Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Edisi 26-04-2016
Poros Mahasiswa - Kesenjangan di Balik Pembangunan
Tweet
Telah banyak bangunan mercusuar yang kulihat di ...
Home • News • Ekonomi Bisnis • Lifestyle • Hattrick • Daerah • Arsip
Tentang Kami • Redaksi • Karir • Kode Etik • Disclaim...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

M. Aqwamul Kirom. Poros Mahasiswa: Kesenjangan di Balik Pembangunan (Aksi Aktivis Peneleh April - Mei 2016)

Telah banyak bangunan mercusuar yang kulihat di negeri ini, tapi tak banyak kulihat keadilan bagi rakyat kecil yang sembunyi di balik
bangunan mercusuar itu.

Tren pembangunan nasional kini tengah menjadi jargon yang selalu diteriakkan oleh pemerintah. Mulai dari para eksekutif di berbagai
lingkaran kekuasaan (presiden, gubernur, sampai para bupati), tentu tak pernah terlupa untuk membicarakan ”pembangunan nasional”.

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

M. Aqwamul Kirom. Poros Mahasiswa: Kesenjangan di Balik Pembangunan (Aksi Aktivis Peneleh April - Mei 2016)

  1. 1. Edisi 26-04-2016 Poros Mahasiswa - Kesenjangan di Balik Pembangunan Tweet Telah banyak bangunan mercusuar yang kulihat di negeri ini, tapi tak banyak kulihat keadilan bagi rakyat kecil yang sembunyi di balik bangunan mercusuar itu. Tren pembangunan nasional kini tengah menjadi jargon yang selalu diteriakkan oleh pemerintah. Mulai dari para eksekutif di berbagai lingkaran kekuasaan (presiden, gubernur, sampai para bupati), tentu tak pernah terlupa untuk membicarakan ”pembangunan nasional”. Dari ruang rapat ke ruang rapat, dari belusukan ke belusukan, pasti terselipkan ucapan untuk memaparkan program-program terkait semangat tersebut. Sehingga selanjutnya tersepakatilah bahwa agar terwujudnya semua itu, harus di mulai dari pemberian dan pembenahan infrastruktur. Maka kini pembangunan infrastruktur adalah semangat utama pemerintah dalam memulai ”pembangunan nasional”. Namun sangat sayang sekali, ternyata semangat pembangunan di negeri ini hanya untuk sebelah pihak saja. Menggeser yang lemah dan memelihara yang kuat, seperti itulah yang kita lihat selama ini. Pembangunan membabi buta oleh pemerintah dan investor membuat rakyat kecil tersingkir. Banyak pemberitaan media-media yang kini mencoba menyoroti hal itu, mulai dari penggusuran Kampung Pasar Ikan Penjaringan Jakarta, konflik tanah masyarakat samin dengan pabrik semen di Jawa Tengah sampai pembebasan lahan untuk pembuatan jalan tol di Pulau Jawa, telah banyak memperlihatkan bahwa dalang dari kejadian itu semua adalah pemerintah dan investor. Rakyat kecil yang tersingkir dan terbengkalai tak mendapatkan perhatian pemerintah. Dampak dari penggusuran yang mengatas namakan pembangunan nasional, membuat mereka harus pasrah menerima apa adanya. Pemindahan dari tempat asal, ke rumah-rumah susun tidaklah membuat mereka tenang, ongkos bayar sewa tinggi serta biaya hidup bertambah, akhirnya jalan satu-satunya bagi mereka adalah kembali ke kolong jembatan di balik deretan gedung bangunan mercusuar. Realitas terjadinya kesenjangan semakin bertambah di tengah proses pembangunan. Adanya berbagai rencana peningkatan ekonomi juga harus dibarengi dengan pemerataan, di antara cara untuk mewujudkan itu salah satunya adalah melalui perhatian terhadap aspek berkeadilan oleh pemerintah. Dengan memegang sila kelima ”keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia”, sudah seharusnya pemerintah bisa mendahulukan kepentingan rakyat dan bukan kepentingan investor ataupun kepentingan pribadi. Perhatian pemerintah terhadap rakyat kecil dalam proses pembangunan sangat perlu untuk dilakukan. Di antaranya melalui perencanaan sebelum relokasi, perhatian terhadap nasib perekonomian, serta perhatian kehidupan sosial mereka setelah pemindahan. Hal tersebut sangat perlu untuk dilakukan di mana tujuan dari itu adalah agar wujud pembangunan benar-benar mencapai pada kemajuan bangsa, bukan malah menciptakan sebuah kesenjangan bagi bangsa ini. Semoga. MOHAMAD AQWAMUL KIROM ShareShare Edisi Lainnya Berita Lainnya... Global Security 2016 & Nihilisme Tentara >> Arah Perkembangan Hukum Pidana Indonesia >> Nak, Maukah Kau Jadi Polisi? >> Poros Mahasiswa - Dana Desa dan Kemiskinan >> Poros Mahasiswa – Pasar Petani Kecil >> Poros Mahasiswa - Panama Papers dan Rakyat Miskin >> TAJUK - Gairah Investasi China >> HomeHome NewsNews OpiniOpini Ekonomi BisnisEkonomi Bisnis HattrickHattrick LifestyleLifestyle PropertiProperti DaerahDaerah converted by Web2PDFConvert.com
  2. 2. Home • News • Ekonomi Bisnis • Lifestyle • Hattrick • Daerah • Arsip Tentang Kami • Redaksi • Karir • Kode Etik • Disclaimer • Term Of Service • Privacy Policy • Sitemap • Kontak Kami Copyright @2015 Koran Sindo All Rights Reserved Mahasiswa Jurusan Ilmu politik, Aktivis HMI , Aktivis Rumah Peneleh, Universitas Airlangga converted by Web2PDFConvert.com

×