Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
i
ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO ASSETS RATIO,
RETURN ON EQUITY, DAN SIZE OF FIRM TERHADAP RETURN
SAHAM (Stud...
i
LEMBAR PERNYATAAN
Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : Rizqoh Ayu Arafah
NIM : 2011410019
Jurusan/Perminataan : Man...
ii
LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI
Yang bertandatangan dibawah ini :
Nama : Rizqoh Ayu Arafah
NIM : 2011410019
Jurusan : Manaje...
iii
LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI
Nama : Rizqoh Ayu Arafah
NIM : 2011410019
Program Studi : S1 Ekonomi
Konsentrasi : Manajemen...
iv
ABSTRAK
Nama : Rizqoh Ayu Arafah, NIM : 2011410019, Judul : ANALISIS
PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO ASSETS RATIO, R...
v
KATA PENGANTAR
Dengan Mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala
rahmat yang telah diberikan kepada penulis...
vi
6. Seluruh dosen di Fakultas Ekonomi, Universitas Darma Persada, terima
kasih untuk ilmu dan inspirasinya.
7. Seluruh S...
vii
DAFTAR ISI
HALAMAN
LEMBAR PERNYATAAN i
LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI ii
LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI iii
ABSTRAK iv
KATA PEN...
viii
E. Laporan Keuangan 22
F. Analisis Tingkat Keuntungan Investasi 24
1. Analisis Fundamental 25
2. Analisis Teknikal 26...
ix
DAFTAR PUSTAKA 102
LAMPIRAN 105
x
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Instrumen pasar modal Indonesia 16
Tabel 2.2 Jenis- jenis rasio keuangan 29
Tabel 4.1 Rata-rata r...
xi
Tabel 4.7.2 Koefisien determinan (R2
) tahun 2012 85
Tabel 4.7.3 Pengujian variabel paling dominan tahun 2012 86
Tabel ...
xii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Investasi langsung dan investasi tidak langsung 12
Gambar 2.2 Aliran dana dan efek dalam pasa...
xiii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Daftar riwayat hidup 105
Lampiran 2 Perhitungan Return on assets (ROA) tahun 2011 106
Lamp...
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Investasi kini menjadi aktivitas alternatif untuk mendapatkan
keuntungan sebagai pem...
2
bernilai. Sebaliknya, apabila perusahaan tidak mampu memberikan
pandangan yang baik mengenai perusahaan, maka investor c...
3
faktor tersebut menggambarkan return yang akan diterima para pemodal
atas investasinya pada saham.
Bagi para investor ya...
4
Penelitian mengenai return saham telah banyak dilakukan mengingat
pentingnya faktor fundamental dalam mempengaruhi nilai...
5
Oleh karena itu peneliti tertarik untuk membuat penelitian ini dengan
judul “Analisis Pengaruh Return on Assets (ROA), D...
6
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang penelitian, dapat dirumuskan
permasalahan, sebagai berikut:
1. Baga...
7
D. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk :
1. Untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh Return on Assets
(RO...
8
3. Bagi Para Kreditur dan Para Investor, penelitian ini dapat digunakan
untuk lebih memahami sifat dasar dan karasterist...
9
BAB II
TINJAUAN LITERATUR
A. Investasi
1. Pengertian Investasi
Investasi berkaitan dengan keputusan untuk mengalokasikan...
10
Pengembalian yang diharapkan akan didapat oleh investor adalah
pengembalian yang rasional, dimana investor mengharapkan...
11
tersebut.Investasi pada real investment relative lebih sulit untuk
dicairkan karena terbentur pada komitmen jangka panj...
12
Gambar 2.1 Investasi Langsung dan Investasi tidak
Langsung
Investasi Tidak
Langsung
Investasi
Langsung
Investasi Langsu...
13
B. Pasar Modal
1. Pengertian Pasar Modal
Menurut Undang-undang Pasar Modal Republik Indonesia
Nomor 8 tahun 1995 Pasal ...
14
Menurut Martalena (2011:3) pasar modal memiliki peranan yang
penting dalam perekonomian suatu negara karena memiliki 4 ...
15
Gambar 2.2 Aliran Dana dan Efek dalam Pasar Modal
Sumber:Martalena (2011:3)
Pihak yang membutuhkan dana, baik itu perus...
16
Menurut Martalena (2011:18) instrumen pasaar modal yang
umumnya diperdagangkan antara lain:
Tabel 2.1
Instrumen Pasar M...
17
memesan efek
terlebih
dahulu)
hak kepada
pemiliknya
untuk membeli
saham baru
perusahaan
dengan harga
dan dalam
periode ...
18
berbagai literature mencoba memberikan rekomendasi yang berbeda-
beda namun tujuannya sama yaitu ingin memberikan profi...
19
1) Saham Biasa (common stock), yaitu saham yang menempatkan
pemiliknya pada posisi paling junior dalam pembagian divide...
20
2) Saham pendapatan (income stock), saham dari suatu emiten
yang memiliki kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari
...
21
Menurut Fahmi (2009:151) Return merupakan keuntungan yang
diperoleh oleh perusahaan, individu dan institusi dari hasil ...
22
E. Laporan Keuangan
Laporan keuangan (financial statement) merupakan ikhtisar
mengenaikeadaan keuangan suatu perusahaan...
23
menunjukkan penerimaan dan pengeluaran kas dalam aktivitas perusahaan
selama periode tertentu dan diklasifikasikan menu...
24
2. Laporan keuangan disusun untuk memenuhi kebutuhan bersama oleh
sebagian besar pemakainya, yang secara umum menggamba...
25
fundamental, analisis teknikal, analisis ekonomi dan analisis rasio
keuangan (Raharjo 2005).
1. Analisis Fundamental
An...
26
sering juga digunakan untuk menganalisis dalam jangka panjang,
yang didukung juga dengan data-data lain. Teknik ini men...
27
diambil adalah business cycles yang menunjukkan jangka
waktu kemakmuran, kemunduran, depresi, danpemulihan.
c) Gerakan ...
28
Grafik 2.1
Harga Saham Mingguan PT Kalbe Farma
D
a
l
a
m
g
r
a
f
ik 2.1 harga saham mingguan, terlihat pola harga yang
...
29
3. Analisis Rasio Keuangan
Analisis ini banyak digunakan oleh calon investor.
Sebenarnya analisis ini didasarkan pada h...
30
Return on Equity (ROE)
Operating Ratio (OR)
5 Market Ratio
Price to Earning Ratio (PER)
Earning Per Share (EPS)
Dividen...
31
saham, akan tetapi EPS, PER, dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh
terhadap return saham.
Penelitian Sari (2012) deng...
32
bahwa secara simultan EPS, PER, ROA, DER, dan MVA berpengaruh
terhadap harga saham. Sedangkan secara parsial EPS, PER, ...
33
H. Kerangka Konseptual
Gambar 2.3
Kerangka Konseptual
k
Keterangan : Simultan
Parsial
Return on
Assets (ROA)
Return on
...
34
I. Hipotesis
1. Secara Parsial
H1 : Return on Assets (ROA) berpengaruh signifikan terhadap Return
Saham
H2 : Debt to As...
35
J. Kerangka Pikir
Gambar 2.4
Kerangka Pikir
Bagaimana Pengaruh ROA, DAR, ROE, dan Size of Firm Terhadap
Return Saham pa...
36
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Bursa Efek Indonesia melalui we...
37
Dalam penelitian ini terdapat 36 saham bluchips yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia.
Sampel adalah bagian dari jumla...
38
telah lalu, melalui sumber-sumber dokumen. Dari metode ini
diharapkan akan diperoleh catatan mengenai data-data yang ad...
39
Keterangan :
Y = Return Saham
α = Konstanta
β1 – β3 = Koefisien regresi dari setiap variabel independen
X1 = Return on ...
40
penelitian ini diperoleh dari nilai capital gain. Return merupakan
penjumlahan capital gain dengan dividen yield. Akan ...
41
perusahaan, tetapi perusahaan mengalami kerugian. Secara sistematis
return on asset dapat dirumuskan sebagai berikut :
...
42
3. Return on Equity (ROE)
Seorang investor selalu mengharapkan profit dalam investasinya,
maka dariitu rasio pertumbuha...
43
4. Ukuran Perusahaan ( Size of Firm )
Ukuran perusahaan menggambarkan besar kecilnya suatu
perusahaan. Pada penelitian ...
44
pengujian ini adalah metode plot. Jika data menyebar disekitar garis
diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka 5...
45
1,10 – 1,54 Tanpa Kesimpulan
1,55 – 2,45 Tidak ada autokorelasi
2,46 – 2,90 Tanpa Kesimpulan
Lebih dari 2,90 Ada autoko...
46
terhadap variabel dependen. Langkah- langkah pengujiannya adalah
sebagai berikut:
1) Membuat formulasi uji hipotesis
(a...
47
(a) H0 ditolak bila :
P.value < a (a = 0,05)
(b) H0 diterima bila :
P.value > a (a = 0,05)
b) Uji Simultas (Uji F)
Uji ...
48
(b) H0 diterima bila :
P.value > a (a = 0,05)
c) Koefisien Determinasi ( R2
)
Koefisien determinasi adalah nilai yang m...
49
3. Menghitung Return Saham
4. Melakukan Uji asumsi klasik
5. Mengolah data menggunakan SPSS versi 20 (regresi linier be...
50
BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Sampel Penelitian
Berdasarkan kriteria pemilihan sampel pada Bab 3, sampel y...
51
B. Ringkasan Hasil Perhitungan Variabel
1. Return Saham
return saham merupakan hasil yang diperoleh para investor dalam...
52
16 INTP Indocement Tunggal Prakasa, Tbk 0,384
17 ISAT Indosat, Tbk -0,071
18 ITMG* Indo Tambangraya Megah, Tbk -0,365
1...
53
2. Return on Assets (ROA)
ROA merupakan salah satu rasio profitabilitas yang dapat
diperoleh dengan membagi laba bersih...
54
14 INCO* Vale Indonesia, Tbk 0,122
15 INDF Indofood Sukses Makmur, Tbk 0,078
16 INTP Indocement Tunggal Prakasa, Tbk 0,...
55
3. Debt to Assets Ratio (DAR)
Rasio hutang adalah rasio yang mengukur besarnya total aktiva
yang dibiayai oleh kreditor...
56
18 ITMG* Indo Tambangraya Megah, Tbk 0,487
19 JPFA JPFA Comfeed Indonesia, Tbk 0,308
20 JSMR Jasa Marga Tbk 0,231
21 KL...
57
4. Return on Equity (ROE)
Return On Equity adalah salah satu rasio yang dapat digunakan
untuk mengukur kemampuan perusa...
58
15 INDF Indofood Sukses Makmur, Tbk 0,157
16 INTP Indocement Tunggal Prakasa, Tbk 0,240
17 ISAT Indosat, Tbk 0,040
18 I...
59
5. Size of Firm
Ukuran perusahaan menggambarkan besar kecilnya suatu
perusahaan. Perusahaan besar memiliki pertumbuhan ...
60
19 JPFA JPFA Comfeed Indonesia, Tbk 0,160
20 JSMR Jasa Marga Tbk 0,238
21 KLBF Kalbe Farma, Tbk 0,297
22 LPKR Lippo Kar...
61
pengujian yang dilakukan adalah uji normalitas, uji multikolonieritas, uji
autokorelasi, dan uji heterokedastisitas ant...
62
Dari hasilsil uji statistik non-parametrik Kolmogorov-Smirnov (K-
S) pada tabel 4.diketahui bahwa nilai signifikansi se...
63
c) Uji Normalitas Data 2013
Uji normalitas data dilakukan dengan model stepwise untuk
mengetahui sejauh mana normalitas...
64
Varians Inflating Factor (VIF) dan Tolerance (Ghozali, 2005). Hasil uji
multikolinieritas tersaji pada tabel berikut in...
65
b) Uji Multikolinieritas 2012
Tabel 4.3.1
Hasil Uji Multikolinieritas
Tahun 2012
Model Collinearity
Statistics
Toleranc...
66
c) Uji Multikolinieritas 2013
Tabel 4.3.2
Hasil Uji Multikolinieritas
Tahun 2013
Model Collinearity
Statistics
Toleranc...
67
a) Uji Autokorelasi 2011
Tabel 4.4
Hasil Uji Autokorelasi
Tahun 2011
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of
t...
68
sampai 2,45 berarti tidak terdapat autokorelasi yang berarti masing-
masing data variable independent tidak berkorelasi...
69
residual lainnya.Jika variance dari satu residual satu pengamatan ke
pengamatan lainnya tetap maka terjadi homokedastis...
70
membentuk pola tertentu yang teratur sehingga dapat disimpulkan
bahwa dalam model regresi tidak terjadi heteroskedastis...
71
c) Uji Heterokedastisitas 2013
Gambar 4.1.2
Hasil Uji Heterokedastisitas
Sumber : Hasil pengolahan data SPSS 20
Hasil u...
72
D. Hasil Regresi Linier
1. Regresi Linier Berganda Tahun 2011
Hasil perhitungan dengan menggunakan medel regresi linier...
73
variable dependent (Return Saham) yaitu ROE dengan koefisien
(0,806ROE)
A = (0,517)Artinya, jika nilai return on asset,...
74
Tabel 4.5.1
Hasil Regresi Linier Berganda
Tahun 2012
Sumber : Data diolah dari SPSS 20.0
Dari tabel 4.5.1Persamaan regr...
75
β1 = 1,493 artinya bahwa setiap peningkatan return on asset sebesar 1
satuan, maka return saham mengalami peningkatan s...
76
Tabel 4.5.2
Hasil Regresi Linier Berganda
Tahun 2013
Sumber :Data diolah dari SPSS 20.0
Dari tabel 4.5.2Persamaan regre...
77
β1 = (2,422) artinya bahwa setiap peningkatan return on asset sebesar
1 satuan, maka return saham mengalami penurunan s...
78
Dari tabel 4.6persamaan diatas dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) ROA (X1) terhadap Return Saham (Y)
Hasil pengolahan...
79
signifikan 0,612 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa secara
parsial ROE terhadap return saham tidak berpengaruh
signifika...
80
hitung sebesar 0,752 yang lebih kecil dari F tabel 2,728
mengindikasikan bahwa Ha ditolak dan Ho diterima, sehingga
dap...
81
c) Koefisien Determinasi (R2
)
Tabel 4.6.2
Koefisien Determinasi
Tahun 2011
Sumber : Data diolah dari SPSS 20
Terliht p...
82
Tabel 4.6.3
Variabel paling dominan
Dari tabeldiatas tampak bahwa variabel ROA mempunyai
nilai beta sebesar 0,612 atau ...
83
2. Hasil Uji Hipotesis Tahun 2012
a) Uji Parsial (Uji t)
Tabel 4.7
Hasil Uji Parsial (uji t)
Tahun 2012
Model T Sig.
1
...
84
0,05. Hal ini menunjukkan bahwa secara parsial DAR terhadap
return saham tidak berpengaruh signifikan dan bernilai posi...
ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO ASSETS RATIO, RETURN ON EQUITY, DAN SIZE OF FIRM TERHADAP RETURN SAHAM (Studi ...
ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO ASSETS RATIO, RETURN ON EQUITY, DAN SIZE OF FIRM TERHADAP RETURN SAHAM (Studi ...
ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO ASSETS RATIO, RETURN ON EQUITY, DAN SIZE OF FIRM TERHADAP RETURN SAHAM (Studi ...
ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO ASSETS RATIO, RETURN ON EQUITY, DAN SIZE OF FIRM TERHADAP RETURN SAHAM (Studi ...
ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO ASSETS RATIO, RETURN ON EQUITY, DAN SIZE OF FIRM TERHADAP RETURN SAHAM (Studi ...
ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO ASSETS RATIO, RETURN ON EQUITY, DAN SIZE OF FIRM TERHADAP RETURN SAHAM (Studi ...
ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO ASSETS RATIO, RETURN ON EQUITY, DAN SIZE OF FIRM TERHADAP RETURN SAHAM (Studi ...
ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO ASSETS RATIO, RETURN ON EQUITY, DAN SIZE OF FIRM TERHADAP RETURN SAHAM (Studi ...
ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO ASSETS RATIO, RETURN ON EQUITY, DAN SIZE OF FIRM TERHADAP RETURN SAHAM (Studi ...
ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO ASSETS RATIO, RETURN ON EQUITY, DAN SIZE OF FIRM TERHADAP RETURN SAHAM (Studi ...
ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO ASSETS RATIO, RETURN ON EQUITY, DAN SIZE OF FIRM TERHADAP RETURN SAHAM (Studi ...
ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO ASSETS RATIO, RETURN ON EQUITY, DAN SIZE OF FIRM TERHADAP RETURN SAHAM (Studi ...
ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO ASSETS RATIO, RETURN ON EQUITY, DAN SIZE OF FIRM TERHADAP RETURN SAHAM (Studi ...
ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO ASSETS RATIO, RETURN ON EQUITY, DAN SIZE OF FIRM TERHADAP RETURN SAHAM (Studi ...
ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO ASSETS RATIO, RETURN ON EQUITY, DAN SIZE OF FIRM TERHADAP RETURN SAHAM (Studi ...
ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO ASSETS RATIO, RETURN ON EQUITY, DAN SIZE OF FIRM TERHADAP RETURN SAHAM (Studi ...
ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO ASSETS RATIO, RETURN ON EQUITY, DAN SIZE OF FIRM TERHADAP RETURN SAHAM (Studi ...
ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO ASSETS RATIO, RETURN ON EQUITY, DAN SIZE OF FIRM TERHADAP RETURN SAHAM (Studi ...
ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO ASSETS RATIO, RETURN ON EQUITY, DAN SIZE OF FIRM TERHADAP RETURN SAHAM (Studi ...
ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO ASSETS RATIO, RETURN ON EQUITY, DAN SIZE OF FIRM TERHADAP RETURN SAHAM (Studi ...
ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO ASSETS RATIO, RETURN ON EQUITY, DAN SIZE OF FIRM TERHADAP RETURN SAHAM (Studi ...
ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO ASSETS RATIO, RETURN ON EQUITY, DAN SIZE OF FIRM TERHADAP RETURN SAHAM (Studi ...
ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO ASSETS RATIO, RETURN ON EQUITY, DAN SIZE OF FIRM TERHADAP RETURN SAHAM (Studi ...
ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO ASSETS RATIO, RETURN ON EQUITY, DAN SIZE OF FIRM TERHADAP RETURN SAHAM (Studi ...
ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO ASSETS RATIO, RETURN ON EQUITY, DAN SIZE OF FIRM TERHADAP RETURN SAHAM (Studi ...
ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO ASSETS RATIO, RETURN ON EQUITY, DAN SIZE OF FIRM TERHADAP RETURN SAHAM (Studi ...
ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO ASSETS RATIO, RETURN ON EQUITY, DAN SIZE OF FIRM TERHADAP RETURN SAHAM (Studi ...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO ASSETS RATIO, RETURN ON EQUITY, DAN SIZE OF FIRM TERHADAP RETURN SAHAM (Studi Kasus Saham – Saham Bluchips yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2011 sampai Tahun 2013)

5,477 views

Published on

2011410019 - Rizqoh Ayu Arafah
Fakultas Ekonomi
Jurusan Manajemen
Angkatan 2011
Universitas Darma Persada

Published in: Data & Analytics
  • Be the first to comment

ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO ASSETS RATIO, RETURN ON EQUITY, DAN SIZE OF FIRM TERHADAP RETURN SAHAM (Studi Kasus Saham – Saham Bluchips yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2011 sampai Tahun 2013)

  1. 1. i ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO ASSETS RATIO, RETURN ON EQUITY, DAN SIZE OF FIRM TERHADAP RETURN SAHAM (Studi Kasus Saham – Saham Bluchips yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2011 sampai Tahun 2013) SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Akhir Akademika Dan Melengkapi Sebagian Dari Syarat-syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Manajemen Oleh RIZQOH AYU ARAFAH 2011410019 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS DARMA PERSADA JAKARTA 2015
  2. 2. i LEMBAR PERNYATAAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Rizqoh Ayu Arafah NIM : 2011410019 Jurusan/Perminataan : Manajemen/ Manajemen Keuangan Dengan ini menyatakan bahwa karya tulis dengan judul “ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO ASSETS RATIO, RETURN ON EQUITY, DAN SIZE OF FIRM TERHADAP RETURN SAHAM (Studi Kasus Saham – SahamBluchips yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2011 sampai Tahun 2013)” yang dibimbing Bapak Jombrik, SE,MM adalah benar merupakan hasil karya tulis saya sendiri danbukan merupakan jiplakan dari hasil karya tulis orang lain. Apabila dikemudian hari ternyata ditemukan ketidaksesuian, maka saya bersedia mempertanggungjawabkan. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Jakarta, 29 Juli 2015 Yang menyatakan,
  3. 3. ii LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI Yang bertandatangan dibawah ini : Nama : Rizqoh Ayu Arafah NIM : 2011410019 Jurusan : Manajemen Peminatan : Manajemen Keuangan JudulSkripsi : ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO ASSETS RATIO, RETURN ON EQUITY, DAN SIZE OF FIRM TERHADAP RETURN SAHAM (StudiKasusSaham – SahamBluchips yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia PeriodeTahun 2011 sampaiTahun 2013) Telah diperikas dan disetujui, untuk diajukan dan diujikan dihadapan panitia penguji skripsi 27 Juli 2015 Jakarta, 29 Juni 2015 Mengetahui, Menyetujui, Ketua Jurusan Manajemen Pembimbing I
  4. 4. iii LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI Nama : Rizqoh Ayu Arafah NIM : 2011410019 Program Studi : S1 Ekonomi Konsentrasi : Manajemen Sumber Daya Manusia Judul Skripsi :PENGARUH KESEHATAN KERJA DAN KESELAMATAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. BRIDGESTONE TIRE INDONESIA, BEKASI PLANT Telah diperiksa, dikasi dan diujikan dalam sidang Ujian Skripsi Sarjana tanggal 27 Juli 2015 dengan hasil A. Jakarta, Juli 2015 Ketua Jurusan Manajemen PANITIA PENGUJI SKRIPSI
  5. 5. iv ABSTRAK Nama : Rizqoh Ayu Arafah, NIM : 2011410019, Judul : ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO ASSETS RATIO, RETURN ON EQUITY, DAN SIZE OF FIRM TERHADAP RETURN SAHAM (Studi Kasus Saham – Saham Bluchips yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2011 sampai Tahun 2013) Kata Kunci : Return on Assets, Debt to Assets Ratio, Return on Equity, Size of Firm, Return Saham Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh variabel return on assets (ROA), debt to assets ratio (DAR), return on equity ratio (ROE), dan size of firm terhadap Return Saham. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dan hipotesis diuji dengan uji t dan uji F tdengan tingkat signifikansi sebesar 5%. Penelitian ini menggunakan perangkat lunak pengolah data hasil penelitian yaitu SPSS 20.0. Hasil analisis selama periode 2011-2013 menunjukkan bahwa secara simultan dengan tingkat signifikan 5% variabel ROA, DAR, ROE, dan SIZE tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Secara parsial keempat variabel independen selama periode 2011-2013 tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham, hanya saja pada tahun 2013 size of firm berpengaruh terhadap return saham dengan nilai signifikan 0,010. Namun demikian perubahan harga saham pada tahun 2011 dapat dijelaskan oleh keempat variabel independen berdasarkan hasil analisis koefisien determinasi sebesar 10% dan sisanya 90% dijelaskan oleh variabel lain. Pada tahun 2012 perubahan harga saham dapat dijelaskan oleh keempat variabel independen sebesar 5% dan sisanya 95% dijelaskan oleh variabel lain. Pada tahun 2013 perubahan harga saham masih dapat dijelaskan oleh keempat variabel independen sebesar 28,1% dan sisanya 71,9% ddijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
  6. 6. v KATA PENGANTAR Dengan Mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat yang telah diberikan kepada penulis, baik berupa kesehatan fisik dan mental sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini, yang merupakan salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi jurusan manajemen pada Fakultas Ekonomi Universitas Darma Persada Jakarta. Penulis mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan sehingga memungkinkan skripsi ini terwujud. Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada : 1. Ayahanda dan Ibunda tercinta terimakasih atas do’a, semangat, motivasi, dan bimbingannya, terimakasih untuk semua kasih sayang yang telah diberikan kepadaku selama ini. 2. Ke empat kakakku dan ke enam keponakanku, yang menghadirkan senyuman dan memberikan bantuan penyusunan skripsi ini. 3. Bapak Sukardi Hardjo Sentono, SE, MM, Selaku Dekan Fakultas Ekonomi, Universitas Darma Persada beserta jajaran. 4. Ibu Ellena Nur Fazria H, SE, MM, Selaku Ketua Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi, Universitas Darma Persada. 5. Bapak Jombrik, SE, MM, selaku dosen pembimbing yang senantiasa meluangkan waktunya untuk memberikan arahan dan bimbingan dalam penyusunan skripsi ini.
  7. 7. vi 6. Seluruh dosen di Fakultas Ekonomi, Universitas Darma Persada, terima kasih untuk ilmu dan inspirasinya. 7. Seluruh Staff Tata Usaha Fakultas Ekonomi yang telah Banyak Membantu Penulis Semasa Kuliah. 8. Seseorang yang selalu mendukung, memberikan motivasi, dan menemani penulis selama ini, terima kasih atas waktunya 9. Team 9 angkatan 2011 (Fitri, zalika, Milda, Aptrena, Vera, Tira, Enggar, Falah, Yuda) terimakasih karena selalu ada tawa bersama kalian. Setidaknya itu menjadi obat penenang bagiku dan kenangan dengan kalian tidak akan pernah terlupakan. Thankyou so much 10. Teman-teman Manajemen dan Akuntansi 2011 yang telah membantu penulis menyelesaikan Skripsi ini. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih banyak terdapat keterbatasan ilmu dan wawasan. Akhir kata dengan segala kerendahan hati semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pebaca umumnya. Jakarta, Juni 2015 Rizqoh Ayu Arafah
  8. 8. vii DAFTAR ISI HALAMAN LEMBAR PERNYATAAN i LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI ii LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI iii ABSTRAK iv KATA PENGANTAR v DAFTAR ISI vi DAFTAR TABEL ix DAFTAR GAMBAR xi DAFTAR LAMPIRAN xii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1 B. Pembatasan Masalah 5 C. Rumusan Masalah 6 D. Tujuan Penelitian 7 E. Manfaat Penelitian 7 BAB II TINJAUAN LITERATUR A. Investasi 9 1. Pengertian Investasi 9 2. Bentuk-Bentuk Investasi 10 3. Jenis-Jenis Investasi 11 B. Pasar Modal 12 1. Pengertian Pasar Modal 12 2. Fungsi Pasar Modal 13 3. Instrumen Pasar Modal 15 C. Saham 17 1. Pengertian Saham 17 2. Jenis-Jenis Saham 18 D. Return 21
  9. 9. viii E. Laporan Keuangan 22 F. Analisis Tingkat Keuntungan Investasi 24 1. Analisis Fundamental 25 2. Analisis Teknikal 26 3. Analisis Laporan Keuangan 29 G. Tinjauan Atas Penelitian Sebelumnya 30 H. Kerangka Konseptual 33 I. Hipotesis 34 J. Kerangka Pikir 35 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian 36 B. Jenis dan Sumber Data 36 C. Populasi dan Sampel 36 D. Metode Pengumpulan Data 37 E. Metode Analisis Data 38 1. Analisis Regresi 38 2. Statistik Deskriptif 39 F. Variabel Dependen 39 1. Return Saham 39 G. Variabel Independen 40 1. Return on Assets (ROA) 40 2. Debt to Assets Ratio (DAR) 41 3. Return on Equity (ROE) 42 4. Size of Firm 43 H. Uji Asumsi Klasik 43 1. Uji Normalitas Data 43 2. Uji Multikolonieritas 44 3. Uji Autokorelasi 44 4. Uji Heteroskedastisitas 45 I. Hipotesis 45 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Sampel Penelitian 50 B. Ringkasan Hasil Perhitungan Variabel 51 C. Hasil Uji Asumsi Klasik 60 D. Hasil Regresi Linier 72 E. Hasil Hipotesis 77 F. Interpretasi Hasil Penelitian 92 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan 99 B. Keterbatasan dan Saran 101
  10. 10. ix DAFTAR PUSTAKA 102 LAMPIRAN 105
  11. 11. x DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Instrumen pasar modal Indonesia 16 Tabel 2.2 Jenis- jenis rasio keuangan 29 Tabel 4.1 Rata-rata return saham tiap perusahaan periode 2011-2013 51 Tabel 4.1.1 Rata-rata return on assets tiap perusahaan periode 2011-2013 53 Tabel 4.1.2 Rata-rata debt to assets ratio tiap perusahaan periode 2011-2013 55 Tabel 4.1.3 Rata-rata return on equity tiap perusahaan periode 2011-2013 57 Tabel 4.1.4 Rata-rata size of firm tiap perusahaan periode 2011-2013 59 Tabel 4.2 Hasil Uji normalitas data tahun 2011 61 Tabel 4.2.1 Hasil Uji normalitas data tahun 2012 62 Tabel 4.2.2 Hasil Uji normalitas data tahun 2013 63 Tabel 4.3 Hasil Uji multikolonieritas tahun 2011 64 Tabel 4.3.1 Hasil Uji multikolonieritas tahun 2012 65 Tabel 4.3.2 Hasil Uji multikolonieritas tahun 2013 66 Tabel 4.4 Hasil Uji autokorelasi tahun 2011 67 Tabel 4.4.1 Hasil Uji autokorelasi tahun 2012 67 Tabel 4.4.2 Hasil Uji autokorelasi tahun 2013 68 Tabel 4.5 Hasil regresi linier berganda tahun 2011 72 Tabel 4.5.1 Hasil regresi linier berganda tahun 2012 74 Tabel 4.5.2 Hasil regresi linier berganda tahun 2013 76 Tabel 4.6 Hasil Uji parsial (uji t) tahun 2011 77 Tabel 4.6.1 Hasil Uji simultan (uji F) tahun 2011 79 Tabel 4.6.2 Koefisien determinan (R2 ) tahun 2011 81 Tabel 4.6.3 Pengujian variabel paling dominan tahun 2011 82 Tabel 4.7 Hasil Uji parsial (uji t) tahun 2012 82 Tabel 4.7.1 Hasil Uji simultan (uji F) tahun 2012 84
  12. 12. xi Tabel 4.7.2 Koefisien determinan (R2 ) tahun 2012 85 Tabel 4.7.3 Pengujian variabel paling dominan tahun 2012 86 Tabel 4.8 Hasil Uji parsial (uji t) tahun 2013 87 Tabel 4.8.1 Hasil Uji simultan (uji F) tahun 2013 89 Tabel 4.8.2 Koefisien determinan (R2 ) tahun 2013 90 Tabel 4.8.3 Pengujian variabel paling dominan tahun 2013 91
  13. 13. xii DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Investasi langsung dan investasi tidak langsung 12 Gambar 2.2 Aliran dana dan efek dalam pasar modal 15 Gambar 2.3 Harga saham mingguan PT Kalbe Farma 28 Gambar 2.4 Kerangka konseptual 33 Gambar 2.5 Kerangka pikir 35 Gambar 4.1 Hasil heteroskedastisitas 2011 69 Gambar 4.1.1 Hasil heteroskedastisitas 2012 70 Gambar 4.1.2 Hasil heteroskedastisitas 2013 71
  14. 14. xiii DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Daftar riwayat hidup 105 Lampiran 2 Perhitungan Return on assets (ROA) tahun 2011 106 Lampiran 3 Perhitungan Return on assets (ROA) tahun 2012 107 Lampiran 4 Perhitungan Return on assets (ROA) tahun 2013 108 Lampiran 5 Perhitungan Debt to assets ratio (DAR) tahun 2011 109 Lampiran 6 Perhitungan Debt to assets ratio (DAR) tahun 2012 110 Lampiran 7 Perhitungan Debt to assets ratio (DAR) tahun 2013 111 Lampiran 8 Perhitungan Return on equity (ROE) tahun 2011 112 Lampiran 9 Perhitungan Return on equity (ROE) tahun 2012 113 Lampiran 10 Perhitungan Return on equity (ROE) tahun 2013 114 Lampiran 11 Perhitungan Size of Firm tahun 2011 115 Lampiran 12 Perhitungan Size of Firm tahun 2012 116 Lampiran 13 Perhitungan Size of Firm tahun 2013 117 Lampiran 14 Perhitungan Return sahamtahun 2011 sampai 2013 118 Lampiran 15 Hasil output spss return on assets, debt to assets ratio, return on equity, dan size of firm terhadap return saham 119 Lampiran 16 Tabel uji t 123 Lampiran 17 Tabel uji F 124 Lampiran 18 Lembar Konsultasi 125
  15. 15. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Investasi kini menjadi aktivitas alternatif untuk mendapatkan keuntungan sebagai pemenuhan kebutuhan seseorang. Investasi adalah penggunaan sejumlah dana atau sumber daya lainnya saat ini, untuk memperoleh sejumlah keuntungan di masa yang akan datang (Tandelilin, 2010:2). Pasar modal adalah salah satu media investasi dimana memiliki fungsi sebagai fasilisator dalam kegiatan jual-beli surat berharga bagi pihak yang kekurangan dana dengan menawarkan surat berharga dan bagi pihak yang memiliki kelebihan dana dengan melakukan investasi. Salah satu instrument investasi yang popular di pasar modal adalah saham. Perusahaan mengeluarkan saham untuk pemenuhan kebutuhan pendanaannya, sementara pemodal membeli saham utuk mendapatkan keuntungan dimasa yang akan datang berupa dividen (pembagian laba) atau capital gain pada saat sahamnya dijual kembali. Perusahaan yang bergabung dalam pasar modal harus menjaga nilai perusahaan mereka karena nilai perusahaan yang baik akan memberikan pandangan positif mengenai perusahaan dan memberikan peluang return yang besar. Pandangan positif tersebut dapat menyebabkan semakin banyak investor yang tertarik untuk membeli saham perusahaan sehingga harga saham perusahaan meningkat dan saham perusahaan menjadi
  16. 16. 2 bernilai. Sebaliknya, apabila perusahaan tidak mampu memberikan pandangan yang baik mengenai perusahaan, maka investor cenderung tidak tertarik untuk membeli saham perusahaan. Tujuan dari para investor dalam menanamkan modalnya di suatu perusahaan yaitu menginginkan pendapatan dari setiap saham yang ditanamkan di perusahaan tersebut. Salah satu pendapatan yang diharapkan yakni return saham. Sebelum para investor menanamkan modalnya dan memperoleh return atas sahamnya, maka para investor tersebut juga harus mengukur kinerja keuangan agar mereka dapat memperoleh keyakinan bahwa perusahaan tersebut dapat mengembalikan modalnya serta dapat memperoleh keuntungan sesuai yang diharapkan. Bagi pemegang saham faktor fundamental memberikan gambaran yang jelas dan bersifat analisis terhadap prestasi manajemen perusahaann dalam mengelola perusahaan yang menjadi tanggung jawab. Dalam kerangka inilah penelitian ini dilakukan, walaupun didasari bahwa faktor-faktor fundamental sangat luas dan kompleks cakupannya tidak saja meliputi kondisi internal perusahaan, tetapi juga kondisi fundamental makro ekonomi yang berada diluar kendali perusahaan. Oleh karena itu penelitian ini dibatasi hanya menganalisis faktor-faktor fundamental yaitu meliputi rasio profitabilitas yang diproksikan dengan ROA, leverage yang diproksikan dengan DR dan ukuran perusahaan. Pemilihan faktor-faktor tersebut sebagai variabel independen didasarkan pada pemikiran bahwa
  17. 17. 3 faktor tersebut menggambarkan return yang akan diterima para pemodal atas investasinya pada saham. Bagi para investor yang melakukan analisis fundamental atau analisis perusahaan, informasi laporan keuangan dapat memberikan informasi bagi investor mengenai kondisi perusahan secara keseluruhan. Investor memerlukan laporan keuangan, dimana merupakan salah satu aspek fundamental yang relevan yang dapat menggambarkan kondisi perusahaan saat ini. Alat ukur yang digunakan dalam menilai suatu perusahaan adalah melalui rasio keuangan pada laporan keuangan emiten. Rasio keuangan selalu digunakan sebagai indeks untuk membandingkan, analisis, dan menafsirkan kesehatan keuangan perusahaan dan kriteria bagi investor dan peneliti untuk membandingkan situasi keuangan perusahaan. Penelitian dilakukan pada saham-saham bluchips, alasan memilih obyek penelitian ini karena saham-saham bluchips yang sering disebut saham-saham glamor adalah kumpulan saham yang permintaan nya besar di dalam bursa perdagangan saham. Dengan kata lain saham-saham tersebut sangat laris di pasaran. Hal tersebut karena didasari dengan kinerja perdagangan perusahaan yang baik. Kinerja perdagangan perusahaan yang baik tersebut pada akhirnya menaikkan harga saham yang bersangkutan. Dengan naiknya harga saham maka volume perdagangan akan meningkat dan return saham pun akan meningkat karena tingginya minat atau permintaan akan saham tersebut.
  18. 18. 4 Penelitian mengenai return saham telah banyak dilakukan mengingat pentingnya faktor fundamental dalam mempengaruhi nilai return saham. Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Sofilda (2008) dalam penelitiannya ditemukan bahwa secara parsial ukuran perusahaan berpengaruh terhadap return saham, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Ulfyana (2011) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham. Penelitian yang dilakukan Sari (2012) hasil penelitiannya bahwa ROE secara parsial tidak berpengaruh terhadap return saham, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Amanda (2012) dengan hasil secara parsial ROE berpengaruh positif terhadap return saham. Kemudian penelitian Khoir (2012) menemukan bahwa debt to assets ratio (DAR) tidak pengaruh signifikan terhadap return saham dan penelitian Safitri (2013) melakukan penelitian bahwa ROA tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham, tetapi berbeda dengan penelitian Zuliarni (2012), yang menyatakan bahwa ROA berpengaruh positif terhadap Harga Saham. Berdasarkan bukti empiris masih menunjukkan hasil yang berbeda- beda, sehingga perlu dilakukan penelitian lanjutan unntuk membuktikan bagaimana pengaruh Return on Assets, Debt to Assets Ratio, Return on Equity dan Size of Firm terhadap return saham terutama pada saham- saham bluchips sehingga dapat memberikan dampak dalam pengambilan keputusan investasi oleh investor.
  19. 19. 5 Oleh karena itu peneliti tertarik untuk membuat penelitian ini dengan judul “Analisis Pengaruh Return on Assets (ROA), Debt to Assets Ratio (DAR), Return on Equity (ROE) dan Size of Firm Terhadap Return Saham (Studi Kasus Saham-saham bluchips di Bursa Efek Indonesia periode pengamatan 2011 sampai 2013)” B. Pembatasan Masalah Agar dapat mengarah pada permasalahan yang ada dan pemecahan masalah yang tepat, maka penulis akan membatasi pada : 1. Objek dan cakupan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah saham bluchips di BEI tahun 2011-2013. 2. Perusahaan yang dipilih merupakan saham-saham yang termasuk dalam saham bluchips tahun 2011-2013 dan perusahaan-perusahaan yang keluar dalam daftar saham bluchips pada periode tersebut tidak dijadikan sampel dalam penelitian ini. 3. Perusahaan yang laporan keuangannya terpublikasi dengan lengkap. 4. Laporan keuangan yang digunakan adalah laporan keuangan tahun 2010-2012. 5. Data yang digunakan untuk menghitung return dalam penelitian ini adalah harga-harga penutup saham-saham tersebut.
  20. 20. 6 C. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang penelitian, dapat dirumuskan permasalahan, sebagai berikut: 1. Bagaimana pengaruh Return on Assets (ROA) terhadap Return saham Pada Saham bluchips di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2013 ? 2. Bagaimana pengaruh Debt to Assets Ratio (DAR) terhadap Return saham Pada Saham bluchips di Bursa Efek Indonesia tahun 2011- 2013 ? 3. Bagaimana pengaruh Return on Equity (ROE) terhadap Return saham Pada Saham bluchips di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2013 ? 4. Bagaimana pengaruh Size of Firm terhadap Return saham Pada Saham bluchips di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2013 ? 5. Bagaimana pengaruh secara simultan antara Return on Assets (ROA), Debt to Assets Ratio (DAR), Return on Equity (ROE), dan Size of Firm terhadap Return saham Pada Saham bluchips di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2013 ?
  21. 21. 7 D. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk : 1. Untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh Return on Assets (ROA) terhadap Return Saham. 2. Untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh Debt to Assets Ratio (DAR) terhadap Return Saham. 3. Untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh Return on Equity terhadap Return Saham. 4. Untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh Size of Firm terhadap Return Saham. 5. Untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh Return on Assets (ROA), Debt to Assets Ratio (DAR), Return on Equity (ROE), dan Size of Firm terhadap Return Saham. E. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan berguna sebagai berikut : 1. Bagi Penulis, penelitian ini sebagai penambah pengetahuan sekaligus guna mempraktekkan pengetahuan yang telah diperoleh penulis selama mengikuti perkuliahan. 2. Bagi Manajemen Perusahaan, penelitian ini untuk pengendalian internal dan pengambilan keputusan pendanaan serta keputusan investasi perusahaan dalam rangka pengembangan usahanya.
  22. 22. 8 3. Bagi Para Kreditur dan Para Investor, penelitian ini dapat digunakan untuk lebih memahami sifat dasar dan karasteristik operasional dari suatu perusahaan sebagai dasar pengambilan keputusan investasi. 4. Bagi Pembaca, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahanreferensi bagi penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan analisis kinerja keuangan terhadap return saham.
  23. 23. 9 BAB II TINJAUAN LITERATUR A. Investasi 1. Pengertian Investasi Investasi berkaitan dengan keputusan untuk mengalokasikan sejumlah dana, dalam suatu waktu tertentu, pada asset tertentu, sehingga investor akan mendapatkan pengembalian di masa yang akan datang. Menurut Jogiyanto (2003 :5) definisi investasi adalah penundaan Konsumsi sekarang untuk digunakan di dalam produksi yang efisien selama periode waktu yang tertentu. Kemudian definisi lain yang dikemukakan oleh Tandelilin (2010:2) adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan dimasa mendatang. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa investasi merupakan suatu aktivitas, berupa penundaan konsumsi di masa sekarang dalam jumlah tertentu dan selama periode waktu tertentu pada suatu asset yang efisien oleh investor dengan tujuan memperoleh keuntungan dimasa yang akan datang pada tingkat tertentu sesuai dengan yang diharapkan. Tentunya pengembalian yang diharapkan adalah pengembalian di masa dayang yang lebih baik daripada mengkonsumsi di masa sekarang.
  24. 24. 10 Pengembalian yang diharapkan akan didapat oleh investor adalah pengembalian yang rasional, dimana investor mengharapkan pengembalian atas investasi yang dilakukannya atas dasar perkiraan risiko yang bersedia ditanggung. Penilaian alternatif investasi yang baik adalah dengan memilih investasi dengan tingkat pengembalian yang tertinggi dari berbagai pilihan investasi pada risiko yang sama, atau memilih investasi yang mempunya tingkat pengembalian yang sama pada risiko yang terkecil. 2. Bentuk-bentuk Investasi Bentuk investasi sangat beragam yang dapat dijadikan sarana investasi. Masing-masing dengan ciri tersendiri dengan kandungan risiko dan return harapan yang berbeda-beda. Investor tinggi memilih bentuk investasi mana yang menurut mereka dapat memenuhi keinginan untuk berinvestasi.Menurut Fahmi (2009:7) dalam aktivitasnya investasi pada umumnya dikenal ada dua bentuk, yaitu : 1. Real Investment Investasi nyata yang secara umum melibatkan asset berwujud seperti tanah, mesin-mesin atau pabrik. 2. Financial Investment Investasi keuangan melibatkan kontrak tertulis, seperti saham biasa (common stock) dan obligasi (bond). Perbedaan antara investasi pada real investment dan financial investment adalah tingkat likuiditas dari kedua investasi
  25. 25. 11 tersebut.Investasi pada real investment relative lebih sulit untuk dicairkan karena terbentur pada komitmen jangka panjang antara investor dengan perusahaan.Sementara investasi pada financial investment lebih mudah dicairkan karena dapat dijualbelikan tanpa terikat waktu. 3. Jenis-jenis Investasi Alternatif investasi yang tersedia bagi investor sangat beragam jenisnya, mulai dari yang berisiko rendah sampai dengan yang berisiko tinggi, mulai dari yang berpendapatan tetap sampai dengan yang berpendapatan bervariasi. Gumanti (2011:24) membagi alternatif investasi menjadi dua golongan besar, yaitu : a) Investasi langsung (direct investing), investor membeli dan menjual bagian dari investasi secara langsung tanpa harus menggunakan fasilitas perusahaan investasi (investment companies) atau reksadana (mutual funds). b) Investasi tidak langsung, investor membeli dan menjual bagian dari investasinya melalui perusahaan investasi atau reksadana dalam bentuk portofolio sekuritas.
  26. 26. 12 Gambar 2.1 Investasi Langsung dan Investasi tidak Langsung Investasi Tidak Langsung Investasi Langsung Investasi Langsung Sumber: Gumanti (2011:24) Investor yang melakukan aktivitas investasinya dipasar modal, apakah melalui jasa perantara atau sarana yang lain, memiliki sejumlah jenis asset atau sekuritas yang dapat dipilih. Pada kelompok investasi langsung, ada empat jenis besar alternatif investasi Gumanti (2011:24), yaitu : a) Investasi yang tidak diperdagangkan (nonmarketable investing) b) Pasar uang (money market) c) Pasar modal (capital market) d) Pasar derivatif (derivative market) Sedangkan pada kelompok investasi tidak langsung hanya ada satu jenis alternatif investasi, yaitu perusahaan investasi (investment companies). Investor Perusahaan Investasi Aktiva-aktiva keuangan
  27. 27. 13 B. Pasar Modal 1. Pengertian Pasar Modal Menurut Undang-undang Pasar Modal Republik Indonesia Nomor 8 tahun 1995 Pasal 1 butir 13 menyatakan bahwa: “Pasar Modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan potensi yang berkaitan dengan efek”. Sedangkan menurut Gumanti (2011:77) menyebutkan bahwa: “Pasar Modal merupakan suatu jaringan yang kompleks dari individu, lembaga dan pasar yang timbul sebagai upaya dalam mempertemukan mereka yang memiliki uang (dana) untuk melakuka pertukaran efek dan surat berharga”. Disisi lain, Fahmi (2009:41) mengemukakan bahwa : “Pasar Modal adalah tempat dimana pihak khususnya perusahaan menjual saham (stock) dan obligasi (bond) dengan tujuan dari hasil penjualan tersebut nantinya akan dipergunakan sebagai tambahan dana atau untuk memperkuat dana perusahaan”. Dari pengertian-pengertian pasar modal diatas maka dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya, Pasar Modal adalah suatu tempat bertemunya berbagai pihak yang menawarkan dan membutuhkan dana. 2. Fungsi Pasar Modal Pasar modal bertindak sebagai penghubung antara para investor dengan perusahaan atau institusi pemerintahan melalui perdagangan instrument keuangan jangka panjang, seperti obligasi, saham, dana sebagainya.
  28. 28. 14 Menurut Martalena (2011:3) pasar modal memiliki peranan yang penting dalam perekonomian suatu negara karena memiliki 4 fungsi, yaitu: 1. Fungsi Saving Pasar modal dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin menghindari penurunan mata uang karena inflasi. 2. Fungsi Kekayaan Masyarakat dapat mengembangkan nilai kekayaan dengan berinvestasi dalam berbagai instrument pasar modal yang tidak akan mengalami penyusutan nilai sebagaimana yang terjadi pada investasi nyata, misalnya rumah atau perhiasan. 3. Fungsi Likuiditas Instrument pasar modal pada umumnya mudah untuk dicairkan sehingga memudahkan masyarakat memperoleh kembali dananya dibandingkan rumah dan tanah. 4. Fungsi Pinjaman Pasar modal merupakan sumber pinjeman bagi pemerintah maupun perusahaan membiayai kegiatannya.
  29. 29. 15 Gambar 2.2 Aliran Dana dan Efek dalam Pasar Modal Sumber:Martalena (2011:3) Pihak yang membutuhkan dana, baik itu perusahaan maupun pemerintahan, menerbitkan instrument berupa saham dan obligasi untuk dapat memenuhi kebutuhan dana. Sementara dipihak lain, ada pihak yang memiliki kelebihan dana dan menginvestasikannya di pasar modal, baik secara langsung ke saham dan obligasi maupun pada instrument turunannya. 3. Instrumen Pasar Modal Dalam pasar modal, banyak instrument yang ditawarkan, antara lain saham, obligasi, reksadanam dan lain-lain.Setiap instrumen memiliki karakteristik, keuntungan dan risiko yang berbeda-beda. Pasar Modal Perusahaan/institus i pemerintahan yang membutuhkan Dana Efek Pemodal/investor yang memiliki kelebihan dana
  30. 30. 16 Menurut Martalena (2011:18) instrumen pasaar modal yang umumnya diperdagangkan antara lain: Tabel 2.1 Instrumen Pasar Modal Indonesia Instrumen Definisi Keuntungan Risiko Saham Sertifikat yang menunjukkan bukti kepemilikan suatu perusahaan - Capital gain - Dividen - Capital loss tidak ada pembagian dividen - Risiko likuiditas - Delisting dari bursa efek Obligasi Efek bersifat hutang - Bunga dengan jumlah serta waktu yang telah ditetapkan - Capital gain - Dapat dikonversi menjadi saham (untuk obligasi konversi) - Memilih hak klaim pertaman pada saat emiten dilikudasi - Gagal bayar - Risiko tingkat suku bunga (interest rate risk) - Capital loss - callability Bukti right (hak Sekuritas yang memberikan - capital gain dengan - capital loss dengan
  31. 31. 17 memesan efek terlebih dahulu) hak kepada pemiliknya untuk membeli saham baru perusahaan dengan harga dan dalam periode tertentu leverage, jika bukti right ditukar dengan saham baru - capital gain yang diperoleh di pasar sekunder leverage - capital loss yang diperoleh di pasar sekunder Waran Merupakan sekuritas yang melekat pada penerbitan saham maupun obligasi yang memberikan hak kepada pemiliknya untuk membeli saham perusahaan dengan haarga dan pada jangka waktu tertentu - capital gain dengan leverage, jika waran dikonversi menjadi saham baru. - capital gain yang diperoleh di pasar sekunder - capital loss dengan leverage - capital loss yang diperoleh di pasar sekunder Sumber : Martalena (2011:18) C. Saham 1. Pengertian Saham Saham merupakan surat berharga yang paling popular dan dikenal luas dimasyarakat. Digunakannya saham sebagai salah satu alat untuk mencari tambahan dana menyebabkan kajian dan analisis tentang saham begitu berkembang baik secara fundamental dan teknikal. Dari
  32. 32. 18 berbagai literature mencoba memberikan rekomendasi yang berbeda- beda namun tujuannya sama yaitu ingin memberikan profit yang tinggi bagi pemakainya. Menurut Darmadji (2006:5) Saham (stock) merupakan tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Sama halnya pendapat Tambunan (2007:1) yang menyatakan bahwa: “Saham merupakan bukti penyertaan modal pada sebuah perusahaan.Dengan membeli saham perusahaan berarti menginvestasikan modal/dana yang nantinya akan digunakan oleh pihak manajemen untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan”. Dari definisi-definisi saham diatas dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya, Saham merupakan salah satu surat berharga yang diperjualbelikan di pasar modal yang merupakan tanda penyertaan kepemilikan suatu perusahaan. 2. Jenis-jenis Saham Saham merupakan surat berharga yang paling popular dan dikenal luas oleh masyarakat. Pada umumnya, saham yang dikenal sehari-hari merupakan saham biasa (common stock). Menurut Darmadji (2006:7) mengemukakan bahwa ada beberapa sudut pandang untuk membedakan saham, yaitu: a) Ditinjau dari segi kemampuan dalam hak tagih atau klaim maka saham terbagi atas :
  33. 33. 19 1) Saham Biasa (common stock), yaitu saham yang menempatkan pemiliknya pada posisi paling junior dalam pembagian dividen dan hak atas harta kekayaan perusahaan apabila perusahaan tersebut dilikuidasi. 2) Saham Preferen (preferred stock), yaitu saham yang memiliki karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa, karena bisa menghasilkan pendapatan tetap, tetapi juga bisa tidak mendatangkan hasil seperti yang dikehendaki investor. b) Dilihat dari peralihannya, saham dibedakan atas: 1) Saham atas unjuk (bearer stock), artinya saham tersebut tidak tertulis nama pemiliknya, agar mudah dipindahtangankan dari satu investor ke investor lain. Secara hokum, siapa yang memegang saham tersebut maka dialah yang diakui sebagai pemiliknya dan berhak untuk ikut hadir dalam RUPS. 2) Saham atas nama (registered stock), merupakan saham dengan nama pemilik yag ditulis secara jelas dan cara peralihannya harus melalui prosedur tertentu. c) Ditinjau dari kinerja perdagangannya, maka saham dapat dikategorikan atas: 1) Saham unggulan (blue-chip stock), yaitu saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai pemimpin di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil, dan konsisten dalam membayar dividen.
  34. 34. 20 2) Saham pendapatan (income stock), saham dari suatu emiten yang memiliki kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari rata-rata dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya. 3) Saham pertumbuhan (groeth stock-well-know) yaitu saham- saham dari emiten yang memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi. 4) Saham spekulatif (speculative stock), yaitu saham suatu perusahaan yang tidak bisa secara konsisten memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun, akan tetapi memiliki kemungkinan penghasilan yang tinggi di masa mendatang, meskipun belum pasti. 5) Saham siklikal (cyclical stock), yaitu saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum. Pada saat resesi ekonomi, harga saham ini tetap tinggi, dimana emitennya mampu memberikan dividen yang tinggi sebagai akibat dari kemampuan emiten dalam memperoleh penghasilan yang tinggi pada masa resesi. D. Return Seandainya seorang investor menginvestasikan dananya pada financial asset dalam instrument investasi saham, maka investor tersebut turut memiliki penyertaan modal perusahaan.Kepemilikan atas saham suatu perusahaan berarti ikut menikmati keuntungan dan kerugiannya sesuai dengan banyaknya modal yang disetorkan kepada perusahaan.
  35. 35. 21 Menurut Fahmi (2009:151) Return merupakan keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan, individu dan institusi dari hasil kebijakan investasi yang dilakukannya. Kemudian menurut Jogiyanto (2003:109), definisi Return adalah “Hasil yang diperoleh dari investasi.Return dapat berupa return realisasi yang sudah terjadi atau return ekspektasi yang belum terjadi tetapi yang diharapkan akan terjadi di masa mendatang”. Return realisasi merupakan return yang telah terjadi dan dihitung berdasarkan data historis. Return realisasi digunakan sebagai salah satu pengukur kinerja perusahaan. Return historis juga berguna sebagai dasar perhitungan return ekspektasi dan risiko di masa yang akan datang. Menurut Jones (2004:140), komponen return terdiri dari: a) Yield merupakan pemberian secara periodik oleh perusahaan dalam bentuk uang tunai kepada investor. Pemberian yield ini merupakan kebijakan manajemen perusahaan. Yield biasanya diharapkan untuk investasi jangka panjang. b) Capital Gain (loss) adalah selisih perubahan harga yang terjadi pada saat dibeli dengan saat saham tersebut dijual di kemudian hari. Return ini diharapkan pada investasi jangka pendek. Dari uraian di atas, hasil (return) yang diperoleh investor dari hasil investasi saham terdiri dari dua komponen yaitu capital gain dan dividen yang merupakan penghasilan tambahan.
  36. 36. 22 E. Laporan Keuangan Laporan keuangan (financial statement) merupakan ikhtisar mengenaikeadaan keuangan suatu perusahaan pada suatu saat tertentu.Laporan keuanganterdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas,dan catatan atas laporan keuangan. Menurut Kasmir (2008:23) definisi Laporan Keuangan sebagai berikut: “Laporan yang menunjukkan kondisi perusahaan saat ini.Kondisi perusahaan terkini maksudnya adalah keadaan keuangan perusahaan pada tanggal tertentu (untuk neraca) dan periode tertentu (untuk laporan laba rugi)”. Laporan keuangan yang sering disajikan adalah (1) neraca, (2) laporan laba rugi, (3) laporan arus kas, dan (4) laporan ekuitas pemilik atau pemegang saham.Selain itu, catatan atas laporan keuangan atau pengungkapan juga merupakan bagian integral dari setiap laporan keuangan. Neraca merupakan laporan yang menggambarkan posisi keuangan, yang menunjukkan aktiva, kewajiban, dan ekuitas dari suatu perusahaan pada tanggal tertentu.Laporan laba rugi merupakan ringkasan aktivitas usaha perusahaan untuk periode tertentu yang melaporkan hasil usaha atau kerugian yang timbul dari kegiatan usaha dan aktivitas lainnya.Laporan perubahan ekuitas adalah laporan yang menunjukkan perubahan ekuitas perusahaan yang menggambarkan peningkatan atau penurunan aktiva bersih atau kekayaan selama periode pelaporan.Laporan arus kas
  37. 37. 23 menunjukkan penerimaan dan pengeluaran kas dalam aktivitas perusahaan selama periode tertentu dan diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.Catatan atas laporan keuangan memberikan penjelasan mengenai gambaran umum perusahaan, ikhtisar kebijakan akuntansi, penjelasan pospos laporan keuangan dan informasi penting lainnya (Panduan Pemodal, 2006). Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaan bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen (stewardship), atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Investor dapat menilai perusahaan dengan menggunakan laporan keuangan.Laporan keuangan memberi informasi yang menggambarkan kinerja perusahaan, sehingga informasi tersebut dapat menjadi landasan pertimbangan investor dalam pengambilan keputusan investasi. Dalam Standar Akuntansi Keuangan dinyatakan tujuan laporan keuangan adalah sebagai berikut: 1. Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
  38. 38. 24 2. Laporan keuangan disusun untuk memenuhi kebutuhan bersama oleh sebagian besar pemakainya, yang secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian masa lalu. 3. Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang dilakukan manajemen atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. F. Analisis Tingkat Keuntungan Investasi Untuk dapat memilih investasi yang aman, diperlukan suatu analisis yang cermat, teliti, dan didukung oleh data-data yang akurat. Teknik yang benar dalam analisis akan mengurangi tingkat resiko bagi investor dalam berinvestasi. Mulai dari yang paling sederhana sampai dengan analisis yang bersifat rumit.Bahkan ada juga investor yang hanya melihat tren masyarakat secara sepintas, langsung saja melakukan investasi di instrumen tersebut.Tentu saja hal ini bukan suatu kesalahan, tetapi alangkah baiknya jika uang atau modal yang diinvestasikan akan menghasilkan keuntungan yang maksimal dan aman. Ataupun kalau ada resiko, resikonya akan lebih kecil jika dibandingkan dengan kemungkinan keuntungan yang dapat diraih. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika calon investor mau mengeluarkan uang yang cukup besar untuk mendapatkan informasi dan analisis yang lebih bersifat akurat. Secara umum ada banyak teknik analisis dalam melakukan penilaian investasi, tetapi yang paling banyak dipakai adalah analisis yang bersifat
  39. 39. 25 fundamental, analisis teknikal, analisis ekonomi dan analisis rasio keuangan (Raharjo 2005). 1. Analisis Fundamental Analisis ini sangat berhubungan dengan kondisi keuangan perusahaan. Dengan analisis ini diharapkan calon investor akan mengetahui operasional perusahaan yang nantinya menjadi milik investor. Apakah sehat atau tidak, apakah cukup menguntungkan atau tidak, dan sebagainya.Karena biasanya nilai suatu saham sangat dipengaruhi oleh kinerja dari perusahaan yang bersangkutan. Hal ini penting karena nantinya akan berhubungan dengan hasil yang diperoleh dari investasi dan juga resiko yang akan ditanggung. Data yang dipakai dalam analisis fundamental menyangkut data- data historis, yaitu data-data masa lalu.Analisis ini sering disebut dengan company analysis.Didalamnya menyangkut analisis tentang kekuatan dan kelemahan dari perusahaan, bagaimana kegiatan operasionalnya, dan juga bagaimana prospeknya dimasa datang. 2. Analisis Teknikal Analisis ini cukup sering dipakai oleh calon investor dan biasanya data yang digunakan dalam analisis ini berupa grafik atau program komputer.Dari grafik atau program komputer dapat diketahui bagaimana kecenderungan pasar, sekuritas, atau future komoditas yang akan dipilih dalam investasi. Meskipun biasanya analisis ini digunakan untuk analisis jangka pendek dan jangka menengah tetapi
  40. 40. 26 sering juga digunakan untuk menganalisis dalam jangka panjang, yang didukung juga dengan data-data lain. Teknik ini mengabaikan hal-hal yang berkaitan dengan posisi keuangan perusahaan. Beberapa analisis teknikal antara lain grafik sederhana, contohnya adalah Trend (kecenderungan). Gerakan Trend didasarkan pada data berkala (time series data). Data berkala merupakan data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu, menggambarkan perkembangan suatu kegiatan (perkembangan produksi, harga, hasil penjualan, jumlah personil, dan sebagainya).Dengan analisis ini dimungkinkan untuk mengetahui perkembangan suatu atau beberapa kejadian serta hubungan/pengaruhnya terhadap kejadian lainnya. Gerakan atau variasi data berkala terbagi dalam empat komponen, yaitu: a) Gerakan Trend jangka panjang (Long Term Movement or SecularTrend). Gerakan disini menunjukkan arah perkembangan secaraumum atau kecenderungan menaik/menurun. b) Gerakan variasi siklis (Cyclical Movement or Variations), merupakangerakan jangka panjang disekitar garis trend (berlaku untuk datatahunan). Gerakan ini bisa berulang tiga tahun, lima tahun, atau lebih. Salah satu contoh yang bisa
  41. 41. 27 diambil adalah business cycles yang menunjukkan jangka waktu kemakmuran, kemunduran, depresi, danpemulihan. c) Gerakan variasi musiman (Seasonal Movement or Variations), merupakan gerakan yang mempunyai pola yang tetap dari waktu ke waktu, comtoh menurunnya harga beras pada waktu panen. d) Gerakan variasi yang tidak teratur (Irreguler or Random Movement), merupakan gerakan atau variasi yang sporadic sifatnya, contoh naik turunnya produksi industry karena pemogokan. Pasar secara umum masih down trend akibat krisis di Eropa. Pada guncangan bursa dalam 4 minggu sebelumnya, Kalbe Farma juga terkoreksi namun cepat membaik dikala penurunan di bursa mulai merdeka. Secara individual, arah pergerakan harga saham Kalbe Farma mulai tren naik dan mencoba menembus harga resistennya.
  42. 42. 28 Grafik 2.1 Harga Saham Mingguan PT Kalbe Farma D a l a m g r a f ik 2.1 harga saham mingguan, terlihat pola harga yang menyerupai cangkir bertangkai (cup with handle). Pola cangkir terbentuk selama lebih kurang 7 bulan. Lalu mengalami koreksi normal membentuk tangkai (handle). Konsolidasi di wilayah tangkai sudah berlangsung selama 7 minggu. Pada penutupan (13 juni 2012) saham Kalbe Farma ditutup dengan harga 3975. Ini sudah mendekati harga resisten yang harus ditembus yaitu 4050 (buy point).
  43. 43. 29 3. Analisis Rasio Keuangan Analisis ini banyak digunakan oleh calon investor. Sebenarnya analisis ini didasarkan pada hubungan antar pos dalam laporan keuangan perusahaan yang akan mencerminkan keadaan keuangan serta hasil dari operasional perusahaan. Menurut J. Fred Weston dalam bukunya Kasmir (2008:106) Analisis Laporan Keuangan, rasio keuangan dapat dikelompokkan menjadi 5 jenis berdasarkan ruang lingkup atau tujuan yang ingin dicapai dapat dilihat pada Tabel 2.2 sebagai berikut : Tabel 2.2 Jenis-jenis Rasio Keuangan No. Rasio Keuangan Jenis-Jenis Rasio 1 Likuidity Ratio Current Ratio (CR) Quick Ratio/ Acid Test Ratio (QR) Net Working Capital (NWC) 2 Leverage Debt Ratio (DR) Debt to Equity Ratio (DER) Times Interest Earned (TIE) Long Term Debt to Equity Ratio Cash Flow Ratio 3 Activity Ratio Inventory Turnover (IT) Average Collection Period (ACP) Fixed Assets Turnover (FAT) Total Assets Turnover (TAT) Day Sales in Inventory Account Receivable Turnover 4 Profitability Ratio Gross Profit Margin (GPM) Operating Return on Assets (OROA) Net Profit Margin (NPM) Return on Assets (ROA)
  44. 44. 30 Return on Equity (ROE) Operating Ratio (OR) 5 Market Ratio Price to Earning Ratio (PER) Earning Per Share (EPS) Dividend Yeield (DY) Dividend Payout Ratio (DPR) Dividend Per Share (DPS) Book Value Per Share (BVS) Price to Book Value (PBV) Sumber : Kasmir (2008:106) G. Tinjauan Atas Penelitian Sebelumnya Beberapa penelitian terdahulu yang dapat dijadikan dasar dalam melakukan penelitian ini sebagai berikut : Penelitian Sofilda (2008) dengan judul Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Karakteristik Kepemilikan Terhadap Harga Saham LQ-45 Pada Bursa Efek Jakarta dengan hasil penelitiannya adalah secara simultan ketujuh variabel tersebut yaitu Ukuran Perusahaan, Price Earning Ratio,Sales Growth, Dividend Yield, Earning Per Share, Return on Equity, Return on Asset berpengaruh terhadap harga saham. Penelitian Hartati (2010) dengan judul Pengaruh Return on Assets (ROA), Debt to Equity Ratio (DER), Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER) terhadap Return Saham (Studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia) dengan hasil penelitiannya adalah secara simultan kelima variabel tersebut yaitu ROA, DER, EPS, PER, Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap return saham. Sedangkan secara parsial ROA dan DER berpengaruh terhadap return
  45. 45. 31 saham, akan tetapi EPS, PER, dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap return saham. Penelitian Sari (2012) dengan judul analisis pengaruh DER, CR, ROE, dan TAT terhadap return saham ( Studi Pada Saham Indeks LQ45 Periode 2009 – 2011 Dan Investor Yang Terdaftar Pada Perusahaan Sekuritas Di Wilayah Semarang Periode 2012) dengan hasil penelitiannya DER, CR, dan ROE tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Hanya TAT yang berpengaruh signifikan terhadap return saham. Penelitian Amanda (2012) dengan judul pengaruh DER, ROE, EPS, dan PER terhadap harga saham (Studi pada Perusahaan Food and Beverages yang Terdaftar di BEI Tahun 2008-2011) dengan hasil penelitian secara simultan DER, ROE, EPS, dan PER berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Sedangkan secara parsial ROE, EPS berpengaruh positif dan DER, PER berpengaruh negatif. Penelitian Ulfyana (2011) dengan judul pengaruh laba unexpected, large working capital accruals positif, large working capital accruals negatif, ukuran perusahaan, earning per share, dan investment opportunity set terhadap return saham dengan hasil penelitiannya bahwa ukuran perusahaannya tidak berpengaruh terhadap return saham. Penelitian Safitri (2013) dengan judul Pengaruh Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Return on Assets (ROA), Debt to Equity Ratio (DER), dan Market Value Added (MVA) terhadap Harga Saham dalam Kelompok Jakarta Islamic Index dengan hasil penelitiannya
  46. 46. 32 bahwa secara simultan EPS, PER, ROA, DER, dan MVA berpengaruh terhadap harga saham. Sedangkan secara parsial EPS, PER, MVA berpengaruh terhadap harga saham, akan tetapi ROA dan DER tidak berpengaruh terhadap harga saham. Penelitian Zuliarni (2012) dengan judul Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Mining And Mining Service Di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan hasil penelitiannya bahwa secara simultan ROA, DER, dan DPR berpengaruh terhadap harga saham. Sedangkan secara parsial ROA dan DER berpengaruh signifikan terhadap harga saham, tetapi DPR tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham.
  47. 47. 33 H. Kerangka Konseptual Gambar 2.3 Kerangka Konseptual k Keterangan : Simultan Parsial Return on Assets (ROA) Return on Equity (ROE) Debt to Assets Ratio (DAR) Return Saham Size of Firm
  48. 48. 34 I. Hipotesis 1. Secara Parsial H1 : Return on Assets (ROA) berpengaruh signifikan terhadap Return Saham H2 : Debt to Assets Ratio (DAR) berpengaruh signifikan terhadap Return Saham H3 : Return on Equity (ROE) berpengaruh signifikan terhadap Return Saham H4 : Size of Firm berpengaruh signifikan terhadap Return Saham 2. Secara Simultan H1 : Return on Asets (ROA), Debt to Assets Ratio (DAR), Return on Equity (ROE), dan Size of Firm secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Return Saham
  49. 49. 35 J. Kerangka Pikir Gambar 2.4 Kerangka Pikir Bagaimana Pengaruh ROA, DAR, ROE, dan Size of Firm Terhadap Return Saham pada Saham Bluchips di BEI tahun 2011-2013 Menghitung variabel independen : 𝑅𝑂𝐴 = Laba Bersih 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠 Total Kewajiban DAR = Total AKtiva Laba bersih ROE = Total kewajiban 𝑆𝑖𝑧𝑒 𝑜𝑓 𝐹𝑖𝑟𝑚 = 𝐿𝑛 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠 Laporan Kuangan Konsolidasi pada tanggal 31 Desember yang telah diaudit untuk tahun 2010-2012 Penghitungan Regresi Linier Closing price perdagangan saham bluchips periode 2011-2013 Menginterpretasikan Hasil Analisis STAR T Analisis Pengaruh ROA, DAR, ROE, dan Size of Firm Terhadap Return Saham Melakukan Uji Hipotesis Mengumpulkan data dari BEI, www.yahoofinance.co.id Menghitung Variabel Dependen : 1 1 )(    it itit it P PP R Kesimpulan dan Saran
  50. 50. 36 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Bursa Efek Indonesia melalui website resmi www.idx.co.id dan Perpustakaan Universitas Darma Persada, sejak November B. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif berupa angka-angka yaitu, data laporan keuangan perusahaan yang menjadi sampel penelitian periode 2010-2012 dan penutupan harga saham periode 2011-2013, yang berasal dari ICDM (International Capital Market Directory). Sedangkan data kualitatif merupakan interpretasi dari data kuantitatif yang telah diolah oleh peneliti. Sumber data yang digunkan dalam penelitian ini adalah data sekunder,yakni data berupa dokumen dan informasi berhubungan dengan objek penelitian yang diterbitkan oleh pihak lain dalam hal ini pihak Bursa Efek Indonesia melalui otoritas Pusat Informasi Pasar Modal, yakni buku ICMD dan data yang diakses dari situs resmi BEI (www.idx.co.id). C. Populasi dan Sampel Menurut Sugiyono (2013:115) Populasi adalah obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
  51. 51. 37 Dalam penelitian ini terdapat 36 saham bluchips yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Menurut Sugiyono (2013:122) purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan kriteria atau pertimbangan tertentu. Kriteria permilihan sampel dalam penelitian ini adalah : 1. Perusahaan yang termasuk saham bluchips yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2011 sampai tahun 2013 2. Mengeluarkan laporan keuangan tahunan selama periode tahun 2011,2012,2013 secara berturut-turut 3. Perusahaan tidak melakukan delisting selama periode penelitian 4. Memiliki data-data laporan keuangan dan informasi yang terkait dan dibutuhkan dalam penelitian ini Berdasarkan kriteria pemilihan sampel, maka sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 perusahaan. D. Metode Pengumpulan Data Di dalam penelitian ini diperlukan metode-metode yang digunakan untuk mendapatkan data atau bahan keterangan yang digunakan untuk perhitungan analisis return saham, yaitu berupa : 1. Metode dokumentasi Metode dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan data yang penyelidikannya ditujukan pada penguraian dan penjelasan apa yang
  52. 52. 38 telah lalu, melalui sumber-sumber dokumen. Dari metode ini diharapkan akan diperoleh catatan mengenai data-data yang ada hubunganya dengan penelitian ini yaitu laporan keuangan. 2. Metode studi kepustakaan Metode telaah kepustakaan dilakukan dengan mengumpulkan data yang bersifat teoritis mengenai permasalahan yang berkaitan dengan penelitian ini. Metode ini dilakukan untuk menunjang kelengkapan data dengan menggunakan buku-buku literatur yang berhubungan dengan return saham. E. Metode Analisis Data 1. Analisis Regresi Analisis Regresi secara teoritis dibagi menjadi dua yaitu regresi linier sederhana dan regresi linier berganda. Analisis regresi linier sederhana bertujuan untuk mempelajari hubungan linier antara 2 (dua) variabel, yaitu satu variabel terikat dan satu variabel bebas. Regresi Linier berganda merupakan regresi linier yang memiliki lebih dari satu variabel bebas (independen).Analisis regresi linier berganda ini digunakan dengan tujuan untuk meramalkan nilai pengaruh 3 (tiga) variabel bebas atau lebih terhadap satu variabel terikat. Jadi analisis regresi linier berganda ini akan dilakukan apabila jumlah variabel bebasnya minimal 2 variabel. Perumusan umum regres linier berganda untuk 3 (tiga) variabel bebas adalah :
  53. 53. 39 Keterangan : Y = Return Saham α = Konstanta β1 – β3 = Koefisien regresi dari setiap variabel independen X1 = Return on Asssets X2 = Debt to Assets Ratio X3 = Return on Equity X4 = Size of Firm Dalam penelitian ini, model analisis yang aka digunakan adalah model regresi linier berganda. Karena dalam penelitian ini terdapat empat variabel bebas. 2. Statistik Deskriptif Sebelum melakukan uji hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji statistik umum yang berupa statistik deskriptif. Statistik deskriftif meliputi mean, minimum, maximum serta standar deviasi yang bertujuan mengetahui distribusi data yang menjadi sampel penelitian. F. Variabel Dependen 1. Return Saham Return Saham adalah tingkat pengembalian hasil yang diperoleh investor dari sejumlah dana yang diinvestasikan pada suatu periode tertentu yang dinyatakan dalam persentase. Return saham dalam Y = α + β1X1+ β2X2 + β3X3+ β4X4 + e
  54. 54. 40 penelitian ini diperoleh dari nilai capital gain. Return merupakan penjumlahan capital gain dengan dividen yield. Akan tetapi karena tidak semua perusahaan membayarkandividennya, maka return yang digunakan dalam penelitian inihanyalah nilai dari capital gain. Nilai dari capital gain diperolehdari harga saham tahun ini dikurang harga saham tahun lalu dibagi harga saham tahun lalu. Dirumuskan sebagai berikut: Keterangan : Rit = Return Saham Pit = Harga Saham Tahun t Pit-1 = Harga Saham Tahun t-1 G. Variabel Independen 1. Return on Assets (ROA) ROA termasuk salah satu rasio profitabilitas yang dapat diperolehdengan membagi laba bersih dengan total aktiva yang dimilikiperusahaan. Rasio ROA yang positif menunjukkan bahwa dari total aktiva yang dipergunakan untuk beroperasi perusahaan mampu memberikan laba bagi perusahaan. Sebaliknya apabila ROA negative menunjukkan bahwa total aktiva yang dipergunakan untuk beroperasi 1 1 )(    it itit it P PP R
  55. 55. 41 perusahaan, tetapi perusahaan mengalami kerugian. Secara sistematis return on asset dapat dirumuskan sebagai berikut : ( Sawir, 2003 ) 2. Debt to Assets Ratio (DAR) Rasio hutang adalah rasio yang mengukur besarnya total aktiva yang dibiayai oleh kreditor perusahaan (Sundjaja dan Barlian, 2003:140). DAR menjelaskan besar kekayaan perusahaan yang di biayai oleh hutang. Aset perusahaan yang terlalu banyak berasal dari hutangakan menciptakan risiko bagi perusahaan karena apabila perusahaan menggunakan semakin banyak hutang untuk membiayai aktivanya akan berpengaruh semakin besarnya kewajiban perusahaan baik dalam bentuk kewajiban tetap dan bunga, di lain sisi hutang juga mampu membangun kesempatan untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Rasio hutang dapat diukur melalui formula matematis berikut ini : (Sundjaja, 2003) Total Kewajiban DAR = Total Aktiva Total Kewajiban DAR = Total Aktiva
  56. 56. 42 3. Return on Equity (ROE) Seorang investor selalu mengharapkan profit dalam investasinya, maka dariitu rasio pertumbuhan profitabilitas perusahaan juga menjadi hal yang diperhatikan investor. Salah satu rasio profitabilitas yang terdapat dalam laporan keuangan adalah ReturnOn Equity. Nurmalasari dalam Hutami (2012: 110) menyatakan bahwa ROE merupakan salah satu alat utama investor yang paling sering digunakan dalam menilai suatu saham. “ROE merupakan suatu pengukuran dari penghasilan (income) atas modal yang diinvestasikan dalam perusahaan” (Syamsuddin, 2011: 64). ROE diukur dengan satuan persen dan secara matematis rumus ROE adalah (Syamsuddin, 2011:74) Nilai Return On Equity yang positif menunjukkan baiknya kinerja manajemen dalam mengelola modal yang ada untuk menghasilkan laba. Menurut Chrisna dalam Hutami (2012:2) kenaikan ROE biasanya diikuti oleh kenaikan harga saham perusahaan yang bersangkutan. Semakin tinggi ROE berarti semakin efisien penggunaan modal sendiri yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan untuk menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham. Laba Bersih ROE = Total Modal Sendiri
  57. 57. 43 4. Ukuran Perusahaan ( Size of Firm ) Ukuran perusahaan menggambarkan besar kecilnya suatu perusahaan. Pada penelitian ini ukuran perusahaan diukur dengan logaritma natural total aset. Perusahaan besar memiliki pertumbuhan yang relatif lebih besar dibandingkan perusahaan kecil sehingga return saham perusahaan besar lebih besar dibandingkan return saham pada perusahaan berskala kecil. Oleh karena itu, investor akan lebih memilih perusahaan besar dengan harapan memperoleh return yang besar pula. Dapat dirumuskan sebagai berikut : ( Ulfyana, 2011 ) H. Uji Asumsi Klasik Sebelum melakukan analisis regresi, untuk mendapatkan nilai yang baik, maka harus dilakukan uji asumsi klasik.Uji asumsi klasik bertujuan untuk mengetahui apakah model regresi yang diperoleh dapat menghasilkan estimator linier yang baik. Berkaitan dengan uji asumsi klasik dalam penelitian ini, model analisis yang digunakan akan menghaslkan estimator yang tidak bias apabila memenuhi beberapa asumsi klasik yaitu uji normalitas data, uji multikolinearitas, uji autokorelasi, dan heterokedastisitas. 1) Uji Normalitas Data Analisis normalitas dilakukan dengan mengamati penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal grafik. Metode yang dipakai dalam Size of Firm = Ln of Total Assets
  58. 58. 44 pengujian ini adalah metode plot. Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka 50 model regresi memenuhi asumsi normalitas. Sebaliknya jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan atau tidak mengikuti arah garis diagonal maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas. Meskipun analisis regresi tidak tergantung pada kenormalan distribusi, tetapi analisis yang akan dilakukan akan lebih stabil jika asumsi distribusi normal terpenuhi. 2) Uji multikolonieritas Yaitu untuk menguji ada tidaknya hubungan sempurna atau hampir sempurna diantara variabel bebas pada model regresi linier berganda di dalam penelitian ini. Korelasi yang kuat antar variabel bebas menunjukan adanya multikolonieritas. 3) Uji autokorelasi Yaitu untuk menguji adanya korelasi internal di antara anggota- anggota dari serangkaian pengamata yang terusun dalam rangkaian waktu dan yang tersusun dalam rangkaian ruang. Penyebab autokorelasi ini kemungkinan adalah adanya kesalahan dalam penyusunan metode, sehingga model harus diperbaiki. Salah satu cara untuk mengujinya adalah uji statistik Durbin Watson. Ketentuannya adalah sebagai berikut : Durbin Watson Kesimpulan Kurang dari 1,10 Ada autokorelasi
  59. 59. 45 1,10 – 1,54 Tanpa Kesimpulan 1,55 – 2,45 Tidak ada autokorelasi 2,46 – 2,90 Tanpa Kesimpulan Lebih dari 2,90 Ada autokorelasi Sumber : 4) Uji Heterokedastisitas Masalah heterokedastisitas akan menimbulkan variabel prediktor akan menjadi tidak efisien. Untuk mendeteksi masalah tersebut dilakukan uji Glesjer Test yaitu dengan meregresi nilai absolute residual model yang destimasi terhadap variabel-variabel independen dengan memperhatikan nilai t-statistik dan signifikansinya. Heterokedastisitas ada apabila nilai signifinansinya < 0,05, sebaliknya apabila nilai signifikansinya >0,05 berarti tidak terjadi heterokedastisitas. I. Uji Hipotesis Dalam penelitian ini, uji hipotesis yang digunakan adalah uji t dan uji F. uji ini dilakukan untuk menganalisis dan menarik kesimpulan apakah ada atau tidaknya pengaruh yang signifikan antara pengaruh variabel independen yaitu Return on Asset, Debt to Assets Ratio, Return on Equity, dan Size of Firm terhadap variabel dependen yaitu Return Saham. a) Uji Parsial (Uji t) Uji t yang dilakukan dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui koefisien regresi secara parsial dari variabel-variabel independen
  60. 60. 46 terhadap variabel dependen. Langkah- langkah pengujiannya adalah sebagai berikut: 1) Membuat formulasi uji hipotesis (a) Ho1 : b1= 0 : tidak ada pengaruh positif faktor Return on Asset terhadap Return Saham. Ha1 : b1 ≠ 0 : ada pengaruh positif faktor Return on Asset terhadap Return Saham. (b) Ho2 : b2 = 0 : tidak ada pengaruh positif faktor Debt to Assets Ratio terhadap Return Saham. Ha2 : b2 ≠ 0 : ada pengaruh positif faktor Debt to Assets Ratio terhadap Return Saham. (c) Ho3 : b3 = 0 : tidak ada pengaruh positif faktor Return on Equity terhadap Return Saham. Ha3 : b3 ≠ 0 : ada pengaruh positif faktor Return on Equity terhadap Return Saham. (d) Ho4 : b4 = 0 : tidak ada pengaruh positif faktor Size of Firm terhadap Return Saham. Ha4 : b4 ≠ 0 : ada pengaruh positif faktor Size of Firm terhadap Return Saham. 2) Menentukan besarnya𝛼untuk mengetahui tingkat signifikansi hasil pengolahan data. Nilai α ditetapkan sebesar 5%. 3) Menghitung nilai t 4) Membuat kriteria pengujian hipotesis
  61. 61. 47 (a) H0 ditolak bila : P.value < a (a = 0,05) (b) H0 diterima bila : P.value > a (a = 0,05) b) Uji Simultas (Uji F) Uji F yang dilakuka dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui pengaruh secara serentak dari variabel-variabel independen terhadap variabel dependen. Langkah- langkah pengujiannya sebagai berikut : 1) Membuat Formulasi uji hipotesis H0 : b1 = b2 = b3 = b4 = 0 artinya tidak ada pengaruh yang signifikan antara Return on Asset , Debt to Assets Ratio, Return on Equity, dan Size of Firm secara serentak terhadap Return Saham. Ha : b1 = b2 = b3 = b4 = 0 artinya ada pengaruh yang signifikan antara, Return on Asset , Debt to Assets Ratio, Return on Equity, dan Size of Firm secara serentak terhadap Return Saham. 2) Menentukan besarnya a untuk mengetahui tingkat signifikansi hasil pengolahan data. Nilai α ditetapkan sebesar 5% atau tingkat signifikansi 95%. 3) Menghitung nilai F 4) Membuat kriteria pengujian hipotesis (a) H0 ditolak bila : P.value < a (a = 0,05)
  62. 62. 48 (b) H0 diterima bila : P.value > a (a = 0,05) c) Koefisien Determinasi ( R2 ) Koefisien determinasi adalah nilai yang menunjukkan seberapa besar variabel independen dapat menjekaskan variabel dependen. Nilai koefisien determinasi (R2 ) dilihat pada hasil pengujian regresi linier berganda untuk variabel independen terhadap variabel dependennya. Koefisien determinasi dapat dilihat nilai adjusted R2 . d) Pengujian Variabel yang Paling Dominan Pengujian variabel ini digunakan untuk menentukan variabel bebas yang paling dominan mempengaruhi reurn saham. Pengujian ini ditentukan dengan melihat pada nilai standardized coefficients atau beta pada masing-masing variabel bebas yang di teliti. J. Mekanisme pengolahan Data Agar data yang diperoleh dapat diolah secara baik dan benar maka mekanisme pengolahan data dilakukan secara berurutan.Adapun mekanisme pengolahan data sebagai berikut : 1. Data laporan keuangan Perusahaan Bluchip yang telah dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui website resmi www.`idx.com kinerja keuangan tahun 2012 dan kinerja saham tahun 2013. 2. Menghitung rasio-rasio keuangan yang meliputi Return on Assets, Debt to Assets Ratio, Return on Equity, dan Size of Firm ( Microsoft Excel).
  63. 63. 49 3. Menghitung Return Saham 4. Melakukan Uji asumsi klasik 5. Mengolah data menggunakan SPSS versi 20 (regresi linier berganda) & Uji hipotesis 6. Memberikan Interpretasi hasl pengujian 7. Memberikan kesimpulan dan saran 8. Selesai
  64. 64. 50 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Sampel Penelitian Berdasarkan kriteria pemilihan sampel pada Bab 3, sampel yang digunakan adalah saham perusahaan yang terdaftar pada saham-saham bluchips di Bursa Efek Indonesia selama Tahun 2011 sampai Tahun 2013 berturut- turut. Perusahaan yang termasuk saham bluchips yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2011 sampai tahun 2013, Mengeluarkan laporan keuangan tahunan selama periode tahun 2011,2012,2013 secara berturut-turut, Perusahaan tidak melakukan delisting selama periode penelitian, dan Memiliki data-data laporan keuangan daninformasi yang terkait dan dibutuhkan dalam penelitian ini. Berdasarkan kriteria tersebut terpilihlah 32 perusahaan yang dapat dijadikan sebagai sampel pada penelitian ini.Perusahaan yang terpilih tersebut dinilai cukup mewakili penelitian karena telah memenuhi persyaratan yang harus dipenuhi. Data penelitian didasarkan pada laporan keuangan yang terdiri dari neraca, laporan laba rugi dan catatan atas laporan keuangan tiap perusahaan, serta data harga pasar saham yaitu harga saham penutupan (closing price) yang diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam penelitian ini variabel-variabel independennya adalah Return on Assets (ROA), Debt to Assets Ratio(DAR), Return on Equity (ROE), dan Size of Firm serta variabel dependennya Return Saham.
  65. 65. 51 B. Ringkasan Hasil Perhitungan Variabel 1. Return Saham return saham merupakan hasil yang diperoleh para investor dalam berinvestasi yang berupa capital gain/loss. Adapun closing price dalam penelitian ini diambil data closing pricemingguan yang ada di dalam ICMD edisi tahun 2011 sampai tahun 2013 dan yang diunduh melalui website www.bei.co.id. Nilai return saham ditentukan selama 3 tahun yaitu 2011 sampai 2013 kemudian dicari rata-ratanya. Berikut pada tabel 4.1 disajikan hasil dari perhitungan rata-rata return saham perusahaan sampel selama periode tahun 2011 sampai tahun 2013. Tabel 4.1 Rata- Rata Return Saham tiap perusahaan periode 2011 sampai 2013 No Kode Nama Perusahaan Rata- Rata Return Saham 1 AALI Astra Agro Lestari, Tbk 0,160 2 ADMF Adira Multi Finance, Tbk -0,256 3 AKRA AKR Corporindo, Tbk 1,185 4 ANTM Aneka Tambang, Tbk -0,642 5 ASII Astra Internasional, Tbk -0,575 6 BBCA Bank Central Asia, Tbk 0,505 7 BBNI Bank Negara Indonesia, Tbk 0,182 8 BBRI Bank Rakyat Indonesia, Tbk -0,040 9 BMRI Bank Mandiri, Tbk 0,384 10 CPIN Charoen Pokphand, Tbk 0,967 11 EXCL Excel 0,176 12 GGRM Gudang Gaam, Tbk 0,230 13 HMSP HM. Sampoerna, Tbk 0,872 14 INCO* Vale Indonesia, Tbk -0,324 15 INDF Indofood Sukses Makmur, Tbk 0,452
  66. 66. 52 16 INTP Indocement Tunggal Prakasa, Tbk 0,384 17 ISAT Indosat, Tbk -0,071 18 ITMG* Indo Tambangraya Megah, Tbk -0,365 19 JPFA JAPFA Comfeed Indonesia, Tbk 0,071 20 JSMR Jasa Marga, Tbk 0,409 21 KLBF Kalbe Farma, Tbk 0,015 22 LPKR Lippo Karawaci, Tbk 0,558 23 LSIP London Sumatera Plantation, Tbk -0,821 24 MYOR Mayora Indonesia, Tbk 1,080 25 MNCN Media Nusantara Citra, Tbk 1,319 26 PGAS* Perusahaan Gas Negara, Tbk 0,185 27 PTBA Bukit Asam, Tbk -0,551 28 SMGR Semen Gresik, Tbk 0,573 29 TINS Timah, Tbk -0,317 30 TLKM Telekomunikasi Indonesia, Tbk -0,394 31 UNTR United Tractor, Tbk 0,021 32 UNVR Unilever, Tbk 0,605 Minimum -0.821 Maximum 1,319 Mean 0.18772 Std. Deviation 0.547985 Sumber : Pengolahan Data Penulis Dari Tabel 4.1 kita dapat melihat bahwa nilai rata-rata return saham seluruh perusahaan sampel selama tahun pengamatan adalah sebesar 0,18772. Perusahaan sampel yang memiliki rata-rata return saham tertinggi selama tahun pengamatan yaitu PT Media Nusantara Citra, Tbk sebesar 1,319. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat imbal hasil saham atas PT Media Nusantara Citra, Tbk sangat baik. Sedangkan nilai rata-rata return saham terendah selama tahun pengamatan dipegang oleh PT London Sumatera Plantation, Tbk.
  67. 67. 53 2. Return on Assets (ROA) ROA merupakan salah satu rasio profitabilitas yang dapat diperoleh dengan membagi laba bersih dengan total aktiva yang dimiliki perusahaan. Rasio ROA yang positif menunjukkan bahwa dari total aktiva yang dipergunakan untuk beroperasi perusahaan mampu memberikan laba bagi perusahaan. Sebaliknya apabila ROA negative menunjukkan bahwa total aktiva yang dipergunakan untuk beroperasi perusahaan,tetapi perusahaan mengalami kerugian. Nilai return on assets ditentukan selama 3 tahun yaitu 2011 sampai 2013 kemudian dicari rata-ratanya. Berikut pada tabel 4.1.1 disajikan hasil dari perhitungan rata-rata returnon assets perusahaan sampel selama periode tahun 2011 sampai tahun 2013. Tabel 4.1.1 Rata- Rata Return on Assets tiap perusahaan periode 2011 sampai 2013 No Kode Nama Perusahaan Rata- Rata Return on Assets 1 AALI Astra Agro Lestari, Tbk 0,229 2 ADMF Adira Multi Finance, Tbk 0,114 3 AKRA AKR Corporindo, Tbk 0,123 4 ANTM Aneka Tambang, Tbk 0,139 5 ASII Astra Internasional, Tbk 0,137 6 BBCA Bank Central Asia, Tbk 0,027 7 BBNI Bank Negara Indonesia, Tbk 0,019 8 BBRI Bank Rakyat Indonesia, Tbk 0,031 9 BMRI Bank Mandiri, Tbk 0,023 10 CPIN Charoen Pokphand, Tbk 0,275 11 EXCL Excel 0,092 12 GGRM Gudang Garam, Tbk 0,121 13 HMSP HM. Sampoerna, Tbk 0,370
  68. 68. 54 14 INCO* Vale Indonesia, Tbk 0,122 15 INDF Indofood Sukses Makmur, Tbk 0,078 16 INTP Indocement Tunggal Prakasa, Tbk 0,206 17 ISAT Indosat, Tbk 0,014 18 ITMG* Indo Tambangraya Megah, Tbk 0,274 19 JPFA JPFA Comfeed Indonesia, Tbk 0,106 20 JSMR Jasa Marga Tbk 0,061 21 KLBF Kalbe Farma, Tbk 0,188 22 LPKR Lippo Karawaci, Tbk 0,043 23 LSIP London Sumatera Plantation, Tbk 0,195 24 MYOR Mayora Indonesia, Tbk 0,091 25 MNCN Media Nusantara Citra, Tbk 0,138 26 PGAS* Perusahaan Gas Negara, Tbk 0,214 27 PTBA Bukit Asam, Tbk 0,242 28 SMGR Semen Gresik, Tbk 0,207 29 TINS Timah, Tbk 0,123 30 TLKM Telekomunikasi Indonesia, Tbk 0,158 31 UNTR United Tractor, Tbk 0,124 32 UNVR Unilever, Tbk 0,397 Minimum 0,014 Maximum 0,397 Mean 0.14628 Std. Deviation 0,096484 Sumber : Pengolahan data penulis Dari Tabel 4.1 kita dapat melihat bahwa nilai rata-rata return on assets seluruh perusahaan sampel selama tahun pengamatan adalah sebesar 0,14628. Perusahaan sampel yang memiliki rata-rata return on assets tertinggi selama tahun pengamatan yaitu PT Unilever, Tbk sebesar 0,397.Hal ini menunjukkan bahwa tingkat imbal hasil saham atas PT Unilever, Tbk sangat baik.Sedangkan nilai rata-rata return on assets terendah selama tahun pengamatan dipegang oleh PT Indosat, Tbk.
  69. 69. 55 3. Debt to Assets Ratio (DAR) Rasio hutang adalah rasio yang mengukur besarnya total aktiva yang dibiayai oleh kreditor perusahaan. DAR menjelaskan besar kekayaan perusahaan yang di biayai oleh hutang.Aset perusahaan yang terlalu banyak berasal dari hutangakan menciptakan risiko bagi perusahaan. Nilai debt to assets ratio ditentukan selama 3 tahun yaitu 2011 sampai 2013 kemudian dicari rata-ratanya. Berikut pada tabel 4.1.2 disajikan hasil dari perhitungan debt to assets ratio perusahaan sampel selama periode tahun 2011 sampai tahun 2013. Tabel 4.1.2 Rata- Rata Debt to Assets Ratio tiap perusahaan periode 2011 sampai 2013 No Kode Nama Perusahaan Rata- Rata Debt to Assets Ratio 1 AALI Astra Agro Lestari, Tbk 0,444 2 ADMF Adira Multi Finance, Tbk 0,314 3 AKRA AKR Corporindo, Tbk 0,366 4 ANTM Aneka Tambang, Tbk 0,335 5 ASII Astra Internasional, Tbk 0,353 6 BBCA Bank Central Asia, Tbk 0,208 7 BBNI Bank Negara Indonesia, Tbk 0,136 8 BBRI Bank Rakyat Indonesia, Tbk 0,244 9 BMRI Bank Mandiri, Tbk 0,182 10 CPIN Charoen Pokphand, Tbk 0,513 11 EXCL Excel 0,296 12 GGRM Gudang Garam, Tbk 0,347 13 HMSP HM. Sampoerna, Tbk 0,639 14 INCO* Vale Indonesia, Tbk 0,396 15 INDF Indofood Sukses Makmur, Tbk 0,302 16 INTP Indocement Tunggal Prakasa, Tbk 0,443 17 ISAT Indosat, Tbk 0,149
  70. 70. 56 18 ITMG* Indo Tambangraya Megah, Tbk 0,487 19 JPFA JPFA Comfeed Indonesia, Tbk 0,308 20 JSMR Jasa Marga Tbk 0,231 21 KLBF Kalbe Farma, Tbk 0,417 22 LPKR Lippo Karawaci, Tbk 0,204 23 LSIP London Sumatera Plantation, Tbk 0,450 24 MYOR Mayora Indonesia, Tbk 0,271 25 MNCN Media Nusantara Citra, Tbk 0,377 26 PGAS* Perusahaan Gas Negara, Tbk 0,468 27 PTBA Bukit Asam, Tbk 0,452 28 SMGR Semen Gresik, Tbk 0,418 29 TINS Timah, Tbk 0,389 30 TLKM Telekomunikasi Indonesia, Tbk 0,379 31 UNTR United Tractor, Tbk 0,365 32 UNVR Unilever, Tbk 0,766 Minimum 0,136 Maximum 0,766 Mean 0,36403 Std. Deviation 0,134199 Sumber : Pengolahan data penulis Dari Tabel 4.1 kita dapat melihat bahwa nilai rata-rata debt to assets ratio seluruh perusahaan sampel selama tahun pengamatan adalah sebesar 0,36403. Perusahaan sampel yang memiliki rata-rata debt to assets ratio tertinggi selama tahun pengamatan yaitu PT Unilever, Tbk sebesar 0,766.Hal ini menunjukkan bahwa tingkat imbal hasil saham atas PT Unilever, Tbk sangat baik.Sedangkan nilai rata-rata debt to assets ratio terendah selama tahun pengamatan dipegang oleh PT Bank Negara Indonesia, Tbk.
  71. 71. 57 4. Return on Equity (ROE) Return On Equity adalah salah satu rasio yang dapat digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih berdasar modal tertentu. Besarnya rasio ini menunjukkan ukuran profitabilitas dilihat dari sudut pandang pemegang saham.Return On Equity merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat pengembalian atas investasi oleh pemegang saham biasa. Nilaireturn on equityditentukan selama 3 tahun yaitu 2011 sampai 2013 kemudian dicari rata-ratanya. Berikut pada tabel 4.1.2 disajikan hasil dari perhitungan return on equityperusahaan sampel selama periode tahun 2011 sampai tahun 2013. Tabel 4.1.3 Rata- Rata Return on Equity tiap perusahaan periode 2011 sampai 2013 No Kode Nama Perusahaan Rata- RataReturn on Equity 1 AALI Astra Agro Lestari, Tbk 0,283 2 ADMF Adira Multi Finance, Tbk 0,342 3 AKRA AKR Corporindo, Tbk 0,296 4 ANTM Aneka Tambang, Tbk 0,196 5 ASII Astra Internasional, Tbk 0,273 6 BBCA Bank Central Asia, Tbk 0,244 7 BBNI Bank Negara Indonesia, Tbk 0,146 8 BBRI Bank Rakyat Indonesia, Tbk 0,301 9 BMRI Bank Mandiri, Tbk 0,212 10 CPIN Charoen Pokphand, Tbk 0,402 11 EXCL Excel 0,211 12 GGRM Gudang Garam, Tbk 0,184 13 HMSP HM. Sampoerna, Tbk 0,720 14 INCO* Vale Indonesia, Tbk 0,163
  72. 72. 58 15 INDF Indofood Sukses Makmur, Tbk 0,157 16 INTP Indocement Tunggal Prakasa, Tbk 0,240 17 ISAT Indosat, Tbk 0,040 18 ITMG* Indo Tambangraya Megah, Tbk 0,406 19 JPFA JPFA Comfeed Indonesia, Tbk 0,238 20 JSMR Jasa Marga Tbk 0,151 21 KLBF Kalbe Farma, Tbk 0,236 22 LPKR Lippo Karawaci, Tbk 0,089 23 LSIP London Sumatera Plantation, Tbk 0,232 24 MYOR Mayora Indonesia, Tbk 0,228 25 MNCN Media Nusantara Citra, Tbk 0,186 26 PGAS* Perusahaan Gas Negara, Tbk 0,397 27 PTBA Bukit Asam, Tbk 0,344 28 SMGR Semen Gresik, Tbk 0,281 29 TINS Timah, Tbk 0,172 30 TLKM Telekomunikasi Indonesia, Tbk 0,270 31 UNTR United Tractor, Tbk 0,211 32 UNVR Unilever, Tbk 1,062 Minimum 0,040 Maximum 1,062 Mean 0,27853 Std. Deviation 0,186506 Sumber : Pengolahan data penulis Dari Tabel 4.1 kita dapat melihat bahwa nilai rata-rata return on equity seluruh perusahaan sampel selama tahun pengamatan adalah sebesar 0,27853. Perusahaan sampel yang memiliki rata-rata return on equity tertinggi selama tahun pengamatan yaitu PTUnilever, Tbk sebesar 30,60. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat imbal hasil saham atas PTUnilever, Tbksangat baik. Sedangkan nilai rata-rata return on equity selama tahun pengamatan dipegang oleh PT Indosat, Tbk
  73. 73. 59 5. Size of Firm Ukuran perusahaan menggambarkan besar kecilnya suatu perusahaan. Perusahaan besar memiliki pertumbuhan yang relatif lebih besar dibandingkan perusahaan kecil sehingga return saham perusahaan besar lebih besar dibandingkan return saham pada perusahaan berskala kecil. Nilaisize of firmditentukan selama 3 tahun yaitu 2011 sampai 2013 kemudian dicari rata-ratanya.Berikut pada tabel 4.1.2 disajikan hasil dari perhitungan size of firmperusahaan sampel selama periode tahun 2011 sampai tahun 2013. Tabel 4.1.4 Rata- Rata Size of Firm tiap perusahaan periode 2011 sampai 2013 No Kode Nama Perusahaan Rata- Rata Size of Firm 1 AALI Astra Agro Lestari, Tbk 0,162 2 ADMF Adira Multi Finance, Tbk 0,165 3 AKRA AKR Corporindo, Tbk 0,229 4 ANTM Aneka Tambang, Tbk 0,235 5 ASII Astra Internasional, Tbk 0,119 6 BBCA Bank Central Asia, Tbk 0,198 7 BBNI Bank Negara Indonesia, Tbk 0,195 8 BBRI Bank Rakyat Indonesia, Tbk 0,200 9 BMRI Bank Mandiri, Tbk 0,201 10 CPIN Charoen Pokphand, Tbk 0,160 11 EXCL Excel 0,173 12 GGRM Gudang Garam, Tbk 0,174 13 HMSP HM. Sampoerna, Tbk 0,169 14 INCO* Vale Indonesia, Tbk 0,147 15 INDF Indofood Sukses Makmur, Tbk 0,178 16 INTP Indocement Tunggal Prakasa, Tbk 0,167 17 ISAT Indosat, Tbk 0,178 18 ITMG* Indo Tambangraya Megah, Tbk 0,141
  74. 74. 60 19 JPFA JPFA Comfeed Indonesia, Tbk 0,160 20 JSMR Jasa Marga Tbk 0,238 21 KLBF Kalbe Farma, Tbk 0,297 22 LPKR Lippo Karawaci, Tbk 0,306 23 LSIP London Sumatera Plantation, Tbk 0,157 24 MYOR Mayora Indonesia, Tbk 0,295 25 MNCN Media Nusantara Citra, Tbk 0,160 26 PGAS* Perusahaan Gas Negara, Tbk 0,250 27 PTBA Bukit Asam, Tbk 0,162 28 SMGR Semen Gresik, Tbk 0,237 29 TINS Timah, Tbk 0,156 30 TLKM Telekomunikasi Indonesia, Tbk 0,116 31 UNTR United Tractor, Tbk 0,175 32 UNVR Unilever, Tbk 0,161 Minimum 0,116 Maximum 0,306 Mean 0,18941 Std. Deviation 0,048414 Sumber : Pengolahan data penulis Dari Tabel 4.1 kita dapat melihat bahwa nilai rata-rata size of firmseluruh perusahaan sampel selama tahun pengamatan adalah sebesar 0,18941. Perusahaan sampel yang memiliki rata-rata size of firm tertinggi selama tahun pengamatan yaitu PT Lippo Karawaci, Tbk sebesar 0,306. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat imbal hasil saham atas PT Lippo Karawaci, Tbksangat baik. Sedangkan nilai rata-rata size of firm selama tahun pengamatan dipegang oleh PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. C. Hasil Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik dilakukan untuk melihat apakah model regresi untuk peramalan memenuhi asumsi-asumsi dalam regresi berganda. Tahap
  75. 75. 61 pengujian yang dilakukan adalah uji normalitas, uji multikolonieritas, uji autokorelasi, dan uji heterokedastisitas antara variabel independen dalam model regresi. Secara lengkap hasil uji tersebut akan dijelaskan dibawah ini. 1. Uji Normalitas Data Uji normalitas bertujuan menguji apakah dalam model penelitian variabelterdistribusi secara normal. Uji normalitas data dalam penelitian ini menggunakanpengujian One-Sample Kolmogorov Smirnov test yang terdapat dalam program SPSS 20.0 for Windows. Data dikatakan terdistribusi dengan normal apabilaresidual terdistribusi dengan normal yaitu memiliki tingkat signifikansi diatas 5%. a) Uji Normalitas Data 2011 Uji normalitas data dilakukan dengan model stepwise untuk mengetahui sejauh mana normalitas setiap variable yang digunakan.Adapun hasilnya sebagaimana tabel 4.2 dibawah ini. Tabel 4.2 Hasil Uji Normalitas Data Tahun 2011 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N 32 Normal Parametersa,b Mean 0E-7 Std. Deviation .29625348 Most Extreme Differences Absolute .073 Positive .073 Negative -.073 Kolmogorov-Smirnov Z .415 Asymp. Sig. (2-tailed) .995 Sumber : Data dioleh dari SPSS 20
  76. 76. 62 Dari hasilsil uji statistik non-parametrik Kolmogorov-Smirnov (K- S) pada tabel 4.diketahui bahwa nilai signifikansi sebesar 0,995 (0,995 > 0,05). Hal ini berarti model regresi berdistribusi normal. b) Uji Normalitas Data 2012 Uji normalitas data dilakukan dengan model stepwise untuk mengetahui sejauh mana normalitas setiap variabel yang digunakan.Adapun hasilnya sebagaimana tabel 4.2.1 dibawah ini. Tabel 4.2.1 Hasil Uji Normalitas Data Tahun 2012 Dari hasil uji statistik non-parametrik Kolmogorov-Smirnov (K-S) pada tabel 4.diketahui bahwa nilai signifikansi sebesar 0,681 (0,681 > 0,05). Hal ini berarti model regresi berdistribusi normal. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N 32 Normal Parametersa,b Mean 0E-7 Std. Deviation .30338775 Most Extreme Differences Absolute .127 Positive .127 Negative -.113 Kolmogorov-Smirnov Z .718 Asymp. Sig. (2-tailed) .681 Sumber : Pengolahan data dari SPSS 20.0
  77. 77. 63 c) Uji Normalitas Data 2013 Uji normalitas data dilakukan dengan model stepwise untuk mengetahui sejauh mana normalitas setiap variable yang digunakan.Adapun hasilnya sebagaimana tabel 4.2.2 dibawah ini. Tabel 4.2.2 Hasil Uji Normalitas Data Tahun 2013 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardiz ed Residual N 32 Normal Parametersa,b Mean 0E-7 Std. Deviation .20927368 Most Extreme Differences Absolute .086 Positive .053 Negative -.086 Kolmogorov-Smirnov Z .488 Asymp. Sig. (2-tailed) .971 Sumber : Pengolahan data dari SPSS 20.0 Dari hasil uji statistik non-parametrik Kolmogorov-Smirnov (K- S) pada tabel 4.diketahui bahwa nilai signifikansi sebesar 0,971 (0,971 > 0,05). Hal ini berarti model regresi berdistribusi normal. 2. Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas digunakan untuk mengetahui korelasi antar variabel independen.Model regresi yang baik adalah model yang tidak terdapat korelasi antara variabel independen atau korelasi antar variabel independennya rendah.Keberadaan multikolinieritas di deteksi dengan
  78. 78. 64 Varians Inflating Factor (VIF) dan Tolerance (Ghozali, 2005). Hasil uji multikolinieritas tersaji pada tabel berikut ini : a) Uji Multikolinieritas 2011 Tabel 4.3 Hasil Uji Multikolinieritas Tahun 2011 Sumber :Data diolah dari SPSS 20 Berdasarkan Tabel 4.3 dapat dilihat bahwa nilai VIF debt to assets ratio dan size of firm kurang dari angka 10 sedangkan nilai VIF return on assets dan return on equity lebih dari angka 10. Angka tolerance masing-masing variabel bebas ada yang kurang dari 10 persen (0,1) dan ada yang lebih dari 10 persen. Maka dikatakan masih terjadi gejala multikolonieritas, tetapi tidak terjadi pada semua variabel independent.Sehingga data secara keseluruhan masih dapat dijadikan pengujian dalam hubungan antar variable. Model Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant) ROA .035 28.248 DAR .104 9.610 ROE .055 18.226 SIZE .933 1.071
  79. 79. 65 b) Uji Multikolinieritas 2012 Tabel 4.3.1 Hasil Uji Multikolinieritas Tahun 2012 Model Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant) ROA .055 18.334 DAR .158 6.326 ROE .072 13.930 SIZE .923 1.084 Sumber : Pengolahan data dari SPSS 20.0 Berdasarkan Tabel 4.3.1 dapat dilihat bahwa nilai VIF debt to assets ratio dan size of firm kurang dari angka 10 sedangkan nilai VIF return on assets dan return on equity lebih dari angka 10. Angka tolerance masing-masing variabel bebas ada yang kurang dari 10 persen (0,1) dan ada yang lebih dari 10 persen. Maka dikatakan masih terjadi gejala multikolonieritas, tetapi tidak terjadi pada semua variabel independent.Sehingga data secara keseluruhan masih dapat dijadikan pengujian dalam hubungan antar variable.
  80. 80. 66 c) Uji Multikolinieritas 2013 Tabel 4.3.2 Hasil Uji Multikolinieritas Tahun 2013 Model Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant) ROA .070 14.308 DR .203 4.934 ROE .085 11.833 SIZE .931 1.074 Sumber : Data diolah dari SPSS 20 Berdasarkan Tabel 4.3.2 dapat dilihat bahwa nilai VIF debt to assets ratio dan size of firm kurang dari angka 10 sedangkan nilai VIF return on assets dan return on equity lebih dari angka 10. Angka tolerance masing-masing variabel bebas ada yang kurang dari 10 persen (0,1) dan ada yang lebih dari 10 persen. Maka dikatakan masih terjadi gejala multikolonieritas, tetapi tidak terjadi pada semua variabel independent.Sehingga data secara keseluruhan masih dapat dijadikan pengujian dalam hubungan antar variable. 3. Uji Autokorelasi Gejala Autokorelasi dideteksi dengan menggunakan SPSS Durbin- Watson (DW). Menurut Ghozali (2005), untuk mendeteksi ada tidaknya autokorelasi maka dilakukan pengujian Durbin-Watson (DW).
  81. 81. 67 a) Uji Autokorelasi 2011 Tabel 4.4 Hasil Uji Autokorelasi Tahun 2011 Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin- Watson 1 .317a .100 -.033 .317441 2.331 Sumber : Data diolah dari SPSS 20 Berdasarkan Tabel 4.4 di atas terlihat nilai DW sebesar 2,331, sesuai dengan ketentuan yang berlaku DW berada diantara nilai 1,55 sampai 2,45 berarti tidak terdapat autokorelasi yang berarti masing- masing data variable independent tidak berkorelasi secara langsung sehingga data layak dijadikan variable, dalam hal ini diperoleh nilai DW 2,331 berada diantara nilai 1,55 sampai 2,45 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat autokorelasi. b) Uji Autokorelasi 2012 Tabel 4.4.1 Hasil Uji Autokorelasi Tahun 2012 Sumber : Data diolah dari SPSS 20 Berdasarkan Tabel 4 di atas terlihat nilai DW sebesar 1,939, sesuai dengan ketentuan yang berlaku DW berada diantara 1,55 Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin- Watson 1 .225a .050 -.090 .325085 1.939
  82. 82. 68 sampai 2,45 berarti tidak terdapat autokorelasi yang berarti masing- masing data variable independent tidak berkorelasi secara langsung sehingga data layak dijadikan variable, dalam hal ini diperoleh nilai DW sebesar 1,939 berada diantara nilai 1,55 sampai 2,45 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat autokorelasi. c) Uji Autokorelasi 2013 Tabel 4.4.2 Hasil Autokorelasi Tahun 2013 Sumber : Data diolah dari SPSS 20 Berdasarkan Tabel 4 di atas terlihat nilai DW sebesar 1,555, sesuai dengan ketentuan yang berlaku DW berada diantara 1,55 sampai 2,45 berarti tidak terdapat autokorelasi yang berarti masing- masing data variable independent tidak berkorelasi secara langsung sehingga data layak dijadikan variable, dalam hal ini diperoleh nilai DW 1,555 berada diantara nilai 1,55 sampai 2,45 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat autokorelasi. 4. Uji Heterokedastisitas Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terdapat ketidaksamaan variance dari residualdari satu residual ke Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin- Watson 1 .530a .281 .174 .224240 1.555
  83. 83. 69 residual lainnya.Jika variance dari satu residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya tetap maka terjadi homokedastisitas.Jika berbeda maka disebut heterokedastisitas.Model regresi yang baik adalah yang tidak terjadi heterokedastisitas.Menurut Ghozali (2005) jika variabel independen signifikan terjadi secara statistik mempengaruhi variabel dependen, maka ada indikasi terjadi heterokedastisitas. a) Uji Heterokedastisitas 2011 Gambar 4.1 Hasil Uji Heterokedastisitas Sumber : Hasil pengolahan data SPSS 20 Hasil uji heteroskedastisitas menunjukan bahwa titik-titik tersebar di atas dan dibawah angka nol. Titik-titik menyebar dan tidak
  84. 84. 70 membentuk pola tertentu yang teratur sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi tidak terjadi heteroskedastisitas. b) Uji Heterokedastisitas 2012 Gambar 4.1.1 Hasil Uji Heterokedastisitas Sumber : Hasil pengolahan data SPSS 20 Hasil uji heteroskedastisitas menunjukan bahwa titik-titik tersebar di atas dan dibawah angka nol. Titik-titik menyebar dan tidak membentuk pola tertentu yang teratur sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi tidak terjadi heteroskedastisitas.
  85. 85. 71 c) Uji Heterokedastisitas 2013 Gambar 4.1.2 Hasil Uji Heterokedastisitas Sumber : Hasil pengolahan data SPSS 20 Hasil uji heteroskedastisitas menunjukan bahwa titik-titik tersebar di atas dan dibawah angka nol. Titik-titik menyebar dan tidak membentuk pola tertentu yang teratur sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi tidak terjadi heteroskedastisitas.
  86. 86. 72 D. Hasil Regresi Linier 1. Regresi Linier Berganda Tahun 2011 Hasil perhitungan dengan menggunakan medel regresi linier berganda yang telah memenuhi uji asumsi klasik antara variabl bebas (ROA, DAR, ROE, dan SIZE) terhadap variabel terikat (return saham) dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 4.5 Hasil Regresi Linier Berganda Tahun 2011 Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients B Std. Error Beta 1 (Constant) -.517 .499 ROA 1.982 3.145 .612 DAR .866 .807 .608 ROE -.806 1.569 -.400 SIZE .558 1.135 .093 Sumber : Data diolah dari SPSS 20.0 Dari tabel 4.5 persamaan regresi yang terbentuk adalah: Return saham = -0,517 + 1,982ROA + 0,866DAR – 0,806ROE + 0,558SIZE Persamaan tersebut memperlihatkan bahwa ada tiga variable independent yang berpengaruh secara positif terhadap variable dependent (Return Saham) yaitu ROA, DAR dan SIZE dengan nilai koefisien masing-masing ; 1,982ROA, 0,866DAR, dan 0,558SIZE sedangkan ada satu variable yang berpengaruh secara negatif terhadap
  87. 87. 73 variable dependent (Return Saham) yaitu ROE dengan koefisien (0,806ROE) A = (0,517)Artinya, jika nilai return on asset, debt to assets ratio, return on equity, dan size of firmsama dengan nol, maka nilai return saham sebesar (0,517) β1 = 1,982 artinya bahwa setiap peningkatan return on asset sebesar 1 satuan, maka return saham mengalami peningkatan sebesar 1,465 satuan dengan asumsi variabel lainnya konstan. β2 = 0,866 artinya bahwa setiap peningkatan debt to assets ratio sebesar 1 persen, maka return saham mengalami peningkatan sebesar 0,349 persen dengan asumsi variabel lainnya konstan. β3 = (0,806) artinya bahwa setiap peningkatan size of firm sebesar 1 satuan, maka return saham mengalami penurunan sebesar (1,323) satuan dengan asumsi variabel lainnya konstan. β4 = 0,558 artinya bahwa setiap peningkatan size of firm sebesar 1 satuan, maka return saham mengalami peningkatan sebesar 0,041satuan dengan asumsi variabel lainnya konstan. 2. Regresi Linier Berganda Tahun 2012 Hasil analisis dengan menggunakan medel regresi linier berganda yang telah memenuhi uji asumsi klasik antara variabl bebas (ROA, DAR,ROE, dan SIZE) terhadap variabel terikat (return saham) dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
  88. 88. 74 Tabel 4.5.1 Hasil Regresi Linier Berganda Tahun 2012 Sumber : Data diolah dari SPSS 20.0 Dari tabel 4.5.1Persamaan regresi yang terbentuk adalah: Return saham = -0,322 + 1,493ROA + 0,344DAR – 0,480ROE + 1,294SIZE Persamaan tersebut memperlihatkan bahwa ada tiga variable independent yang berpengaruh secara positif terhadap variable dependent (Return Saham) yaitu ROA, DAR dan SIZE dengan nilai koefisien masing-masing ; 1,493ROA, 0,344DAR, dan 1,294SIZE sedangkan ada satu variable yang berpengaruh secara negatif terhadap variable dependent (Return Saham) yaitu ROE dengan koefisien (0,480ROE) α = (0,322) artinya jika nilai return on asset, debt to assets ratio, return on equity, dan size of firmsama dengan nol, maka nilai return saham sebesar (0,322). Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients B Std. Error Beta 1 (Constant) -.322 .468 ROA 1.493 2.310 .519 DAR .344 .657 .247 ROE -.480 1.026 -.327 SIZE 1.294 1.285 .197
  89. 89. 75 β1 = 1,493 artinya bahwa setiap peningkatan return on asset sebesar 1 satuan, maka return saham mengalami peningkatan sebesar 1,171satuan dengan asumsi variabel lainnya konstan. β2 = 0,344 artinya bahwa setiap peningkatan debt to assets ratio sebesar 1 satuan, maka return saham mengalami peningkatan sebesar 0,022 satuan dengan asumsi variabel lainnya konstan. β3 = (0,480) artinya bahwa setiap peningkatan return on equity sebesar 1 satuan, maka return saham mengalami penurunan sebesar (0,802) satuan dengan asumsi variabel lainnya konstan. β4 = 1,294 artinya bahwa setiap peningkatan size of firm sebesar 1 satuan, maka return saham mengalami peningkatan sebesar 0,972 satuan dengan asumsi variabel lainnya konstan. 3. Regresi Linier Berganda Tahun 2013 Hasil analisis dengan menggunakan medel regresi linier berganda yang telah memenuhi uji asumsi klasik antara variabl bebas (ROA, DAR, ROE, dan SIZE) terhadap variabel terikat (return saham) dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
  90. 90. 76 Tabel 4.5.2 Hasil Regresi Linier Berganda Tahun 2013 Sumber :Data diolah dari SPSS 20.0 Dari tabel 4.5.2Persamaan regresi yang terbentuk adalah: Return saham = -0,186 - 2,422ROA - 0,668DR + 1,242ROE + 2,418SIZE Persamaan tersebut memperlihatkan bahwa ada dua variable independent yang berpengaruh secara positif terhadap variable dependent (Return Saham) yaitu ROE dan SIZE dengan nilai koefisien masing-masing ; 1,242ROE, dan 2,418SIZE sedangkan ada dua variable yang berpengaruh secara negatif terhadap variable dependent (Return Saham) yaitu ROA dan DAR dengan koefisien masing-masing; (2,422ROA) dan (0,668DR) α = (0,186) artinya jika nilai return on asset, debt to assets ratio, size of firmsama dengan nol, maka nilai return saham sebesar (0186). Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients B Std. Error Beta 1 (Constant) -.186 .274 ROA -2.422 1.507 -.992 DAR -.668 .405 -.598 ROE 1.242 .640 1.090 SIZE 2.418 .874 .468
  91. 91. 77 β1 = (2,422) artinya bahwa setiap peningkatan return on asset sebesar 1 satuan, maka return saham mengalami penurunan sebesar (2,608) satuan dengan asumsi variabel lainnya konstan. β2 = (0,688) artinya bahwa setiap peningkatan debt to assets ratio sebesar 1 satuan, maka return saham mengalami penurunan sebesar (0,876) satuan dengan asumsi variabel lainnya konstan. β3 = 1,242 artinya bahwa setiap peningkatan return on equitysebesar 1 satuan, maka return saham mengalami peningkatan sebesar 1,056 satuan dengan asumsi variabel lainnya konstan. β4 = 2,418 artinya bahwa setiap peningkatan size of firm sebesar 1 satuan, maka return saham mengalami peningkatan sebesar 2,232 satuan dengan asumsi variabel lainnya konstan. E. Hasil Hipotesis 1. Hasil Hipotesis Tahun 2011 a) Uji Parsial (Uji t) Tabel 4.6 Hasil Uji Parsial (uji t) Model T Sig. 1 (Constant) -1.036 .310 ROA .630 .534 DAR 1.074 .293 ROE -.514 .612 SIZE .492 .627 Sumber : Data diolah dari SPSS 20
  92. 92. 78 Dari tabel 4.6persamaan diatas dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) ROA (X1) terhadap Return Saham (Y) Hasil pengolahan data untuk melihat pengaruh ROA terhadap Return Saham, maka diperoleh nilai t-hitung sebesar (1,036)< dari nilai t-tabel 2,048 dengan nilai signifikan 0,534 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa secara parsial ROA terhadap return saham tidak berpengaruh signifikan dan bernilai positif, nilai t yang negatif berarti ROA mempunyai hubungan yang tidak searah dengan return saham. 2) DAR (X2) terhadap Return Saham (Y) Hasil pengolahan data untuk melihat pengaruh DAR terhadap Return Saham, maka diperoleh nilai t-hitung sebesar 0,630< dari nilai t-tabel 2,048 dengan nilai signifikan 0,293> 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa secara parsial DAR terhadap return saham tidak berpengaruh signifikan dan bernilai positif, nilai t yang positif berarti DAR mempunyai hubungan yang searah dengan return saham. 3) ROE (X3) terhadap Return Saham (Y) Hasil pengolahan data untuk melihat pengaruh ROE terhadap Return Saham, maka diperoleh nilai t-hitung sebesar(0,514)< dari nilai t-tabel 2,048 dengan nilai
  93. 93. 79 signifikan 0,612 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa secara parsial ROE terhadap return saham tidak berpengaruh signifikan dan bernilai positif, nilai t yang negatif berarti ROE mempunyai hubungan yang tidak searah dengan return saham. 4) SIZE (X4) terhadap Return Saham (Y) Hasil pengolahan data untuk melihat pengaruh SIZE terhadap Return Saham,maka diperoleh nilai t-hitung sebesar 0,492 < dari nilai t-tabel 2,048 dengan nilai signifikan 0,627 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa secara parsial SIZE terhadap return saham tidak berpengaruh signifikan dan bernilai positif, nilai t yang positif berarti SIZE mempunyai hubungan yang searah dengan return saham. b) Uji Simultan (Uji F) Tabel 4.6.1 Hasil Uji Simultan (uji F) Berdasarkan hasil SPSS pada Tabel 4.6.1 diperoleh nilai signifikan sebesar 0,565 yang lebih besar dari α = 0,05dan nilai F Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression .303 4 .076 .752 .565b Residual 2.721 27 .101 Total 3.024 31 Sumber : Data diolah dari SPSS 20.0
  94. 94. 80 hitung sebesar 0,752 yang lebih kecil dari F tabel 2,728 mengindikasikan bahwa Ha ditolak dan Ho diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel return on asset (ROA), debt to assets ratio (DAR), return on equity (ROE), dan size of firm(SIZE) secara serempak tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap return saham. Tidak signifikannya ketiga variabel tersebut selama periode pengamatan bisa disebabkan karena tingkat daya beli masyarakat berkurang sehingga berdampak terhadap pendapatan perusahaan yang menurun. Pada tahun 2011 sampai dengan tahun 2013 kondisi ekonomi di Indonesia sedang mengalami penurunan karena krisis global yang melanda berbagai Negara. Hal ini berpengaruh terhadap kinerja perusahaan ketika perusahaan tersebut kinerja keuangannya sedang tidak baik, maka harapan investor terhadap keuntungan perusahaan tersebut berkurang. Kurangnya minat investor terhadap saham bluchips akan berpengaruh terhadap keputusan atas harga saham bluchips, jika harga saham menurun hal ini akan berpengaruh terhadap return saham.
  95. 95. 81 c) Koefisien Determinasi (R2 ) Tabel 4.6.2 Koefisien Determinasi Tahun 2011 Sumber : Data diolah dari SPSS 20 Terliht pada tabel koefisien determinasi mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen.Nilai koefisien determinasi adalah diantara 0 dan 1.Berdasarkan Tabel Hasil uji regresi menunjukan nilai R2 sebesar 0,100 atau 10%. Hal ini menunjukan 10% perubahan return saham dipengaruhi oleh return on assets, debt to assets ratio, dansize of firm. Sedangkan 90% dijelaskan oleh faktor lain diluar model penelitian misalnya faktor fundamental lain seperti price to earning ratio (PER), earning per share (EPS), Price to book value (PBV). d) Pengujian Variabel yang Paling Dominan Pengujian ini menentukan variabel bebas yang paling dominan mempengaruhi reurn saham. Pengujian ini ditentukan dengan melihat pada nilai standardized coefficients atau beta pada masing-masing variabel bebas yang di teliti. Sebagaimana terlihat pada Tabel 4.6.3 dibawah ini; Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .317a .100 -.033 .317441
  96. 96. 82 Tabel 4.6.3 Variabel paling dominan Dari tabeldiatas tampak bahwa variabel ROA mempunyai nilai beta sebesar 0,612 atau yang tertinggi diantara variabel bebas lainnya. Nilai ini menunjukkan bahwa return on assets mempunyai pengaruh paling dominan terhadap return saham perusahaan dalam kelompok saham-saham bluchips di BEI. Kesimpulan yang dapat diambil adalah variabel return on assets terbukti sebagai variabel yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap return saham pada saham-saham bluchipstahun 2011. Model Standardized Coefficients Beta 1 (Constant) ROA .612 DAR .608 ROE -.400 SIZE .093
  97. 97. 83 2. Hasil Uji Hipotesis Tahun 2012 a) Uji Parsial (Uji t) Tabel 4.7 Hasil Uji Parsial (uji t) Tahun 2012 Model T Sig. 1 (Constant) -.688 .497 ROA .646 .524 DAR .524 .605 ROE -.467 .644 SIZE 1.007 .323 Sumber : Data diolah dari SPSS 20.0 Dari tabel 4.7 persamaan diatas dapat dijelaskan sebagai berikut : 1) ROA (X1) terhadap Return Saham (Y) Hasil pengolahan data untuk melihat pengaruh ROA terhadap Return Saham, maka diperoleh nilai t-hitung sebesar 0,646 < dari nilai t-tabel 2,048 dengan nilai signifikan 0,524 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa secara parsial ROA terhadap return saham tidak berpengaruh signifikan dan bernilai positif, nilai t yang positif berarti ROA mempunyai hubungan yang searah dengan return saham. 2) DAR (X2) terhadap Return Saham (Y) Hasil pengolahan data untuk melihat pengaruh DAR terhadap Return Saham, maka diperoleh nilai t-hitung sebesar 0,524< dari nilai t-tabel 2,048 dengan nilai signifikan 0,605>
  98. 98. 84 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa secara parsial DAR terhadap return saham tidak berpengaruh signifikan dan bernilai positif, nilai t yang positif berarti DAR mempunyai hubungan yang searah dengan return saham. 3) ROE (X3) terhadap Return Saham (Y) Hasil pengolahan data untuk melihat pengaruh ROE terhadap Return Saham, maka diperoleh nilai t-hitung sebesar (0,467)< dari nilai t-tabel 2,048 dengan nilai signifikan 0,644> 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa secara parsial ROE terhadap return saham tidak berpengaruh signifikan dan bernilai positif, nilai t yang negatif berarti ROE mempunyai hubungan yang tidak searah dengan return saham. 4) SIZE (X4) terhadap Return Saham (Y) Hasil pengolahan data untuk melihat pengaruh SIZE terhadap Return Saham, maka diperoleh nilai t-hitung sebesar 1,007< dari nilai t-tabel 2,048 dengan nilai signifikan 0,323> 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa secara parsial SIZE terhadap return saham tidak berpengaruh signifikan dan bernilai positif, nilai t yang positif berarti SIZE mempunyai hubungan yang searah dengan return saham.

×