Kresnadjaja WG.2013.

406 views

Published on

MENGAKURASIKAN ARAH KIBLAT SERIBU MASJID
SE-BANDUNG RAYA DENGAN MENGGUNAKAN KOMPAS
KIBLAT BERBASIS DIGITAL

Published in: Technology
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Kresnadjaja WG.2013.

  1. 1. MENGAKURASIKAN ARAH KIBLAT SERIBU MASJID SE-BANDUNG RAYA DENGAN MENGGUNAKAN KOMPAS KIBLAT BERBASIS DIGITAL PROPOSAL BAB 1 Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Penelitian bidang Astrofisika Oleh: WINANDAR GANIS KRESNADJAJA 1209703044 JURUSAN FISIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 2014
  2. 2. DAFTAR ISI DAFTAR ISI 1 DAFTAR GAMBAR 2 DAFTAR TABEL 1 1 PENDAHULUAN 2 1.1 Latar Belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2 1.2 Kerangka dan Ruang Lingkup . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5 1.2.1 Kerangka Penelitian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5 1.2.2 Ruang Lingkup Penelitian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5 1.3 Tujuan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 6 1.4 Metode Pengumpulan Data . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 6 1.5 Keterbaruan Penelitian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7 1.6 Sistematika Penulisan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 8 1
  3. 3. DAFTAR GAMBAR 1.1 Koresponden masyarakat terhadap pemahaman arah kiblat (sumber RHI:2009) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2 1.2 Skema kerja . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5 1.3 Ruang Lingkup Penelitian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 6 2
  4. 4. DAFTAR TABEL 1.1 Tabel perbandingan keterbaruan penelitian arah kiblat . . . . . . . . 8 1
  5. 5. Bab 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menghadap arah Kiblat1 merupakan suatu yang penting dalam syariat Islam. Me- nurut Hukum Syariat2, menghadap ke arah kiblat diartikan sebagai seluruh tubuh atau badan seseorang menghadap ke arah Ka’bah yang terletak di Makkah yang merupakan pusat tumpuan umat Islam bagi menyempurnakan ibadah-ibadah ter- tentu3. Dalam kehidupan nyata hanya segelintir orang yang mengetahui tentang pemahaman arah shalat menghadap, seperti ditunjukan pada gambar berikut ini. Gambar 1.1: Koresponden masyarakat terhadap pemahaman arah kiblat (sumber RHI:2009) Ini menandakan masih banyak sekali orang-orang yang belum memahami secara rinci tentang penentuan arah kiblat. Dimasa modern ini menggabungkan berbagai fitur atau kemampuan dalam satu piranti sudah menjadi tren berbagai alat elektro- nik4 saat ini. Dalam penelitian ini, Peneliti menggunakan dua piranti yakni GPS5 1 Arah kiblat yang dimaksud adalah arah tempat menghadap shalat yakni Ka’bah di Masjidil Haram kota Makkkah 2 Peraturan Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat Muslim. 3 Shalat dan ibadah Haji 4 Alat yang dipergunakan berdasarkan prinsip elektronika 5 Sistem berbasis satelit dipergunakan untuk menunjukkan dimana kita berada 2
  6. 6. 1.1. Latar Belakang 3 dan Kompas Digital6. GPS itu sendiri adalah sistem navigasi7 satelit yang berfungsi dengan baik. System ini menggunakan 24 satelit8 untuk mengirimkan gelombang mikro9 ke bumi yang diterima oleh sebuah alat bantu. Kemudian Kompas Digital ini diasumsikan pengguna berada di luar ruangan dan bebas dari pengaruh medan magnet. Ini dikarenakan penggunaan GPS yang kurang maksimal bila berada di dalam ruangan dan juga kinerja dari Kompas Digital yang akan terganggu bila ber- ada di area medan magnet. Dengan mengaplikasikan GPS dan melalui perhitungan matematik, alat ini akan mampu meminimalisasi kesalahan tentang arah kiblat. Dalil Al-Qur’an yang berkaitan dengan arah kiblat Dikutip dari Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 144 Artinya: ”Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit10, Ma- ka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. dan dimana saja kamu berada, Palingkanlah mu- kamu ke arahnya. dan Sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.”(Q.S 2:144) 6 Penunjuk arah berbasis elektronika digital 7 sistem digunakan untuk menentukan posisi di Bumi, dengan menggunakan satelit. 8 berkekuatan energi sinar matahari, mempunyai baterai cadangan untuk menjaga agar tetap berjalan pada saat gerhana matahari atau pada saat tidak ada energi matahari. 9 (bahasa Inggris:microwave) adalah gelombang elektromagnetik dengan frekuensi super tinggi (Super High Frequency, SHF) 10 Maksudnya ialah Nabi Muhammad s.a.w. sering melihat ke langit mendoa dan menunggu- nunggu turunnya wahyu yang memerintahkan beliau menghadap ke Baitullah. Winandar Ganis Kresnadjaja AstrofisikaTerapan UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  7. 7. 1.1. Latar Belakang 4 Artinya: Orang-orang yang kurang akalnya11 diantara manusia akan berkata: ”Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?” Katakanlah: ”Kepunyaan Allah- lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus”12(Q.S 2:149) Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan13 agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. dan sungguh (pe- mindahan kiblat) itu terasa Amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.(Q.S 2:150) Dengan mereferensikan tiga ayat diataslah maka penelitian ini dikembangkan. Secara garis besar, proses dari proyek akhir ini adalah memberikan kemudahan bagi pemakai teknologi yang memiliki perangkat GPS khususnya bagi umat muslim un- tuk mengetahui arah kiblat disaat mereka akan beribadah disuatu lokasi yang baru. Sehingga umat muslim dapat mengetahui arah kiblat mereka dari posisi mereka se- karang. Koordinat yang didapat oleh GPS receiver, ketika akan ditampilkan di peta, dilakukan pergeseran marker setelah membandingkan dengan posisi di dunia nya- ta supaya memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Permasalahan yang akan dibahas dalam proyek akhir ini adalah penentuan arah kiblat pengguna berdasarkan hasil perhitungan matematika oleh mikrokontroler14 berdasarkan nilai bujur dan lintang dari GPS yang kemudian hasilnya akan divisualisasikan pada LCD15 grafik. 11 Maksudnya: ialah orang-orang yang kurang pikirannya sehingga tidak dapat memahami mak- sud pemindahan kiblat. 12 Di waktu Nabi Muhammad s.a.w. berada di Mekah di tengah-tengah kaum musyirikin beliau berkiblat ke Baitul Maqdis. tetapi setelah 16 atau 17 bulan Nabi berada di Madinah ditengah- tengah orang Yahudi dan Nasrani beliau disuruh oleh Tuhan untuk mengambil ka’bah menjadi kiblat, terutama sekali untuk memberi pengertian bahwa dalam ibadat shalat itu bukanlah arah Baitul Maqdis dan ka’bah itu menjadi tujuan, tetapi menghadapkan diri kepada tuhan. untuk persatuan umat Islam, Allah menjadikan ka’bah sebagai kiblat. 13 Umat Islam dijadikan umat yang adil dan pilihan, karena mereka akan menjadi saksi atas perbuatan orang yang menyimpang dari kebenaran baik di dunia maupun di akhirat. 14 sebuah sistem komputer fungsional dalam sebuah chip. 15 Penampil kristal cair (Inggris: liquid crystal display; LCD) adalah suatu jenis media tampilan yang menggunakan kristal cair sebagai penampil utama. Winandar Ganis Kresnadjaja AstrofisikaTerapan UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  8. 8. 1.2. Kerangka dan Ruang Lingkup 5 1.2 Kerangka dan Ruang Lingkup 1.2.1 Kerangka Penelitian Penelitian ini membahas tentang suatu sistem yang dibuat oleh peneliti sendiri seba- gai sistem yang cocok untuk alat pengukur Arah Kiblat Digital sebagai otomatisasi dari sistem alat sebelumnya yang mengadopsi sistem manual. Penelitian dititik ber- atkan pada pemakaian mikrokontroler sebagai prosesor data yang berfungsi sebagai penunjuk dengan akurasi tinggi dalam skala menit derajat. Aplikasi dalam alat ini dikhususkan pada penggunaan program yang bisa bekerja dengan cepat merespon sensor16. Sensor yang digunakan sebagai detektor17 arah yaitu Kompas Digital yang bekerja dengan input posisi dan sensor yang digunakan sebagai detektor koordinat adalah GPS yang bekerja dengan input lintang dan bujur. Hasil dari respon sensor yang dieksekusi oleh program, selanjutnya diolah dengan program dalam mikrokon- troler sendiri meggunakan bahasa C yang dibuat dengan menggunakan software. Hasil outputnya akan ditampilkan dalam LCD Grafik. Gambar 1.2: Skema kerja 1.2.2 Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini dititikberatkan pada masalah utama yaitu membuat sistem otomati- sasi18 dari alat yang akan dipakai dalam percobaan pencarian arah dan koordinat. 16 komponen yang digunakan untuk mendeteksi adanya perubahan lingkungan fisik atau kimia. 17 bahan yang peka terhadap radiasi, yang bila dikenai radiasi akan menghasilkan tanggapan mengikuti mekanisme yang telah dibahas sebelumnya. 18 sistem informasi berbasis telekomunikasi yang mengumpulkan, memproses, menyimpan dan mendistribusikan pesan, dokumen, dan komunikasi elektronik lainnya antar individu, kelompok kerja dan organisasi. Winandar Ganis Kresnadjaja AstrofisikaTerapan UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  9. 9. 1.3. Tujuan 6 Gambar 1.3: Ruang Lingkup Penelitian 1.3 Tujuan Adapun beberapa tujuan dari project akhir ini adalah : 1. Menguji kesesuaian penentuan arah kiblat di wilayah Kabupaten Bandung dan Kota Bandung berdasarkan teknologi masa kini yang sesuai dengan syariat ilmu Falak. 2. Membuat aplikasi Kompas Digital yang efisien. 3. Mengetahui pihak-pihak yang mengukur arah kiblat masjid-masjid di wilayah Kabupaten Bandung dan Kota Bandung. 4. Menganalsis respon alat terhadap perubahan arah kiblat jika terjadi kekeliru- an. 5. Mengkoreksi Arah Kiblat Masjid-masjid di wilayah Kabupaten Bandung dan Kota Bandung. 1.4 Metode Pengumpulan Data 1. Studi Literatur Pengumpulan data dilakukan dengan cara studi literatur jurnal yang berhu- bungan dengan fungsi komponen dan penggunaannya. Literatur yang digu- nakan berupa buku-buku, artikel-artikel baik dari internet maupun jurnal serta data-data penelitian dan percobaan yang telah dilakukan sebelumnya. 2. Perencanaan Sistem Simulasi Rangkaian yang dibuat meliputi rangkaian kompas elektronik yang bisa menampilkan arah secara presisi, rangkaian GPS untuk memperoleh data yang up to date mengenai garis lintang dan garis bujur dimana kita berada. 3. Pembuatan Perangkat Keras (hardware) Rancang Bangun alat rangkaian ini bertujuan untuk menggabungkan semua modul sensor Kompas Digital, GPS, LCD dalam suatu sistem Minimum. Winandar Ganis Kresnadjaja AstrofisikaTerapan UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  10. 10. 1.5. Keterbaruan Penelitian 7 4. Pembuatan Perangkat Lunak (software) Pembuatan program untuk mengolah data yang dihasilkan oleh kompas elek- tronik yang telah diklibrasi dengan arah angin yang tepat yaitu berdasarkan gerak matahari kemudian dikolaborasikan dengan data GPS mengenai letak lintang dan bujur. Selanjutnya mengeluarkan output berupa tampilan jarum penunjuk arah kiblat pada LCD. 5. Pengujian Alat meliputi pengkalibrasian Alat. Dengan membandingkan data Kompas Digital dengan beberapa kompas analog. 6. Observasi Masjid Pendataan masjid-masjid mana saja yang akan ditargetkan. Dalam hal ini pendataan harus dilakukan sangat serius. Mulai dari data masjid per-wilayah kabupaten dan kota. Data masjid per-wilayah kecamatan. Data masjid per- wilayah Kelurahan dan Desa. Data masjid per-wilayah RT dan RW. Dalam observasi masjid ini peneliti melakukan kerja sama dengan Camat, Kepala Desa, ketua RT dan RW yang ada di wilayah Kabupaten Bandung dan Kota Bandung. 7. Simulasi Simulasi dilakukan untuk meminimalisir kesalahan yang didapat, dan mem- percepat waktu perjalanan. Simulasi tersebut meliputi penentuan jalur/rute perjalanan yang akan ditempuh pada saat eksekusi alat. Dalam hal ini peneliti bekerja sama dengan para peneliti-peneliti lain. 8. Eksperimen Pengambilan data sekaligus pengkoreksian Arah kiblat masjid-masjid yang telah ditargetkan. 1.5 Keterbaruan Penelitian Sebelumnya penelitian ini pernah dilakukan oleh beberapa peneliti dengan pengem- bangan yang berbeda. Winandar Ganis Kresnadjaja AstrofisikaTerapan UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  11. 11. 1.6. Sistematika Penulisan 8 Tabel 1.1: Tabel perbandingan keterbaruan penelitian arah kiblat Peneliti Tahun Keterbaruan Aan Nurochman 2007 AT89S51 + Kmz51 Noor Badaiuah 2008 PDA GPS Nawang Purma Endra 2008 Java2MicroEdition + MIDP + GUI Aziz Zainuddin 2009 ATMega16 + CMPS03 + GPS EG-T10 M.Z. Ibrahim 2009 PIC 18F2620 + HMC6352 + EB-85A GPS Norliza 2009 HMC6352 + PIC18F452 M. Amiral 2010 GPS + Android 1.6 M. Arif Anwar 2011 Wireless webserver SMS Nurul Fajar Mubarok 2012 ATMega8535 + ISD25120 Hariyadi Singgih 2013 ATMega16 + GPS RXM SG + CMPS10 + Servo W. G. Kresnadjaja 2014 Arduino + CMPS10 + PMB-688 GPS Penelitian ini dilakukan dengan menggabungkan referensi dari peneliti-peneliti sebelumnya sehingga hasil penelitian ini akan lebih terintegrasi. 1.6 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan yang akan diuraikan dalam buku laporan proyek akhir ini ter- bagi dalam bab-bab yang akan dibahas sebagai berikut: BAB I. Pendahuluan Bab ini berisi tentang gambaran umum permasalahan yang dibahas. BAB II. Tinjauan Pustaka Bab ini berisi tentang teori yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti. BAB III. Perancangan dan Pembuatan Alat Bab ini berisi tentang tahap-tahap perancangan dan pembuatan Kompas Kiblat Digital ini. BAB IV. Hasil Uji Coba dan Analisis Bab ini berisi tentang data-data hasil pengujian data-data yang terambil dari ou- tput simulator dan respon sistem simulasi terhadap parameter kontrol dengan data yang sebenarnya. BAB V. Penutup Bab ini berisi tentang kesimpulan yang diambil dari analisa dan pembahasan per- masalahan serta beberapa saran untuk peneliti. Winandar Ganis Kresnadjaja AstrofisikaTerapan UIN Sunan Gunung Djati Bandung

×