Pertemuan5

277 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
277
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
16
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pertemuan5

  1. 1. SUBNET DAN KONSEP ROUTINGPage  1
  2. 2. SAEFUL ABRAR SOFYAN PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA DAN KOMPUTERPage  2
  3. 3. A. Subnet B. Cara Mudah Mengatur Pembagian IP C. Konsep RoutingPage  3
  4. 4. A. Subnet a) Classless Inter-Domain Routing (CIDR) b) Variable Length Subnet Mask (VLSM)Page  4
  5. 5. A. Subnet☺Konsep subnetting dari IP Address merupakan teknik yang umum digunakan di Internet untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan penggunaan IP Address.☺Subnetting merupakan proses memecah satu kelas IP Address menjadi beberapa subnet dengan jumlah host yang lebih sedikit, dan untuk menentukan batas network ID dalam suatu subnet, digunakan subnet mask.Page  5
  6. 6. A. Subnet Satu physical network dengan host yang banyakPage  6
  7. 7. A. Subnet Subnetting secara fisik :Page  7
  8. 8. A. Subnet a) Classless Inter-Domain Routing (CIDR)Page  8
  9. 9. Sample Slide  Bullet Points A. Subnet a) Classless Inter-Domain Routing (CIDR) ☺Merupakan konsep baru untuk mengembangkan Supernetting dengan Classless Inter- Domain Routing. ☺ CIDR menghindari cara pemberian IP Address tradisional menggunakan klas A, B dan C. ☺CIDR menggunakan “network prefix” dengan panjang tertentu.Page  9
  10. 10. Sample Slide  Bullet Points A. Subnet a) Classless Inter-Domain Routing (CIDR)Seperti contoh, jika satu blok IP address (202.91.8/26) dialokasikan untuksejumlah host (komputer) yang akan dibagi dalam beberapa jaringan(subnet), maka setiap bagian (segmen/subnet) akan menerima porsi IPaddress yang sama satu sama lain. • Subnet 1 = 62 host – network address = 202.91.8.0/26 • Subnet 2 = 62 host – network address = 202.91.8.64/26 • Subnet 3 = 62 host – network address = 202.91.8.128/26 • Subnet 4 = 62 host – network address = 202.91.8.192/26 • Subnet Mask = 255.255.255.192Page  10
  11. 11. Sample Slide  Bullet Points A. Subnet a) Classless Inter-Domain Routing (CIDR)Bila salah satu subnet masih ingin memecah jaringannya menjadi beberapabagian, misal subnet 4 masih akan dibagi menjadi 2 jaringan (subnet),maka 62 IP yang sebelumnya akan dialokasikan buat host subnet 4 akandipecah menjadi 2 subnet lagi dengan jumlah host yang sama. • Subnet 4 = 30 host – network address = 202.91.8.192/27 • Subnet 5 = 30 host – network address = 202.91.8.224/27 • Subnet Mask = 255.255.255.224Page  11
  12. 12. A. Subnet b) Variable Length Subnet Mask (VLSM)Page  12
  13. 13. Sample Slide  Bullet Points A. Subnet b) Variable Length Subnet Mask (VLSM)☺VLSM menggunakan metode yang berbeda, yakni dengan memberikan suatu network address lebih dari satu subnetmask.☺CIDR dan metode VLSM mirip satu sama lain, yaitu blok network address dapat dibagi lebih lanjut menjadi sejumlah blok IP address yang lebih kecil.☺Jika kita ingin membuat jaringan dengan subnet berukuran berbeda, RIP versi 1 tidak dapat digunakan. Alokasi IP dengan subnet yang besarnya berbeda-beda sesuai kebutuhan ini disebut sebagai VLSM (Variable Lenght Subnet Mask). VLSM dapat menghasilkan alokasi IP yang lebih efisien.Page  13
  14. 14. Sample Slide  Bullet Points A. Subnet b) Variable Length Subnet Mask (VLSM) Contoh : Satu blok IP address (169.254.0.0/20) dibagi menjadi 16 :  Subnet 1 = 4094 host – Net address = 169.254.0.0/20  Subnet 2 = 4094 host – Net address = 169.254.16.0/20  Subnet 3 = 4094 host – Net address = 169.254.32.0/20  Subnet 4 = 4094 host – Net address = 169.254.64.0/20 …  Subnet 16= 4094 host – Net address = 169.254.240.0/20  Subnet Mask = 255.255.240.0Page  14
  15. 15. Sample Slide  Bullet Points A. Subnet b) Variable Length Subnet Mask (VLSM) Berikutnya Subnet 2 akan dipecah menjadi 16 subnet lagi yang lebih kecil :  Subnet 2.1 = 254 host – Net address = 169.254.16.0/24  Subnet 2.2 = 254 host – Net address = 169.254.17.0/24  Subnet 2.3 = 254 host – Net address = 169.254.18.0/24 …  Subnet 2.16 = 254 host – Net address = 169.254.31.0/24  Subnet Mask = 255.255.255.0Page  15
  16. 16. Sample Slide  Bullet Points A. Subnet b) Variable Length Subnet Mask (VLSM)Bila subnet 2.1 akan dipecah lagi menjadi beberapa subnet, misal 4subnet, maka: Subnet 2.1.1 = 62 host – Net address = 169.254.16.0/26 Subnet2.1.2 = 62 host – Net address = 169.254.16.64/26 Subnet2.1.3 = 62 host – Net address = 169.254.16.128/26 Subnet2.1.4 = 62 host – Net address = 169.254.16.192/26 Subnet Mask = 255.255.255.192Terlihat kalau pada Subnet 2 (Net address 169.254.16.0) dapatmemecah jaringannya menjadi beberapa subnet lagi denganmengganti Subnetmask-nya menjadi: 255.255.240.0, 255.255.255.0 dan255.255.255.192.Page  16
  17. 17. Sample Slide  Bullet Points A. Subnet b) Variable Length Subnet Mask (VLSM)Untuk membuat subnet dengan cara menghitung denganmempergunakan rumus : Jumlah Host per Network = 2n – 2Dimana n adalah jumlah bit tersisa yang belum diselubungi,misal Network Prefix /10, maka bit tersisa (n) adalah 32 –10 = 22 222 – 2 = 4194302Sedangkan untuk mencari : Jumlah Subnet = 2NDimana N adalah jumlah bit yang dipergunakan (diselubungi)atau,N = Network Prefix – 8Contoh : bila network prefix /10, maka N = 10 – 8 = 2  22 = 4Page  17
  18. 18. B. Cara Mudah Mengatur PembagianPage  18
  19. 19. Sample Slide  Bullet Points Mengatur B. Cara Mudah Pembagian IPBerikut ini contoh bila anda mendapatkan IP Address 202.152.16.12 dananda harus membaginya menjadi beberapa IP dalam sebuah jaringandengan jumlah komputer maksimal 62 buah. Kita harus menentukannetmask yang akan digunakan. Kita bisa membuat perkiraan sementara.Kalau memakai network prefix/24(255.255.255.0) maka maksimal komputerdalam jaringan adalah 254 host. Kita bisa mencoba CIDR/25, /26 atau /27. Dengan network prefix /25 kita memperoleh Hosts/Net = 126 Dengan network prefix /26 kita memperoleh Hosts/Net = 62 Dengan network prefix /27 kita memperoleh Hosts/Net = 30Page  19
  20. 20. Sample Slide  Bullet Points Mengatur B. Cara Mudah Pembagian IPAnda dapat mencoba langsung dengan mengetikkan alamat :http://jodies.de/ipcalc?host=202.152.16.12&mask1=26&mask2= di URLbrowser anda.Hasilnya akan terlihat seperti berikut :Address: 202.152.16.12 11001010.10011000.00010000.00 001100Netmask: 255.255.255.192 11111111.11111111.11111111.11 000000Wildcard: 0.0.0.63 00000000.00000000.00000000.00 111111=>Network: 202.152.16.0/26 11001010.10011000.00010000.00 000000(Class C)Broadcast: 202.152.16.63 11001010.10011000.00010000.00 111111HostMin: 202.152.16.1 11001010.10011000.00010000.00 000001HostMax: 202.152.16.62 11001010.10011000.00010000.00 111110Hosts/Net: 62Page  20
  21. 21. Sample Slide  Bullet Points Mengatur B. Cara Mudah Pembagian IPTampilan websites IP Calculate Page  21
  22. 22. Sample Slide  Bullet Points Mengatur B. Cara Mudah Pembagian IPJika IP Address untuk seluruh LAN yang terintegrasi telahdidesain dengan benar dan routing protocol dijalankan denganbaik, maka yang akan terjadi adalah dynamic routing, di manajaringan dapat secara otomatis mengkonfigurasikan routingdan topologinya sendiri secara otomatis. Artinya jika adajaringan atau host baru yang masuk ke dalam jaringan kita,maka secara otomatis jaringan akan dapat mengidentifikasidan melakukan routing ke host atau network tersebut.Page  22
  23. 23. C. Konsep Routing 1 Mengapa Perlu Router 2 Lebih jauh Tentang Routing 3 Routing Statik dan Dinamik 4 Interior Routing Protocol 5 RIF vs. OSPFPage  23
  24. 24. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 1. Mengapa Perlu Router☺ Fungsi router: secara mudah dapat dikatakan, menghubungkan dua buah jaringan yang berbeda.☺ Router sering dipakai untuk menghubungkan jaringan antar lembaga atau perusahaan yang masing-masing telah memiliki jaringan dengan Network ID yang berbeda.☺ Contoh: ketika sebuah perusahaan akan terhubung ke internet. Maka router akan berfungsi mengalirkan paket data dari perusahaan tersebut ke lembaga lain melalui internet, sudah barang tentu nomor jaringan perusahaan itu akan bereda dengan perusahaaan yang dituju.Page  24
  25. 25. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 1. Mengapa Perlu Router Contoh kasus:  Host X  128.1.1.1 (IP Kelas B network id 128.1.x.x)  Host Y  128.1.1.7 (IP kelas B network id 128.1.x.x)  Host Z  128.2.2.1 (IP kelas B network id 128.2.x.x) Pada kasus di atas, host X dan host Y dapat berkomunikasi langsung tetapi baik host X maupun Y tidak dapat berkomunikasi dengan host Z, karena mereka memiliki Network Id yang berbeda. Bagaimana supaya Z dapat berkomunikasi dengan X dan Y ? gunakan routerPage  25
  26. 26. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 2. Lebih jauh Tentang Routing ☺ Router menjadi perangkat yang melakukan fungsi meneruskan datagram IP pada network layer. ☺ Router memiliki lebih dari satu network interface card (NIC) dan dapat meneruskan datagram dari satu NIC ke NIC yang lain. ☺ Untuk setiap datagram yang diterima, router memeriksa apakah datagram tersebut memang ditujukan kepada dirinya. ☺ Sebuah router juga dapat memberitahu bahwa dirinya bukan router terbaik ke suatu tujuan, dan menyarankan menggunakan router lain.Page  26
  27. 27. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 3. Routing Statik dan Dinamik ☺ Routing merupakan suatu proses pemilihan jalur yang akan dilalui oleh traffic data pada jaringan komunikasi data. ☺ Router berfungsi menghubungkan dua buah jaringan yang berbeda ☺ Router sering dipakai untuk menghubungkan jaringan antarlembaga atau perusahaan yang masing-masing memiliki jaringan dengan Network ID yang berbeda.Page  27
  28. 28. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 3. Routing Statik dan Dinamik routing praktis datagram antar networkPage  28
  29. 29. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 3. Routing Statik dan Dinamik Mekanisme koordinasi routing dapat dibagi menjadi dua, yaitu: Routing Statik dan Routing Dinamik. a. Routing Statik  Routing statik adalah pengaturan routing paling sederhana yang dapat dilakukan pada jaringan komputer.  Menggunakan routing statik dalam sebuah jaringan berarti mengisi setiap entri dalam forwarding table di setiap router yang berada di jaringan tersebut.  Ketentuan dari router statik ini adalah mengisi setiap entry dalam forwarding table disetiap router yang berada di jaringan tersebut secara manual.Page  29
  30. 30. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 3. Routing Statik dan DinamikKelebihan Routing StatikEfisiensi resource router karena tidak perlu update tablerouting sehingga lebih aman karena pengiriman paket dataakan langsung dikirimkan ke tujuannya.Kekurangan Routing StatikTidak efektif dalam hal memasukkan data ke table routingsehingga jaringan terbatas dan sering terjadi human errorpada saat memasukkan data ke table routing.Page  30
  31. 31. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 3. Routing Statik dan DinamikContoh sederhana dari routing staticPage  31
  32. 32. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 3. Routing Statik dan Dinamik Cara kerja routing statis dapat dibagi menjadi 3 bagian:  Administrator jaringan yang mengkonfigurasi router.  Router melakukan routing berdasarkan informasi dalam tabel routing.  Routing statis digunakan untuk melewatkan paket data.Page  32
  33. 33. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 3. Routing Statik dan Dinamik contoh perintah ip routePage  33
  34. 34. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 3. Routing Statik dan Dinamik menentukan outgoing interfacePage  34
  35. 35. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 3. Routing Statik dan Dinamik menentukan next-hop IP addressPage  35
  36. 36. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 3. Routing Statik dan Dinamik penggunaan interface local sebagai gatewayPage  36
  37. 37. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 3. Routing Statik dan DinamikKonfigurasi routing statis: Langkah 1 – tentukan dahulu prefix jaringan, subnet mask dan address. Address bias saja interface local atau next hop address yang menuju tujuan. Langkah 2 – masuk ke mode global configuration. Langkah 3 – ketik perintah ip route dengan prefix dam mask yang diikuti dengan address seperti yang sudah ditentukan di langkah 1. Langkah 4 – ulangi langkah 3 untuk semua jaringan yang dituju yang telah ditentukan pada langkah 1. Langkah 5 – keluar dai mode global configuration. Langkah 6 – gunakan perintah copy running-config startup-config untuk menyimpan konfigurasi yang sedang aktif ke NVRAM.Page  37
  38. 38. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 3. Routing Statik dan Dinamik konfigurasi sederhana dengan 3 routerPage  38
  39. 39. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 3. Routing Statik dan Dinamik penggunaan next-hopPage  39
  40. 40. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 3. Routing Statik dan DinamikSimulasi Routing StatikPage  40
  41. 41. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 3. Routing Statik dan DinamikJaringan yang tidak terhubung langsung :Page  41
  42. 42. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 3. Routing Statik dan DinamikLangkah troubleshooting dengan perintah show ip route :Page  42
  43. 43. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 3. Routing Statik dan DinamikTroubleshooting konfigurasi routing statis :Page  43
  44. 44. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 3. Routing Statik dan Dinamik b. Routing dinamik ☺ Adalah cara yang digunakan untuk melepaskan kewajiban mengisi entri-entri forwarding table secara manual. ☺ Routing dinamik adalah proses pengisian data routing di table routing secara otomatis.Page  44
  45. 45. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 3. Routing Statik dan DinamikKelebihan dari routing dinamik banyak cara/protokol untuk merutekan paket datanya, coverage jaringan yang lebih luas, perubahan data table routing secara otomatis, tidak memerlukan admin unutk memanajemen table routing.Kekurangan dari routing dinamik membutuhkan resource router yang tinggi, menggunakan bandwidth pada jaringan untuk updating routing table antar router.Page  45
  46. 46. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 3. Routing Statik dan DinamikBerdasarkan jenis protokolnya, routing dinamik ada lima yaitu: RIPv1 dan RIPv2 (Routing Information Protocol) EIGRP/IGRP (Enhanced/Interior Gateway Routing Protocol) OSPF (Open Shortest Path First) IS-IS (Intermediate System – to – Intermediate System) BGP (Border Gateway Protocol)Page  46
  47. 47. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 3. Routing Statik dan DinamikContoh sederhana dari routing dinamik :Page  47
  48. 48. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 4 Interior Routing Protocol interior routing protocol digunakan dalam sebuah network yang dinamakan autonomus systems (AS) Interior routing protocol mempunyai beberapa macam implemantasi protokol, yaitu: a. RIP (Routing Information Protocol) b. OSPF (Open Shortest Path First) c. IGRP(Interior Gateway Routing Protocol) d. EIGRPPage  48
  49. 49. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 4 Interior Routing Protocol a. RIP (Routing Information Protocol)  Merupakan protokol routing yang paling umum dijumpai karena biasanya sudah included dalam sebuah sistem operasi, biasanya unix atau novell. RIP memakai metode distance-vector algoritma  RIP hanya bisa menangani 15 hop, jika lebih maka host tujuan dianggap tidak dapat dijangkau.  Ada tiga versi dari Informasi Routing Protocol: RIPv1, RIPv2, dan RIPng.Page  49
  50. 50. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 4 Interior Routing ProtocolKarakteristik RIP : Mendukung jaringan Point to point, point to multipoint dan jaringan multiakses RIP adalah protocol yang menggunakan algoritma distance vector RIP v 1, Setiap host yang menjalankan RIP v1 ini, memiliki tabel routing yang setidaknya berisi : IP Address tujuan, metrik yang menunjukkan biaya total tujuan, ip address router yang akan dilalui, suatu tanda perubahan route. RIP menggunakan protokol DP pada port 520 untuk mengirimkan informasi routing antar routerPage  50
  51. 51. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 4 Interior Routing Protocol KELEBIHAN RIP :  RIP memakai metode distance -vector algoritma.  Algoritma ini bekerja dengan menambahkan satu angka met rik kepada ruting apabila melewati satu gateway.  Satu kali data melewati satu gateway maka angka metriknya bertambah satu ( atau dengan kata lain naik satu hop ).Page  51
  52. 52. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 4 Interior Routing ProtocolKELEMAHAN RIP : RIP hanya bisa menangani 15 hop, jika lebih maka host tujuan dianggaptidak dapat dijangkau. Selain itu RIP juga mempunyai kekurangan dalam hal network masking. Namun kabar baiknya, implementasi RIP tidak terlalu sulit ika dibandingkan dengan OSPFPage  52
  53. 53. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 4 Interior Routing Protocolb. OSPF (Open Shortest Path First)  Merupakan protokol routing yang kompleks dan memakan resource komputer  OSPF merupakan sebuah routing protokol berjenis IGP yang hanya dapat bekerja dalam jaringan internal suatu ogranisasi atau perusahaan.  OSPF juga merupakan routing protokol yang berstandar terbuka.  kelebihan utama dari protocol ini adalah dapat dengan cepat mendeteksi perubahan dan mejadikan routing kembali konvergen dalam waktu singkat dengan sedikit pertukaran data.Page  53
  54. 54. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 4 Interior Routing Protocol Perintah-perintah OSPF :  Router(config)#router OSPF [process id]  Router(config-router)#network network id wildcard mask area number  Router(config-if)#ip OSPF priority [0-255] à bandwidth link  Router(config-if)#IP OSPF cost [1-65535]  Rouer(config-if)##bandwidth [1-10.000.000] –> kbpsPage  54
  55. 55. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 4 Interior Routing Protocolc. IGRP(Interior Gateway Routing Protocol)  Protokol yang dibuat oleh vendor Cisco.  IGRP merupakan distance vector IGP  Kunci disain jaringan IGRP adalah: -Secara otomatis dapat menangani topologi yang komplek -Kemampuan ke segmen dengan bandwidth dan delay yang berbeda -Skalabilitas untuk fungsi jaringan yang besar  IGRP menggunakan bandwidth dan delay sebagai metric.Page  55
  56. 56. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 4 Interior Routing Protocolfitur-fitur IGRP :Page  56
  57. 57. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 4 Interior Routing Protocol Metric-metric dalam IGRP:  Bandwidth – bandwidth yang terkecil dalam jalur  Delay – delay kumulatif sepanjang jalur  Reliability – tingkat kepercayaan link ke tujuan ditentukan dengan pertukaran keeplives  Load – beban dari link ke tujuan yang didasarkan atas bit per secondPage  57
  58. 58. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 4 Interior Routing ProtocolJalur-jalur IGRP (jalur interior, sistem, dan eksterior )Page  58
  59. 59. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 4 Interior Routing Protocol Skalabilitas fitur-fitur di IGRP IGRP didisain untuk 3 skalabilitas:  Holddown  Split Horizon  Poison reverse updatePage  59
  60. 60. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 4 Interior Routing Protocol d. EIGRP  Routing protocol yang hanya diadopsi oleh router cisco atau sering disebut sebagai proprietary protocol pada cisco,  EIGRP melakukan konvergensi secara tepat ketika menghindari loop  EIGRP menggunakan formula berbasis bandwidth dan delay untuk menghitung metric yang sesuai d engan suatu rute  EIGRP tidak melakukan perhitungan-perhitungan rute seperti yang dilakukan oleh protocol link state.Page  60
  61. 61. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 4 Interior Routing Protocol KELEBIHAN EIGRP :  Satu-satunya protokol routing yangmenggunakan route backup.  Mudah dikonfigurasi semudah RIP.  Summarization dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Pada OSPF summarization hanya bisa dilakukan di ABR dan ASBR.  EIGRP satu-satunya yang dapat melakukan unequal load balancing.  Kombinasi terbaik dari protokol distance vector dan link state.  Mendukung multiple protokol network (IP, IPX, dan lain -lain).Page  61
  62. 62. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 4 Interior Routing Protocol KELEMAHAN EIGRP :  Kelemahan utama EIGRP adalah protocol Cisco - propritary,sehingga jika diterapkan pada jaringan multivendor diperlukan suatu fungsi yang disebut route redistribution.  Fungsi ini akan menangani proses pertukaran rute router di antara dua protocol link state (OSPF dan EIGRP).Page  62
  63. 63. Sample Slide  Bullet PointsC. Konsep Routing 5. RIF vs. OSPF  .Protokol RIP sangat sederhana dan mudah diimplementasikan tetapi dapat menimbulkan routing loop.  Protokol OSPF merupakan protokol yang lebih rumit dan lebih baik daripada RIP tetapi membutuhkan memori dan waktu CPU yang besar.  Semakin besar jaringan, bandwidth yang digunakan RIP bertambah besar pula.  Jadi jika anda sedang mendesain jaringan TCP/IP yang besar tentu OSPF merupakan pilihan protokol routing yang tepat.Page  63
  64. 64. Page  64

×