term of referenc e         LATIHAN KHUSUS KOHATI             Tingkat Nasional         Korps HMI-Wati (KOHATI)Himpunan Maha...
DASAR PEMIKIRAN        Dewasa ini isu gender terus menjadi topik yang hangatdiperbincangkan seiring dengan pembahasan hak-...
Padahal jika menyinggung konsepsi Ibu dalam realitas sejarahIndonesia sangatlah jauh dari image yang selama ini dilekatkan...
melainkan harus mengartikulasikan secara lebih substantif dan strategisdari gerakan kaum ibu di Indonesia. Tak dimungkiri,...
NAMA KEGIATAN      Adapun nama kegiatan ini adalah LATIHAN KHUSUS KOHATI(LKK) TINGKAT NASIONAL KORPS HMI-WATI (KOHATI) HIM...
MATERI DAN TEMA MAKALAH1. Materi I    : Hakikat Perempuan Dalam Perspektif Islam2. Materi II         : Partisipasi Perempu...
Bogor, 01 Dzulhijjah1432 H                                            29 Oktober 2011 M                                   ...
Lampiran 1PENANGGUNG JAWAB           :   Ridwan Arifin                               (Ketua Umum HMI Cabang Kota Bogor)   ...
AGENDA ACARAWaktu          Agenda                                     FasilitatorAhad, 20 November 201108.00-21.00    Scre...
Rabu, 23 November 201109.00-09.45   Presentasi Makalah                    MOT09.45-12.45    Materi III                    ...
Feminisme; Sejarah dan Dinamika               Gerakan Keperempuan 16.00-16.30   Aktivitas Pribadi                  All16.3...
DAFTAR PESERTA LATIHAN KHUSUS KOHATI (LKK)NO           NAMA CABANG                   TEMA       UTUSAN                    ...
43   Cabang Jakarta Timur             VI     144   Cabang Jakarta Selatan-Barat    VII     145   Cabang Jakarta Raya      ...
88    Cabang Ternate               III     189    Cabang Jayapura              IV      190    Cabang Sorong               ...
Tor lkk kota bogor
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Tor lkk kota bogor

790 views

Published on

yang mau ikut LKK mangga diantos..

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
790
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
20
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Tor lkk kota bogor

  1. 1. term of referenc e LATIHAN KHUSUS KOHATI Tingkat Nasional Korps HMI-Wati (KOHATI)Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kota Bogor Periode 2010-2011
  2. 2. DASAR PEMIKIRAN Dewasa ini isu gender terus menjadi topik yang hangatdiperbincangkan seiring dengan pembahasan hak-hak asasi manusia yangberimplikasi pada munculnya gugatan terhadap budaya patriarki yangmasih mewarnai berbagai aspek kehidupan. Budaya patriarkhis yangcenderung memosisikan perempuan pada posisi marginal sesungguhnyabertentangan dengan hakikat perempuan sebagai mahluk yang memilikikedudukan setara dengan laki-laki di hadapan Tuhan. Selain itu apabila dikaitkan dengan Hak Asasi Manusia, budayapatriarkhis yang memarginalisasi perempuan seringkali bertentangandengan Hak Asasi Manusia sebagai hak hak yang melekat pada setiapmanusia sebagaimana rumusan rumusan Dalam pasal 1 Undang-UndangNomor 39 Tahun 1999 tentang HAM disebutkan bahwa “Hak Asasi Manusiaadalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaanmanusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara,hukum, pemerintah dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindunganharkat dan martabat manusia” Banyak berita di media televisi yang menginformasikan bagaimanaperempuan masih saja menjadi “jenis kelamin kedua” (The Second Sex).Berita tentang pelecehan seksual, pemerkosaan, perdagangan perempuan,pelacuran, kekerasan dalam rumah tangga, diskriminasi dalam bidangpolitik, diskriminasi dalam pekerjaan dan lain-lain seolah olahmengonfirmasi pernyataan St.Thomas bahwa perempuan adalah“manusia/laki-laki yang tidak sempurna” atau Aristoteles yang mengatakanbahwa, “kodrat perempuan sebagai kodrat yang secara alami memang sudahcacat.” Peran perempuan tidak lebih dan tidak kurang hanya untukmenerima benih laki-laki, memelihara janin dan merawat bayinya. Maknaeksistensi perempuan hanya ditentukan berdasarkan fungsi biologisnya Gambaran situasi tersebut merupakan fenomena yang masih sajaterjadi di tengah tengah realitas menguatnya peran dan kedudukanperempuan dalam tatanan masyarakat. Peran dan kedudukan perempuamtidak lagi hanya meliputi wilayah domestik melainkan meluas ke berbagaiaspek kehidupan tidak terkecuali politik. Perempuan semakin mampumenjadi leader di berbagai bidang kehidupan seperti menjadi pemimpinbangsa, pemimpin partai politik, pemimpin perusahaan, tokoh masyarakatbahkan hal ini dialami pula bagi kaum perempuan yang terpaksa denganberbagai sebab berbeda menjadi “single parent” (orang tua tunggal). Bagiperempuan yang menikah, peran mereka pun sudah semakin luas tidakhanya memiliki peran sebagai istri dan ibu tetapi perempuan masa kini jugamemiliki peran yang tidak kalah penting di luar rumah. Ketimpangan atau bias gender sesungguhnya sejak lama bahkanhingga saat ini masih terepresentasi melalui sosok sosok dalam kehidupannyata yang menggambarkan baik diskriminasi, subordinasi, pembagiankerja, stereotip, maupun kekerasan terhadap perempuan yang kentaldi dalamnya. Perempuan dalam masyarakat patriarki diletakkan padaposisi inferior. Mereka biasanya tidak mempunyai peran penting dalammasyarakat dan menjadi kaum marginal.
  3. 3. Padahal jika menyinggung konsepsi Ibu dalam realitas sejarahIndonesia sangatlah jauh dari image yang selama ini dilekatkan padaperempuan sebagai sosok lemah yang hanya berkutat pada persoalanpersoalan di atas. Setiap tanggal 22 Desember diperingati sebagai hari Ibu.Dalam peringatan ini, kota Bandung memiliki sejarah yang lekat denganmomentum peringatan Hari Ibu. Pada 72 tahun lalu, tepatnya 22 Desember1938, dalam Konggres Wanita Indonesia (Kowani) ke-3 di Bandungmenyepakati tanggal tersebut sebagai Hari Ibu. Tujuannya tentu sajamulia, yakni menjaga semangat kebangkitan kaum ibu Indonesia secaraterorganisir hingga bisa bergerak di ruang publik sejajar dengan kaum laki-laki. Ruang publik sebagaimana dirumuskan oleh Jurgen Habermas terdiridari organ-organ informasi dan perdebatan politik, seperti suratkabar danjurnal. Serta institusi diskusi politik, seperti parlemen, klub politik, salon–salon sastra, majelis publik, tempat minum dan kedai kopi, balai pertemuan,dan ruang-ruang publik lain, di mana diskusi sosio-politik berlangsung. Konsep ranah publik yang diangkat Habermas ini adalah ruang bagidiskusi kritis, terbuka bagi semua orang. Pada ranah publik ini, warga privat(private people) berkumpul untuk membentuk sebuah publik, di mana “nalarpublik” tersebut akan bekerja sebagai pengawas terhadap kekuasaan negara. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, individu dan kelompok dapatmembentuk opini publik, memberikan ekspresi langsung terhadapkebutuhan dan kepentingan mereka, seraya mempengaruhi praktik politik.Prinsip-prinsip ranah publik melibatkan suatu diskusi terbuka tentangsemua isu yang menjadi keprihatinan umum, di mana argumentasi-argumentasi diskursif (bersifat informal, dan tidak ketat diarahkan ke topiktertentu) digunakan untuk menentukan kepentingan umum bersama. Ranahpublik dengan demikian mengandaikan adanya kebebasan berbicara danberkumpul, pers bebas, dan hak untuk secara bebas berpartisipasi dalamperdebatan politik dan pengambilan keputusan. Inilah langkah simbolik kaum ibu meretas jalan panjang kesejarahandalam peringatan yang diformalkan. Sejarah Hari Ibu, dapat ditelusuri daribertemunya para pejuang wanita yang mengadakan konggres pada tahunyang sama dengan Sumpah Pemuda yakni 1928 di Yogyakarta. Organisasiperempuan sebenarnya sudah ada sejak 1912, diilhami oleh perjuangan parapahlawan wanita abad ke-19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien,Cut Mutiah, RA Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai AchmadDahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain. Namun, baru pada 22-25Desember 1928 itulah, para aktivis kaum ibu berkonggres di Yogyakartayang di kemudian hari kita mengenalnya sebagai Konggres WanitaIndonesia (Kowani) pertama. Hadir kurang lebih 30 organisasi wanita dari12 kota di Jawa dan Sumatra yang telah menjadi partisipan. Merekaberkumpul dan mempersatukan organisasiorganisasi wanita tersebut kedalam sebuah wadah perjuangan guna menunjukkan identitas dan spiritberjuang untuk sejajar dengan kaum laki-laki. Dalam realitas sosial saat ini, ada sejumlah fakta yang menunjukkanmasih perlunya gerakan kaum ibu untuk memberdayakan perannya dimasyarakat. Ambil saja beberapa contoh fakta sebagai bahan refleksi.Memang Hari Ibu tak cukup hanya menjadi rutinitas peringatan simbolik,
  4. 4. melainkan harus mengartikulasikan secara lebih substantif dan strategisdari gerakan kaum ibu di Indonesia. Tak dimungkiri, hingga saat ini terjadikontestasi citra kaum ibu di mata khalayak luas. Sebuah pertarunganidentitas yang akan menunjukkan wajah positif atau negatif kaum ibu kita.Kontestasi itu paling tidak masih tergambar jelas di tiga bidang. Pertama, gerakan emansipasi kerap mendapat kendala besar daripola budaya patriarki. Posisi perempuan yang selalu dianggap wajar danseharusnya berada dalam subordinasi dan superioritas kaum laki-laki.Tradisi budaya feodal dan pelembagaan “keakuan” kaum laki-laki dalamcara pandang yang salah tentang budaya ketimuran, telah memosisikankaum ibu dalam wilayah veriperal. Kedua, kesadaran kaum ibu untuk berdaya juga harus berkontestasidengan cara pandang dan interpretasi masyarakat terhadap ajaran agamayang mereka yakini. Banyak kasus dalam menafsirkan kitab suci Alquran,tidak diimbangi sensitivitas gender. Sehingga, kebenaran mutlak dariprilaku skripturalisme yang eksklusif dan tidak membuka ruang dialogmenempatkan kaum ibu kian terpojok. Ketiga, kontestasi juga terjadi di realitas simbolik media. Kampanyeuntuk menjadikan kaum ibu memiliki citra mandiri, sejajar dengan kaumpria dan mampu, kerap direduksi oleh media massa baik cetak maupunelektronika. Kita bisa mengamati banyak acara televisi, radio atau tulisan dimedia cetak yang menempatkan perempuan sebagai objek atau korban dariprilaku diskriminatif. Misalnya saja di berbagai sinetron, kebanyakansinetron yang kejar tayang di televisi kita mempertontonkan perempuansebagi biang gosip, lemah, cengeng, bergantung pada laki-laki, nerimo,hedonistik, dan konsumtif atau gaya glamour khas metropolitan. Tak hanya sinetron tapi juga dalam reality show, news, atau talkshowyang memosisikan perempuan dalam lakon-lakon marginal. Tentu, jika kitamenginginkan perempuan yang kian berdaya dalam peran-peran sosialmereka, maka ketiga ranah kontestasi tadi harus lebih memberi tempat padaperan substantif gerakan emansipasi sehingga pencitraan kaum ibu kianpositif. Hari Ibu hanya akan menjadi sebuah seremonial yang tak bermaknajika kontestasi selalu memosisikan kaum ibu dalam ketidakberdayaan. Korps HMI-Wati sebagai bagian dari kaum perempuan yang telahterserahkan secara akademis, social dan cultural memiliki peran pentingdalam upaya studi kritis dan kontribusi perbuatan untuk menyelesaikanpermasalahan-permasalahan keumatan dan kebangsaan khususnya kaumperempuan. Untuk menyadari peran dan fungsinya tersebut, maka upaya-upaya yang mendukung ke arah penyadaran peran dan fungsi KOHATI bagikaum perempuan menjadi urgen. Adapun salah satu upaya tersebut adalahmengadakan Latihan Kader KOHATI yang secara umum bertujuanmembentuk karakter HMI-Wati yang ideal dan penyadaran peran danfungsinya hingga berikutnya diharapkan mampu berkontribusi padalingkungan sekitarnya.
  5. 5. NAMA KEGIATAN Adapun nama kegiatan ini adalah LATIHAN KHUSUS KOHATI(LKK) TINGKAT NASIONAL KORPS HMI-WATI (KOHATI) HIMPUNANMAHASISWA ISLAM (HMI) CABANG KOTA BOGOR.TEMA Adapun tema yang diangkat dalam pelatihan ini adalah : “KOHATIBERGERAK; Arah Baru Menuju Kesetaraan Partisipasi Perempuan DiRuang Publik”.MAKSUD DAN TUJUANAdapun maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah : 1. Sebagai upaya pembentukan karakter HMI-Wati yang sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Hadits. 2. Sebagai salah satu proses kaderisasi bagi HMI-Wati untuk terbinanya kader akademis, pencipta, pengabdi, yang bernafaskan Islam, serta kreatif dan inovatif sebagai upaya melakukan perubahan terhadap perannnya sebagai kader ummat dan kader bangsa dengan selalu mengharap ridho Allah SWT. 3. Memberi pemahaman bagi HMI-Wati mengenai perempuan dan isu-isu keperempuanan. 4. Menumbuhkan kesadaran HMI-Wati untuk berbuat dan berjuang dalam menjawab permasalahan ummat dan bangsa, khususnya permasalahan kaum perempuan.WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 20-27 November 2011 diwisma Padjajaran Kota Bogor.PELAKSANA KEGIATAN Pengarah kegiatan ini adalah Steering Committee (SC) dan Pelaksanakegiatan adalah Organizing Committee (OC) sebagaimana terlampir.AGENDA ACARA Agenda acara terlampir.PESERTA Adapun peserta dari kegiatan ini adalah HMI-Wati se-Indonesiasebagaimana terlampir.AGENDA KEGIATAN Adapun agenda kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi :1. Monolog2. Diskusi3. Problem Solving4. Dialog5. Presentasi Makalah
  6. 6. MATERI DAN TEMA MAKALAH1. Materi I : Hakikat Perempuan Dalam Perspektif Islam2. Materi II : Partisipasi Perempuan di Ruang Publik3. Materi III : Peran Perempuan Dalam Menjawab Devisi Sosial4. Materi IV : Problematika dan Solusi Kesehatan Reproduksi Perempuan5. Materi V :Perempuan dan Pembangunan Karakter Bangsa; Upaya Mempertahankan Budaya Lokal6. Materi VI : Perempuan di Media Massa; Distorsi dan Upaya Perbaikan Citra7. Materi VII : Analisis Gender Dalam Transformasi Sosial8. Materi VIII : Kuota 30 persen dan Kesetaraan Gender Dalam Partisipasi Politik9. Materi IX : Problematika Perempuan; Kekerasan, Eksploitasi dan Trafficking10. Materi X :Feminisme; Sejarah dan Dinamika Gerakan Keperempuan11. Materi XI : Kecerdasan Emosional dan Pengaruhnya Terhadap Kapasitas Kepemimpinan Perempuan12. Materi XII : Format Gerakan baru KOHATI dalam menyikapi isu keperempuanan13. Materi XIII : Kontekstualisasi Fiqhunnisa dan Pelaksanaan Ajaran IslamPENUTUP Demikian proposal ini disusun untuk menjadi acuan kerja sertamenjadi bahan pertimbangan bagi pihak – pihak terkain untuk terlibatdalam menyukseskan kegiatan ini.Billahitaufiq Wal HidayahWassalamualaikum Wr.Wb.
  7. 7. Bogor, 01 Dzulhijjah1432 H 29 Oktober 2011 M PANITIA PELAKSANA LKK NASIONAL KORPS HMI WATI CABANGKOTA BOGORSEKAR HAPSARI R.SUSAN KHAIRUNNISAKETUA SEKRETARIS Mengetahui, PENGURUS KORPS HMI WATI HMI CABANG KOTA BOGOR ANI SAFITRI KETUA UMUM Menyetujui, PENGURUS HMI CABANG KOTA BOGOR RIDWAN ARIFIN KETUA UMUM
  8. 8. Lampiran 1PENANGGUNG JAWAB : Ridwan Arifin (Ketua Umum HMI Cabang Kota Bogor) Ani Safitri (Ketua Umum KOHATI Cabang Kota Bogor)MASTER OF TRAINING : Musrifah(MoT) Endah Cahya Immawati Hafidah Farwa Danial Iskandar Yusuf Ahlan ElfazSTEERING COMMITTEE : Siti Sopiah Taufik Risa Fenti Uswatun Hasanah Halimatussa’diah Yusrin Edyanti Ratih Eka Rafiansyah MafuluddinORGANIZINGCOMMIITTEE (OC)Ketua : Sekar HapsariSekretaris : R. Susan KhoirunnisaBendahara : Dini Andzani GunawanSeksi Acara Seksi KesekretariatanRika Abrianti Sri HusnatiReni anggraeini SholehahRestika Putri Untari Clara PutriSeksi Publikasi dan Dokumentasi Seksi KonsumsiBadriyah NoviMeliana Agustina Kunti Andika Sari Nurul qomariyahSeksi Perlengkapan Seksi HumasNu Atika Sari Reni AnggreiniRobi Faisal Halimatussa’diahLampiran II
  9. 9. AGENDA ACARAWaktu Agenda FasilitatorAhad, 20 November 201108.00-21.00 Screening Cabang LokalSenin, 21 November 201108.00-16.00 Registrasi dan Screening Panitia16.00-17.30 Pengumuman Hasil Screening MOT20.30 s/d Opening CeremonySelesai Acara pembukaan Latihan Khusus Kohati (LKK) 1. Pembukaan MC 2. Pembacaan Ayat Suci Alqur’an 3. Menyanyikan lagu Indonesia OC Raya, Hymne HMI dan Mars KOHATI 4. Laporan Ketua Pelaksana 5. Sambutan-sambutan:  Ketua Umum KOHATI HMI Cabang Kota Bogor  Ketua Umum HMI Cabang Kota Bogor  Walikota Kota Bogor sekaligus membuka acara 6. Pembacaan do’aWaktu Agenda Fasilitator23.00-24.00 Kontrak belajar MOT24.00-05.00 Istirahat AllSelasa, 22 November 2011 05.30-09.00 Aktivitas pribadi All09.00-09.45 Presentasi Makalah MOT 09.45-12.45 Studium Genaral Ayunda Ida Ismail Pendidikan karakter perempuan di zaman globalisasi12.45-14.00 Aktivitas Pribadi14.00-16.00 Materi I Hakikat Perempuan Dalam Perspektif Ayunda Fitri Ismail Islam16.00-16.30 Aktvitas Pribadi16.30-18.00 Presentasi Makalah MOT18.00-20.30 Aktivitas Pribadi20.30-23.30 Materi II Ibu Hj. Nuryanti Partisipasi Perempuan di Ruang (Sekda Kabupaten Publik Bogor)23.30-24.30 Presentasi Makalah MOT24.30-09.00 Aktivitas Pribadi
  10. 10. Rabu, 23 November 201109.00-09.45 Presentasi Makalah MOT09.45-12.45 Materi III Hj. Fauziah Diani Peran Perempuan Dalam Menjawab Budiarto Devisi Sosial12.45-14.00 Aktivitas Pribadi All14.00-16.00 Materi IV LKMI Problematika dan Solusi Kesehatan Reproduksi Perempuan16.00-16.30 Aktivitas Pribadi16.30-18.00 Presentasi Makalah MOT18.00-20.30 Aktivitas Pribadi All20.30-23.30 Materi V Perempuan dan Pembangunan Reni Marlinawati Karakter Bangsa; Upaya (DPR RI) Mempertahankan Budaya Lokal23.30-24.30 Presentasi Makalah MOT24.30-09.00 Aktivitas Pribadi AllKamis, 24 November 201109.00-09.45 Presentasi Makalah MOT09.45-12.45 Materi VI Perempuan di Media Massa; Distorsi Oki Asokawati dan Upaya Perbaikan Citra12.45-14.00 Aktivitas Pribadi ALL14.00-16.00 Materi VII Ayunda Anggun Z A Analisis Gender Dalam Transformasi Sosial16.00-16.30 Aktivitas Pribadi All16.30-18.00 Presentasi Makalah MOT18.00-20.30 Aktivitas Pribadi All20.30-24.30 Materi VIII Dr. Valina Sinka Kuota 30 persen dan Kesetaraan (Dekan FISIP UI, Gender Dalam Partisipasi Politik Presidium FORHATI)24.30-09.00 Aktivitas Pribadi AllJumat, 25 November 201109.00-11.45 Materi IX Problematika Perempuan; Kekerasan, Khoirunnisa Eksploitasi dan Trafficking (KOMNAS Perempuan)11.45-12.45 Bedah Buku/ Film All12.45-14.00 Aktivitas Pribadi All14.00-16.00 Materi X Ayunda Aida Hubis
  11. 11. Feminisme; Sejarah dan Dinamika Gerakan Keperempuan 16.00-16.30 Aktivitas Pribadi All16.30-18.00 Presentasi Makalah MOT18.00-20.30 Aktivitas Pribadi All20.30-24.00 Materi XI Kecerdasan Emosional dan Ir. Sri Astuti M.Si Pengaruhnya Terhadap Kapasitas Kepemimpinan Perempuan24.00-09.00 Aktivitas AllSabtu, 26 November 201109.00-09.45 Presentasi Makalah MOT09.45-12.45 Materi XII Ade Kusuma Format Gerakan baru KOHATI dalam ningtias menyikapi isu keperempuanan Nurhayati Jammas12.45-14.00 Laporan Analisis Sosial All14.00-16.00 Materi XIII Yunda Kontekstualisasi Fiqhunnisa dan Zahrotunni’mah Pelaksanaan Ajaran Islam16.00-16.30 Aktivitas Pribadi20.00-23.00 PenutupanMinggu, 27 November 201108.00-16.00 Salam perpisahan AllLampiran III
  12. 12. DAFTAR PESERTA LATIHAN KHUSUS KOHATI (LKK)NO NAMA CABANG TEMA UTUSAN MAKALAH1 Cabang Banda Aceh I 12 Cabang Bireun II 13 Cabang Lhokseumawe III 14 Cabang Sigli IV 15 Cabang Takengon V 16 Cabang Tapaktuan VI 17 Cabang Medan VII 18 Cabang Binjai VIII 19 Cabang Langkat IX 110 Cabang Kisaran-Asahan X 111 Cabang Pematang Siantar-Simalungun XI 112 Cabang Padang Sidempuan XII 113 Cabang Labuhan Batu I 114 Cabang Padang II 115 Cabang Solok III 116 Cabang Payakumbuh IV 117 Cabang Padang Panjang V 118 Cabang Bukit Tinggi VI 119 Cabang Batu Sangkar VII 120 Cabang sawahlunto VIII 121 Cabang Pariaman IX 122 Cabang Pekanbaru X 124 Cabang Batam XI 125 Cabang Palembang XII 126 Cabang Metro I 127 Cabang Curup II 128 Cabang Kotabumi III 129 Cabang Lubuk Linggau IV 130 Cabang Bangko V 131 Cabang Muara Bungo VI 132 Cabang Kerinci VII 133 Cabang Bandar Lampung VIII 134 Cabang Baturaja IX 135 Cabang Sarolangun X 136 Cabang Bengkulu XI 137 Cabang Jambi XII 138 Cabang Bangka Belitung I 139 Cabang Indralaya II 140 Cabang Tebo III 141 Cabang Muara Belian IV 142 Cabang Jakarta Pusat-Utara V 1
  13. 13. 43 Cabang Jakarta Timur VI 144 Cabang Jakarta Selatan-Barat VII 145 Cabang Jakarta Raya VIII 146 Cabang Ciputat IX 147 Cabang Bogor X 148 Cabang Bekasi XI 149 Cabang Pandeglang XII 150 Cabang Serang I 151 Cabang Cilegon II 152 Cabang Cianjur III 153 Cabang Kab. Bandung IV 154 Cabang Karawang V 155 Cabang Indramayu VI 156 Cabang Tasikmalaya VII 157 Cabang Cirebon VIII 158 Cabang Ciamis IX 159 Cabang Sukabumi X 160 Cabang Semarang XI 161 Cabang Purwokerto XII 162 Cabang Yogyakarta I 163 Cabang Salatiga II 164 Cabang Surabaya III 165 Cabang Malang IV 166 Cabang Ponorogo V 167 Cabang Denpasar VI 168 Cabang Sumbawa VII 169 Cabang Mataram VIII 170 Cabang Kupang IX 171 Cabang Bima X 172 Cabang Kota Bogor I-XII 2073 Cabang Banjarmasin XII 174 Cabang Banjarbaru I 175 Cabang Palangkaraya II 176 Cabang Makassar III 177 Cabang Makassar Timur IV 178 Cabang Jeneponto V 179 Cabang Gowa Raya VI 180 Cabang Unaha VII 181 Cabang Kendari VIII 182 Cabang Manado IX 183 Cabang Gorontalo X 184 Cabang Bolaang Mongondow XI 185 Cabang Palu XII 186 Cabang Toli-toli I 187 Cabang Ambon II 1
  14. 14. 88 Cabang Ternate III 189 Cabang Jayapura IV 190 Cabang Sorong V 191 Cabang Fak-fak VI 192 Cabang Merauke VII 193 Cabang Manokwari VIII 194 Cabang Biak IX 195 Cabang Polewali Mandar X 196 Cabang Banjarmasin XI 197 Cabang persiapan OKU Timur XII 198 Cabang Lubuk Linggau I 199 Cabang Pandeglang II 1100 Cabang Pare – Pare III 1Jumlah Peserta 119

×