SlideShare a Scribd company logo
1 of 15
Download to read offline
PANDANGAN SURAT-SURAT UMUM TENTANG ALLAH
MAKALAH
Disusun Untuk memenuhi Persyaratan Mata Kuliah
Teologi Perjanjian Baru
Rudy Roberto Walean, M.Th.
Disusun Oleh:
Yakub Herman Unsula
20198625
PRODI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN
SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAWAR SARONLAMPUNG
Menggala, 02 Desember 2021
PRAKATA
Puji dan syukur penulis panjatkan bagi Tuhan Yesus Kristus yang oleh rahmat dan
anugerahnya penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah pandangan surat-surat umum
tentang Allah, memang ada begitu banyak masalah yang terjadi dalam penulisan makalah ini,
tetapi oleh karena anugerah Tuhan Yesus Kristus penulis dapat menulis dengan baik. Tuhan Yesus
Kristus yang selalu memberikan kekuatan dan kesehatan yang baik, sehingga penulisan ini dapat
di selesaikan dengan baik.
Dalam penulisan makalah ini, penulis berharap para pembaca dapat membaca dengan baik
dan mencermati setiap bahan yang telah di paparkan, supaya kita dalam mengerti dengan baik apa
yang disampaikan surat-surat umum tentang Allah dalam pandangan mereka masing-masing.
Penulis juga berdoa agar setiap yang membaca makalah ini di berikan iluminasi yang dari
pada Tuhan Yesus Kristus, sehingga ketika ia mmebaca dapat mencerahkan pikirannya dan dapat
mengaplikasikannya dengan baik dalam hidup sehari-hari dan orang lain.
Terimakasih Tuhan Yesus Memberkati Kita
DAFTAR ISI
PRAKATA.....................................................................................................................................
DAFTAR ISI..................................................................................................................................
BAB I Pendahuluan .......................................................................................................................
A. Latar Belakang...................................................................................................................
B. Rumusan Masalah..............................................................................................................
C. Tujuan Masalah..................................................................................................................
BAB II Pembahasan.......................................................................................................................
A. Pandangan Surat Ibrani Tentang Allah ..............................................................................
B. Pandangan Surat Yakobus Tentang Allah .........................................................................
C. Pandangan Surat 1 Petrus dan 2 Petrus Tentang Allah......................................................
D. Pandangan Surat Yudas Tentang Allah .............................................................................
BAB III Penutup ............................................................................................................................
Kesimpulan ....................................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................................
BAB I
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Abba adalah istilah dalam bahasa Aram (Irani: ab), yang berarti Bapa. Hal ini adalah
panggilan akrab kepada ayah, yang dalam bahasa Inggris disebut daddy atau papi (papa) dan
bahasa Korea disebut Appa. Kata Abba digunakan Yesus (Mrk. 14:36) dan Paulus (Gal. 4:6) untuk
menyapa Allah. Dalam doa yang diajarkan Tuhan Yesus, Dia memulai memanggil Allah dengan
sebutan Bapa sehingga doa itu dikenal dengan nama Doa Bapa Kami. Dalam Perjanjian Baru, kata
ini selalu disertai padanannya dalam bahasa Yunani.
Inilah cara menyapa Allah yang tidak dikenal dalam Perjanjian Lama, dan juga tidak dalam
budaya Yahudi pada masa kemudian, tetapi sapaan inilah yang dipakai Tuhan Yesus terhadap
Allah. Sapaan ini (Abba) pula yang dipakai orang-orang Kristen yang dalam Roh Kudus
memandang diri mereka sebagai anak-anak Allah (Mrk. 14:36; Rm. 8:15; dan Gal. 4:6).
Allah dinyatakan sebagai Bapa dalam dua hal, yaitu sebagai Bapa dari Tuhan Yesus Kristus
(Yoh. 5:17; 1:14) dan Bapa dari orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, “semua orang
yang menerima-Nya diberi kuasa supaya menjadi anak-anak Allah” (Yoh.1:12).1
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini adalah bagaimana kita mengetahui pribadi Allah
dan siapakah Allah itu?
C. Tujuan Masalah
Supaya kita mengetahui pribadi Allah yang sesungguhnya dan siapakah Allah itu.
1 Jonars S., Kamus Alkitab dan Theologi,Memahami Istilah-Istilah Dalam Alkitab dan Gereja,
(Yogyakarta: ANDI, 2016), 1
BAB II
PPEMBAHASAN
A. Pandangan Surat Ibrani Tentang Allah
Surat ini jelas berbeda dengan semua tulisan PB lainnya. Secara konsisten surat ini
membicarakan persoalan orang Yahudi, dan pendangannya tentang Kristus sebagai Imam Besar
Agung tidak terdapat di tempat lain. Ada banyak perdebatan tentang siapakah pengarangnya (yang
tetap tidak jelas, meskipun sudah ada banyak dugaan) dan siapakah penerima asli surat ini (yang
tergoda untuk meninggalkan agama Kristen yang mereka peluk dan rupanya tergoda juga untuk
kembali ke Yudaisme). Akan tetapi kita bisa mempelajari ajaran surat ini tanpa masuk terlalu jauh
ke dalam masalah-masalah pelik ini.
Allah Yang Agung
Pengarang Surat kepada orang Ibrani memberi perhatian besar sekali pada Allah, yang
disebutnya sebanyak enam puluh delapan kali (rata-rata satu kali setiap tujuh puluh tiga kata). Ia
mengenal Allah sebagai yang mahaagung, yang menciptakan segala sesuatu yang ada (1:2; 3:4;
4:3-4; 11:3), sebab Dia adalah “api yang menghanguskan” (12:29; bdk. Penggambaran yang
menakutkan dari kedatangan-Nya di Gunung Sion, 12:18-21) dan murka-Nya itu nyata (3:11; 4:3).
Dia adalah hakim semua orang (12:23), khususnya orang-orang yang berbuat jahat (13:4), tetapi
juga hakim “umat-Nya” (10:30). Ajaran tentang “penghakiman abadi” merupakan bagian dari asa-
asas pertama dari ajaran tentang Kristus (6:1-2). Penghakiman adalah sepasti maut (9:27). Kita
diingatkan bahwa ada “malaikat Allah” yang menyembah Dia (1:6) dan ada ayat-ayat yang
menyebut “Allah yang hidup” (misalnya, 3:12; 9:14). Dia adalah “Allah yang mahatinggi” (7:1),
dan Dia aktif dalam perkara-perkara manusia, sehingga mereka ini hanya bisa berbuat sesuatu “jika
Allah mengizinkannya” (6:3). Dalam rencana keselamatan-Nya, orang-orang zaman dahulu tidak
dapat sampai kepada “kesempurnaan” tanpa orang-orang Kristen (11:40). Kehendak-Nya
terlaksana melalui kedatangan Kristus (10:7). Ia berkuasa membangkitkan orang-orang mati
(11:19).
Jadi, pengarang Surat Ibrani tidak meragukan keagungan Allah. Namun ia tidak begitu
menekankan keagungan Allah, melainkan kasih-karunia-Nya yang kadang-kadang ia sebutkan
(2:9; 12:15) dan yang menjadi dasar untuk banyak hal yang dia lihat sedang dikerjakan Allah. Ia
yakin akan penyataan Allah; ia mulai dengan mulai memberi tahu kita bahwa pada masa
sebelumnya Allah berbicara dengan macam-macam cara dan pada saat yang berbeda dan bahwa
sekarang Ia berbicara dengan perantaraan Anak-Nya (1:1-2); ia meyakinkan kita bahwa Allah telah
berbicara “dengan perantaraan Daud” (4:7); ia berbicara tentang “firman Allah” (4:12; 6:5; 13:7),
tentang “penyataan Allah” (5:12) dan tentang kesaksian yang diberikan Allah melalui tanda-ttanda
dan sejenisnya (2:4). Allah begitu menaruh perhatian kepada umat-Nya, sehingga Ia memberi
mereka semua bimbingan yang mereka butuhkan. Ada orang-orang yang merupakan “umat Allah”
(4:9; 11:25), yang juga disebut “Rumah Allah” (10:21).
Pada zaman dahulu Allah memberi janji kepada Abraham dan menguatkan janji itu dengan
sumpa (6:13). Pemberian janji itu menunjukan bahwa Ia memperhatikan bapa leluhur itu. Bahwa
Ia harus bersumpa demi diri-Nya sendiri, itu menunjukan bahwa Ia mahaagung, sebab tidak ada
yang lebih tinggi dari diri-Nya demi siapa Dia bisa bersumpah. Terkandung juga gagasan bahwa
Ia bisa diandalkan: Allah tidak mungkin berdusta (6:18). Bahwa Allah menjanjikan berkat,
merupakan hal yang sangat besar artinya bagi pengarang surat ini. Ia menggunakan kata “janji”
paling banyak dari antara para pengarang PB, seluruhnya empat belas kali (disusul oleh Galatia
yang memakainya sepuluh kali). Dan untuk setiap hal ia merujuk pada apa yang dijanjikan Allah.
Ia bisa memusatkan perhatiannya pada satu janji saja (4:1) ataupun memakai bentuk jamak untuk
janji-janji Allah yang banyak itu (6:12). Namun apapun yang dia lakukan, yang mau ia katakan
ialah bahwa Allah bertindak berdasarkan kasih karunia-Nya. Berkat-berkat Allah datang, bukan
karena manusia pantas menerimanya, melainkan karena Ia memang ingin memberi berkat. Ia
membuat janji-janji dan menepati janji-janji tersebut.
Allah aktif bekerja dalam keselamatan yang dikerjakan oleh Kristus. Pengarang surat ini
menaruh minat besar pada keselamatan, suatu istilah yang dipakainya sebanyak tujuh kali, jadi
paling sering di antara para pengarang PB. Ia tidak selalu menyebutkan secara jelas siapa yang
memberikan keselamatan, namun jelas Allah Bapa atau Kristus atau keduanya. Sekali lagi, imamat
Kristus adalah “di dalam kepada Allah” (2:17; 5:1 [TL]; bdk. 5:4; 10; 9: 14), dan melalui Dia kita
mendekati Allah (7:19, 25); Ia menghadap hadirat Allah untuk kepentingan kita (9:24). Dalam
seluruh surat ini tampak jelas bahwa karya penyelamatan oleh Kristus inilah yang paling penting
bagi pengarang ini. Oleh karena itu kita harus memperhatikan apa yang hendak di katakan tentang
keselamatan itu, tanpa melupakan bahwa bagi dia tidak kurang dari Allah sendiri aktif memberikan
keselamatan itu.2
Teologi tentang Allah
Penulis Ibrani menekankan baik Pribadi dari Allah yang mulia dan cara Allah menyatakan
diri-Nya kepada manusia.
a. Pribadi-Nya.
Penulis menggambarkan Bapa sebagai yang ditinggikan di surga, bertakhta di tempat yang
tinggi (1:3). Frasa itu adalah suatu sebutan bagi Allah yang dinyatakam di Mazmur 110:1.
Gambaran yang sama ditulis di 8:1 dimana istilah “yang mulia” kembali digunakan. Karena kitab
ini ditulis bagi orang Yahudi, tidak diragukan hal itu menunjuk pada “kemuliaan yang bertakhta
di Kursi Kemurahan di Tempat Yang Mahakudus.”
Penulis juga membahas bagaimana menghampiri Allah dengan menunjuk pada Takhta-
Nya.
Orang percaya Yahudi diingatkan bahwa Allah mereka adalah Allah yang hidup, berbeda
dengan ilah-ilah yang mati. Penulis mendorong mereka untuk tidak kembali ke system yang mati
tetapi melayani Allah yang hidup. (Ibr. 9:14; 10:31; 12:22).
Penggunaan api sebagai figure Allah melambangkan penghakiman Allan (12:19). Hal ini
berhubungan dengan tema Ibrani dalam memperingatkan mereka untuk tidak meninggalkan Allah
yang hidup.
Kitab ini ditutup dengan menyebut Allah sebagai damai (13:20). Ia dapat memberikan
damai kepada orang Yahudi di tengah penganiayaan.
b. Wahyu-Nya
2 Leon Morris, Teologi Perjanjian Baru, (Malang: Gandum Mas, 2014), 417-418
1. Pernyataan tentang wahyu Allah adalah melalui putra-Nya (1:1-2). Di PL Allah berbicara
setahap demi setahap dan dengan berbagai cara, tetapi klimaks dari wahyu-Nya adalah
dalam Pribadi Putra-Nya.
2. Sebagai saksi dari wahyu di dalam Kristus, Allah mempertunjukkan mujijat-mujijat
melalui tangan-tangan para saksi-Nya, para rasul, yang menyaksikan keselamatan akbar di
dalam Kristus (2:4).
3. Kebesaran anugrah Allah terlihat, karena melaluinya, Kristus mati bagi semua orang.3
B. Pandangan Surat Yakobus tentang Allah
Surat Yakobus dikenal dan disukai karena nasihat-nasihatnya yang tajam tentang
kehidupan kristiani yang praktis. Kitab itu tidak sering dipertimbangkan untuk teologinya. Bahkan
seorang penafsir terkemuka menyatakan bahwa Yakobus “tidak memiliki teologi”. Memang kitab
yakobus tidak menekankan tema-tema teologi sebagaimana beberapa penulisnya lainnya.
Mungkin tidak ada tlisan Roh Kudus (Yak. 4:5 diperdebatkan), sangat sedikit tentang hidup baru
dalam Kristus, tidak ada doktrin yang jelas tentang Gereja, dan sedikit tentang rencana
keselamatan Allah yang bekerja dalam sejarah.
1. Pencobaan dan Godaan
Dalam ayat 1:2-4, Yakobus memanggil para pembacanya untuk bersukacita ditengah-
tengah pencobaan (peirasmoi). Alasan orang-orang Kristen bisa bersukacita di tengah kesulitan
ialah bahwa Allah menggunakan kesulitan seperti itu dengan cara yang positif
untukperkembangan rohani mereka: “sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu
menghasilkan ketekunan” (ay. 3). Allah mengizinkan kesulitan dalam kehidupan umat-Nya
sebagai sarana untuk meneguhkan dan menguatkan karakter mereka.
Jadi Yakobus mengajarkan bahwa kesulitan-kesulitan yang dihadapi orang-orang Kristen
di dunia yang penuh dosa ini secara paradoks harus diterima. Ini bukan dikarenakan penderitaan
itu pada hakikatnya baik, tetapi karena Allah memakainya untuk menguji dan memperdalam
karakter umat-Nya ketika mereka belajar untuk bersandar kepada-Nya dalam hal-hal yang lebih
besar.
3 https://teologiborneo.blogspot.com/p/blog-page_4.html. Diakses pada tanggal 02 Desember 2021, Jam
08:23 WIB
Penegasan Yakobus bahwa Allah bukanlah sumber godaan merupakan konsep yang lazim
dalam Yudaisme kuno. Ajaran Yahudi berkata bahwa Allah memimpin manusia pada kebenaran,
bukan ketidaktaatan. Dia membawa umat-Nya pada situasi-situasi di mana kesetiaan mereka diuji,
tetapi tidak memimpin mereka untuk tersesat. Bahkan di tengah pencobaan, ada pengaruh Allah
terhadap ketaatan dan “Dia tidak memberikan seorang pun izin untuk berdosa.” Jika seseorang
menyerah ketika digoda, dia tidak boleh menyalahkan Allah atau mengira bahwa tidak adda
kesempatan untuk luput dari godaan karena Allah sedang melakukan ujian tersebut (lih. Ajaran
Paulus yang serupa dalam I Kor. 10:13). Kesalahan didalam godaan dan dosa tidak terletak pada
Allah tetapi pada sifat manusia, sebagaimana dijelaskan oleh Yakobus dalam 1:14-15.
2. Dosa dan Sifat Manusia
Sebagaimana bisa diharapkan dari sebuah kitab dengan penekananpraktis, surat ini berisi
ajaran yang jelas tentang sifat manusia dan kuasa-kuasa dosa yang memengaruhinya. Namun tidak
semua yang Yakobus tulis tentang manusia itu negatif. Dia mengingatkan para pembacanya bahwa
manusia diciptakan serupa dengan gambar Allah (3:9), suatu pernyataan tentang martabat dan nilai
manusia.memuji Allah dan mengutuk orang lain dengan lidah yang sama, benar-benar tidak
konsisten, karena gambar Allah didalam diri manusia (3:9-10).4
3. Hikmat Allah
Yakobus 1:5-8 (TB) Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah
ia memintakannya kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan
dengan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan kepadanya. Hendaklah ia
memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama
dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian
janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati
tidak akan tenang dalam hidupnya.
Hikmat akan diberikan kepada orang-orang yang memintanya dengan hati yang percaya
penuh, tanpa disertai dengan kebimbangan dan iman yang tidak goyah kepada Allah. Asalkan
mereka percaya bahwa Allah mampu membuat orang sederhana menjadi bijak, dan bahwa Ia setia
4 Roy B. Zuck dan Darrell L. Bock, A Biblical Theology Of The New Testament, (Malang: Gandum Mas,
2011), 477-484
menepati janji-Nya kepada orang-orang yang datang kepada-Nya maka Allah pasti memberikan
hikmatNya dengan cara bermurah hati.
Menurut surat Yakobus berkaitan dengan hikmat, ada dari berbagai sumber yaitu hikmat
yang datang dari atas, dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan (Yakobus 3:15). Kalau
hikmat dari dunia, dari hawa nafsu manusia dan dari setan mengarah kepada gaya hidup yang
menaruh rasa iri hati, menyebarkan rasa kebencian, mementingkan diri sendiri, memegahkan diri,
berdusta untuk melawan kebenaran, kekacauan dan perbuatan-perbuatan jahat. Semua hikmat ini
kecuali hikmat dari atas (dari Allah) adalah suatu kebodohan dihadapan Allah. Allah pasti
melenyapkan dan menghilangkannya. Berbeda dengan hikmat Allah atau hikmat yang datang dari
atas. Hikmat Allah melahirkan perbuatan kelemahlembutan, kebenaran ditaburkan dengan damai
bukan dengan perselisihan dan pertikaian. Hikmat yang dari atas itu murni, pendamai, peramah,
penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. Salah
satu contoh di Alkitab yang memiliki hikmat Allah adalah Stefanus. Dalam Kisah Para Rasul 6:10
dikatakan “tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia
berbicara.
Jadi, Hikmat Allah juga diartikan kemampuan rohani untuk melihat dan menilai kehidupan
dan kelakuan dari sudut pandangan Allah (Ams 1:2). Hal ini meliputi pengadaan pilihan yang tepat
serta melakukan hal-hal yang benar menurut kehendak Allah yang dinyatakan dalam Firman-Nya
dan pimpinan Roh (Rom 8:4-17). Kita dapat menerima hikmat ini dengan menghampiri Allah dan
memohonnya dengan iman (ayat Yak 1:6-8; Ams 2:6; 1Kor 1:30).5
C. Pandangan Surat Pertama Petrus tentang Allah
1. Allah yang Hidup
Satu kali Petrus berbicara tentang Allah sebagai “Allah yang hidup” (1:23), dan seluruh
suratnya ini mengulangi ide bahwa Allah benar-benar memperhatikan segala sesuatu yang terjadi.
Allah telah memilih umat-Nya dan ide pilihan ini muncul beberapa kali (1:1; 2:9; 5:10). Kehendak
Allah terlaksana (2:15; 3:17; 4:2, 19). Ia sudah mengetahui sebelumnya siapa yang akan menjadi
milik-Nya (1:2), dan firman-Nya itu tetap untuk selamanya (1:25). Dialah Sang Pencipta (4:19)
5 https://imanyonggi.wordpress.com/2018/12/31/hikmat-allah-surat-yakobus-15-8/. Diakses pada tanggal
02 Desember 2021, Jam 08:18 WIB
dan Dia itu mahakuasa (1:5; 5:11). Pada akhirnya kita semua harus berurusan dengan Allah ini,
sebab penghakiman itu merupakan suatu kenyataan bagi orang-orang yang sudah mati (4:6), bagi
umat Allah maupun bagi mereka yang tidak taat kepada Injil (4:17). Allah menentang orang yang
sombong (5:5).
Akan tetapi kita juga harus memandang Allah sebagai Allah yang penuh rahmat, kasih
karunia dan kebaikan. Dia itu Bapa (1:2-3, 17) dan “Allah, sumber segala kasih karunia” (5:10).
Seluruh surat ini ditulis untuk memberi semangat kepada para pembaca dengan memberi kesaksian
bahwa “ini adalah kasih karunia yang benar-benar dari Allah”, dan didalamnya mereka harus
berdiri dengan teguh (5:12). Dengan kata lain, diserukan agar orang meletakan pengharapan
mereka di “atas kasih karunia yang dianugerahkan kepada mereka pada waktu penyataan Yesus
Kristus” (1:13); mungkin ucapan ini berarti bahwa kasih karuniaakan mencapaikepenuhannya
pada parousia atau bahwa kasih karunia sudah menjadi suatu kenyataan. Keduanya benar,tidak
begitu ada gunanya mencoba membedakan keduanya. Para nabi telah meramalkan kasih karunia
yang akan datang (1:10); ini jelas mengacu pada kasih karunia yang telah diberiikan oleh Allah
melalui Kristus. Suami dan istri sama-sama menjadi ahli waris “kasih karunia” (3:17), dan semua
orang Kristen menjadi pelayan yang baik dari “kasih karunia Allah” yang beraneka-ragam (4:10).
Allah menganugerahkan kasih karuniakepada orang yang rendah hati (5:5), jelas, kasih karunia
merupakan suatu konsep yang penting sekali; kasih karunia adalah anugerah yang baik dari Allah
untuk umat-Nya.
Hidup Kristen adalah semata-mata anugerah Allah, sebab dalam belas kasihan-Nya yang
tak terbatas, Ia telah membuat kita lahir kembali (1:3); hidup rohani kita adalah benar-benar
mukjizat. Karena itulah kita memiliki harapan yang hidup dan menanti-nantikan suatu warisan di
surga, “yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu” (1:3-4).
Kepercayaan dan harapan kita ada pada Allah (1:21; bdk. 3:5); begitu juga kekuatan kita dalam
melayani (4:11). Pengabdian orang Kristen dapat digambarkan sebagai suatu persembahan kurban
rohani kepada Allah (2:5); menarik kalau kita perhatikan berbagai cara Petrus menghubungkan
Gereja dengan Allah. Gereja Allah adalah “umat Allah” (2:10), “rumah Allah” (4:17), dan
“kawanan domba Allah” (5:2) dan anggota-anggotanya adalah “hamba Allah” (2:16).
Semua ini merupakan konsepsi yang sangat mendalam tentang Allah yant tak henti-
hentinya aktif bekerja dalam ciptaan-Nya dan yang secara khusus memperhatikan orang-orang,
yang untuk mereka Anak-Nya mati. Ia senantiasa menjaga mereka dan biarpun mungkin mereka
dipanggil untuk menderita demi Dia, mereka harus mengetahui bahwa rencana-Nya sedang
dilaksanakan bahkan dalam penderitaan mereka itu, dan pada saatnya Ia akan membebaskan
mereka dan membawa mereka ke dalam kemuliaan.6
D. Pandangan Surat kedua Petrus tentang Allah
1. Otoritas Kitab Suci
Firman Allah, kebenaran, dan imanapostolik dikaitkan secara erat dalam II Petrus dengan
“Kitab Suci”. Ini terutama dikatakan dalam II Petrus 1: 19-21,teks utama tentang Kitab Suci dalam
surat-surat ini. Dalam sepuluh ayat ada referensi-referensi tentang kebenaran yang dimiliki oleh
orang Kristen, ajaran apostolik bagi gereja (ay. 12-15); kesaksian apostolik tentang Kristtus, suara
Allah dari Surga (ay. 16-18); kata profetik, nubuat-nubuat kitab Suci, dan nabi-nabi yang berbicara
dari Allah oleh Roh Kudus (ay. 19-21).
Penekanan tentang Allah sebagai Sumber Kitab Suci jelas dalam ayat 21 (“tidak pernah
nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus”). Proposisi dasar dari
ayat 21 ini ialah “orang-orang berbicara atas nama Allah”. Para penulis Perjanjian Lama tidak
menghasilkan tulisan-tulisan “nubuat” mereka atas kehendak atau pemahaman manusia belaka.
Sebaliknya, sumber untuk apa yang mereka sampaikan ialah Allah. Ketika menyampaikan pesan,
orang-orang ini di dorong atau di pengaruhi oleh Roh Kudus sedemikian rupa sehingga apa yang
mereka katakan berasal “dari Allah” dan “bukan oleh kehendak manusia”. Akibatnya Perjanjian
Lama sepenuhnya bisa dipercaya (II Ptr. 1:19), maksud utama Petrus di seluruh teks ini.
Jadi ajaran Petrus tentang pengilhaman adalah keyakinana bahwa Rh Kudus membimbing
para penulis Kitab Suci sedemikian rupa sehingga apa yang mereka tulis sepenuhnya adalah
Firman Allah. Apa yang Kitab Suci katakan, Allah katakan. Inilah pandangan umum tentang Kitab
Suci yang dipegang oleh Yesus dan Gereja mula-mula.7
E. Pandangan Surat Yudas tentang Allah
Ada banyak hal dalam II Petrus yang sangat mirip dengan seluruh surat Yudas, kecuali
tiga ayat yang pertama dan tujuh ayat terakhir. Kedua penuliis berhadapan dengan para pengajar
6 Leon Morris, 440-441
7 Roy B. Zuck dan Darrell L. Bock, 530-535
sesat yang berusaha menyelewengkan ajaran yang benar, dan kedua penulis ini menulis untuk
meluruskan situasi. Sebenarnya Yudas ingin menulis tentang keselamatan (ay. 3), tetapi karena
kebutuhan-kebutuhan-kebutuhan yang mendesak saat itu maka ia terpaksa menangani situasi saat
itu. Maka ia lalu berbicara tentang penghakiman Allah atas orang-orang berdosa (mereka yang
binasa di padang gurun, para malaikat yang berdosa, sodom dan gomora [ayat. 5-7]). Namun Allah
tidak kalah. Henokh bernubuat tentang penghakiman orang-orang semacam ini (ayat 14-16); dan
belakangan juga para rasul Yesus bernubuat mengenai mereka (ayat 17).
Pada akhirnya Yudas berharap bahwa Allah dalam Kristus akan menjaga kita agar tidak
jatuh dan akhirnya membawa kita tanpa noda ke hadapa-Nya (ayat. 24-25).8
Injil Anugerah Allah
Teologia Yudas tentang Keselamatan
Yudas menujukan suratnya pada “mereka yang dipanggil.” Dalam pernyataan ini Yudas
menunjuk pada doktrin pemilihan. Kata “dipanggil” adalah bagi mereka yang telah dipanggil
secara efektual pada keselamatan berdasarkan anugrah Allah yang efektif. Anugrah Allah itulah
yang tidak dapat ditolak oleh manusia. Yudas lebih lanjut menekankan sekuritas dari keselamatan
dengan menegaskan bahwa Allah akan memampukan orang percaya untuk berdiri dihadapan
kemuliaan hadirat-Nya (ayat 24).9
8 Leon Morris, 451-452
9 https://teologiborneo.blogspot.com/p/blog-page_52.html. Diakses pada tanggal 02 Desember 2021, Jam
08:25 WIB
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dari kelima pandangan diatas saya mengambil kesimpulan bahwa setiap pandangan
tentang Allah dalam setiap surat di atas memiliki pandangan yang berbeda-beda, karena penulisan
atau pandangan setiap kitab tentang Allah ditulis berdasarkan tujuan penulisan dan siapa yang
ditujukan dalam surat tersebut sehingga memiliki perbedaan yang sangat segnifikan. Pandangan
surat umum tentang Allah adalah Allah yang agung, pribadi-Nya, Wahyu, pencobaan, dosa dan
sifat manusia, Allah yang hidup, otoritas kitab suci dan Keselamatan hanya didalam Allah.
Jadi pandangan surat-surat umum ini menyatakan bahwa Allahlah yang menciptakan
manusia dan setiap ciptaan-Nya serupa dan segambar dengan Allah (Imago Dey). Allah yang
memberi kehidupan kepada setiap orang atau mahkluk hidup dan segala yang ada di dunia ini.
Allah adalah Allah yang agung yang memegang segala tongkat kekuasaan yang ada di dunia ini,
yang ada di dunia maupun yang ada disorga. Alkitab adalah Firman Allah, sepenuhnya perkataan
Allah dan surat-surat umum ini menyatakan bahwa hanya didalam Allah ada keselamatan yang
melalui Yesus Kristus yang telah mati di atas tiang kayu salib.
DAFTAR PUSTAKA
1. S. Jonars, (2016), Kamus Alkitab dan Theologi, Memahami Istilah-Istilah Dalam Alkitab
dan Gereja, Yogyakarta: ANDI,
2. Morris. Leon, (2014), Teologi Perjanjian Baru, Malang: Gandum Mas.
3. Bock L. Darrell dan Zuck B. Roy, (2011), A Biblical Theology Of The New Testament,
Malang: Gandum Mas.
4. https://teologiborneo.blogspot.com/p/blog-page_4.html. Diakses pada tanggal 02
Desember 2021, Jam 08:23 WIB
5. https://imanyonggi.wordpress.com/2018/12/31/hikmat-allah-surat-yakobus-15-8/.
Diakses pada tanggal 02 Desember 2021, Jam 08:18 WIB
6. https://teologiborneo.blogspot.com/p/blog-page_52.html. Diakses pada tanggal 02
Desember 2021, Jam 08:25 WIB

More Related Content

What's hot

Pembentukan Disiplin Rohani (PDR)
Pembentukan Disiplin Rohani (PDR)Pembentukan Disiplin Rohani (PDR)
Pembentukan Disiplin Rohani (PDR)SABDA
 
Dasar-Dasar Iman Kristen 2 (DIK 2)
Dasar-Dasar Iman Kristen 2 (DIK 2)Dasar-Dasar Iman Kristen 2 (DIK 2)
Dasar-Dasar Iman Kristen 2 (DIK 2)SABDA
 
Doktrin Allah Dasar (DAD)
Doktrin Allah Dasar (DAD)Doktrin Allah Dasar (DAD)
Doktrin Allah Dasar (DAD)SABDA
 
Baptisan Air (with Ps Chris Hukubun)
Baptisan Air (with Ps Chris Hukubun)Baptisan Air (with Ps Chris Hukubun)
Baptisan Air (with Ps Chris Hukubun)Chris Hukubun
 
Milikilah cara hidup yang baik
Milikilah cara hidup yang baikMilikilah cara hidup yang baik
Milikilah cara hidup yang baikYohanes Ratu Eda
 
Cara berkhotbah yang efektif
Cara berkhotbah yang efektifCara berkhotbah yang efektif
Cara berkhotbah yang efektifSAROFAMATI DUHA
 
Arti melayani
Arti melayaniArti melayani
Arti melayaniSABDA
 
Mengenal Tuhan melalui Firman-Nya
Mengenal Tuhan melalui Firman-NyaMengenal Tuhan melalui Firman-Nya
Mengenal Tuhan melalui Firman-NyaJohan Setiawan
 
Hukum&moral perkawinan katolik
Hukum&moral perkawinan katolikHukum&moral perkawinan katolik
Hukum&moral perkawinan katolikYR Widadaprayitna
 
Sejarah pengakuanimanrasuli materi11
Sejarah pengakuanimanrasuli materi11Sejarah pengakuanimanrasuli materi11
Sejarah pengakuanimanrasuli materi11Trsetiabudi
 
Kristologi dalam Refleksi Teologi Modern
Kristologi dalam Refleksi Teologi ModernKristologi dalam Refleksi Teologi Modern
Kristologi dalam Refleksi Teologi ModernGiovanni Promesso
 
Doktrin Keselamatan
Doktrin KeselamatanDoktrin Keselamatan
Doktrin KeselamatanSABDA
 
Makalah kateketika peran gembala sebagai pendidik dalam pertumbuhan rohani je...
Makalah kateketika peran gembala sebagai pendidik dalam pertumbuhan rohani je...Makalah kateketika peran gembala sebagai pendidik dalam pertumbuhan rohani je...
Makalah kateketika peran gembala sebagai pendidik dalam pertumbuhan rohani je...istondoluanak
 

What's hot (20)

Pembentukan Disiplin Rohani (PDR)
Pembentukan Disiplin Rohani (PDR)Pembentukan Disiplin Rohani (PDR)
Pembentukan Disiplin Rohani (PDR)
 
Dasar-Dasar Iman Kristen 2 (DIK 2)
Dasar-Dasar Iman Kristen 2 (DIK 2)Dasar-Dasar Iman Kristen 2 (DIK 2)
Dasar-Dasar Iman Kristen 2 (DIK 2)
 
Doktrin Allah Dasar (DAD)
Doktrin Allah Dasar (DAD)Doktrin Allah Dasar (DAD)
Doktrin Allah Dasar (DAD)
 
Baptisan Air (with Ps Chris Hukubun)
Baptisan Air (with Ps Chris Hukubun)Baptisan Air (with Ps Chris Hukubun)
Baptisan Air (with Ps Chris Hukubun)
 
Milikilah cara hidup yang baik
Milikilah cara hidup yang baikMilikilah cara hidup yang baik
Milikilah cara hidup yang baik
 
Materi dasar pemuridan
Materi dasar pemuridanMateri dasar pemuridan
Materi dasar pemuridan
 
Cara berkhotbah yang efektif
Cara berkhotbah yang efektifCara berkhotbah yang efektif
Cara berkhotbah yang efektif
 
Spiritual Pathways
Spiritual PathwaysSpiritual Pathways
Spiritual Pathways
 
Teologia biblika
Teologia biblikaTeologia biblika
Teologia biblika
 
Arti melayani
Arti melayaniArti melayani
Arti melayani
 
Mengenal Tuhan melalui Firman-Nya
Mengenal Tuhan melalui Firman-NyaMengenal Tuhan melalui Firman-Nya
Mengenal Tuhan melalui Firman-Nya
 
Hukum&moral perkawinan katolik
Hukum&moral perkawinan katolikHukum&moral perkawinan katolik
Hukum&moral perkawinan katolik
 
Sejarah pengakuanimanrasuli materi11
Sejarah pengakuanimanrasuli materi11Sejarah pengakuanimanrasuli materi11
Sejarah pengakuanimanrasuli materi11
 
Kristologi dalam Refleksi Teologi Modern
Kristologi dalam Refleksi Teologi ModernKristologi dalam Refleksi Teologi Modern
Kristologi dalam Refleksi Teologi Modern
 
Kurikulum
KurikulumKurikulum
Kurikulum
 
Koleksi Ucapan Berkat
Koleksi Ucapan BerkatKoleksi Ucapan Berkat
Koleksi Ucapan Berkat
 
Doktrin Keselamatan
Doktrin KeselamatanDoktrin Keselamatan
Doktrin Keselamatan
 
Makalah Roh Kudus
Makalah Roh KudusMakalah Roh Kudus
Makalah Roh Kudus
 
Makalah kateketika peran gembala sebagai pendidik dalam pertumbuhan rohani je...
Makalah kateketika peran gembala sebagai pendidik dalam pertumbuhan rohani je...Makalah kateketika peran gembala sebagai pendidik dalam pertumbuhan rohani je...
Makalah kateketika peran gembala sebagai pendidik dalam pertumbuhan rohani je...
 
Karunia roh kudus
Karunia roh kudusKarunia roh kudus
Karunia roh kudus
 

Similar to Makalah Teologi perjanjian baru, allah

Dogmatika IV paper
Dogmatika IV paperDogmatika IV paper
Dogmatika IV paperFerdySeo
 
Peran roh kudus dalam gereja mengenai pertobatan dan pertumbuhan iman
Peran roh kudus dalam gereja mengenai pertobatan dan pertumbuhan imanPeran roh kudus dalam gereja mengenai pertobatan dan pertumbuhan iman
Peran roh kudus dalam gereja mengenai pertobatan dan pertumbuhan imanYogesMahendra
 
Makalah Teologi PB (Siapakah Yesus Kristus)
Makalah Teologi PB (Siapakah Yesus Kristus)Makalah Teologi PB (Siapakah Yesus Kristus)
Makalah Teologi PB (Siapakah Yesus Kristus)MiksenTenis
 
Makalah dogmatika iv
Makalah dogmatika ivMakalah dogmatika iv
Makalah dogmatika ivyerywadu
 
Ajaran_Kristus_dan_KaryaNya.ppt
Ajaran_Kristus_dan_KaryaNya.pptAjaran_Kristus_dan_KaryaNya.ppt
Ajaran_Kristus_dan_KaryaNya.pptIfanaLobo1
 
Ajaran_Kristus_dan_KaryaNya.ppt
Ajaran_Kristus_dan_KaryaNya.pptAjaran_Kristus_dan_KaryaNya.ppt
Ajaran_Kristus_dan_KaryaNya.pptIfanaLobo1
 
LAPORAN BACA DASAR-DASAR KEPENDIDIKAN AGAMA KRISTEN (PAK)
LAPORAN BACA DASAR-DASAR KEPENDIDIKAN AGAMA KRISTEN (PAK)LAPORAN BACA DASAR-DASAR KEPENDIDIKAN AGAMA KRISTEN (PAK)
LAPORAN BACA DASAR-DASAR KEPENDIDIKAN AGAMA KRISTEN (PAK)johanes09
 
Aldi mbuik (makalah tentang yesus dalam surat paulus dalam penjara)
Aldi mbuik (makalah tentang yesus dalam surat paulus dalam penjara)Aldi mbuik (makalah tentang yesus dalam surat paulus dalam penjara)
Aldi mbuik (makalah tentang yesus dalam surat paulus dalam penjara)aldimbuik
 
Angry tanaem (makalah teologi pb)
Angry tanaem (makalah teologi pb)Angry tanaem (makalah teologi pb)
Angry tanaem (makalah teologi pb)angritanaem1
 
Makalah Peran Roh Kudus
Makalah   Peran Roh KudusMakalah   Peran Roh Kudus
Makalah Peran Roh Kudussalmonkabak
 
Pandangan Surat Dogmatis Tentang Allah
Pandangan Surat Dogmatis Tentang AllahPandangan Surat Dogmatis Tentang Allah
Pandangan Surat Dogmatis Tentang Allahsalmonkabak
 
Pak (makalah dogmatika iv)
Pak (makalah dogmatika iv)Pak (makalah dogmatika iv)
Pak (makalah dogmatika iv)ofilingulo
 
Sekolah Sabat - Triwulan 2 2021 - Pelajaran 4
Sekolah Sabat - Triwulan 2 2021 - Pelajaran 4Sekolah Sabat - Triwulan 2 2021 - Pelajaran 4
Sekolah Sabat - Triwulan 2 2021 - Pelajaran 4Adam Hiola
 
Eksegesis lukas 10 tugas akhir yunani
Eksegesis lukas 10 tugas akhir yunaniEksegesis lukas 10 tugas akhir yunani
Eksegesis lukas 10 tugas akhir yunaniSeptianjavier Laia
 
Pengajaran Dasar GBI
Pengajaran Dasar GBIPengajaran Dasar GBI
Pengajaran Dasar GBIKirenius Wadu
 
Makalah dogmatika iv
Makalah dogmatika ivMakalah dogmatika iv
Makalah dogmatika ivtomisibarani
 

Similar to Makalah Teologi perjanjian baru, allah (20)

Dogmatika IV paper
Dogmatika IV paperDogmatika IV paper
Dogmatika IV paper
 
Paper dog
Paper dogPaper dog
Paper dog
 
Peran roh kudus dalam gereja mengenai pertobatan dan pertumbuhan iman
Peran roh kudus dalam gereja mengenai pertobatan dan pertumbuhan imanPeran roh kudus dalam gereja mengenai pertobatan dan pertumbuhan iman
Peran roh kudus dalam gereja mengenai pertobatan dan pertumbuhan iman
 
PAPER
PAPERPAPER
PAPER
 
Makalah Teologi PB (Siapakah Yesus Kristus)
Makalah Teologi PB (Siapakah Yesus Kristus)Makalah Teologi PB (Siapakah Yesus Kristus)
Makalah Teologi PB (Siapakah Yesus Kristus)
 
Makalah dogmatika iv
Makalah dogmatika ivMakalah dogmatika iv
Makalah dogmatika iv
 
Ajaran_Kristus_dan_KaryaNya.ppt
Ajaran_Kristus_dan_KaryaNya.pptAjaran_Kristus_dan_KaryaNya.ppt
Ajaran_Kristus_dan_KaryaNya.ppt
 
Ajaran_Kristus_dan_KaryaNya.ppt
Ajaran_Kristus_dan_KaryaNya.pptAjaran_Kristus_dan_KaryaNya.ppt
Ajaran_Kristus_dan_KaryaNya.ppt
 
LAPORAN BACA DASAR-DASAR KEPENDIDIKAN AGAMA KRISTEN (PAK)
LAPORAN BACA DASAR-DASAR KEPENDIDIKAN AGAMA KRISTEN (PAK)LAPORAN BACA DASAR-DASAR KEPENDIDIKAN AGAMA KRISTEN (PAK)
LAPORAN BACA DASAR-DASAR KEPENDIDIKAN AGAMA KRISTEN (PAK)
 
Makalah dogmatika IV
Makalah dogmatika IV Makalah dogmatika IV
Makalah dogmatika IV
 
Aldi mbuik (makalah tentang yesus dalam surat paulus dalam penjara)
Aldi mbuik (makalah tentang yesus dalam surat paulus dalam penjara)Aldi mbuik (makalah tentang yesus dalam surat paulus dalam penjara)
Aldi mbuik (makalah tentang yesus dalam surat paulus dalam penjara)
 
Angry tanaem (makalah teologi pb)
Angry tanaem (makalah teologi pb)Angry tanaem (makalah teologi pb)
Angry tanaem (makalah teologi pb)
 
Makalah Peran Roh Kudus
Makalah   Peran Roh KudusMakalah   Peran Roh Kudus
Makalah Peran Roh Kudus
 
Pandangan Surat Dogmatis Tentang Allah
Pandangan Surat Dogmatis Tentang AllahPandangan Surat Dogmatis Tentang Allah
Pandangan Surat Dogmatis Tentang Allah
 
Pak (makalah dogmatika iv)
Pak (makalah dogmatika iv)Pak (makalah dogmatika iv)
Pak (makalah dogmatika iv)
 
Sekolah Sabat - Triwulan 2 2021 - Pelajaran 4
Sekolah Sabat - Triwulan 2 2021 - Pelajaran 4Sekolah Sabat - Triwulan 2 2021 - Pelajaran 4
Sekolah Sabat - Triwulan 2 2021 - Pelajaran 4
 
Eksegesis lukas 10 tugas akhir yunani
Eksegesis lukas 10 tugas akhir yunaniEksegesis lukas 10 tugas akhir yunani
Eksegesis lukas 10 tugas akhir yunani
 
Pengajaran Dasar GBI
Pengajaran Dasar GBIPengajaran Dasar GBI
Pengajaran Dasar GBI
 
Makalah dogmatika iv
Makalah dogmatika ivMakalah dogmatika iv
Makalah dogmatika iv
 
Bapa kami yang di sorga
Bapa kami yang di sorgaBapa kami yang di sorga
Bapa kami yang di sorga
 

Recently uploaded

Konsultasi Manajemen Web - Media Sosial - Creative Space
Konsultasi Manajemen Web - Media Sosial - Creative SpaceKonsultasi Manajemen Web - Media Sosial - Creative Space
Konsultasi Manajemen Web - Media Sosial - Creative SpaceAdePutraTunggali
 
Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".
Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".
Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".Kanaidi ken
 
1.2.a.5. Ruang Kolaborasi Modul 1.2 - Diskusi Mandiri.pptx
1.2.a.5. Ruang Kolaborasi Modul 1.2 - Diskusi Mandiri.pptx1.2.a.5. Ruang Kolaborasi Modul 1.2 - Diskusi Mandiri.pptx
1.2.a.5. Ruang Kolaborasi Modul 1.2 - Diskusi Mandiri.pptxd2spdpnd9185
 
02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++
02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++
02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++BayuYudhaSaputra
 
LAWYER PRENEURSHIP by patar mangimbur permahadi
LAWYER PRENEURSHIP by patar mangimbur permahadiLAWYER PRENEURSHIP by patar mangimbur permahadi
LAWYER PRENEURSHIP by patar mangimbur permahadiPatarMahadyThangShiH
 
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptxbahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptxvincentptk17
 
Rabbani - Konsultasi Manajemen Web dan media Sosial
Rabbani - Konsultasi Manajemen Web dan media SosialRabbani - Konsultasi Manajemen Web dan media Sosial
Rabbani - Konsultasi Manajemen Web dan media SosialAdePutraTunggali
 
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...Kanaidi ken
 
B2W LAZAD - Konsultasi Manajemen Web dan media Sosial
B2W LAZAD - Konsultasi Manajemen Web dan media SosialB2W LAZAD - Konsultasi Manajemen Web dan media Sosial
B2W LAZAD - Konsultasi Manajemen Web dan media SosialAdePutraTunggali
 
Konsultasi - Nestle Indonesia_Najwa Azzuro
Konsultasi - Nestle Indonesia_Najwa AzzuroKonsultasi - Nestle Indonesia_Najwa Azzuro
Konsultasi - Nestle Indonesia_Najwa AzzuroAdePutraTunggali
 
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf
 
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3SatriaPamungkas18
 
Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...
Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...
Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...Apothecary Indonesia Persada
 
Eiger x Eiger Adventure Club - Konsultasi Tahap 1
Eiger x Eiger Adventure Club - Konsultasi Tahap 1Eiger x Eiger Adventure Club - Konsultasi Tahap 1
Eiger x Eiger Adventure Club - Konsultasi Tahap 1AdePutraTunggali
 
Sobat Lemonilo - Konsultasi Manajemen Web dan Media Sosial
Sobat Lemonilo  - Konsultasi Manajemen Web dan Media SosialSobat Lemonilo  - Konsultasi Manajemen Web dan Media Sosial
Sobat Lemonilo - Konsultasi Manajemen Web dan Media SosialAdePutraTunggali
 
Daun Majemuk dan Phillotaxis Daun Mortum.pptx
Daun Majemuk dan Phillotaxis Daun Mortum.pptxDaun Majemuk dan Phillotaxis Daun Mortum.pptx
Daun Majemuk dan Phillotaxis Daun Mortum.pptxZulfatulAliyah
 
HIKMAH PUASA Di Bulan Ramadhan ataupun di bulan yang lain..ppt
HIKMAH PUASA Di Bulan Ramadhan ataupun di bulan yang lain..pptHIKMAH PUASA Di Bulan Ramadhan ataupun di bulan yang lain..ppt
HIKMAH PUASA Di Bulan Ramadhan ataupun di bulan yang lain..pptPermanaDewangga
 
Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...
Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...
Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...Kanaidi ken
 
1.2.a.5 RuKol Modul 1.2 (2) Nilai- nilai dan peran guru penggerak
1.2.a.5 RuKol Modul 1.2 (2) Nilai- nilai dan peran guru penggerak1.2.a.5 RuKol Modul 1.2 (2) Nilai- nilai dan peran guru penggerak
1.2.a.5 RuKol Modul 1.2 (2) Nilai- nilai dan peran guru penggerakMetalinaSimanjuntak1
 
Overview ANLS - Come on 2023-Finals.pptx
Overview ANLS - Come on 2023-Finals.pptxOverview ANLS - Come on 2023-Finals.pptx
Overview ANLS - Come on 2023-Finals.pptxJessyMariaJoltuwu
 

Recently uploaded (20)

Konsultasi Manajemen Web - Media Sosial - Creative Space
Konsultasi Manajemen Web - Media Sosial - Creative SpaceKonsultasi Manajemen Web - Media Sosial - Creative Space
Konsultasi Manajemen Web - Media Sosial - Creative Space
 
Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".
Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".
Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".
 
1.2.a.5. Ruang Kolaborasi Modul 1.2 - Diskusi Mandiri.pptx
1.2.a.5. Ruang Kolaborasi Modul 1.2 - Diskusi Mandiri.pptx1.2.a.5. Ruang Kolaborasi Modul 1.2 - Diskusi Mandiri.pptx
1.2.a.5. Ruang Kolaborasi Modul 1.2 - Diskusi Mandiri.pptx
 
02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++
02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++
02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++
 
LAWYER PRENEURSHIP by patar mangimbur permahadi
LAWYER PRENEURSHIP by patar mangimbur permahadiLAWYER PRENEURSHIP by patar mangimbur permahadi
LAWYER PRENEURSHIP by patar mangimbur permahadi
 
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptxbahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
 
Rabbani - Konsultasi Manajemen Web dan media Sosial
Rabbani - Konsultasi Manajemen Web dan media SosialRabbani - Konsultasi Manajemen Web dan media Sosial
Rabbani - Konsultasi Manajemen Web dan media Sosial
 
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
 
B2W LAZAD - Konsultasi Manajemen Web dan media Sosial
B2W LAZAD - Konsultasi Manajemen Web dan media SosialB2W LAZAD - Konsultasi Manajemen Web dan media Sosial
B2W LAZAD - Konsultasi Manajemen Web dan media Sosial
 
Konsultasi - Nestle Indonesia_Najwa Azzuro
Konsultasi - Nestle Indonesia_Najwa AzzuroKonsultasi - Nestle Indonesia_Najwa Azzuro
Konsultasi - Nestle Indonesia_Najwa Azzuro
 
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
 
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
 
Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...
Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...
Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...
 
Eiger x Eiger Adventure Club - Konsultasi Tahap 1
Eiger x Eiger Adventure Club - Konsultasi Tahap 1Eiger x Eiger Adventure Club - Konsultasi Tahap 1
Eiger x Eiger Adventure Club - Konsultasi Tahap 1
 
Sobat Lemonilo - Konsultasi Manajemen Web dan Media Sosial
Sobat Lemonilo  - Konsultasi Manajemen Web dan Media SosialSobat Lemonilo  - Konsultasi Manajemen Web dan Media Sosial
Sobat Lemonilo - Konsultasi Manajemen Web dan Media Sosial
 
Daun Majemuk dan Phillotaxis Daun Mortum.pptx
Daun Majemuk dan Phillotaxis Daun Mortum.pptxDaun Majemuk dan Phillotaxis Daun Mortum.pptx
Daun Majemuk dan Phillotaxis Daun Mortum.pptx
 
HIKMAH PUASA Di Bulan Ramadhan ataupun di bulan yang lain..ppt
HIKMAH PUASA Di Bulan Ramadhan ataupun di bulan yang lain..pptHIKMAH PUASA Di Bulan Ramadhan ataupun di bulan yang lain..ppt
HIKMAH PUASA Di Bulan Ramadhan ataupun di bulan yang lain..ppt
 
Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...
Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...
Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...
 
1.2.a.5 RuKol Modul 1.2 (2) Nilai- nilai dan peran guru penggerak
1.2.a.5 RuKol Modul 1.2 (2) Nilai- nilai dan peran guru penggerak1.2.a.5 RuKol Modul 1.2 (2) Nilai- nilai dan peran guru penggerak
1.2.a.5 RuKol Modul 1.2 (2) Nilai- nilai dan peran guru penggerak
 
Overview ANLS - Come on 2023-Finals.pptx
Overview ANLS - Come on 2023-Finals.pptxOverview ANLS - Come on 2023-Finals.pptx
Overview ANLS - Come on 2023-Finals.pptx
 

Makalah Teologi perjanjian baru, allah

  • 1. PANDANGAN SURAT-SURAT UMUM TENTANG ALLAH MAKALAH Disusun Untuk memenuhi Persyaratan Mata Kuliah Teologi Perjanjian Baru Rudy Roberto Walean, M.Th. Disusun Oleh: Yakub Herman Unsula 20198625 PRODI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAWAR SARONLAMPUNG Menggala, 02 Desember 2021
  • 2. PRAKATA Puji dan syukur penulis panjatkan bagi Tuhan Yesus Kristus yang oleh rahmat dan anugerahnya penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah pandangan surat-surat umum tentang Allah, memang ada begitu banyak masalah yang terjadi dalam penulisan makalah ini, tetapi oleh karena anugerah Tuhan Yesus Kristus penulis dapat menulis dengan baik. Tuhan Yesus Kristus yang selalu memberikan kekuatan dan kesehatan yang baik, sehingga penulisan ini dapat di selesaikan dengan baik. Dalam penulisan makalah ini, penulis berharap para pembaca dapat membaca dengan baik dan mencermati setiap bahan yang telah di paparkan, supaya kita dalam mengerti dengan baik apa yang disampaikan surat-surat umum tentang Allah dalam pandangan mereka masing-masing. Penulis juga berdoa agar setiap yang membaca makalah ini di berikan iluminasi yang dari pada Tuhan Yesus Kristus, sehingga ketika ia mmebaca dapat mencerahkan pikirannya dan dapat mengaplikasikannya dengan baik dalam hidup sehari-hari dan orang lain. Terimakasih Tuhan Yesus Memberkati Kita
  • 3. DAFTAR ISI PRAKATA..................................................................................................................................... DAFTAR ISI.................................................................................................................................. BAB I Pendahuluan ....................................................................................................................... A. Latar Belakang................................................................................................................... B. Rumusan Masalah.............................................................................................................. C. Tujuan Masalah.................................................................................................................. BAB II Pembahasan....................................................................................................................... A. Pandangan Surat Ibrani Tentang Allah .............................................................................. B. Pandangan Surat Yakobus Tentang Allah ......................................................................... C. Pandangan Surat 1 Petrus dan 2 Petrus Tentang Allah...................................................... D. Pandangan Surat Yudas Tentang Allah ............................................................................. BAB III Penutup ............................................................................................................................ Kesimpulan .................................................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................................
  • 4. BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang Abba adalah istilah dalam bahasa Aram (Irani: ab), yang berarti Bapa. Hal ini adalah panggilan akrab kepada ayah, yang dalam bahasa Inggris disebut daddy atau papi (papa) dan bahasa Korea disebut Appa. Kata Abba digunakan Yesus (Mrk. 14:36) dan Paulus (Gal. 4:6) untuk menyapa Allah. Dalam doa yang diajarkan Tuhan Yesus, Dia memulai memanggil Allah dengan sebutan Bapa sehingga doa itu dikenal dengan nama Doa Bapa Kami. Dalam Perjanjian Baru, kata ini selalu disertai padanannya dalam bahasa Yunani. Inilah cara menyapa Allah yang tidak dikenal dalam Perjanjian Lama, dan juga tidak dalam budaya Yahudi pada masa kemudian, tetapi sapaan inilah yang dipakai Tuhan Yesus terhadap Allah. Sapaan ini (Abba) pula yang dipakai orang-orang Kristen yang dalam Roh Kudus memandang diri mereka sebagai anak-anak Allah (Mrk. 14:36; Rm. 8:15; dan Gal. 4:6). Allah dinyatakan sebagai Bapa dalam dua hal, yaitu sebagai Bapa dari Tuhan Yesus Kristus (Yoh. 5:17; 1:14) dan Bapa dari orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, “semua orang yang menerima-Nya diberi kuasa supaya menjadi anak-anak Allah” (Yoh.1:12).1 B. Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam makalah ini adalah bagaimana kita mengetahui pribadi Allah dan siapakah Allah itu? C. Tujuan Masalah Supaya kita mengetahui pribadi Allah yang sesungguhnya dan siapakah Allah itu. 1 Jonars S., Kamus Alkitab dan Theologi,Memahami Istilah-Istilah Dalam Alkitab dan Gereja, (Yogyakarta: ANDI, 2016), 1
  • 5. BAB II PPEMBAHASAN A. Pandangan Surat Ibrani Tentang Allah Surat ini jelas berbeda dengan semua tulisan PB lainnya. Secara konsisten surat ini membicarakan persoalan orang Yahudi, dan pendangannya tentang Kristus sebagai Imam Besar Agung tidak terdapat di tempat lain. Ada banyak perdebatan tentang siapakah pengarangnya (yang tetap tidak jelas, meskipun sudah ada banyak dugaan) dan siapakah penerima asli surat ini (yang tergoda untuk meninggalkan agama Kristen yang mereka peluk dan rupanya tergoda juga untuk kembali ke Yudaisme). Akan tetapi kita bisa mempelajari ajaran surat ini tanpa masuk terlalu jauh ke dalam masalah-masalah pelik ini. Allah Yang Agung Pengarang Surat kepada orang Ibrani memberi perhatian besar sekali pada Allah, yang disebutnya sebanyak enam puluh delapan kali (rata-rata satu kali setiap tujuh puluh tiga kata). Ia mengenal Allah sebagai yang mahaagung, yang menciptakan segala sesuatu yang ada (1:2; 3:4; 4:3-4; 11:3), sebab Dia adalah “api yang menghanguskan” (12:29; bdk. Penggambaran yang menakutkan dari kedatangan-Nya di Gunung Sion, 12:18-21) dan murka-Nya itu nyata (3:11; 4:3). Dia adalah hakim semua orang (12:23), khususnya orang-orang yang berbuat jahat (13:4), tetapi juga hakim “umat-Nya” (10:30). Ajaran tentang “penghakiman abadi” merupakan bagian dari asa- asas pertama dari ajaran tentang Kristus (6:1-2). Penghakiman adalah sepasti maut (9:27). Kita diingatkan bahwa ada “malaikat Allah” yang menyembah Dia (1:6) dan ada ayat-ayat yang menyebut “Allah yang hidup” (misalnya, 3:12; 9:14). Dia adalah “Allah yang mahatinggi” (7:1), dan Dia aktif dalam perkara-perkara manusia, sehingga mereka ini hanya bisa berbuat sesuatu “jika Allah mengizinkannya” (6:3). Dalam rencana keselamatan-Nya, orang-orang zaman dahulu tidak dapat sampai kepada “kesempurnaan” tanpa orang-orang Kristen (11:40). Kehendak-Nya terlaksana melalui kedatangan Kristus (10:7). Ia berkuasa membangkitkan orang-orang mati (11:19). Jadi, pengarang Surat Ibrani tidak meragukan keagungan Allah. Namun ia tidak begitu menekankan keagungan Allah, melainkan kasih-karunia-Nya yang kadang-kadang ia sebutkan (2:9; 12:15) dan yang menjadi dasar untuk banyak hal yang dia lihat sedang dikerjakan Allah. Ia
  • 6. yakin akan penyataan Allah; ia mulai dengan mulai memberi tahu kita bahwa pada masa sebelumnya Allah berbicara dengan macam-macam cara dan pada saat yang berbeda dan bahwa sekarang Ia berbicara dengan perantaraan Anak-Nya (1:1-2); ia meyakinkan kita bahwa Allah telah berbicara “dengan perantaraan Daud” (4:7); ia berbicara tentang “firman Allah” (4:12; 6:5; 13:7), tentang “penyataan Allah” (5:12) dan tentang kesaksian yang diberikan Allah melalui tanda-ttanda dan sejenisnya (2:4). Allah begitu menaruh perhatian kepada umat-Nya, sehingga Ia memberi mereka semua bimbingan yang mereka butuhkan. Ada orang-orang yang merupakan “umat Allah” (4:9; 11:25), yang juga disebut “Rumah Allah” (10:21). Pada zaman dahulu Allah memberi janji kepada Abraham dan menguatkan janji itu dengan sumpa (6:13). Pemberian janji itu menunjukan bahwa Ia memperhatikan bapa leluhur itu. Bahwa Ia harus bersumpa demi diri-Nya sendiri, itu menunjukan bahwa Ia mahaagung, sebab tidak ada yang lebih tinggi dari diri-Nya demi siapa Dia bisa bersumpah. Terkandung juga gagasan bahwa Ia bisa diandalkan: Allah tidak mungkin berdusta (6:18). Bahwa Allah menjanjikan berkat, merupakan hal yang sangat besar artinya bagi pengarang surat ini. Ia menggunakan kata “janji” paling banyak dari antara para pengarang PB, seluruhnya empat belas kali (disusul oleh Galatia yang memakainya sepuluh kali). Dan untuk setiap hal ia merujuk pada apa yang dijanjikan Allah. Ia bisa memusatkan perhatiannya pada satu janji saja (4:1) ataupun memakai bentuk jamak untuk janji-janji Allah yang banyak itu (6:12). Namun apapun yang dia lakukan, yang mau ia katakan ialah bahwa Allah bertindak berdasarkan kasih karunia-Nya. Berkat-berkat Allah datang, bukan karena manusia pantas menerimanya, melainkan karena Ia memang ingin memberi berkat. Ia membuat janji-janji dan menepati janji-janji tersebut. Allah aktif bekerja dalam keselamatan yang dikerjakan oleh Kristus. Pengarang surat ini menaruh minat besar pada keselamatan, suatu istilah yang dipakainya sebanyak tujuh kali, jadi paling sering di antara para pengarang PB. Ia tidak selalu menyebutkan secara jelas siapa yang memberikan keselamatan, namun jelas Allah Bapa atau Kristus atau keduanya. Sekali lagi, imamat Kristus adalah “di dalam kepada Allah” (2:17; 5:1 [TL]; bdk. 5:4; 10; 9: 14), dan melalui Dia kita mendekati Allah (7:19, 25); Ia menghadap hadirat Allah untuk kepentingan kita (9:24). Dalam seluruh surat ini tampak jelas bahwa karya penyelamatan oleh Kristus inilah yang paling penting bagi pengarang ini. Oleh karena itu kita harus memperhatikan apa yang hendak di katakan tentang
  • 7. keselamatan itu, tanpa melupakan bahwa bagi dia tidak kurang dari Allah sendiri aktif memberikan keselamatan itu.2 Teologi tentang Allah Penulis Ibrani menekankan baik Pribadi dari Allah yang mulia dan cara Allah menyatakan diri-Nya kepada manusia. a. Pribadi-Nya. Penulis menggambarkan Bapa sebagai yang ditinggikan di surga, bertakhta di tempat yang tinggi (1:3). Frasa itu adalah suatu sebutan bagi Allah yang dinyatakam di Mazmur 110:1. Gambaran yang sama ditulis di 8:1 dimana istilah “yang mulia” kembali digunakan. Karena kitab ini ditulis bagi orang Yahudi, tidak diragukan hal itu menunjuk pada “kemuliaan yang bertakhta di Kursi Kemurahan di Tempat Yang Mahakudus.” Penulis juga membahas bagaimana menghampiri Allah dengan menunjuk pada Takhta- Nya. Orang percaya Yahudi diingatkan bahwa Allah mereka adalah Allah yang hidup, berbeda dengan ilah-ilah yang mati. Penulis mendorong mereka untuk tidak kembali ke system yang mati tetapi melayani Allah yang hidup. (Ibr. 9:14; 10:31; 12:22). Penggunaan api sebagai figure Allah melambangkan penghakiman Allan (12:19). Hal ini berhubungan dengan tema Ibrani dalam memperingatkan mereka untuk tidak meninggalkan Allah yang hidup. Kitab ini ditutup dengan menyebut Allah sebagai damai (13:20). Ia dapat memberikan damai kepada orang Yahudi di tengah penganiayaan. b. Wahyu-Nya 2 Leon Morris, Teologi Perjanjian Baru, (Malang: Gandum Mas, 2014), 417-418
  • 8. 1. Pernyataan tentang wahyu Allah adalah melalui putra-Nya (1:1-2). Di PL Allah berbicara setahap demi setahap dan dengan berbagai cara, tetapi klimaks dari wahyu-Nya adalah dalam Pribadi Putra-Nya. 2. Sebagai saksi dari wahyu di dalam Kristus, Allah mempertunjukkan mujijat-mujijat melalui tangan-tangan para saksi-Nya, para rasul, yang menyaksikan keselamatan akbar di dalam Kristus (2:4). 3. Kebesaran anugrah Allah terlihat, karena melaluinya, Kristus mati bagi semua orang.3 B. Pandangan Surat Yakobus tentang Allah Surat Yakobus dikenal dan disukai karena nasihat-nasihatnya yang tajam tentang kehidupan kristiani yang praktis. Kitab itu tidak sering dipertimbangkan untuk teologinya. Bahkan seorang penafsir terkemuka menyatakan bahwa Yakobus “tidak memiliki teologi”. Memang kitab yakobus tidak menekankan tema-tema teologi sebagaimana beberapa penulisnya lainnya. Mungkin tidak ada tlisan Roh Kudus (Yak. 4:5 diperdebatkan), sangat sedikit tentang hidup baru dalam Kristus, tidak ada doktrin yang jelas tentang Gereja, dan sedikit tentang rencana keselamatan Allah yang bekerja dalam sejarah. 1. Pencobaan dan Godaan Dalam ayat 1:2-4, Yakobus memanggil para pembacanya untuk bersukacita ditengah- tengah pencobaan (peirasmoi). Alasan orang-orang Kristen bisa bersukacita di tengah kesulitan ialah bahwa Allah menggunakan kesulitan seperti itu dengan cara yang positif untukperkembangan rohani mereka: “sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan” (ay. 3). Allah mengizinkan kesulitan dalam kehidupan umat-Nya sebagai sarana untuk meneguhkan dan menguatkan karakter mereka. Jadi Yakobus mengajarkan bahwa kesulitan-kesulitan yang dihadapi orang-orang Kristen di dunia yang penuh dosa ini secara paradoks harus diterima. Ini bukan dikarenakan penderitaan itu pada hakikatnya baik, tetapi karena Allah memakainya untuk menguji dan memperdalam karakter umat-Nya ketika mereka belajar untuk bersandar kepada-Nya dalam hal-hal yang lebih besar. 3 https://teologiborneo.blogspot.com/p/blog-page_4.html. Diakses pada tanggal 02 Desember 2021, Jam 08:23 WIB
  • 9. Penegasan Yakobus bahwa Allah bukanlah sumber godaan merupakan konsep yang lazim dalam Yudaisme kuno. Ajaran Yahudi berkata bahwa Allah memimpin manusia pada kebenaran, bukan ketidaktaatan. Dia membawa umat-Nya pada situasi-situasi di mana kesetiaan mereka diuji, tetapi tidak memimpin mereka untuk tersesat. Bahkan di tengah pencobaan, ada pengaruh Allah terhadap ketaatan dan “Dia tidak memberikan seorang pun izin untuk berdosa.” Jika seseorang menyerah ketika digoda, dia tidak boleh menyalahkan Allah atau mengira bahwa tidak adda kesempatan untuk luput dari godaan karena Allah sedang melakukan ujian tersebut (lih. Ajaran Paulus yang serupa dalam I Kor. 10:13). Kesalahan didalam godaan dan dosa tidak terletak pada Allah tetapi pada sifat manusia, sebagaimana dijelaskan oleh Yakobus dalam 1:14-15. 2. Dosa dan Sifat Manusia Sebagaimana bisa diharapkan dari sebuah kitab dengan penekananpraktis, surat ini berisi ajaran yang jelas tentang sifat manusia dan kuasa-kuasa dosa yang memengaruhinya. Namun tidak semua yang Yakobus tulis tentang manusia itu negatif. Dia mengingatkan para pembacanya bahwa manusia diciptakan serupa dengan gambar Allah (3:9), suatu pernyataan tentang martabat dan nilai manusia.memuji Allah dan mengutuk orang lain dengan lidah yang sama, benar-benar tidak konsisten, karena gambar Allah didalam diri manusia (3:9-10).4 3. Hikmat Allah Yakobus 1:5-8 (TB) Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan kepadanya. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya. Hikmat akan diberikan kepada orang-orang yang memintanya dengan hati yang percaya penuh, tanpa disertai dengan kebimbangan dan iman yang tidak goyah kepada Allah. Asalkan mereka percaya bahwa Allah mampu membuat orang sederhana menjadi bijak, dan bahwa Ia setia 4 Roy B. Zuck dan Darrell L. Bock, A Biblical Theology Of The New Testament, (Malang: Gandum Mas, 2011), 477-484
  • 10. menepati janji-Nya kepada orang-orang yang datang kepada-Nya maka Allah pasti memberikan hikmatNya dengan cara bermurah hati. Menurut surat Yakobus berkaitan dengan hikmat, ada dari berbagai sumber yaitu hikmat yang datang dari atas, dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan (Yakobus 3:15). Kalau hikmat dari dunia, dari hawa nafsu manusia dan dari setan mengarah kepada gaya hidup yang menaruh rasa iri hati, menyebarkan rasa kebencian, mementingkan diri sendiri, memegahkan diri, berdusta untuk melawan kebenaran, kekacauan dan perbuatan-perbuatan jahat. Semua hikmat ini kecuali hikmat dari atas (dari Allah) adalah suatu kebodohan dihadapan Allah. Allah pasti melenyapkan dan menghilangkannya. Berbeda dengan hikmat Allah atau hikmat yang datang dari atas. Hikmat Allah melahirkan perbuatan kelemahlembutan, kebenaran ditaburkan dengan damai bukan dengan perselisihan dan pertikaian. Hikmat yang dari atas itu murni, pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. Salah satu contoh di Alkitab yang memiliki hikmat Allah adalah Stefanus. Dalam Kisah Para Rasul 6:10 dikatakan “tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara. Jadi, Hikmat Allah juga diartikan kemampuan rohani untuk melihat dan menilai kehidupan dan kelakuan dari sudut pandangan Allah (Ams 1:2). Hal ini meliputi pengadaan pilihan yang tepat serta melakukan hal-hal yang benar menurut kehendak Allah yang dinyatakan dalam Firman-Nya dan pimpinan Roh (Rom 8:4-17). Kita dapat menerima hikmat ini dengan menghampiri Allah dan memohonnya dengan iman (ayat Yak 1:6-8; Ams 2:6; 1Kor 1:30).5 C. Pandangan Surat Pertama Petrus tentang Allah 1. Allah yang Hidup Satu kali Petrus berbicara tentang Allah sebagai “Allah yang hidup” (1:23), dan seluruh suratnya ini mengulangi ide bahwa Allah benar-benar memperhatikan segala sesuatu yang terjadi. Allah telah memilih umat-Nya dan ide pilihan ini muncul beberapa kali (1:1; 2:9; 5:10). Kehendak Allah terlaksana (2:15; 3:17; 4:2, 19). Ia sudah mengetahui sebelumnya siapa yang akan menjadi milik-Nya (1:2), dan firman-Nya itu tetap untuk selamanya (1:25). Dialah Sang Pencipta (4:19) 5 https://imanyonggi.wordpress.com/2018/12/31/hikmat-allah-surat-yakobus-15-8/. Diakses pada tanggal 02 Desember 2021, Jam 08:18 WIB
  • 11. dan Dia itu mahakuasa (1:5; 5:11). Pada akhirnya kita semua harus berurusan dengan Allah ini, sebab penghakiman itu merupakan suatu kenyataan bagi orang-orang yang sudah mati (4:6), bagi umat Allah maupun bagi mereka yang tidak taat kepada Injil (4:17). Allah menentang orang yang sombong (5:5). Akan tetapi kita juga harus memandang Allah sebagai Allah yang penuh rahmat, kasih karunia dan kebaikan. Dia itu Bapa (1:2-3, 17) dan “Allah, sumber segala kasih karunia” (5:10). Seluruh surat ini ditulis untuk memberi semangat kepada para pembaca dengan memberi kesaksian bahwa “ini adalah kasih karunia yang benar-benar dari Allah”, dan didalamnya mereka harus berdiri dengan teguh (5:12). Dengan kata lain, diserukan agar orang meletakan pengharapan mereka di “atas kasih karunia yang dianugerahkan kepada mereka pada waktu penyataan Yesus Kristus” (1:13); mungkin ucapan ini berarti bahwa kasih karuniaakan mencapaikepenuhannya pada parousia atau bahwa kasih karunia sudah menjadi suatu kenyataan. Keduanya benar,tidak begitu ada gunanya mencoba membedakan keduanya. Para nabi telah meramalkan kasih karunia yang akan datang (1:10); ini jelas mengacu pada kasih karunia yang telah diberiikan oleh Allah melalui Kristus. Suami dan istri sama-sama menjadi ahli waris “kasih karunia” (3:17), dan semua orang Kristen menjadi pelayan yang baik dari “kasih karunia Allah” yang beraneka-ragam (4:10). Allah menganugerahkan kasih karuniakepada orang yang rendah hati (5:5), jelas, kasih karunia merupakan suatu konsep yang penting sekali; kasih karunia adalah anugerah yang baik dari Allah untuk umat-Nya. Hidup Kristen adalah semata-mata anugerah Allah, sebab dalam belas kasihan-Nya yang tak terbatas, Ia telah membuat kita lahir kembali (1:3); hidup rohani kita adalah benar-benar mukjizat. Karena itulah kita memiliki harapan yang hidup dan menanti-nantikan suatu warisan di surga, “yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu” (1:3-4). Kepercayaan dan harapan kita ada pada Allah (1:21; bdk. 3:5); begitu juga kekuatan kita dalam melayani (4:11). Pengabdian orang Kristen dapat digambarkan sebagai suatu persembahan kurban rohani kepada Allah (2:5); menarik kalau kita perhatikan berbagai cara Petrus menghubungkan Gereja dengan Allah. Gereja Allah adalah “umat Allah” (2:10), “rumah Allah” (4:17), dan “kawanan domba Allah” (5:2) dan anggota-anggotanya adalah “hamba Allah” (2:16). Semua ini merupakan konsepsi yang sangat mendalam tentang Allah yant tak henti- hentinya aktif bekerja dalam ciptaan-Nya dan yang secara khusus memperhatikan orang-orang,
  • 12. yang untuk mereka Anak-Nya mati. Ia senantiasa menjaga mereka dan biarpun mungkin mereka dipanggil untuk menderita demi Dia, mereka harus mengetahui bahwa rencana-Nya sedang dilaksanakan bahkan dalam penderitaan mereka itu, dan pada saatnya Ia akan membebaskan mereka dan membawa mereka ke dalam kemuliaan.6 D. Pandangan Surat kedua Petrus tentang Allah 1. Otoritas Kitab Suci Firman Allah, kebenaran, dan imanapostolik dikaitkan secara erat dalam II Petrus dengan “Kitab Suci”. Ini terutama dikatakan dalam II Petrus 1: 19-21,teks utama tentang Kitab Suci dalam surat-surat ini. Dalam sepuluh ayat ada referensi-referensi tentang kebenaran yang dimiliki oleh orang Kristen, ajaran apostolik bagi gereja (ay. 12-15); kesaksian apostolik tentang Kristtus, suara Allah dari Surga (ay. 16-18); kata profetik, nubuat-nubuat kitab Suci, dan nabi-nabi yang berbicara dari Allah oleh Roh Kudus (ay. 19-21). Penekanan tentang Allah sebagai Sumber Kitab Suci jelas dalam ayat 21 (“tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus”). Proposisi dasar dari ayat 21 ini ialah “orang-orang berbicara atas nama Allah”. Para penulis Perjanjian Lama tidak menghasilkan tulisan-tulisan “nubuat” mereka atas kehendak atau pemahaman manusia belaka. Sebaliknya, sumber untuk apa yang mereka sampaikan ialah Allah. Ketika menyampaikan pesan, orang-orang ini di dorong atau di pengaruhi oleh Roh Kudus sedemikian rupa sehingga apa yang mereka katakan berasal “dari Allah” dan “bukan oleh kehendak manusia”. Akibatnya Perjanjian Lama sepenuhnya bisa dipercaya (II Ptr. 1:19), maksud utama Petrus di seluruh teks ini. Jadi ajaran Petrus tentang pengilhaman adalah keyakinana bahwa Rh Kudus membimbing para penulis Kitab Suci sedemikian rupa sehingga apa yang mereka tulis sepenuhnya adalah Firman Allah. Apa yang Kitab Suci katakan, Allah katakan. Inilah pandangan umum tentang Kitab Suci yang dipegang oleh Yesus dan Gereja mula-mula.7 E. Pandangan Surat Yudas tentang Allah Ada banyak hal dalam II Petrus yang sangat mirip dengan seluruh surat Yudas, kecuali tiga ayat yang pertama dan tujuh ayat terakhir. Kedua penuliis berhadapan dengan para pengajar 6 Leon Morris, 440-441 7 Roy B. Zuck dan Darrell L. Bock, 530-535
  • 13. sesat yang berusaha menyelewengkan ajaran yang benar, dan kedua penulis ini menulis untuk meluruskan situasi. Sebenarnya Yudas ingin menulis tentang keselamatan (ay. 3), tetapi karena kebutuhan-kebutuhan-kebutuhan yang mendesak saat itu maka ia terpaksa menangani situasi saat itu. Maka ia lalu berbicara tentang penghakiman Allah atas orang-orang berdosa (mereka yang binasa di padang gurun, para malaikat yang berdosa, sodom dan gomora [ayat. 5-7]). Namun Allah tidak kalah. Henokh bernubuat tentang penghakiman orang-orang semacam ini (ayat 14-16); dan belakangan juga para rasul Yesus bernubuat mengenai mereka (ayat 17). Pada akhirnya Yudas berharap bahwa Allah dalam Kristus akan menjaga kita agar tidak jatuh dan akhirnya membawa kita tanpa noda ke hadapa-Nya (ayat. 24-25).8 Injil Anugerah Allah Teologia Yudas tentang Keselamatan Yudas menujukan suratnya pada “mereka yang dipanggil.” Dalam pernyataan ini Yudas menunjuk pada doktrin pemilihan. Kata “dipanggil” adalah bagi mereka yang telah dipanggil secara efektual pada keselamatan berdasarkan anugrah Allah yang efektif. Anugrah Allah itulah yang tidak dapat ditolak oleh manusia. Yudas lebih lanjut menekankan sekuritas dari keselamatan dengan menegaskan bahwa Allah akan memampukan orang percaya untuk berdiri dihadapan kemuliaan hadirat-Nya (ayat 24).9 8 Leon Morris, 451-452 9 https://teologiborneo.blogspot.com/p/blog-page_52.html. Diakses pada tanggal 02 Desember 2021, Jam 08:25 WIB
  • 14. BAB III PENUTUP Kesimpulan Dari kelima pandangan diatas saya mengambil kesimpulan bahwa setiap pandangan tentang Allah dalam setiap surat di atas memiliki pandangan yang berbeda-beda, karena penulisan atau pandangan setiap kitab tentang Allah ditulis berdasarkan tujuan penulisan dan siapa yang ditujukan dalam surat tersebut sehingga memiliki perbedaan yang sangat segnifikan. Pandangan surat umum tentang Allah adalah Allah yang agung, pribadi-Nya, Wahyu, pencobaan, dosa dan sifat manusia, Allah yang hidup, otoritas kitab suci dan Keselamatan hanya didalam Allah. Jadi pandangan surat-surat umum ini menyatakan bahwa Allahlah yang menciptakan manusia dan setiap ciptaan-Nya serupa dan segambar dengan Allah (Imago Dey). Allah yang memberi kehidupan kepada setiap orang atau mahkluk hidup dan segala yang ada di dunia ini. Allah adalah Allah yang agung yang memegang segala tongkat kekuasaan yang ada di dunia ini, yang ada di dunia maupun yang ada disorga. Alkitab adalah Firman Allah, sepenuhnya perkataan Allah dan surat-surat umum ini menyatakan bahwa hanya didalam Allah ada keselamatan yang melalui Yesus Kristus yang telah mati di atas tiang kayu salib.
  • 15. DAFTAR PUSTAKA 1. S. Jonars, (2016), Kamus Alkitab dan Theologi, Memahami Istilah-Istilah Dalam Alkitab dan Gereja, Yogyakarta: ANDI, 2. Morris. Leon, (2014), Teologi Perjanjian Baru, Malang: Gandum Mas. 3. Bock L. Darrell dan Zuck B. Roy, (2011), A Biblical Theology Of The New Testament, Malang: Gandum Mas. 4. https://teologiborneo.blogspot.com/p/blog-page_4.html. Diakses pada tanggal 02 Desember 2021, Jam 08:23 WIB 5. https://imanyonggi.wordpress.com/2018/12/31/hikmat-allah-surat-yakobus-15-8/. Diakses pada tanggal 02 Desember 2021, Jam 08:18 WIB 6. https://teologiborneo.blogspot.com/p/blog-page_52.html. Diakses pada tanggal 02 Desember 2021, Jam 08:25 WIB