Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Non newtonian system of fluids

773 views

Published on

Semoga Bermanfaat

Published in: Science
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Non newtonian system of fluids

  1. 1. NON-NEWTONIAN SYSTEMS Fluida non-Newtonian: suatu fluida yang akan mengalami perubahan viskositas ketika terdapat gaya yang bekerja pada fluida tersebut. Hal ini menyebabkan fluida non-Newtonian tidak memiliki viskositas yang konstan. Contoh fluida non newtonian: koloid, suspensi, emulsi.
  2. 2. NON-NEWTONIAN SYSTEMS Diklasifikasikan menjadi 3, yaitu: • Plastic flow • Pseudoplastic flow • Dilatant flow
  3. 3. Plastic flow • Plastic flow berhubungan dengan adanya partikel-partikel yang tersuspensi dalam suspensi pekat. Dikenal sebagai Bingham bodies. • Bingham body tidak akan mengalir sampai shearing stress melampaui yield value. • Yield value: besar gaya yang harus diterapkan pada sistem untuk mengubahnya menjadi Sistem Newtonian. • Pada harga stress di bawah harga yield value, zat bertindak sebagi bahan elastis (meregang lalu kembali ke keadaan semula, tidak mengalir). • Viskositas plastic  U= 𝐹−𝑓 𝑆 ; dengan u=viskositas plastic (Poise), F=gaya (dyne/Cm2), 𝑓 =yield value ((dyne/Cm2), s=laju geser (/s) • Viskositas plastik menurun pada tegangan geser yang lebih tinggi. • Contoh: Mayonaisse, margarin, whipped cream.
  4. 4. Pseudoplastic flow (shear-thinning) • Menunjukkan watak antara Newtonian flow dan plastic flow. • tidak memiliki yield value dan akan selalu mengalir di bawah tegangan geser, seperti cairan Newtonian. • Semakin tinggi stress yang diberikan, maka akan semakin bebas untuk mengalir. • Stress yang tinggi mengurangi gesekan internal dan ketahanan dari molekul dan memungkinkan pergeseran yang lebih besar pada setiap tegangan geser. • Beberapa pelarut yang terkait dengan molekul akan dilepaskan mengakibatkan penurunan viskositas. • Aplikasi: cat lukis, cat kuku, tinta.
  5. 5. Sifat pseudoplastic flow
  6. 6. Dilatant flow (shear-thickening) • terjadi pada suspensi yang memiliki presentase zat padat terdispersi dengan konsentrasi tinggi. • Viskositas meningkat dengan bertambahnya rate of shear. • Jika stress dihilangkan, suatu sistem dilatan cenderung akan kembali ke keadaan fluiditas aslinya. • Mekanisme: - Pada keadaan diam partikel-partikel tersusun rapat dengan volume antar partikel kecil. - Pada saat shearing stress meningkat bulk dari sistem memuai  meningkatkan volume kosong  hambatan aliran meningkat (tidakdibasahi)  terbentuk pasta kaku. • Contoh: Pati, jem(selai).
  7. 7. Perbandingan Plastic Flow, Pseudoplastic Flow dan Dilatant Flow

×