Esai

22,406 views

Published on

bahasa Indonesia Esai

Published in: Education

Esai

  1. 1. ESAI Disusun Oleh :Vini Kurnia Ramadhani XII IPA 1 / 26
  2. 2. PengertianEsai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Pengarang esai disebut esais. Esai sebagai satu bentuk karangan dapat bersifat informal dan formal. Esai informal mempergunakan bahasa percakapan, dengan bentuk sapaan “saya” dan seolah-olah ia berbicara langsung dengan pembacanya. Adapun esai yang formal pendekatannya serius. Pengarang mempergunakan semua persyaratan penulisan.
  3. 3. Tujuan penulisan esai• meyakinkan pembaca untuk percaya terhadap pendapat kita tentang sebuah kejadian. Dengan tujuan tersebut, pendapat dalam esai hendaknya disertai dengan data-data atau fakta yang menunjang agar pembaca yakin terhadap pendapat kita. Namun demikian, menulis esai tidak harus atau tidak perlu terlalu mendalam sampai pada teori-teori, cukup ringan saja, dan tidak membatasi penggunaan bahasa yang sangat baku. Bahasa dalam esai boleh saja bahasa santai, yang penting menarik, segar, dan meyakinkan.
  4. 4. Tipe Esai Esai Deskriptif. Esai jenis ini dapat meluliskan subjek atau objek apa saja yang dapat menarik perhatian pengarang. Ia bisa mendeskripsikan sebuah rumah, sepatu, tempat rekreasi dan sebagainya. Esai Tajuk. Esai jenis ini dapat dilihat dalam surat kabar dan majalah. Esai ini mempunyai satu fungsi khusus, yaitu menggambarkan pandangan dan sikap surat kabar/majalah tersebut terhadap satu topik dan isyu dalam masyarakat. Dengan Esai tajuk, surat kabar tersebut membentuk opini pembaca. Tajuk surat kabar tidak perlu disertai dengan nama penulis. Esai Cukilan Watak. Esai ini memperbolehkan seorang penulis membeberkan beberapa segi dari kehidupan individual seseorang kepada para pembaca. Lewat cukilan watak itu pembaca dapat mengetahui sikap penulis terhadap tipe pribadi yang dibeberkan. Disini penulis tidak menuliskan biografi. Ia hanya memilih bagian- bagian yang utama dari kehidupan dan watak pribadi tersebut.
  5. 5.  Esai Pribadi, hampir sama dengan esai cukilan watak. Akan tetapi esai pribadi ditulis sendiri oleh pribadi tersebut tentang dirinya sendiri. Penulis akan menyatakan “Saya adalah saya. Saya akan menceritakan kepada saudara hidup saya dan pandangan saya tentang hidup”. Ia membuka tabir tentang dirinya sendiri. Esai Reflektif. Esai reflektif ditulis secara formal dengan nada serius. Penulis mengungkapkan dengan dalam, sungguh-sungguh, dan hati-hati beberapa topik yang penting berhubungan dengan hidup, misalnya kematian, politik, pendidikan, dan hakikat manusiawi. Esai ini ditujukan kepada para cendekiawan. Esai Kritik. Dalam esai kritik penulis memusatkan diri pada uraian tentang seni, misalnya, lukisan, tarian, pahat, patung, teater, kesusasteraan. Esai kritik bisa ditulis tentang seni tradisional, pekerjaan seorang seniman pada masa lampau, tentang seni kontemporer. Esai ini membangkitkan kesadaran pembaca tentang pikiran dan perasaan penulis tentang karya seni. Kritik yang menyangkut karya sastra disebut kritik sastra.
  6. 6. Bagian Esai1. Pendahuluan yang berisi latar belakang informasi yang mengidentifikasi subyek bahasan dan pengantar tentang subyek yang akan dinilai oleh si penulis tersebut.2. Tubuh esai yang menyajikan seluruh informasi tentang subyek.3. Bagian akhir yang memberikan kesimpulan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek yang dinilai oleh si penulis
  7. 7. Ciri-ciri esai• Berbentuk prosa, artinya dalam bentuk komunikasi biasa, menghindarkan penggunaan bahasa dan ungkapan figuratif.• Singkat, maksudnya dapat dibaca dengan santai dalam waktu dua jam.• Memiliki gaya pembeda. Seorang penulis esai yang baik akan membawa ciri dan gaya yang khas, yang membedakan tulisannya dengan gaya penulis lain.• Selalu tidak utuh, artinya penulis memilih segi-segi yang penting dan menarik dari objek dan subjek yang hendak ditulis. Penulis memilih aspek tertentu saja untuk disampaikan kepada para pembaca.
  8. 8. • Memenuhi keutuhan penulisan. Walaupun esai adalah tulisan yang tidak utuh, namun harus memiliki kesatuan, dan memenuhi syarat-syarat penulisan, mulai dari pendahuluan, pengembangan sampai ke pengakhiran. Di dalamnya terdapat koherensi dan kesimpulan yang logis. Penulis harus mengemukakan argumennya dan tidak membiarkan pembaca tergantung di awang-awang.• Mempunyai nada pribadi atau bersifat personal, yang membedakan esai dengan jenis karya sastra yang lain adalah ciri personal. Ciri personal dalam penulisan esai adalah pengungkapan penulis sendiri tentang kediriannya, pandangannya, sikapnya, pikirannya, dan dugaannya kepada pembaca.
  9. 9. Langkah-langkah pembuatan esai• Menentukan tema atau topik• Membuat outline atau garis besar ide-ide yang akan kita bahas• Menuliskan pendapat kita sebagai penulisnya dengan kalimat yang singkat dan jelas• Menulis tubuh esai; memulai dengan memilah poin- poin penting yang akan dibahas, kemudian buatlah beberapa subtema pembahasan agar lebih memudahkan pembaca untuk memahami maksud dari gagasan kita sebagai penulisnya, selanjutnya kita harus mengembangkan subtema yang telah kita buat sebelumnya.
  10. 10. • Membuat paragraf pertama yang sifatnya sebagai pendahuluan. Itu sebabnya, yang akan kita tulis itu harus merupakan alasan atau latar belakang alasan kita menulis esai tersebut.• Menuliskan kesimpulan. Ini penting karena untuk membentuk opini pembaca kita harus memberikan kesimpulan pendapat dari gagasan kita sebagai penulisnya. Karena memang tugas penulis esai adalah seperti itu. Berbeda dengan penulis berita di media massa yang seharusnya (memang) bersikap netral.• Jangan lupa untuk memberikan sentuhan akhir pada tulisan kita agar pembaca merasa bisa mengambil manfaat dari apa yang kita tulis tersebut dengan mudah dan sistematis sehingga membentuk kerangka berpikir mereka secara utuh.
  11. 11. Cara mengembangkan kerangka karangan esai• Untuk memudahkan karangan, mulailah dengan sebuah definisi;• Kembangkan karangan dengan deskripsi situasi;• Masukan pandangan seorang ahli;• Buatlah kalimat-kalimat tunggal dan kalimat majemuk setara atau bertingkat dengan struktur yang sederhana;• Untuk memudahkan menguraikan paragraf gunakan paragaraf-paragraf deduktif;• Esai biasa adalah karangan argumentasi.
  12. 12. Contoh Esai Maraknya Kecelakaan Angkutan Umum……………… 1 Beberapa minggu terakhir ini kita “dibiasakan” denganberita kecelakaan angkutan umum. Mengapa saya katakan“dibiasakan”? Karena memang dalam beberapa pekanterakhir ini di media cetak maupun elektronik sering sekalikita jumpai berita tentang kecelakaan angkutan umum yangcelakanya kecelakaan tersebut hampir selalu memakankorban jiwa. Sangat ironis memang, angkutan umum yangseharusnya menjanjikan pelayanan jasa transportasi yangnyaman dan lebih aman malah belakangan menjadipenyumbang terbesar dalam kasus kecelakaan. ……………………………… 2
  13. 13. Sebuah akibat tentu saja ada sebabnya. Jika kita amati sedikit saja bagaimana duniapertransportasian kita, terkhusus transportasi umum darat, tentu kita dapat melihat sebuahkenyataan yang sangat mengkhawatirkan. Bagaimana tidak mengkhawatirkan, jika melihat kondisialat angkut yang membawa beratus bahkan beribu nyawa setiap harinya kondisinya tidak layak?Celakanya, kondisi yang tidak layak tersebut masih dibarengi dengan perilaku sopir yang “ugal-ugalan” dan kondisi jalan yang buruk juga, sehingga peluang kecelakaan pun semakin tinggi. ……………………………… 3 Berbicara tentang kelayakan angkutan umum, tentu perhatian kita akan mengarah padapengujian kelayakan kendaraan umum yang di dalam pengujian tersebut akan dinyatakan apakahkedaraan tersebut layak jalan atau tidak. Pengujian ini seharusnya menjadi wahana bagi para sopirdan atau pemilik untuk memperbaiki kekurangan yang ada pada angkutan demi memberikenyamanan dan keselamatan pada penumpang. Namun, bagai menutup bangkai, kekuranganyang jelas-jelas telah diketahui malah diusahakan dengan berbagai cara agar jangan sampaidiketahui petugas penguji. Sungguh sangat miris ketika beberapa hari yang lalu saya melihatsebuah acara yang menayangkan bagaimana beberapa sopir menyiasati tes pengujian kelayakankendaraan dengan menyewa ban dan mengganti onderdil yang sudah tidak layak hanya pada tesuji kelayakan saja. Dan setelah itu mereka memasang kembali ban dan onderdil yang sudah tidaklayak tersebut. Harapan saya, semoga penggalakkan dan ketegasan pengujian kelayakkankendaraan yang saat ini sedang ramai terjadi bukan hanya sekadar “obat penenang sementara”bagi masyarakat yang mulai “marah” pada angkutan umum dan integritas penanggung jawabkeberadaan angkutan. …………………………. 4
  14. 14. Banyak kecelakaan terjadi tidak hanya disebabkanoleh kurang layaknya kendaraan. Faktor manusia (humanerror) banyak berbicara di sini. Sopir adalah aktor utamayang paling bertanggung jawab atas keselamatankendaraan. Kondisi kesehatan yang buruk, kelelahan, danugal-ugalan dalam berkendara telah banyak menyebabkanpetaka. Lebih kompleks lagi sekarang ini alkohol dannarkoba sudah “merakyat” sehingga tidak menutupkemungkinan dan sudah banyak sopir yang ikutmengkonsumsi. Hal ini harus menjadi perhatian lebih bagipemerintah dan pemilik angkutan umum untuk menindaktegas sopir-sopir yang “nakal” seperti itu. Tindakanpreventif pun sepertinya harus dilakukan pemerintahdengan memberikan penyuluhan kepada para sopir agarlebih bertanggung jawab atas keselamatan penumpang danbersih dari miras dan narkoba. ………………………………….. 5
  15. 15. Terlepas dari kedua masalah di atas, tentu kita tidak dapat menafikan jika kondisi jalan yang buruk pun memberi andil yang cukup signifikan dalam maraknya kecelakaan yang belakangan ini sering terjadi. Memang tidak bisa kita pungkiri jika cuaca seperti sekarang ini telah banyak membuat kondisi aspal jalan menjadi rusak. Namun, hal tersebut jangan dijadikan sebagai sebuah pembenaran dan pemakluman akn banyaknya kondisi jalan yang buruk yang berakibat pada terjadinya kecelakaan. Pemerintah yang bertanggung jawab dalam hal ini Dinas PU seharusnya siap dan cekatan dalam menghadapi kondisi seperti ini. Jangan malah kondisi jalan yang buruk dibiarkan berlarut-larut sampai menimbulkan korban seperti yang sekarang ini terjadi. ………………………………….. 6
  16. 16. Akhirnya dapat kita simpulkan bahwa kondisi kendaraanumum yang tidak layak jalan, human error dari sopir, dankondisi jalan yang buruk adalah sebuah kombinasisempurna untuk menjelaskan berbagai kecelakaan yangakhir-akhir ini terjadi. Dan sudah selayaknya semua pihakyang bertanggung jawab akan hal tersebut bahu-membahubekerja sama dengan penuh kesadaran agar keselamatandan kenyamanan di jalan raya baik bagi penumpangmaupun pengguna jalan lainnya dapat tercapai. Tindakkanpreventif baik berupa tes uji kelayakkan angkutan umumyang jujur maupun penyuluhan kepada sopir untuk tidakmengkonsumsi miras dan narkoba demi keselamatan harussegera dilakukan dengan serius. Sanksi tegas terhadappihak terkait yang membelot pun sudah selayaknya segeradilakukan demi keselamatan bersama.…………………………………… 7
  17. 17. Dari contoh esai tersebut dapat kita lihat bagian-bagian dari sebuah esai.• Judul esai, judul merupakan nama. Jadi usahakan memberi judul sebuah tulisan dengan kata-kata yang menggambarkan keseluruhan isi tulisan.• No. 2 menunjukkan paragraf pendahuluan yang berisi latar belakang masalah dari penulisan esai.• No. 3 berisi pandangan atau pendapat penulis terhadap permasalahan yang terjadi.• No. 4, 5, 6 merupakan paragraf yang menjabarkan pendapat atau pandangan penulis terhadap kejadian yang diangkat menjadi esai. Dibagian ini bisa disertai dengan bukti atau data pendukung untuk memperkuat pandangan atau pendapat kita agar pembaca percaya dengan pandangan kita tersebut.• No. 7, merupakan bagian kesimpulan. Pada bagian ini penulis menyimpulkan apa yang telah ditulis. Penyimpulan harus sesuai dengan apa yang telah ditulis. Jagan membuat simpulan yang belum terulas pada paragraf sebelumnya (isi).

×