Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Sistem saraf

3,495 views

Published on

Materi untuk Fisiologi Sistem Saraf

Published in: Education
  • Be the first to comment

Sistem saraf

  1. 1. Question 1
  2. 2. Where can we find the longest cell? A Nephron B Ostrich Egg C Neuron D Caulerpa toxifolia
  3. 3. Where can we find the longest cell? A Nephron B Ostrich Egg C Neuron D Caulerpa toxifolia
  4. 4. Sel saraf yang menghubungkan antara leher jerapah (tulang belakang) dan jari kakinya memiliki panjang total 4.572 meter
  5. 5. Question 2
  6. 6. Which of the following animals have most neurons not in their brain? A Cockroach B Aurelia aurita C Octopus D Udang
  7. 7. Where can we find the longest cell? A Cockroach B Aurelia aurita C Octopus D Udang
  8. 8. Ubur-ubur memiliki kurang lebih 300 juta neuron, dan 2/3 nya terdapat pada ganglia tentakelnya
  9. 9. Ciri-ciri Sel Saraf Terpolarisasi Memiliki muatan listrik yang tidak tersebar merata. Pada kondisi normal, permukaan sel bermuatan negatif, sedangkan bagian dalam sel memiliki muatan positif. Eksitasi menyebabkan badan sel terdepolarisasi  Kompartmentalisasi Memiliki bagian-bagian yang menjalankan fungsi khusus tertentu. Mis. Badan sel untuk sintesis protein, dendrit untuk menghantarkan rangsangan, dll.  Dapat tereksitasi (diaktifkan dengan rangsangan tertentu)  Dapat menghantarkan rangsangan secara cepat dalam jarak jauh
  10. 10. Struktur Sel Saraf
  11. 11. Struktur Sel Saraf
  12. 12. Struktur Sel Saraf (Neuron) Merupakan hasil diferensiasi ektoderm. Memiliki struktur yang mirip dengan sel epitel. Mengapa?  Terdiri atas: Badan Sel / soma  terutama berfungsi dalam sintesis protein dan neurotransmitter Pusat kegiatan metabolik sel, mengandung: Nukleus, sebagai penyimpan DNA dan RNA untuk sintesis protein fungsional pada sel. Badan Nissl (RE kasar). Badan Nissl merupakan struktur kromatofilik (berwarna ungu pada pewarnaan H&E). Berfungsi dalam sintesis protein Mikrofibril, terdiri atas mikrotubulus (molekul aktin) sebagai jalur transport dalam sel (sitoskeleton). Terdapat pada seluruh bagian sel, terutama pada dendrit dan akson. Mengapa? 
  13. 13. Struktur Sel Saraf (Neuron) (lanj.) Dendrit Percabangan / terusan sitoplasma (pendek) yang menghantarkan impuls ke badan sel. Merupakan perkembangan dari permukaan basolateral pada sel ektoderm Akson Percabangan / terusan sitoplasma (panjang) yang menghantarkan impuls dari badan sel menuju reseptor. Merupakan perkembangan dari permukaan apikal pada sel ektoderm Ujung saraf Terdiri atas sinapsis antara sel-sel saraf maupun dengan efektor (mis. otot)
  14. 14. Perbandingan antara Sel Saraf dan Sel Epitel
  15. 15. Struktur Akson Akson memiliki 2 tipe: Memiliki selubung mielin Bundelan akson diselubungi oleh neurolemma yang tebal (selubung mielin), diselingi oleh celah-celah yang disebut nodus ranvier. Satu unit antara nodus ranvier disebut Sel Schwann. Selubung mielin memiliki lapisan tebal fosfolipid sehingga bersifat insulatif. Tidak memiliki selubung mielin Bundelan akson diselubungi oleh neurolemma yang tipis. Tidak memiliki unit internoda (Sel Schwann).
  16. 16. Jenis-jenis Sel Saraf Berdasarkan jumlah uluran: Unipolar: satu uluran ke akson. Umumnya pada ganglion sederhana. Bipolar: memiliki dua juluran akson, badan sel di tengah. Umumnya pada neuron reseptor pada retina, koklea, dan olfaktori. Multipolar: banyak dendrit dan satu akson. Umumnya pada neuron motorik. Piramidal : banyak dendrit yang tersebar. Umumnya dalam otak, berperan sebagai interneuron. Juga membentuk berkas His/ Purkinje pada nodus sinoatrial jantung.
  17. 17. Jenis-jenis Sel Saraf
  18. 18. Jenis-jenis Sel Saraf Berdasarkan peranan: Motorik: menghantarkan impuls ke efektor. Dendrit pendek, akson panjang. Sensorik: menghantarkan impuls dari reseptor. Akson pendek, dendrit panjang. Bergerombol membentuk ganglion. Interneuron: menghubungkan neuron sensorik dan motorik. Umumnya multipolar.
  19. 19. Happy Valentine!
  20. 20. Sel-sel penunjang
  21. 21. Sel-sel penunjang Neuroglia / mikroglia : sel-sel yang bertugas untuk menjaga keseimbangan ion ion yang diperlukan dalam proses pembangkitan potensial aksi (impuls). Astrosit: Sel yang bertugas untuk menjaga kesetimbangan nutrien pada sel saraf, serta memberikan cadangan energi bagi sel saraf, karena memiliki kemampuan glikogenesis yang tinggi. Oligodendrosit: Sel-sel yang bertugas dalam menjaga kesetimbangan ion pada sel-sel Schwann dan menjaga ketebalan selubung mielin. Dalam banyak kasus, sel-sel penunjang dapat mengalami kelainan, menjadi penyebab utama berkembangnya kanker otak.
  22. 22. Potensial membran disebabkan oleh perbedaan komposisi ionik dalam cairan intraseluler dan ekstraseluler. Permeabilitas selektif membran plasma, yang merupakan rintangan di antara kedua cairan tersebut, mempertahankan perbedaan ionik tersebut. Cairan intraseluler dan cairan ekstraseluler mengandung berbagai jenis zat terlarut, yang meliputi beragam zat yang bermuatan listrik (ion). Potensial membran
  23. 23. Potensial membran Potensial membran dipengaruhi oleh 2 faktor: Konsentrasi ion sejenis dalam cairan intraseluler dan ekstraseluler Permeabilitas ion pada membran Potensial membran dapat dicari dengan persamaan Goldman (David E. Goldman, University of Columbia): Hasil: Potensial istirahat: -70 mV Potensial ambang : -55 mV Potensial aksi : + 40 mV
  24. 24. Grafik Potensial Membran terhadap Impuls Saraf
  25. 25. Pembangkitan Impuls pada Saraf Ketika reseptor saraf/ badan saraf mengalami rangsangan, maka pada pangkal akson akan mulai timbul suatu impuls elektrik. Pembangkitan impuls ini berlangsung dalam 5 tahapan: 1. Keadaan istirahat. Saluran ion Na+ dan K+ tertutup. Di dalam sel terjadi penumpukan K+, sehingga potensial bernilai negatif (-70mV) 2. Depolarisasi Saluran ion Na+ diaktifkan, sehingga Na+ pada cairan ekstraseluler masuk ke dalam sel. Potensial akan naik. Apabila potensial naik hingga melebihi potensial ambang, maka terjadi potensial aksi. Potensial aksi akan merambat ke dua arah.
  26. 26. Pembangkitan Impuls pada Saraf 3. Repolarisasi Saluran ion Na+ mengalami inaktivasi, sehingga tidak ada lagi Na+ yang masuk ke dalam sel. Saluran ion K+ terbuka, menyebabkan adanya aliran K+ masuk ke dalam sel, sehingga potensial sel turun 4. Hiperpolarisasi Akibat masuknya K+ ke dalam sel, maka potensial sel turun menjadi lebih rendah dari potensial istirahat 5. Fase pemulihan Pompa Na-K aktif bekerja untuk menukar 3 Na+ untuk masuk ke dalam sel dan 2 K+ untuk keluar dari sel. Pada fase ini tidak ada potensial aksi baru yang mungkin timbul.
  27. 27. Animasi Pembangkitan Potensial Aksi
  28. 28. Perambatan Impuls pada Akson Ada 2 tipe perambatan: Perambatan aktif Perambatan impuls listrik melalui pembangkitan potensial aksi, menyebabkan kuat impuls tidak berubah sepanjang akson. Jangkauan impuls jauh. Perambatan pasif Perambatan impuls listrik secara langsung melalui sitoplasma sel. Kuat impuls semakin melemah sepanjang akson. Impuls listrik dapat bocor ke segala arah, kecuali apabila akson diinsulasi oleh myelin.
  29. 29. Perambatan Impuls pada Akson Bermielin Perambatan impuls pada akson bermielin (disebut juga sebagai perambatan saltatoris/loncat): Potensial aksi hanya dapat dibangkitkan pada tiap nodus Ranvier (karena saluran ion yang diperlukan hanya terdapat pada daerah tersebut). Terjadi perambatan aktif. Pada daerah berselubung mielin, impuls merambat melalui perambatan pasif. Tidak ada impuls hilang karena insulasi dari lapisan tebal mielin. Perambatan impuls berlangsung cepat, bisa mencapai 150m/s
  30. 30. Perambatan Impuls pada Akson Tidak Bermielin Potensial aksi terus menerus dibangkitkan pada tiap bagian akson, agar kekuatan impuls tidak hilang akibat bocor ke jaringan sekitar. Perambatan impuls berlangsung lambat, karena adanya kebocoran sinyal impuls dan proses pembangkitan potensial aksi yang membutuhkan waktu. Kecepatan perambatan berkisar 3-15m/s
  31. 31. Animasi Perambatan Impuls pada Akson
  32. 32. Sinapsis Untuk memastikan agar impuls saraf hanya berjalan pada satu arah, maka impuls tidak sepenuhnya berjalan melalui akson. Antara ujung-ujung saraf terdapat celah (sinapsis) yang akan menghantarkan impuls melalui sinyal kimiawi  neurotransmitter Celah antara dua ujung saraf disebut celah sinapsis. Sinyal dihantarkan dari sel saraf pra sinaptik  melewati celah sinapsis  diteruskan menuju sel saraf pascasinaptik Ada juga sinapsis yang menghantarkan secara langsung sinyal listrik  perambatan rangsang berlangsung dua arah. * tidak dibahas
  33. 33. Sinapsis Sinapsis digolongkan berdasarkan protein reseptor dan neurotransmitter yang dihasilkannya. Yang paling umum: Sinapsis kolinergis  asetilkolin Sinapsis epinergis  noradrenalin / norepinefrin Sinapsis glutanergis  glutamate Efek neurotransmitter ada 2: ◦ Merangsang / mengeksitasi ◦ Menghambat/menginhibisi
  34. 34. SINAPSIS KIMIAWI Pada sinapsis kimiawi, depolarisasi akan merangsang penyatuan vesikula sinaptik dengan membran prasinaptik dan merangsang pembebasan molekul neurotransmiter ke dalam celah sinaptik.
  35. 35. Manfaat perambatan sinaptik 1. Memastikan bahwa sinyal hanya dirambatkan pada satu arah (sinapsis kimiawi) 2. Memampukan koneksi pada banyak arah / menghubungkan satu ujung saraf dengan banyak saraf lainnya . Mengapa?  3. Memungkinkan adanya hubungan antara sistem hormonal dan sistem saraf Walaupun demikian, perambatan sinaptik kimiawi memperlambat perambatan impuls.
  36. 36. Neurotransmitter Jenis-jenis (ada banyak sekali!): Asetilkolin Paling banyak jumlahnya, berperan dalam neuron motorik, dan merangsang pembentukan sinapsis baru. Bersifat meningkatkan rangsangan dengan cara menurunkan potensial aksi pada sel penerima. Noradrenalin Merangsang kelenjar untuk melepaskan hormon/enzim Serotonin Mempercepat rangsangan, menimbulkan perasaan bahagia Amfetamin Bekerja secara sinergis dengan asetilkolin
  37. 37. Susunan Sistem Syaraf Pada Manusia Gambar 1: Susunan Sistem Syaraf pada Manusia, terdiri atas 2 kelompok yaitu SSP dan SST Otak Sumsum tulang belakang Syaraf Kranial Syaraf Spinal Sistem Syaraf Pusat (SSP) Sistem Syaraf Tepi (SST)
  38. 38. Merupakan pusat koordinasi utama dalam sistem syaraf. SSP terdiri atas dua bagian, yaitu Otak dan Sumsum tulang belakang Sistem Syaraf Pusat (SSP) Otak / Encephalon • Otak manusia merupakan organ sistem syaraf terpenting. • Memiliki berat sekitar 1,35 – 1, 5 Kg, volume kurang lebih sekitar 2000 cc • Otak dilindungi oleh tulang tengkorak kepala dan tulang tengkorak muka • Disamping itu, suatu jaringan dibawah tengkorak yang disebut selaput meninges juga memberikan perlindungan ekstra bagi keamanan otak dari gangguan. Gambar 2 : Otak manusia
  39. 39. Anatomi Otak ◦ Terdiri dari 2 belahan, yaitu belahan kiri dan belahan kanan. ◦ Masing - masing belahan, terdiri atas 2 substansi pokok, yaitu substansi kelabu (terdiri atas badan sel) dan substansi putih(tersiri atas akson dan denrit) Substansi Kelabu (Kumpulan badan sel, dendrit dan akson tak bermielin) Substansi Putih (Kumpulan akson bermielin) Ventrikel (rongga berisi cairan serebrospinal) Gambar 3 : Susunan anatomi otak yang disayat vertikal.
  40. 40. PERKEMBANGAN EMBRIONIK OTAK Wilayah anterior tali saraf dorsal berkembang dan berdiferensiasi secara ekstensif selama perkembangan embrionik
  41. 41. Otak Depan Telencephalon Otak Tengah Otak Belakang Diencephalon Mesencephalon Metencephalon Myelencephalon Cerebrum (Otak Besar) Diencephalon (thalamus, hipothalamus, epithalamus) Otak Tengah (merupakan bagan dari batang otak) Pons (bagian dari batang otak) , cerebellum Medulla oblongata (bagian dari batang otak) Otak Tengah Otak Belakang Otak Depan a. Embrio saat berumur 1 bulan (b) Embrio saat berumur 5 minggu (c) Otak manusia dewasa Mesencephalon Metencephalon Myelencephalon Syaraf Spinal Diencephalon Telencephalon Cerebral Diencephalon: Hipothalamus Thalamus Kelenjar Pineal (bagian dari epithalamus) Batang Otak: Otak Tengah Pons Medulla oblongata Cerebellum (Otak Kecil) Syaraf Spinal
  42. 42. STRUKTUR DAN AREA FUNGSIONAL SEREBRUM • Korteks serebral terbagi menjadi sisi kiri dan sisi kanan. Suatu serat pita tebal yang dikenal sebagai korpus kalosum menghubungkan sisi kiri dan kanan. • Masing-masing sisi mempunyai empat lobus yang terpisah, dan para peneliti telah mengidentifikasi sejumlah daerah fungsional di dalam masing-masing lobus.
  43. 43. 1. Otak Depan Terdiri atas otak besar (Cerebrum), talamus, hipotalamus, dan infundibulum. Otak besar (Cerebrum) merupakan bagian otak yang paling besar. Cerebrum terbagi menjadi 4 lobus yang masing-masing memiliki fungsi berbeda, yaitu : lobus frontal, lobus parietal, lobus oksipital, dan lobus temporal Lob.Frontal Lob.Temporal Lob.Oksipital Lob.Parietal Frontal association area Bicara Bau Mendengar Auditory association area Melihat Visual association area Somatosensory association area Membaca Bicara Rasa Gambar 4 : Pembagian lobus pada Otak Besar (Cerebrum)
  44. 44. 2. Otak Tengah Terletak didepan otak kecil Di dalam otak kecil terdapat kolikulus superior yang merupakan pusat pergerakan mata. Selain itu juga terdapat kolikulus inferior berfungsi sebagai pusat pendengaran tertentu. Rangsang dari telinga Rangsang dari mata Kolikulus superior Kolikulus inferior Gambar 5 : Bagian-bagian otak tengah Otak Tengah Otak Depan
  45. 45. 3. Otak Belakang Terdiri atas Otak kecil (Cerebellum), Medulla oblongata dan pons. Otak kecil (Cerebrum) berfungsi mengatur pergerakan otot, keseimbangan kerja otot dan rangka, serta mengatur sikap dan posisi tubuh. Medulla oblongata berfungsi untuk gerak tak sadar seperti bernafas, menelan, batuk, bersin dll. Juga bertanggung jawab mengatur kecepatan pernafasan, dan aktivitas jantung dan pembuluh darah. Pons juga terlibat dalam proses-proses tubuh yang terjadi pada medulla oblongata. Pons Medulla oblongata Otak kecil Otak Belakang Gambar 6 : Pembagian Otak Belakang menjadi 3 bagian
  46. 46. Sumsum Tulang Belakang (Medulla Spinalis) • Terdiri atas 2 lapis substansi, yaitu substansi putih dibagian luar dan substansi kelabu di dalam. • Berfungsi membawa rangsangan dari seluruh tubuh menuju otak dan membawa respon dari otak ke efektor untuk menanggapi rangsang. • Fungsi ini darat dilakukan karena medulla spinalis membentuk percabangan ke seluruh bagian tubuh, yang disebut sistem syaraf tepi. Medulla spinalis Substansi kelabu Substansi putih
  47. 47. Gerak Refleks
  48. 48. Susunan Sistem Syaraf Tepi (SST)
  49. 49. PERANAN UTAMA KOMPONEN SIMPATIK DAN PARASIMPATIK SISTEM SARAF OTONOM PADA DIVISI MOTORIS DALAM MENGATUR FUNGSI TUBUH BAGIAN INTERNAL Beberapa jalur simpatik meliputi suatu sinapsis ganglia simpatik yang menonjol dekat dengan sumsum tulang belakang. Sementara ganglia lain kurang menonjol, ganglia neuron parasimpatik terletak di dekat atau di dalam organ target. Sebagian besar akson simpatik membebaskan neurotransmiter norepinefrin pada organ targetnya. Neuron parasimpatik membebaskan asetilkolin.
  50. 50. SISTEM LIMBIK Bagian diensefalon (talamus dan hipotalamus) dan bagian dalam korteks serebral, yang meliputi amigdala dan hippokampus, menyusun pusat fungsional emosi dan memori manusia. Misal sinyal dari hidung memasuki otak melalui kuncup penciuman, yaitu bagian dari sistem limbik.

×