SlideShare a Scribd company logo
1 of 8
Download to read offline
BAB I 
PENDAHULUAN 
1 
A. Latar belakang 
Dalam kehidupan kita sering sekali mengisi telinga kita saat refreshing dari 
berbagai kepenatan dan kesibukan dengan alunan music, baik music aliran genre 
pop, dangdut,bahkan rock,. 
Pagelaran music pun di Negara dimana kita berada lebih di minati oleh 
masyarakat, bahkan music menjadi icon yang nomer wahid yang di beri apresiasi 
oleh berbagai kalangan melebihi karya-karya anak bangsa yang lain, tak heran 
banyak oknum yang memanfaatkan jasa musisi untuk jadi promoter dalam setiap 
acara atau agenda yang di selenggarakan. 
Sebagai tanggapan pertanyaan “ Bagaimana hukum alat-alat orkes 
(mazammirul-lahwi) yang dipergunakan untuk bersenang-senang (hiburan)? Apabila 
haram, apakah termasuk juga terompet perang, terompet jamaah haji, seruling 
penggembala dan seruling permainan anak-anak (damenan, Jawa)?”1 
Dalam makalah ini akan memaparkan pandangan tentang music yang di 
sinkronkan dengan qo’idah fiqh yaitu “Al umur bi maqoshidiha”, pada berbagai 
pendapat yang bisa di jadikan tonggak ukuran dalam mengambil suatu hukum 
dengan menggunakan kaidah fikhiyah. 
B. Rumusan masalah 
Dalam makalah ini akan membahas tentang pandangan dan pendapat-pendapan 
seputar music, dengan rumusan masalah sebagai berikut : 
1 Buku muktamar NU ke-1 ,21 oktober 1926 M
1. Pandangan-pandangan tentang music. 
2. Analisa dengan kaidah “Al umur bi maqoshidiha”. 
BAB II 
PEMBAHASAN 
2 
A. Pandangan-pandangan tentang Musik 
Sebagai pandangan antara boleh atau tidak, bukan suatu masalah yang 
masih di panjang lebarkan, melainkan kaidah yang mengenai hal ini yang perlu di 
ketahui, mulai dengan pendapat-pendapat yang terkumpul yang akan di jadikan 
bahan analisa. 
Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad terdapat lafaz: 
“Bagaimana kalau diikuti pengantin itu oleh (orang-orang) wanita untuk bernyanyi 
sambil berkata dengan senada: “Kami datang kepadamu. Hormatilah kami dan kami 
pun menghormati kamu.Sebab kaum Anshar senang menyanyikan (lagu) tentang 
wanita.” 
Karena itu, menurut Dr Abdurrahman al Baghdadi: 
“Bertolak dari dasar hukum inilah maka mendengar atau memainkan alat-alat musik 
atau menyanyi mubah selama tidak terdapat suatu dalil syar’I yang menunjukkan 
bahwa pekerjaan tersebut haram atau makruh. Mengenai menyanyi atau 
memainkan alat musik dengan atau tanpa nyanyian, tidak terdapat satu pun nash, 
baik dari Al Qur’an maupun sunnah Rasul yang mengharamkannya dengan tegas. 
Memang ada sebagian dari para sahabat, tabiin dan ulama yang mengharamkan 
sebagian atau seluruhnya karena mengartikannya dari beberapa nash tertentu. 
Diantara mereka ada yang menyatakan bahwa hal tersebut makruh, sedangkan 
yang lain mengatakan hukumnya mubah.
Adapun nash-nash (dalil-dalil) yang dijadikan alasan oleh mereka yang 
mengharamkan seni suara dan musik bukanlah dalil-dalil yang kuat. Sebagaimana 
telah disebutkan di atas, tidak ada satu dalil pun yang berbicara secara tegas dalam 
hal ini. Dengan demikian tidak ada seorang manusia pun yang wajib diikuti selain 
dari pada Rasulullah saw. Beliau sendiri tidak mengharamkannya. ..Oleh karena itu 
Imam Abu Bakar Ibnul Arabi (dalam Ahkamul Qur’an jilid III, hal. 1053-1054) 
menyatakan: “Tidak terdapat satu dalil pun di dalam Al Qur’an maupun Sunnah 
Rasul yang mengharamkan nyanyian. Bahkan hadits shahih (banyak yang) 
menunjukkan kebolehan nyanyian itu. Setiap hadits yang diriwayatkan maupun ayat 
yang dipergunakan untuk menunjukkan keharamannya maka ia adalah bathil dari 
segi sanad, bathil juga dari segi I’tiqad, baik ia bertolak dari nash maupun dari satu 
penakwilan.” 
Catatan yang perlu di ketahui dari di atas : 
1. Melarang setiap nyanyian, rekaman dan tarian yang mengajak orang untuk 
minum arak, bergaul bebas, berpacaran, bermain cinta atau bunuh diri karena 
putus asa. 
2. Melarang setiap nyanyian dan tarian yang disertai dengan omongan kotor dan 
cabul yang mengarah kepada perbuatan-perbuatan dosa atau membangkitkan 
birahi seksual. 
3. Melarang setiap nyanyian dan tarian yang disertai dengan perbuatan-perbuatan 
haram, seperti minum khamr, percampuran antara lelaki dan wanita. 
4. Lagu-lagu dan kaset-kaset Barat dilarang beredar dan para penyanyinya tidak 
diijinkan melakukan pertunjukan (show) di negeri-negeri Islam. 
3
5. Setiap tempat pertunjukan untuk menyanyi dan menari, seperti klub malam, bar 
dan diskotik harus ditutup dan tidak diberi ijin membukanya oleh pemerintah. 
Begitu pula halnya dengan panggung-panggung terbuka. Dll. 
Yang menarik penulis juga menyajikan sedikit tentang sejarah musik. 
Menurut Dr Abdurrahman, khilafah Islam terdahulu tidak pernah melarang 
rakyatnya mempelajari seni suara dan musik. Mereka dibiarkan mendirikan sekolah-sekolah 
musik dan membangun pabrik alat-alat musik. Mereka diberikan gairah 
untuk mengarang buku-buku tentang seni suara, musik dan ‘tari’. 
Perhatian kea rah pendidikan musik telah dicurahkan sejak akhir masa Daulah 
Umawiyah yang kemudian dilanjutkan pada masa kekhilafahan Abbasiyah. Sehingga 
di berbagai kota banyak berdiri sekolah musik dengan berbagai tingkat pendidikan, 
mulai dari tingkat menengah sampai ke perguruan tinggi. Pabrik alat-alat musik 
dibangun di berbagai negeri Islam. Sejarah telah mencatat bahwa pusat pabrik 
pembuatan alat-alat musik yang sangat terkenal ada di kota Sevilla (Andalusia atau 
Spanyol). 
Catatan tentang kesenian umat Islam begitu banyak disebut orang. Para penemu 
dan pencipta alat musik Islam juga cukup banyak jumlahnya, yang muncul sejak 
pertengahan abad kedua hijriah, misalnya Yunus al Khatib yang meninggal tahun 
135H. Khalil bin Ahmad (170H), Ibnu an Nadiem al Naushilli (235H), Hunain ibnu 
Ishak (264H), dan lain-lain. 
Bahkan dalam buku ‘Sumbangan Islam kepada Ilmu dan Kebudayaan’ (Islamic and 
Arab Contribution to the European Renaissance) karya Komisi Nasional Mesir untuk 
Unesco (Penerbit Pustaka, 1986), disebutkan tentang berbagai pengaruh peradaban 
Islam ini ke Eropa. Termasuk bidang seni dan musik. 
4
Dari hasil muktamar NU ke-1, 21 oktober 1926 M yang juga membahas 
tentang hal ini, melihat putusan muktamar sebagai berikut : 
Muktamar memutuskan bahwa segala macam alat-alat orkes (malahi) seperti 
seruling dengan segala macam jenisnya dan alat-alat orkes lainnya, kesemuanya itu 
haram, kecuali terompet perang, terompet jamaah haji, seruling penggembala, dan 
seruling permainan anak-anak dan lain-lain sebagainya yang tidak dimaksudkan 
dipergunakan hiburan. 
Keterangan dari kitab Ihya’ Ulum al-Din juz 2: 
فَبِهَذِهِِ الْمَعَانِي يَحْرُمُِ الْمِزْمَارُِ الْعِرَقِ يِ وَِ الْْوَْتَارُِ كُل هَا كَالْعُوْدِِ وَِ الضَّبْحِِ وَِ الرَّبَّابِِ وَِ الْبَرِيْطِِ وَِ غَيْرِهَا وَمَا عَِدَا ذَلِكَِ 
.فَلَيْسَِ فِي مَعْنَاهَا كَشَاهِيْ نِ ال رعَاةِِ وَِ الْحَجِيْجِِ وَِ شَاهِيْ نِ الطَّبَالِيْنَِ 
“Dengan pengertian ini maka haramlah seruling Irak dan seluruh peralatan musik 
yang menggunakan senar seperti ‘ud (potongan kayu), al-dhabh, rabbab dan barith 
(nama-nama peralatan musik Arab). Sedangkan yang selain itu maka tidak termasuk 
dalam pengertian yang diharamkan seperti bunyi suara (menyerupai) burung elang 
yang dilakukan para penggembala, jama’ah haji, dan suara gendering”. 
B. Analisa Dari pandangan Kaidah Al umur Bi Maqoshidiha 
Setiap perkara tidak lepas dari maksud dan tujuan atas perkara tersebut, sinergi 
dengan kaidah dasar fiqih Al Umur Bi maqoshidiha, dari berbagai permasalahan di 
atas bukan tanpa dasar tentunya kami paparkan, akan tetapi jika kembalikan pada 
kaidah dasar, dan berbagai motif dan tujuan, kami memandang dari hadits yang di 
riwayatkan At-turmudzi maka kami menarik poin : 
الة اللهو. يراد بها الالة المضروبة وحكمها يدور مع علتها, وهي علي ثلاثة اقسام : قسم يجلب الفضيلة آما 
يضرب لتشجيع الجنود عند الحرب فحكمه سنة, وقسم يضرب للغو فقط )لايجلب شيئا من الفضيلة ولا الرذيلة( 
فحكمه مكروه لقوله ضلى الله عليه وسلم من حسن اسلام المرء ما لا يعنيه )رواه الترمذ ىّ عن ابي هريرة(و و 
5 
.قسم مجلب المعصية فحكمه حرام
Alatul Malahi yang di maksud adalah alat bunyi-bunyian (musik) dan hukumnya 
berkisar kepada illatnya (sebabnya). Dan ia ada 3 macam : 
a. Menarik kepada keutamaan seperti menarik kepada keberanian di medan 
peperangan, hukumnya sunat. 
b. Untuk main-main belaka (tak mendatangkan apa-apa) hukumnya makruh, 
menilik hadits :”Termasuk kesempurnaan seseorang ialah meninggalkan barang 
yang tak berarti”. (hadits ini di riwayatkan oleh Tirmidzi dari Abu Hurairah). 
c. Menarik kepada ma’siyat hukumnya haram 
dan shohibul ihya’ menjelaskan dalam ihya’nya, yang di jadikan dasar muktamar NU 
ke-1 : 
فَبِهَذِهِِ الْمَعَانِي يَحْرُمُِ الْمِزْمَارُِ الْعِرَقِ يِ وَِ الْْوَْتَارُِ كُل هَا كَالْعُوْدِِ وَِ الضَّبْحِِ وَِ الرَّبَّابِِ وَِ الْبَرِيْطِِ وَِ غَيْرِهَا وَمَا عَِدَا ذَلِكَِ 
.فَلَيْسَِ فِي مَعْنَاهَا كَشَاهِيْ نِ ال رعَاةِِ وَِ الْحَجِيْجِِ وَِ شَاهِيْ نِ الطَّبَالِيْنَِ 
“Dengan pengertian ini maka haramlah seruling Irak dan seluruh peralatan musik 
yang menggunakan senar seperti ‘ud (potongan kayu), al-dhabh, rabbab dan barith 
(nama-nama peralatan musik Arab). Sedangkan yang selain itu maka tidak termasuk 
dalam pengertian yang diharamkan seperti bunyi suara (menyerupai) burung elang 
yang dilakukan para penggembala, jama’ah haji, dan suara gendering”. 
Kami memandang tidak bisa semata-mata memutuskan dengan semata-mata 
memutuskan dari satu sudut pandang, bahwa tidak bisa di pungkiri kaidah 
yang mendasari, taklepas dari tujuan, seperti pentafsilan di atas. 
6
BAB III 
PENUTUP 
7 
Penutup 
Bila kita memperhatikan semua ini maka insya Allah akan semakin 
mantaplah dan pandangan kita. Bertambahnya kiat kita untuk mempelajari suatu 
perkara tidak hanya dari satu sudut pandang dan untuk terus membaca, tumbuh 
keinginan untuk mengkaji lebih dalam yang merupakan maksud dari diturunkannya 
Al-Qur’an serta keinginan untuk menerapkan hukum-hukum yang terkandung 
didalamnya, bahwa memang Allah menciptakan manusia berbeda-beda. 
Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa menunjuki kita dengan Al- 
Qur’an dan menjadikan kita sebagai ahli Al-Qur’an, diberi kemudahan untuk selalu 
membacanya, mengkajinya, mengamamalkannya dan mengajarkannya
DAFTAR PUSTAKA 
Abu Bakar Ibnul Arabi (dalam Ahkamul Qur’an jilid III, hal. 1053-1054) 
8 
Ihya’ lumuddin jilid II, al imam ghozali, 
Muktamar NU ke-1, 21 oktober 1926 M 
‘Sumbangan Islam kepada Ilmu dan Kebudayaan’ (Islamic and Arab Contribution to 
the European Renaissance) karya Komisi Nasional Mesir untuk Unesco (Penerbit 
Pustaka, 1986),

More Related Content

What's hot

Makalah Fikih Munakahat tentang Dzihar
Makalah Fikih Munakahat tentang DziharMakalah Fikih Munakahat tentang Dzihar
Makalah Fikih Munakahat tentang DziharAZA Zulfi
 
Bulan Muharram dan Keutamaan Beribadah
Bulan Muharram dan Keutamaan BeribadahBulan Muharram dan Keutamaan Beribadah
Bulan Muharram dan Keutamaan BeribadahSofyan Siroj
 
Sejarah Perkembangan Al-Quran
Sejarah Perkembangan Al-QuranSejarah Perkembangan Al-Quran
Sejarah Perkembangan Al-QuranIlliyin Studio
 
IMAN KEPADA QADHA' DAN QADAR KELAS 9 SMP MUHAMMADIYAH
IMAN KEPADA QADHA' DAN QADAR KELAS 9 SMP MUHAMMADIYAHIMAN KEPADA QADHA' DAN QADAR KELAS 9 SMP MUHAMMADIYAH
IMAN KEPADA QADHA' DAN QADAR KELAS 9 SMP MUHAMMADIYAHTqRahman
 
Pendidikan agama islam (thalak, fasakh, li'an, khuluq, ila', zihar)
Pendidikan agama islam (thalak, fasakh, li'an, khuluq, ila', zihar)Pendidikan agama islam (thalak, fasakh, li'an, khuluq, ila', zihar)
Pendidikan agama islam (thalak, fasakh, li'an, khuluq, ila', zihar)eka_mawar
 
Kajian Islam Pendidikan - Yaumul Mizan (Hari Penimbangan)
Kajian Islam Pendidikan - Yaumul Mizan (Hari Penimbangan)Kajian Islam Pendidikan - Yaumul Mizan (Hari Penimbangan)
Kajian Islam Pendidikan - Yaumul Mizan (Hari Penimbangan)Nafis Fathur Rizki
 
Makalah puasa sunnah
Makalah puasa sunnahMakalah puasa sunnah
Makalah puasa sunnahIska Nangin
 
Presentasi nikah beda agama
Presentasi nikah beda agamaPresentasi nikah beda agama
Presentasi nikah beda agamaMarhamah Saleh
 
Makalah 'AM dan KHASH (Ulumul Qur'an 2)
Makalah 'AM dan KHASH (Ulumul Qur'an 2)Makalah 'AM dan KHASH (Ulumul Qur'an 2)
Makalah 'AM dan KHASH (Ulumul Qur'an 2)Khusnul Kotimah
 
Presentasi Nikah Siri Dan Mutah
Presentasi Nikah Siri Dan MutahPresentasi Nikah Siri Dan Mutah
Presentasi Nikah Siri Dan MutahMarhamah Saleh
 
Makalah ulumul qur'an
Makalah ulumul qur'anMakalah ulumul qur'an
Makalah ulumul qur'anYulan Afriani
 
Ruang lingkup pembahasan ilmu hadist dan dan cabang cabangnya
Ruang lingkup pembahasan ilmu hadist dan dan cabang cabangnyaRuang lingkup pembahasan ilmu hadist dan dan cabang cabangnya
Ruang lingkup pembahasan ilmu hadist dan dan cabang cabangnyasholihiyyah
 
PPT 'AM dan KHASH (Ulumul Qur'an 2)
PPT 'AM dan KHASH (Ulumul Qur'an 2)PPT 'AM dan KHASH (Ulumul Qur'an 2)
PPT 'AM dan KHASH (Ulumul Qur'an 2)Khusnul Kotimah
 
Salju contoh lap_review_book
Salju contoh lap_review_bookSalju contoh lap_review_book
Salju contoh lap_review_bookmursyidee
 

What's hot (20)

Makalah Fikih Munakahat tentang Dzihar
Makalah Fikih Munakahat tentang DziharMakalah Fikih Munakahat tentang Dzihar
Makalah Fikih Munakahat tentang Dzihar
 
Bulan Muharram dan Keutamaan Beribadah
Bulan Muharram dan Keutamaan BeribadahBulan Muharram dan Keutamaan Beribadah
Bulan Muharram dan Keutamaan Beribadah
 
Sejarah Perkembangan Al-Quran
Sejarah Perkembangan Al-QuranSejarah Perkembangan Al-Quran
Sejarah Perkembangan Al-Quran
 
Ppt shalat jenazah
Ppt shalat jenazahPpt shalat jenazah
Ppt shalat jenazah
 
IMAN KEPADA QADHA' DAN QADAR KELAS 9 SMP MUHAMMADIYAH
IMAN KEPADA QADHA' DAN QADAR KELAS 9 SMP MUHAMMADIYAHIMAN KEPADA QADHA' DAN QADAR KELAS 9 SMP MUHAMMADIYAH
IMAN KEPADA QADHA' DAN QADAR KELAS 9 SMP MUHAMMADIYAH
 
Tayamum ppt
Tayamum pptTayamum ppt
Tayamum ppt
 
Pendidikan agama islam (thalak, fasakh, li'an, khuluq, ila', zihar)
Pendidikan agama islam (thalak, fasakh, li'an, khuluq, ila', zihar)Pendidikan agama islam (thalak, fasakh, li'an, khuluq, ila', zihar)
Pendidikan agama islam (thalak, fasakh, li'an, khuluq, ila', zihar)
 
Kajian Islam Pendidikan - Yaumul Mizan (Hari Penimbangan)
Kajian Islam Pendidikan - Yaumul Mizan (Hari Penimbangan)Kajian Islam Pendidikan - Yaumul Mizan (Hari Penimbangan)
Kajian Islam Pendidikan - Yaumul Mizan (Hari Penimbangan)
 
Makalah puasa sunnah
Makalah puasa sunnahMakalah puasa sunnah
Makalah puasa sunnah
 
Makalah kutub al sittah
Makalah kutub al sittahMakalah kutub al sittah
Makalah kutub al sittah
 
Presentasi nikah beda agama
Presentasi nikah beda agamaPresentasi nikah beda agama
Presentasi nikah beda agama
 
TEKNIK MENGHAFAL
TEKNIK MENGHAFAL TEKNIK MENGHAFAL
TEKNIK MENGHAFAL
 
Makalah 'AM dan KHASH (Ulumul Qur'an 2)
Makalah 'AM dan KHASH (Ulumul Qur'an 2)Makalah 'AM dan KHASH (Ulumul Qur'an 2)
Makalah 'AM dan KHASH (Ulumul Qur'an 2)
 
Presentasi Nikah Siri Dan Mutah
Presentasi Nikah Siri Dan MutahPresentasi Nikah Siri Dan Mutah
Presentasi Nikah Siri Dan Mutah
 
Makalah ulumul qur'an
Makalah ulumul qur'anMakalah ulumul qur'an
Makalah ulumul qur'an
 
Ruang lingkup pembahasan ilmu hadist dan dan cabang cabangnya
Ruang lingkup pembahasan ilmu hadist dan dan cabang cabangnyaRuang lingkup pembahasan ilmu hadist dan dan cabang cabangnya
Ruang lingkup pembahasan ilmu hadist dan dan cabang cabangnya
 
Tasyri' masa sahabat
Tasyri'  masa sahabatTasyri'  masa sahabat
Tasyri' masa sahabat
 
PPT 'AM dan KHASH (Ulumul Qur'an 2)
PPT 'AM dan KHASH (Ulumul Qur'an 2)PPT 'AM dan KHASH (Ulumul Qur'an 2)
PPT 'AM dan KHASH (Ulumul Qur'an 2)
 
PPT Haji dan Umrah
PPT Haji dan UmrahPPT Haji dan Umrah
PPT Haji dan Umrah
 
Salju contoh lap_review_book
Salju contoh lap_review_bookSalju contoh lap_review_book
Salju contoh lap_review_book
 

Viewers also liked

Makalah Kesenian Manajemen Pertunjukan
Makalah Kesenian Manajemen PertunjukanMakalah Kesenian Manajemen Pertunjukan
Makalah Kesenian Manajemen PertunjukanYunan Malifah
 
Makalah seni kontemporer
Makalah seni kontemporerMakalah seni kontemporer
Makalah seni kontemporerDani Ibrahim
 
Pengertian pagelaran
Pengertian pagelaranPengertian pagelaran
Pengertian pagelaransena 21
 
Coches sucios
Coches suciosCoches sucios
Coches suciosMiNiBuDa
 
A Methodology for Deriving VoIP Equipment Impairment Factors for a Mixed NB/W...
A Methodology for Deriving VoIP Equipment Impairment Factors for a Mixed NB/W...A Methodology for Deriving VoIP Equipment Impairment Factors for a Mixed NB/W...
A Methodology for Deriving VoIP Equipment Impairment Factors for a Mixed NB/W...adil raja
 
Jewelry items of Ceylon Blue Sapphire Gemstone
Jewelry items of Ceylon Blue Sapphire GemstoneJewelry items of Ceylon Blue Sapphire Gemstone
Jewelry items of Ceylon Blue Sapphire Gemstonebluesa
 
Lulu lemon final
Lulu lemon finalLulu lemon final
Lulu lemon finalfurlaren
 
Club & Band Collar shirt Assortment-BFIII
Club & Band Collar shirt Assortment-BFIIIClub & Band Collar shirt Assortment-BFIII
Club & Band Collar shirt Assortment-BFIIIBenny Flores
 
Spanish Squad Builder
Spanish Squad BuilderSpanish Squad Builder
Spanish Squad BuilderLemtheDon
 
Developing with Adobe AIR
Developing with Adobe AIRDeveloping with Adobe AIR
Developing with Adobe AIRPeter Elst
 
Holly Caldwell-Resume-LI-July 2015
Holly Caldwell-Resume-LI-July 2015Holly Caldwell-Resume-LI-July 2015
Holly Caldwell-Resume-LI-July 2015Holly Caldwell
 

Viewers also liked (17)

Makalah Kesenian Manajemen Pertunjukan
Makalah Kesenian Manajemen PertunjukanMakalah Kesenian Manajemen Pertunjukan
Makalah Kesenian Manajemen Pertunjukan
 
Makalah seni kontemporer
Makalah seni kontemporerMakalah seni kontemporer
Makalah seni kontemporer
 
Pengertian pagelaran
Pengertian pagelaranPengertian pagelaran
Pengertian pagelaran
 
Bab 11 Kelas X Seni Budaya
Bab 11 Kelas X Seni BudayaBab 11 Kelas X Seni Budaya
Bab 11 Kelas X Seni Budaya
 
Medicina legal
Medicina legalMedicina legal
Medicina legal
 
Socialización
SocializaciónSocialización
Socialización
 
RAV Gazette Notice
RAV Gazette NoticeRAV Gazette Notice
RAV Gazette Notice
 
Coches sucios
Coches suciosCoches sucios
Coches sucios
 
A Methodology for Deriving VoIP Equipment Impairment Factors for a Mixed NB/W...
A Methodology for Deriving VoIP Equipment Impairment Factors for a Mixed NB/W...A Methodology for Deriving VoIP Equipment Impairment Factors for a Mixed NB/W...
A Methodology for Deriving VoIP Equipment Impairment Factors for a Mixed NB/W...
 
Jewelry items of Ceylon Blue Sapphire Gemstone
Jewelry items of Ceylon Blue Sapphire GemstoneJewelry items of Ceylon Blue Sapphire Gemstone
Jewelry items of Ceylon Blue Sapphire Gemstone
 
Images
ImagesImages
Images
 
Lulu lemon final
Lulu lemon finalLulu lemon final
Lulu lemon final
 
Straw
StrawStraw
Straw
 
Club & Band Collar shirt Assortment-BFIII
Club & Band Collar shirt Assortment-BFIIIClub & Band Collar shirt Assortment-BFIII
Club & Band Collar shirt Assortment-BFIII
 
Spanish Squad Builder
Spanish Squad BuilderSpanish Squad Builder
Spanish Squad Builder
 
Developing with Adobe AIR
Developing with Adobe AIRDeveloping with Adobe AIR
Developing with Adobe AIR
 
Holly Caldwell-Resume-LI-July 2015
Holly Caldwell-Resume-LI-July 2015Holly Caldwell-Resume-LI-July 2015
Holly Caldwell-Resume-LI-July 2015
 

Similar to musik dalam pandangan qoidah fiqhiyah

Music dan dance dalam islam
Music dan dance dalam islamMusic dan dance dalam islam
Music dan dance dalam islamardhy nugraha
 
Seni Suara
Seni SuaraSeni Suara
Seni SuaraCik RiNa
 
Presentasi 10 hukum musik & lagu
Presentasi 10   hukum musik & laguPresentasi 10   hukum musik & lagu
Presentasi 10 hukum musik & lagumuiz zakaria
 
Hukum bermain dan mendengarkan musik dalam islam
Hukum bermain dan mendengarkan musik dalam islamHukum bermain dan mendengarkan musik dalam islam
Hukum bermain dan mendengarkan musik dalam islamTri Asih Krisna
 
Ipteks menurut pandangan islam kelompok 5 agama 2007
Ipteks menurut pandangan islam kelompok 5 agama 2007Ipteks menurut pandangan islam kelompok 5 agama 2007
Ipteks menurut pandangan islam kelompok 5 agama 2007fauziahekasafitri
 
6455285 pandangan-berlagu-dan-seumpamanya-dalam-islam
6455285 pandangan-berlagu-dan-seumpamanya-dalam-islam6455285 pandangan-berlagu-dan-seumpamanya-dalam-islam
6455285 pandangan-berlagu-dan-seumpamanya-dalam-islamAbdul Hariz King Rock
 
Ctu 281 kuliah 9 seni muzik dan nyanyian dalam islam
Ctu 281 kuliah 9 seni muzik dan nyanyian dalam islamCtu 281 kuliah 9 seni muzik dan nyanyian dalam islam
Ctu 281 kuliah 9 seni muzik dan nyanyian dalam islamSyuk Bond
 
2763969 sejarah-seni-islam-zaman-umayyah
2763969 sejarah-seni-islam-zaman-umayyah2763969 sejarah-seni-islam-zaman-umayyah
2763969 sejarah-seni-islam-zaman-umayyahAbdul Hariz King Rock
 
Hukum Mendengarkan dan Menikmati Musik
Hukum Mendengarkan dan Menikmati MusikHukum Mendengarkan dan Menikmati Musik
Hukum Mendengarkan dan Menikmati MusikOppi Ulandari
 
Sejarah Tokoh Kesenian Islam: Perkembangan Kesenian Muzik oleh al-Farabi pada...
Sejarah Tokoh Kesenian Islam: Perkembangan Kesenian Muzik oleh al-Farabi pada...Sejarah Tokoh Kesenian Islam: Perkembangan Kesenian Muzik oleh al-Farabi pada...
Sejarah Tokoh Kesenian Islam: Perkembangan Kesenian Muzik oleh al-Farabi pada...KOSPATI UKM
 
Musik yunani kuno
Musik yunani kunoMusik yunani kuno
Musik yunani kunoAdhiSuharno
 

Similar to musik dalam pandangan qoidah fiqhiyah (20)

Hukum musik
Hukum musikHukum musik
Hukum musik
 
Music dan dance dalam islam
Music dan dance dalam islamMusic dan dance dalam islam
Music dan dance dalam islam
 
Seni Suara
Seni SuaraSeni Suara
Seni Suara
 
Presentasi 10 hukum musik & lagu
Presentasi 10   hukum musik & laguPresentasi 10   hukum musik & lagu
Presentasi 10 hukum musik & lagu
 
Musik
MusikMusik
Musik
 
Hukum bermain dan mendengarkan musik dalam islam
Hukum bermain dan mendengarkan musik dalam islamHukum bermain dan mendengarkan musik dalam islam
Hukum bermain dan mendengarkan musik dalam islam
 
Ipteks menurut pandangan islam kelompok 5 agama 2007
Ipteks menurut pandangan islam kelompok 5 agama 2007Ipteks menurut pandangan islam kelompok 5 agama 2007
Ipteks menurut pandangan islam kelompok 5 agama 2007
 
6455285 pandangan-berlagu-dan-seumpamanya-dalam-islam
6455285 pandangan-berlagu-dan-seumpamanya-dalam-islam6455285 pandangan-berlagu-dan-seumpamanya-dalam-islam
6455285 pandangan-berlagu-dan-seumpamanya-dalam-islam
 
Pendidikan islam ( muzik )
Pendidikan islam ( muzik )Pendidikan islam ( muzik )
Pendidikan islam ( muzik )
 
Lagu dan muzik yang dibolehkan oleh syariat
Lagu dan muzik yang dibolehkan oleh syariatLagu dan muzik yang dibolehkan oleh syariat
Lagu dan muzik yang dibolehkan oleh syariat
 
Ctu 281 kuliah 9 seni muzik dan nyanyian dalam islam
Ctu 281 kuliah 9 seni muzik dan nyanyian dalam islamCtu 281 kuliah 9 seni muzik dan nyanyian dalam islam
Ctu 281 kuliah 9 seni muzik dan nyanyian dalam islam
 
2763969 sejarah-seni-islam-zaman-umayyah
2763969 sejarah-seni-islam-zaman-umayyah2763969 sejarah-seni-islam-zaman-umayyah
2763969 sejarah-seni-islam-zaman-umayyah
 
Hukum Mendengarkan dan Menikmati Musik
Hukum Mendengarkan dan Menikmati MusikHukum Mendengarkan dan Menikmati Musik
Hukum Mendengarkan dan Menikmati Musik
 
Sejarah Tokoh Kesenian Islam: Perkembangan Kesenian Muzik oleh al-Farabi pada...
Sejarah Tokoh Kesenian Islam: Perkembangan Kesenian Muzik oleh al-Farabi pada...Sejarah Tokoh Kesenian Islam: Perkembangan Kesenian Muzik oleh al-Farabi pada...
Sejarah Tokoh Kesenian Islam: Perkembangan Kesenian Muzik oleh al-Farabi pada...
 
Hukum muzik
Hukum muzikHukum muzik
Hukum muzik
 
Musik Asia
Musik AsiaMusik Asia
Musik Asia
 
Musik asia
Musik asia Musik asia
Musik asia
 
Seni musik
Seni musikSeni musik
Seni musik
 
Musik yunani kuno
Musik yunani kunoMusik yunani kuno
Musik yunani kuno
 
Musik
MusikMusik
Musik
 

musik dalam pandangan qoidah fiqhiyah

  • 1. BAB I PENDAHULUAN 1 A. Latar belakang Dalam kehidupan kita sering sekali mengisi telinga kita saat refreshing dari berbagai kepenatan dan kesibukan dengan alunan music, baik music aliran genre pop, dangdut,bahkan rock,. Pagelaran music pun di Negara dimana kita berada lebih di minati oleh masyarakat, bahkan music menjadi icon yang nomer wahid yang di beri apresiasi oleh berbagai kalangan melebihi karya-karya anak bangsa yang lain, tak heran banyak oknum yang memanfaatkan jasa musisi untuk jadi promoter dalam setiap acara atau agenda yang di selenggarakan. Sebagai tanggapan pertanyaan “ Bagaimana hukum alat-alat orkes (mazammirul-lahwi) yang dipergunakan untuk bersenang-senang (hiburan)? Apabila haram, apakah termasuk juga terompet perang, terompet jamaah haji, seruling penggembala dan seruling permainan anak-anak (damenan, Jawa)?”1 Dalam makalah ini akan memaparkan pandangan tentang music yang di sinkronkan dengan qo’idah fiqh yaitu “Al umur bi maqoshidiha”, pada berbagai pendapat yang bisa di jadikan tonggak ukuran dalam mengambil suatu hukum dengan menggunakan kaidah fikhiyah. B. Rumusan masalah Dalam makalah ini akan membahas tentang pandangan dan pendapat-pendapan seputar music, dengan rumusan masalah sebagai berikut : 1 Buku muktamar NU ke-1 ,21 oktober 1926 M
  • 2. 1. Pandangan-pandangan tentang music. 2. Analisa dengan kaidah “Al umur bi maqoshidiha”. BAB II PEMBAHASAN 2 A. Pandangan-pandangan tentang Musik Sebagai pandangan antara boleh atau tidak, bukan suatu masalah yang masih di panjang lebarkan, melainkan kaidah yang mengenai hal ini yang perlu di ketahui, mulai dengan pendapat-pendapat yang terkumpul yang akan di jadikan bahan analisa. Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad terdapat lafaz: “Bagaimana kalau diikuti pengantin itu oleh (orang-orang) wanita untuk bernyanyi sambil berkata dengan senada: “Kami datang kepadamu. Hormatilah kami dan kami pun menghormati kamu.Sebab kaum Anshar senang menyanyikan (lagu) tentang wanita.” Karena itu, menurut Dr Abdurrahman al Baghdadi: “Bertolak dari dasar hukum inilah maka mendengar atau memainkan alat-alat musik atau menyanyi mubah selama tidak terdapat suatu dalil syar’I yang menunjukkan bahwa pekerjaan tersebut haram atau makruh. Mengenai menyanyi atau memainkan alat musik dengan atau tanpa nyanyian, tidak terdapat satu pun nash, baik dari Al Qur’an maupun sunnah Rasul yang mengharamkannya dengan tegas. Memang ada sebagian dari para sahabat, tabiin dan ulama yang mengharamkan sebagian atau seluruhnya karena mengartikannya dari beberapa nash tertentu. Diantara mereka ada yang menyatakan bahwa hal tersebut makruh, sedangkan yang lain mengatakan hukumnya mubah.
  • 3. Adapun nash-nash (dalil-dalil) yang dijadikan alasan oleh mereka yang mengharamkan seni suara dan musik bukanlah dalil-dalil yang kuat. Sebagaimana telah disebutkan di atas, tidak ada satu dalil pun yang berbicara secara tegas dalam hal ini. Dengan demikian tidak ada seorang manusia pun yang wajib diikuti selain dari pada Rasulullah saw. Beliau sendiri tidak mengharamkannya. ..Oleh karena itu Imam Abu Bakar Ibnul Arabi (dalam Ahkamul Qur’an jilid III, hal. 1053-1054) menyatakan: “Tidak terdapat satu dalil pun di dalam Al Qur’an maupun Sunnah Rasul yang mengharamkan nyanyian. Bahkan hadits shahih (banyak yang) menunjukkan kebolehan nyanyian itu. Setiap hadits yang diriwayatkan maupun ayat yang dipergunakan untuk menunjukkan keharamannya maka ia adalah bathil dari segi sanad, bathil juga dari segi I’tiqad, baik ia bertolak dari nash maupun dari satu penakwilan.” Catatan yang perlu di ketahui dari di atas : 1. Melarang setiap nyanyian, rekaman dan tarian yang mengajak orang untuk minum arak, bergaul bebas, berpacaran, bermain cinta atau bunuh diri karena putus asa. 2. Melarang setiap nyanyian dan tarian yang disertai dengan omongan kotor dan cabul yang mengarah kepada perbuatan-perbuatan dosa atau membangkitkan birahi seksual. 3. Melarang setiap nyanyian dan tarian yang disertai dengan perbuatan-perbuatan haram, seperti minum khamr, percampuran antara lelaki dan wanita. 4. Lagu-lagu dan kaset-kaset Barat dilarang beredar dan para penyanyinya tidak diijinkan melakukan pertunjukan (show) di negeri-negeri Islam. 3
  • 4. 5. Setiap tempat pertunjukan untuk menyanyi dan menari, seperti klub malam, bar dan diskotik harus ditutup dan tidak diberi ijin membukanya oleh pemerintah. Begitu pula halnya dengan panggung-panggung terbuka. Dll. Yang menarik penulis juga menyajikan sedikit tentang sejarah musik. Menurut Dr Abdurrahman, khilafah Islam terdahulu tidak pernah melarang rakyatnya mempelajari seni suara dan musik. Mereka dibiarkan mendirikan sekolah-sekolah musik dan membangun pabrik alat-alat musik. Mereka diberikan gairah untuk mengarang buku-buku tentang seni suara, musik dan ‘tari’. Perhatian kea rah pendidikan musik telah dicurahkan sejak akhir masa Daulah Umawiyah yang kemudian dilanjutkan pada masa kekhilafahan Abbasiyah. Sehingga di berbagai kota banyak berdiri sekolah musik dengan berbagai tingkat pendidikan, mulai dari tingkat menengah sampai ke perguruan tinggi. Pabrik alat-alat musik dibangun di berbagai negeri Islam. Sejarah telah mencatat bahwa pusat pabrik pembuatan alat-alat musik yang sangat terkenal ada di kota Sevilla (Andalusia atau Spanyol). Catatan tentang kesenian umat Islam begitu banyak disebut orang. Para penemu dan pencipta alat musik Islam juga cukup banyak jumlahnya, yang muncul sejak pertengahan abad kedua hijriah, misalnya Yunus al Khatib yang meninggal tahun 135H. Khalil bin Ahmad (170H), Ibnu an Nadiem al Naushilli (235H), Hunain ibnu Ishak (264H), dan lain-lain. Bahkan dalam buku ‘Sumbangan Islam kepada Ilmu dan Kebudayaan’ (Islamic and Arab Contribution to the European Renaissance) karya Komisi Nasional Mesir untuk Unesco (Penerbit Pustaka, 1986), disebutkan tentang berbagai pengaruh peradaban Islam ini ke Eropa. Termasuk bidang seni dan musik. 4
  • 5. Dari hasil muktamar NU ke-1, 21 oktober 1926 M yang juga membahas tentang hal ini, melihat putusan muktamar sebagai berikut : Muktamar memutuskan bahwa segala macam alat-alat orkes (malahi) seperti seruling dengan segala macam jenisnya dan alat-alat orkes lainnya, kesemuanya itu haram, kecuali terompet perang, terompet jamaah haji, seruling penggembala, dan seruling permainan anak-anak dan lain-lain sebagainya yang tidak dimaksudkan dipergunakan hiburan. Keterangan dari kitab Ihya’ Ulum al-Din juz 2: فَبِهَذِهِِ الْمَعَانِي يَحْرُمُِ الْمِزْمَارُِ الْعِرَقِ يِ وَِ الْْوَْتَارُِ كُل هَا كَالْعُوْدِِ وَِ الضَّبْحِِ وَِ الرَّبَّابِِ وَِ الْبَرِيْطِِ وَِ غَيْرِهَا وَمَا عَِدَا ذَلِكَِ .فَلَيْسَِ فِي مَعْنَاهَا كَشَاهِيْ نِ ال رعَاةِِ وَِ الْحَجِيْجِِ وَِ شَاهِيْ نِ الطَّبَالِيْنَِ “Dengan pengertian ini maka haramlah seruling Irak dan seluruh peralatan musik yang menggunakan senar seperti ‘ud (potongan kayu), al-dhabh, rabbab dan barith (nama-nama peralatan musik Arab). Sedangkan yang selain itu maka tidak termasuk dalam pengertian yang diharamkan seperti bunyi suara (menyerupai) burung elang yang dilakukan para penggembala, jama’ah haji, dan suara gendering”. B. Analisa Dari pandangan Kaidah Al umur Bi Maqoshidiha Setiap perkara tidak lepas dari maksud dan tujuan atas perkara tersebut, sinergi dengan kaidah dasar fiqih Al Umur Bi maqoshidiha, dari berbagai permasalahan di atas bukan tanpa dasar tentunya kami paparkan, akan tetapi jika kembalikan pada kaidah dasar, dan berbagai motif dan tujuan, kami memandang dari hadits yang di riwayatkan At-turmudzi maka kami menarik poin : الة اللهو. يراد بها الالة المضروبة وحكمها يدور مع علتها, وهي علي ثلاثة اقسام : قسم يجلب الفضيلة آما يضرب لتشجيع الجنود عند الحرب فحكمه سنة, وقسم يضرب للغو فقط )لايجلب شيئا من الفضيلة ولا الرذيلة( فحكمه مكروه لقوله ضلى الله عليه وسلم من حسن اسلام المرء ما لا يعنيه )رواه الترمذ ىّ عن ابي هريرة(و و 5 .قسم مجلب المعصية فحكمه حرام
  • 6. Alatul Malahi yang di maksud adalah alat bunyi-bunyian (musik) dan hukumnya berkisar kepada illatnya (sebabnya). Dan ia ada 3 macam : a. Menarik kepada keutamaan seperti menarik kepada keberanian di medan peperangan, hukumnya sunat. b. Untuk main-main belaka (tak mendatangkan apa-apa) hukumnya makruh, menilik hadits :”Termasuk kesempurnaan seseorang ialah meninggalkan barang yang tak berarti”. (hadits ini di riwayatkan oleh Tirmidzi dari Abu Hurairah). c. Menarik kepada ma’siyat hukumnya haram dan shohibul ihya’ menjelaskan dalam ihya’nya, yang di jadikan dasar muktamar NU ke-1 : فَبِهَذِهِِ الْمَعَانِي يَحْرُمُِ الْمِزْمَارُِ الْعِرَقِ يِ وَِ الْْوَْتَارُِ كُل هَا كَالْعُوْدِِ وَِ الضَّبْحِِ وَِ الرَّبَّابِِ وَِ الْبَرِيْطِِ وَِ غَيْرِهَا وَمَا عَِدَا ذَلِكَِ .فَلَيْسَِ فِي مَعْنَاهَا كَشَاهِيْ نِ ال رعَاةِِ وَِ الْحَجِيْجِِ وَِ شَاهِيْ نِ الطَّبَالِيْنَِ “Dengan pengertian ini maka haramlah seruling Irak dan seluruh peralatan musik yang menggunakan senar seperti ‘ud (potongan kayu), al-dhabh, rabbab dan barith (nama-nama peralatan musik Arab). Sedangkan yang selain itu maka tidak termasuk dalam pengertian yang diharamkan seperti bunyi suara (menyerupai) burung elang yang dilakukan para penggembala, jama’ah haji, dan suara gendering”. Kami memandang tidak bisa semata-mata memutuskan dengan semata-mata memutuskan dari satu sudut pandang, bahwa tidak bisa di pungkiri kaidah yang mendasari, taklepas dari tujuan, seperti pentafsilan di atas. 6
  • 7. BAB III PENUTUP 7 Penutup Bila kita memperhatikan semua ini maka insya Allah akan semakin mantaplah dan pandangan kita. Bertambahnya kiat kita untuk mempelajari suatu perkara tidak hanya dari satu sudut pandang dan untuk terus membaca, tumbuh keinginan untuk mengkaji lebih dalam yang merupakan maksud dari diturunkannya Al-Qur’an serta keinginan untuk menerapkan hukum-hukum yang terkandung didalamnya, bahwa memang Allah menciptakan manusia berbeda-beda. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa menunjuki kita dengan Al- Qur’an dan menjadikan kita sebagai ahli Al-Qur’an, diberi kemudahan untuk selalu membacanya, mengkajinya, mengamamalkannya dan mengajarkannya
  • 8. DAFTAR PUSTAKA Abu Bakar Ibnul Arabi (dalam Ahkamul Qur’an jilid III, hal. 1053-1054) 8 Ihya’ lumuddin jilid II, al imam ghozali, Muktamar NU ke-1, 21 oktober 1926 M ‘Sumbangan Islam kepada Ilmu dan Kebudayaan’ (Islamic and Arab Contribution to the European Renaissance) karya Komisi Nasional Mesir untuk Unesco (Penerbit Pustaka, 1986),