15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
ii 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
15 Naskah Terbaik
Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
Cerita Pohon Jati
Nathania Sarita, Umi Indah Probolestari, M...
iii15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 iii
iv 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
Pengantar Buku
Dari Membaca, Menuju Harapan Indonesia
Jon...
15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
Jawaban Michelle adalah jawaban dari sebuah kualitas. Michel...
vi 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011vi
memiliki keinginan,” begitu ucap Nathania Sarita. Di pe...
vii15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 vii
Tim Juri
Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA)
Tahun 2011
...
viii 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
Cerita Pohon Jati (Nathania Sarita)					 1
Taat Membawa...
15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
Aku terbangun, sinar matahari tepat menyinari wajahku. Kicau...
15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
padaku.
“Sebenarnya para penebang itu hanya ingin menebang p...
15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
mengucapkan terima kasih pada mereka semua. Terpikir olehku ...
15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
selesai, karena waktu saya terpotong les dan sebagainya. Men...
15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
Sejakkelas2sayasudahmenyukaimenulis.Sayasungguhberbahagia
me...
15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
Malam mulai larut, namun aku belum bisa tidur. Sudah
kubolak...
15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
“Hemmm … enak Bulik, kalau Seno nambah boleh nggak?”,
tanyak...
10 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
“Oya Mas, sepertinya ban belakang agak kurang angin. Itu ...
1115 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
pecah dan dipasang pas alias kenceng. Kalau yang tidak ori...
12 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
ke jalan yang akan kami lewati. Tinggal beberapa detik, m...
1315 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
korban dan para saksi, ceceran darah dan suara sirine mobi...
14 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
tangan, bersepatu, memakai masker untuk melindungi dari p...
1515 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
Aku tinggal di sebuah rumah kecil yang nyaman di Desa Sruw...
16 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
1715 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
Cahaya bulan menyusup remang-remang melalui celah-celah
ti...
18 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
* * *
“Ayaaaaaaaahhh!” teriakku yang langsung berlari ke ...
1915 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
mendengarnya! Kata-kata itu bagaikan halilintar di telinga...
20 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
“Huh! Mana ada pencuri mau ngaku! Sudah, kembalikan gelan...
2115 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
“Tapi sehari sebelum kamu kehilangan gelang itu, aku melih...
22 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
rumah di Kalimantan. Oleh karena itu, Dyan akan ikut pind...
2315 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
kebohongan. Hal itulah yang mendorong saya menulis cerita ...
24 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
Saya sekolah di SDK Cor Jesu, Malang. Lingkungan sekolah ...
2515 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
26 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
Namaku Andi Bonar Sutedja. Sekarang ini, aku duduk di kel...
2715 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
“Uang dari mana?”, tanya Ayah sambil tersenyum.
“UangAyah,...
28 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
pasti sekarang fisik dan teknikku dalam bermain sepak bol...
2915 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
sepatuku sudah rusak. Ayah langsung menuruti permintaanku....
30 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
Bima. Aku dan Bima lagi-lagi berhasil membuat Coach Dani ...
3115 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
Ternyata, kalau ingin menjadi orang yang sukses, aku harus...
32 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
Mengenal Penulis Lebih Dekat
Perkenalkan nama saya Randy ...
3315 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
34 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
Sekarang semuanya memandangku dengan tatapan tajam dan
di...
3515 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
untuk sekolah. Bagiku yang penting aku bisa bersekolah den...
36 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
“Saya tidak mencuri kok, Bu,”kataku sedikit kaget dengan ...
3715 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
“Ya ampun, Wirya,”kata Bu Guru sembari melihatku dengan ta...
38 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
Guru sekali lagi. Lidahku terasa kaku, aku mencoba menjaw...
3915 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
“Wah,bagusyamas,”kataNur,adikkusembarimenggambar-gambar
pe...
40 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
teman, saya lahir di Salatiga, 6 Juni 2000. Di Salatiga i...
4115 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
42 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
“Bruk!!!” Aku membanting tasku. Aku kesal hari ini, karen...
4315 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
“Nggak, Ma, kak Dara itu yang suka bohong,” kataku dengan
...
44 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
tidak bisa serius menulis cerita. Huh! Apakah aku seorang...
4515 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
Besok paginyanya di sekolah, aku merasa takut sekali. Hari...
46 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
Aku jadi semangat sekali mengarang cerita untuk lomba itu...
4715 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
Pengalaman di Balik Cerita
Jaman sekarang sudah tidak bany...
48 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
Mengenal Penulis Lebih Dekat
PerkenalkannamasayaNadiaAnfa...
4915 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
50 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
Krompyang! Satu piring pecah di dapur membuat kaget orang...
5115 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
Yes! Akhirnya selesai juga! Gumam Calisha pelan.
	 Teeetet...
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Cerita Pohon Jati
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Cerita Pohon Jati

6,880 views

Published on

Cerita Pohon Jati

Published in: Education
1 Comment
3 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
6,880
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
11
Actions
Shares
0
Downloads
222
Comments
1
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Cerita Pohon Jati

  1. 1. 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  2. 2. ii 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  3. 3. 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  4. 4. 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 Cerita Pohon Jati Nathania Sarita, Umi Indah Probolestari, Michelle Alexandra, Randy Christian Saputra, Kartika Irene, Nadia Anfa Azkiya, Nanda Firdaus Kusuma Wardhani, Theresia Benedikta Laksya Tri Satya, Balqis Aqila Ahya, Rahmatia Zafarani Al-Fath, Angelina Marlina, Aulia Rizky Rachmania, Annisa Rochma Nur Mardhotillah, Kensa Syafira Nuha, Emanuella Widya Kristianti KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR Gedung E Lantai 5, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta 10270 Editor: Joni Ariadinata Layout isi: Helmi Yuliana Ilustrasi sampul isi: Hanifisti Diterbitkan pertama kali oleh KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR Tahun Anggaran 2012 Cetakan pertama, Januari 2012 ISBN : 978-602-99299-7-3 ii
  5. 5. iii15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 iii
  6. 6. iv 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 Pengantar Buku Dari Membaca, Menuju Harapan Indonesia Joni Ariadinata Sungguh menyenangkan membaca 15 pemenang Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) 2011, yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementrian Pendidikan Nasional. Dipilihnya tema tentang kejujuran dan kedisiplinan, menyiratkan sebuah harapan dari impian bersama tentang masa depan Indonesia. Harapan tentang impian sebuah bangsa yang jujur, di tangan generasi paling belia, yakni mereka yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Sastra adalah muara dari hati nurani. Lewat pintu kesusastraan, kegiatan ini mengajak para pewaris bangsa untuk mulai terlibat. Maka dengarkanlah suara mereka, impian mereka, harapan mereka. Di tengah merosotnya moral bangsa yang mengharu-biru, pertanyaan tentang “kejujuran” yang dituliskan, adalah suara yang murni. Lewat menulis, mereka diajak berbicara. Karena prasyarat “sastra” harus dibekali oleh sekian banyak instrumen, terutama wawasan yang dimiliki, maka pembicaraan yang dituliskan ini bukanlah gaung yang kosong. Anak-anak cerdas ini, anak-anak yang memiliki impian serta imajinasi yang besar ini, telah menuliskan sesuatu yang besar. Sesuatu yang berarti bagi bangsanya. Maka dengarkanlah suara Michelle Alexandra, salah seorang finalis yang kemudian mendapat peringkat tiga dalam lomba ini. Ketika ditanya dari hati ke hati, kenapa engkau menuliskan cerita berlatar kejahatan hati seorang tokoh? Michelle, yang usianya baru memasuki 11, dan akan merayakan ulang tahun pada februari 2012 ini, berkata dengan tanpa ragu-ragu: “Saya bosan dengan berita- berita di surat kabar, di televisi, dan di setiap media yang saya baca. Saya selalu menemukan kebohongan besar tersembunyi di sana.” Kebohongan apakah yang ditangkap Michelle? Layakkah kacamata “dewasa” mempercayainya? Tunggu dulu. Ada banyak “orang dewasa” yang selalu apriori terhadap pendapat dari kepala yang dianggapnya “belum dewasa”. Mekanisme lomba ini tidak hanya berhenti sebatas mengumpulkan naskah, kemudian menilai naskah, dan menetapkan pemenang. Mekanisme lomba ini juga ditentukan oleh penelusuran secara pribadi dari setiap juri, melalui penelitian dan wawancara, serta pendekatan psikologis untuk mengungkap dunia di balik karya yang dituliskan. Sekaligus mekanisme untuk mengungkapkan “ketidakjujuran” para penulis terhadap tulisan yang dihasilkan. iv
  7. 7. 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 Jawaban Michelle adalah jawaban dari sebuah kualitas. Michelle adalah pembaca yang rakus. Ia melahap semua buku, dan mendedahkannya di depan juri. Sepanjang tahun 2011 Michelle telah membaca lebih dari 100 judul buku. Ia memiliki perpustakaan pribadi, serta perpustakaan keluarga. Ayah Michelle adalah pemilik toko buku. Ibu Michelle adalah seorang perempuan terdidik, yang membesarkan keluarganya dengan bacaan. Michelle kemudian tumbuh di lingkungan sekolah yang juga baik. Sekolah yang memiliki perpustakaan lengkap. Michelle telah menulis puluhan cerita. Michelle telah menulis empat buah novel. Pertanyaannya, masihkah kepala “orang dewasa” meragukan keluasan dan kecerdasan pengetahuan Michelle, hanya karena ia masih berusia belia? Termasuk ketika ia berkata jujur, bahwa: “Saya bosan dengan berita-berita di surat kabar, di televisi, dan di setiap media yang saya baca. Saya selalu menemukan kebohongan besar tersembunyi di sana.” Suara Michelle dalam tulisannya, adalah suara sebuah generasi yang tidak bisa diabaikan. Suara jujur yang menggema, suara cerdas yang mengetuk hati orang dewasa, untuk mulai melihat ke dalam dirinya sendiri. Sastra adalah muara dari hati nurani. Lain Michelle, lain pula dengan Umi Indah Probolestari. Pada usia yang nyaris sama dengan Michelle, ia mengkritik soal kebohongan-kebohongan para pengguna jalan di jalan raya. Ia ngeri pada ratusan korban yang setiap hari berjatuhan di jalan raya negeri ini. “Jalan raya adalah pembunuh yang jahat,” begitu ucap Umi ketika terlibat dalam sebuah diskusi dengan para juri. Membohongi diri sendiri dengan mencurangi peraturan yang sesungguhnya sederhana, akan berujung pada maut dan kebinasaan. Maka Umi menulis kesaksiannya lewat seorang tokoh yang sangat teliti pada hal-hal kecil. Karena bermula dari hal-hal kecil yang terlihat sepele itulah, persoalan- persoalan besar kelak akan muncul. Umi adalah juga pembaca yang rakus. Ia lahir dari keluarga terdidik yang menghargai bacaan. Maka keluasan pengetahuan Umi, yang diasah oleh bacaan setiap hari, menjadi bukti kualitas suara yang serupa: suara generasi tidak bisa diabaikan. Suara Umi, adalah suara kebenaran. Ia telah menuliskan kejujuran yang menyentuh kesadaran kualitas orang dewasa di sekelilingnya. Lalu bagaimana dengan pandangan-pandangan persoalan lingkungan yang mampu membuat bumi ini terjerumus dalam kehancurannya sendiri? Pemanasan global, perusakan hutan, penjarahan kekayaan bumi, sepertinya tak akan pernah bisa dihentikan. Mata seorang anak bernama Nathania Sarita, yang tinggal di sebuah daerah di Kalimantan Barat, kemudian menuliskan jeritannya. Ia yang sejak kecil dibesarkan dengan kecintaan terhadap hutan, serta memiliki kehausan akan bacaan-bacaan tentang tumbuhan, melukiskan bahwa pohon adalah mahluk hidup yang sama dengan manusia. “Pohon memiliki bahasa, memiliki hati, dan
  8. 8. vi 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011vi memiliki keinginan,” begitu ucap Nathania Sarita. Di perpustakaan milik ayahnya, Nahania lebih tertarik mempelajari buku-buku yang berkaitan dengan tumbuhan. Ayah Natania adalah pecinta hutan dan pembaca yang baik. Demikianlah beragam tema tentang kejujuran dan kedisiplinan telah dituliskan. Ada Randy Christian Saputra yang menggambarkan bahwa kejujuran dan kedisiplinan hanya ada di lapangan sepak bola (sebuah kenyataan yang menggiriskan bagi sebuah bangsa). Ada Kartika Irene yang menulis tentang kemiskinan yang seringkali menimbulkan ketidakjujuran, serta beragam persoalan yang dituliskan dengan keluasan pengetahuan, kecerdasan, dan kemampuan yang sungguh di luar dugaan. Menilik dari suara-suara hati nurani yang mereka tuliskan, negeri ini tampaknya masih memiliki harapan besar. Mereka rata-rata bercita-cita menjadi dokter, arsitek, dosen, ilmuwan, bidan, serta profesi-profesi lain yang diidamkannya. Akan tetapi mereka menulis, dan karenanyalah mereka dituntut untuk terus membaca. Tanpa bacaan serta kecerdasan pengetahuan yang luas, adalah mustahil seseorang bisa menulis dengan bagus. Inilah bibit-bibit harapan generasi ke depan. Harapan dari munculnya para profesional yang ahli di bidangnya masing-masing, tetapi memiliki kemampuan menulis. Menulis dan membaca, adalah dua nyawa yang tidak bisa dipisahkan. Bagi setiap bangsa yang berwatak tentulah mengetahui dengan persis, bahwa membaca adalah gerbang terkuaknya kecerdasan dalam menggali samudera ilmu pengetahuan. Lima belas cerita telah ditetapkan menjadi pemenang. Tujuh juri Lomba Menulis Cerita Anak yang terdiri dari para ahli di bidang kesusastraan, telah bekerja keras memilih dari 3000 lebih naskah yang masuk. Sebuah kerja panjang yang melelahkan, sekaligus membahagiakan.Mereka yang terpilih adalah mereka yang terbaik. Satu kunci kesamaan dari latar belakang para pemenang yang menjadi catatan penting dari lomba ini, yakni keluarga. Para pemenang rata-rata dibesarkan dari keluarga terdidik yang memiliki perpustakaan di rumahnya masing-masing. Mereka adalah anak-anak dari keluarga yang peduli pada bacaan di rumahnya, dan mendorong anaknya untuk menyukai bacaan sejak kecil. Para pemenang juga rata-rata berasal dari sekolah yang mendukung lingkungan baca yang baik. Semoga kegiatan ini terus berlangsung, sebagai bagian penting dari penanaman pendidikan karakter bangsa. Kegiatan positif yang kelak akan melahirkan anak-anak yang tidak saja cerdas dalam wawasan pengetahuan, akan tetapi juga sekaligus memiliki empati dan ketajaman hati. Jakarta, Januari 2012
  9. 9. vii15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 vii Tim Juri Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 No. N a m a Jabatan Dalam Tim 1. Dr. Taufiq Ismail Ketua 2. Drs. Sori Sutan Sirovi Siregar Anggota 3. Rayani Sri Widodo Anggota 4. Joni Aryadinata, S.Pd Anggota 5. Drs. Kholid A. Harras, M.Pd Anggota 6. Dra. Nenden Lilis Aisyah, M.Pd Anggota 7. Dr. Yetty Mulyati, M.Pd Anggota 8. Dra. Priscila Fitriasi Limbong, M.Hum Anggota 9. Ahmadun Yosi Herfanda Anggota 10. Krisna Pabhicara Anggota
  10. 10. viii 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 Cerita Pohon Jati (Nathania Sarita) 1 Taat Membawa Selamat (Umi Indah Probolestari) 7 Jangan Pernah Menyesal Bertindak Jujur (Michelle Alexandra) 16 Disiplin Kunci Keberhasilan (Randy Christian Saputra) 25 Pensil Warna untuk Adik (Kartika Irene) 33 Arti Sebuah Kejujuran (Nadia Anfa Azkiya) 41 Film Tanpa Gambar (Nanda Firdaus Kusuma Wardhani) 49 Obat Batuk dan Sebuah Kejujuran 66 (Theresia Benedikta Laksya Tri Satya) 56 Manfaat Kejujuran (Balqis Aqila Ahya) 65 Lebih Baik Mengaku, Teman! (Rahmatia Zafarani Al Fath) 71 Kedisiplinan atau Kejujuran? (Angelina Marlina) 79 Memasak dengan Kejujuran (Aulia Rizky Rachmania) 87 Sepatu Kiki (Annisa Rochma Nur Mardhotillah) 94 Cat and Me (Kensa Syafira Nuha) 102 Ketidakjujuran Nanda (Emanuella Widya Kristianti) 109 viii Kata Sambutan iii Pengantar Buku Dari Membaca, Menuju Harapan Indonesia Joni Ariadinata iv Tim Juri vii
  11. 11. 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  12. 12. 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 Aku terbangun, sinar matahari tepat menyinari wajahku. Kicauan burung terdengar merdu di telingaku. “Selamat pagi, Bu Jati, ”kata burung kakak tua. “Selamat pagi juga,”kataku sambil tersenyum. Setiap pagi memang banyak burung yang bertengger di dahanku. Aku sangat senang, karena aku bisa bercanda dengan mereka. Aku telah lama mengenal mereka, sejak aku tumbuh belasan tahun yang lalu. Aku bingung melihat ada burung yang tak biasa bertengger di dahanku. “Mengapa ramai sekali pagi ini?”, tanyaku heran. “Oh, mereka berasal dari lereng gunung. Mereka pindah kesini karena pepohonan di lereng gunung banyak ditebang,” seru burung kakak tua. “Siapa yang tega menebang pohon di lereng gunung?”, tanyaku heran. “Manusia serakah itu pelakunya! Mereka menebang pohon untuk menambah kekayaan mereka,”seru burung kakak tua. Aku sangat sedih mendengarnya, tidak tahukah mereka bahwa hutanyangadadilerenggunungdilindungi.Taktahukahmerekabahwa pepohonan sangat berguna bagi mereka? Padahal pepohonan telah melindungimerekadaribanjirsertatanahlongsor.Selainitupepohonan juga menyediakan oksigen bagi manusia agar tetap tersedia. Aku melihat sekelilingku, hewan-hewan dan burung-burung sedih dan sesekali berbisik antara yang satu dengan yang lain. Aku sangat penasaran. Aku coba bertanya, tetapi tak ada yang mau jujur padaku. Sebenarnya aku sangat penasaran, tetapi aku tidak dapat memaksa mereka. Tiba-tiba terdengar suara teriakan dari arah belakangku, ”Ayo, kita harus jujur!”, teriak kelinci dari arah belakangku. “Tidak ada gunanya kita jujur.Tak ada yang dapat kita lakukan!”, seru rusa balas berteriak. “Kalau kalian tidak tidak mau jujur, kalian akan menyesal nanti!”, seru kelinci. “Ya, aku setuju!”, seru para semut. “Sudah jangan bertengkar!”, kataku sambil melerai pertengkaran mereka. Untunglah mereka tidak melanjutkan pertengkaran tersebut. Setelah suasana tenang, salah satu kelinci mengatakan sesuatu 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  13. 13. 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 padaku. “Sebenarnya para penebang itu hanya ingin menebang pohon jati saja,”kata kelinci tersebut. “Kami tidak mau engkau ditebang, Bu Jati!”, seru para semut. “Terima kasih, kalian mau jujur padaku, ” aku mencoba tersenyum walaupun hatiku sedih. Aku tidak ingin ditebang. Tapi, mau bagaimana lagiakutakdapatberpindahdanbersembunyisepertiparabinatang.Aku tak ingin berpisah pada hewan-hewan yang telah lama menemaniku. Tak pernah terbayang olehku aku ditebang dan diperjualbelikan.. Beberapa lama kemudian, terdengar suara burung kakak tua memecahkan keheningan. “Ayo, kita pikirkan cara menyelamatkan Bu Jati!” “BuJatisangatberartibagikitasemua.Jadi,kitaharusmembantunya,” seru burung kakak tua. “Tapi, bagaimana caranya. Para manusia itu terlalu kuat dan mereka juga mempunyai perlengkapan yang banyak,” kata rusa. “Tapi kita banyak, sedangkan mereka hanya beberapa orang saja,” seru burung kakak tua. “ Kita dapat bekerja sama!”, kata kelinci. “ Kami juga membantu!”kata hewan yang lain. Seluruhhewan-hewandihutanpunberkumpuldanmembuatsuatu rencana. Aku melihatnya dengan perasaan terharu sampai meneteskan air mata. Tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki para penebang kayu. Hewan-hewan sudah bersiap-siap di sekelilingku. Saat penebang itu datang para kelelawar beterbangan. Para penebang menjadi bingung. Para penebang sibuk mengusir kelelawar yang beterbangan, hingga tidak berhati-hati dan masuk kedalam lubang yang dibuat oleh para kelinci. Para semut pun tidak mau kalah, para semut menggigit tubuh penebang tersebut. Sekarang giliran burung beo. Ia meniru suara manusia dan mengatakan, ”awas, polisi hutan datang!” Para penebang itu panik dan menyelamatkan diri. Para penebang itu lari tunggang langgang dari hutan dan tidak jadi menebang pohon jati lagi. Hewan-hewan bersorak-sorai kegirangan karena telah berhasil mengusir para penebang itu. Aku pun tersenyum senang. Aku pun 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  14. 14. 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 mengucapkan terima kasih pada mereka semua. Terpikir olehku hidup bersama hewan-hewan disini untuk selamanya. Terima kasih, kalian telah membantuku,”kataku sambil tersenyum. “Ini juga karena kita mau jujur dan memecahkan masalah yang ada, ”seru burung kakak tua. “Sekarang kita harus selalu jujur, saling bekerja sama, dan juga jangan menyerah sebelum kita mencoba, ya..!”, kataku dengan disertai senyuman. Hewan-hewan serta pepohonan mengangguk setuju. [*] Pengalaman di Balik Cerita Saya sangat menyukai hutan. Ayah saya adalah seorang pekerja yang sehari-harinya akrab dengan hutan. Beliau juga banyak memiliki buku-buku tentang tumbuhan. Saya suka ikut membaca di perpustakaannya. Di antara pohon-pohon hutan yang saya kagumi adalah pohon jati. DiKotaPemangkat,KalimantanBarat,banyak sekalitumbuh pohonjati. Pohonnya tinggi-tinggi, dan daunnya besar-besar. Pohon jati itu pohon yang sangat kuat. Selain itu, kayunya banyak dipakai untuk membuat perabotan. Saya teringat kursi-kursi dan meja di rumah, serta lemari di tempat tante. Semuanya dibuat dari kayu jati. Saya kemudian membayangkan pohon jati itu seperti manusia. Saya suka membaca cerita-cerita. Di dalam cerita-cerita yang saya baca, banyak sekali tokoh-tokoh cerita yang bukan manusia.Tapi mereka bisa berbicara seperti manusia. Saya sangat menyukai majalah Bobo. Saya juga suka menulis. Saya banyak membaca buku-buku cerita milik kak saya. Kakak saya memiliki rak buku yang isinya buku-buku cerita. Saya banyak belajar menulis dari majalah dan buku-buku. Akhirnya saya menulis pohon jati. Syukur puji Tuhan, saya bisa menulisnya dengan lancar. Saya ingin menulis tentang kejujuran. Sesuai dengan tema lomba yang saya baca. Menjadi jujur adalah pedoman hidup kita. Cerita ini menceritakan kejujuran dan kerjasama. Jika kita jujur maka salah apa pun pasti dapat diatasi. Ibu saya juga mendukung saya untuk membuat cerita ini. Saya memulai menulis cerita ini selama 5 jam. Tetapi tidak langsung 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  15. 15. 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 selesai, karena waktu saya terpotong les dan sebagainya. Menjelang hari-hari terakhir pengiriman, ternyata cerita yang saya tulis belum selesai. Tapi saya teruskan menulis. Saya tidak boleh menyerah. Pada saat memasuki hari terakhir, maka naskah harus dikirimkan. Bersama Bu Guru, saya pergi ke Kantor Pos. Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 17.00. Saya sangat cemas karena Kantor Pos sudah tutup. Akhirnya saya mencari Kantor Pos lain. Puji syukur ketemu Kantor Pos yang belum tutup. Akhirnya saya lega. Saya bisa mengirimkan cerita yang saya tulis. Sampai kemudian tibalah pengumuman. Cerita yang saya tulis ternyatamasuknomine.SayadipanggilkeJakarta.Alangkahbahagianya. Saya berharap untuk bisa menang. DemikianlahsampaiakhirnyasayamengikutiworkshopfinalisLMCA (Lomba Menulis Cerita Anak). Saya bersyukur karena telah bertemu para juri yang ramah dan baik hati. Saya juga berkenalan dengan penulis-penulis lain dari berbagai daerah. Pengalaman ini memberi semangat untuk terus menulis. Terimakasih yang tak terhingga. Semoga pengalaman yang berharga ini, menjadi bekal semangat untuk seterusnya. Saya ingin menjadi seorang penulis. Mengenal Penulis Lebih Dekat Nama saya Nahania Sarita, penulis cerita dengan judul Cerita Pohon Jati. Saya lahir di Pontianak, 22 Januari 2001. Ayah saya Sudimanto Luwanda, ibu saya Marlina. Ayah seorang pegawai swasta, sedangkan Mama adalah ibu rumah tangga. Saya anak ke tiga dari tiga bersaudara. Saat ini saya bersekolah di SDS Katolik Karya Yosef 5, yang beralamat di Jalan Ir. H. Juanda No. 200 Kota Pontianak, Kalimantan Barat. O ya, saya suka bermain game di internet. Tapi saya juga suka membaca, terutama buku-buku dongeng dan buku-buku tentang tumbuhan milik ayah saya. Di rumah ada 30 judul buku milik saya, dan 10 di antaranya sudah dibaca. Ayah juga suka membaca, dan memiliki koleksi buku-buku yang menarik di perpustakaannya. 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  16. 16. 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 Sejakkelas2sayasudahmenyukaimenulis.Sayasungguhberbahagia memiliki keluarga yang benar-benar mendukung kegiatan saya. Saya pernahmenjuarai20kalilomba,danselalumenjadipemenangpertama. Tapi bukan lomba menulis lho, melainkan lomba melukis. Penasaran dengan saya? Kalau suatu saat pergi ke Pontianak Kalimantan Barat, lewatlah di Jalan KHA Dahlan Gang Madrasah 2. Deretan rumah nomor 8 A, itulah rumah saya. Sebuah rumah sederhana yang dinaungi banyak pepohonan. Saya dan Mama memang sangat suka merawat tanaman. 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  17. 17. 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  18. 18. 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 Malam mulai larut, namun aku belum bisa tidur. Sudah kubolak-balik buku IPA ku untuk menengok materi tentang pertumbuhan dan perkembangan makhuk hidup. Sudah kuputar beberapa lagu favorit melalui headset di handphone pemberian ayah. Namun aku belum ngantuk juga. Pikiranku membayang pada peristiwa tadi siang sewaktu aku dan Mas Galih, kakak kandungku, pulang dari Yogya. Siang itu kami sedang dalam perjalanan pulang karena sudah dua hari menginap di rumah Bulik Pratiwi, adik bungsu dari keluarga Ibu yang tinggal di daerah Imogiri, Yogyakarta. Mas Galih harus mencari beberapa buku untuk bahan pembuatan tugas kuliahnya. Karena aku masihliburakhirtahunpelajaranaliasliburkenaikankelas,akudiajaknya. Dari rumah kami di Kebumen, butuh waktu sekitar tiga jam berkendara untuk sampai ke rumah Bulik. Semangat sekali aku waktu itu. Maklum sudah lama aku tidak berkunjung ke rumah Bulik. Sejak aku belum TK, tiap di rumah Eyang ada acara keluarga, aku pasti akan berlama-lama bermain dengan Kara, sepupuku. Kami punya banyak kecocokan. Mulai dari kesukaan makan ikan bakar, main puzzle,sepeda-sepedaan, bahkan membantu ibu di dapur. Waktu dua hari disana benar-benar dimanfaatkan Mas Galih untuk menjelajahi Yogya. Ia mencari buku-buku yang diperlukan. Pada hari pertama aku ikut berkeliling. Aku juga menemukan beberapa buku menarik yang kubeli. Tentu Mas Galih yang membayarnya. “Carilah buku yang kamu suka, Sen. Disana kelihatannya ada buku- buku pelajaran untuk anak kelas VI SD. Di sebelah barat buku-buku tentang komputer, ada komik dan buku cerita. Kesanalah! Kalau ada yang kau pilih, tunggu Mas di kasir ya, nanti Mas bayar sekalian”, dengan sabar dan lapang Mas Galih mengijinkan aku mencari buku-buku yang kuperlukan. “Ya,komandan.Siap,” jawabkusambilmengangkattangankepelipis seperti seorang tentara menghormat pada komandannya. Hari kedua aku memutuskan tidak ikut Mas Galih. Aku ingin bermain dengan Kara. Dia mengajakku main puzzle di netbook-nya. Semakin rumit kami semakin suka. Dalam permainan ini kami saling beradu kuat. Puas bermain, Bulik menyuruh kami makan. Beliau tahu betul kalau kami sangat suka ikan bakar. 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  19. 19. 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 “Hemmm … enak Bulik, kalau Seno nambah boleh nggak?”, tanyaku. Dari baunya saja sudah pasti rasanya mantap. “Bolehlah, Bulik masak kan spesial untuk kalian berdua, makanlah asal jangan terlalu kenyang. Ingat, Pak Kyai mengingatkan kalau perut kita dibagi untuk tiga hal, ⅓ untuk makanan, ⅓ untuk air, dan ⅓ untuk udara. Jadi kalau terlalu kenyang justru membuat tidak enak rasanya”, nasehat Bulik Pratiwi. “Iya deh Bulik, tapi semakin lama aku tinggal disini, aku pasti tambah gendut. Bulik kan sangat pintar memasak ikan bakar,”aku memuji. KeesokanpaginyaakudanMasGalihpamitpulang.Pagi-pagisetelah sholat subuh Mas Galih memeriksa kondisi motor. Sudah jadi kebiasaan di keluarga kami, sebelum bepergian jarak jauh kendaraan harus dicek terlebih dahulu. Meski sejak dari Kebumen sudah dicek namun kami tidak mau gegabah. “Sen, ayo bantu Mas sini. Kita periksa sama-sama, jangan-jangan ada yang terlewat,” pinta Mas Galih mengajakku. “Ehm, bensin sudah terisi penuh, Mas?”, tanyaku. “Sudah.KemarinsudahMasisipenuhdipombensindepan Kentucky FriedChickenyang biasa kita lewati. Alur ban motor juga masih tebal jadi tidak khawatir terpeleset karena gaya gesek dengan jalan cukup besar. Kampas rem juga oke,”Mas Galih menyebutkan satu per satu. “Gimana dengan lampunya, Mas? Di radio kudengar kalau sekarang polisi sedang menertibkan kendaraan roda dua yang tidak menyalakan lampu utama termasuk pada siang hari. Apa benar itu, Mas?”, tanyaku minta penjelasan. “Ia benar Sen, sudah sekitar sebulan yang lalu, jelasnya sebelum bulan Ramadhan, polisi di seluruh Indonesia melakukan operasi di jalur lalu lintas utama. Mereka sedang menerapkan undang-undang yang salah satu pasalnya menerangkan kalau kendaraan bermotor roda dua harus menyalakan lampu utama termasuk saat siang hari. Mas dengar banyak sekali yang kena tilang gara-gara tidak menyalakan lampu, padahal surat-surat berkendara mereka lengkap. Mereka semua mendapat surat tilang, STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) mereka ditahan dan harus mengikuti sidang sekitar sepuluh hari kemudian di Pengadilan Negeri dengan membayar denda,”Mas Galih menjelaskan. 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  20. 20. 10 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 “Oya Mas, sepertinya ban belakang agak kurang angin. Itu bisa bikin bahaya kan? Coba kalau kita sedang dalam kecepatan tinggi di tengah- tengah jalan yang ramai, tiba-tiba bocor kan jadi oleng. Kita bisa jatuh,” aku tambah bertanya. “Ya benar Sen, nanti Mas akan mampir di pom bensin. Disana ada pompa angin gratis. Sebenarnya masih banyak yang harus kita perhatikan sebelum berkendara. Helm standar yang ada kacanya, sarung tangan, bersepatu, memakai masker untuk mencegah dari polusi asap kendaraan yang mengandung COberlebih, rompi anti angin juga penting. Jas hujan yang kita pakai saat berkendara juga sebaiknya berupa celana panjang dan baju atasan, kalau yang panjang kadang bisa masuk ke laju roda dan sebaiknya berwarna terang, jangan gelap!” Mas Galih seperti polisi menjelaskan. “Iya ya, Mas. Kalau jas hujan warnanya hitam atau biru tua kan dari jauh kurang kelihatan. Tapi kalau warnanya biru muda, hijau daun muda, atau yang di bagian belakang ada garis terang kayak punya polisi, dari jauh jelas kelihatan, jadi orang lain bisa berhati-hati ya. Wah, kalau begitu semuanya untuk keselamatan dan kesehatan kita sebagai pengendara ya, Mas?”, aku kembali menambahkan sambil membantu mengelap motor Mas Galih. “Mas, kok kemarin aku lihat motornya Mas Bayu spionnya hanya sebelah kanan yang dipasang. Memangnya itu sudah benar?”, aku penasaran. “Itu pelanggaran, Sen. Sebenarnya spion lengkap di kanan kiri itu bukan hanya sekedar hiasan atau pemanis motor kita semata-mata. Keduanya berfungsi. Sekarang coba menurutmu untuk apa spion kanan itu? Mas Galih bertanya untuk menguji pengetahuanku. “Ehm, untuk melihat keadaan jalan di belakang sebelah kanan kita tanpa perlu menoleh ke belakang. Cukup melirik spion saja. Jadi kalau tiba-tiba ada yang menyalip kita dari kanan, kita tidak kaget. E … tapi spion itu ada standar ada juga yang bukan ya, Mas?”, aku kembali bertanya. “Ya … standar maksudnya spion itu keluaran pabrik yang sama dengan motor itu. Misalkan spion buatan Yamaha, Honda, Kawasaki, dan lain-lain. Umumnya harganya lebih mahal daripada spion yang bukan asli tapi keuntungannya, kualitas kacanya lebih bagus, awet 10 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  21. 21. 1115 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 pecah dan dipasang pas alias kenceng. Kalau yang tidak orisinil biasanya mudah kendor, bayangan benda yang jatuh di cermin juga kabur. Jadi lebih baik beli yang orisinil, meski lebih mahal sedikit tapi kualitasnya lebih bagus. Nah, kalau yang kiri untuk apa, Sen?”, Mas Galih kembali bertanya. “Ehm, ya jelasnya untuk mengetahui keadaan di belakang sebelah kiri kendaraan kita. He he., pertanyaan gampang itu, Mas?”, jawabku singkat. “Coba bayangkan, Sen. Anak-anak remaja sekarang kanbanyak yang suka ngebut. Mereka saling menyalip. Terkadang saat mereka menyalip ternyata dari arah berlawanan muncul kendaraan lain. Dengan adanya spion kiri ia bisa melihat keadaan di sebelah belakang kiri dengan cepat. Kalau kosong maka ia bisa segera menepi agar tidak terjadi tabrakan. Tapi kalau tidak ada spionnya dan ia berusaha menepi padahal di belakangnya ada kendaraan, apa yang akan terjadi menurutmu, Sen?”, Mas Galih bertanya dengan cerdasnya. “Dhieerrr …tabrakan, Mas. Wah, jadi bagi mereka yang suka tampil keren dengan memasang sebelah spionnya saja atau malah mengganti dengan yang bukan standar, ukurannya lebih kecil biar terlihat cekli, dia membahayakan diri sendiri dan orang lain ya?”, tanyaku minta persetujuan. “Betul!”, jawab Mas Galih mantap. Saatnya pulang. Seusai sarapan kami pamit pulang pada Bulik Pratiwi, Om Sulaiman dan Kara. Jalan cukup ramai, Mas Galih adalah pengendara yang taat. Apalagi ia memboncengku, seorang anak kecil. Kecepatan rata-ratanya 60 km/jam. Kalau agak sepi laju kendaraan dipercepat meski tetap mewaspadai kendaraan yang keluar dari gang. Akhirnya, kejadian yang membayang malam ini terjadi saat kami sampai di lampu merah depan pintu keluar terminal Purworejo. Saat itu lampu merah menyala. Mas Galih menghentikan laju motornya. Badan jalan dibagi dua. Sebelah kiri untuk kendaraan yang akan masuk terminal,tidakusahberhenti.Sedangkanyangmaulurusharusberhenti di lajur kanan. Dari belakang ada sebuah motor RXKingyang dinaiki dua orang berboncengan. Motor itu tidak berhenti, ia justru makin kencang ditandai dengan suara bising dan kepulan asapnya yang banyak. Tak disangka,darisebelahbaratposkeluarsebuahbisumumhendakmasuk 1115 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  22. 22. 12 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 ke jalan yang akan kami lewati. Tinggal beberapa detik, motor itu tidak bisa menghindar. ia terhantam bis itu. “Dugh…. Siieeeet… brak!”, keras sekali. Pengendara yang depan terlempar lima meter ke kanan dengan motor roboh di atas badannya, sedangkan yang membonceng terlempar ke kiri. Bahu kiri dan kepalanya membentur trotoar. Dalam sekejap darah mengalir banjir di tempat itu. Motor itu hancur. Kami yangberhentidilampumerahdenganjelasmelihatkejadianitu.Hampir semuanya menjerit kaget. Mas Galih segera mendekat. Ia memarkir motor lebih dulu di tempat yang aman. Beberapa laki-laki termasuk Mas Galih segera berupaya menolong. Kebetulan di pos lampu merah itu ada polisi. Ia mungkin yang menghubungi kawan-kawannya hingga tak lebih dari sepuluh menit mobil polisi datang. Terlihat ada yang membuat lingkaran mengelilingi tubuh korban, motor dan helm yang terlempar.“Itukah prosedur di TKP yang harus dilakukan?”, batinku. Beberapa menit kemudian dua buah mobil ambulan tiba. Petugas mediskeluarmembawatandu.Tidakbegitujelassumbernya,sepertinya korban yang membonceng tewas di tempat. Darahnya memang keluar banyak karena benturan di bahu kiri dan kepala. Kedua korban dimasukkan ke dalam ambulan. Aku tidak tahu persis bagaimana nasib mereka. Yang jelas kejadian itu begitu mengerikan. Disisilain,supirbisdankeneknyasedangditanyaiolehpolisi.Kasihan mereka. Menurutku mereka tidak sepenuhnya bersalah. Pengendara motoritulahyangsalah.Jelas-jelaslampumerahtapimerekamenerobos. Bis itu sudah benar, lajunya pun tidak kencang karena di tikungan. Tapi itu sudah terjadi. Gara-gara pengendara motor yang melanggar lampu merah, banyak orang terkena masalah. Mereka sendiri sekarang bertaruh nyawa di Rumah Sakit, kalau lah benar si pembonceng tewas di tempat, tinggallah kawannya berjuang sendirian. Keluarga mereka pasti sedih dan panik. Setidaknya luka akibat kecelakaan sembuhnya butuh waktu lama, atau bahkan menyebabkan cacat. Dari pihak bis, mereka pun mau tidak mau dimintai pertanggungjawaban meski tidak bersalah sepenuhnya. Para penumpang bis itu juga jadi terhambat sampai ke tujuan. Kejadian ngeri itu tadi siang kusaksikan. Masih sangat jelas suara benturan motor dan bis itu, benturan motor dengan jalan, jeritan 12 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  23. 23. 1315 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 korban dan para saksi, ceceran darah dan suara sirine mobil polisi serta ambulan itu. Pengalaman itu benar-benar membekas dalam ingatanku. Dari sana aku belajar bahwa disiplin sangat penting. Disiplin untuk memeriksa kendaraan sebelum dipakai dan disiplin untuk mematuhi rambu lalu lintas di jalan raya. Disiplin bukan hanya agar tidak ditilang oleh polisi. Tapi disiplin keuntungannya tak lain untuk keselamatan dan keamanan diri kita sendiri, termasuk untuk orang lain juga. Hikmah yang kupetik adalah taat membawa selamat. Waktu menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Aku belum ngantuk juga. Tapi kucoba berdoa sebisanya sambil memejamkan mata, berharap agar kantuk itu segera tiba. [*] Pengalaman di Balik Cerita Telah lama aku merasa takut dengan lalulintas di jalan raya. Banyak sekali terjadi kecelakaan, terutama kecelakaan sepeda motor. Aku melihatbanyaksekalipelanggaranolehparapengendarasepedamotor. Pelanggaran itu bisa mengakibatkan kecelakaan. Aku menginginkan semua pengendara tertib dalam berlalulintas. Aku juga melihat jumlah kendaraan setiap hari bertambah. Antara jalan dengan jumlah kendaraan tidak seimbang. Jika tidak hati-hati, dan juga disiplin, akan mudah terjadi kecelakaan. Pengendara yang tidak disiplin juga bisa terkena tilang. Ketidaktaatan terhadap lalulintas, membuat aku ingin menuliskanya. Maka akhirnya aku menulis dengan tema ini. Yaitu tema tentang kedisiplinan lalulintas di jalan raya. Mula-mulaakumelakukanpenelitian.Akubertanyakepadabeberapa orang tentang kesiapan berkendara. Ternyata banyak sekali yang tidak mempersiapkan diri. Mereka tidak memahami resikonya. Kalau sudah terjadi kecelakaan, maka akibatnya akan berat. Bisa merugikan diri sendiri, dan juga orang lain. Kecelakaan juga bisa mengakibatkan cacat, atau meninggal dunia. Seperti yang kubaca dalam peraturan, sebelum berkendara harus mempersiapkan diri. Berbagai kelengkapan saat berkendara harus diperhatikan. Seperti memakai helm berstandar, memakai sarung 1315 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  24. 24. 14 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 tangan, bersepatu, memakai masker untuk melindungi dari polusi udara yang mengandung karbon monoksida berlebih, serta rompi anti angin. Lebih-lebih saat musim musim hujan, persiapan jas hujan adalah perlengkapan yang tidak boleh dilupakan. Tahukah bahwa jas hujan yang baik seharusnya berwarna terang? Jangan berwarna gelap seperti biru tua atau hitam. Pilihlah warna biru muda, hijau daun muda, atau krem. Ini bermanfaat supaya terlihat oleh pengendara lain dengan jelas. Supaya pengendara lain berhati-hati. Contoh lain adalah kaca spion. Banyak sekali pengendara yang merubah kaca spion dengan kaca yang lebih kecil. Padahal fungsi kaca spion sangat utama. Maka pakailah kaca spion yang standar. Kaca spion yang standar akan bisa melihat situasi di belakang dengan jelas. Kaca spion standar juga akan menghindarkan diri dari tilang polisi. Contoh yang lain masih banyak. Peraturan berkendara dibuat untuk menyelamatkan kita. Disiplin dalam berkendara bukan hanya agar tidak ditilang polisi, melainkan untuk keselamatan diri sendiri. Demikianlah akhirnya aku memilih tema ini. Mudah-mudahan dengan ditulisnya tema ini sebagai cerita, bisa memberi manfaat. Mengenal Penulis Lebih Dekat Perkenalkan namaku Umi Indah Probolestari. Aku lahir di Kebumen, 29 Januari 2001. Ayahku berusia 47 tahun. Beliau adalah seorang buruh. Sehari-hari jika ada yang meminta tenaganya, ia ikut bongkar muat genteng. Genteng-genteng itu diantar ke tempat para pemesan. Jika tujuannya jauh, maka ayah tidak pulang. Tapi jika tujuannya dekat, ayah akan menyempatkan pulang untuk sholat dan makan. Sedangkan ibu kesehariannya di rumah. Beliau selalu sabar merawat kami, anak-anak dan cucunya. Mbak Bella adalah kakak perempuanku yang kusayangi. Hobinya menyanyi dan menari. Dulu saat SD, Mbak Bella pernah juara 1 matematika di tingkat kecamatan. Kedua kakakku yang lain, namanya Mbak Yulin dan Mbak Dinar sudah bekerja dan berkeluarga di luar kota. 14 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  25. 25. 1515 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 Aku tinggal di sebuah rumah kecil yang nyaman di Desa Sruweng, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen. Letak rumahku kurang lebih 200 meter dari jalan raya. Jarak antara rumahku ke sekolah cukup dekat. Kurang lebih 300 meter. Cukup dengan berjalan kaki aku sudah sampai di sekolah. Sekolahku adalah Sekolah Standar Nasional. Dibandingkan dengan sekolah lain di kecamatanku, SD Negeri 1 Sruweng termasuk sekolah yang paling lengkap dan sering mendapat prestasi dalam berbagai perlombaan. Ada sebuah perpustakaan di sana. Ruangannya paling barat, menghadap mushola. Di tempat itulah aku dan teman-temanku sering meminjam buku atau sekedar membaca saja. Petugasnya namanya Bu Rini. Beliau orangnya baik sekali. Rata-rata aku meminjam buku di perpustakaan 2 buah seminggu. Kalau dijumlahkan setahun mungkin sekitar 60 buah. Kalau sedang libur atau tes, aku jarang ke perpustakaan. Hari-hariku di sekolah (jika sedang tidak sibuk persiapan lomba) diisi dengan kegiatan ekstra kurikuler TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) berupa latihan menggunakan komputer. Guru pembimbingnya adalah Pak Tri dan Pak Dodo. Sedangkan ektra Bahasa Inggris oleh Bu Ita. Oh ya, dari kelas 3 sampai kelas 5 ini aku dibimbing oleh guru kelasku yang sangat baik, namanya Bu Tuti. Beliau sangat sabar dan selalu mengajar kami sampai benar-benar memahami materi pelajaran. Selain itu, bersama Bu Maria aku pun berlatih menyanyi di sekolah. Sekolah kami benar-benar memberi kesempatan murid-muridnya untuk mengembangkan hobi dan bakat. 1515 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  26. 26. 16 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  27. 27. 1715 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 Cahaya bulan menyusup remang-remang melalui celah-celah tirai jendela kamarku. Seolah ingin bersaing dengan cahaya lampu yang menerangi kamar ini. Tapi aku duduk di depan sebuah buku harian usang yang telah setahun lamanya tak pernah terbuka. Di situlah tersimpan sebuah kenangan berharga yang tak pernah kulupakan selamanya. Dan sekarang, aku akan berbagi kisahku padamu. Semua itu dimulai ketika pertemuanku dengan seorang…. * * * Siang ini terik matahari yang panas membakar kulit kami. Aku dan Felis melipat tangan kami di depan dada dengan raut muka kesal. “Huh! Awas saja, nanti kalau sudah sampai di rumah, akan kupecat supir-supir tidak berguna itu! Masa anak bos dibiarkan menunggu berpanas-panasan begini sih?”, keluhku dengan mimik serius. Seluruh wajahku merah padam akibat menahan emosi. “Iya, nih! Bisa mati gosong aku!”, imbuh Felis ketus. “Sudahlah, Sya! Lagipula mereka kan, memang orang miskin! Mereka itu enggak ngerti apa-apa dan enggak selevel dengan kita! Huh! Kampung!”, ejek Felis lagi- lagi. Tiba-tiba sebuah mobil mewah berwarna hitam mengkilap melaju cepat dari arah timur dan berhenti tepat di depan kami. Seorang lelaki paruh baya keluar dan membukakan pintu untuk kedua majikannya yang amat sangat marah dengan keterlambatan itu. “Maaf, Non. Tadi saya disuruh….” “Hei, orang kampung! Udah deh, nggak usah sok membela diri!”, teriakku keras. “Kamu sengaja kan, telat jemput kita? Heh? Awas kamu, ya! Nanti aku laporin sama Ayah, biar kamu dipecat!” Laki-laki itu tampaknya sangat tertegun akan sikapku. Matanya berkaca-kaca mendengarkan kemarahanku. Begitu perih terasa hingga merasuk sampai ke sumsum tulang. Namun rasa sedih itu masih bisa ditahannya dengan seulas senyum dan kata-kata yang seharusnya tak mungkin dikatakannya pada saat seperti itu. “Baik, Non. Saya janji tidak akan lagi telat menjemput Nona Lisya dan Nona Felisia.” Aku dan Felis naik ke mobil dengan wajah angkuh yang menghiasi muka kami. Tanpa memperdulikan perasaan lelaki paruh baya itu yang begitu sedih. 1715 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  28. 28. 18 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 * * * “Ayaaaaaaaahhh!” teriakku yang langsung berlari ke pelukan Ayah begitu aku tiba di rumah. Ayah Lisya seorang direktur di sebuah perusahaan ternama. Beliau adalah orang yang sangat baik dan sungguh mempunyai sifat yang berbanding terbalik dengan sifat putrinya. Begitu melihat kedatangan anak semata wayangnya, beliau segera menyambut dan memeluk Lisya sendiri. “Gimana pelajaranmu tadi, Sayang?”, tanya Ayah padaku. Aku mengangguk senang. “Asyik! Terus tadi Felis minta diantarin pulang, tapi Pak Rustaman telat jemput kita! Uuuh! Nungguinnya tuh lama banget! Dan…, lho, siapa ini?”, tanyaku dengan raut wajah tak senang ketika melihat seorang anak perempuan berbaju lusuh duduk di sofa keluarga kami. Mataku melotot sejadi-jadinya melihat seluruh tubuh anak itu yang begitu kotor dan dekil. “Oh, itu anaknya Pak Rustaman. Namanya Dyan. Untuk sementara ini dia akan tinggal di sini bersama kita. Pak Rustaman belum mampu melunasi biaya kontrakan rumah, jadi dia menitipkan anaknya di sini. Nanti kamu ajak main dia ya, sayang?”, jawab Ayah dengan seulas senyum di wajahnya. Akan tetapi, mendengarnya raut mukaku semakin tak karuan. Rasa marah memenuhi dadaku yang sesak ini. Rasa benci itu berbaur dengan semua perasaan kesalku. Aku mendekati Dyan dengan muka merah. “Hei, anak kampung!! Kamu itu tidak pantas tinggal di sini! Kamu pikir kamu siapa bisa tinggal di sini? Kamu itu pantasnya tinggal di tempat sampah! Pergi sana! Jangan sampai aku melihat kamu ada di rumahku,”bentakku kasar padanya. Dyan begitu terkejut mendengar bentakanku. Matanya berkaca- kaca menahan tangis. Ayah juga tampak terkejut mendengarnya. “Lisya! Kamu tidak boleh begitu sama Dyan, sayang! Semiskin apapun dia, kamu harus ingat bahwa derajat setiap manusia itu sama. Kita juga seharusnya menolong orang tanpa pandang status. Kita harus ikhlas, Lisya! Ayo minta maaf pada Dyan!”, tegur Ayah. Aku begitu sakit hati mendengarnya. Belum pernah selama ini aku dimarahi Ayah. Memang selama ini Ayah tidak pernah menegurku setiap aku melakukan kesalahan. Dan sekarang? Aku begitu tersentak 18 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  29. 29. 1915 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 mendengarnya! Kata-kata itu bagaikan halilintar di telingaku. “Aaaaaarrrrrrrrrggggghhh!!!! AKU BENCI AYAH! AYAH LEBIH SAYANG DYAN DARIPADA AKU!”, teriakku marah sambil berlari ke kamar dengan mata berkaca-kaca. Aku menutup pintu kamarku dengan keras dan menangis berjam- jam lamanya. Ayah sudah mencoba membujukku keluar, tapi aku menolak semua yang diberikan padaku dengan kasar. * * * Dua bulan berlalu. Sudah dua bulan akhirnya Dyan tinggal di rumah kami. Sebenarnya selama satu bulan terakhir Pak Rustaman sudah meminta anaknya dikembalikan karena takut merepotkan. Meski ia belum mendapat kontrakan rumah hingga saat ini. Tapi ayah menolak dan tetap akan memenuhi janjinya, yaitu akan terus merawat Dyan sampai Pak Rustaman mendapat kontrakan rumah. Sementara aku, semakin hari kebencianku pada Dyan semakin bertambah. Ayah yang semakin perhatian pada Dyan, walaupun tetap membagiperhatiannyapadaku,selalusemakinmenambahrasabenciku pada Dyan. Dyan mempunyai hobi menabung. Katanya kalau uangnya sudah banyak, dia mau bersekolah di luar negeri. Ayahpun mendukung impiannya itu. Demi mendapat uang yang banyak, kadang-kadang Dyan suka bekerja keras untuk menambah uangnya. Namun pada suatu hari, Dyan kehilangan celengannya. Bertepatan pada hari itu juga, aku kehilangan sebuah gelang peninggalan ibuku yang sangat berharga. Ketika aku menyadari gelang itu telah hilang, tanpa pikir panjang aku langsung menuduh Dyan sebagai dalang dari pencurian gelangku. “Dyan! Kamu yang ambil gelangku, ya?”, gertakku marah. Dyan terkejut mendengar bentakanku.“Tidak! Sungguh, bukan aku yang mengambil gelangmu, Sya!” Akumelototlebarmendengarnya.“Heh!Kamunggakusahberalasan! Aku sudah tahu kamu memang niat mencurinya! Kamu kan sedang kehilangan tabunganmu, makanya kamu mencuri gelangku sebagai gantinya! Iya, kan?”, tuduhku. “Tidak, Sya! Serius, aku tidak mengambil.” 1915 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  30. 30. 20 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 “Huh! Mana ada pencuri mau ngaku! Sudah, kembalikan gelangku sekarang juga! Itu terbuat dari emas, tahu? Mahal! Awas ya, kalau tidak kamu kembalikan, nanti aku laporkan kamu ke polisi!”, ancamku. MendengarnyasedikitdemisedikitairmataDyanmenetes.Sungguh bukanakuyangambilgelangmu,Sya!Percayalahpadaku.Akusendirijuga tidak tahu kenapa tiba-tiba gelangmu bisa hilang. Ya Tuhan…, tolonglah hambamu ini. Berikanlah aku kesabaran untuk menghadapi ini semua… ,batin Dyan dalam hati. Aku berlalu dari hadapan Dyan dengan muka angkuh yang lagi- lagi disertai raut wajah kesal dan benci. Sambil mengomel aku terus saja melontarkan berbagai ejekan dan makian kepada Dyan yang kutinggalkan sendirian. Dyan menangis sendirian di sana, dan tidak ada yang menghiburnya. Namun dengan tabah, Dyan masih saja mencoba bersabar. * * * Tiga hari tepat setelah gelangku menghilang. Pada suatu sore ketika Dyan hendak merapikan gudang, tiba-tiba tampak pantulan cahaya keemasan dari salah satu celah di tumpukan kardus-kardus. Dyan yang melihatnya merasa curiga. Disibaknya tumpukan kardu-kardus itu. Betapa terkejutnya Dyan! Ternyata ia menemukan gelang emas milik Lisya! Dyanmengambilgelangitudanberencanauntukmengembalikannya kepada Lisya. Namun sebelum niat itu terlaksana, Lisya sudah keburu masuk dengan Ayahnya. Tentu saja mereka terkejut melihat gelang emas yang telah lama dicarinya itu, kini dipegang Dyan. “Gelangku!” jeritku tak percaya. “Sudah kubilang! Dyan pasti mencurinya!”, teriakku marah. Aku terus meyakinkan ayah pada pendapatku. Namun Ayah mengambil keputusan untuk mendengarkan penjelasan dari Dyan dulu. “Sudahlah Ayah, itu tak perlu penjelasan!”, bantahku. “Jangan begitu, Lisya! Kita dengarkan dulu penjelasan Dyan!”, kata Ayah mencoba bijaksana. Dyan pun mulai menjelaskan bagaimana ia menemukan gelang itu. Namun aku terus menyangkalnya dengan berkata bahwa aku tidak pernah masuk ke gudang. 20 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  31. 31. 2115 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 “Tapi sehari sebelum kamu kehilangan gelang itu, aku melihat kamu masuk ke sini untuk mencari bahan-bahan kerja kelompokmu! Coba kamu ingat-ingat lagi, Sya!”, bantah Dyan membela diri. Akupun mencoba mengingat-ingat. Oh iya! Rasanya pernah, deh. Aku sangat malu dan mencoba menyembunyikan rasa maluku. Namun Ayah sepertinya tahu akan perasaanku. “Sudahlah, Lisya, kalau salah akui saja salah. Sudah, ayo kamu berbaikan dengan Dyan.” Aku pun akhirnya berbaikan dengan Dyan dan mengakui semua kesalahanku padanya. Untunglah Dyan sangat baik. Ia begitu pemaaf sehingga mau memaafkanku. “Dyan, maafkan aku, ya. Ternyata kamu sangat baik. Aku kira kamu ingin memiliki gelang ini untuk keuntungan pribadi. Ternyata tidak. Terima kasih kamu sudah mau jujur mengembalikan gelangku. Untung saja tidak kamu ambil. Aku bersyukur sekali,” kataku sambil menjabat tangan Dyan. Dyan menyambut uluran tanganku dengan sebuah senyum. “Iya, aku maafkan kok, Sya. Lagipula sejak awal aku sudah yakin kalau sebenarnya kamu itu baik.” Kamipun saling berangkulan. Ayah yang melihatnya pun ikut tersenyum bahagia. Ah,betapalega.Mengapasejakawalakutakpernahmerasasebahagia ini? Mengapa baru sekarang? Ternyata berteman tanpa memandang derajat seseorang, itu sangat membahagiakan. Persahabatan tulus yang terasa lengkap. Ah, betapa senangnya akhirnya aku bisa tersenyum bebas dari muka angkuhku. Betapa senangnya karena aku telah menemukan sahabat sejati. Sahabat yang begitu baik dan jujur terhadapku. Sekali lagi, aku benar-benar merasa bersyukur kini memiliki sahabat sebaik Dyan. * * * Aku memandang pesawat Dyan yang sudah mulai terbang mengangkasa. Sulit memang, namun walau bagaimanapun aku harus bisa menerimanya. Dyan sahabatku. Aku baru tahu. Rupanya sehari setelah berbaikan denganku, dan aku merasakan kebahagiaan, mereka harus pindah. Aku mendengar Pak Rustaman mendapat pekerjaan baru, dan juga kontrak 2115 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  32. 32. 22 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 rumah di Kalimantan. Oleh karena itu, Dyan akan ikut pindah rumah bersama ayahnya. Betapasedihnyaakumendengarkabarburukitu.Namunsebelumnya Dyan berpesan agar aku menghantarnya dengan senyuman. Karena Dyan akan sedih bila ia melihatku menangis kerena kepergiannya. Oleh karena itulah aku mencoba untuk tegar menghadapi kepergiannya. Menghantarnya dengan senyum meski hatiku kelabu. Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya mengguyur tanah. Aku dan Ayah segera mencari tempat berteduh. Kami berteduh di sebuah pohon rindang. Ayah mendekatiku dengan senyum di wajahnya. Sungguh berbeda dengan wajahku yang penuh dengan penyesalan. “Lisya, hidup ini penuh dengan pertemuan dan perpisahan. Ada kalanya juga suka dan duka kita hadapi.Tapi semua itu harus kita terima dengan kerelaan. Karena dengan begitu tidak akan memberatkan hati orang lain dan juga kita. Kamu harus bisa menerimanya. Lagipula kamu kan masih bisa berbicara dengan Dyan pakai telepon atau surat! Dan lagi, kamu ingat pesan Dyan, kan?”, ucap Ayah. Aku merasa sedikit terhibur mendengarnya. Pelan-pelan aku mulai menyadari makna nasehat Ayah. Dan pelan-pelan senyumku mulai menggembang di wajah ceriaku. “Ayah benar. Aku tidak boleh sedih! Lagipula aku kan masih bisa bertemu Dyan kapan-kapan. Baiklah, kepergian Dyan akan kurelakan. Toh suatu saat kami pasti akan bertemu lagi,” ujarku dengan senyum ceria. Ayah memandangku bangga. Bersamaan itulah hujan reda bergantikanpelangiriangyangmenghiasilangit.Akuberjalanketengah lapangan dan memandang pelangi. Kali ini dengan sebuah senyuman. Ya! Senyuman dari hati yang bahagia! Selamat jalan, Dyan. Semoga kamu bahagia di sana. Suatu saat aku yakin kita akan bertemu lagi. Tuhan pasti mendengar doaku. [*] Pengalaman di Balik Cerita Ide penulisan cerita saya terinspirasi dengan banyaknya berita- berita tentang pemalsuan dan kejahatan yang berhubungan dengan 22 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  33. 33. 2315 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 kebohongan. Hal itulah yang mendorong saya menulis cerita ini. Saya ingin berbuat sesuatu, setidaknya lewat cerita. Selama pembuatan naskah cerita ini, kendala yang saya temui hampir tidak ada. Bagi saya menulis itu “mengalir seperti air.” Saya membiasakan diri untuk selalu menulis, apa pun hasilnya. Baik atau buruk, setiap kegelisahan selalu saya tulis. Saya menulis di mana saja. Maka sekalipun ada batu yang menghadang, pasti tetap ada celah untuk dilewati. Ayah saya memiliki toko buku. Berbagai macam buku cerita selalu bisa saya baca. Di samping membiasakan diri menulis, saya memang sangat suka membaca. Terutama membaca buku-buku cerita. Dari buku-buku yang saya baca itulah, saya tertarik untuk menulis. Ketika saya menulis, tidak ada yang membantu saya dalam pengerjaannya. Saya lebih suka tulisan itu hasil karya sendiri. Tulisan hasil karya sendiri memberikan kepuasan, dan juga kebanggaan. Selain itu, kemampuan kita juga akan semakin akan meningkat. Saya bercita- cita untuk menjadi penulis. Harapan utama saya terhadap naskah ini, adalah mendorong orang lain agar bertindak jujur . Semoga saja harapan itu bisa terwujud. Karena kejujuran bukan sembarang kata, tetapi sebuah kata yang memiliki makna. Mengenal Penulis Lebih Dekat Nama lengkap saya adalah Michelle Alexandra, lahir dari keluarga Ir. Adji Mulyono dan Tuti Santoso, SE, pada 19 Februari 2001. Ayah adalah seorang pengusaha yang memilikitokobuku,sedangkanibumembantu ayah, dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah merawat keluarga. Kami tinggal di lingkungan di rumah yang hijau, dengan beragam tumbuhan tertanam di halaman. Hampir setiap hari burung-burung datang untuk memakan sisa-sisa makanan dan biji tetumbuhan. Kadang-kadang segerombolan burung itu minum serta mandi di pot bunga teratai kami. Sungguh saya menyukai rumah tempat saya tinggal. 2315 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  34. 34. 24 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 Saya sekolah di SDK Cor Jesu, Malang. Lingkungan sekolah yang sangat menyenangkan karena juga banyak pepohon dan bunga. Beragam pohon dan bunga tumbuh di halaman sekolah, di muka kelas, di sekeliling lapangan dan di sudut-sudut terpencil. Sekolah tempat saya menuntut ilmu juga sangat bersih. Sampah-sampah terbuang rapi di tong sampah yang telah disediakan dan digolongkan sesuai jenisnya, yaitu sampah kering, sampah basah, dan kertas. Saya menulis sejak kelas 3 SD dan terus diasah hingga sekarang duduk di kelas 5. Memang awalnya saya menemui kendala, tetapi lama kelamaan saya pun bisa menulis dengan baik. Saya tidak hanya menulis cerpen saja, tapi juga senang menulis puisi, menulis novel, menulis sinopsis,menulisdrama,artikel,danlain-lain.Sayatidakpernahmemuat karya-karya saya pada media tertentu. Sebagian besar tulisan yang saya tulis, saya simpan sebagai koleksi pribadi. Jumlah tulisan yang saya tulis sudah cukup banyak, termasuk empat novel yang telah saya buat. O ya, saya sangat suka membaca. Dalam satu tahun ini, saya sudah membaca sekitar 100 judul buku. 24 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  35. 35. 2515 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  36. 36. 26 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 Namaku Andi Bonar Sutedja. Sekarang ini, aku duduk di kelas 5 SD. Hobiku adalah bermain sepak bola. Klub kebanggaanku di Indonesia ini adalah Arema Indonesia, dan klub luar negeri kebanggaanku adalah Arsenal. Aku biasa berlatih sepak bola di Sekolah Sepak Bola Putra Permana. Tapi, aku punya kebiasaan buruk. Aku tidak disiplin saat berlatih. Aku sering terlambat datang ke lapangan. Saat teman-teman berlatih, aku lebih suka berteduh di pinggir lapangan. Tapi bukan berarti aku tidak semangat. Aku juga bisa lupa waktu kalau sudah bermain sepak bola. Itu artinya, aku juga tidak disiplin waktu. Aku ingin sekali bisa merasakan bermain sepak bola di luar negeri. Tapi kata ayahku, kalau aku tidak bisa disiplin, aku tidak akan bisa mewujudkan mimpiku. Menurutku, wajar saja kalau aku tidak disiplin, karena aku anak laki-laki. Tapi memang yang dikatakan ayah itu benar. Kalau aku tidak disiplin dalam berlatih, aku tidak akan bisa menjadi pemain sepak bola hebat seperti Bambang Pamungkas. Hari ini, seperti biasa, bangun tidur aku langsung mandi dan berganti pakaian seragam tanpa membersihkan tempat tidur. Ibuku pun langsung marah karena aku selalu melanggar perintahnya untuk membereskan tempat tidur. “Ayah, ayo cepat berangkat. Sudah siang,”kataku pada ayah. “Salah siapa bangun siang-siang? Belajarlah disiplin,” kata ayah menasihati. “Aduh.. Ayah ceramah terus! Ayo cepat, Yah,”kataku sambil menarik tangan ayah. Lalu aku mencium tangan ibuku dan berlari masuk ke mobil. Ayah segera menghidupkan mobil dan berangkat menuju sekolahku. Di perjalanan ke sekolah, aku sibuk menceritakan pertandingan antara Arsenal melawan Liverpool yang dimenangkan Arsenal. “Oh, pantas saja kamu bangun siang. Ternyata begadang lihat Arsenal?”, kata Ayah. “He..he..he…. Apa pun kulakukan untuk Arsenal, Yah,” kataku semangat. “Kamu mau main ke Emirates?”, tanya Ayah. “Jelas aku mau,Yah. Kalau Ayah libur nanti kita jalan-jalan ke London ya Yah, aku ingin lihat stadionnya Arsenal.” 26 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  37. 37. 2715 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 “Uang dari mana?”, tanya Ayah sambil tersenyum. “UangAyah,lah.Ayahkanpunyabanyakuang,”jawabku.Ayahhanya menanggapi dengan senyuman. Akhirnya, aku sampai juga di sekolah. Disekolahku,teman-temanjugabanyakyangberceritatentangArsenal. Arsenal memang klub yang banyak penggemarnya. Aku bangga menjadi salah satu penggemar klub yang banyak prestasi ini. Sepulang sekolah, aku merasa sangat lelah dan malas untuk berlatih sepak bola. Aku memilih tidur siang setelah makan. Baru enak-enak tidur, Ayah membangunkanku. Aku kaget karena tidak biasanya Ayah pulang secepat ini. “Kamu nggak latihan sepak bola?”, tanya Ayah. “Aku capek, Yah. Di sekolah tadi pelajarannya sulit-sulit,” kataku beralasan. “Katanya mau main di Emirates Stadium? Kok latihannya nggak disiplin?” kata Ayah. Lagi-lagi bujukan Ayah membuat aku terbangun dari tidurku, dan langsung mandi. Aku memang sangat ingin bermain di luar negeri. Mungkin, itu cita-cita semua pesepakbola cilik. Karenamasihmengantuk,akutidaksemangatberlatih.Karenaterlalu lelah, aku meninggalkan lapangan dan duduk di pinggir lapangan. “Hei.. Kamu kenapa duduk disini? Bereskan itu bola-bola disana,” kata Coach Dani, pelatihku. “Masih capek, Coach. Anak lain saja yang membereskan bola,” kataku. “Kamuinidiajaridisiplin.Setelahmain,bereskansendiribolanya.Biar bisa dipakai anak lain. Sudah cepat! Jangan banyak alasan,” kata Coach Dani membentak. Sebenarnya aku tidak mau membereskan bola-bola yang sangat banyak ini, karena aku sudah capek untuk berjalan panas- panasan di lapangan. “Kamu ikhlas tidak membereskan bola tadi?”, tanya Coach Dani setelah aku selesai melakukan tugasku. Aku hanya diam dan tidak berani melihat wajah Coach Dani. Coach Dani melanjutkan, “Dengan membereskan bola, kamu itu sebenarnya bisa berlatih fisik. Berjalan dari satu tempat ke tempat lain untuk mengambil bola, dan berlari untuk mengejar bola agar tidak berhenti terlalu jauh.” Aku mulai menyadari perkataan Coach Dani. Kalau aku tidak banyak membantah dan disiplin melakukan tugas dari Coach Dani, 2715 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  38. 38. 28 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 pasti sekarang fisik dan teknikku dalam bermain sepak bola sudah meningkat. Suatu hari, saat aku berlatih di SSB Putra Permana, Coach Dani mengumumkan ada kompetisi Arsenal Soccer Academy. Aku sangat senang saat diberi pengumuman. Aku ingin sekali bisa ikut sampai ke Emirates Stadium. Tapi, aku harus melalui seleksi dulu. Pertama, aku harus ikut seleksi klub, seleksi kota, provinsi, baru nasional. Kalau sudah lolos semua, aku bisa terbang ke London untuk bermain di Emirates Stadium, stadion kebanggaan Arsenal. Aku mulai menyiapkan tenagaku untuk seleksi di klub. Aku sangat bersemangat agar bisa lolos ke tingkat kota. Teman-temanku juga berjuang sekuat tenaga. Tapi kami tetap harus bersaing karena Teman- temanku juga berjuang sekuat tenaga. Tapi kami tetap harus bersaing karena yang lolos hanya dua orang di setiap klub. Saatpengumumanpuntiba.Hatikuberdebar-debarkarenatakutbila aku tidak lolos. Coach Dani menghampiri kami dan mulai membacakan pengumuman anak yang lolos seleksi tingkat kota, “Kalian bermain sangat bagus, dan saya sebagai pelatih bangga dengan usaha keras kalian. Tapi, memang harus ada yang gagal karena kami hanya mencari yang terbaik dari yang baik. Untuk yang belum beruntung, jadikan ini motivasi untuk maju, jangan menyerah. Yang lolos ke tingkat kota adalah Andi dan Bima.” Aku sangat kaget karena ternyata aku yang terpilih untuk seleksi tingkat kota. Aku dan Bima pasti akan berjuang mewakili SSB Putra Permana. Sesampainya di rumah, aku menceritakannya kepada Ayah. Ayah sangat bangga dan menasihatiku untuk terus berusaha. Hari ini, aku bangun kesiangan padahal ada latihan khusus untuk aku dan Bima. Setelah mandi, aku langsung berangkat untuk latihan. Di tempat latihan Coach Dani dan Bima sudah menunggu. Aku sangat malu karena aku terlambat hanya karena bangun kesiangan. Setelah dua minggu mendapat latihan khusus, aku dan Bima siap mengikuti seleksi tingkat kota. Suasana saat seleksi sangat menyenangkan. Aku bisa melihat teknik-teknik. Aku dan Bima terpilih lagi untuk mengikuti seleksi tingkat provinsi. Kalau sudah seperti ini, aku merasa jadi anak yang paling hebat dalam bermain sepak bola. Aku minta dibelikan sepatu bola baru pada Ayah, dengan alasan 28 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  39. 39. 2915 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 sepatuku sudah rusak. Ayah langsung menuruti permintaanku. Aku sangatsenangdibelikansepatubolabaruyangmiripdengansepatunya Bambang Pamungkas, bermerek Adidas, berwarna hitam dengan kombinasi merah dan putih. Aku bisa semakin percaya diri memakai sepatu ini saat bertanding nanti. Aku, Bima, dan beberapa anak lain yang lolos ke tingkat provinsi mengikuti pemusatan latihan. Setiap pagi, Ayah mengajakku untuk lari pagi agar bisa berlatih fisik. Tapi, aku tidak bisa bangun pagi-pagi. Jadi, aku dan Ayah jarang berlari pagi. Aku berangkat untuk mengikuti seleksi tingkat provinsi dengan Ayah. Seleksi kali ini terasa lebih ketat karena setiap provinsi harus mencari lima anak yang terbaik untuk bisa mengikuti Arsenal Soccer Academy di Jakarta, sebelum ada yang terpilih untuk pergi ke London. AkumerasatidakyakinbisamengikutiArsenalSoccerAcademydiJakarta, karena ternyata fisik, teknik, dan mental teman-teman yang ikut seleksi provinsi ini sangat bagus. Aku sangat menyesal karena tidak disiplin untuk bangun pagi. Kalau aku bangun pagi, pasti setiap hari aku bisa berlatih fisik dengan Ayah. “Kamu kenapa?”, tanya Ayah saat aku melamun di tribun. “Tadi aku bermain jelek. Kalah fisik sama anak-anak lain,” jawabku lesu. “Sudah, tidak apa-apa. Besok-besok kamu harus lebih disiplin dalam berlatih. Boaz pernah dimarahi Alfred Riedl karena tidak disiplin. Kamu mau seperti itu?” tanya Ayah. Aku hanya menggeleng. Aku ingin sekali lebih disiplin saat berlatih. Semoga saja Tuhan masih memberiku kesempatan untuk bermain di Arsenal Soccer Academy. Pengumuman pemenang yang bisa mengikuti Arsenal Soccer Academy di Jakarta dilakukan secara tertulis, tidak seperti biasanya. Kami semua disuruh berkumpul di lapangan, dan pelatih memanggil nama kami satu per satu dan memberikan surat. Aku sangat tegang saat namaku dipanggil dan surat pengumuman itu diberikan. Kami membukanya serentak. “Aku lolos!”, teriakku sambil menghadap ke tempat duduk Ayah di tribun. Ayah tersenyum melihat tingkahku yang heboh karena terlalu senang. “Aku juga lolos, Di. Kita ketemu lagi di Jakarta. Ha..ha..ha...,” kata 2915 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  40. 40. 30 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 Bima. Aku dan Bima lagi-lagi berhasil membuat Coach Dani bangga. Kami berhasil mengikuti Arsenal Soccer Academy Jakarta. Aku dan Bima berangkat bersama diantar Ayahku dan Ayah Bima. Kami izin tidak masuk sekolah karena harus mengikuti asrama. Sungguh menyenangkan bisa mengikuti Arsenal Soccer Academy, walaupun ini masih di Indonesia. Banyak sekali pelajaran berharga yang aku dapatkan, aku sekarang merasa sudah berada di mess Arsenal. Kedisiplinan menjadi nilai utama kalau ingin lolos. Kami semua harus disiplin saat makan, saat bangun tidur, saat berlatih dan masih banyak lagi kedisiplinan yang harus dilakukan. Ini hari keduaku di Arsenal Soccer Academy di Jakarta. Di sini, aku harusmenunjukkantekadkudankemampuanterbaikkudalambermain. Aku ingin sekali bisa bermain di Emirates Stadium London, stadion kebanggaan Arsenal. Aku sangat mengidolakan Samir Nasri, pemain yang sangat terkenal asal klub Arsenal, tetapi sekarang sudah pindah ke Manchester City. Selain itu, aku juga mengidolakan Cesc Fabregas. Dia banyak memberikan umpan-umpan cantik yang bisa dimaksimalkan menjadi gol alias assist. Sayangnya, sekarang dia sudah pindah klub ke Barcelona FC. Berlatih disini bisa menambah pengalamanku. Keesokan harinya, aku melakukan suatu kesalahan yang sangat besar. Aku menyesal melakukan hal ini. Aku sampai ingin menangis rasanya. Aku terlambat bangun. Aku sangat menyesal karena tidak disiplin. Sampai di lapangan tempat berlatih, aku dimarahi pelatihku. Sangat sedih rasanya. Hari itu aku semakin tidak konsentrasi berlatih, karena aku merasa sudah gagal. Malam harinya menjadi malam yang berat buatku. Malam ini juga akan diadakan pengumuman siapa saja yang berhasil bermain di Stadion Emirates. Aku sebenarnya masih berharap bisa lolos, tapi karena masalah pagi tadi, aku mulai pesimis. Tepat seperti dugaanku, saat pengumuman yang lolos ke London, namaku tidak ada. Itu artinya aku tidak lolos. Sedangkan Bima, teman satu klub ku yang sangat disiplin itu lolos ke Emirates Stadium London. Aku menceritakan kesalahanku karena tidak disiplin pada Ayah. Ayah menasihatiku sambil tetap tersenyum. Ayah tidak marah, dan tidak kecewa. Aku berjanji, aku akan lebih disiplin dalam berlatih. Aku akan disiplin waktu, disiplin dalam berlatih, dan disiplin dalam sekolah. 30 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  41. 41. 3115 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 Ternyata, kalau ingin menjadi orang yang sukses, aku harus disiplin dalam segala hal. Aku melihat teman-temanku yang berhasil ke London dari televisi. Ada Bima juga di sana. Mereka bisa mengibarkan bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Aku sebenarnya ingin seperti mereka. Tetapi, kata Ayah, yang sudah terjadi tidak perlu disesali. Yang penting, sekarang aku harus berusaha dan tidak mengulangi kesalahanku yang tidak bisa disiplin. [*] Pengalaman di Balik Cerita Saya mendapat inspirasi dari buku yang berjudul Merah Putih di Old Traford. Saya kemudian memilih tema disiplin lewat penceritaan sepak bola, karena memang hobi saya bermain sepak bola. Saya berpikir akan lebih mudah menuliskannya. Bagiseorangpemainsepakbola,disiplinadalahpalingutama.Tanpa disiplin, seorang pemain sepak bola tidak akan berhasil. Kemudian saya berpikir, bahwa disiplin juga berlaku untuk hal yang lain. Maka saya mendiskusikan tema ini dengan kakak saya. Kakak saya pernah menjuarailombamengarang.Makakakaksayalahtempatsayabertanya jika ada kesulitan. Dalam proses menulis cerita ini, saya kerjakan dengan tidak tergesa-gesa. Pada hari Kamis, guru saya memberitahukan kepada saya bahwa saya termasuk dalam 15 besar Lomba Menulis Cerita Anak. Saya sangat senang mendengar hal itu. Saya meminta izin kepada orang tua saya. Ayah dan ibu saya mempertimbangkan dahulu. Akhirnya orang tua saya mengizinkan saya untuk pergi ke Bogor. Pada hari Kamis, saya pergi naik bus bersama guru pendamping yang bernama Bu Yosi. Saya membutuhkan waktu 22 jam untuk bisa sampai di Bogor. Sesampainya di Bogor saya sangat capek, tetapi saya tetap senang karena saya sudah termasuk 15 besar. Di Bogor saya menginap di Hotel Prioritras. Saat di Bogor saya sangat tegang. Tetapi kata Bu Guru, saya tidak usah tegang, melainkian enjoy seperti liburan. Di sini saya sangat optimis dapat memenangkan lomba. 3115 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  42. 42. 32 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 Mengenal Penulis Lebih Dekat Perkenalkan nama saya Randy Christian Saputra. Saya lahir di Batu, 4 Mei 2001. Ayah saya Beny Suharjo, seorang karyawan di sebuah Rumah Sakit. Sedangkan ibu saya Magdalena Ninuk Rustianawati, seorang guru di Sekolah Menengah Atas. Kedua orangtua saya sama-sama sarjana. Merekalah yang selalu mendukung saya dalam hal apa pun yang dinilai baik. Saya menyukai menulis dan olahraga. Olahraga yang paling saya sukai adalah bulu tangkis dan sepak bola. Saya tinggal di Kota Batu Malang, Jawa Timur. Udara di kota saya sangat dingin. Daerah Batu terkenal dengan buah apel manalagi. Di sekitar tempat saya tinggal, banyak peternak sapi perah dan petani. Saya menyukai tempat saya tinggal. Saya sekolah di SDK Sang Timur Batu Malang. Selain kegiatan menulis dan olahraga, saya juga mengikuti olimpiade IPA tingakat Kota. Suster di sekolah saya sangat disiplin. Beliau adalah pindahan dari SDK Sang Timur Semarang. Saya mulai menulis cerita sejak kelas 2 SD. Kesenangan menulis terutama karena saya senang membaca. Saya bersyukur karena ayah saya juga suka membaca. Di rumah banyak tersedia buku. Sampai sekarang saya telah menulis 15 cerita pendek. 32 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  43. 43. 3315 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  44. 44. 34 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 Sekarang semuanya memandangku dengan tatapan tajam dan dingin. Mereka melihatku sebagai seorang anak yang memang tidak seharusnya bersekolah seperti mereka. Mungkin bagi mereka, seorang anak yang hidup dan besar di jalanan seperti diriku memang tidak pernah belajar sesuatu yang disebut moral dan kejujuran. * * * Denganbajuseragammerahputih,akuberjalanmenyusurirelkereta api di pagi dingin. Warna baju putih itu sudah tidak nampak putih lagi melainkan krem kecoklatan lantaran lusuh, serta sobek pada bagian belakang kerahnya. Sementara warna bagian merahnya pun sudah pudar. Aku berjalan berdua bersama dengan ibuku, yang sebetulnya masih muda, tapi dipaksa menjadi tua karena beban hidup yang berat. Kami berdua berjalan bersama, hingga sampai di persimpangan, dan kami berpisah. Aku pergi ke sekolah, sedangkan ibuku pergi memulung. Disetengahperjalananakubertemudenganduatemanku,Aidadan Agung. Kami pun berangkat bersama menuju ke sebuah SD Negeri. Memang sebuah keberuntungan bagiku karena aku bisa bersekolah. Ekonomi keluargaku begitu mencekik leher. Ibu adalah satu-satunya sumber utama hidup keluarga. Ibu memang tidak pernah menginginkanku untuk putus sekolah. Ibu sangat ingin anak-anaknya bisa mendapatkan pendidikan. Ia berharap agar hidup kami kelak tidak berakhir seperti kehidupan ibu sekarang.Namunakubegitukasihankepadaibu.Ibuharusmembanting tulang untuk menghidupi semuanya. Adik perempuanku lumpuh karena sakit panas, sementara nenek sudah sangat tua. Aku ingin sekali bisa membantu ibu. Entah dengan mengamen, berjualan di bis, atau ikut ibu memulung. Tetapi ibu selalu melarangku. Kata ibu, yang harus kukerjakan sekarang adalah belajar dan menjadi pintar. Disekolah,akutergolonganakyangcukupbisamengikutipelajaran. Meskipun aku sangat pendiam. Aku tidak mempunyai begitu banyak temanbaik.Mungkinhanyaduaorangsaja,sepertiAidadanAgung.Aku merasa rendah diri terhadap keadaanku. Di antara semua siswa kelas enam, bisa dibilang akulah yang paling miskin, dan seringkali menjadi bahan ejekan oleh siswa lain. Tapi itu tidak menjadikanku putus asa 34 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  45. 45. 3515 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 untuk sekolah. Bagiku yang penting aku bisa bersekolah dengan benar sesuai keinginan ibuku. * * * Di jam istirahat yang cukup panas, aku duduk sendirian di dalam kelas sambil melamun. Terngiang di kepalaku, “Mas Yayak, aku pingin pensil warna seperti milik Mbak Aida, bagus.” Kata-kata itu sudah satu mingguinikupikirkan.Laluakumerogohkantong,kulihatempatlembar uang seribuan, dua receh lima ratusan, dan tiga receh seratusan. Lalu kuingat kembali harga pensil warna itu di koperasi sekolah, “Harganya enam setengah, masih kurang.”Ya, aku sangat ingin membelikan adikku itu pensil warna seperti punya Aida teman samping rumah kami. Aku berjalan menuju ke koperasi sekolah, lalu kulihat lagi pensil warna yang ada di etalase. Tiba-tiba seorang teman sekelasku datang dan mengejekku. “Hei, Ya mau apa? Mau beli buku, apa beli pensil warna? Apa mau mencuri? Gak punya uang aja sok liat-liat di koperasi, hwahaha!”, ejeknya bersama dua temannya yang berbadan gendut sambil tertawa. Aku hanya termenung, kemudian kulihat lagi, uang di sakuku. * * * Bel tanda akhir istirahat sudah berbunyi. Sesaat kemudian, ibu guru datang dan masuk ke kelas. Saat kami semua hendak memulai pelajaran tiba-tiba seorang murid menangis. “Aida, mengapa kamu menangis? Ada apa?”, tanya Ibu guru menghampiri Aida yang duduk di depanku. “Hiihihiii….” “Ayo Aida, bilang sama ibu,”kata Ibu guru lagi. “Pen,pensil,pensilwarnakuhilangBuguru,”kataAidasambilterisak- isak. “Pensil warna? Jangan-jangan kamu lupa membawanya, mungkin tertinggal di rumah,”kata Bu guru. “Tidak Bu, saya selalu membawanya di dalam tas.” “Alah, paling dicuri Wirya, Bu!”, seru Bagas, teman sekelasku yang tadi juga mengejekku di koperasi sekolah. “Bagas, tidak boleh menuduh seperti itu,”kata Bu Guru. 3515 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  46. 46. 36 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 “Saya tidak mencuri kok, Bu,”kataku sedikit kaget dengan perkataan Bagas. “Alah, tadi yang di kelas pas jam istirahat cuma kamu kan. Ya, ngaku aja, pasti kamu nyolong pensil warnanya Aida,” kata Bagas tambah memanasi suasana. “Iya Bu, tadi saya juga lihat dia koperasi liat-liat pensil warna. Dia pingin beli mungkin bu, tapi gak punya duit jadinya sekarang nyolong punyanya Aida,”tambah Brian, teman gendut Bagas. “Wirya,” kata Bu Guru sambil melihatku dengan tatapan bertanya- tanya, apakah benar aku melakukan hal itu. “Ndak Bu, sumpah demi Tuhan, saya tidak mencuri, saya benar- benar tidak mencuri,”kataku pada Bu Guru. Lalu di saat itu pula, kulihat seluruh teman sekelasku memandang dengan tatapan bertanya-tanya, mungkinkah aku mencuri barang milik temanku sendiri? “Ndak mungkin Wirya mencuri Bu, dia bukan anak nakal kok Bu,” kata Agung mencoba membelaku. “Alah, temanmu itu dah nyolong punyanya temannya sendiri, malah kamu belain,”sahut Bagas. “Eh Bagas, mbok jangan gitu, main tuduh saja, jangan-jangan kamu yang nyolong,”kata Agung merasa kesal pada Bagas yang terlalu banyak bicara. “Sudah, sudah, jangan berkelahi di dalam kelas!” seru Bu Guru mulai marah melihat kami yang saling adu mulut. “Wirya, kamu tidak keberatan kan kalau ibu melihat tas kamu?” “Iya Bu, saya tidak keberatan,” aku pun langsung menaruh tas punggungku di atas meja dan mempersilakan Bu Guru untuk melihatnya. Suasana cukup tegang, semua siswa memperhatikan dengan seksama ketika Bu Guru mengeluarkan satu-persatu isi tasku. Ada lima buku tulis bersampul kertas payung, kemudian LKS Matematika, LKS IPA, serta penggaris, sebuah pensil kayu yang tinggal se-ibu jari, sebuah penghapus kecil, dan bolpoin pilot warna hitam, dan, hanya itu. Aku pun merasa lega. “Tapi itu Bu, coba lihat di lacinya, jangan-jangan disembunyikan di dalam laci,”seru Bagas. Lalu Bu Guru pun membuka laci mejaku, dan…. 36 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  47. 47. 3715 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 “Ya ampun, Wirya,”kata Bu Guru sembari melihatku dengan tatapan tidak percaya. “Ini pensil warna saya, tadi waktu istirahat saya membelinya di koperasi sekolah Bu,”kataku. “Beli? Emang kamu punya uang? Dasar tukang nyolong!”, seru Bagas. “Itu punya saya Bu Guru,”kata Aida begitu melihat pensil warna yang kini dipegang oleh Bu Guru. “Wirya, mengapa kamu berbuat seperti ini? Ini bukan hal yang baik,” kata Bu Guru. “Tapi saya tidak mencuri Bu,”elakku. “Dasar tukang nyolong! Huuuu!”, teriak Bagas disusul dengan teman- temannya. Sekarang semuanya memandangku dengan tatapan tajam dan dingin. Mereka melihatku sebagai seorang anak yang memang tidak seharusnya bersekolah seperti mereka. Mungkin bagi mereka, seorang anak yang hidup dan besar di jalanan seperti diriku memang tidak pernah belajar sesuatu yang disebut moral dan kejujuran. “Ih, ternyata Wirya yang mencuri,” sempat terdengar bisik-bisik mereka terhadapku. Aku benar-benar tidak melakukannya, tapi semuanya tidak mempercayaiku. “Wirya, ayo ikut Ibu ke kantor,” kata Bu Guru dengan tatapan kesal. Aku pun hanya diam sambil berjalan mengikuti Bu Guru ke kantor dan semua siswa tetap memandangiku hingga di luar kelas. * * * Baru kali ini aku merasakan ketegangan dan gugup menerjangku. Tadi, semua siswa di kelas enam menghakimiku dengan tatapan mata yangtajamdankata-katayangmenusuk.Sekarang,dikantorguru,semua yang sedang berada di dalamnya menatapku dan mulai berpendapat tentang diriku. Aku hanya bisa membisu sambil meneteskan air mata. “Kenapa Wirya?”, tanya Bu Guru sekali lagi, dan aku hanya bisa diam. Kakikugemetarandanterasasangatlemas.Akutidaktahuharusberkata apa. “Mungkin dia ingin, tapi tidak punya uang, Bu Sri,”kata Pak Budi. “Wirya, kenapa kamu sampai mencuri pensil warna Aida?”, tanya Bu 3715 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  48. 48. 38 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 Guru sekali lagi. Lidahku terasa kaku, aku mencoba menjawab. “Adik saya ingin pensil warna Bu, jadi saya….” “Jadi kamu mencurinya?” “Bukan, saya tidak mencurinya Bu, sumpah,”balasku. “Yang namanya mengambil tanpa seijin orang yang punya, itu namanya mencuri,”kata Bu Guru. “Saya tadi,” tiba-tiba kata-kataku terpotong saat seorang kakak perempuan masuk ke ruang guru. “Maaf Bu Sri, sebenarnya, begini ceritanya,” kemudian kakak perempuan yang merupakan penjaga koperasi sekolah itu berkata kepada Bu Sri bahwa pensil warna yang ada di laciku tadi bukanlah milik Aida. Pensil warna tadi memang benar-benar kepunyaanku. Aku memang benar-benar membelinya, ya, walaupun dengan uang kurang. “Sebenarnya, tadi si Wirya kan melihat-lihat pensil warna di etalase koperasi, lalu saya tanya, dia mau beli pensil warna ya? Dia bilang dia ingin membelikannya untuk adik perempuannya, tapi uangnya kurang. Karena kasihan, saya menjualnya seharga uang yang ia punya. Begitu Bu Sri,”jelas kakak perempuan itu. “Kalau begitu bagaimana dengan pensil warna Aida yang hilang? Siapa yang mengambilnya?” Lalutiba-tibaAidabersamaSastridanAgungmasukkedalamkantor guru. “Kalian kenapa?”, tanya Bu Sri. “Bu, maaf, Wirya, maaf,”kata Aida sambil mengulurkan pensil warna kepadaku. “Ini bukan milikku, milikku ternyata ada di tumpukan buku gambar di muka kelas. Aku tadi lupa memasukkannya ke dalam tas dan justru ikut tertumpuk saat tadi mengumpulkan tugas menggambar,” kata Aida sambil tertunduk. * * * Sungguh hari yang benar-benar membuatku dag dig dug. Aku, sepertikataibuku,tidakakanpernahmencurimeskipunharuskelaparan danhidupmenderita.Apapunyangakupunya,akuakanmensyukurinya dan aku akan berusaha dengan cara yang halal untuk mendapatkan sesuatu. Biarpun aku dan keluargaku tidak punya, tapi kami bukanlah pencuri. 38 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  49. 49. 3915 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 “Wah,bagusyamas,”kataNur,adikkusembarimenggambar-gambar pemandangan yang terlihat begitu hijau dan asri. “Iya, bagus banget Nur,” Seringkalihidupinimemangsepertiperibahasa,semuabisadengan mudahnya menuduh, padahal mereka tidak tahu. Tetapi yang namanya kejujuran tidak akan pernah terkalahkan. Dengan kejujuran, maka kebenaran terbukti. [*] Pengalaman di Balik Cerita Saat saya masih berumur tujuh tahun saya sangat menginginkan pensil warna seperti milik teman saya. Sepulang sekolah saya berkata kepada ayah, minta di belikan pensil warna seperti milik teman. Tetapi ayah saya tidak memiliki uang untuk membelikannya. Kakak laki-laki sayakebetulanmengetahui,kalausayabetul-betulmenginginkanpensil warna. Waktu itu saya merasa sangat sedih. Tapi di hari berikutnya, di saat kakak saya pulang, ia membawa oleh-oleh pensil warna baru. Saya sangat bahagia. Pengalaman itulah yang kemudian saya tulis. Karena cerita yang saya alami tidak begitu istimewa, maka cerita itu saya kembangkan. Saya menambahkan peristiwa pencurian di kelas, supaya ceritanya bisa sesuai dengan tema lomba. Mengenal Penulis Lebih Dekat Hai teman-teman, nama saya Kartika Irene, biasa dipanggil Tika. Saya tinggal di rumah yang sederhana. Di samping rumah ada pos ronda, di depan rumah ada banyak bunga dan pohon. Pohon yang paling saya sukai adalah pohon cemara. Pohon itu sering dihias pada saat Hari Raya Natal tiba. Saya senang sekali tinggal di rumah itu, meskipun kecil, tetapi bersih dan asri. O ya teman- 3915 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  50. 50. 40 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 teman, saya lahir di Salatiga, 6 Juni 2000. Di Salatiga itulah kota tempat saya tinggal sampai sekarang. Ayah saya Hari Darmanto, biasa dipanggil Pak Hari. Beliau adalah seorang karyawan di perusahaan swasta. Ayah saya suka berkebun, dan biasanya beliau berkebun setelah pulang bekerja. Sedangkan ibu saya Sunanik, biasa dipanggil Bu Nanik. Ibu sehari-hari merawat kami di rumah. Tetapi ibu saya juga suka membuat kue. Sehingga dari hobinya itu, ibu dapat berjualan kue di rumah sampai sekarang. Roti buatan ibu yang paling saya sukai adalah roti pisang. O ya, di rumah kami tinggal juga kakak. Kakak saya memiliki hobi fotografi. Dia suka mengedit hasil fotonya sendiri pada saat malam hari. Tahukah teman, saya sekolah di sebuah sekolah yang bersih dan indah? Di sana terdapat taman, kolam ikan, dan halaman yang luas. Di depan kelas banyak ditanam pohon-pohon yang besar. Sehingga meskipun sekolah itu berada di tepi jalan raya, udaranya tetap bersih dan segar. Di sekolah saya juga terdapat perpustakaan yang besar, tempat saya bersama teman-teman membaca berbagai macam buku. Mau tahu nama sekolah saya? Namanya SD Negeri Cebongan 02, Salatiga. Di sekolah inilah saya pernah mengikuti beberapa lomba, dan memenangkan beberapa penghargaan. Di antara penghargaan yang paling membanggakan saya adalah juara 1 Olimpiade Matematika tingkat Kecamatan dan Kota, serta juara 1 Siswa Berprestasi tingkat Kecamatan. Saya menulis sejak duduk di kelas V, dan pernah mendapat penghargaan pada Lomba Menulis Cerita Pendek Majalah Bobo. 40 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  51. 51. 4115 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  52. 52. 42 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 “Bruk!!!” Aku membanting tasku. Aku kesal hari ini, karena nilai ulanganku dibagikan. Aku sedih, nilaiku tidak yang tertinggi. Aku kurang puas. Nilaiku rata-rata 80-an, padahal teman-temanku banyak yang sembilan. ”Huh!”, gumamku yang tak sengaja terdengar oleh Mama. “Ada apa Din?”, tanya Mama curiga. “Nggak ada apa-apa kok, Ma,” kataku berusaha menyembunyikan kegalauan hatiku. “Jangan bohong dong, Mama dengar kamu tadi bilang ‘huh’ kan? Hayoo ngaku,” kata Mama sambil tersenyum padaku. Tapi aku yakin jika aku menceritakan hal ini pada Mama, pasti ia akan marah padaku. Keringat dingin mulai mengucur di sekujur tubuhku. Aku sangat takut kalau Mama marah padaku. ”Nggak kok, Ma. Aku nggak bilang‘huh’kok.Ya udahlah, Ma, aku mau ganti baju dulu,”pamitku pada Mama. Hari ini aku tidak bersemangat. Banyak sekali nilai-nilai ulanganku yang dibagikan. Apalagi aku sudah berbohong pada Mama. Tiba-tiba seseorang memecahkan lamunanku. ”Hei, melamun saja,”kata kakakku sambil tertawa. ”Sudahlah nggak usah ditutup-tutupi. Kakak tahu ulanganmu sudah banyak yang dibagi, kan?”, sambung kakakku lagi dengan tawa yang semakin jelas. ”Apa betul itu, Din?”, tanya Mama yang tiba-tiba muncul. Aku diam saja, tapi entahlah mulutku tiba-tiba bergerak dan berkata, “nggak kok, Ma…,” ucapku tiba-tiba, seolah bukan aku yang mengatakannya. “Masa sih? Dinda pasti bohong,”ucap kakakku kemudian. AkutakutkalauomonganKakaklebihdipercayaolehMamadaripada ucapanku. Karena memang yang dikatakan kakakku benar. ”Tuh kan, Ma, dia diem. Berarti yang aku katakan tadi benar,” kata kakakku lagi, dengan penuh keyakinan. Aku semakin jengkel dengan kakakku, rasanya ingin memarahinya dan menutup mulutnya rapat-rapat. ”Din, kok diam?”, tanya Mama lagi. ”Nggak, Ma!”, kataku lirih. ”Jangan percaya, Ma, Dinda itu suka bohong,” kakakku semakin meyakinkan Mama. Membuatku semakin panas saja. 42 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  53. 53. 4315 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 “Nggak, Ma, kak Dara itu yang suka bohong,” kataku dengan menahan air mata yang hendak keluar dari sudut mataku. “Sudah, jangan bertengkar!”, Mama mengingatkan. Aku langsung lari masuk ke kamar, karena air mataku sudah tak bisa ditahan lagi. * * * Besok pagi di sekolah. Jantungku berdegup kencang. Aku takut kalau ulanganku ada yang dibagikan dan kurang memuaskan lagi. Dalam hati aku mengucapkan “bismillah hi rahma nirrahim” lalu aku melangkahkan kakiku masuk ke dalam kelas. Suasana kelas sudah ramai. Ada selembar kertas putih seukuran HVS tergeletak di mejaku. Perlahan-lahan aku membuka kertas itu dan, “hah,” ternyata nilai IPS-ku 90. Aku sangat senang sekali. Apalagi kutanya sebagian teman-temanku ternyata nilainya di bawahku. ”Yes”berarti nilaiku tertinggi. Aku tersenyum puas. Ah, tapi ini kan masih sebagian saja yang dibagikan. Masih banyak yang lain yang belum dibagikan. Hatiku kembali tegang. Tet…, tet…, tet…!”, bel tanda istirahat berbunyi. Bu Citra guruku IPS datang kembali untuk membagikan sebagian ulangan teman-temanku. Setelah kulihat-lihat ternyata temanku Fika mendapat nilai 92. Hatiku kembali galau. Rasanya ingin aku tidak masuk sekolah. Tapi kalau aku tidak masuk, akan semakin tambah sulit. Nia, teman sebangkuku pasti akan mengantarkan hasil ulanganku ke rumah. Dan kalau nanti Mama yang menerima, dan tahu hasil ulanganku jelek, Mama pasti marah. Sampai di rumah pukul 13.34. Aku segera ganti baju dan tidur. Namun mataku sulit terpejam. Aku selalu berpikir, apa sesungguhnya bakatku? Semua teman-temanku kulihat banyak yang memiliki bakat. Mira bisa menulis novel, Fyta pandai menggambar, Laila suka menulis puisi, dan Rita pandai memainkan musik. Lalu bakatku apa? Sebenarnya aku senang menulis. Pernah aku mencoba membuat novel, tapi selalu tidak jadi. Baru beberapa lembar aku sudah kehabisan ide. Aku jadi malas untuk meneruskannya. Menggambar sebenarnya aku juga bisa, tapi gambarku tak sebagus Fyta. Aku juga bisa membuat puisi, tapi puisi-puisiku terlalu sederhana. Sedangkan Laila, puisinya bagus. Aku juga pernah mencoba menulis cerita pendek. Tapi yah, cuma begitu-begitu saja. Cerita pendekku terlalu sederhana. Kalau bukan karena dipaksa ikut perlombaan, aku 4315 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  54. 54. 44 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 tidak bisa serius menulis cerita. Huh! Apakah aku seorang pemalas? Aku inginceritakubagusdandapatdikirimkemajalahanak.Ah,tapiternyata tidak semudah itu. Aku selalu gagal untuk meneruskan tulisanku. Aku bangkit dari tempat tidur dan mengambil buku diary. Segera kutulis semua hal yang terjadi padaku pada buku harianku. Setelah semua kutulis rasanya aku ngantuk sekali, sehingga buku harian itu lupa kusimpan. Kring…, kring…, kring…! alarm wekerku berbunyi. Bergegas aku bangun. Ternyata buku harianku sudah tertata rapi di rak meja belajar. Ah, pasti Mama yang menaruh buku itu di sini, gumamku. Tanpa pikir panjang aku langsung menemui Mamaku yang ternyata sedang memasak. Aku duduk di kursi makan dekat dengan dapur. Aku terdiam. “Din…,sini,”panggilkakakkudengantersenyummanis.Akumengira kalau Kakak ingin memberiku sesuatu. Entah itu mainan, lollipop, atau coklat. “Ada apa Kak?”, tanyaku penasaran “Nggak kok, nggak ada apa-apa. Kakak hanya mau bilang kalau…,” omongan Kakak terputus, karena Mama juga ikut bicara. ”Din, mama tadi melihat buku harianmu. Kamu tulis di situ kalau teman-temanmu semua memiliki bakat. Din, semua orang itu mempunyai bakat. Hanya saja bakat teman-temanmu sudah kelihatan karena mereka mau menekuni hal itu. Kalau kamu ingin membuat novel misalnya, kamu harus berusaha bersungguh-sungguh menyelesaikan novel itu. Kalau kamu bisa menyelesaikan novel itu dan hasilnya bagus, orang-orang di sekitarmu akan tahu kalau itulah bakatmu. Jadi kamu harus disiplin untuk menyelesaikannya. Jangan kauturuti rasa kemalasanmu. Menggambar, menulis puisi, cerita pendek, semua sama saja Membutuhkan proses dan kesabaran yang tinggi,” nasihat Mama bijak. ”Tapi kejujuran juga penting kan, Ma,”tiba-tiba kakakku nyeletuk. “Maksud kakak apa?”, tanyaku lirih merasa tersindir. Mama mengangguk. “Maafin Dinda, Ma, Dinda janji mulai saat ini Dinda akan jujur!”, kataku sungguh-sungguh. * * * 44 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  55. 55. 4515 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 Besok paginyanya di sekolah, aku merasa takut sekali. Hari ini hari pembagian rapor tengah semester I dan pengumuman ranking. “Anak-anak, hari ini setelah kalian menerima rapor, ibu akan menempelkan daftar ranking di sebelah papan tulis,” kata Bu Nisa’, guru Bahasa Indonesia sekaligus wali kelasku. Beberapa saat kemudian setelah pengumuman itu ditempel. Aku dan teman-temanku segera melihatnya. Deg, aku peringkat ke 3. Betapa kecewanya aku, karena aku merasa tidak bisa membahagiakan Mama. Mama juga pasti akan kecewa. “Din, kamu ranking berapa?”, tanya Mama dengan penuh senyuman saat aku pulang dari sekolah. Kasihan Mama. Ah, betapa tak teganya aku menyampaikannya.‘Maafin Dinda, Ma, Dinda nggak bisa membuat Mama bangga’, batin Dinda sedih. “Din, kamu kenapa? Katanya sudah janji mau jujur.” “Mama nggak bakalan marah?”, tanya Dinda ragu-ragu. Mama menggeleng. “Dinda nggak dapat peringkat satu, Ma. “Terus?” “Dinda peringkat tiga.” “Oh, ya, ngomong-ngomong cita-cita Dinda apa sih?”, tanya Mama seolah mengabaikan ucapanku tadi. Aku tak mengerti . “Seniman, Ma,”jawabku singkat, padat dan jelas. ”Bagus. Jadi seniman yang baik harus disiplin dan jujur,” kata Mama lagi yang membuatku semakin tersadar. ”Dinda peringkat tiga, Ma,” kataku lirih, menyampaikan kembali peringkatku kepada Mama. Aku berharap Mama tidak akan marah dan kecewa dengan peringkatku kali ini. ”Alhamdulillah, kamu masih termasuk 3 besar!”, kata Mama yang membuatku kaget . Mama kelihatan sukacita, aku tidak menyangka sama sekali. “Oh, ya, Ma, tadi di sekolah, Bu Nisa’mengumumkan tentang lomba menulis cerpen. Boleh ikut, Ma?”, tanyaku lebih ringan karena ternyata Mama tidak marah. “Tentu sayang. Mama pasti akan mendukungmu,”kata Mama sambil mencium keningku. “Terima kasih, Ma,”aku tersenyum gembira. 4515 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  56. 56. 46 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 Aku jadi semangat sekali mengarang cerita untuk lomba itu. Aku tekun sekali mengetik di depan komputer. Setelah selesai mamaku mengirimkannya. ”Ma kalau aku kalah gimana? Soalnya Vira temanku itu dibuatkan ibunya. Sedangkan ibu Vira sudah berkali-kali ceritanya dimuat di majalah.”kataku dengan wajah tertekuk. Aku khawatir sekali. ”Sudahlah sayang, yang penting kamu jujur. Kamu ikut lomba ini bukan untuk menang atau kalah. Tapi untuk menambah pengalaman serta melatih kejujuran serta kedisiplinan.” “Terima kasih, Ma, nasihatmu akan selalu kuingat. Aku berjanji untuk bisa menjadi penulis yang hebat.” * * * Beberapa waktu telah berlalu. Hingga tibalah saat pengumuman lomba mengarang itu. Kebetulan pengumuman itu dikirim ke sekolah dan ditempel di papan pengumuman. Betapa kecewanya aku, saat namaku tak ada di situ. NamaVira tercantum sebagai pemenang kedua. Kulihat betapa gembiranya Vira. Dia melonjak-lonjak kegirangan. Dan para guru menyalaminya. Aku pulang sekolah dengan hati kecewa. “Gimana, Din. Kok kelihatan sedih banget?”, Mama menyambutku dengan sebuah senyuman yang menyejukkan. “Maaf ya, Ma, Dinda gagal,”tak terasa air mataku tumpah.“Lagi-lagi aku harus mengecewakan Mama,” Mama menyeka air mataku dengan tangan lembutnya. “Dinda, justruMamabanggapadamu.Kamutahunggak,pengarang- pengarang besar, seniman-seniman besar bahkan ilmuwan sekaliber Albert Einstein pun dulunya juga pernah gagal.” “Maksud Mama?” “Kegagalan adalah sukses yang tertunda, Din. Dengan kegagalan, seseorang akan selalu terus berusaha. Kamu paham ” “Jadi Mama nggak kecewa Dinda kalah?” “Tidak sayang. Tapi kamu harus janji untuk sering berlatih lagi dan jangan pernah putus asa.” “Siap, Ma,”kataku mantap. Ya, aku berjanji akan terus berusaha. Aku ingin selalu membahagiakan Mama. [*] 46 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  57. 57. 4715 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 Pengalaman di Balik Cerita Jaman sekarang sudah tidak banyak lagi orang berkata jujur. Saat ini kejujuran sudah hampir tidak dihargai. Saya menulis cerita ini terinspirasi oleh pengalaman saya sendiri. Suatu ketika, saya mendapat nilai yang kurang bagus. Saya begitu takut dan malu untuk memberitahukan nilai tersebut. Maka berhari-hari saya merasa gelisah. Lebih-lebih, ketika tahu bahwa ranking saya di kelas menurun.Tapi akhirnya saya harus berani memberitahu hal ini pada ibu saya. Ternyata ibu saya tidak marah. Saya juga seringkali gelisah memikirkan bakat. Saya melihat teman- teman saya punya bakat. Entah itu melukis, membuat novel, menulis puisi/cerpen. Saya heran, sebenarnya saya punya kemampuan menulis, tapi saya merasa kurang percaya diri. Saya merasa kemampuan yang saya miliki tidak berarti jika dibandingkan dengan kemampuan teman- teman saya. Ketika membaca pengumuman tentang lomba menulis, saat itulah saya ingin membuktikan. Sungguh saya tidak menyangka akan lolos. Tiba-tiba guru Bahasa Indonesia menyalami saya, dan saya tidak tahu kenapa saya disalami. Setelah saya diajak ke kantor dan diberitahukan tentang keberhasilan saya, saya sangat bersyukur sekali. Saya bisa menulis cerita karena saya sering meminjam majalah anak dari teman-teman yang berlangganan. Saya jarang sekali membeli majalah anak. Mungkin jika ayah saya membeli koran Kompas tiap hari minggu, saya akan mengambil tengah-tengahnya yang berisi cerpen anak, puisi, dan gambar. Saya selalu mengkliping semuanya dengan rapi. 4715 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  58. 58. 48 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 Mengenal Penulis Lebih Dekat PerkenalkannamasayaNadiaAnfaAzkiya. Saya lahir di Kediri, 10 Agustus 2000. Ayah saya Abd. Hamid, seorang guru. Sedangkan ibu saya Effi Nikmatin Nugrahani, seorang ibu rumah tangga. Saya tinggal di lingkungan perumahan. Tepatnya di Perum BSP, JL.Permata Biru B12, Soko Mojokerto. Meskipun tempat tinggal saya di lingkungan perumahan, tapi persaudaraanantartetanggasangatdijaga.Jikaadatetanggayangsakit, atau ada yang menyelenggarakan hajatan, maka semuanya berkumpul untuk saling membantu. SayasekolahdiMadrasahIbtidaiyah(MI)NurulHuda2Surodinawan, Kota Mojokerto. Sekarang saya duduk di kelas 6. Saya sangat senang menuntut ilmu di sini. Selain gurunya baik-baik, cara mengajarnya mudah diterima, juga pelajaran agamanya sangat kental. Tiap pagi, sekitar1jamsebelumpelajarandimulai,selaludiawalidenganmembaca Al-Qur`an.KemudiansatuminggusekalimembacaTahlildanIstighosah, serta hafalan surat-surat pendek. Saya mulai belajar menulis sejak kelas 2, meskipun hasilnya masih lucu, dan hanya disimpan di buku harian. Ketika memasuki kelas 4, saya sudah mulai agak serius belajar menulis. Saya mencoba untuk mengirimkan tulisan-tulisan ke harian Kompas. Alhamdulillah, tulisan yang saya kirim belum satu pun dimuat. Tapi saya tidak berputus-asa, dan tidak akan berhenti untuk terus mencoba. Di samping menulis, saya juga suka membaca. Tahun ini sudah sekitar 20 judul buku saya baca. Saya menyukai membaca, karena dari sanalahsayabelajarmenulis.Darisanajuga,sayamenyukaibahasa.Maka ketika ada lomba yang berkaitan dengan bahasa, saya mengikutinya. Alhamdulillah, saya pernah mendapat penghargaan sebagai juara 1 Lomba Pidato Bahasa Jawa tingkat Kota Mojokerto, dan juara 1 Lomba Pidato Bahasa Inggris tingkat Kota Mojokerto. 48 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  59. 59. 4915 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  60. 60. 50 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 Krompyang! Satu piring pecah di dapur membuat kaget orang rumah. Wah, Bik Romah mulai menampakkan wajah gelisah. Bagaimana tidak, sang empunya rumah, Mama Sisca dan Papa Romeo bukan orang baik-baik. Calisha yang mengerti sifat asli orang tuanya langsung beranjak ke dapur untuk menolong pembantu yang sudah tujuh tahun bekerja di rumah itu. “Aduh, Bi. Ini kalau ketahuan mama dan papa, pasti dimarahi. Untung mereka sedang jalan-jalan. Ayo, Bi! Aku bantuin membersihkan ini,”ucap Calisha sambil mengeluarkan keringat dingin. “Maaf ya, Non. Saya ini bodoh. Udah deh, Non. Nggak usah dibantu. Nanti kacanya kena tangan, lho,” Bik Romah memperingatkan. Calisha memang anak orang kaya. Selain Bik Romah, keluarganya mempunyai empat pembantu. Calisha juga mempunyai kamar luas, iPad canggih, pokoknyasemua-semualengkap,deh.Maklumsaja,Calishamenyandang status anak tunggal. Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnggg! Bel masuk berbunyi nyaring. Saatnya istirahat. “Hai, Calisha! Pelajaran tadi, kamu mengerti, nggak?”, tanya Heidy. “Susah banget!”, seru Nadhila dan Mikha. “Eh, aku nggak tanya pada kamu!”, tegas Heidy. Ada udang dibalik batu memang pantas untuk tiga anak itu. Ya, mereka berteman dengan “gadis miliuner” karena ada maunya. Mereka ingin menjadi sahabat Calisha tapi dengan alasan yang menyimpang, yaitu mengambil sebagian hartanya. “Hmmm…,biasasaja.Tapi,nggaksusah-susahbanget,”ucapCalisha. Calisha memang mengerti sifat temannya itu. “Aku pulang!”, seru Calisha. “Eh, anak Mama sudah pulang!”, jawab Mama Sisca. “Ma, hari ini masak apa?”, tanya Calisha. “Hmm, mbak Ratih sedang masak nasi goreng. Sekarang, kamu mandi dulu, gih! Biar nggak bau!”, tegas Mama. Mereka hanya tertawa kecil. Di meja makan, Calisha ingin memiliki sahabat. Tapi bagaimana caranya? Selesai makan, Calisha menonton acara tv kesukaannya. Saat mendengar Film Tanpa Gambar, terlintas suatu ide, kenapa aku nggak buat film tanpa gambar? Ia pun membuat “skenario” layaknya film-film yang biasa diperlihatkan di layar kaca. 50 15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011
  61. 61. 5115 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011 Yes! Akhirnya selesai juga! Gumam Calisha pelan. Teeeteteeeeeeeeettteeeeeeett! Alarm jam digital milik sang calon milioner berbunyi. Tetapi ada yang lebih keras dari suara jam itu, yaitu suara Mama Sisca. “Sayang, Mama dan Papa ada tugas bisnis di Amsterdam. Kamu bisa, kan sendirian di sini? Mama kasih kamu uang di rekeningmu. Itu buat bekalmu. Good luck, Honey!”, jelas Mama Sisca panjang lebar. “Ok, Ma!”, ucap Calisha singkat. Ini jadi kesempatan emas! Pikir Calisha. Satu bulan kemudian, Calisha sudah mempersiapkan segalanya. Untuk lokasi, ia memilih rumah Bik Romah di Tegal. “Non nggak takut dimarahi Nyonya?”, tanya Bik Romah gelisah. “Nggak, Bik. Orang Pama dan Papa di sana 6 bulan. Oh ya! Mulai sekarang, bibi panggil aku Nak. Bukan Non,” ujar Calisha. Setelah siap, Film Tanpa Gambar pun DIMULAI! Sudah seminggu ini Calisha tidak masuk sekolah. “Eh, Calisha kenapa, ya? Kok, nggak masuk?”, tanya Heidy. Belum selesai perbincangan mereka, ada berita buruk yang diampaikan Bu Farida. “Anak-anak, teman kalian yang bernama Calisha Grace Raymona, sudah keluar dari sekolah. Kemarin, orang tuanya meninggal karena serangan jantung. Perusahaan milik keluarga Calisha bangkrut. Oleh karena itu,Calisha tinggal bersama neneknya di Tegal,” jelas Bu Farida panjang lebar. Seisi kelas shock mendengar berita itu. “Sekarang, yang ingin menjenguk Calisha, maju ke depan. Ibu akan mendata nama kalian,”Bu Farida kembali berucap. Sekitar 21 anak yang ikut termasuk Heidy, Nadhila dan Mikha. Bus sekolah sudah sampai di pedesaan Tegal. Terlihat gadis 12 tahun sedang menyapu halaman. Bu Farida dan murid kelas enam menyambutCalishadenganharu.Adayangmembawabahanmakanan, pakaian dan uang. “Bu, ini ada sumbangan dari kami, mohon diterima,” Bu Farida menyerahkan sumbangan kepada Bik Romah. “Makasih, Bu. Kami sudah merepotkan,” ucap Bik Romah malu- malu. “Ah, nggak apa-apa. Ini sudah menjadi kewajiban kami. Ya sudah, 5115 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2011

×