LAPORAN
KULIAH KERJA LAPANGAN EKONOMI PEMBANGUNAN
         ANGKATAN 2006 TAHUN 2009
 BANK INDONESIA-KANTOR REGIONAL SEMARA...
LEMBAR PENGESAHAN


       Laporan pelaksanaan KKL Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas
Ekonomi Universitas Nege...
KATA PENGANTAR


              Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan
rahmat, taufik, dan hiday...
BAB 1
                             PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
            Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Terpadu Univers...
C. Manfaat KKL
           Kegiatan KKL Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi
Universitas Negeri Semarang angkatan 2...
BAB 2
                                         ISI


A. KEBANKSENTRALAN


Bank merupakan lembaga dengan fungsi intermedias...
Sedangkan menurut Undang-Undang Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan, yang
dimaksud Bank Perkreditan Rakyat adalah bank ya...
PANGSA (%)
                                                BANK UMUM
                         PERBANKAN
                  ...
Bank of England didirikan tahun 1694 sebagai bank swasta biasa, tapi baru berkembang
dan secara formal bertindak sebagai b...
Kedudukan Bank Sentral sangat penting, karena sebagai otoritas moneter, kebijakan bank
sentral sangat berpengaruh terhadap...
Financial System

                              Returns        Financial        Returns
                               Fun...
TUJUAN BI
                              Kestabilan Nilai Rupiah (Inflasi dan IDR)

                                       ...
3) Mengatur sistem kliring antarbank dalam mata uang rupiah dan atau valuta asing.
    4) Menyelenggarakan penyelesaian ak...
independen dalam melakukan tugas dan wewenangnya bebas dari campur tangan
   Pemerintah dan atau pihak lain, kecuali untuk...
BI merupakan pemegang kas pemerintah, sekaligus juga sebagai counterpart pemerintah
dalam menetapkan sasaran inflasi, pene...
Kliring adalah pertukaran warkat antar bank. Transaksi kliring yang dapat dilakukan
meliputi :
   1) Transfer debet (mengg...
16.00. Apabila terjadi kesalahan atau masalah dalam pertemuan kliring pertama, maka
dapat diselesaikan di pertemuan klirin...
2) Bank pengirim memproses transfer pada komputer RTGS Terminal ((RT),
       selanjutnya ditrasnmisikan ke RTGS Central C...
ketentuan Bank Indonesia menjamin bahwa dana tersebut akan diterima oleh Nasabah
penerima paling lambat pada hari itu juga...
BAB 3
                                 PENUTUP


A. KESIMPULAN


Bank sentral di berbagai negara bermula dari bank komersi...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Laporan K K L B I Part 1

5,161 views

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
5,161
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
203
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Laporan K K L B I Part 1

  1. 1. LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN EKONOMI PEMBANGUNAN ANGKATAN 2006 TAHUN 2009 BANK INDONESIA-KANTOR REGIONAL SEMARANG Dosen Pendamping : 1. Dra. Sucihatiningsih, M.Si 2. Shanty Oktavilia, SE. M.Si JURUSAN EKONOMI PEMBANGUNAN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2009
  2. 2. LEMBAR PENGESAHAN Laporan pelaksanaan KKL Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang angkatan 2006 tahun 2009 di Bank Indonesia- Kantor Regional Semarang ini disahkan pada : hari : tanggal : Mengesahkan, Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II Dra. Sucihatiningsih, M.Si Shanty Oktavilia, SE, M.Si NIP. 132158718 NIP. 132327015 Mengetahui, Ketua Jurusan Ekonomi Pembangunan Drs. Bambang Prishardoyo, M.Si. NIP. 131993879 2
  3. 3. KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya, sehingga laporan ini dapat kami selesaikan. Laporan ini takkan terwujud tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh karenanya, maka kami mengucapkan terima kasih pada : 1) Jajaran birokrasi Jurusan Ekonomi Pembangunan FE UNNES yang telah memfasilitasi penyelenggaraan KKL mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan angkatan 2006 tahun 2009 di Bank Indonesia-Kantor Regional Semarang ini 2) Orang tua kami yang telah mengizinkan kami untuk mengikuti kegiatan ini, serta memfasilitasi perjalanan kami hingga saat ini. 3) Seluruh anggota kepanitiaan KKL Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang angkatan 2006 tahun 2009 di Bank Indonesia-Kantor Regional Semarang yang telah berusaha keras demi kelancaran kegiatan ini. 4) Ibu Dra. Sucihatiningsih, M.Si dan Shanty Oktavilia SE, M.Si yang telah mendampingi kami di sepanjang perjalanan. 5) Bank Indonesia-Kantor Regional Semarang yang telah berkenan menerima kunjungan KKL Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang angkatan 2006 tahun 2009, serta memberikan tambahan pengetahuan yang tak terkira nilainya bagi kami. 6) Teman-teman se-Jurusan Ekonomi Pembangunan yang telah berbagi suka dan duka bersama dalam kegiatan ini. Dalam laporan ini, kami bermaksud menuturkan kembali materi yang telah kami terima dalam KKL yang telah kami ikuti. Proses penyusunan laporan ini bukan tanpa hambatan dan bukan tanpa kekurangan. Karenanya, dengan rendah hati, kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun. Penyusun 3
  4. 4. BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Terpadu Universitas Negeri Semarang merupakan agenda rutin yang pelaksanaannya setiap satu tahun sekali yang diikuti oleh seluruh mahasiswa Fakultas Ekonomi semester dua. KKL di Universitas Negeri Semarang, khususnya program studi Ekonomi Pembangunan, bertujuan untuk mengembangkan materi dan kemampuan serta menambah wawasan dan pengetahuan yang didapatkan sebagai pelengap materi di kegiatan perkuliahan. Dalam kegiatan KKL Terpadu ini, kami berkesempatan untuk mengunjungi Bank Indonesia-Kantor Regional Semarang sebagai objek KKL. Setelah kegiatan KKL dilaksanakan, diperlukan adanya laporan KKL yang merupakan tugas mahasiswa yang harus dilengkapi dan juga merupakan salah satu syarat kelulusan, karena KKL termasuk salah satu program pelaksanaan Kerja Lapangan yang harus diikuti oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang. B. Tujuan KKL Kuliah Kerja Lapangan ini bertujuan memberikan bekal keterampilan dan pengetahuan bagi para mahasiswa, berkenaan dengan konsep dan teori yang ada di lapangan sebelum terjun langsung dalam dunia kerja yang sebenarnya, sehingga dapat meningkatkan potensi para mahasiswanya untuk mampu bersaing dalam dunia kerja. Adapun tujuan KKL lainnya antara lain : 1) Mengembangkan wawasan dan pengetahuan secara langsung tentang dunia kerja yang sebenarnya. 2) Mahasiswa dapat mencocokkan teori yang telah diperoleh di bangku perkuliahan dengan keadaan yang sebenarnya. 3) Mahasiswa dapat menambah pengetahuan mengenai Bank Indonesia dan aktivitas kantor regionalnya. 4
  5. 5. C. Manfaat KKL Kegiatan KKL Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang angkatan 2006 tahun 2009 yang dilaksanakan di Bank Indonesia-Kantor Regional Semarang ini mempunyai berbagai manfaat, antara lain : 1) Menambah wawasan megenai Bank Indonesia dan aktivitas kantor regionalnya. 2) Mempunyai pengalaman di objek KKL. 3) Menjalin hubungan kerjasama yang baik antara Universitas Negeri Semarang khususnya jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dengan Bank Indonesia-Kantor Regional Semarang. 4) Menambah pengetahuan mengenai ekonomi moneter dan kebank-sentralan. D. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan KKL Terpadu ini dilaksanakan pada : Hari : Kamis Tanggal : 22 Januari 2009 Waktu : Pukul 08.00 WIB – 12.00 WIB Tempat : Bank Indonesia – Semarang Regional Office E. Metode Penyusunan Laporan KKL Metode-metode yang digunakan dalam penyusunan laporan ini antara lain: 1) Observasi Pengamatan langsung di objek KKL guna penyusunan laporan ini. 2) Interview Proses tanya-jawab langsung saat berada di objek KKL mengenai hal-hal yang ingin dan perlu diketahui sebagai tambahan wawasan mahasiswa, disamping untuk menyusun laporan KKL ini. 3) Studi Pustaka Studi pustaka dilakukan dengan mencari berbagai informasi tentang Bank Indonesia dan aktivitasnya, baik melalui slide presentasi dari Bank Indonesia- Kantor Regional Semarang, maupun pencarian sumber-sumber tertulis dari website Bank Indonesia lainnya. 5
  6. 6. BAB 2 ISI A. KEBANKSENTRALAN Bank merupakan lembaga dengan fungsi intermediasi untuk menyalurkan dana dari pihak-pihak yang kelebihan dana kepada pihak-pihak yang membutuhkan dana. Bank sebagai lembaga intermediasi hanya dapat berjalan bila ada kepercayaan, karenanya bank disebut juga lembaga kepercayaan. Apabila fungsi intermediasi berjalan baik, maka manfaat dari keberadaan bank adalah sebagai berikut: • Pemilik dana mendapatkan bunga • Peminjam mendapatkan dana • Bank mendapatkan spread • Perekonomian mendapatkan mekanisme alokasi sumber-sumber dana secara efektif dan efisien. Sejak diberlakukannya Undang-Undang nomor 10 tahun 1998, jenis bank dapat dibedakan menjadi Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat. Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Bank Umum sering juga disebut Bank Komersial. (PT B. Mandiri, PT BRI PT BCA). Usaha-usaha bank umum yang utama antara lain: 1. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk giro, deposito, sertifikat deposito, tabungan; 2. Memberikan kredit; 3. Menerbitkan surat pengakuan hutang; 4. Memindahkan uang; 5. Menempatkan dana pada atau meminjamkan dana dari bank lain; 6. menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga; 7. menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga. 6
  7. 7. Sedangkan menurut Undang-Undang Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan, yang dimaksud Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu. Usaha-usaha Bank Perkreditan Rakyat, diantaranya: 1. menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, dan tabungan; 2. memberi kredit; 3. menyediakan pembiayaan bagi nasabah berdasarkan prinsip bagi hasil sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah; dan 4. menempatkan dananya dalam bentuk sertifikat Bank Indonesia (SBI). Bank Umum dapat memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran, sehingga dapat menciptakan uang, sedangkan BPR tidak dapat memberikan jasa lalu lintas pembayaran. Berdasarkan pemiliknya, jenis-jenis bank adalah sebagai berikut: Bank milik pemerintah, Bank milik pemerintah daerah, Bank asing, Bank swasta nasional, dan Bank Campuran. Sedangkan berdasarkan lingkup operasinya, terdapat dua jenis bank, yaitu bank devisa dan bank non-devisa. Perbankan merupakan lembaga keuangan utama dalam sistem keuangan, terutama di negara berkembang. Dalam sistem keuangan Indonesia, perbankan (bank umum dan BPR) menguasai 95% pangsa pasar. Kegagalam suatu bank dapat menimbulkan efek sistemik dan menyebabkan krisis perbankan. Padahal krisis perbankan akan memicu terjadinya krisis dalam sistem perekonomian. Di lain pihak, perbankan merupakan sistem di dalam sistem (interdependen) dan sebagai lembaga kepercayaan, bank sangat rentan (fragile). Oleh karena itu, bank perlu diatur dan diawasi oleh lembaga bank sentral. 7
  8. 8. PANGSA (%) BANK UMUM PERBANKAN 95% BPR ASURANSI LK LKBB MODAL VENTURA FACTORING 3% LEASING, DLL BMT LKM KOSPIN BKK 2% BUKP Gambar 1. Sistem Keuangan di Indonesia Lembaga bank sentral dalam pengertian modern mula-mula berkembang di negara-negara industri maju, seperti Eropa dan Amerika Utara. Bank sentral sebagaimana bentuknya sekarang telah mengalami proses evolusi yang panjang. Embrio bank adalah sebagai lembaga perantara keuangan yang fungsi pokoknya adalah memberikan kredit dan jasa- jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang, sebenarnya sudah lama dikenal sejak kurang dari 2500 th SM di Mesir, Yunani Purba, Yunani Kuno dan Romawi. Namun perbankan modern baru berkembang di Barcelona (1401), Genoa (1404), Venesia (1587) dan Milan (1593), dan kemudian berkembang di negara-negara lain, antara lain Amsterdam (1609) dan Hamburg (1619) yang terutama melayani kebutuhan kredit perdagangan dan pinjaman kepada pemerintah Di banyak Negara, suatu bank secara gradual menduduki posisi sentral di antara lembaga keuangan yang ada, dan akhirnya menjadi bank sentral karena diberi tugas khusus dan utama dalam menerbitkan uang kertas bank dan bertindak sebagai bankir pemerintah. Pada mulanya bank-bank tersebut tidak disebut sebagai “bank sentral” melainkan sbg “bank sirkulasi” (bank of issue) atau “bank nasional”. Dalam perkembangan selanjutnya, bank sirkulasi tersebut menjalankan fungsi-fungsi lain serta diberi kewajiban atau kekuasaan tertentu sehingga akhirnya bertindak dan disebut sebagai “bank sentral”. Dilihat dari segi tahun kelahirannya maka Riskbank dari Swedia adalah bank tertua yang berkembang menjadi bank sirkulasi, tetapi Bank of England adalah bank sirkulasi pertama yang berkembang menjadi bank sentral. 8
  9. 9. Bank of England didirikan tahun 1694 sebagai bank swasta biasa, tapi baru berkembang dan secara formal bertindak sebagai bank sirkulasi dan the bankers’ bank pada tahun 1773 atau 79 tahun kemudian. Pada awalnya BOE ditunjuk untuk menjalankan fungsi memberikan uang muka kepada pemerintah dengan imbalan hak menerbitkan uang kertas bank melalui undang-undang. Selanjutnya pada tahun 1854 (81 tahun kemudian) bertindak menyelenggarakn kliring di antara bank-bank. Dalam perkembangannya, BOE bertindak sebagai lender of the last resort, ketika berhasil mengatasi berbagai krisis keuangan pada tahun 1847, 1857 dan 1866 dengan memberikan kredit kepada bank-bank lain melalui penerbitan uang kertas bank dan surta-surat berharga yang dijamin dengan cadangan emas. Sukses yang telah dicapai oleh BOE tersebut tidak hanya memberikan prestise dan status sebagai Bank Sentral Inggris, tetapi juga mendorong perkembangan perbanksentralan di dunia. Istilah “sentral” pada Bank Sentral menunjuk pengertian bahwa bank tersebut mengemban misi khusus yang bersifat memenuhi kepentingan umum. Dalam menjalankan fungsinya, bank sentral tidak melakukan transaksi yang bertujuan mencari keuntungan, melainkan mengandung maksud untuk mempengaruhi pasar uang dan memberi efek terhadap struktur perbankan pada umumnya. Bank sentral di berbagai negara bermula dari bank komersial, yang berkembang menjadi bank sirkulasi dan kemudian menjadi bank sentral yang modern dengan tujuan yang fokus dan independen. Bank Sirkulasi Bank Sentral Bank Sentral & Bankers’ bank (awal) (dewasa ini)  Bank komersial  Peran kebijakan moneter,  Tujuan tunggal, yaitu berfungsi sbg bank perbankan, dan sistem stabilitas harga, utk sirkulasi. pembayaran meningkat. pertumbuhan ekonomi.  Juga sbg bankers’ bank  Kadang masih sbg bank  Fokus pd tiga tugas: (lenders of last resort). komersial. kebijakan moneter,  Peran kebijakan  Sebagai bagian dr Pemerintah, perbankan, dan sistem pembayaran. moneter, perbankan, termasuk pembiayaan fiskal dan dan sistem pembayaran program Pemerintah.  Independen dr Pemerintah terbatas.  Tujuan jamak (inflasi, kurs, dg koordinasi. pertumbuhan, lapangan kerja,  Penguatan akuntabilitas neraca pembayaran) dan transparansi. Gambar 2. Perkembangan Bank Sentral 9
  10. 10. Kedudukan Bank Sentral sangat penting, karena sebagai otoritas moneter, kebijakan bank sentral sangat berpengaruh terhadap seluruh kegiatan ekonomi suatu negara. Dalam hal bank sentral juga berfungsi sebagai pengawas bank dan sebagai pengatur lalu lintas pembayaran, bank sentral juga sangat vital dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Selain itu, Bank sentral juga berperan sebagai mitra strategis dan penyeimbang bagi otoritas fiskal dalam menjaga stabilitas ekonomi makro suatu perekonomian. Pada umumnya Bank Sentral berperan dalam : Merumuskan dan melaksanakan kebijakan moneter; Mengatur dan mengawasi bank; serta Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Tidak semua Bank Sentral melaksanakan ketiga tugas tersebut, namun semua Bank Sentral berfungsi sebagai otoritas moneter. Negara Otoritas Moneter Pengatur Bank Sistem Pembayaran Indonesia Ya Ya Ya Malaysia Ya Ya Ya Selandia Baru Ya Ya Ya Afrika Selatan Ya Ya Tidak Brasil Ya Ya Sebagian India Ya Ya Sebagian Singapura Ya Ya Sebagian Belanda Ya Sebagian Ya Itali Ya Sebagian Ya Jerman Ya Sebagian Ya Amerika Ya Sebagian Sebagian Perancis Ya Sebagian Sebagian Australia Ya Tidak Ya Jepang Ya Tidak Ya Brunei Ya Tidak Tidak Hong Kong Ya Tidak Tidak Inggris Ya Tidak Tidak Sumber : berbagai referensi 10
  11. 11. Financial System Returns Financial Returns Funds Market Funds Government / Central Bank Involvement Household Firms Government Household Firms Government Savers Borrowers Funds Funds Returns Financial Returns Intermediaries Infrastructure and Environtment Sumber: Hubbard (2002), dimodifikasi Gambar 3. Peran Bank Sentral dalam aliran dana Peran dan kelembagaan Bank Indonesia sebagai Bank Sentral di Indonesia juga telah mengalami evolusi dr bank komersial, bank sirkulasi hingga menjadi bank sentral. Perkembangan tersebut dapat dilihat dalam lampiran 1. Misi Bank Indonesia adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah melalui pemeliharaan kestabilan moneter dan sistem keuangan untuk mendukung pembangunan nasional yang berkesinambungan. Sedangkan visinya adalah menjadi bank sentral yang kredibel secara nasional maupun internasional melalui penguatan nilai-nilai strategis serta pencapaian inflasi yang rendah dan stabil. Lebih lanjut, misi dan visi ini ditunjukkan dalam tujuan BI menurut UU No.23 Tahun 1999 jo. UU No. 3 Tahun 2004, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai Rupiah. Untuk mencapai tujuan tsb Bank Indonesia melaksanakan kebijakan moneter secara berkelanjutan, konsisten, transparan dan harus mempertimbang-kan kebijakan umum pemerintah di bidang perekonomian. 11
  12. 12. TUJUAN BI Kestabilan Nilai Rupiah (Inflasi dan IDR) TUGAS BI TUGAS BI TUGAS BI Menetapkan & Mengatur Mengatur dan Menjaga Melaksanakan Kelancaran & Mengawasi KebijakanMoneter Perbankan Sistem Pembayaran WEWENANG WEWENANG Melakukan Pengendalian Menetapkan Sasaran Moneter Moneter Instrumen • Base money : M1 (U. Kartal & • Melaksanakan OPT rupiah & valas Moneter Giral), M2 (M1 + U. Kuasi) • Menetapkan GWM • Suku Bunga. • Fasilitas Diskonto • Himbauan Gambar 4. Tujuan, Tugas, dan Wewenang BI Pelaksanaan tugas pertama BI untuk menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter adalah sebagai berikut : 1) Menetapkan sasaran-sasaran moneter dengan memperhatikan laju inflasi yang ditetapkan. 2) Melakukan pengendalian moneter (melalui Operasi Pasar Terbuka, penetapan tingkat diskonto, penetapan cadangan wajib minimum, dan pengaturan kredit/pembiayaan). 3) Melaksanakan kebijakan nilai tukar berdasarkan sistem nilai tukar yang telah ditetapkan. 4) Mengelola cadangan devisa. 5) Menyelenggarakan survei berkala atau sewaktu-waktu diperlukan (makro dan mikro). Pelaksanaan tugas kedua, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, dengan : 1) Melaksanakan dan memberikan persetujuan dan izin atas penyelenggaraan jasa sistem pembayaran. 2) Menetapkan penggunaan alat pembayaran. 12
  13. 13. 3) Mengatur sistem kliring antarbank dalam mata uang rupiah dan atau valuta asing. 4) Menyelenggarakan penyelesaian akhir transaksi pembayaran antarbank dalam mata uang rupiah atau valuta asing. 5) Menetapkan macam, harga, ciri uang yang akan dikeluarkan, bahan yang digunakan dan tanggal mulai berlakunya sebagai alat pembayaran yg sah. 6) Mengeluarkan dan mengedarkan uang rupiah serta mencabut, menarik dan memusnahkan uang dimaksud dari peredaran. Dalam rangka melaksanakan tugas ketiganya untuk mengatur dan mengawasi perbankan, BI melakukan tindakan berikut: 1) Menetapkan peraturan perbankan yang memuat prinsip kehati-hatian. 2) Memberikan dan mencabut izin atas kelembagaan dan kegiatan usaha tertentu dari bank. 3) Melaksanakan pengawasan bank, berupa pengawasan langsung dan tidak langsung. 4) Mengenakan sanksi terhadap bank sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Keterkaitan antara ketiga tugas tersebut diatas adalah karena pelaksanaan kebijakan moneter dilakukan melalui lembaga perbankan, maka sistem perbankan yang sehat serta kelancaran dan keamanan sistem pembayaran merupakan prasyarat efektivitas suatu kebijakan moneter. Kebijakan moneter yang tidak tepat dapat mengakibatkan terganggunya stabilitas sistem perbankan. Sedangkan kelancaran dan keamanan sistem pembayaran dapat mempengaruhi stabilitas sistem perbankan dan efektivitas kebijakan moneter. Selain ketiga tugas diatas, BI juga memiliki fungsi sebagai lender of the last resort yang memungkinkan BI membantu kesulitan dana jangka pendek yang dihadapi bank. Fungsi lender of the last resort tsb dibatasi: 1) Jangka waktu paling lama 90 hari. 2) Penggunaannya hanya untuk mismatch. 3) Harus dijamin dng surat berharga yang berkualitas tinggi dan mudah dicairkan. Fungsi tersebut juga berhubungan dengan status dan kedudukan Bank Indonesia sebagai bank sentral Republik Indonesia yang merupakan badan hukum dan lembaga negara yang 13
  14. 14. independen dalam melakukan tugas dan wewenangnya bebas dari campur tangan Pemerintah dan atau pihak lain, kecuali untuk hal-hal tertentu yang secara tegas diatur dalam undang-undang. PRESIDEN DEWAN PERWAKILAN Kepala Kepala Pe- RAKYAT Negara merintahan Meyampaikan laporan keuangan BI yang telah Hasil Laporan Informasi tertulis diperiksa telaah triwulanan/sewaktu- triwulanan/sewaktu-waktu waktu, Tahunan BADAN PEMERIKSA MAHKAMAH Badan Supervisi AGUNG KEUANGAN BANK INDONESIA Lembaga negara yang independen dan Badan Hukum Memeriksa Publik Mengambil sumpah laporan dan janji anggota keuangan BI Dewan Gubernur Lembaga Negara (UU No. 23 /1999 jo UU No.3/2004) Departemen PUBLIK ( Informasi Tahunan ) Gambar 5. Status dan Kedudukan Bank Indonesia Bank Indonesia berkedudukan di ibukota negara Republik Indonesia. Bank Indonesia dapat mempunyai kantor di dalam dan di luar wilayah negara RI. Kantor Pusat BI di Jakarta terdiri dari 25 direktorat. Di luar negeri, terdapat 4 kantor perwakilan BI, yaitu di New York, London, Tokyo, dan Singapura. Di dalam negri, terdapat 4 kelas kantor BI (KBI). KBI kelas 1 ada di Semarang, Surabaya, Bandung, Medan, Makassar, Padang, Palembang, Banjarmasin, dan Denpasar. KBI kelas 2 berada di Yogyakarta, Bandar Lampung, Manado, dan Pekanbaru. KBI kelas 3 di Ambon, Batam, Banda Aceh, Bengkulu, Cirebon, Jayapura, Jember, Kediri, Malang, Mataram, Pontianak, Purwokerto, Samarinda, Solo, Tasikmalaya, Tegal, Serang, Pematang Siantar, dan Gorontalo. Sedangkan KBI kelas 4 berada di Kendari, Kupang, Palangkaraya, Palu, Ternate, Balikpapan, Lhokseumawe, dan Sibolga. Bank Indonesia dipimpin oleh dewan gubernur, yang terdiri atas seorang Gubernur, seorang Deputi Gubernur Senior, dan sekurang-kurangnya 4 orang atau sebanyak banyaknya 7 Deputi Gubernur. 14
  15. 15. BI merupakan pemegang kas pemerintah, sekaligus juga sebagai counterpart pemerintah dalam menetapkan sasaran inflasi, penerbitan surat hutang pemerintah, dan penetapan asumsi-asumsi makro ekonomi dengan penyusunan APBN. BI dapat mewakili pemerintah dalam berhubungan dengan pihak kreditor luar negeri, dan juga dapat memberikan masukan kepada pemerintah (pusat dan daerah) dalam rangka memajukan perekonomian dan pembangunan nasional dan daerah. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, BI juga menjalin hubungan kerjasama internasional di bidang moneter (IMF dan Bank-Bank Sentral lainnya), bidang keuangan perbankan (BIS, EMEAP), bidang perdagangan dna investasi (WTO), bidang pembangunan (Worldbank, IDB, ADB), dan kerjasama antar bidang yang berbasis kesamaan daerah (APEC, ASEAN). B. KLIRING DAN RTGS Kebutuhan masyarakat akan kecepatan, kehandalan dan keamanan dalam bertransaksi semakin meningkat seiring dengan globalisasi perekonomian dunia. Untuk memenuhi kebutuhan ini, saat ini ada tiga jenis instrumen pembayaran yang bisa digunakan oleh masyarakat, yaitu paper based, card based, dan electronic based. Guna memperlancar kegiatan sistem pembayaran dengan paper based di Indonesia, Bank Indonesia selaku otoritas sistem pembayaran menyediakan mekanisme pembayaran Kliring dalam Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) dan Real Time Gross Settlement (RTGS). Kliring hanya digunakan untuk instrumen pembayaran paper based dalam pembayaran tunai dengan warkat, sedangkan pembayaran tunai tanpa warkat menggunakan RTGS. dengan warkat : Kliring Tunai Pembayaran tanpa warkat : RTGS Non-Tunai 15
  16. 16. Kliring adalah pertukaran warkat antar bank. Transaksi kliring yang dapat dilakukan meliputi : 1) Transfer debet (menggunakan cek, bilyet giro, atau warkat debet lainnya) 2) Transfer kredit (mengisi formulir isian yang disediakan oleh bank) yang kemudian dikirim oleh bank melalui data keuangan elektronik yang disediakan dalam Sistem Kliring Nasional BI (SKNBI). Bank-bank yang sudah memiliki sistem online melakukan kliring kredit secara online, tetapi kliring debet tetap dilakukan di pertemuan kliring. Nilai nominal warkat debet tidak dibatasi, kecuali untuk warkat debet yang berupa nota debet, yaitu setinggi-tingginya Rp. 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) per nota debet. Pembatasan nilai nominal pada nota debet tida berlaku apabila nota debet diterbitkan oleh Bank Indonesia dan ditujukan kepada bank atau nasabah bank. Sedangkan khusus untuk transfer kredit, nilai transaksi yang dapat diproses melalui kliring dibatasi dibawah Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). Untuk trasfer kredit Rp 100.000.000,00 keatas harus dilakukan melalui sistem BI-RTGS. SKNBI diselenggarakan oleh : 1) Penyelenggara Kliring Nasional (PKN), yaitu unit kerja di kantor pusat BI yang bertugas mengelola dan menyelenggarakan SKNBI secara nasional. 2) Penyelenggara Kliring Lokal (PKL), yaitu unit kerja di Bank Indonesia dan Bank yang memperoleh persetujuan Bank Indonesia untuk mengelola dan menyelenggarakan SKNBI di suatu wilayah kliring tertentu. Misalnya di Jawa Tengah, pertemuan kliring di Semarang diadakan oleh Bank Indonesia kantor regional Semarang, tapi di wilayah yang tidak ada Bank Indonesia-nya, maka kliring dilakukan oleh penyelenggara kliring lokal non-Bank Indonesia, yaitu bank umum yang ditunjuk oleh Bank Indonesia. Peserta kliring adalah bank-bank umum yang mempunyai sandi kliring. Peserta kliring ada dua jenis, yaitu peserta kliring langsung (kantor cabang) dan peserta kliring tidak langsung (contoh:kantor unit). Pertemuan kliring di BI kantor regional Semarang dilakukan dua kali dalam sehari, pertemuan pertama dilaksanakan pukul 10.00-13.00, dan pertemuan kedua pukul 14.00- 16
  17. 17. 16.00. Apabila terjadi kesalahan atau masalah dalam pertemuan kliring pertama, maka dapat diselesaikan di pertemuan kliring kedua. Transaksi pembayaran bernilai besar merupakan mayoritas dari total transaksi pembayaran di Indonesia. Oleh karena itu, BI menerapkan sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) seja tanggal 17 November 2000 sebagai sarana settlement (penyelesaian akhir transaksi pembayaran). Sistem BI-RTGS adalah suatu sistem transfer dana elektronik antar peserta dalam mata uang rupiah yang penyelesaiannya dilakukan secara seketika per transaksi secara individual. Sistem BI-RTGS diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Peserta Sistem BI-RTGS terdiri dari seluruh bank dan Non bank, yang dibedakan menjadi Peserta Langsung dan Peserta Tidak Langsung. Peserta Langsung adalah peserta yang dapat melakukan transaksi RTGS secara langsung dengan menggunakan RTGS Terminal milik Peserta. Sedangkan Peserta Tidak Langsung dapat melakukan transaksi RTGS secara tidak langsung, yang pelaksanaannya dilakukan oleh Bank Indonesia dengan menggunakan RTGS Terminal milik Bank Indonesia. Secara umum, mekanisme (proses) transfer dana antar peserta sistem BI-RTGS adalah sebagai berikut: 1) Nasabah pengirim memberi instruksi transfer kepada bank pengirim untuk melakukan transfer sejumlah dana ke nasabah penerima di bank penerima. 17
  18. 18. 2) Bank pengirim memproses transfer pada komputer RTGS Terminal ((RT), selanjutnya ditrasnmisikan ke RTGS Central Computer (RCC) yang merupakan pusat komputer RTGS di Bank Indonesia. 3) Selanjutnya, jika pesan dari bank pengirim diterima oleh RCC, maka RCC memproses transfer dana dengan mekanisme sebagai berikut: a. Mengecek kecukupan saldo giro bank pengirim di Bank Indonesia. Jika saldo giro mencukupi untuk melakukan transfer, dilakukan pembukuan simultan dengan mendebit rekening giro bank pengirim dan mengkredit rekening giro bank penerima. b. Jika saldo rekening giro bank pengirim tidak mencukupi, maka transfer tersebut ditempatkan dalam antrian (queue) sistem BI-RTGS. 4) Informasi transfer yang telah diselesaikan (settled) ditransmisikan secara otomatis oleh RCC ke RT bank pengirim dan RT bank penerima. Pada proses no.3 dan no. 4, transaksi RTGS pada level bank telah selesai, rata-rata penyelesaian kurang dari 1 (Satu) menit. 5) Bank peneirma meneruskan perintah transfer dana yang diterima dari RCC, dengan cara mengkredit dana sesuai dengan yang dikirim oleh nasabah pengirim. Kecepatan proses ini bergantung kondisi dan standar bank penerima (level nasabah). RTGS diperlukan terutama bagi transfer dana yang penting atau bernilai besar, yang umumnya dana tersebut akan sesegera mungkin digunakan. Dari mekanisme diatas, tampak bahwa transaksi RTGS dapat terhambat bila transaksi dalam antrian. Selain itu, hambatan bahkan retur (kegagalan) transaksi dapat terjadi sehingga transaksi dikembalikan oleh bank penerima, jika data yang diinput oleh nasabah pada formulir transfer dana RTGS keliru, misalnya: nama dan nomor rekening tujuan transfer tidak cocok atau salah. Bank Indonesia melaksanakan transaksi RTGS dengan penetapan jam pelayanan transfer RTGS antar Peserta dalam periode waktu yang seragam untuk 3 Zona Waktu di Indonesia (untuk kepentingan nasabah saat ini dibatasi mulai pukul06.30 - 16.30 WIB). Adapun jam pelayanan pada masing-masing bank bergantung kondisi dan standar bank masingmasing. Apabila nasabah memberi instruksi kepada bank untuk melakukan transfer dana melalui Sistem BI-RTGS dalam jam pelayanan bank, maka 18
  19. 19. ketentuan Bank Indonesia menjamin bahwa dana tersebut akan diterima oleh Nasabah penerima paling lambat pada hari itu juga. Sedangkan jika nasabah memberi instruksi untuk melakukan transfer dana melalui Sistem BI-RTGS setelah jam pelayanan bank, maka paling lambat dana akan diterima oleh Nasabah penerima paling lambat pada hari kerja berikutnya. 19
  20. 20. BAB 3 PENUTUP A. KESIMPULAN Bank sentral di berbagai negara bermula dari bank komersial, yang berkembang menjadi bank sirkulasi dan kemudian menjadi bank sentral yang modern dengan tujuan yang fokus dan independen. Misi Bank Indonesia adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah melalui pemeliharaan kestabilan moneter dan sistem keuangan untuk mendukung pembangunan nasional yang berkesinambungan. Sedangkan visinya adalah menjadi bank sentral yang kredibel secara nasional maupun internasional melalui penguatan nilai-nilai strategis serta pencapaian inflasi yang rendah dan stabil. Guna mencapai visi dan misi tersebut, salah satu aktivitas Bank Indonesia selaku otoritas sistem pembayaran adalah memperlancar kegiatan sistem pembayaran dengan paper based di Indonesia melalui penyediaan mekanisme pembayaran Kliring dalam Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) dan Real Time Gross Settlement (RTGS). B. SARAN Kepada Bank Indonesia, agar terus meningkatkan kualitas dan melaksanakan fungsi dan perannya dalam mendukung pembangunan nasional secara maksimal. 20

×