2012KEMITRAANGAHARU TERPADUKSU MITRA ABADI  [PEMANFAATAN HASIL HU   PEMANFAATAN       HUTAN BUKAN KAYU                    ...
A. PROFIL ORGANISASI  Proses pemasaran tidak terkoordinasi dengan baik, lemahnya  pengetahuan petani tentang budidaya pert...
2. Meningkatkan simpanan dari Rp. 18.200.000, menjadi Rp. 286.800.000, pada akhir                                       18...
adanya peningkatan harga dari penjualan produk  dan teknologi rekayasa produksi yang sulit untuk  dijangkau oleh petani. D...
Pengadaan bibit, Isolat (Inokulan), Teknologi Budidaya ; Panen dan Pasca Panen ;     Pemasaran Hasil Gaharu.     Riset dan...
4. Investasi dengan anggota dan berbagai pihak dalam bentuk Gaharu Terpapu     Permodalan Konsorsium (September 2011) yang...
4. Pengadaan Isolat dan paket Inokulasi bekerjasama dengan Puslitbanghut Bogor     (Oktober – Desember 2011) yang telah me...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Company Profile KGT KESUMA

1,412 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,412
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
16
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Company Profile KGT KESUMA

  1. 1. 2012KEMITRAANGAHARU TERPADUKSU MITRA ABADI [PEMANFAATAN HASIL HU PEMANFAATAN HUTAN BUKAN KAYU KAYU] Gaharu merupakan komoditi elit hasil hutan bukan kayu yang saat ini banyak diminati olehkonsumen baik dalam maupun luar negeri. Pemanfaatan gaharu sangat bervariasi dari bahan baku pembuatan dupa, parfum, aroma terapi, sabun, body lotion, hingga bahan obatobat-obatan sebagai anti asmatik, anti mikrobia, stimulan kerja syaraf, dan pencernaan. Akibat dari pola pemanenan dan perdagangan yang masih mengandalkan alam, beberapa jenis tertentu pohon penghasil gaharu mulai langka dan telah masuk dalam appendix II CITES© KGT – KESUMA 2012 Page 1
  2. 2. A. PROFIL ORGANISASI Proses pemasaran tidak terkoordinasi dengan baik, lemahnya pengetahuan petani tentang budidaya pertanian yang mendukung produksi (Good Agriculture Practice) dan dukungan ekonomi dan permodalan yang dibutuhkan merupakan masalah utama yang dihadapi petani kelapa sawit di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Sejak awal tahun 2011 beberapa kelompok tani berinisiatif membangun sebuah lembaga yang kuat dan bisa dipercaya oleh anggotanya. Bersama beberapa lembaga nasional maupun international petani tersebut berhasil mendirikan sebuah koperasi serba usaha yang mereka beri nama KSU MITRA ABADI (KESUMA). KESUMA adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sebagai sebuah gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Didirikan tanggal 07 Juli 2011, dengan jumlah anggota pendiri 52 orang yang berasal dari beberapa desa di Kecamatan Rantau Rasau. Kegiatan persiapannya telah dimulai sejak Maret 2011 dengan lokakarya Membangun Kelembagaan Petani Sawit Mandiri dan telah mendapat pengakuan dari Kementrian Koperasi dan UMKM sejak September 2011 dengan No. Badan Hukum (BH) 66/BH/VI.3/Kop.UMKM/2011. Saat ini KESUMA telah memiliki lebih kurang 80 anggota dengan jumlah aset sebesar Rp. 96 jt. KESUMA beralamat di Jalan Sudirman SK 11, Kelurahan Bandar Jaya, Kecamatan Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi yang telah mengembangkan beberapa kegiatan sebagai usaha pendukung lembaganya dengan harapan mampu meningkatkan taraf hidup anggotanya. Bidang usaha yang telah dijalani antara lain Unit Simpan Pinjam (USP), Pemasaran Hasil Kebun Bersama (PHKB), Warung Serba Ada (Waserda) dan Kemitraan Gaharu Terpadu (KGT). Visi “ Mewujudkan badan usaha pemberdaya sosio ekonomi masyarakat dan petani mandiri di Kecamatan Rantau Rasau khususnya dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada umumnya yang kuat, aman, terpercaya, serta berjati diri koperasi ” Misi 1. Melaksanakan program-program pendidikan yang intensif di wilayah kerja KESUMA. 2. Memperkuat semangat solidaritas masyarakat khususnya petani mandiri dalam membangun keswadayaan . 3. Melaksanakan tata kelola koperasi yang baik dan benar. Tujuan “ Meningkatkan taraf hidup anggota yang memiliki dampak pembangunan di masyarakat sekitarnya “ Sasaran 1. Meningkatkan jumlah anggota dari 52 orang menjadi 392 orang pada akhir tahun 2012.© KGT – KESUMA 2012 Page 2
  3. 3. 2. Meningkatkan simpanan dari Rp. 18.200.000, menjadi Rp. 286.800.000, pada akhir 18.200.000,- 286.800.000,- tahun 2012. 3. Akan melepaskan modal sebesar 25 % dari jumlah simpanan untuk unit usaha simpan pinjam dan masing masing 18.3 % untuk tiga (3) jenis unit usaha lainnya. masing-masing 4. Membuat diversifikasi jenis simpanan yang bukan modal sendiri (non saham). 5. Meningkatkan sumber daya manusia dalam bidang tata kelola perkoperasian dan gkatkan usaha perkebunan.B. DASAR PEMIKIRAN Kayu gaharu (Aquilaria malaccensis) memiliki pangsa pasar khusus dan permintaan yang Aquilaria malaccensis) tinggi. Di China, Taiwan, dan khususnya Timur Tengah, kayu yang disejajarkan dengan yang cendana ini laku keras. "Kalau permintaan dari Timur Tengah, China, dan Taiwan, tidak ada batasnya, berapa pun pasti diterima. Harga eskpor kayu gaharu kelas super yang nya, Harga tumbuh alami saat ini Rp 10 juta per kilogram (kg), naik dibandin beberapa tahun dibanding sebelumnya seharga Rp 4 juta - Rp 5 juta. Kenaikan harga gaharu (disebut Ketimusan di Lombok), disebabkan populasi kayu yang dijadikan wewangian dan dupa ini sangat menipis. Yang tumbuh alami bisa disebut antara ada dan tiada. "Yang banyak beredar saat ini adalah ak hasil budi daya yang umumnya diekspor,". P Pemasaran kayu gaharu diatur melalui kuota. Kuota untuk Indonesia tahun 2011 sekitar 400 ton setahun. Jatah terbesar dipegang Papua dan Kalimantan, sedangkan NTB mendapat jatah 8 ton pada tahun 2011. Jumlah yang sama untuk tahun 2012 nanti. Permintaan terbesar gaharu kelas super dari Timur Tengah, sisanya kelas menengah - bawah diekspor ke China dan Taiwan. Di Arab Saudi, biasanya kayu gaharu dijadikan bahan mandi uap untuk menghilangkan bau badan yang kurang sedap, di China dan Taiwan umumnya untuk wewangian dupa, sedangkan di Thailand ampasnya untuk bahan membuat obat nyamuk. Melihat peluang dan prospek komoditi ini KSU Mitra Abadi (KESUMA) mencoba melihat beberapa kesempatan yang sedang berkembang di Provinsi Jambi. Ternyata komoditi ini juga tengah berkembang di provinsi Jambi. Menurut data pusat penelitian erkembang pengembangan kehutanan (Puslitbanghut), ternyata jenis pohon gaharu yang anan menghasilkan resin gaharu terbaik jenis Gubal dihasilkan dari jenis Aquilaria malaccensis yang banyak tumbuh dan berkembang di Provinsi tersebut. Saat ini salah satu bahan Inokulasi (Isolat Fusarium) terbaik juga dihasilkan dari Provinsi Jambi yang menurut data terbaik Puslitbanghut ada 4 jenis Isolat jamur yang direkomendasikan untuk indonesia yaitu Isolat Gorontalo, Timor, Papua dan Jambi. Sekarang kesempatan emas ini hanya dimanfaatkan oleh segelintir pengu pengusaha yang memiliki banyak uang tanpa memperhatikan masyarakat petani gaharu dan penangkar hasil hutan di sana. Berangkat dari permasalahan tersebut KESUMA mencoba menjembatani kepentingan pengusaha, petani dan penangkar yang menginginkan atani© KGT – KESUMA 2012 Page 3
  4. 4. adanya peningkatan harga dari penjualan produk dan teknologi rekayasa produksi yang sulit untuk dijangkau oleh petani. Dalam rencananya KESUMA telah membentuk manajemen unit usaha yang menangani persoalapersoalan tersebut dengan nama kegiatan “Kemitraan Gaharu Terpadu” (KGT). KGT telah melakukan analisa usaha budidaya gaharu, pendidikan teknis, pengadaan bibit gaharu kan dan usaha penangkarannya, survei potensi gaharu siap inokulasi, rekayasa produksi dan proses inokulasi serta upaya membangun jaringan pemasaran hasil langsung kepada pembeli yang bekerjasama dengan Puslitbanghut Bogor. Sekarang unit usaha yang produktif tersebut membutuhkan orang orang yang tertarik dan mau bekerjasama dengan orang-orang KESUMA untuk mewujudkan keadilan sosial dan mengembangkan ekonomi kerakyatan berbasis tanaman gaharu.C. TUJUAN “Mengembangkan Usaha Berbasis Tanaman Gaharu dari Hulu hingga Hilir melalui Model Konsorsium dan Kemitraan Bersama Petani, Penangkar, Pengusaha dan berbagai lembaga yang bergerak dalam bidang tanaman Gaharu sebagai Kontribusi dalam Upaya Peningkatan Kesejahteraan anggota dan petani pada umumnya.D. SASARAN PROGRAM 1. Mampu mensosialisasikan tanaman Gaharu di antara anggota KESUMA khususnya dan petani perkebunan pada umumnya di Provinsi Jambi per 2012 sebanyak 100 orang (10 kelompok). 2. Berhasil melakukan survei tanaman gaharu siap Inokulasi sebanyak 150 pohon per 2012 di wilayah provinsi Jambi. 3. Melakukan uji coba Inokulasi yang bekerjasama dengan petani pemilik sebanyak 12 pohon. 4. Mampu melakukan kerjasama dengan petani penangkar dalam usaha pembipembibitan dan pemasaran gaharu 5. Mengadakan bibit jenis Aquilaria malaccensis dengan target 30.000 pohon per 2012 yang dikelola oleh para petani mitra mitra. 6. Berhasil mengajak kerjasama para anggota dan investor lainnya dalam usaha Investasi Konsorsium sebanyak 20 orang sampai dengan akhir 2012.E. SISTEM POLA KEMITRAAN KGT adalah pola pengembangan budidaya Gaharu dan pemasarannya yang memberikan pemahaman kepada Anggota Koperasi, Petani, Penangkar dan Masyarakat Umum tentang tanaman Gaharu yang diselenggarakan oleh Manajemen Unit Usaha diselenggarakan KESUMA. Fasilitas usaha yang dikembangkan saat ini adalah : Pelaksanaan Inokulasi Gaharu alam yang dimiliki oleh petani/masyarakat pada lahan lahan- lahan yang tidak bermasalah dan kepemilikannya jelas.© KGT – KESUMA 2012 Page 4
  5. 5. Pengadaan bibit, Isolat (Inokulan), Teknologi Budidaya ; Panen dan Pasca Panen ; Pemasaran Hasil Gaharu. Riset dan Pengembangan Teknologi Penanganan Tanaman Gaharu Rakyat. Peluang dan kesempatan kepada setiap lapisan masyarakat/pengusaha untuk berinvestasi Gaharu Terpadu dalam bentuk modal Konsorsium. Nilai Investasi Konsorsium Rp. 750.000,- / pohon dengan perhitungan kompensasi 20 % Pengelola, 40 % Petani Pemilik dan 40 % Investor Penanam Modal. Pengadaan teknologi industri dan pemasaran penyulingan minyak gaharu.F. KINERJA 2011 - 2012 Sejak Agustus 2011, kegiatan KGT baru di sosialisasikan ditingkat koperasi dan petani perkebunan meskipun kegiatannya telah berlangsung sejak Mei 2011. Hal ini dilakukan agar keberadaannya jelas dan memiliki payung yang resmi. Sampai dengan Februari 2012 KGT telah berhasil merangkul petani dan melakukan beberapa kegiatan dengan capaian sebagai berikut : 1. Sosialisasi tanaman Gaharu dalam upaya pemasaran bibit KESUMA yang bekerja sama dengan PT. Dypa Aquilaria Mandiri (Mei – Oktober 2011) di 7 desa Kecamatan Rantau Rasau, 2 Desa Kecamatan Maro Sebo Ulu Kabupaten Batang Hari dan dan Desa Kebun 9 Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muara Jambi. Kegiatannya meliputi pengenalan tanaman gaharu melalui sosialisasi partisipatif, assessment potensi dan membangun kesepakatan kerjasama. Di Kecamatan Rantau Rasau bentuk kerjasama yang dibangun adalah pemasaran bibit bersama ke petani karet dan kelapa sawit sebagai tanaman investasi dengan pola Agro Forestry dan Inokulasi gaharu alam milik petani. 2. Survei Potensi Gaharu Alam milik petani di Kecamatan Rantau Rasau (Mei 2011), Kecamatan Maro Sebu Ulu (Agustus 2011) dan Kecamatan Sungai Gelam (Februari 2012). Di Kecamatan Rantau Rasau ditemukan 75 pohon siap inokulasi dengan diameter batang 20 – 30 cm. Di Kecamatan Maro Sebo Ulu KGT direspon dengan baik dengan dukungan masyarakat yang ingin bergabung, 28 pohon siap inokulasi dengan diameter 25 – 80 cm. Selain itu KGT ditawarkan untuk bekerjasama mengembangkan bibit gaharu jenis Aquilaria malaccensis karena banyak sumber anakan di wilayah tersebut. Sedangkan di Kecamatan Sungai Gelam KGT telah melakukan penjajagan wilayah bersama pengusaha kebun yang ingin merangkul petani dengan potensi lebih dari 200 pohon siap inokulasi. 3. Pemasaran bibit dan kerjasama dengan penangkaran kehutanan Universitas Jambi gaharu jenis A. Malaccensis (Juni 2011 s/d sekarang). Saat ini bentuk kerjasama tersebut telah berhasil memasarkan lebih dari 7000 pohon ke berbagai desa dan kecamatan di Kabupaten Kabupaten Tanjung Jabung Timur.© KGT – KESUMA 2012 Page 5
  6. 6. 4. Investasi dengan anggota dan berbagai pihak dalam bentuk Gaharu Terpapu Permodalan Konsorsium (September 2011) yang telah berhasil merangkul lebih kurang 27 pohon senilai Rp. 20.250.000,-. 5. Pengadaan Isolat dan paket Inokulasi bekerjasama dengan Puslitbanghut Bogor (Oktober – Desember 2011) yang telah merealisasikan 26 pohon dengan 4 jenis isolat terbaik di Indonesia. Selain itu telah memasarkan isolat puslitbanghut ke berbagai kalangan peminat gaharu. 6. Kunjungan Kerja dan Pelatihan Tanaman Gaharu di Puslitbanghut Bogor (November 2011). Pelatihan ini mengirimkan perwakilan manajemen KGT untuk mempelajari Gaharu dari Hulu – Hilir. Kedepannya KGT juga telah membangun kerjasama dengan puslitbanghut untuk melakukan pelatihan dan pendidikan penyulingan minyak gaharu dan pemasarannya.G. DOKUMENTASI KEGIATAN 1. Sosialisasi tanaman Gaharu dalam upaya pemasaran bibit KESUMA yang bekerja sama dengan PT. Dypa Aquilaria Mandiri (Mei – Oktober 2011). 2. Survei Potensi Gaharu Alam milik petani di Kecamatan Rantau Rasau (Mei 2011). 3. Pemasaran bibit dan kerjasama dengan penangkaran kehutanan Universitas Jambi gaharu jenis A. Malaccensis (Juni 2011 s/d sekarang).© KGT – KESUMA 2012 Page 6
  7. 7. 4. Pengadaan Isolat dan paket Inokulasi bekerjasama dengan Puslitbanghut Bogor (Oktober – Desember 2011) yang telah merealisasikan 26 pohon dengan 4 jenis isolat terbaik di Indonesia. 5. Kunjungan Kerja dan Pelatihan Tanaman Gaharu di Puslitbanghut Bogor (November 2011). 6. Hasil Inokulasi Usia 3 Bulan Rekayasa Produksi (Inokulasi).© KGT – KESUMA 2012 Page 7

×