SlideShare a Scribd company logo
Operation Performace
(Kinerja Operasi)
Muhammad Anas A. 120101174100
Mita Wahyuningsih 120101174100
Reza Pradipta K. 12010117410017
Operation Performance
• Pengertian operational performance menurut
Daft (2010, p216) adalah suatu bidang
manajemen yang mengkhususkan pada produksi
barang dan jasa, serta menggunakan alat-alat
dan teknik-teknik khusus untuk memecahkan
masalah-masalah produksi
• operational performance merupakan
pengukuran dari performa perusahaan
terhadap standar atau indikator efektif, efisien
dan tanggung jawab sosial seperti halnya:
produktivitas, siklus dan kepatuhan terhadap
peraturan
Slack et al.’s model of
operations management
Design
Planning and
control
Operation’s
performance
Operations
strategy
Improvement
Operations
management
Operations
strategy
The five competitive objectives
Kinerja Operasional Perusahaan
1. Efektifitas dan efisiensi dari kinerja sebuah
perusahaan dalam menggunakan aset dan
sumber daya lainnya.
2. Melindungi perusahaan dari kerugian.
3. Memastikan bahwa semua pegawai telah
bekerja memenuhi sasaran dan tujuan dengan
efisien dan disertai integritas yang tinggi, tanpa
biaya yang tidak diinginkan atau berlebihan.
4. Berbagai pihak (pegawai, vendor, maupun
pelanggan) menempatkan kepentingan mereka
di belakang dan mendahulukan kepentingan
perusahaan.
Pelaksanaan Fungsi “POAC” pada
kinerja operasional perusahaan
• Planning
• Organizing
• Actuating
• Controlling
Faktor-faktor yang mempengaruhi
Kinerja
• Personal Factors
• Leadership Factors
• Team Factors
• System Factors
• Situation Factors
Pengukuran Kinerja
• sistem pengukuran kinerja adalah suatu
sistem yang bertujuan untuk membantu
manajer perusahaan menilai pencapaian
suatu strategi melalui alat ukur keuangan
dan non keuangan.
Tujuan Pengukuran Kinerja
• Secara umum tujuan dilakukan pengukuran kinerja adalah untuk
(Gordon, 1993 : 36) :
1. Meningkatkan motivasi karyawan dalam memberikan
kontribusi kepada organisasi.
2. Memberikan dasar untuk mengevaluasi kualitas kinerja masing-
masing karyawan.
3. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan
karyawan sebagai dasar untuk menyediakan kriteria seleksi dan
evaluasi program pelatihan dan pengembangan karyawan.
4. Membantu pengambilan keputusan yang berkaitan dengan
karyawan, seperti produksi, transfer dan pemberhentian.
Manfaat Pengukuran Kinerja
• Manfaat sistem pengukuran kinerja adalah (Mulyadi &
Setyawan, 1999: 212-225):
1. Menelusuri kinerja terhadap harapan pelanggannya dan
membuat seluruh personil terlibat dalam upaya pemberi
kepuasan kepada pelanggan.
2. Memotivasi pegawai untuk melakukan pelayanan sebagai
bagian dari mata-rantai pelanggan dan pemasok internal.
3. Mengidentifikasi berbagai pemborosan sekaligus
mendorong upaya-upaya pengurangan terhadap
pemborosan tersebut.
4. Membuat suatu tujuan strategi yang masanya masih kabur
menjadi lebih kongkrit sehingga mempercepat proses
pembelajaran perusahaan.
Prinsip Pengukuran Kinerja
• Dalam pengukuran kinerja terdapat beberapa prinsip-prinsip yaitu:
1. Seluruh aktivitas kerja yang signifikan harus diukur.
2. Pekerjaan yang tidak diukur atau dinilai tidak dapat dikelola karena darinya
tidak ada informasi yang bersifat obyektif untuk menentukan nilainya.
3. Kerja yang tak diukur selayaknya diminimalisir atau bahkan ditiadakan.
4. Keluaran kinerja yang diharapkan harus ditetapkan untuk seluruh kerja yang
diukur.
5. Hasil keluaran menyediakan dasar untuk menetapkan akuntabilitas hasil
alih-alih sekedar mengetahui tingkat usaha.
6. Mendefinisikan kinerja dalam artian hasil kerja semacam apa yang
diinginkan adalah cara manajer dan pengawas untuk membuat penugasan
kerja dari mereka menjadi operasional.
7. Pelaporan kinerja dan analisis variansi harus dilakukan secara kerap.
8. Pelaporan yang kerap memungkinkan adanya tindakan korektif yang segera
dan tepat waktu.
9. Tindakan korektif yang tepat waktu begitu dibutuhkan untuk manajemen
kendali yang efektif.
Ukuran Pengukuran Kinerja
1. Ukuran Kriteria Tunggal
2. Ukuran Kriteria Beragam
3. Ukuran Kriteria Gabungan
Sistem Pengukuran Kinerja
Menurut Cascio (2003: 336-337), kriteria
sistem pengukuran kinerja adalah sebagai
berikut:
1. Relevance
2. Sensitivity
3. Reliability
4. Acceptability
5. Practicality
Menurut Noe et al (2003: 332-335), bahwa
kriteria sistem pengukuran kinerja yang efektif
terdiri dari beberapa aspek sebagai berikut:
1. Mempunyai Keterkaitan yang strategis
2. Validity
3. Reliability
4. Acceptability
5. Specificity
Contoh
Pengukuran Kinerja Operasional
Perusahaan
Maskapai Penerbangan
• Tindak lanjut hasil audit (audit follow up)
• Pengawasan dan pemeriksaan ramp check (surveillance & ramp check follow up)
• Manajemen personil (key personil)
• Unit kerja keselamatan (departement of safety /caso)
• Kecelakaan (accident)
• Kejadian serius (serious incident)
• Daftar penundaan perbaikan (hold item list / deferred maintenance item) serta
kerusakan yang berulang (repetitive trouble)
• Penegakan hukum (law enforcement)
• Pemenuhan dokumen prosedur perusahaan (compliance company procedure manual)
• Sumber daya manusia/personil
• Kelaikan pesawat udara
• Penghargaan keselamatan dari organisasi indenpenden (safety award from
independent and renowned organization)
• Pusat fasilitas perawatan (maintenance base)
• Cabang tempat perawatan (out stations)
• Pemantauan penerbangan (flight following)
• Unit kerja pengendali mutu (quality control department)
• Personil perawatan (maintenance engineering)
• Pelatihan (training) operasi
• Pelatihan (training) teknik
• Sistem pencatatan (recording system)
• Dari hasil penilaian diakumulasikan maka dapat ditentukan kategori
penilaian sebagai berikut:
Kategori I
Jika akumulasi nilai >161.
Merupakan Perusahaan Penerbangan yang telah memenuhi persyaratan
peraturan keselamatan penerbangan sipil.
Kategori II
Jika akumulasi nilai antara 120 – 160
Merupakan Perusahaan Penerbangan yang telah memenuhi persyaratan
standar minimal keselamatan penerbangan sipil namun masih terdapat
beberapa persyaratan belum dipenuhi dan tidak mempengaruhi
keselamatan penerbangan.
Kategori IIIJ
ika akumulasi nilai < 120
Merupakan Perusahaan Penerbangan yang telah memenuhi persyaratan
standar minimal keselamatan penerbangan sipil namun masih terdapat
beberapa persyaratan belum dipenuhi dan dapat menurunkan tingkat
keselamatan penerbangan.
THANKYOU

More Related Content

What's hot

PPT1. perilaku konsumen
PPT1. perilaku konsumenPPT1. perilaku konsumen
PPT1. perilaku konsumen
Dessy Arifina
 
Operational Management : Mengelola Kualitas
Operational Management : Mengelola KualitasOperational Management : Mengelola Kualitas
Operational Management : Mengelola Kualitas
C S
 
Presentase Marketing Mix (7P).pptx
Presentase Marketing Mix (7P).pptxPresentase Marketing Mix (7P).pptx
Presentase Marketing Mix (7P).pptx
CHANDRAFDSILALAHI
 
Contoh Soal dan Jawaban untuk MSDM
Contoh Soal dan Jawaban untuk MSDM Contoh Soal dan Jawaban untuk MSDM
Contoh Soal dan Jawaban untuk MSDM
Lisca Ardiwinata
 

What's hot (20)

Mengelola organisasi pemasaran holistik untuk jangka panjang
Mengelola organisasi pemasaran holistik untuk jangka panjangMengelola organisasi pemasaran holistik untuk jangka panjang
Mengelola organisasi pemasaran holistik untuk jangka panjang
 
PPT1. perilaku konsumen
PPT1. perilaku konsumenPPT1. perilaku konsumen
PPT1. perilaku konsumen
 
Power point msdm seleksi
Power point msdm seleksiPower point msdm seleksi
Power point msdm seleksi
 
Manajemen Chapter 4 (Keragaman Tenaga Kerja)
Manajemen Chapter 4 (Keragaman Tenaga Kerja)Manajemen Chapter 4 (Keragaman Tenaga Kerja)
Manajemen Chapter 4 (Keragaman Tenaga Kerja)
 
Perencanaan Kapasitas
Perencanaan KapasitasPerencanaan Kapasitas
Perencanaan Kapasitas
 
Evaluasi kinerja (18 1-07)
Evaluasi kinerja (18 1-07)Evaluasi kinerja (18 1-07)
Evaluasi kinerja (18 1-07)
 
Operational Management : Mengelola Kualitas
Operational Management : Mengelola KualitasOperational Management : Mengelola Kualitas
Operational Management : Mengelola Kualitas
 
Pengukuran kerja
Pengukuran kerjaPengukuran kerja
Pengukuran kerja
 
Makalah strategi bersaing
Makalah strategi bersaingMakalah strategi bersaing
Makalah strategi bersaing
 
Presentase Marketing Mix (7P).pptx
Presentase Marketing Mix (7P).pptxPresentase Marketing Mix (7P).pptx
Presentase Marketing Mix (7P).pptx
 
Robbins 8 _ Manajemen Strategik
Robbins 8 _ Manajemen StrategikRobbins 8 _ Manajemen Strategik
Robbins 8 _ Manajemen Strategik
 
Strategi Operasi
Strategi OperasiStrategi Operasi
Strategi Operasi
 
Contoh Soal dan Jawaban untuk MSDM
Contoh Soal dan Jawaban untuk MSDM Contoh Soal dan Jawaban untuk MSDM
Contoh Soal dan Jawaban untuk MSDM
 
Strategi generik porter
Strategi generik porterStrategi generik porter
Strategi generik porter
 
Analisis lingkungan internal
Analisis lingkungan internalAnalisis lingkungan internal
Analisis lingkungan internal
 
Manajemen persediaan
Manajemen persediaanManajemen persediaan
Manajemen persediaan
 
Msdm seleksi baru kelompok 6
Msdm seleksi baru kelompok 6Msdm seleksi baru kelompok 6
Msdm seleksi baru kelompok 6
 
Tipe-tipe strategi, bentuk strategi, perencanaan strategi, Formulasi Strategi...
Tipe-tipe strategi, bentuk strategi, perencanaan strategi, Formulasi Strategi...Tipe-tipe strategi, bentuk strategi, perencanaan strategi, Formulasi Strategi...
Tipe-tipe strategi, bentuk strategi, perencanaan strategi, Formulasi Strategi...
 
Dimensi kualitas produk dan jasa
Dimensi kualitas produk dan jasaDimensi kualitas produk dan jasa
Dimensi kualitas produk dan jasa
 
Orientasi dan Penempatan
Orientasi dan PenempatanOrientasi dan Penempatan
Orientasi dan Penempatan
 

Similar to Makalah kinerja operasi Indonesia PPT

(Framework) - Giofani - 11150351 - 7c msdm
(Framework) - Giofani - 11150351 - 7c msdm(Framework) - Giofani - 11150351 - 7c msdm
(Framework) - Giofani - 11150351 - 7c msdm
Giofanisdg
 
Pengukuran produktivitas kerja_karyawan_tugas kelompok_3
Pengukuran produktivitas kerja_karyawan_tugas kelompok_3Pengukuran produktivitas kerja_karyawan_tugas kelompok_3
Pengukuran produktivitas kerja_karyawan_tugas kelompok_3
skies fall
 
Aspek Teknis Operasional dan Manajemen
Aspek Teknis Operasional dan ManajemenAspek Teknis Operasional dan Manajemen
Aspek Teknis Operasional dan Manajemen
Muhammad Fajar
 
Penilaian kinerja
Penilaian  kinerjaPenilaian  kinerja
Penilaian kinerja
rifamonst
 
Manajemen 111022031650-phpapp02
Manajemen 111022031650-phpapp02Manajemen 111022031650-phpapp02
Manajemen 111022031650-phpapp02
Putra Meunafa
 

Similar to Makalah kinerja operasi Indonesia PPT (20)

(Framework) - Giofani - 11150351 - 7c msdm
(Framework) - Giofani - 11150351 - 7c msdm(Framework) - Giofani - 11150351 - 7c msdm
(Framework) - Giofani - 11150351 - 7c msdm
 
Framework
FrameworkFramework
Framework
 
Alfin afan 7i (framework)
Alfin afan 7i (framework)Alfin afan 7i (framework)
Alfin afan 7i (framework)
 
Analisis Implementasi Manajemen Mutu dan Dampaknya pada Kualitas Produk atau ...
Analisis Implementasi Manajemen Mutu dan Dampaknya pada Kualitas Produk atau ...Analisis Implementasi Manajemen Mutu dan Dampaknya pada Kualitas Produk atau ...
Analisis Implementasi Manajemen Mutu dan Dampaknya pada Kualitas Produk atau ...
 
Audit Fungsi Produksi dan Operasi
Audit Fungsi Produksi dan OperasiAudit Fungsi Produksi dan Operasi
Audit Fungsi Produksi dan Operasi
 
Pengukuran produktivitas kerja_karyawan_tugas kelompok_3
Pengukuran produktivitas kerja_karyawan_tugas kelompok_3Pengukuran produktivitas kerja_karyawan_tugas kelompok_3
Pengukuran produktivitas kerja_karyawan_tugas kelompok_3
 
Konsep tqm
Konsep tqmKonsep tqm
Konsep tqm
 
Kelompok 10 mpb analisis implementasi manajemen mutu dan dampaknya pada kual...
Kelompok 10 mpb  analisis implementasi manajemen mutu dan dampaknya pada kual...Kelompok 10 mpb  analisis implementasi manajemen mutu dan dampaknya pada kual...
Kelompok 10 mpb analisis implementasi manajemen mutu dan dampaknya pada kual...
 
fungsi pengawasan
fungsi pengawasanfungsi pengawasan
fungsi pengawasan
 
12 fungsi pengawasan
12 fungsi pengawasan12 fungsi pengawasan
12 fungsi pengawasan
 
Performa Management
Performa ManagementPerforma Management
Performa Management
 
KONSEP DASAR AUDIT MANAJEMEN.pdf
KONSEP DASAR AUDIT MANAJEMEN.pdfKONSEP DASAR AUDIT MANAJEMEN.pdf
KONSEP DASAR AUDIT MANAJEMEN.pdf
 
All FrameWork
All FrameWorkAll FrameWork
All FrameWork
 
EKMA 4116 - Modul 6 Pengawasan
EKMA 4116 - Modul 6 PengawasanEKMA 4116 - Modul 6 Pengawasan
EKMA 4116 - Modul 6 Pengawasan
 
Aspek Teknis Operasional dan Manajemen
Aspek Teknis Operasional dan ManajemenAspek Teknis Operasional dan Manajemen
Aspek Teknis Operasional dan Manajemen
 
Pertemuan 7 Tata Kelola TI.pptx
Pertemuan 7 Tata Kelola TI.pptxPertemuan 7 Tata Kelola TI.pptx
Pertemuan 7 Tata Kelola TI.pptx
 
caara penilaian kerja yang baik dan benar.pptx
caara penilaian kerja yang baik dan benar.pptxcaara penilaian kerja yang baik dan benar.pptx
caara penilaian kerja yang baik dan benar.pptx
 
Penilaian kinerja
Penilaian  kinerjaPenilaian  kinerja
Penilaian kinerja
 
Manajemen 111022031650-phpapp02
Manajemen 111022031650-phpapp02Manajemen 111022031650-phpapp02
Manajemen 111022031650-phpapp02
 
AUDIT PRODUKSI DAN OPERASI.pptx
AUDIT PRODUKSI DAN OPERASI.pptxAUDIT PRODUKSI DAN OPERASI.pptx
AUDIT PRODUKSI DAN OPERASI.pptx
 

More from Yesica Adicondro

More from Yesica Adicondro (20)

Strategi Tata Letak
Strategi Tata LetakStrategi Tata Letak
Strategi Tata Letak
 
Konsep Balanced Score Card
Konsep Balanced Score Card Konsep Balanced Score Card
Konsep Balanced Score Card
 
Makalah kelompok Analisis Taksi Bakri
Makalah kelompok Analisis Taksi BakriMakalah kelompok Analisis Taksi Bakri
Makalah kelompok Analisis Taksi Bakri
 
Makalah kelompok Analisis Taksi Bakri
Makalah kelompok Analisis Taksi BakriMakalah kelompok Analisis Taksi Bakri
Makalah kelompok Analisis Taksi Bakri
 
Makalah Analisis PT Kereta API Indonesia
Makalah Analisis PT Kereta API Indonesia Makalah Analisis PT Kereta API Indonesia
Makalah Analisis PT Kereta API Indonesia
 
Makalah Analisis PT Kereta API Indonesia
Makalah Analisis PT Kereta API Indonesia Makalah Analisis PT Kereta API Indonesia
Makalah Analisis PT Kereta API Indonesia
 
Makalah kelompok 3 gudang garam
Makalah kelompok 3 gudang garamMakalah kelompok 3 gudang garam
Makalah kelompok 3 gudang garam
 
Makalah Perusahaan Gudang Garam
Makalah Perusahaan Gudang GaramMakalah Perusahaan Gudang Garam
Makalah Perusahaan Gudang Garam
 
Makalah kelompok 2 garuda citilink PPT
Makalah kelompok 2 garuda citilink PPTMakalah kelompok 2 garuda citilink PPT
Makalah kelompok 2 garuda citilink PPT
 
Makalah kelompok 2 garuda citilink
Makalah kelompok 2 garuda citilinkMakalah kelompok 2 garuda citilink
Makalah kelompok 2 garuda citilink
 
Dmfi leaflet indonesian
Dmfi leaflet indonesianDmfi leaflet indonesian
Dmfi leaflet indonesian
 
Dmfi booklet indonesian
Dmfi booklet indonesian Dmfi booklet indonesian
Dmfi booklet indonesian
 
Makalah kinerja operasi Indonesia
Makalah kinerja operasi IndonesiaMakalah kinerja operasi Indonesia
Makalah kinerja operasi Indonesia
 
Business process reengineering PPT
Business process reengineering PPTBusiness process reengineering PPT
Business process reengineering PPT
 
Business process reengineering Makalah
Business process reengineering Makalah Business process reengineering Makalah
Business process reengineering Makalah
 
PPT Balanced Scorecard
PPT Balanced Scorecard PPT Balanced Scorecard
PPT Balanced Scorecard
 
Makalah Balanced Scorecard
Makalah Balanced Scorecard Makalah Balanced Scorecard
Makalah Balanced Scorecard
 
Analisis Manajemen strategik PT garuda citilink
Analisis Manajemen strategik PT garuda citilinkAnalisis Manajemen strategik PT garuda citilink
Analisis Manajemen strategik PT garuda citilink
 
analisis PPT PT Japfa
analisis PPT PT Japfaanalisis PPT PT Japfa
analisis PPT PT Japfa
 
Analisis PT Japra Indonesia
Analisis PT Japra IndonesiaAnalisis PT Japra Indonesia
Analisis PT Japra Indonesia
 

Makalah kinerja operasi Indonesia PPT

  • 1. Operation Performace (Kinerja Operasi) Muhammad Anas A. 120101174100 Mita Wahyuningsih 120101174100 Reza Pradipta K. 12010117410017
  • 2. Operation Performance • Pengertian operational performance menurut Daft (2010, p216) adalah suatu bidang manajemen yang mengkhususkan pada produksi barang dan jasa, serta menggunakan alat-alat dan teknik-teknik khusus untuk memecahkan masalah-masalah produksi
  • 3. • operational performance merupakan pengukuran dari performa perusahaan terhadap standar atau indikator efektif, efisien dan tanggung jawab sosial seperti halnya: produktivitas, siklus dan kepatuhan terhadap peraturan
  • 4. Slack et al.’s model of operations management Design Planning and control Operation’s performance Operations strategy Improvement Operations management Operations strategy
  • 5.
  • 6. The five competitive objectives
  • 7.
  • 8. Kinerja Operasional Perusahaan 1. Efektifitas dan efisiensi dari kinerja sebuah perusahaan dalam menggunakan aset dan sumber daya lainnya. 2. Melindungi perusahaan dari kerugian. 3. Memastikan bahwa semua pegawai telah bekerja memenuhi sasaran dan tujuan dengan efisien dan disertai integritas yang tinggi, tanpa biaya yang tidak diinginkan atau berlebihan. 4. Berbagai pihak (pegawai, vendor, maupun pelanggan) menempatkan kepentingan mereka di belakang dan mendahulukan kepentingan perusahaan.
  • 9. Pelaksanaan Fungsi “POAC” pada kinerja operasional perusahaan • Planning • Organizing • Actuating • Controlling
  • 10. Faktor-faktor yang mempengaruhi Kinerja • Personal Factors • Leadership Factors • Team Factors • System Factors • Situation Factors
  • 11. Pengukuran Kinerja • sistem pengukuran kinerja adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu manajer perusahaan menilai pencapaian suatu strategi melalui alat ukur keuangan dan non keuangan.
  • 12. Tujuan Pengukuran Kinerja • Secara umum tujuan dilakukan pengukuran kinerja adalah untuk (Gordon, 1993 : 36) : 1. Meningkatkan motivasi karyawan dalam memberikan kontribusi kepada organisasi. 2. Memberikan dasar untuk mengevaluasi kualitas kinerja masing- masing karyawan. 3. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan karyawan sebagai dasar untuk menyediakan kriteria seleksi dan evaluasi program pelatihan dan pengembangan karyawan. 4. Membantu pengambilan keputusan yang berkaitan dengan karyawan, seperti produksi, transfer dan pemberhentian.
  • 13. Manfaat Pengukuran Kinerja • Manfaat sistem pengukuran kinerja adalah (Mulyadi & Setyawan, 1999: 212-225): 1. Menelusuri kinerja terhadap harapan pelanggannya dan membuat seluruh personil terlibat dalam upaya pemberi kepuasan kepada pelanggan. 2. Memotivasi pegawai untuk melakukan pelayanan sebagai bagian dari mata-rantai pelanggan dan pemasok internal. 3. Mengidentifikasi berbagai pemborosan sekaligus mendorong upaya-upaya pengurangan terhadap pemborosan tersebut. 4. Membuat suatu tujuan strategi yang masanya masih kabur menjadi lebih kongkrit sehingga mempercepat proses pembelajaran perusahaan.
  • 14. Prinsip Pengukuran Kinerja • Dalam pengukuran kinerja terdapat beberapa prinsip-prinsip yaitu: 1. Seluruh aktivitas kerja yang signifikan harus diukur. 2. Pekerjaan yang tidak diukur atau dinilai tidak dapat dikelola karena darinya tidak ada informasi yang bersifat obyektif untuk menentukan nilainya. 3. Kerja yang tak diukur selayaknya diminimalisir atau bahkan ditiadakan. 4. Keluaran kinerja yang diharapkan harus ditetapkan untuk seluruh kerja yang diukur. 5. Hasil keluaran menyediakan dasar untuk menetapkan akuntabilitas hasil alih-alih sekedar mengetahui tingkat usaha. 6. Mendefinisikan kinerja dalam artian hasil kerja semacam apa yang diinginkan adalah cara manajer dan pengawas untuk membuat penugasan kerja dari mereka menjadi operasional. 7. Pelaporan kinerja dan analisis variansi harus dilakukan secara kerap. 8. Pelaporan yang kerap memungkinkan adanya tindakan korektif yang segera dan tepat waktu. 9. Tindakan korektif yang tepat waktu begitu dibutuhkan untuk manajemen kendali yang efektif.
  • 15. Ukuran Pengukuran Kinerja 1. Ukuran Kriteria Tunggal 2. Ukuran Kriteria Beragam 3. Ukuran Kriteria Gabungan
  • 16. Sistem Pengukuran Kinerja Menurut Cascio (2003: 336-337), kriteria sistem pengukuran kinerja adalah sebagai berikut: 1. Relevance 2. Sensitivity 3. Reliability 4. Acceptability 5. Practicality
  • 17. Menurut Noe et al (2003: 332-335), bahwa kriteria sistem pengukuran kinerja yang efektif terdiri dari beberapa aspek sebagai berikut: 1. Mempunyai Keterkaitan yang strategis 2. Validity 3. Reliability 4. Acceptability 5. Specificity
  • 19. Maskapai Penerbangan • Tindak lanjut hasil audit (audit follow up) • Pengawasan dan pemeriksaan ramp check (surveillance & ramp check follow up) • Manajemen personil (key personil) • Unit kerja keselamatan (departement of safety /caso) • Kecelakaan (accident) • Kejadian serius (serious incident) • Daftar penundaan perbaikan (hold item list / deferred maintenance item) serta kerusakan yang berulang (repetitive trouble) • Penegakan hukum (law enforcement) • Pemenuhan dokumen prosedur perusahaan (compliance company procedure manual) • Sumber daya manusia/personil • Kelaikan pesawat udara • Penghargaan keselamatan dari organisasi indenpenden (safety award from independent and renowned organization) • Pusat fasilitas perawatan (maintenance base) • Cabang tempat perawatan (out stations) • Pemantauan penerbangan (flight following) • Unit kerja pengendali mutu (quality control department) • Personil perawatan (maintenance engineering) • Pelatihan (training) operasi • Pelatihan (training) teknik • Sistem pencatatan (recording system)
  • 20.
  • 21. • Dari hasil penilaian diakumulasikan maka dapat ditentukan kategori penilaian sebagai berikut: Kategori I Jika akumulasi nilai >161. Merupakan Perusahaan Penerbangan yang telah memenuhi persyaratan peraturan keselamatan penerbangan sipil. Kategori II Jika akumulasi nilai antara 120 – 160 Merupakan Perusahaan Penerbangan yang telah memenuhi persyaratan standar minimal keselamatan penerbangan sipil namun masih terdapat beberapa persyaratan belum dipenuhi dan tidak mempengaruhi keselamatan penerbangan. Kategori IIIJ ika akumulasi nilai < 120 Merupakan Perusahaan Penerbangan yang telah memenuhi persyaratan standar minimal keselamatan penerbangan sipil namun masih terdapat beberapa persyaratan belum dipenuhi dan dapat menurunkan tingkat keselamatan penerbangan.