Model evaluasi sistem informasi

4,218 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
4,218
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
131
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Model evaluasi sistem informasi

  1. 1. Model evaluasi sisteminformasiOleh:umi karuniati
  2. 2. Model evaluasi sisteminformasiPenerimaan terhadap sistem informasi dapat diukurdengan beberapa model evaluasi yang sudah dikembangkansaat ini. Banyak model evaluasi yang digunakan untukmengukur penerimaan sebuah sistem informasi. Adabeberapa model yang biasa digunakan dalam evaluasisistem informasi, diantaranya adalah : a. Technology Acceptance Model (TAM) b. End User Computing (EUC) Satisfaction c. Task Technology Fit (TTF) Analysis d. Human-Organization-Technology (HOT) Fit Model
  3. 3. Technology Acceptance Model(TAM)Model ini telah banyak digunakan dalam penelitiansistem informasi untuk mengetahui reaksi pengguna terhadapsistem informasiModel (TAM) dikembangkan oleh Davis (1989.TAMadalah teori sistem informasi yang membuat model tentangbagaimana pengguna mau menerima dan menggunakanteknologi.Model ini mengusulkan bahwa ketika penggunaditawarkan untuk menggunakan suatu sistem yang baru,sejumlah faktor mempengaruhi keputusan mereka tentangbagaimana dan kapan akan menggunakan sistem tersebut,khususnya dalam hal: usefulness (pengguna yakin bahwadengan menggunakan sistem ini akan meningkatkankinerjanya), ease of use (di mana pengguna yakin bahwamenggunakan sistem ini akan membebaskannya darikesulitan, dalam artian bahwa sistem ini mudah dalampenggunaannya).
  4. 4. TAM yang memiliki elemenyang kuat tentang perilaku(behavioural), mengasumsikanbahwa ketika seseorangmembentuk suatu bagian untukbertindak, mereka akan bebasuntuk bertindak tanpa batasan
  5. 5. End User Computing (EUC)SatisfactionDalam lingkup end-user computing, sejumlahstudi telah dilakukan untuk meng-capturekeseluruhan evaluasi di mana pengguna akhirtelah menganggap penggunaan dari suatusistem informasi (misalnya kepuasan) dan jugafaktor-faktor yang membentuk kepuasan ini.Model evaluasi ini dikembangkan oleh Doll &Torkzadeh. Evaluasi dengan menggunakanmodel ini lebih menekankan kepuasan(satisfaction) pengguna akhir terhadap aspekteknologi, dengan menilai isi, keakuratan, format,waktu dan kemudahan penggunaan dari sistem.Model ini telah banyak diujicobakan oleh penelitilain untuk menguji reliabilitasnya dan hasilnyamenunjukkan tidak ada perbedaan bermaknameskipun instrumen ini diterjemahkan dalamberbagai bahasa yang berbeda.
  6. 6. Task Technology Fit (TTF)AnalysisInti dari Model Task Technology Fit adalah sebuah konstrukformal yang dikenal sebagai Task-Technology Fit (TTF), yangmerupakan kesesuaian dari kapabilitas teknologi untuk kebutuhantugas dalam pekerjaan yaitu kemampuan teknologi informasi untukmemberikan dukungan terhadap pekerjaan (Goodhue & Thompson1995, disitasi oleh Dishaw et al., 2002).Model TTF memiliki 4 konstruk kunci yaitu TaskCharacteristics, Technology Characteristics, yang bersama-samamempengaruhi konstruk ketiga TTF yang balik mempengaruhivariabel outcome yaitu Performance atau Utilization (Gambar 2).Model TTF menempatkan bahwa teknologi informasi hanya akandigunakan jika fungsi dan manfaatnya tersedia untuk mendukungaktivitas pengguna.Model evaluasi ini pertama kali dikembangkanoleh Goodhue dan Thompson pada tahun 1995. Teori ini berpegangbahwa teknologi informasi memiliki dampak positif terhadap kinerjaindividu dan dapat digunakan jika kemampuan teknologi informasicocok dengan tugas-tugas yang harus dihasilkan oleh pengguna(Furneaux, 2006b).
  7. 7. d. Human-Organization-Technology (HOT) Fit ModelYusof et al. (2006) memberikan suatu kerangka baru yangdapat digunakan untuk melakukan evaluasi sistem informasi yangdisebut Human-Organization-Technology (HOT) Fit Model. Model inimenempatkan komponen penting dalam sistem informasi yakniManusia (Human), Organisasi (Organization) dan Teknologi(Technology). dan kesesuaian hubungan di antaranya. Komponen Manusia (Human) menilai sistem informasi dari sisipenggunaan sistem (system use) pada frekwensi dan luasnyafungsi dan penyelidikan sistem informasi. System use jugaberhubungan dengan siapa yang menggunakan (who use it), tingkatpenggunanya (level of user), pelatihan, pengetahuan, harapan dansikap menerima (acceptance) atau menolak (resistance) sistem.Komponen ini juga menilai sistem dari aspek kepuasan pengguna(user satisfaction). Kepuasan pengguna adalah keseluruhanevaluasi dari pengalaman pengguna dalam menggunakan sisteminformasi dan dampak potensial dari sistem informasi. Usersatisfaction dapat dihubungkan dengan persepsi manfaat(usefulness) dan sikap pengguna terhadap sistem informasi yangdipengaruhi oleh karakteristik personal
  8. 8. Komponen Organisasi menilai sistem dari aspekstruktur organisasi dan lingkungan organisasi.Struktur organisasi terdiri dari tipe, kultur, politik,hierarki, perencanaan dan pengendalian sistem,strategi , manajemen dan komunikasi.Kepemimpinan, dukungan dari top manajemendan dukungan staf merupakan bagian yangpenting dalam mengukur keberhasilan sistem.Sedangkan lingkungan organisasi terdiri darisumber pembiayaan, pemerintahan, politik,kompetisi, hubungan interorganisasional dankomunikasi.
  9. 9. Komponen teknologi terdiri dari kualitas sistem (system quality),kualitas informasi (information quality) dan kualitas layanan (servicequality). Kualitas sistem dalam sistem informasi di institusi pelayanankesehatan menyangkut keterkaitan fitur dalam sistem termasukperforma sistem dan user interface. Kemudahan penggunaan (ease ofuse), kemudahan untuk dipelajari (ease of learning), response time,usefulness, ketersediaan, fleksibilitas, dan sekuritas merupakanvariabel atau faktor yang dapat dinilai dari kualitas sistem. Kualitasinformasi berfokus pada informasi yang dihasilkan oleh sisteminformasi termasuk rekam medis pasien, laporan dan peresepan.Kriteria yang dapat digunakan untuk menilai kualitas informasi antaralain adalah kelengkapan, keakuratan, ketepatan waktu, ketersediaan,relevansi, konsistensi, dan data entry. Sedangkan kualitas layananberfokus pada keseluruhan dukungan yang diterima oleh serviceprovider sistem atau teknologi. Service quality dapat dinilai dengankecepatan respon, jaminan, empati dan tindak lanjut layanan

×