Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Meteor Rosada AS. Pelatihan Musik dan Panggung Budaya (Laporan Aksi Aktivis Peneleh April - Mei 2016)

Oleh sebab itu Yayasan Rumah Peneleh dan Rumah Kayu Pecantingan mencoba untuk menjadi pelopor dalam strategi budaya menguatkan kembali budaya nusantara. Strategi pertama yang akan dilakukan adalah memberikan pelatihan music perkusi dengan instrument eksperimen alat-dari alat tradisi dan segala macam benda yang ada di sekitar kita. Strategi yang kedua adalah dengan membuat acara dengan tema Panggung Budaya atau ruang ekspresi bagi masyarkat umum.

Related Books

Free with a 30 day trial from Scribd

See all

Related Audiobooks

Free with a 30 day trial from Scribd

See all
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Meteor Rosada AS. Pelatihan Musik dan Panggung Budaya (Laporan Aksi Aktivis Peneleh April - Mei 2016)

  1. 1. PELATIHAN MUSIK DAN PANGGUNG BUDAYA Pada era globalisasi saat ini, pertukaran budaya adalah kewajaran yang tak bisa disangkal. Budaya-budaya luar dengan sangat mudah masuk dan digandrungi oleh masyarakat. Tentu saja hal tersebut tidak lepas dari ranah strategi budaya yang dilakukan Negara-negara maju untuk melakukan dominasi di dunia pada umumnya. Dominasi tersebut akan berdampak besar pada kekuatan Negara dalam bentuk ekonomi dan politik. Seperti contoh korea selatan yang menggunakan strategi budaya populernya untuk setidaknya menguasai asia tenggara. Atau amerika yang jelas telah sukses menaklukan kebudayaan di seluruh dunia. Pada dasarnya Indonesia memiliki karakteristik budaya yang kuat dan beragam. Hal ini terbentuk karena factor geografis dari Indonesia itu sendiri. Meski perbedaan tersebut juga memiliki sisi negative, namun tentu ketika dapat diolah dengan baik tentu saja tidak akan menjadi masalah besar. Tidak dapat dipungkiri, saat ini Indonesia sedang mengalami degradasi besar-besaran dalam hal budaya. Identitas Indonesia samasekali terlihat kabur. Seni tradisi yang menjadi tombak budaya tidak ubahnya menjadi telur di ujung tanduk. Upaya konservasi budaya yang dilakukan pemerintah tak menjukan dampak yang signifikan, bahkan lebih buruknya hal tersebut menjadi proyek beberapa oknum untuk mendapatkan point-point tertentu yang tidak memiliki korelasi dengan kuatnya budaya lokal. Saat ini anak kecil hingga dewasa lebih akrab dengan drama korea atau serial dari india dan timur tengah. Hal tersebut tak lepas dari media yang terus-terusan membombardir masyarakat dengan acara-acara impor. Selain itu pula turut dikoreksi pula bagaimana masyarakat tidak memiliki daya kreatif untuk menjadi pembanding kebudayan impor tersebut. Seniman yang seharusnya bertanggungjawab besar pada kemajuan budaya tidak terlalu banyak melakukan inovasi-inovasi dari karya yang berakar pada kesenian tradisi. Oleh sebab itu Yayasan Rumah Peneleh dan Rumah Kayu Pecantingan mencoba untuk menjadi pelopor dalam strategi budaya menguatkan kembali budaya nusantara. Strategi pertama yang akan dilakukan adalah memberikan pelatihan music perkusi dengan instrument eksperimen alat-dari alat tradisi dan segala macam benda yang ada di sekitar kita. Strategi yang kedua adalah
  2. 2. dengan membuat acara dengan tema Panggung Budaya atau ruang ekspresi bagi masyarkat umum. Sistematis dari pelatihan music perkusi adalah mengundang mahasiswa-mahasiswa dari berbagai universitas di Sidoarjo seperti Universitas Muhammadiyah Sidaorjo dan Universitas Nahdatul Ulama Sidoarjo. Mahasiswa-mahasiswa tersebut akan dilatih oleh seniman-seniman professional dibidangnya. Jajaran pelatih yang akan membantu kawan-kawan bermain music tersebut adalah pertama Suwandi, dosen STKW Surabaya jurusan karawitan yang sudah memiliki pengalaman Internasional (Australia, Belgia, Rusia, USA, dll). Kedua, Catur Fredi, mahasiswa jurusan karawitan di STKW Surabaya yang juga memiliki pengalaman luas dan pernah menjadi pemain dari Sawungjabo. Ketiga adalah Ita Elya, sama dengan Catur yaitu mahasiswa STKW Surabaya, namun dia lebih focus dalam olah vocal (sinden). Pelatihan tersebut akan diselenggarakan tiap minggu mulai pada tanggal 8 mei 2016 di Rumah Kayu Pecantingan sampai pada batas waktu yang belum ditentukan. Kemudian Panggung Budaya adalah kegiatan yang dimana kami menyediakan ruang terbuka untuk masyarkat umum bisa berekspresi. Tentu dalam hal audience development kami akan melibatkan mahasiswa dari Universitas Airlangga, Universitas Muhammadiah Sidoarjo, dan Universitas Nahdatul Ulama Sidoarjo. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada 14 mei 2016 di Rumah Kayu Pecantingan. Catatan : Video akan diupload via Youtube.com pada nanti malam Meteor Rosada Amang Sanjaya

×