Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Redenominasi

195 views

Published on

For Student

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Redenominasi

  1. 1. MAKALAH REDENOMINASI DI S U S U N OLEH : ADE KURNIAWAN PUTRA NIM 130221566 UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA TAHUN AJARAN 2017/2018
  2. 2. i Kata Pengantar Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam administrasi pendidikan dalam profesi keguruan. Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan- masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini. Langsa, Januari 2017 Penulis
  3. 3. ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR............................................................................................ i DAFTAR ISI......................................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah.......................................................................................... 3 C. Tujuan Pembahasan........................................................................................ 3 D. Manfaat Pembahasan...................................................................................... 4 BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Redenominasi................................................................................. 5 B. Kebijakan Redenominasi................................................................................. 6 C. Rencana Implementasi...................................................................................... 7 D. Tujuan Redenominasi ...................................................................................... 8 E. Manfaat Redenominasi.................................................................................... 8 F. Dampak Redenominasi.................................................................................... 9 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan....................................................................................................... 10 B. Saran................................................................................................................ 11 DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 12
  4. 4. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Redenominasi di artikan menyederhanakan, redenominasi (pecahan) mata uang suatu negara menjadi pecahan lebih kecil dengan cara menghilangkan nol tanpa mengrangi nilai mata uang tersebut, misal Rp.1.000 menjadi Rp.1 . Praktek redenominasi ini telah lazim dilakuan di banyak negara. Studi yang dilakukan Mosley (2005) mencatat sekitar 60 negara yang melakukan redenominasi dalam periode 1960-1994. Redenominasi tersebut dilakukan dengan menghilangkan sejumlah digit tertentu dari mata uang, sehingga akan menyebabkan perubahan tampila angka pecahan suau mata uang menjadi lebih sederhana. Redenominasi mata uang tidak mengakibatkan penurunan nilai relatif uang terhadap barang dan jasa karena harga barang juga di sesuaikan dengan redominasi yang baru tersebut. Misal, dengan redenominasi uang rupiah dari Rp.1.000 menjadi Rp.1 , maka harga suatu barang yang belum redenominasi sebesar Rp.1000 akan berubah juga menjadi Rp.1 setelah redenominasi, shingga secara riil nilai uang tidak akan berubah. Redenominasi berbeda dengan sanering yang pernah dilakukan indonesia tahun 1959. Pada saat itu, nilai uang kertas di turunkan dari Rp.1000 menjadi Rp.100 dan dari Rp.500 menjadi Rp.50. Kebijakan ini ditujukann untuk mengurangi jumlah uang beredar akibat melinjaknya harga-harga barang dan jasa. Sanering jelas menyebabkan turunya nilai relative uang terhadap harga barang dan jasa, sehingga menjadi suatu kebijakan yang tidak populer di mata masyarakat. Berbeda dengan sanering, redominasi yang dilaksanakan dengan baik tidak akan merugikan masyarakat karena tidak menyebabkan penurunan nilai uang atau tidak berpengaruh terhadap harga barang dan jasa. Beberapa alasan yang di perlukannya adalah: pertama, pecahan uang yang terlalu besar akan menimbulkan ketidak efisienan dan kenyamanan dalam melakukan transaksi. Dengan pecahan yang terlalu besar, di perlukan waktu yang banyak untuk mencatat, menghitung dan membawa uang untuk melakukan transaksi sehingga ketidak efisienan dalam transaksi
  5. 5. 2 ekonomi. Kedua, redenominasi dapat digunakan untuk mempersiapkan kesetaraan ekonomi Indonesia dengan kawasan dalam memasuki era Masyarakat Ekonimi ASEAN 2015. Ketiga, nilai nominal uang yang terlalu besar mencerminkan bahwa suatu negara mengalami infasi yang tinggi pada masa lalu atau kondisi fundamental ekonominya kurang baik. Sejalan dengan membaiknya fundamental ekonomi Indonesia , maka dengan redenominasi akan menyederhanakan penulisan nilai tukar Rupiah tehadap mata uang asing sejalan dengan fundamental ekonomi yang semakin kuat sehingga memberikan kebanggaan untuk memegang uang Rupiah. Beberapa faktor kunci keberhasilan progam redominasi, berdasarkan studi BI, antara lain: 1. Adanya kebutuhan seluruh lapisan masyarakat terhadap penyederhanaan jumlah digit mata uang. 2. Pemilihan waktu pelaksana yang tepat terkait dengan kondisi fundamental perekonomian cukup kuat antara lain terkait dengan membaiknya perekonomian dan tren inflasi yang menurun. Dalam kaitan ini, progam redenominasi perlu didahului prakondisi progam stabilisasi perekonomian khususnya menurunkan inflasi selama beberapa tahun sebelum dilakukan redenominasi. Pada saat yang bersamaan otoritas fiskal terus berusaha mempertahankan kebijakan yang disiplin dan ketat seperti memperkecil budget defisit (cenderung tidak ekspansif). 3. Tersedianya landasan hukum yang tidak cukup kuat yang mengatur penghapusan digit mata uang. 4. Dukungan yang penuh dari seluruh lapisan masyarakat termasuk pemerintah, otoritas terkait, pelaku bisnis serta masyarakat umum sangat di perlukan untuk keberhasilan progam redominasi. 5. Sosialisasi kepada publik dan edukasi yang intensif. Kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dilakukan secara intensif, bertahap, dan terencana oleh bank sentral dan pemerintah untuk memberikan informasi yang cukup kepada publik terkait dengan redenominasi. Strategi yang perlu di tempuh adalah mempersiapkan progam redenominasi dengan baik sehingga redenominasi dapat dilaksanakan dengan lancar. Hal ini sejalan dengan kajian yang telah dilakukan yang menunjukkan bahwa dengan persiapan yang matang maka peluang
  6. 6. 3 untuk keberhasilan redenominasi menjadi besar. Untuk itu, progam redenominasi akan dilakukan dengan beberapa tahapan. Secara garis besar, pelaksana redenominasi Rupiah di bagi menjadi 4 (empat) tahapan besar, yaitu tahapan penyiapan, tahapan pemantapan, tahap implementasi dan transisi, serta tahap phasing out. Agar tahapan ini berjalan lancar, kegiatan ini akan dikoordinasikan dengan pemerintah dan perlu mendapat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat (merupakan kebutuhan yang di rasakan oleh masyarakat Indonesia). Pengalaman dari beberapa negara yang berhasil melaksanakan redominasi seperti Turki dan Rumania menunjukkan bahwa redominasi memberikan manfaat bagi perekonomian kedua negara tersebut. Setelah dilakukan redominasi di tahun 2005, perekonomian Turki misalnya terus mengalami perbaikan. Keberhasilan mempertahankan momentum perbaikan ekonomi terletak pada 4 pilar pokok yaitu: 1. Peningkatan kepercayaan mayarakat atau dunia usaha terhadap implementasi progam stabilisasi. 2. Upaya mempertahankan disiplin fiskal 3. Pelaksanaan reformasi struktural, serta 4. Pengendalian laju inflasi secara berkelanjutan B. Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan redenominasi ? 2. Apa yang dimaksud dengan kebijakan redenominasi ? 3. Bagaimana rencana implementasi redenominasi berjalan ? 4. Apa tujuan redenominasi ? 5. Apa mantafaat redenominasi ? 6. Apa saja yang timbul dalam redenominasi mata uang rupiah ? C. Tujuan Penulisan Adapun tujuan dari penulisa paper ini adalah : 1. Untuk mengetahui pengertian redenominasi. 2. Untuk mengetahui penjabaran tentang kebijakan redenominasi.
  7. 7. 4 3. Untuk mengetahui rencana implementasi redenominasi. 4. Untuk mengetahui tujuan redenominasi. 5. Untuk mengetahui manfaat dari redenominasi. 6. Untuk mengetahui akibat dari redenominasi mata uang rupiah baik dari segi positif maupun negatif. D. Manfaat Pembahasan 1. Bagi Penulis · Menambah ilmu pengetahuan penulis, khususnya dalam pembuatan paper. · Menjadi masukan bagi penulis. · Penulis dapat mengetahui tentang redenominasi mata uang rupiah. 2. Bagi Pembaca · Menjadi masukan bagi pembaca. · Dapat dijadikan refrensi bagi para pembaca dan para penulis. lainnya di masa yang akan datang. · Pembaca dapat memahami dan mengetahui tentang redenominasi mata uang rupiah
  8. 8. 5 BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Redenominasi Redenominasi adalah penyederhanaan nilai mata uang menjadi lebih kecil tanpa mengubah nilai tukarnya. Pada waktu terjadi inflasi, jumlah satuan moneter yang sama perlahan-lahan memiliki daya beli yang semakin melemah. Dengan kata angka-angka ini semakin membesar, mereka dapat memengaruhi transaksi harian karena resiko dan ketidak nyamanan yang diakibatkan oleh jumlah lembaran uang yang harus di bawa, atau karena psikologi manusia yang tidak efektif menangani perhitungan angka dalam jumlah besar. Pihak yang berwenang dapat memperkecil masalah ini dengan redenominasi: satuan yang baru menggantikan satuan yang lama dengan sejumlah angka tertentu dari satuan yang lama di konversi menjadi satuan yang baru. Jika alasan redenominasi adalah inflasi, rasio konversi dapat lebih besar dari 1, biasanya merupakan bilangan positif kelipatan sepuluh,seperti 10, 100, 1000 dan seterusnya. Prosedur ini dapat disebut sebagai “penghilangan nol”. Redenominasi menyederhakan redenominasi (pecahan) mata uang menjadi pecahan lebih sedikit dengan cara mengurangi digit (angka nol) tanpa mengurangi nilai mata uang tersebut. Hal yang sama secara bersamaan dilakukan juga pada harga-harga barang, sehingga daya beli masyarakat tidak berubah. Sanering adalah pemotongan daya beli masyarakat melalui nilai uang. Hal yang sama tidak dilakukan pada harga-harga barang, sehiingga daya beli masyarakat menurun. Pada redenominasi, tidak ada kerugian karena daya beli tetap sama, sedangkan pada sanering menimbulkan banyak kerugian karena daya beli turun drastis. Selain itu redenominasi bertujuan untuk menyederhanakan pecahan uang agar lebih efisien dan nyaman dalam melakukan transaksi. Tujuan berikutnya, mempersiapkan kesetaraan ekonomi suatu negara dengan negara regional, sementara sanering bertujuan mengurangi jumlah uang yang berdar akibat lonjakan harga. Dilakukan karena terjadi hiiperinflasi (inflasi yang sangat tinggi).
  9. 9. 6 Pada redenominasi nilai uang terhadap barang tidak berubah, karena hanya cara penyebutan dan penulisan pecahan uang saja yang disesuaikan, sedangkan pada sanering, nilai uang terhadap barang berubah menjadi lebih kecil, karena yang dipotong adalah nilainya. Redenominasi juga biasanya dilakukan saat kondisi makro ekonomi stabil. Ekonomi tumbuh dan inflasi terkendali, sedangkan senering dilakukan dalam kondisi makro ekonomi tidak sehat, inflasi sangat tinggi (hiperinflasi). Redenominasi dipersiapkan secara matang dan terukur sampai masyarakat siap, agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat, sementara senering tidak ada masa transisi dan dilakukan secara tiba-tiba. B. Kebijakan Redenominasi Dalam rangka menciptakan sistem pembayaran yang efisien, cepat, aman, dan handal, Bank Indonesia melakukan suatu kebijakan yang disebut redenominasi. Redenominasi mata uang rupiah merupakan salah satu kewenangan Bank Indonesia dalam rangka mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran di Indonesia, yang tidak boleh diintervensi oleh pihak-pihak lain, baik oleh pemerintah maupun DPR. Karena redenominasi mata uang rupiah sepenuhnya merupakan kewenangan BI. Adapun alasan yang melatar belakangi Bank Indonesia melakukan redenominasi mata uang rupiah karena : a) Indonesia adalah negara pemilik pecahan mata uang terbesar ketiga di dunia, dengan pecahan mata uang sebesar Rp. 100.000. Negara pemilik pecahan mata uang terbesar kedua adalah Vietnam, dengan pecahan uang dong Vietnam sebesar 500.000. Zimbabwe di urutan pertama dengan pecahan sebesar 10 juta dolar. b) Munculnya keresahan atas status rupiah yang terlalu rendah ketimbang mata uang lainnya. Misalnya terhadap dolar, euro, dan uang global lainnya. Bukan soal substansi tapi soal identitas karena kekuatan mata uang kita relatif stabil, cadangan devisa juga aman, inflasi terjaga (satu digit), investasi juga tidak ada persoalan, kinerja ekonomi kiata pun baik. c) Pecahan uang Indonesia yang terlalu besar menimbulkan ketidak efisienan dan ketidak nyamanan dalm melakukan transaksi, karena diperlukan waktu
  10. 10. 7 ang banyak untuk mencatat, menghitung, dan membawa uang untuk melakukan transaksi sehingga terjadi ketidak efisienan dalam transaksi ekonomi. d) Untuk menyiapkan kesetaraan ekonomi Indonesia dengan kawasan ASEAN dalam memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean pada tahun 2015. e) Untuk menghilangkan kesan bahwa nilai nominal uang yang terlalu besar seolah-olah mencerminkan bahwa dimasa lalu, suatu negara pernah mengalami inflasi yang tinggi atau pernah mengalami kondisi fundamental ekonomi yang kurang baik. C. Rencana Implementasi Redenominasi Masa implementasi redenominasi rupiah akan berjalan selama 10 tahun. Dari tahun 2010 sampai 2020 dengan tahapan sebagai berikut: a) 2010-2012 Sosialisasi. b) 2013-2015 merupakan transisi. Pada masa transisi digunakan dua mata uang rupiah, yakni memakai istilah rupiah lama dan rupiah hasil redenominasi yang disebut rupiah baru. Pada masa ini masyarakat juga bisa menggunakan dua jenis mata uang. Misalnya, ada pembeli dengan uang baru, si penjual bisa memberi kembalian dengan uang baru maupun uang lama, ataupun campuran keduannya. Toko yang menjual barang wajib memasang dua label harga, yakni harga barang lama dan baru. Pada masa transisi itu juga, Bank Indonesia akan mencetak uang baru yang di redenominasi. Sebagai contoh, Bank Indonesia akan mencetak uang Rp.10 yang akan mengganti pecahan uang Rp.10.000. c) 2016-2018 penarikan rupiah lama. d) 2019-2022 tulisan kata “baru” di mata uang dihilangkan. 1. D. Tujuan Redenominasi Redenominasi bertujuan menyederhanakan pecahan uang agar lebih efisien dan nyaman dalam melakukan transaksi. Tujuan berikutnya untuk mempersiapkan kesetaraan ekonomi Indonesia dengan negara regional. Sedangkan sanering bertujuan mengurangi jumlah uang
  11. 11. 8 yang beredar akibat lonjakan harga-harga. Dilakukan karena terjadi hiperinflasi (inflasi yang sangat tinggi). E. Manfaat Redenominasi Ada tiga manfaat utama yang bisa kita dapatkan jika redenominasi diterapkan, yaitu: a) Menyederhanakan Perhitungan Proses transaksi perdagangan, akuntasi, perbankan sudah jelas akan mendapatkan keuntungan karena nilai uang berkurang nolnya namun bukan hanya itu, para programer juga akan mendapatkan keuntungan karena nilai transaksi perhitungan dalam program yang dibuat menjadi lebih sederhana b) Meningkatkan Produktifitas Anggaplah anda adalah petugas administrasi bagian entry data yang menggunakan Microsoft Excel. Dengan menghilangkan tiga nol disetiap pencatatan transaksi, anda akan menghemat waktu satu detik untuk setiap transaksi, bayangkan anda sehari menginput 1000 transaksi, maka ada seribu detik waktu yang dihemat. Itu semua saja dengan 16 menit penghemat waktu perhari dan jika dikalikan 1 tahun kerja (dengan asumsi hari akti bekerja 300 hari ), maka itu sama saja anda menghemat waktu 80 jam kerja atau sekitar 10 hari kerja. Itu baru satu orang, bayangkan jika ada 1 juta orang Indonesia yang melakukan pencatatan transaksi disetiap harinya, berapa penghematan waktunya ? c) Menigkatkan harga Diri Bangsa Nominal mata uang Indonesia menduduki peringkat kedua di dunia. Sekedar gambaran, rata- rata penduduk Amerika berpenghasilan 2.500 USD perbulan. Setara dengan 25.000.000 rupiah perbulan. Nah liat ? harga iPhone di Amerika Cuma 700 USD, di Indonesia 6.500.000 rupiah. Nilai rupiah terasa tidak berharga.
  12. 12. 9 F. Dampak Redenominasi Redenominasi dapat menimbulkan dua dampak. Yaitu : 1. Dampak Positif a) Frekuensi pencetakan uang menjadi lebih jarang karena uang logam lebih tahan lama. b) Dapat mengatasi masalah inefisiensi waktu dan salah hitung karena jumlah nol yang terlalu banyak. c) Redenominasi juga akan menyederhanakan penulisan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing sehingga rupiah terlihat memiliki kekuatan karena nilainya mendekati nilai dollar Amerika Serikat. 2. Dampak Negatif a) Bertambah besarnya biaya operasional perusahaan karena harus mengganti sistem pembukuan, percetakan, dan sisitem teknologi informasi. b) Bank Indonesia juga akan mengeluarkan biaya yang besar untuk mencetak uang baru hasil redenominasi. c) Timbulnya dampak sosial berupa ketidak percayaan masyarakat terhadap rupiah, bahkan dapat menjadi boomerang dimana masyarakat justru memborong dollar AS karena mereka mengira redenominasi sama dengan sanering jika tidak dilakukan sosialisasi dengan baik.
  13. 13. 10 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Redenominasi merupakan bagian tugas dari Bank Indonesia dalam melaksanakan dan menjaga kelancaran sistem pembayaran di Indonesia. Bank Indonesia melakukan redenominasi mata uang rupiah karena uang pecahan Indonesia melakuan redenominasi mata uang rupiah karena pecahan Indonesia yang terbesar saat ini adalah Rp.100.000, yang merupakan pecahan terbesar kedua setelah vietnam yang pernah mencetak RP.500.000 Dong. Munculnya keresahan atas status rupiah yang terlalu rendah ketimbang mata uang lainnya. Pecahan uang Indonesia yang terlalu besar menimbulkan ketidak efisienan dan ketidak nyamanan dalam melakukan transaksi, karena diperlukan waktu yang banyak untuk mencatat, menghitung, dan membawa uang untuk melakukan transaksi sehingga terjadi ketidak efisienan dalam transaksi ekonomi. Untuk mempersiapkan kesetaraan ekonomi Indonesia dengan kawasan ASEAN dalam memasuki era Masyaraka Ekonomi ASEAN pada tahun 2015. Untuk menghilangkan kesan bahwa nilai nominal uang yang terlalu besar seolah-olah mencerminkan bahwa di masa lalu, suatu Negara pernah mengalami inflasi yang tinggi atau pernah mengalami kondisi fundamenal ekonomi yang kurang baik. Redenominasi tidak identik dengan sanering, redenominasi adalah penyederhanaan penulisan nominal mata uang menjadi lebih simple yang di lakukan dalam kondisi ekonomi yang stabil dan menuju kearah yang lebih sehat. Sedangkan Sanering adalah pemotongan nilai uang dalam kondisi perekonomian yang tidak sehat. Redenominasi dapat menimbulkan dampak posiif maupun negatif. Dampak positif dari redenminasi dapat terlihat dari frekuensi pencetakan uang menjadi lebih jarang karena uang logam lebih tahan lama. Dapat mengatasi masalah inefisiensi waktu dan biaya transaksi dan salah satu karena jumlah nol yang terlalu banyak. Redenominasi juga akan menyederhanakan penulisan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing sehingga rupiah terlihat memiliki kekuatan karena nilainya mendekati nilai dollar Amerika Serikat.
  14. 14. 11 Dampak negatif dari redenominasi terlihat dari bertambah besarnya operasional perusahaan karena harus mengganti sistem pembukuan, percetakan, dan sistem teknologi informasi. Bank Indonesia juga akan mengeluarkan biaya yang besar untuk mencetak uang baru hasil redenominasi. Selain itu timbulnya dampak Sosial berupa ketidak percayaan masyarakat terhadap rupiah bahkan menjadi boomerang dimana masyarakat justru memborong dollar AS karena mengira redenominasi sama dengan sanering jika tidak dilakukan sosialisasi dengan baik. Redenominasi akan dilakukan secara bertahap, membutuhkan waktu kurang lebih selama sepuluh tahun. Jika di mulai pada 2013, akan berlangsung pada 2023 dalam tiga tahapan. Tahapan pertama, pada 2013-2015 diberlakukan dua redenominasi, yakni uang lama dan baru. Uang lama dengan digit tiga nol, dan uang baru tiga digitnya dipangkas dengan memubuhkan tulisan “rupih baru”. Tahap berikutnya, pada 2016-2018 secara alamiah dalam tiga tahun diperkirakan uang lama habis. Selanjutnya, pada 2019-2020, pemerintah menghilangkan tulisan “baru” pada uang yang beredar, sehingga seluruh uang yang beredar adalah uang baru hasil redenominasi. Namun pemerintah masih memberikan waktu tiga tahun kepada masyarakat untuk menukarkan uang lama dengan uang baru. B. Saran Untuk menghindari dampak sosial berupa trauma masyarakat seperti pada kebijakan sanering pada masa yang lalu yang dapat menghilangkan kepercayaan pada mata uang rupiah, maka disarankan kepada Bank Indonesia agar tersebut melakukan sosialisasi yang intensif tentang rencana redenominasi nilai mata uang rupiah.
  15. 15. 12 DAFTAR PUSTAKA Didik Purwanto Editor : Erlangga Djumena. Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/, Rabu, 23 Januari 2013, 11:13 WIB Dwi Kuncoro Triono. 2008. Lehman Bangkrut, Kapitalisme Sekarat. Al-Wa’ie, Nomor 99 Tahun IX, 2008. Hill, Hall, 2001. Ekonomi Indonesia. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta. Mankiw, N. Gregory. 2007. Makro Ekonomi. Edisi Keenam. Penerbit Erlangga. Jakarta, Indonesia. Michael Parkin. 1997. Economy Macro (Power Point). Web Site. Michael Parkin. September 1997. Smick, David. M. 2008. The World is Curved. Portofolio New York. Terjemahan Bahasa Indonesia oleh Daras Book. 2009.

×