + nH2O2  H2[TiO2(SO4)2] Tak berwarna kuning-orange Ti4+ + O2 + H+  H2TiO4 Asam pertitanik (TiO3.nH2O) atau asam pertitanik-perokso disulfat (H2[TiO2(SO4)2]
  13. 13. AlO2- + NH4+ +H2O(aq)  Al(OH)3(s) +NH3(g) • Al3+ + NH4+ + 4OH-(aq)  Al(OH)3(s) +NH3(g) +H2O(aq) Aluminon : garam triamonium dari asam aurin trikarboksilat, reagen untuk mengidentifikasi Al.
  14. 14. End. Putih ZnS mudah larut dalam HCl encer End. hitam Zn2+ + (C6H5O7)3-  Zn[(C6H5O7)]24kompleks tak stabil Zn2+ + H2S ZnS(s)
  15. 15. • Pemisahan Ni2+ dan Co2+: • • • Endapan dilarutkan dalam aqua regia [ HNO3 1 : 3 HCl ] 3CoS(s) + 2HNO3(p) + 6HCl(p) 3CoCl2(aq) + 2NO(g)+ 3S(s) + 4H2O 3NiS (s) + 2HNO3(p) + 6HCl(p) 3NiCl2(aq) + 2NO(g) + 3S(s) + 4H2O(aq) (aq) • Larutan dibagi 2 : • Larutan 1: Tes Co2+ :• 1-larutan + NH4Cl + NH4OH + K3[Fe(CN)6 • • • • • • • • • • Co2+ + [Fe(CN)6]3- end. merah Co3[Fe(CN)6]2↓ (merah) kobalt ferrisianida tak larut dalam NH3 N.B. Nikel ferrisianida berwarna kuning dan larut dalam NH 3 (NH4OH ditambahkan untuk membedakan kedua ion) 2- Vogel test Larutan + H2SO4 + SnCl2 + eter + NH4SCN warna biru pada lapisan eter Co2+ + SCN[Co(SCN)4]2- (biru) N.B. H2SO4 mengandung pengotor Fe+3 yang mengganggu tes dengan munculnya warna merah darah dengan SCNLalu ditambahkan agen pereduksi SnCl2 mereduksi Fe+3 menjadi Fe+2 atau menambahkan F- atau PO4- untuk membentuk kompleks dengan Fe+3
  16. 16. • Co2+ + 7NO2- + 2H+ + K+ K3[Co(NO2)6]↓(kuning) + NO↑ + H2O • Sementara Ni tidak bereaksi dengan adanya asam asetat • Ni2+ + 2C4H8O2N2  Ni(C4O7O2N2)3↓ (merah) + 2HCN↑
  17. 17. Larutan kedua : Tes Ni2+ : • 1- Dimetil glioksima • Larutan + NH4Cl + NH4OH + D.M.G. CH 3 C CH 3 C NOH NOH merah Ni CH 3 C CH 3 2+ C NO NOH Ni2+ 2 H+ 2 red ppt • 2- Tes KCN • Larutan + KCN + NaOH + Br2 • OH- + Br2 • Ni2+ + 2CN- end. hitam NiO 2 OBr - + Br- + H2O Ni(CN)2 (CN- berlebih) [(Ni(CN4)]2- OBr- NiO2 ↓. • komples tak stabil • Kobalt dapat mengganggu Co(CN)2 (CN- berlebih) [Co(CN)6]4- atm. O2 [Co(CN)6]3• Co2++ 2CNkompleks stabil • • Kompleks kobalt sianida tidak mengganggu karena tidak bereaksi dengan OBr-
  18. 18. Latihan • Bagaimana identifikasi campuran kation berikut: • Ag+, Bi3+, Al3+, Fe3+, Ni2+, X(diduga gol IIIB), dan y (diduga gol IV).
  19. 19. Tugas • Salin tugas-tugas dan latihan yang pernah diberikan pada kertas folio. Lengkapi reaksi dan pengamatannya. Buatlah dengan rapih dan jelas. • Kumpulkan pada pertemuan pekan berikutnya.

×