Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Kementerian Keuangan RI
Inspektorat Jenderal
Tim Pembimbingan dan Konsultasi Manajemen Risiko Kementerian Keuangan
Inspekt...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Agenda
 PMK NOMOR 191/PMK.09/2008
Tentang Penerapan Manajemen Risik...
Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, KesempurnaanIntegritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
PASAL 2
PERMENKEU
191/PMK.09/08
PASAL 1
PASAL 3-5
PASAL 6-7
PASAL 10...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Definisi Manajemen Risiko dan Risiko
Pasal 1 PMK 191
Manajemen Risik...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Keharusan Penerapan Manajemen Risiko
Pasal 2 PMK 191
Unit Eselon I
h...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Tingkatan Pengendalian
Pasal 3 s.d. 5 PMK 191 + Pedoman Umum
Pengend...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
KOMITE MANAJEMEN RISIKO
1. Pejabat Eselon I
2. Satu orang pejabat Es...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
KOMITE MANAJEMEN RISIKO
Tugas
Melakukan pengawasan,
menetapkan kebij...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
KOMITE MANAJEMEN RISIKO
Mekanisme
Koordinasi
 pertemuan tatap
muka ...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
KETUA MANAJEMEN RISIKO
 menjalankan kepemimpinan dan menetapkan ara...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
 mengembangkan kebijakan dan implementasi
operasional MR di Unit Es...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
UNIT PEMILIK RISIKO
Pemilik Risiko
Tugas &Tanggung Jawab
 memastika...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
UNIT PEMILIK RISIKO
Koordinator MR
Tugas dan Tanggung Jawab
 Memaha...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
UNIT PEMILIK RISIKO
Administrator MR
Tugas dan Tanggung Jawab
menata...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Kebijakan Skala Risiko
rendah sedang tinggi
KEMUNGKINAN
KONSEKUENSI
...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
SELERA RISIKO
17
rendah sedang tinggi
KEMUNGKINAN
KONSEKUENSI
rendah...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Penilaian Proses MR
18
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Risk Maturity Level
Bab III Pedoman Pelaksanaan
RISKNAIVE
RISKAWARE
...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Elemen
Level 1
Risk Naive
Level 2
Risk Aware
Level 3
Risk Defined
Le...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Elemen
Level 1
Risk Naive
Level 2
Risk Aware
Level 3
Risk Defined
Le...
Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, KesempurnaanIntegritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Proses Manajemen Risiko
23
Kementerian Keuangan RI
Inspektorat Jenderal
PROSES MANAJEMEN RISIKO:
Penetapan konteks
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
KONTEKS...dalam RM...
WHAT IS IT?
Pernyataan yang jelas mengenai tuj...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
PERMENKEU
191/PMK.09/08
Tujuan Penetapan Konteks
 Mengidentifikasi ...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Penyusunan Konteks...rules...
Konteks secara umum menjadi landasan ...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
SELERA RISIKO
rendah sedang tinggi
KEMUNGKINAN
KONSEKUENSI
rendahsed...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
1. Informasi umum
2. Tujuan organisasi
3. Internal stakeholder
4. Ek...
Kementerian Keuangan RI
Inspektorat Jenderal
PROSES MANAJEMEN RISIKO:
IDENTIFIKASI RISIKO
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Definisi Identifikasi Risiko
Kegiatan untuk mencari dan mendaftar ri...
32
Sumber Informasi
Pengalaman (internal & eksternal)
Pendapat ahli
Lost event database
Laporan Hasil Audit
Dokumen Perenc...
Cara Identifikasi Risiko
Wawancara terstruktur
Survei & Kuesioner
Focus Group Discussion
Check List
Benchmarking
33
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Kejadian (Risk Event)
Output : Risk Statement (inti risiko / nama ri...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Penyebab Terjadinya Risiko
Segala hal (man, money, material, method,...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Dampak Risiko
Dampak negatif organisasi akibat suatu risiko
Harus te...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Waktu Terjadinya Risiko
Menunjukkan waktu terjadinya suatu risiko da...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Kategori Risiko
FRAUD
• Disebabkan oleh adanya tindak kecurangan
STR...
Kementerian Keuangan RI
Inspektorat Jenderal
PROSES MANAJEMEN RISIKO:
ANALISIS RISIKO
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Definisi Analisis risiko
Upaya untuk memahami risiko dengan
lebih me...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Guidance in Risk Analysis
Analisis risiko seyogyanya dilakukan bersa...
Kaidah Analisis Risiko
RISIKO ADALAH SEGALA SESUATU KEJADIAN YANG BERPOTENSI
UNTUK MENGHAMBAT, MENUNDA ATAU MENGGAGALKAN
P...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Level Frekuensi
FREQUENCY = PROBABILITY = LIKELIHOOD
Kemungkinan sua...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Level Konsekuensi
CONSEQUENCY = IMPACT
Menunjukkan efek atau akibat ...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
KRITERIA RISIKO
 Kriteria risiko merupakan suatu ukuran yang menjad...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
KRITERIA RISIKO
 Kriteria risiko terdiri dari:
 Kriteria konsekuen...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Sistem Pengendalian
Merupakan alat pengaman (kontrol) terhadap
suatu...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Contoh Analisis Risiko
Contoh:
Risiko “A” memiliki kompo -
sisi seba...
Kementerian Keuangan RI
Inspektorat Jenderal
PROSES MANAJEMEN RISIKO:
EVALUASI RISIKO
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Evaluasi risiko
Upaya untuk menentukan signifikansi setiap
risiko, d...
Pertimbangan dalam Evaluasi Risiko
• Selera risiko
• Karakteristik suatu organisasi dalam
menyikapi suatu risiko
Risk Appe...
Kaidah Prioritisasi Risiko
LEVEL RISIKOLEVEL KONSEKUENSIKATEGORI RISIKOLEVEL FREKUENSISUBJECTIVE JUDGEMENT
TINGGI
SEDANG
R...
Kementerian Keuangan RI
Inspektorat Jenderal
PROSES MANAJEMEN RISIKO:
PENANGANAN RISIKO
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Penanganan risiko
Kegiatan untuk menyusun rencana penanganan
(mitiga...
Opsi Penanganan Risiko
Mengurangi Kemungkinan Terjadinya Risiko
Menurunkan dampak Risiko
Menerima Risiko
Menghindari Risik...
Apakah semua risiko ditangani...?
Tujuan mitigasi risiko adalah menurunkan level risiko.
Tidak semua risiko dimitigasi.
Mi...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Risiko Residual
INHERENT RISK
RESIDUAL RISK AFTER CONTROL
RESIDUAL R...
Kementerian Keuangan RI
Inspektorat Jenderal
PROSES MANAJEMEN RISIKO:
Monitoring dan reviu
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Konsep Dasar
PMK-191 tahun 2008 Pasal 7 ayat (6):
Monitoring dan Rev...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Jenis Monitoring
60
• Monitoring secara Terus Menerus (On Going)
Ter...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
61
Periode Proses MR
1 Januari 2013 1 Januari 2014
Time Horizon
(6 b...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Metodologi
Monitoring dan Reviu risiko ditujukan untuk
terutama mend...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Metodologi
63
• Monitoring penanganan risiko dapat dilakukan atas
ke...
Kementerian Keuangan RI
Inspektorat Jenderal
PROSES MANAJEMEN RISIKO:
Komunikasi dan pelaporan
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Konsep Dasar
PMK-191 tahun 2008 Pasal 7 ayat (7):
Komunikasi dan kon...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Implementasi
Tanggung Jawab Pelaksanaan
66
Lampiran II PMK-191/2008 ...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Implementasi
Tahapan Pelaksanaan
67
Lampiran II PMK-191/2008 - Bab V...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Dokumentasi Proses MR
• Formulir 1 : Form 1.0 Piagam Manajemen Risik...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Implementasi
Pelaporan
69
• Pelaporan merupakan proses komunikasi at...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Implementasi
Pelaporan
70
Lampiran II PMK-191/2008 - Bab VI huruf D:...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Implementasi
Pelaporan
71
Kompilasi
Laporan Profil dan
Peta Risiko
L...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence
Implementasi
Jenis Laporan
72
– Laporan Profil dan Peta Risiko
Deskr...
Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence 73
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Manajemen risiko di kementerian keuangan

7,710 views

Published on

Published in: Government & Nonprofit
  • Be the first to comment

Manajemen risiko di kementerian keuangan

  1. 1. Kementerian Keuangan RI Inspektorat Jenderal Tim Pembimbingan dan Konsultasi Manajemen Risiko Kementerian Keuangan Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan Gedung Juanda II Lantai 7, Jl. Dr. Wahidin No. 1 Jakarta – Telp. 021-385 3855 MANAJEMEN RISIKO KEMENTERIAN KEUANGAN Disampaikan Oleh: Sujahto Ramang, Ak., M.Ak.
  2. 2. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Agenda  PMK NOMOR 191/PMK.09/2008 Tentang Penerapan Manajemen Risiko di Lingkungan Departemen Keuangan  PROSES MANAJEMEN RISIKO
  3. 3. Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, KesempurnaanIntegritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan PMK NOMOR 191/PMK.09/2008 Tentang Penerapan Manajemen Risiko di Lingkungan Departemen Keuangan Tim Pembimbingan dan Konsultasi Manajemen Risiko Inspektorat VII Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan Gedung Djuanda II Lantai VII, Jalan DR. Wahidin Nomor I, Jakarta 10710 Telepon (021)3853855; faksimile (021)3853855; E-mail: rm_itjen@gmail.com www.itjen.depkeu.go.id
  4. 4. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence PASAL 2 PERMENKEU 191/PMK.09/08 PASAL 1 PASAL 3-5 PASAL 6-7 PASAL 10 PASAL 9 PASAL 8 DEFINISI KEHARUSAN PENERAPAN DAN PENGEMBANGAN MR PENGENDALIAN KEBIJAKAN & OPERASIONAL PROSES MANAJEMEN RISIKO PEDOMAN UMUM & PELAKSANAAN KONSULTASI & PEMBIMBINGAN  CORM MULAI BERLAKU 24 SEPT 2008 PMK NO. 191/PMK.09/2008 Tentang Manajemen Risiko di Lingkungan Kemenkeu 4
  5. 5. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Definisi Manajemen Risiko dan Risiko Pasal 1 PMK 191 Manajemen Risiko Risiko • pendekatan sistematis • menentukan tindakan terbaik segala sesuatu kemungkinan dampak negatif tujuan KETIDAKPASTIAN 5
  6. 6. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Keharusan Penerapan Manajemen Risiko Pasal 2 PMK 191 Unit Eselon I harus menerapkan & mengembangkan manajemen risiko Unit Eselon II Unit Pemilik Risiko Pemimpin Eselon II Pemilik Risiko 6
  7. 7. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Tingkatan Pengendalian Pasal 3 s.d. 5 PMK 191 + Pedoman Umum Pengendalian tingkat kebijakan Pengendalian tingkat operasional Komite Manajemen Risiko Ketua: Pejabat eselon I Pejabat eselon II Pejabat eselon II Unit Pemilik Risiko ( Unit eselon II) Pemilik Risiko: Pejabat eselon II Koordinator: Pejabat eselon III Administrator: Pejabat eselon IV Ketua Manajemen Risiko Fungsi koordinasi UPR Penerapan & pengembangan Manajemen Risiko 7
  8. 8. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence KOMITE MANAJEMEN RISIKO 1. Pejabat Eselon I 2. Satu orang pejabat Eselon II (Ketua Manajemen Risiko) 3. Satu orang pejabat Eselon II KETUA MANAJEMEN RISIKO Struktur Manajemen Risiko UNIT PEMILIK RISIKO Unit Eselon II • Pemilik Risiko • Koordinator Manajemen Risiko • Administrator Manajemen Risiko Bab II Pedoman Umum UNIT PEMILIK RISIKO Unit Eselon II • Pemilik Risiko • Koordinator Manajemen Risiko • Administrator Manajemen Risiko 8
  9. 9. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence KOMITE MANAJEMEN RISIKO Tugas Melakukan pengawasan, menetapkan kebijakan, strategi, dan metodologi manajemen risiko tingkat Eselon I Wewenang Menentukan selera risiko Tanggung Jawab  menetapkan kebijakan dan perencanaan strategis MR;  menetapkan sasaran- sasaran MR unit Eselon I (jangka pendek dan jangka panjang);  mengembangkan strategi MR untuk pencapaian sasaran;  memantau eksposur risiko yang dihadapi unit Eselon I. 9
  10. 10. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence KOMITE MANAJEMEN RISIKO Mekanisme Koordinasi  pertemuan tatap muka secara berkala, atau  melalui media komunikasi lain; Rapat Komite  Dilakukan secara berkala 6 bulan sekali.  Rapat dianggap sah bila dihadiri minimal dua pertiga (2/3) anggota.  Pengambilan keputusan: musyawarah untuk mufakat atau suara terbanyak (bila tidak mufakat). 10
  11. 11. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence KETUA MANAJEMEN RISIKO  menjalankan kepemimpinan dan menetapkan arah bagi MR di unit Eselon I;  mengembangkan kerangka kerja dan kebijakan operasional MR Unit Eselon I secara terpadu dan menyeluruh, kapabilitas dan keandalan dalam analisis risiko dan pelaporannya;  memastikan profil risiko sesuai dengan selera risiko yang telah ditetapkan;  mengembangkan dan memantau berbagai indikator risiko utama;  mengkomunikasikan profil risiko kepada pemangku kepentingan (stakeholder) terkait;  mengembangkan kompetensi SDM dalam analisis risiko serta dalam manajemen sistem dan data untuk menunjang program MR Unit Eselon I. Tugas & Tanggung Jawab 11
  12. 12. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence  mengembangkan kebijakan dan implementasi operasional MR di Unit Eselon I;  memverifikasi dan memvalidasi hasil proses MR di seluruh UPR;  menyelenggarakan rapat bersama dengan para Pemilik Risiko dan Koordinator MR. Wewenang  Tujuan:  Menganalisis profil risiko dan rencana penanganan risiko tingkat UPR; dan  memberi rekomendasi mengenai rencana dan strategi MR kepada Komite MR.  Dilaksanakan berkala 3 bulan sekali melalui tatap muka atau media komunikasi lain.  Dianggap sah apabila dihadiri minimal dua pertiga (2/3) anggota.  Pengambilan keputusan: musyawarah untuk mufakat atau dengan suara terbanyak (bila tidak mufakat). Rapat Bersama KETUA MANAJEMEN RISIKO 12
  13. 13. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence UNIT PEMILIK RISIKO Pemilik Risiko Tugas &Tanggung Jawab  memastikan proses MR di unitnya telah sesuai dengan kebijakan dan prosedur yang ditetapkan;  mengendalikan risiko di unitnya dengan batasan risiko yang ditetapkan Komite MR; dan  melaporkan profil risiko di satuan unit kerjanya kepada Komite MR melalui rapat bersama Ketua Manajemen Risiko setiap 3 (tiga) bulan atau sesuai periode yang ditetapkan Ketua MR. Wewenang  menetapkan profil risiko di unit masing-masing; dan  menunjuk Koordinator Manajemen Risiko di unit masing-masing. 13
  14. 14. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence UNIT PEMILIK RISIKO Koordinator MR Tugas dan Tanggung Jawab  Memahami dengan baik:  Kebijakan, pedoman, dan prosedur penerapan MR;  proses MR;  rencana penanganan risiko;  profil risiko di satuan unit kerjanya.  Mengarahkan dan memantau penerapan program MR di unitnya masing-masing;  Mengkoordinasi proses identifikasi, analisis, evaluasi, mitigasi, dan pelaporan risiko; dan  Berkoordinasi dengan Ketua Manajemen Risiko dalam rangka mengelola risiko di unit masing-masing. Wewenang Membantu pemilik risiko dalam pengelolaan risiko di lingkungan Unit Pemilik Risiko serta bertanggungjawab langsung dalam proses manajemen risiko dalam operasionalnya sehari-hari. Personil • Seluruh pejabat Eselon III; dan/atau • Salah satu pejabat fungsional setingkat yang ditunjuk oleh Pemilik Risiko. 14
  15. 15. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence UNIT PEMILIK RISIKO Administrator MR Tugas dan Tanggung Jawab menatausahakan proses dan hasil identifikasi, analisis, evaluasi, mitigasi, dan pelaporan risiko. Personil • Pejabat Eselon IV yang ditunjuk. 15
  16. 16. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Kebijakan Skala Risiko rendah sedang tinggi KEMUNGKINAN KONSEKUENSI rendahsedangtinggi rendah sedang tinggi 16
  17. 17. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence SELERA RISIKO 17 rendah sedang tinggi KEMUNGKINAN KONSEKUENSI rendahsedangtinggi rendah sedang tinggi CONTOH Selera risiko
  18. 18. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Penilaian Proses MR 18
  19. 19. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Risk Maturity Level Bab III Pedoman Pelaksanaan RISKNAIVE RISKAWARE RISKDEFINED RISKMANAGED RISKENABLED 19
  20. 20. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Elemen Level 1 Risk Naive Level 2 Risk Aware Level 3 Risk Defined Level 4 Risk Managed Level 5 Risk Enabled Pendekatan dan kerangka kerja Tidak ada Telah ada namun belum terintegrasi Telah ditetapkan Telah ditetapkan dan dikembangkan Telah tertanam dalam operasi organisasi Formulasi sasaran Mungkin ada Ada namun belum konsisten Ada Ada Ada Kompetensi SDM Tidak ada Terbatas Ada Ada Ada Sistem scoring Tidak ada Ada namun belum konsisten Ada Ada Ada Penentuan risk appetite Tidak ada Tidak ada Ada Ada Ada Risk Maturity Level Bab III Pedoman Pelaksanaan 20
  21. 21. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Elemen Level 1 Risk Naive Level 2 Risk Aware Level 3 Risk Defined Level 4 Risk Managed Level 5 Risk Enabled Proses identifikasi dan evaluasi Tidak ada Tidak ada Ada namun belum menyeluruh Ada Ada Penanggung jawab risiko Tidak ada Tidak ada Ada namun belum menyeluruh Ada Ada Proses monitoring dan reviu Tidak ada Ada, namun masih terbatas Ada, reviu setahun sekali Ada, Reviu setiap tiga bulan Ada, Reviu setiap tiga bulan Penilaian risiko proyek Tidak ada Tidak ada Ada, namun baru sebagian besar Ada Ada Sistem Pelaporan Tidak ada Tidak ada Tidak ada Ada Ada Risk Maturity Level Bab III Pedoman Pelaksanaan 21
  22. 22. Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, KesempurnaanIntegritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan PROSES MANAJEMEN RISIKO Tim Pembimbingan dan Konsultasi Manajemen Risiko Inspektorat VII Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan Gedung Djuanda II Lantai VII, Jalan DR. Wahidin Nomor I, Jakarta 10710 Telepon (021)3853855; faksimile (021)3853855; E-mail: rm_itjen@gmail.com www.itjen.depkeu.go.id
  23. 23. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Proses Manajemen Risiko 23
  24. 24. Kementerian Keuangan RI Inspektorat Jenderal PROSES MANAJEMEN RISIKO: Penetapan konteks
  25. 25. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence KONTEKS...dalam RM... WHAT IS IT? Pernyataan yang jelas mengenai tujuan organisasi beserta dengan kriteria kesuksesannya, tujuan dan lingkup manajemen risiko, serta seperangkat elemen kunci bagi kegiatan identifikasi risiko di tahapan selanjutnya. 25
  26. 26. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence PERMENKEU 191/PMK.09/08 Tujuan Penetapan Konteks  Mengidentifikasi lingkungan penerapan manajemen risiko;  Mengetahui dan menetapkan pihak yang paling berkepentingan (stakeholders utama);  Menetapkan ruang lingkup, tujuan, kondisi yang membatasi dan hasil yang diharapkan;  Menetapkan kriteria untuk meng- analisis dan mengevaluasi risiko. Memperoleh gambaran menyeluruh: • Parameter dasar; • Ruang lingkup; • Kerangka kerja. 26
  27. 27. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Penyusunan Konteks...rules... Konteks secara umum menjadi landasan bagi pelaksanaan seluruh tahapan dalam proses manajemen risiko. Konteks merupakan upaya untuk menentukan: tujuan, stakeholder terkait dan kriteria. Penyusunan konteks menjadi batasan dalam pelaksanaan proses manajemen risiko. Proses manajemen risiko tidak boleh keluar dari konteks yang telah ditetapkan. 27
  28. 28. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence SELERA RISIKO rendah sedang tinggi KEMUNGKINAN KONSEKUENSI rendahsedangtinggi rendah sedang tinggi CONTOH Selera risiko 28
  29. 29. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence 1. Informasi umum 2. Tujuan organisasi 3. Internal stakeholder 4. Eksternal stakeholder 5. Regulasi terkait 6. Struktur organisasi 7. Kriteria risiko FORM 1 PERMENKEU 191/PMK.09/08 APLIKASI...PMK 191... 29
  30. 30. Kementerian Keuangan RI Inspektorat Jenderal PROSES MANAJEMEN RISIKO: IDENTIFIKASI RISIKO
  31. 31. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Definisi Identifikasi Risiko Kegiatan untuk mencari dan mendaftar risiko yang ada dan terkait dengan tujuan dan aktivitas organisasi  Menegatifkan IKU  Activity Process Analysis  Imaginatif Thinking Tim Pembimbingan dan Konsultasi Manajemen Risiko Kementerian Keuangan Manfaat...? • Menginventarisasi semua risiko yang berpotensi merugikan organisasi agar organisasi AMAN Metode...? Hasil...? Apa...? RISK PROFILE 31
  32. 32. 32 Sumber Informasi Pengalaman (internal & eksternal) Pendapat ahli Lost event database Laporan Hasil Audit Dokumen Perencanaan
  33. 33. Cara Identifikasi Risiko Wawancara terstruktur Survei & Kuesioner Focus Group Discussion Check List Benchmarking 33
  34. 34. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Kejadian (Risk Event) Output : Risk Statement (inti risiko / nama risiko) contoh: penerimaan pajak tidak mencapai target. Proses: Penjabaran peristiwa / kejadian / hal apa yang menjadi suatu risiko (risk itself) Segala hal yang dapat menghambat, menunda atau menggagalkan pencapaian sasaran / tujuan organisasi (negative impact) Harus diungkapkan dengan jelas dan dapat dengan mudah dimengerti (understandability) 34
  35. 35. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Penyebab Terjadinya Risiko Segala hal (man, money, material, method, machine, disaster, dll) yang menjadi pemicu (trigger) atas kemunculan suatu risiko Harus dipastikan merupakan hal yang signifikan dan menjadi akar penyebab risiko Merupakan hal pokok yang akan dituju dalam melakukan penanganan risiko (risk treatment) Contoh penyebab risiko: kecerobohan manusia, kompetensi pegawai kurang, perubahan teknologi, perubahan kebijakan, peristiwa alam, dll. Penerimaan pajak tidak mencapai target <-> WP tidak patuh dlm memenuhi kewajiban pajak 35
  36. 36. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Dampak Risiko Dampak negatif organisasi akibat suatu risiko Harus terkait dengan risk context (dalam kerangka pencapaian sasaran atau tujuan organisasi) Menjadi faktor untuk dipertimbangkan dalam penentuan tinggi rendahnya risiko Contoh dampak risiko: citra organisasi rusak, kerugian finansial, Penerimaan pajak tidak mencapai target karena WP tidak patuh kewajiban pajak dampak Reputasi DJP rusak 36
  37. 37. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Waktu Terjadinya Risiko Menunjukkan waktu terjadinya suatu risiko dan penanda intensitas / frekuensi terjadinya risiko Upayakan menggunakan waktu yang presisi (specific time), untuk kemudahan pelaksanaan penanganan risiko (risk treatment) Jika tidak ada specific time, maka didasarkan pada tahapan atau fase dari alur suatu proses kegiatan Dapat bersifat repetitif atau once random Dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk penentuan tinggi rendahnya level risiko Contoh: akhir tahun pajak 37
  38. 38. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Kategori Risiko FRAUD • Disebabkan oleh adanya tindak kecurangan STRATEGIS & KEBIJAKAN • Disebabkan oleh adanya perubahan kebijakan atau respon terhadap perubahan kebijakan OPERASIONAL • Disebabkan oleh kegagalan pada orang, proses atau sistem KEPATUHAN • Disebabkan oleh karena adanya pelanggaran regulasi FINANSIAL • Disebabkan oleh kegagalan pihak ketiga dalam pemenuhan kewajibannya 38
  39. 39. Kementerian Keuangan RI Inspektorat Jenderal PROSES MANAJEMEN RISIKO: ANALISIS RISIKO
  40. 40. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Definisi Analisis risiko Upaya untuk memahami risiko dengan lebih mendalam  mencermati sumber risiko dan tingkat pengendalian yang ada  menilai kemungkinan dan konsekuensi terjadinya risiko Tim Pembimbingan dan Konsultasi Manajemen Risiko Kementerian Keuangan Manfaat? • Menilai Signifikansi Setiap Risiko • Untuk Memperbandingkan Risiko Cara...? Hasil...? Apa...? PROFIL RISIKO 40
  41. 41. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Guidance in Risk Analysis Analisis risiko seyogyanya dilakukan bersama-sama (group) dalam sebuah organisasi. Personal yang terlibat harus memiliki pengetahuan dasar tentang manajemen risiko. Personal yang terlibat harus mengetahui dan memahami proses bisnis organisasinya. Analisis risiko harus dilakukan oleh orang yang berpengalaman dalam proses bisnis yang bersangkutan. 41
  42. 42. Kaidah Analisis Risiko RISIKO ADALAH SEGALA SESUATU KEJADIAN YANG BERPOTENSI UNTUK MENGHAMBAT, MENUNDA ATAU MENGGAGALKAN PENCAPAIAN TUJUAN ORGANISASI RISIKO MERUPAKAN KOMBINASI (FUNGSI) DARI KEMUNGKINAN SUATU KEJADIAN DAN DAMPAK NEGATIF YANG DITIMBULKAN ATAS KEJADIAN ITU LEVEL RISIKO = LEVEL FREKUENSI X LEVEL KONSEKUENSI ( LR = LF X LK ) 42
  43. 43. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Level Frekuensi FREQUENCY = PROBABILITY = LIKELIHOOD Kemungkinan suatu risiko untuk muncul ke permukaan (terjadi) dan berdampak pada organisasi Menunjukkan besaran suatu kejadian: - Mungkin untuk terjadi (kemungkinan) - Kekerapan kejadian suatu risiko (frekuensi) Diukur dengan menggunakan kriteria frekuensi Menghasilkan tingkatan besar kecilnya frekuensi suatu risiko (Level Frekuensi) 43
  44. 44. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Level Konsekuensi CONSEQUENCY = IMPACT Menunjukkan efek atau akibat negatif yang ditimbulkan oleh suatu kejadian Diukur dengan menggunakan kriteria konsekuensi Menghasilkan tingkatan besar kecilnya konsekuensi suatu risiko (Level Konsekuensi) 44
  45. 45. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence KRITERIA RISIKO  Kriteria risiko merupakan suatu ukuran yang menjadi standar dalam penentuan level suatu risiko.  Level risiko terdiri atas:  Tinggi (3),  Sedang (2),  Rendah (1).  Kriteria risiko menjadi acuan atas pertanyaan:  Kapan satu risiko dikatakan tinggi?  Bilamana satu risiko dikatakan sedang?  Saat bagaimana satu risiko dikatakan rendah? 45
  46. 46. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence KRITERIA RISIKO  Kriteria risiko terdiri dari:  Kriteria konsekuensi  Kriteria frekuensi  Satu risiko memiliki 2 kriteria, yaitu kriteria konsekuensi dan kriteria frekuensi.  Metode untuk menyusun kriteria ada 2, yaitu:  Kuantitatif, menggunakan angka numeris sebagai patokan ukuran tinggi rendahnya  Kualitatif, menggunakan pernyataan kata-kata sebagai suatu patokan untuk menyatakan tinggi rendahnya.  Metode penyusunan kriteria bersifat mutually exclusive (pilih salah satu). 46
  47. 47. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Sistem Pengendalian Merupakan alat pengaman (kontrol) terhadap suatu risiko Yang dipertimbangkan adalah adanya kontrol yang terkait (existence) dan tingkat efektivitasnya (effectivity) Dipertimbangkan untuk menentukan level frekuensi dan level konsekuensi Efektivitas sistem pengendalian sangat menentukan level risiko Kegagalan atau tidak berfungsinya suatu sistem pengendalian bukan merupakan risiko 47
  48. 48. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Contoh Analisis Risiko Contoh: Risiko “A” memiliki kompo - sisi sebagai berikut: 1. Level Frekuensi: “SEDANG” 2. Level Konsekuensi: “TINGGI” 3. Level Risiko “A“ adalah: “TINGGI” LEVEL RISIKO = LEVEL KONSEKUENSI X LEVEL FREKUENSI rendah sedang tinggi LEVEL KEMUNGKINAN LEVELKONSEKUENSI rendahsedangtinggi 48
  49. 49. Kementerian Keuangan RI Inspektorat Jenderal PROSES MANAJEMEN RISIKO: EVALUASI RISIKO
  50. 50. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Evaluasi risiko Upaya untuk menentukan signifikansi setiap risiko, dari yang paling signifikan hingga yang paling tidak signifikan  Menentukan kriteria atau kaidah untuk memprioritisasi risiko  Menilai signifikansi masing-masing risiko berdasarkan kaidah prioritisasi risiko Tim Pembimbingan dan Konsultasi Manajemen Risiko Kementerian Keuangan Manfaat? • Sebagai dasar untuk menentukan risiko mana yang akan ditangani Cara...? Hasil...? Apa...? PROFIL RISIKO berdasarkan prioritas 50
  51. 51. Pertimbangan dalam Evaluasi Risiko • Selera risiko • Karakteristik suatu organisasi dalam menyikapi suatu risiko Risk Appetite • Batas tingkatan atau level risiko tertinggi dimana suatu organisasi memutuskan untuk tidak menangani suatu risiko Risk Tolerance • Aturan tertentu yang digunakan untuk menentukan signifikansi setiap risiko Kaidah Prioritisasi Risiko 51
  52. 52. Kaidah Prioritisasi Risiko LEVEL RISIKOLEVEL KONSEKUENSIKATEGORI RISIKOLEVEL FREKUENSISUBJECTIVE JUDGEMENT TINGGI SEDANG RENDAH FRAUD STRATEGIK DAN KEBIJAKAN OPERASIONAL KEPATUHAN FINANSIAL LEVEL RISIKO LEVEL KONSEKUENSI KATEGORI RISIKO LEVEL FREKUENSI SUBJECTIVE JUDGEMENT 52
  53. 53. Kementerian Keuangan RI Inspektorat Jenderal PROSES MANAJEMEN RISIKO: PENANGANAN RISIKO
  54. 54. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Penanganan risiko Kegiatan untuk menyusun rencana penanganan (mitigasi) risiko dan menjalankan rencana tersebut  Memilih opsi penanganan risiko yang mungkin untuk dijalankan  Menyusun rencana penanganan risiko yang SMART  Eksekusi rencana mitigasi Tim Pembimbingan dan Konsultasi Manajemen Risiko Kementerian Keuangan Manfaat? • Sebagai alat perencanaan dan kontrol untuk menurunkan level risiko secara akurat, efektif dan efisien Cara...? Hasil...? Apa...? Dokumen Rencana & Realisasi Mitigasi Risiko 54
  55. 55. Opsi Penanganan Risiko Mengurangi Kemungkinan Terjadinya Risiko Menurunkan dampak Risiko Menerima Risiko Menghindari Risiko Mengalihkan/mentransfer Risiko 55
  56. 56. Apakah semua risiko ditangani...? Tujuan mitigasi risiko adalah menurunkan level risiko. Tidak semua risiko dimitigasi. Mitigasi risiko memperhatikan dan tergantung pada: - Prioritas Risiko (hasil evaluasi risiko) - Penyebab Risiko - Selera Risiko - Sumber Daya Organisasi 56
  57. 57. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Risiko Residual INHERENT RISK RESIDUAL RISK AFTER CONTROL RESIDUAL RISK AFTER MITIGATION INTERNAL CONTROL MITIGATION ACTIVITY 57
  58. 58. Kementerian Keuangan RI Inspektorat Jenderal PROSES MANAJEMEN RISIKO: Monitoring dan reviu
  59. 59. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Konsep Dasar PMK-191 tahun 2008 Pasal 7 ayat (6): Monitoring dan Reviu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) huruf f, dilakukan dengan cara memantau efektivitas rencana penanganan risiko, strategi, dan sistem manajemen risiko. 59 Monitoring merupakan pengamatan terus menerus terhadap kinerja yang sebenarnya dibandingkan kinerja yang diharapkan. Reviu merupakan pemeriksaan periodik terhadap kondisi terkini dan biasanya terfokus pada hal tertentu.
  60. 60. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Jenis Monitoring 60 • Monitoring secara Terus Menerus (On Going) Tercermin pada aktivitas supervisi, rekonsiliasi, dan aktivitas rutin lainnya dalam Manajemen Risiko • Monitoring secara Berkala (separate evaluation) Monitoring yang dilakukan sekurang-kurangnya setiap 6 (enam) bulan sekali dengan memeriksa ukuran-ukuran dan parameter yang ada. (PMK 191/2008 Lampiran II Bab V huruf F) • Reviu Unit Pemilik Risiko (UPR) Monitoring yang bersifat selektif oleh UPR terutama diarahkan pada risiko- risiko yang berdasarkan tingkat risiko membutuhkan perhatian khusus dalam penanganannya(PMK 191/2008 Lampiran II Bab V huruf F) • Audit Monitoring yang dilakukan oleh auditor internal atau eksternal dengan ruang lingkup dan frekuensi yang lebih terbatas, terutama pada risiko-risiko utama dengan reviu lebih pada keandalan sistem dan bukan kondisi yang ada (PMK 191/2008 Lampiran II Bab V huruf F)
  61. 61. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence 61 Periode Proses MR 1 Januari 2013 1 Januari 2014 Time Horizon (6 bulan) First Risk Assess ment Secon d Risk Assess ment 1 Juli 2013 Time Horizon (6 bulan) Third Risk Asses sment
  62. 62. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Metodologi Monitoring dan Reviu risiko ditujukan untuk terutama mendeteksi dan mengantisipasi adanya perubahan dalam hal: Konteks organisasi Profil Risiko Level setiap risiko Efektivitas mitigasi risiko 62
  63. 63. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Metodologi 63 • Monitoring penanganan risiko dapat dilakukan atas keseluruhan/semua atau hanya sebagian (berdasarkan prioritas) rencana aksi penanganan risiko. • Monitoring penanganan risiko dilakukan dengan melihat tingkat kemajuan pencapaian atas implementasi rencana penanganan risiko. • Di akhir periode (mis. 6 bulan), dilakukan perhitungan secara agregat atas keberhasilan langkah penanganan risiko, dengan membandingkannya terhadap periode sebelumnya. • Kegiatan monitoring penanganan risiko dalam proses manajemen risiko dituangkan kedalam formulir 6 dari PMK 191 tahun 2008.
  64. 64. Kementerian Keuangan RI Inspektorat Jenderal PROSES MANAJEMEN RISIKO: Komunikasi dan pelaporan
  65. 65. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Konsep Dasar PMK-191 tahun 2008 Pasal 7 ayat (7): Komunikasi dan konsultasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) huruf g, dilakukan dengan cara mengembangkan komunikasi kepada stakeholder internal maupun eksternal. 65 • Komunikasi dan Konsultasi merupakan Penyampaian/ Pertukaran informasi yang relevan (secara dua arah) dari/kepada para Stakeholders melalui media yang sesuai, agar pihak-pihak yang terkait dapat menjalankan tanggungjawabnya dengan baik
  66. 66. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Implementasi Tanggung Jawab Pelaksanaan 66 Lampiran II PMK-191/2008 - Bab IV • Komite MR Melakukan koordinasi internal melalui pertemuan tatap muka secara berkala atau melalui media komunikasi lain; • Ketua Komite MR mengkomunikasikan profil risiko kepada pemangku kepentingan (stakeholder) terkait; • Unit Pemilik Risiko melakukan koordinasi internal melalui pertemuan tatap muka secara berkala atau melalui media komunikasi lain. • Pemilik Risiko melaporkan profil risiko di satuan unit kerjanya kepada Komite Manajemen Risiko melalui rapat bersama Ketua Manajemen Risiko setiap 3 (tiga) bulan atau sesuai periode yang ditetapkan Ketua Manajemen Risiko.
  67. 67. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Implementasi Tahapan Pelaksanaan 67 Lampiran II PMK-191/2008 - Bab V huruf G: Komite MR, UPR, Koordinator MR • Melakukan komunikasi dan konsultasi dengan para Stakeholders (internal - eksternal) pada setiap tahapan proses MR, melalui saluran resmi maupun saluran tidak resmi. • Mengkaji efektifitas komunikasi serta menyampaikan analisis dan rekomendasi kepada UPR dan Pejabat Eselon I, dalam periode 6 (enam) bulan sekali.
  68. 68. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Dokumentasi Proses MR • Formulir 1 : Form 1.0 Piagam Manajemen Risiko • Formulir 2 : Form 2.0 Risk Register A – Proses Identifikasi Risiko • Formulir 3 : Form 3.0 Risk Register B – Proses Analisis Risiko • Formulir 4 : Form 4.0 Risk Register C – Proses Evaluasi Risiko • Formulir 5 : Form 5.0 Rencana Penanganan Risiko • Formulir 6 : Form 6.0 Monitoring Penanganan • Formulir 7 : Form 7.0 Pelaporan Hasil Monitoring 68
  69. 69. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Implementasi Pelaporan 69 • Pelaporan merupakan proses komunikasi atas ringkasan hal-hal pokok • Disampaikan secara berjenjang dari UPR kepada Ketua MR, Komite MR, dan Menteri. (Laporan kepada Komite MR dan Menteri memuat ikhtisar eksekutif dan laporan UPR) Aktivitas yang dilaporkan adalah hasil proses manajemen risiko, dengan titik fokus pada ouput dari langkah penanganan risiko. Pelaporan dilakukan untuk per-jenis atau per-kategori risiko, dengan kategori risiko sesuai PMK 191 Tahun 2008. Memperbandingkan antara capaian (output) dengan target kinerja. Untuk melihat adanya kesenjangan dan atau deviasi. Sebagai sumber informasi untuk menentukan langkah perbaikan dan pengembangan proses manajemen risiko. Tertuang dalam Formulir 7.
  70. 70. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Implementasi Pelaporan 70 Lampiran II PMK-191/2008 - Bab VI huruf D: Ketua Komite Manajemen Risiko menyampaikan Paparan (exposure) Risiko unit Eselon I kepada para pemangku kepentingan (stakeholders), khususnya kepada Menteri Keuangan pada setiap semester yaitu pada posisi per bulan Juni dan Desember.
  71. 71. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Implementasi Pelaporan 71 Kompilasi Laporan Profil dan Peta Risiko Laporan Rencana Penanganan Risiko Laporan Monitoring Risiko Profil dan peta risiko Ketua Komite Manajemen Risiko Rencana Penanganan Risiko Lampiran II PMK-191/2008 - Bab VI: Unit Pemilik Risiko Ketua Manajemen Risiko
  72. 72. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence Implementasi Jenis Laporan 72 – Laporan Profil dan Peta Risiko Deskripsi, penyebab dan konsekuensi risiko Ringkasan pengendalian yang ada Penilaian level risiko Peringkat risiko Prioritas risiko; – Laporan Rencana Penanganan Risiko Risiko yang dimitigasi dan tindakan yang dilakukan Penanggung jawab pelaksana rencana mitigasi risiko Anggaran yang dibutuhkan Jadwal implementasi – Laporan Monitoring Risiko Mekanisme dan frekuensi monitoring dan reviu risiko Hasil monitoring dan reviu risiko Tindak lanjut rekomendasi hasil monitoring dan reviu risiko. Lampiran II PMK-191/2008 - Bab VI huruf A dan B:
  73. 73. Integrity Professionalism Synergiy Service Excellence 73

×