Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Makalah Oksigen

6,143 views

Published on

Makalah ini memuat sifat fisika dan sifat kimia Oksigen, senyawa-senyawa oksigen, reaksi oksigen dengan logam, non logam dan senyawa organik, isotop dsb.
Belum kelar juga ni makalah

Published in: Science
  • Follow the link, new dating source: ♥♥♥ http://bit.ly/39mQKz3 ♥♥♥
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Sex in your area is here: ❤❤❤ http://bit.ly/39mQKz3 ❤❤❤
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Makalah Oksigen

  1. 1. 1 KIMIA ANORGANIK I SENYAWA OKSIGEN TUGAS Oleh: Umi Dahromi ACC 109 013 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN PENDIDIKAN MIPA FAKULTAS KREGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PALANGKARAYA 2010
  2. 2. 2 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Golongan oksigen merupakan golongan VI A dalam sistem tabel periodik unsur, yang terdiri dari unsur oksigen, sulfur atau belerang, dan selenium yang termasuk ke dalam non logam, telurium semilogam dan polonium sebagai logam dalam golongan ini. Titik leleh dan titik didih menunjukkan kecenderungan kenaikan yang khas beagi non logam, diikuti kecenderungan penurunan yang khas mulai dari logam polonium. Oksigen atau zat asam yang mempunyai lambang O dengan nomor atom 8 dalam golongan VI A, merupakan unsur yang paling bukan logam (elektronegativitas = 3,44) dan sekaligus unsur bukan logam yang paling penting .Unsur golongan kalkogen ini dapat dengan mudah bereaksi dengan hampir semua unsur lainnya. Oksigen secara terpisah ditemukan oleh Carl Wilhelm Scheele di Uppsala pada tahun 1773 dan Joseph Priestley di Wiltshire pada tahun 1774. Temuan Priestley lebih terkenal oleh karena publikasinya merupakan yang pertama kali dicetak. Istilahoxygen diciptakan oleh Antoine Lavoisier pada tahun 1777, yang eksperimennya dengan oksigen berhasil meruntuhkan teori flogiston pembakaran dan korosi yang terkenal. Oksigen secara industri dihasilkan dengan distilasi bertingkat udara cair, dengan munggunakan zeolit untuk memisahkan karbon dioksida dan nitrogen dari udara, ataupun elektrolisis air, dll. Oksigen digunakan dalam produksi baja, plastik, dan tekstil, ia juga digunakan sebagai propelan roket, untuk terapi oksigen, dan sebagai penyokong kehidupan pada pesawat terbang, kapal selam, penerbangan luar angkasa, dan penyelaman. I.2 Batasan Masalah Dalam penyusunan resume ini untuk tidak terjadi kesimpangsiuran dan kesalahan dalam pembahasan materi tentang pengertian oksigen dan cara
  3. 3. memperolehnya maka penulis membatasi materi yang akan dibahas dalam makalah ini yaitu 1. Sifat oksigen 2. Kelimpahan oksigen di alam 3. Senyawa oksigen 4. Reaksi-reaksi oksigen 5. pembuatan oksigen 6. Struktur senyawa oksigen 7. Kegunaan oksigen 3 I.3 Tujuan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini adalah; 1. Mengetahui sifat oksigen 2. Kelimpahan oksigen di alam 3. Mampu menerangkan kembali jenis dan beberapa contoh dari senyawa oksigen 4. Mengetahui dan mampu menuliska reaksi-reaksi oksigen 5. mengetahui berbagai cara pembuatan oksigen 6. Memahami struktur senyawa oksigen 7. Mengetahui kegunaan oksigen
  4. 4. 4 BAB II PEMBAHASAN Oksigen adalah unsure yang sangat umum diantara unsure-unsur golongan VI yang beranggotaan O, S, Se, Te, dan Po. Oksigen mempunyai konfigurasi s2p4 dalam tingkat energy yang tertinggi. Oksigen dapat membuat ikatan unsure dan ikatan kovalen dengan unsure-unsur lain. II.1. Sifat oksigen II.1.1 Sifat fisika Oksigen mempunyai beberapa sifat fisika,diantaranya adalah yang terdapat dalam table berikut. Sifat fisika Oksigen Massa atom relative 15,9944 Nomor atom 8 Konfigurasi electron 2s2 2p4 Jari-jari atom (nm) 0,074 Jari-jari X2- (nm) 0,140 Keelektronegatifan 3,5 Energy ionisasi I (kJ/mol) 1316 Energy ionisasi II (kJ/mol) 3396 Kerapatan (g/cm3) 1,27 (padatan) Titik leleh (˚C) -183 Titik beku (˚C) -219 Potensial elektroda (V) +0,401 X2(g) + 2e+ (aq) → 2X- (aq) - Ada tiga isotop oksigen yang terdapat di alam 16O (99,76%), 17O (0,04%), dan 18O (0,2%). Bilangan oksidasi oksigen adalah -2 pada kebanyakan senyawa, tapi pada peroksida -1 dan superoksida -½. Contoh: H2O,O = -2 HOOH,O = -1 HO[O]nOH,O = -½
  5. 5. 5 II.1.2 Sifat kimia Oksigen membentuk senyawa kimia dengan semua elemen lain kecuali gas inert cahaya. Menjadi bukan logam yang paling aktif (setelah fluor), oksigen berinteraksi langsung dengan unsur-unsur yang paling reaktif. Satu-satunya pengecualian adalah gas inert berat, halogen, emas, dan platinum; senyawa dengan oksigen yang diperoleh dengan metode tidak langsung. Hampir semua reaksi yang melibatkan oksigen adalah reaksi oksidasi eksotermik, yaitu, disertai dengan evolusi panas. Oksigen bereaksi dengan hidrogen pada suhu biasa sangat lambat, sedangkan reaksi ini hasil eksplosif di atas 550 ° C: 2H 2 + O 2 = 2H 2 O. Oksigen bereaksi dengan belerang, karbon, nitrogen, dan fosfor sangat lambat dalam keadaan biasa. Laju reaksi meningkat dengan meningkatnya suhu sampai pada karakteristik pengapian suhu untuk masing-masing elemen pembakaran terjadi. Reaksi oksigen dengan nitrogen adalah endotermik karena stabilitas tertentu dari molekul 2 N dan menjadi nyata hanya di atas 1200 ° C atau dalam mengalirkan listrik: N 2 + O 2 = 2NO. Oksigen aktif mengoksidasi hampir semua logam dan, dengan mudah khusus, alkali dan alkali logam tanah. Reaktivitas dari suatu logam dengan oksigen tergantung pada banyak faktor, seperti kondisi permukaan logam, tingkat subdivisi, dan adanya kotoran. II.2. Kelimpahan oksigen di alam Menurut massanya, oksigen merupakan unsur kimia paling melimpah di biosfer, udara, laut, dan tanah bumi. Oksigen merupakan unsur kimia paling melimpah ketiga di alam semesta, setelah hidrogen dan helium. Sekitar 0,9% massa Matahari adalah oksigen.Oksigen mengisi sekitar 49,2% massa kerak bumi dan merupakan komponen utama dalam samudera (88,8% berdasarkan massa). Gas oksigen merupakan komponen paling umum kedua dalam atmosfer bumi, menduduki 21,0% volume dan 23,1% massa (sekitar 1015
  6. 6. ton) atmosfer. Bumi memiliki ketidak laziman pada atmosfernya dibandingkan planet-planet lainnya. Dalam sistem tata surya karena ia memiliki konsentrasi gas oksigen yang tinggi di atmosfernya. Bandingkan dengan Mars yang hanya memiliki 0,1% O2 berdasarkan volume dan Venus yang bahkan memiliki kadar konsentrasi yang lebih rendah. Namun, O2 yang berada di planet-planet selain bumi hanya dihasilkan dari radiasi ultraviolet yang menimpa molekul-molekul beratom oksigen, misalnya karbon dioksida. Air dingin melarutkan 6 lebih banyak O2. Konsentrasi gas oksigen di Bumi yang tidak lazim ini merupakan akibat dari siklus oksigen. Siklus biogeokimia ini menjelaskan pergerakan oksigen di dalam dan di antara tiga reservoir utama bumi: atmosfer, biosfer, dan litosfer. Faktor utama yang mendorong siklus oksigen ini adalah fotosintesis. Fotosintesis melepaskan oksigen ke atmosfer, manakala respirasi dan proses pembusukan menghilangkannya dari atmosfer. Dalam keadaan kesetimbangan, laju produksi dan konsumsi oksigen adalah sekitar 1/2000 keseluruhan oksigen yang ada di atmosfer setiap tahunnya. Oksigen bebas juga terdapat dalam air sebagai larutan. Peningkatan kelarutan O2 pada temperatur yang rendah memiliki implikasi yang besar pada kehidupan laut. Lautan di sekitar kutub bumi dapat menyokong kehidupan laut yang lebih banyak oleh karena kandungan oksigen yang lebih tinggi. Air yang terkena polusi dapat mengurangi jumlah O2 dalam air tersebut. Para ilmuwan menaksir kualitas air dengan mengukur kebutuhan oksigen biologis atau jumlah O2 yang diperlukan untuk mengembalikan konsentrasi oksigen dalam air itu seperti semula. II.3. Senyawa oksigen II.3.1 Fluorida Senyawa fluoride dari oksigen dikenal dengan nama OF2, O2F2, dan O2F4. Hanya OF2 yang stabil. Ini disebabkan karena F merupakan satu-satunya yang lebih stabil daripada O. OF2 di buat dengan basa,
  7. 7. 7 2F2 + 2NaOH → OF2 +H2O +2NaF Serta terhidrolisa dalam basa OF2 + 2OH- → O2 +2F- +H2O Contoh struktur senyawa oksida, II.3.2 Oksida Oksigen dapat bereaksi dengan unsure logam dan nonlogam membentuk oksida. Senyawa oksida digolongkan menjadi: a. Oksida asam, yaitu oksida yang bereaksi dengan air membentuk asam. Misalnya: SO3 (g) + H2O(l) → H2SO4 (aq) Cl2O7(g) + H2O(l) → 2HClO4(aq) b. Oksida basa, yaitu oksida yang bereaksi dengan air membentuk basa. Misalnya: Na2O(s) + H2O(l) → 2NaOH(aq) CaO(s) + H2O(l) → Ca(OH)2(aq) c. Oksida amfoter, yaitu oksida yang dapat bersifat sebagai asam maupun basa. Dan dapat bereaksi dengan asam maupun basa. Misalnya: ZnO(s) + H2SO4(aq) → ZnSO4(aq) + H2O(l) ZnO(s) + 2NaOH(aq) → Na2ZnO2(aq) + H2O(l)
  8. 8. 8 Al2O3(s) + 6HCl(aq) → 2AlCl3(aq) + H2O(l) Al2O3(s) + 2NaOH → 2NaAlO2(aq) + H2O(l) d. Peroksida, oksida ini mempunyai sebuah atom oksigen lebih banyak dari oksidanya. Jika sebuah proksida direaksikan dengan asam, akan menghasilkan hydrogen peroksida (H2O2). Na2O2(s) + H2SO4(aq) → Na2SO4(aq) H2O(l) BaO2(s) + H2SO4(aq) → BaSO4(aq) + H2O(l) e. Oksida netral atau oksida indiferen, yaitu oksida yang tidak dapat bereaksi dengan air, asm, maupun basa. Misalnya CO, N2O, NO, dan H2O. Beberapa contoh struktur oksida: a. Rutil (TiO2) b. Spinel (M3O4) c. Perovskit (ABO2)
  9. 9. 9 II.3.3 Hibrida Contoh senyawa hibrida adalah peroksida. Peroksida mengalami sedikit self ionisasi 2H2O2 → H2O2 + HO2 ; k = 1,5 x 10-12 (lebih kuat asamnya dari air) Sintesa peroksida di laboratorium: BaO2 +H2SO= →BaSO4 + H2O2 Penguraian eksotermik; H2O2 → H2O + 1/2O2 , ΔG= -121,4 Kj/mol Senyawa ini digunakan untuk restorasi dan bleaching. II.4. Reaksi-reaksi oksigen Keelektronegatifan yang tinggi dari atom oksigen yakni 3,5 menunjukkan kecenderungan yang besar dari oksigen untuk membentuk senyawa dengan ikatan ion maupun kovalen polar. Umumnya reaksi dengan oksigen unsur membentuk produk oksida, dengan keadaan oksida adlah -2. Berikut diberikan reaksi-reaksi oksigen: 1) Reaksi oksigen dengan logam membentuk senyawa ion 4Li + O2 → 2Li2O 2Ca + O2 → 2CaO 2Zn + O2 → 2ZnO 2) Reaksi oksigen dengan bukan-logam membentuk senyawa kovalen
  10. 10. 10 C + O2 → CO2 2H2 + O2 → 2H2O S + O2 → SO2 4P + 3O2 → P4O6 3) Reaksi oksigen dengan senyawa-senyawa organik menghasilkan karbondioksida dan air CH4 + 2O2 → CO2 + 2H2O C2H6O + 3O2 → 2CO2 +3H2O 2C8H18 + 25O2 → 16CO2 + 18H2O C6H12O6 + 6O2 → 6CO2 +6H2O II.5. Pembuatan oksigen Oksigen dapat dibuat dalam skala kecil di laboratorium dan dapat juga dibuat dalam skala besar di industri. Ada tiga metode dasar untuk menyiapkan oksigen: kimia, elektrolitik (elektrolisis air), dan fisik (pemisahan udara). Metode kimia ditemukan pertama. Oksigen dapat dibuat, misalnya, dari kalium klorat, KClO3, yang terurai pada pemanasan dengan evolusi O2 dalam jumlah 0,27 m3 per 1 kg garam. Barium Oksida, PAB, menyerap oksigen pada awalnya, ketika dipanaskan sampai 540° C, untuk memberikan peroksida PAB2, yang terurai pada pemanasan lebih lanjut untuk 870°C dengan evolusi oksigen murni. Ini mungkin juga diperoleh dari KMnO 4, Ca2 PbO4, K2Cr2O7, dan zat lainnya dengan pemanasan dengan adanya katalis. Metode kimia mempersiapkan oksigen tidak efisien dan mahal dan hanya digunakan dalam praktik laboratorium. a. Di laboratorium Pemanasan garam Kalium klorat dengan katalisator MnO2 2KClO3 (S) MnO2 2 KCl (S) + 3O2 (g) Pemanasan Barium peroksida
  11. 11. 11 2 BaO2 (S) → 2 BaO (S) + O2 (g) Pemanasan garam Nitrat 2 Cu (NO3)2 (S) → 2 CuO (S) + 4 NO2 (g) + O2 (g) 2 KNO3 (S) → 2 NO2 (S) + O2 (g) b. Elektrolitik terdiri dari melewati sebuah arus listrik langsung melalui air yang mengandung larutan sodium hidroksida, NaOH, untuk meningkatkan konduktivitas nya. Dalam hal ini, air diuraikan menjadi oksigen dan hidrogen. oksigen dikumpulkan pada elektroda positif dari unit elektrolisis, dan hidrogen pada elektroda negatif. Oksigen diperoleh dalam metode ini sebagai produk sampingan dari pembuatan hidrogen. Pengeluaran dari 12-15 jam kW-energi listrik yang dibutuhkan untuk produksi 2 m3 hidrogen dan 1 m3 oksigen. c. Distilasi bertingkat udara cair. Produksi oksigen dalam teknologi modern adalah pemisahan udara. Untuk memisahkan udara dalam keadaan normal gas ini sangat sulit dan, oleh karena itu pertama cair dan kemudian dipisahkan ke dalam komponen. Metode untuk produksi oksigen dikenal sebagai metode suhu rendah pemisahan udara. Udara pertama dikompresi dengan kompresor dan kemudian, setelah melewati penukar panas, diperluas dalam turbin ekspansi atau melalui nozel, ini menyebabkan pendinginan untuk 93°K (-180°C) dan konversi ke udara cair. pemisahan udara cair lebih lanjut, terutama terdiri dari nitrogen cair dan oksigen cair, didasarkan pada perbedaan titik didih komponen (titik didih O2 adalah 90.18°K [-182,9° C], dan bahwa N2, 77,36°K [- 195,8°C]). Penguapan bertahap udara cair mengarah, pada awalnya, untuk penguapan terutama nitrogen, dan cairan yang tersisa menjadi semakin diperkaya dengan oksigen. pengulangan terus-menerus dari proses pada perbaikan pelat dari hasil kolom udara-separator oksigen cair kemurnian yang diperlukan (konsentrasi). Dan terkecil (beberapa kapasitas liter) terbesar oksigen udara-pemisahan unit (35.000 m3/jam
  12. 12. oksigen) di dunia telah dibangun di Uni Soviet. Satuan yang digunakan dalam produksi oksigen industri dengan konsentrasi 95-98,5 persen, oksigen teknis-kelas dengan konsentrasi 99,2-99,9, dan kemurnian oksigen yang lebih tinggi digunakan dalam kedokteran. Produk ini dapat oksigen gas atau cair. pengeluaran energi listrik berkisar 0,41-1,6 jam kW-/m3. d. Metode permeasi selektif (difusi) melalui hambatan membran. Udara di bawah tekanan dilewatkan melalui rintangan yang terbuat dari fluorocarbons, kaca, atau plastik, kisi-kisi struktural yang mampu memungkinkan beberapa komponen untuk lulus melalui sementara tetap mempertahankan orang lain. Metode produksi oksigen telah digunakan sampai saat ini (1973) hanya di laboratorium. e. Elektrolisis air. Oksigen yang diperoleh dengan cara elektroisis sangat 12 murni. Reaksi keseluruhan yang terjadi adalah; 2H2O (l) →2H2 (g) + O2 (g) II.6. Struktur senyawa oksigen II.6.1 Struktur unsure Unsur Oksigen adalah bagian penting dari kehidupan di Bumi dan juga berfungsi sebagai contoh yang sangat baik dalam proses korosi logam yang akan membantu pemahaman kita tentang pengoperasian baterai. Diatomik gas Oksigen (O2) membentuk hanya di bawah 21% dari atmosfer. Semua atom oksigen mengandung 8 proton dalam inti dan memiliki 8 elektron dalam keadaan netral mereka.
  13. 13. 13 Isotop Oksigen Isotop yang paling umum Oksigen 16-Oksigen yang mengandung 8 proton dan 8 neutron di dalam inti atom. isotop ini membuat 99,8% dari semua atom oksigen ditemukan di bumi. Sebuah gambar sederhana isotop ini akan ditampilkan ke kanan. Isotop stabil dan terjadi secara alami 17 - dan 18-Oksigen dengan 9 dan 10 neutron masing-masing. isotop lain telah disintesis untuk unsur oksigen, berkisar antara 4 sampai 20 neutron. Namun mereka semua radioaktif dan yang paling stabil dari bentuk lain, 15-Oksigen, memiliki kehidupan setengah dari hanya 2 menit berarti bahwa versi Oksigen tidak pernah ditemui di dunia biasa. Oksigen merupakan gas yang berbau yang sangat berwarna unsur: unsur yang paling berlimpah dalam kerak bumi (49,2 persen). Hal ini penting untuk respirasi aerobik dan hampir pembakaran semua dan banyak digunakan dalam industri. Simbol: O; atom tidak;.: 8 atom; mendidih wt.: 15,9994; valensi: 2; densitas: 1,429 kg / m 3 pt leleh Pt. 182,97: - 218,79? C.: C – II.6.2 Oksigen sebagai ligan Seperti CO, N2, O2 adalah asam-[ ] Senyawa vaska mengikat molekul O2,
  14. 14. 14 a. Ikatan oksigen yang reversible  Hemoglobin Struktur Kristal menunjukkan Fe jenuh  Oksigen dalam darah Oksigen dalam darah manusia terdapat dalam jantung dan system peredaran darah manusia. - Jantung
  15. 15. 15 Oksigen dalam darah memasuki sel darah merah - Peredaran darah dalam tubuh manusia II.7. Kegunaan oksigen Oksigen berguna untuk, antara lain, Oksigen sangat penting dalam kimia dan pembuatan besi dan baja. Penggunaan utama adalah dalam produksi baja, misalnya dalam proses Bessemer], proses untuk pembuatan baja dari besi cair babi. Prinsip yang terlibat adalah bahwa oksidasi kotoran di besi oleh oksigen dari udara yang ditiupkan melalui besi cair, panas asetilin obor, alat yang mencampur dan luka bakar oksigen dan asetilena untuk menghasilkan api yang sangat panas. Obor ini dapat digunakan untuk memotong baja dan untuk pengelasan besi dan logam lainnya. Suhu api dapat mencapai setinggi 6.3000F- 34800C adalah aplikasi lain penting. Oksigen digunakan dalam kedokteran dalam pengobatan penyakit pernapasan dan dicampur dengan gas-gas lain untuk respirasi dalam kapal selam, pesawat terbang tinggi, dan pesawat ruang angkasa. Oksigen cair digunakan sebagai oksidator dalam 15ystem bahan bakar roket besar.
  16. 16. 16 BAB III PENUTUP III.1 Kesimpulan Dari pembahasan pada BAB II di depan dapat disimpulkan bahwa oksigen merupakan suatu unsure dengan no atom 8 dan massa ato 16. Mempunyai sifat fisik dan sifat kimia yang khas dibandingkan atom unsure lagi. Oksigen terdapat sangat melimpat di alam baik berupa senyawa antar atom-atom oksigen sendiri maupun bersenyawa dengan unsure lain. Membpunyai banyak bentuk seyawa diantarnya adalah senyawa fluoride, oksida dan hibrida. Reaksi pada oksigen Beberapa reaksi pada senyawa oksigen antara lain: 1. Reaksi oksigen dengan logam membentuk senyawa ion 4Li + O2 → 2Li2O 2Ca + O2 → 2CaO 2Zn + O2 → 2ZnO 2. Reaksi oksigen dengan bukan-logam membentuk senyawa kovalen C + O2 → CO2 2H2 + O2 → 2H2O S + O2 → SO2 4P + 3O2 → P4O6 3. Reaksi oksigen dengan senyawa-senyawa organik menghasilkan karbondioksida dan air
  17. 17. 17 CH4 + 2O2 → CO2 + 2H2O C2H6O + 3O2 → 2CO2 +3H2O 2C8H18 + 25O2 → 16CO2 + 18H2O C6H12O6 + 6O2 → 6CO2 +6H2O Terdapat beberapa cara pembuatan oksigen yang bias digunakan baik dalam skala kecil di laboratorium maupun skala besar di pabrik dengan teknologi modern. Struktur dan senyawa oksigen Oksigen memiliki delapan electron dengan keelektronegatifan -2. Kulit valensi terluar terdiri atas 4 eletron mengikuti asa pauli 1s2, 2s2, 2p6. Oksigen juga muncul sebagai ligan dan berada dalam system peredaran darah. Guna oksigen Oksigen berguna dalam berbagai bidang. Diantarnya dalam industry pembuatan besi dan baja. Peralatan kedokteran, dan lain-lain. III.2 Saran-saran 1. Penulisan makalah ini tentunya masih jauh dari sempurna, karenanya diharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca untuk perbaikan-perbaikan makalah yang akan datang.
  18. 18. 18 DAFTAR PUSTAKA Achmad, Hiskia. 2001. Penuntun Belajar Kimia DASAR KIMIA UNSUR DAN RADIOKIMIA. Bandung : Penerbit PT Citra Aditya Bakti Cotton, F., dan G. Wilkinson. Sovremennaia neorganicheskaia khimiia, jilid. 1–3. 1-3. Moscow, 1969. Moskow, 1969. (Translated from English.) (Diterjemahkan dari bahasa Inggris .) http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&langpair=en%7Ci d&u=http://encyclopedia2.thefreedictionary.com/Oxygen%2Bcompounds&rurl=tr anslate.google.co.id& Ismunandar.1999. Kimia Anorganik I: Non Logam. Bandung. Penerbit ITB Kislorod, parts 1–2. Kislorod, bagian 1-2. A handbook edited by DL Glizmanenko. Sebuah buku pegangan diedit oleh DL Glizmanenko. Moscow, 1967. Moskow, 1967. Sifat kimia Oksigen , Lenntech. Accessed January 25, 2008. 25 Januari 2008 Diakses. "Oxygen is reactive and will form oxides with all other elements except helium, neon, argon and krypton." wordiQ.com/search/oksigen definisi/
  19. 19. 19 www.google.com/search/ Yost, DM "Oksigen Fluorida" Sintesis Anorganik, 1939 volume, 1, halaman 109-111.

×