Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Penyelarasan pertumbuhan Teknologi IoT dengan Pendidikan Tinggi

583 views

Published on

Dipresentasikan pada Seminar Nasional Komputer dan Informatika
UNIKOM, Bandung, 20 Juli 2017

Published in: Technology
  • I think you need a perfect and 100% unique academic essays papers have a look once this site i hope you will get valuable papers, ⇒ www.WritePaper.info ⇐
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Penyelarasan pertumbuhan Teknologi IoT dengan Pendidikan Tinggi

  1. 1. 1 @yeffry.handoko Dr. Yeffry Handoko Putra, S.T, M.T, CISA Pendidikan: S3 Instrumentasi dan Kontrol ITB S2 Instrumentasi dan Kontrol ITB S1 Teknik fisika dengan KBK Instrumentasi dan Kontrol Post Doctoral: University of Essex, Inggris. bidang Machine to Machine (M2M) pada Robot Ikan bergerombol (Swarm) Profesi: Auditor Sistem Informasi bekerja sama dengan Crowe Howarth Consultant Kaprodi di Magister Sistem Informasi UNIKOM Proyek / Penelitian: •Komunikasi cerdas dan sistem kontrol •IoT untuk Bandung Smart City: Dum truck tracker (2016-skrg), Sistem Pengangkutan sampah menggunakan IoT (Tesis dengan Hangga, pegawai Dinas Kebersihan Kota Bandung) Sertifikasi Profesi: • Ir (Insinyur Pendidik) Persatuan Insinyur Indonesia, 13/03/2010 • CISA: ISACA Norwich Chapter UK, 27/09/2009 • ISSA (Information System Security Association Chapter Asia Pacific Philippines, 28/12/2016 • CISSP masih menunggu hasil Ujian
  2. 2. Penyelarasan pertumbuhan teknologi IoT dengan Pendidikan Tinggi Dr. Yeffry Handoko Putra, S.T, M.T, CISA Magister Sistem Informasi UNIKOM UNIKOM, 20 Juli 2017
  3. 3. Tujuh Karakteristik IoT dan Tujuh prediksi tren IoT di tahun 2017 1.Kecerdasan Buatan / Artificial Intelligence (AI) 2.Bidang Industri 3.Keamanan dan Privasi IoT 4.Perawatan Kesehatan 5.V i r t u a l R e a l i t y ( V R ) d a n Augmented Reality (AR) 6.Pembayaran Digital 7.Lingkungan IoT Tujuh karakteristik Tujuh Trend gravitime.net)
  4. 4. Sensor-Aktuator-Controller over IP sumber: http://postscapes.com/what-exactly-is-the-internet-of-things-infographic/
  5. 5. Industri Manufaktur sensor IoT Sensor-Aktuator-Controller over IP
  6. 6. Platform untuk Sensor IoT Sensor-Aktuator-Controller over IP
  7. 7. Isu dalam IoT di Penelitian Perguruan tinggi (Simlitabmas.ristekdikti.go.id) Real time Data Collection Smart Communic ation Smart Decision and Analysis Security Masking Integration System
  8. 8. Stakeholder IoT di Indonesia Kurikulum di Universitas Manufaktur (Sensor, Aktuator), vendor (Protocol, M2M Communication) Pengguna Jasa IT (Pribadi, Layanan Umum Pemerintah Pembuat Kebijakan, Menuntut Penyelesaian Permasalahan Asosiasi Standar layanan, keamanan (IoT GSI) Isu Komunikasi Isu Keamanan
  9. 9. Arduino/DIY Sensor Sensor-Aktuator-Controller over IP
  10. 10. Indonesia membuat Dev Board sendiri
  11. 11. Bahasa Pemrograman IoT Dev Platform
  12. 12. Dev Tool/IDE
  13. 13. Perguruan Tinggi sebagai Stakeholder: Strategi muatan/Konten Matakuliah IoT Keilmuan IoT setidaknya melibatkan beberapa minor keilmuan seperti: a. Pemrosesan Realtime b. Pemrograman Komunkasi Cerdas c. Proses Data Akuisisi d. Teknik pengukuran e. Microprosesor f. Sistem Basis Data dan Big Data g. Sistem Kriptografi
  14. 14. Perguruan Tinggi sebagai Stakeholder: Strategi muatan/Konten Matakuliah IoT KONTEN DASAR KONTEN TAMBAHAN TARGET MATAKULIAH BASIS DATA PROSES AKUISISI DATA, SENSOR, SISTEM WAKTU NYATA, Data Terdistribusi SISTEM PENGUKURAN DIGITAL SISTEM WAKTU NYATA, Sistem Data Terdistribusi KOMUNIKASI DATA TEKNOLOGI KOMUNIKASI TERBARU SEPERTI BLUE TOOTH, KOMUNIKASI DATA, KOMUNIKASI DATA LANJUT, KOMUNIKASI DATA DIGITAL KEAMANAN DATA STANDAR KEAMANAN, PROTOKOL KEAMANAN, kriptografi SISTEM KEAMANAN DATA, SISTEM KEAMANAN MOBILE, Kriptografi dan enkripsi SISTEM TEKNIK INTEGRASI SISTEM, INTEROPERABILITY, AKSESBILITAS SISTEM TERINTEGRASI Sistem pendukung keputusan teknik pengambilan keputusan dan kecerdasan buatan Sistem Kecerdasan buatan, Sistem Pendukung Keputusan Cerdas Mikroproses or Cerdas chip communicator, mobile device, teknik penyimpanan, cloud computing Mikroprosesor IoT, Enkripsi
  15. 15. KONTEN DASAR KONTEN TAMBAHAN TARGET MATAKULIAH Jaringan Komputer jaringan IoT: BlE, LoRa, Halow, 3G, NB - IOT,Jaringan Terdistribusi, Arsitektur Jaringan (FOG) Jaringan Komunikasi/Komputer, Arsitektur Jaringan Bahasa Pemrograma n C++, C#, Java, JavaScript, phyton Bahasa Pemrograman lanjutan Dev Tool Netbean, Visual Studio, eclipse, IoTivity Bahasa Pemrograman lanjutan Cloud Platform Azure,thinger.io, aws IoT Kontrol realtime Proses Realtime, Kehandalan, Fault Tolerance, sistem kontrol IoT pada industri Kontrol IoT Perguruan Tinggi sebagai Stakeholder (2): Strategi muatan/Konten Matakuliah IoT
  16. 16. Industri sebagi stakeholder: Industry 4.0 Trend saat ini untuk Automatisasi dan Pertukaran Data pada Teknologi Manufaktur sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Industry_4.0
  17. 17. Prinsip pada Industry 4.0 • Interoperability • Information transparency • Technical assistance • Decentralized decisions: kemampuan dari mesin, alat, sensor dan manusia untuk berkomunikasi satu sama lainnya melalui IOT atau IoP (Internet of People) Kemampuan dari sistem informasi untuk menciptakan dunia virtual dari dunia fisik dengan melengkakpi model digital pabrik dengan data sensor. Diperlukan kumpulan dari baris sensor hingga informasi bernilai tinggi Kemampuan sistem untuk mendukung manusia dengan mengumpulkan dan memvisualisasi informasi secara teliti untuk membentuk membantu pengambilan keputusan dengan cepat. Yang kedua dimaksudkan sebagai kemampuan sistem fisik cyber untuk secara fisik mendukung manusia mengerjakan tugas yang tidak disukai, melelahkan atau berbahaya Kemampuan sistem fisik cyber untuk mengambil keputusan sendiri secara otomatis .
  18. 18. Arsitektur Proses Realtime untuk IoT pada Google Cloud Platform source: https://cloud.google.com/solutions/architecture/real-time-stream-processing-iot
  19. 19. Arsitektur Proses Realtime untuk IoT pada Google Cloud Platform source: https://cloud.google.com/solutions/architecture/real-time-stream-processing-iot Pipeline Pipeline mengelola data yang tiba di Cloud Platform, tugasnya: • Transformasi data. Data diubah ke bentuk format lain. • Aggregating and computing data. Dengan menggabungkan data, dapat ditambahkan pengecekan seperti nilai rata-rata dari beberapa alat untuk mencegah alat bertindak sendiri atau tidak berfungsi. Dengan menambahkan komputasi pada pipeline, data dapat dilakukan sambil berjalan (streaming) saat berada di pipeline • Enriching data. Dapat digabungkan alat pembangkit data dengan metadata alat lain, atau dataset, seperti data cuaca, atau lalulintas guna analisis lanjutan • Moving data. Data dapat disimpan pada satu atau lebih lokasi penyimpanan data akhir
  20. 20. Cloud Platform
  21. 21. Asosiasi Standar Sebagai Stakeholder:
 Protokol IoT sumber: https://www.postscapes.com/internet-of-things-protocols/ • Protokol 1 Infrastructure (ex: 6LowPAN, IPv4/ IPv6, RPL) 2 Identification (ex: EPC, uCode, IPv6, URIs) 3 Comms / Transport (ex: Wifi, Bluetooth, LPWAN) 4 Discovery (ex: Physical Web, mDNS, DNS-SD) 5 Data Protocols (ex: MQTT, CoAP, AMQP, Websocket, Node) 6 Device Management (ex: TR-069, OMA-DM) 7 Semantic (ex: JSON-LD, Web Thing Model) 8 Multi-layer Frameworks (ex: Alljoyn, IoTivity, Weave, Homekit) • Security 1. Open Trust Protocol (OTrP) - A protocol to install, update, and delete applications and to manage security configuration in a Trusted Execution Environment (TEE) 2. X.509 Standard for public key infrastructure (PKI) to manage digital certificates and public- key encryption. A key part of the Transport Layer Security protocol used to secure web and email communication.
  22. 22. Protokol IoT sumber: https://www.postscapes.com/internet-of-things-protocols/ • Standar pada IoT masih usulan dari beberapa institusi David E. Culler - The Internet of Every Thing - steps toward sustainability CWSN Keynote, Sept. 26, 2011
  23. 23. Protokol IoT EU Butler Project - Communication Issues
  24. 24. Protokol IoT https://www.cse.wustl.edu/~jain/cse570-15/ftp/iot_prot/#chal4
  25. 25. Organisasi Penyusun Standar IoT • ETSI (European Telecommunications Standards Institute) • - Connecting Things Cluster • IETF (Internet Engineering Task Force) • - CoRE working group (Constrained RESTful Environments) • - 6lowpan working group (IPv6 over Low power WPAN) • - ROLL working group (Routing Over Low power and Lossy networks) • IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) • - IoT "Innovation Space" • OMG (Object Management Group) • - Data Distribution Service Portal • OASIS (Organization for the Advancement of Structured Information Standards) • - MQTT Technical Committee • OGC (Open Geospatial Consortium) • - Sensor Web for IoT Standards Working Group • IoT-A
 "The European Lighthouse Integrated Project addressing the Internet-of-Things Architecture, proposes the creation of an architectural reference model together with the definition of an initial set of key building blocks." • OneM2M
 "The purpose and goal of oneM2M is to develop technical specifications which address the need for a common M2M Service Layer that can be readily embedded within various hardware and software, and relied upon to connect the myriad of devices in the field with M2M application servers worldwide." • OSIOT • "An organization with the single focus to develop and promote royalty-free, open source standards for the emerging Internet of Things." • IoT-GSI (Global Standards Initiative on Internet of Things) • ISA International Society of Automation • W3C
 - Semantic Sensor Net Ontology
 - Web of Things Community Group • EPC Global • The IEC (International Electrotechnical Commission), and ISO (International Organization for Standardization), through the JTC (Joint Technical Committee). Committee Page • RRG (Routing research group) • HIPRG (Host identity protocol research group)
  26. 26. Pemerintah sebagai Stakeholder
  27. 27. Pemerintah sebagai Stakeholder • Smart Governance (Layanan Pemerintah berbasis IT) • Smart Citizen (Masyarakat yang melek IT) • Smart Technology (didukung Teknologi yang baik) • Smart Infrastructure (Infrastruktur IT yang memadai) • Smart Building (Bangunan dan Rumah yang berbasis IoT) • Smart Energy (Pemenuhan energi yang berbasis IT) • Smart Mobility (Jaringan Transportasi berbasis IoT) • Smart Healthcare (Layanan Kesehatan berbasis IT) • Smart Education (Layanan Pendidikan berbasis IT)
  28. 28. Program Smart City Surabaya, kota ini pernah memenangkan Smart City Award tahun 2011. Surabaya mempunyai konsep untuk mengatur kemacetan melalui Traffic Light yang dilengkapi CCTV dan Integrated Traffic System Management, yaitu dengan mengatur waktu lampu merah secara otomatis menjadi lebih pendek bila antrean kendaraannya panjang
  29. 29. Progra Smart City Jakarta, kota ini mempunyai ruang tersendiri sebagai pusat kontrol dalam operasional smart city yang disebut Smart City Lounge. Jakarta juga didukung aplikasi andalan seperti Qlue, Jakarta One Card, Smart Street Lighting System, Dum Truck Tracker, City Surveillance System.
  30. 30. Program Smart City Bandung, kota ini berhasil masuk 6 besar dalam Inovasi Smart City dari World Smart City Organization 2015. Bandung memiliki aplikasi andalan yaitu Media Social Mapping (MSM) dan Panic Button. Dari beberapa kota di Indonesia yang menerapkan Smart City, Bandung merupakan kota terdepan dalam membangun Smart City
  31. 31. Komunitas IoT di Indonesia didominasi oleh swasta and more....
  32. 32. Isu Keamanan pada IoT: Asosiasi Standar sebagai stakeholder Berdasarkan OWASP terdapat 10 masalah keamanan yang diusulkan (OWASP, 2014) yaitu: 1. Interface Web yang tidak aman (Insecure Web Interface) 2. Proses autentifikasi yang tidak memadai (Insufficient Authentication/Authorization) 3. Layangan jaringan yang tidak aman (Insecure Network Services) 4. Ekripsi transportasi yang mudah disusupi (Lack of Transport Encryption) 5. Kepedulian Privasi (Privacy Concerns) 6. Interface Cloud yang tidak aman (Insecure Clould Interface) 7. Interface Mobile yang tidak aman (Insecure Mobile Interface) 8. Konfigurasi Kemanan yang tidak memadai (Insufficient Security Configurability) 9. Perangkat lunak/Firmware yang tidak aman (Insecure Software/Firmware) 10.Keamanan fisik yang lemah (Poor Physical Security)
  33. 33. Contoh proyek IoT
  34. 34. Terima kasih Semoga Presentasi ini menambah kebahagiaan di hari ini

×