Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Irsyadul Amir. Pelatihan Advokasi Mahasiswa dan Gerakan Sosial (Aksi Aktivis Peneleh April - Mei 2016)

Kegiatan ini bertemakan: "Menumbuhkan Kesadaran Sosial Melalui Revitalisasi Advokasi Mahasiswa"

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Irsyadul Amir. Pelatihan Advokasi Mahasiswa dan Gerakan Sosial (Aksi Aktivis Peneleh April - Mei 2016)

  1. 1. Laporan Kegiatan Aktivis Rumah Peneleh Dasar Pemikiran Paradigma modernisasi dan pembangunan telah menjadi teori perubahan sosial dominan yang berjalan tanpa kontrol berarti dari pesaing tradisional, yakni paham sosialisme dan paham teori kritis. Sementara kalangan teoritisi sosial kritis belum mampu melahirkan alternatif teori untuk menghadapi globalisasi, gerakan sosial (social movement) dan Gerakan masyarakat Civil (civil society), sebagai aktor utama dalam proses globalisasi berpengaruh cukup kuat terutama dalam praktik perubahan sosial. Globalisasi kapitalisme ini mulai mendapat tantangan dari globalisasi masyarakat civil, oleh karena itu tugas masyarakat sipil untuk keadilan social (social justice) adalah terlibat aktif dalam penentangan setiap usaha korporasi perdagangan bebas dan globalisasi yang berusaha melakukan penetrasi ke pedalaman area masyarakat. Penetrasi yang bersifat memaksa, struktural, dan berwatak otoriter dari kapitalisme ini mempengruhi semua kebijakan ekonomi, poltik, serta memudahkan laju invasi global kapital dan investasi, invasi globalisasi proses produksi, serta globalisasi pasar. Seperti yang tengah kita saksikan, semua invasi global tersebut akan menghancurkan hak hidup mayoritas rakyat. Penghancuran hak hidup itu berwujud perbuatan sumber-sumber alam dalam keaneka ragaman hayati, hak-hak entitelmen rakyat lokal yang semestinya dihormati. Gerakan civil society yang dimaksud adalah sebagai arena untuk melakukan counter diskursus terhadap diskursus dominan yakni pembangunan dan globalisasi dan menggantinya dengan perspektif kerakyatan, kaum perempuan miskin dan masyarakat adat. Apa formasi social yang diimpikan oleh mereka yang memperjuangkan “social justice” diakar rumput bagi dunia baru dimasa datang? Belajar dari perjalanan sejarah yang pernah diterapkan sejak formasi sosial kolonialisme menuju social developmentialisme. Dan kini menuju formasi sosial globalisasi kapitalisme, maka perubahan social di masa mendatang perlu ditegakkan di atas prinsip-prinsip yang tidak mengabaikan perkembangan kemanusiaan manusia secara utuh, yang memiliki sensitivitas kultural terhadap kelompok-kelompok tertindas, serta perubahan social yang memberi ruang bagi nasib sendiri bagi kaum yang terpinggirkan. Setiap pergerakan massa yang dilakukan oleh mahasiswa dalam menuju good governance tidak lain harus menguasai metodology aksi, sebagai bentuk bahwa mahasiswa sebagai social of control, social of change, and power of change. Untuk itulah Saya berupaya untuk meningkatkan pemahaman dan methodology dalam melakukan aksi, Advokasi dan menyuarakan suara kebenaran melalui pelatihan AKSI DAN ADVOKASI dikalangan mahasiswa. B. Nama Kegiatan ini bernama : Pelatihan “ ADVOKASI MAHASISWA & GERAKAN SOSIAL ” C. Tujuan Umum :
  2. 2.  Terbetuknya paradigma mahasiswa Indonesia yang sesuai kultur ke Indonesiaan dan tetap dapat berjalan berimbang dengan perkembangan zaman.  Menghilangkan sikap patriarki dalam bermasyarakat dalam rangka terciptanya civil society.  Persiapan dalam membangun pemimpin-pemimpin baru, yang memilki kompetensi yang mapan, dan melakukan aksi kritis terhadap penindasan, penipuan dan pembodohan rakyat.  Membantu pemerintah, masyarakat dan pelajar dalam meningkatkan kesadaran masyrakat, untuk tidak terbelenggu dengan kehidupan patriarki. Sehingga mampu untuk mengangkat derajat kaum marginal yang selalu di ”subordinatkan. Khusus :  Menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang posisi masyarakat marginal ditengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.  Adanya paradigma baru bagi peserta pelatihan ini khususnya mengenai penguasaaan aksi dan advokasi terhadap masuyarakat.  Meningkatkan kesadaran mahasiswa dalam memperjuangkan perlakuan “subordinatif” terhadap kaum termaginalkan.  Diharapkan mampu memiliki kemampuan dasar dalam melakukan aksi dan advokasi. D. Tema Kegiatan ini bertemakan: “Menumbuhkan Kesadaran Sosial Melalui Revitalisasi Advokasi Mahasiswa ” E. Peserta Peserta pelatihan ini terdiri dari :  Anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat Soedirman ( Unsoed Purwokerto ) H. Waktu dan Tempat Pelatihan Advokasi ini diadakan pada tanggal 22 April 2016, di Sekre PMII Komisariat Soedirman ( Jl Jatisari No 79 Sumampir Purwokerto Utara ). I. Penyelenggara Kegiatan ini akan dilaksanakan oleh PK PMII Soedirman dan Aktivis Rumah Peneleh. J. Anggaran Adapun anggaran yang saya gunakan sebesar Rp. 50.000.dengan rincian untuk membeli aqua kardus dan cemilan untuk peserta. K. Materi Pelatihan
  3. 3.  Pengenalan metode dan strategy aksi dan Advokasi Mahasiswa oleh Sahabat : Irsyadul Amir L. Sumber Dana Dana kegiatan ini bersumber dari :  PK PMII Soedirman Purwokerto M. Dokumentasi Kegiatan
  4. 4. N. Penutup Demikian Laporan ini saya buat. semoga apa yang kita lakukan senantiasa bernilai ibadah di sisi-Nya. Amin.

×