Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Artrop

287 views

Published on

arsitktur terdiri dari bermacam macam style diantaranya Arsitektur Tropis

Published in: Design
  • Be the first to comment

Artrop

  1. 1. PENDAHULUAN Tropis merupakan kata yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu Tropikos yang berarti garis balik yang meliputi sekitar 40% dari luas seluruh permukaan bumi. Dengan kata lain, arsitektur tropis merupakan arsitektur yang berada di daerah tropis dan telah beradaptasi dengan iklim tropis. Indonesia sebagai daerah beriklim tropis memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap bentuk bangunan rumah tinggal, dalam hal ini khususnya rumah tradisional. Kondisi iklim seperti temperatur udara, radiasi matahari, angin, kelembaban, serta curah hujan, mempengaruhi desain dari rumah-rumah tradisional. Masyarakat pada zaman dahulu dalam membangun rumahnya berusaha untuk menyesuaikan kondisi iklim yang ada guna mendapatkan desain rumah yang nyaman dan aman. Disamping itu, arsitektur rumah tradisional sebagai ungkapan bentuk rumah tinggal karya manusia serta merupakan salah satu unsur budaya yang tumbuh dan berkembang bersamaan dengan pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan suatu masyarakat, suku atau bangsa yang unsur-unsur dasarnya tetap bertahan untuk kurun waktu tertentu dan tetap sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhan kebudayaan suatu masyarakat, suku, atau bagsa yang bersangkutan. Oleh karena itu, arsitektur tradisional, pada khususnya arsitektur rumah tradisional, akan merupakan salah satu identitas sebagai pendukung kebudayaan masyarakat, suku, atau bangsa tersebut. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai seberapa besar pengaruh iklim tropis terhadap bangunan di Indonesia, maka di dalam makalah ini akan dibahas mengenai sebuah contoh arsitektur bangunan dalam kaitannya dengan iklim tropis di Indonesia. Arsitektur dan lingkungan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Arsitektur tropis adalah jawaban atas kondisi lingkungan di daerah tropis, merupakan karya arsitektur yang mencoba memecahkan permasalahan iklim tropis. Konsep dasar arsitektur tropis, pada dasarnya adalah adaptasi bangunan terhadap iklim tropis. Pada zaman yunani kuno kata “tropikos” berarti garis balik kini pengertian ini berlaku untuk daerah antara kedua garis balik ini yang meliputi 40% dari luas seluruh permukaan bumi. Sekarang Tropis didefinisikan sebagai daerah yang terletak di antara garis isotem 200 derajat celcius di sebelah bumi utara dan selatan. Pembagian daerah iklim dan ciri-cirinya akan di bahas dalam bab ini.kondisi iklim dan geografis dapat di bagi dalam dua kategori:
  2. 2. 1. Daerah Tropis Dan Kering Padang pasir sangat kering hampir tidak mengenal hujan kalaupun hujan sangatlah tidak teratur.daerah ini pada siang hari memiliki temperatur dan potensi penguapan yang tinggi sungai-sungai kering dan aliran air menunjukkan bahwa kadang- kadang turun hujan yang sangat lebat.tetapi karena airnya terlalu cepat mengalir sehingga hampir tidak bisa di manfaatkan bagi kehidupan manusia.tumbuhan yang rendah dan juga pepohonan rendah kurus yang tumbuh jarang merupakan ciri-ciri daerah ini. 2. Daerah Tropis Dan Lembab Dengan lembab mencakup savana lembab daerah dengan angin musim dan hutan hujan tropis. Daerah savana lembab dan daerah bermusim hujan memiliki satu atau dua musim hujan dengan batas yang jelastumbuhan di daerah ini lebat dan mmpu melewati musim kering panjang tanpa akibat yang berarti.
  3. 3. ARSITEKTUR TROPIS Sebagaimana diketahui, secara umum iklim tropis ditandai dengan kondisi dua musim, kemarau dan hujan, yang kerap kali mencapai keadaan cukup ekstrim. Desain arsitektur tropis harus mampu menanggapi kedua kondisi tersebut dengan baik. Bangunan arsitektur tropis mempunyai ciri-ciri bentuk bangunan secara umum, seperti : - Mempunyai atap yang relatif tinggi dengan kemiringan diatas 30 derajat. Ruang di bawah atap berguna untuk meredam panas. - Mempunyai teritisan / overstek atap yang cukup lebar untuk mengurangi efek tampias dari hujan yang disertai angin. Juga untuk menahan sinar matahari langsung yang masuk ke dalam bangunan. - Mempunyai lubang / bukaan untuk ventilasi udara secara silang, sehingga suhu di dalam ruangan bisa tetap nyaman. - Pada daerah tertentu, rumah panggung menjadi ciri utama yang kuat untuk antisipasi bencana alam dan ancaman binatang buas. Penggunaan material lokal yang sumbernya bisa didapat di sekitarnya. Konsep rumah tropis, pada dasarnya adalah adaptasi bangunan terhadap iklim tropis, dimana kondisi tropis membutuhkan penanganan khusus dalam desainnya. Pengaruh terutama dari kondisi suhu tinggi dan kelembaban tinggi, dimana pengaruhnya adalah pada tingkat kenyamanan berada dalam ruangan. Tingkat kenyamanan seperti tingkat sejuk udara dalam rumah, oleh aliran udara, adalah salah satu contoh aplikasi konsep rumah tropis. Meskipun konsep rumah tropis selalu dihubungkan dengan sebab akibat dan adaptasi bentuk (tipologi) bangunan terhadap iklim, banyak juga interpretasi konsep ini dalam tren yang berkembang dalam masyarakat; sebagai penggunaan material tertentu sebagai representasi dari kekayaan alam tropis, seperti kayu, batuan ekspos, dan material asli yang diekspos lainnya. Beberapa konsep yang digunakan dalam perancangan berdasarkan iklim: 1. Pemecah angin : digunakan pada musim dingin 2. Tanaman dan air : digunakan pada musim panas 3. Ruang dalam / luar : digunakan pada musim dingin dan panas 4. Penutup atap tanah : digunakan pada musim dingin dan panas
  4. 4. 5. Dinding dan jendela : digunakan pada musim dingin 6. kulit bangunan : digunakan pada musim dingin 7. pelindung matahari : digunakan pada musim panas 8. ventilasi alami : digunakan pada musim panas Arsitektur tropis merupakan arsitektur yang berada di daerah tropis dan telah beradaptasi dengan iklim tropis. Indonesia sebagai daerah beriklim tropis memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap bentuk bangunan rumah tinggal, dalam hal ini khususnya rumah tradisional. Kondisi iklim seperti temperatur udara, radiasi matahari, angin, kelembaban, serta curah hujan, mempengaruhi desain dari rumah-rumah tradisional. Masyarakat pada zaman dahulu dalam membangun rumahnya berusaha untuk menyesuaikan kondisi iklim yang ada guna mendapatkan desain rumah yang nyaman dan aman. Konsep rumah tropis, pada dasarnya adalah adaptasi bangunan terhadap iklim tropis, dimana kondisi tropis membutuhkan penanganan khusus dalam desainnya. Pengaruh terutama dari kondisi suhu tinggi dan kelembaban tinggi, dimana pengaruhnya adalah pada tingkat kenyamanan berada dalam ruangan. Tingkat kenyamanan seperti tingkat sejuk udara dalam rumah, oleh aliran udara, adalah salah satu contoh aplikasi konsep rumah tropis. Meskipun konsep rumah tropis selalu dihubungkan dengan sebab akibat dan adaptasi bentuk (tipologi) bangunan terhadap iklim, banyak juga interpretasi konsep ini dalam tren yang berkembang dalam masyarakat; sebagai penggunaan material tertentu sebagai representasi dari kekayaan alam tropis, seperti kayu, batuan ekspos, dan material asli yang diekspos lainnya.
  5. 5. PENGERTIAN KANTOR Secara etimologis kantor berasal dari Belanda: “kantoor”, yang maknanya: ruang tempat bekerja, tempat kedudukan pimpinan, jawatan instansi dan sebagainya. Dalam bahasa Inggris “office” memiliki makna yaitu: tempat memberikan pelayanan (service), posisi, atau ruang tempat kerja.Sedangkan di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kantor berarti balai (gedung,rumah,ruang), tempat mengurus suatu pekerjaan, dan tempat bekerja. Pengertian kantor dapat dibedakan menjadi 2, yaitu kantor dalam arti dinamis dan kantor dalam arti statis. Kantor dalam arti makna merupakan proses penyelenggaraan kegiatan pengumpulan, pencatatan, pengolahan, penyimpanan, dan penyampaian/ pendistribusian data/informasi. Atau dapat dikatakan kantor dalam arti dinamis merupakan kegiatan ketatausahaan atau kegiatan administrasi. Sedangkan kantor dalam arti bahasa bisa berarti Ruang kerja, kamar kerja, markas, biro, instansi, lembaga, jawatan, badan, perusahaan, serta tempat atau ruangan penyelenggaraan kegiatan pengumpulan, pencatatan, pengolahan, penyimpanan penyampaian/pendistribusian data/informasi. Selain pengertian-pengertian tersebut, ada beberapa pengertian kantor secara statis menurut beberapa ahli diantaranya yaitu : Menurut Moekijat(1997:3), kantor adalah setiap tempat yang biasanya dipergunakan untuk melaksanakan pekerjaan tata usaha, dengan nama apapun juga tempat tersebut mungkin diberikan. Prajudi Atmosudirjo (1982:25),kantor adalah unit organisasi terdiri atas tempat, staf personel dan operasi ketatausahaan guna membantu pimpinan. Kallaus dan Keeling, office is a functionwhere interdependent system of technology, procedures, and people are at work to manage one of the firm’s most vital resources- information. Dari definisi-definisi diatas dapatlah ditarik kesimpulan bahwa kantor adalah tempat diselenggarakannya kegiatan tata usaha di mana terdapat ketergantungan system antara orang, teknologi, dan prosedur untuk menangani data dan informasi mulai dari menerima, mengumpulkan, mengolah, menyimpan, sampai menyalurkannya.
  6. 6. PEMBAHASAN Kantor yang akan dibahas berikut ini adalah bangunan yang berada di Ibukota Indonesia yaitu Jakarta , berikut data mengenai bangunan ini - Architects: Atelier Cosmas Gozali - Project: Office KCN Marunda - Location: Jakarta, Indonesia - Photography: Fernando Gomulya - Principal Architect: Arch. Dipl. Ing. Cosmas D Gozali, IAI - Architect Team: Raymond Djohan, ST; James Lesmana, ST - Structure Planner: PT. Cipta Sukses - MEP Planner: PT. Mangun Reka Jaya - Site Area: 5000 m2 - Building Area: 300 m2 - DesignYear: 2007 - Building Year: 2009 - Status: Completed Marunda is a beach in northern Jakarta shoreline, where huge container ships dock in this place. The fragments of concrete piles functioned as wave breaker and box‐shaped building with sloped roofing, lined in a row on the calm shoreline. From the open sea, those buildings looked alike with each other, often render the sailors difficult to find the place to dock. The common way of thinking is to decide the communicative building shape to connect with human, next is to decide the needs of the occupants, and then the needs of space.The futuristic architecture concept with the ‘anti‐clear and explicit lines’ is realized into the KCNMarunda project as a company working in harboring and shipping areas. The futuristic shape which has a dramatic tendency is inspired from extraterrestrial objects, such as UFO and meteor. The futuristic concept in the middle of typical buildings was chosen, because from all those buildings there must be a dominant shape. The building looks like a flying outer space architecture. There are many artificial lighting in the lower floor, making it looks as if a UFO is floating. The futuristic concept looked as if it fights the law of nature, with the upper part looks much heavier than the lower part. The objective is to make people gasped and awed, and in the end the building will become a landmark to the surrounding neighborhood. The landscape consisted of rocks and thick trees are arranged with a geometry shaped crop circle. Other than using the conventional wall material, the outer walls of the upper floor are covered with GRC plates. To support modern futuristic concept was originally going to use copper plate but was cancelled due to the copper material tends to draw heat.
  7. 7. GRC plates then arranged asymmetrically and supported by non‐structural steel frames. It also act as a secondary skin to withstand the heat. The irregular and asymmetrical shape is actually studied part by part so that it is compatible and corresponds to the direction of rainfall, wind, and sunlight.
  8. 8. https://www.academia.edu/7867241/analisa_kenyamanan http://www10.aeccafe.com/blogs/arch-showcase/2014/08/29/office-kcn-marunda-in-jakarta- indonesia-by-atelier-cosmas-gozali/

×