Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Bilingualism and diglosia

7,202 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Bilingualism and diglosia

  1. 1. BILINGUALISM ANDDIGLOSIANuryahya/11 dec 2012
  2. 2. Definisi Bilingualisme Bilingualisme menurut Nababan (1964:27) kebiasaan menggunakan dua bahasa dalam interaksi dengan orang lain. Secara sosialinguistik secara umum, bilinguslisme diartikan sebagai penggunaan dua bahasa oleh seorang penutur dalam pergaulannya dengan orang lain secara bergantian (Mackey 1962:12, Fishman 1975:73).
  3. 3.  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dan dalam Kamus Linguistik bilingualisme diartikan sebagai pemakai dua bahasa atau lebih oleh penutur bahasa atau oleh suatu masyarakat bahasa. Monolingual adalah masyarakat yang menggunakan satu bahasa. Multilingual adalah suatu masyarakat yang menggunakan lebih dari 2 bahasa. Orang yang bisa menggunakan kedua bahasa itu disebut bilingual/kdwinahasawan. Sedangkan kemampuan untuk menggunakan dua bahasa disebut bilingualitas—
  4. 4. Jenis-jenis Bilingualisme bilingualisme setara yaitu bilingualisme yang terjadi pada penutur yang memiliki penguasaan bahasa secara relatif sama. Di dalam bilingualisme setara ini terdapat proses berfikir. bilingualisme majemuk, terjadi pada penutur yang tingkat kemampuan menggunakan bahasanya tidak sama. Sering terjadi kerancuan dalam bilingualisme ini sehingga dapat menyebabkan interferensi. Interferensi disini ialah masuknya suatu bahasa kedalam bahasa yang lain. Faktor penentu yang menyebabkan bilingualisme ialah bahasa yang digunakan, bidang penggunaan bahasa, dan mitra berbahasa
  5. 5. Latar belakang Masyarakat tutur yang tertutup, yang tidak tersentuh oleh masyarakat tutur lain, entah karena letaknya jauh terpencil atau karena sengaja tidak mau berhubungan dengan masyarakat tutur lain, maka masyarakat tutur itu akan tetap menjadi masyarakat tutur yang statis dan tetap menjadi masyarakat yang monolingual. Sebaliknya, masyarakat tutur yang inklusif, dalam arti ia memiliki hubungan dengan masyarakat lain, tentu akan mengalami apa yang disebut kontak bahasa dengan segala peristiwa-peristiwa kebahasaan sebagai akibatnya. Peristiw-peristiwa tersebut yang mungkin terjadi sebagai akibat adanya kontak bahasa itu adalah apa yang didalam sosiolinguistik disebiut bilingualisme, diglosia, alih kode, campur kode, interferensi, integrasi, konfergensi dan pergeseran bahasa.
  6. 6. Faktor-faktor penyebab Nababan Mengungkapkan Faktor-Faktor terjadi Bilingualisme Dalam masyarakat Indonesia.  Dalam Sumpah Pemuda , Bahasa Dikaitkan  Bahasa daerah sebagai tempat pengembangan pembinaan dan pengembangan bahasa dan kebudayaan Indonesia  Perkawinan campur antar suku  Perpindahan penduduk
  7. 7. Negara-negara Bilingual Belgia, Ciprus, Cekoslowakia, Israel dan Finlandia. Belgia menetapkan 2 bahasa resmi yaitubahasa Flemish dan bahasa Perancis. Canada mempunyai 2 bahasa resmi yaitu Perancis dan Perancis. Finlandia (92%) menggunakan Bahasa Finlandia akan tetapi bahasa swedia merupakan bahasa resmi.
  8. 8. Negara multilingual Terdapat juga negara-negara yang memiliki 3 bahasa resmi sekaligus yang disebut multilingual Contoh: negara Singapura, Swiss dan India  Singapura:Melayu, China ,Tamil dan Inggris  Swiss: Jerman, Perancis, Itali dan Romawi.  India:Hindia, Inggris dan Negara bagian
  9. 9. Diglosia Diglosia adalah suatu situasi bahasa di mana terdapat pembagian fungsional atas variasi- variasi bahasa atau bahasa-bahasa yang ada di masyarakat. Yang dimaksud ialah bahwa terdapat perbedaan antara ragam formal atau resmi dan tidak resmi atau non-formal. Contohnya misalkan di Indonesia terdapat perbedaan antara bahasa tulis dan bahasa lisan.
  10. 10. Pencetus istilah Diglosia istilah diglosia tersebut menjadi terkenal dalam studi linguistik setelah digunakan oleh C.A. Ferguson, seorang sarjana dari Stanford University pada tahun 1958 dalam sebuah symposium tentang “Urbanisasi dan Bahasa- bahasa Standar” yang diselenggarakan oleh American Antropological Association di Washington DC.
  11. 11.  Ferguson mengunakan istilah diglosia untuk menyatakan keadaan suatu masyarakat dimana terdapat dua variasi dari satu bahasa yang hidup berdampingan dan masing-masing punya peranan tertentu. Ferguson membahas diglosia ini dengan mengemukakan sembilan topic, yaitu fungsi, prestise, warisan sastra, pemerolehan, standarisasi, stabilitas, g ramatika, leksikon, dan fonologi.
  12. 12. Fungsi Diglosia Fungsi merupakan kriteria diglosia yang sangat penting. Menurutnya, dalam masyarakat diglosis terdapat dua variasi dari satu bahasa. Variasi pertama disebut dialek tinggi (disingkat dialek T), dan yang kedua disebut dialek rendah (disingkat dialek R).  Contoh:dalam bahasa Arab dialek T-nya adalah bahasa arab klasik, bahasa al-Qur’an yang disebut al-Fusha. Dialek R-nya adalah berbagai bentuk bahasa Arab yang digunakan oleh bangsa Arab yang lazim disebut ad-Darij.
  13. 13. Hubungan Bilingualisme denganDiglosia Ketika diglosia diartikan sebagai adanya pembedaan fungsi atas penggunaan bahasa dan bilingualisme sebagai adanya penggunaan dua bahasa secara bergantian dalam masyarakat, maka Fishman menggambarkan hubungan diglosia sebagai berikut:  a.Bilingualisme dan diglosia  b.Bilingaulisme tanpa diglosia  c.Diglosia tanpa bilingualisme  d.Tidak bilingualisme dan tidak diglosia

×