Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Manajemen pengetahuan asep_jalaludin_12&13&14

406 views

Published on

Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management)

Published in: Leadership & Management
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Manajemen pengetahuan asep_jalaludin_12&13&14

  1. 1. MANFAAT IMPLEMENTASI, PROSES- PROSES SERTA LANGKAH-LANGKAH PENERAPAN MANAJEMEN PENGETAHUAN Oleh : Asep Jalaludin,S.T.,M.M. 1 AsepJalaludin,S.T.,M.M.
  2. 2. Menurut Lumbantobing (2011), keunggulan kompetitif diperoleh dari dampak implementasi KM terhadap berbagai bidang seperti : a. Bidang Operasi dan Pelayanan b. Bidang pengembangan kompetensi personil c. Bidang pemeliharaan ketersediaan knowledge d. Bidang inovasi dan pengembangan produk 2 AsepJalaludin,S.T.,M.M.
  3. 3. a. Bidang operasi dan pelayanan Perusahaan yang memiliki knowledge worker merupakan perusahaan yang memiliki customer knowledge yang dikelola dengan baik. Customer knowledge ini dapat diakses oleh pekerjanya serta dapat membantu mereka dalam memberikan pelayanan terbaik kepada konsumennya. Knowledge worker sangat mengenal pelanggannya, mereka mengetahui permasalahan yang dihadapi pelanggan dan solusi yang sudah terbukti efektivitasnya serta mengetahui secara proaktif kebutuhan pelanggannya karena semuanya itu tersaji dalam basis customer knowledge perusahaan yang dikelola dengan prinsip-prinsip KM. Akibat logis dari kondisi tersebut adalah, knowledge worker dapat memberikan respons yang lebih cepat, penaganan klaim pelanggan yang lebih baik serta pelayanan yang lebih proaktif. 3 AsepJalaludin,S.T.,M.M.
  4. 4. b. Bidang pengembangan kompetensi personil Knowledge transfer/sharing sebagai salah satu proses utama dalam KM, pada hakikatnya adalah penciptaan kesempatan yang luas untuk belajar (learning) bagi seluruh anggota organisasi sehingga dapat meningkatkan kompetensi mereka secara mandiri. Namun demikian, tersedianya bahan ajar atau knowledge yang disimpan di dalam memory perusahaan, belum tentu akan mendorong minat karyawan. Hal ini dapat terjadi karena dua faktor yaitu, pertama, knowledge yang tersedia kurang relevan dengan tugas sehari-hari dari para pekerja. Kedua, para pekerja memang tidak memiliki motivasi dan daya yang memadai untuk belajar secara mandiri. 4 AsepJalaludin,S.T.,M.M.
  5. 5. c. Bidang pemeliharaan ketersediaan knowledge Skill dan knowledge yang dimiliki oleh para karyawan dalam sebuah perusahaan perlu dikelola oleh perusahaan untuk menjamin tidak terjadinya knowledge loss. Knowledge loss adalah suatu kondisi di mana perusahaan kehilangan knowledge yang dibutuhkannya, walaupun knowledge tersebut sebenarnya sudah pernah dimiliki dan digunakan oleh perusahaan tersebut. Knowledge loss dapat terjadi ketika seorang pekerja keluar dari perusahaan, baik karena alasan pension atau pindah ke perusahaan lain, sementara knowledge yang dimiliki pekerja tersebut belum ditransfer kepada memory perusahaan atau pekerja lainnya di dalam perusahaan. Knowledge loss dapat mengakibatkan terganggunya operasi perusahaan, bahkan dapat mengakibatkan gangguan yang lebih serius jika perpindahan atau keluarnya pekerja tersebut diikuti dengan berpindahnya beberapa pelanggan ke perusahaan lain atau ke perusahaan dimana pekerja tersebut bergabung. 5 AsepJalaludin,S.T.,M.M.
  6. 6. d. Bidang inovasi dan pengembangan produk Salah satu produk dari KM adalah proses pembelajaran yang berimplikasi pada peningkatan kemampuan inovasi, yaitu dengan terciptanya knowledge baru. Inovasi yang dikombinasikan dengan kebutuhan pelanggan akan menjadi solusi atau produk yang efektif dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi pelanggan. Proses pengembangan produk merupakan proses yang bersifat kolaboratif dan lintas fungsi. Artinya, produk baru tidak dihasilkan oleh unit atau fungsi tertentu dalam perusahaan tetapi melibatkan berbagai unit untuk menjamin bahwa produk yang dihasilkan tidak sekedar baru tetapi juga harus laku dan dapat diproduksi dengan semestinya. Rancangan produk baru biasanya dihasilkan oleh unit riset dan pengembangan, kemudian unit marketing melakukan uji coba apakah rancangan produk tersebut dapat diterima pasr, kemudian baru dievaluasi bagaimana cara memproduksinya oleh unit rekayasa atau operasi (Davenport, 1998). KM dapat mengakselerasi proses pengembangan produk baru, karena KM sendiri mempromosikan dan menyediakan media untuk kolaborasi (Lumbantobing, 2011). 6 AsepJalaludin,S.T.,M.M.
  7. 7. Menurut Probst et al (2000), menyatakan bahwa terdapat enam proses lokasi-lokasi pengetahuan dan pemiliknya secara transparan kepada seluruh anggota organisasi. 1. Knowledge Acquisition, proses penyediaan knowledge, skill, expertis yang berasal dari luar organisasi 2. Knowledge Development, Proses yang dilakukan dalam membangun kepakaran dan kapabilitas baru yang belum dimiliki didalam maupun diluar. 3. Knowledge Sharing/Distribution, Proses yang dilakukan untuk menyebarkan knowledge dengan cara, waktu dan kepada orang yang tepat. 4. Knowledge Utilization, Proses yang dilakukan untuk mendorong dan memfasilitasi organisasi untuk memanfaatkan knowledge yang sudah dimiliki. 5. Knowledge Retention, Proses seleksi, penyimpanan dan pemutakhiran knowledge dan expertis agar dapat dimanfaatkan pada masa mendatangKM, yaitu: 6. Knowledge Identification, proses yang dilakukan dalam menunjukkan. Proses-proses Knowledge Management 7 AsepJalaludin,S.T.,M.M.
  8. 8. Sedangkan menurut Tiwana (2000), proses KM terdapat hanya lima proses, yaitu: 1. Knowledge Creation and Capture, Penciptaan dan penangkapan pengetahuan melalui proses operasional. Explicit knowledge di-capture dalam bentuk dokumen yang dihasilkan oleh siklus operasional serta dari dokumen eksternal publikasi, situs web dan seminar. 2. Knowledge Sharing and Enrichment, Merupakan proses dimana knowledge yang sudah diperoleh dibagikan kepada peer group, kemudian knowledge tersebut didiskusikan, didebat dan direlevansikan sebelum akhirnya disimpan dan didistribusikan. 3. Information Storage and Retrieval, Proses yang dilakukan untuk memastikan bahwa knowledge yang diperoleh dapat diakses orang lain sesudah dikategorikan 4. Knowledge Dissemination, Proses diseminasi knowledge melalui publikasi, presentasi, situs web, perpustakaan dan learning centre. Proses-proses Knowledge Management 8 AsepJalaludin,S.T.,M.M.
  9. 9. Manfaat yang sangat banyak dari penerapan Knowledge Management tidak berbanding lurus dengan keberhasilan penerapannya. Hal ini disebabkan berbagai macam factor, salah satunya adalah masih adanya keengganan seorang individu untuk menuliskan pembelajaran dari aktivitas yang telah mereka lakukan. Dalam membangun Knowledge Management pada perusahaan, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut: Langkah-langkah Penerapan Knowledge Management 9 AsepJalaludin,S.T.,M.M.
  10. 10. •Bangun infrastruktur dengan teknologi yang tepat Teknologi yang tepat, bukan berarti teknologi yang digunakan adalah teknologi tinggi. Tepat berarti sesuai dengan kebutuhan, sesuai dengan usaha yang anda lakukan sekarang dan tidak membuang-buang biaya. Teknologi ini bisa saja seperti komputer dan jaringan internet, lihat kembali di alat- alat pengetahuan. •Bangun sebuah infrastruktur konseptual dengan tulang punggung kompetensi Teknologi yang tepat juga tidak akan berguna apabila anda tidak mempunyai konsep atau visi yang sesuai dengan tujuan perusahaan. Dan tulang punggung yang kompeten adalah orang-orang yang mempunyai ilmu, keahlian, pengalaman, kecepatan bertindak, dan bersosialisasi. 10 AsepJalaludin,S.T.,M.M.
  11. 11. •Buat suatu tempat penyimpanan dan hal-hal yang menyangkutnya Tempat penyimpanan bisa saja berupa gudang, perpustakaan, arsip, database, file. Dan dibantu dengan alat-alat atau teknologi yang mempermudah pencarian. •Ciptakan standar tinggi untuk kualitas dan kegunaannya Buatlah suatu aturan, yaitu hanya ilmu yang berguna sajalah yang akan anda disimpan di gudang pengetahuan anda, jangan sampai sampah informasi juga anda masukkan kedalamnya. Dan pastikanlah kalau aturan ini sesuai dengan kebutuhan penggunanya. 11 AsepJalaludin,S.T.,M.M.
  12. 12. Maka yang diperlukan dalam penerapan Knowledge Management adalah Sumber Daya Manusia (People), Proses (Process) dan Teknologi (Technology). Disamping individu-individu yang berperan dalam berbagi pengetahuan, diperlukan pula seseorang yang menjadi pengatur Knowledge Management, hal ini sangat diperlukan untuk kelancaran proses penerapan Knowledge Management. Sedangkan peran teknologi di sini adalah untuk mendukung terciptanya suatu system dan proses Knowledge Management yang baik. 12 AsepJalaludin,S.T.,M.M.

×