Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Bab 5

5,163 views

Published on

materi ekologi mengenai asas dan faktor pembatas oleh kenanga sari fakultas sains dan matematika jurusan biologi universitas diponegoro semarang

  • Be the first to comment

Bab 5

  1. 1. BAB 5ASAS-ASAS FAKTOR PEMBATAS
  2. 2. 1. Hukum Minimum LIEBIGH• Pada keadaan yang kritis, bahan bahan pendukung kehidupan suatu organisme yang tersedia dalam jumlah minimum bertindak sebagai faktor pembatas.• Dia berpendapat bahwa hasil dari suatu panen tanaman sering dibatasi tidak oleh nutrisi yang diperlukan dalam jumlah yang banyak seperti karbon dan air. Dia menemukan bahwa kekurangan Mg seringkali merupakan faktor yang membatasi pertumbuhan tanaman tersebut.• Penemuan ini membawa pada pemikiran bahwa adanya faktor penentu yang mungkin membatasi produktivitas tanaman.• Contoh permasalahan hukum minimum ini dapat dilihat di sekitar kita.
  3. 3. ASAS-ASAS FAKTOR PEMBATAS1. Hukum Minimum LIEBIGH2. Hukum Toleransi SHELFORD3. Konsep Faktor-Faktor Pembatas4. Faktor Fisik Yang Penting Sebagai Faktor Pembatas5. Lingkungan Mikro Dan Indikator Ekologi6. Study kasus
  4. 4. contohJustus Liebig (1840) menemukan hasil tanaman tidak ditentukan oleh unsur hara N,P, K yang diperlukan dalam jumlah banyak tetapi oleh mineral seperti magnesium yang diperlukan dalam jumlah sedikit oleh tanaman.
  5. 5. • Hukum minimum Liebig telah diterapkan pada program pengendalian lingkungan terhadap organisme.• Namun, hukum minimun Liebig hanya dapat diterapkan pada habitat atau ekosistem dengan arus energi dan materi yang masuk seimbang dengan yang keluar.
  6. 6. 2. Hukum Toleransi SHELFORD• Kehadiran dan keberhasilan sesuatu organisme tergantung kepada lengkapnya kompleks- kompleks keadaan.• Kegagalan suatu organisme dalam mempertahankan hidupnya dapat ditentukan oleh kekurangan atau kelebihan (kuantitatif dan kualitatif) beberapa faktor yang mendekati batas toleransinya.
  7. 7. • Kisaran minimum merupakan batas toleransi digambarkan sebagai Hukum Toleransi Shelford (1913).• Dengan mengetahui kisaran toleransi suatu organisme dapat diketahui keberadaan dan penyebaran (distribusi) organisme tersebut• Istilah yang umum di gunakan
  8. 8. Istilah yang digunakan dalam menggambarkan kisaran toleransi :– Istilah yang digunakan dalam menggambarkan kisaran toleransi :– steno : sempit dan eury : lebar– stenothermal – eurythermal (temperatur) • Telur ikan stenothermal trout /salvelinus (0 – 12 oC), optimum 4% • Telur katak eurythermal (0 - 30 oC).– stenohaline – euryhaline (salinitas) • Ikan salmon euryhaline (tawar – laut), • ikan mas stenohaline (tawar)– stenophagik – euryphagik (makanan) • Kelinci stenophagik (rumput), • kambing euryphagik (rumput, perdu, semak dll).
  9. 9. 3.Konsep Faktor-Faktor Pembatas• Dengan menggabungkan konsep hukum minimum dan konsep toleransi, maka dapat dipahami konsep faktor pembatas (limiting factor).• Faktor pembatas (limiting factor) dapat diartikan sebagai keadaan yang mendekati atau melampaui ambang batas toleransi suatu kondisi.• Faktor pembatas suatu organisme mencakup kisaran minimum atau maksimum dari faktor- faktor abiotik suatu ekosistem. Misal : Suhu, cahaya, pH yang terlalu rendah (minimum) atau terlalu tinggi (maksimum).
  10. 10. • Bagi organisme dengan kisaran toleransi yang lebar (eury) terhadap faktor abiotik X yang relatif konstant bukan merupakan faktor pembatas, sehingga organisme tersebut dapat hadir dalam jumlah banyak.• Sebaliknya, bagi organisme dengan toleransi yang sempit (steno) terhadap faktor abiotik (Y) yang selalu berubah akan menjadi “faktor pembatas” sehingga akan hadir dalam jumlah sedikit.• Contoh : oksigen
  11. 11. • Contohnya Kandungan O2 di udara dalam jumlah banyak dan konstan bukan merupakan faktor pembatas organisme darat.• Sebaliknya, kandungan O2 terlarut di perairan, terdapat dalam jumlah sedikit dan jumlahnya selalu berubah-ubah, menjadi faktor pembatas bagi organisme yang hidup di perairan.
  12. 12. 4. FAKTOR FAKTOR PEMBATAS DALAM EKOSISTEM• Setiap tanaman dalam sikus hidupnya pastiakan mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Dalam pertumbuhan tanaman terdapat berbagai faktor pembatas yang akan menentukan periode pertumbuhannya.Faktor-faktor pembatas tersebut secara garis besar terdiri dari faktor abiotik dan biotik.• Air• Kadar Co2• Cahaya matahari• Kadar oksigen• PH• Salinitas• Nutrien• Suhu
  13. 13. 1. Ketersediaan Air• Air sebagai faktor pembatas mungkin yang terbaik untuk dipahami. Produktivitas pada skala dunia tampaknya berkorelasi dengan ketersediaan air• Air merupakan sumber kehidupan yang tidak dapat tergantikan oleh apa pun juga. Tanpa air seluruh organisme tidak akan dapat hidup. Bagi tumbuhan, air mempunyai peranan yang penting karena dapat melarutkan dan membawa makanan yang diperlukan bagi tumbuhan dari dalam tanah.
  14. 14. 2. Kadar CO2• Berbicara tentang efek rumah kaca, karena CO2 meningkat di atmosfer, sulit untuk berfikir dalam istilah batas CO2 pada produktivitas tanaman. CO2 diperlukan karena menjadi bahan untuk proses fotosintesis tanaman, dan alga.
  15. 15. 3. Cahaya Matahari• Intensitas cahaya dalam suatu ekosistem adalah bervariasi. Kanopi suatu vegetasi akan menahan dan mengabsorpsi sejumlah cahaya sehingga ini akan menentukan jumlah cahaya yang mampu menembus dan merupakan sejumlah energi yang dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan dasar.
  16. 16. 4. Kadar Oksigen• Sumber Oksigen berasal dari:• difusi oksigen dari udara ke dalam air melalui permukaan, kemudian disebarkan keseluruh badan perairan oleh angin, ombak dan proses pengadukan.• Fotosintesa yang dipengaruhi densitas tanaman, cahaya dan laju penyimpanan.
  17. 17. 5. pH• Di darat, pH mempunyai dampak minimal dalam pengambilan CO2 dari atmosfer. Tetapi dalam sistem perairan, pH bisa menjadi faktor pembatas yang sangat serius. CO2 yang terlarut dalam air akan menjadi bikarbonat dan karbonat.
  18. 18. 6. Salinitas• Salinitas adalah tingkat keasinan atau kadar garam terlarut dalam air. Salinitas juga dapat mengacu pada kandungan garam dalam tanah. Kandungan garam pada sebagian besar danau, sungai, dan saluran air alami sangat kecil sehingga air di tempat ini dikategorikan sebagai air tawar. Kandungan garam sebenarnya pada air ini, secara definisi, kurang dari 0,05%. Jika lebih dari itu, air dikategorikan sebagai air payau atau menjadi saline bila konsentrasinya 3 sampai 5%. Lebih dari 5%, ia disebut brine.
  19. 19. 7. Nutrien• Merupakan unsur utama bagi pembentukan protein dan metabolisme sel suatu organisme untuk transfer energi dalam sel. Bahan penimbun energi dalam bentuk ATP untuk reproduksi, pertumbuhan dan perkembangan
  20. 20. 8. Suhu• Suhu merupakan salah satu faktor lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan makhluk hidup, termasuk tumbuhan suhu dapat berperan langsung hampir pada setiap fungsi dari tumbuhan dengan mengontrol laju proses-proses kimia dalam tumbuhan tersebut,
  21. 21. Lingkungan Mikro dan Indikator Ekologi• Lingkungan mikro merupakan suatu habitat organisme yang mempunyai hubungan faktor-faktor fisiknya dengan lingkungan sekitar yang banyak dipengaruhi oleh iklim mikro dan perbedaan topografi. Perbedaan iklim mikro ini dapat menghasilkan komunitas yang ada berbeda. Suatu faktor lingkungan sering menentukan organisme yang akan ditemukan pada suatu daerah. Karena suatu faktor lingkungan sering menentukan organisme yang akan ditemukan pada suatu daerah, maka sebaliknya dapat ditentukan keadaan lingkungan fisik dari organisme yang ditemukan pada suatu daerah. Organisme inilah yang disebut indikator ekologi (indikator biologi). Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan indikator biologi adalah :• Umumnya organisme steno, yang merupakan indikator yang lebih baik daripada organisme euri• Spesies atau jenis yang besar umumnya merupakan indikator yang lebih baik dari pada spesies yang kecil, karena spesies dengan anggota organisme yang besar mempunyai biomassa yang besar pada umumnya lebih stabil.• Semakin banyak hubungan antarspesies, populasi atau komunitas seringkali menjadi faktor yang semakin baik apabila dibandingkan dengan menggunakan satu spesies.
  22. 22. Study kasusVideo faktor pembatas tanaman.
  23. 23. kesimpulan• Dari papran video diatas bahwa tanaman padi diberikan dan dianjurkan untuk diberikan unsur-unsur nutrien . Pada video ini Nutrein merupakan salah satu faktor pembatas . Tumbuhan padi untuk dapat hidup dan tumbuh dengan baik membutuhkan sejumlah nutrien tertentu (misalnya unsur-unsur nitrat, fosfat dan lain sebagainya yang terbagi 2 nutrien Makro dan Mikronutrien) dalam jumlah minimum. Dimana masing- masing unsur berperan penting dalam pertumbuhan tanaman padi. Untuk menghasilkan hasil yang menguntungkan harus memiliki nutrisi- nutrisi yang tepat, jumlah yang tepat pada waktu yang tepat dan nutrisi yang tepat untuk tanaman padi yang sehat. Nitrogen, fosfor, dan kalium adalah nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah besar relatif. Pasokan produk-nutrisi penting dari tanah, air irigasi, dan sering tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tanaman untuk profitabilitas yang tinggi. Jika hal tersebut tidak terpenuhi maka pertumbuhan dan perkembangannya akan terganggu. Dalam hal ini unsur-unsur tersebut sebagai faktor ekologi berperan sebagai faktor pembatas

×