Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Sejarah pemikiran ekonomi islam

2,770 views

Published on

Semoga Bermanfaat :)

Published in: Education
  • Be the first to comment

Sejarah pemikiran ekonomi islam

  1. 1. Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam Ekonomi Mikro Syariah
  2. 2. Pemikiran Ekonomi Islam Pemikiran ekonomi Islam adalah respons para pemikir muslim terhadap tantangan-tantangan ekonomi pada masa mereka. Pemikiran ekonomi Islam tersebut diilhami dan dipandu oleh ajaran Al-Quran dan Sunnah juga oleh ijtihad (pemikiran) dan pengalaman empiris mereka.
  3. 3. Pemikiran Ekonomi Islam diawali sejak Nabi Muhammad SAW ditunjuk sebagai seorang Rosul. Rosululoh SAW mengeluarkan sejumlah kebijkan yang menyangkut berbagai hal yang berkaitan dengan masalah kemasyarakatan, selain masalah hukum (fiqih), politik (siyasah), juga masalah perniagaan atau ekonomi (muamalah). Al-Qur’an dan Al- Hadist digunakan sebagai dasar teori ekonomi oleh para khalifah juga digunakan oleh para pengikutnya dalam menata kehidupan ekonomi negara.
  4. 4. Banyak aktivitas pengaturan ekonomi yang dilakukan selama masa kepemimpinan Khulafaur Rasyidin dan Dinasti Umayyah yang berhubungan dengan subyek seperti administrasi tanah kharaj, pengumpulan dan pembayaran zakat serta cara para penguasa dan penasehat menggunakan baitul maal dalam menangani permasalahan ekonomi.
  5. 5. Pemikiran ekonomi Islam berusia setua Islam itu sendiri. Sepanjang 14 abad sejarah Islam menemukan studi yang berkelanjutan tentang isu ekonomi dalam pandangan syariah. Dibutuhkan sekelompok sarjana untuk melakukan studi komprehensif tentang sejarah pemikiran ekonomi Islam dengan cara mengkaji materi-materi.
  6. 6. Menurut Muhammad Nejatullah Ash- Shiddiqy, pemikiran ekonomi Islam adalah respons para pemikir muslim terhadap tantangan-tantangan ekonomi pada masa mereka. Pemikiran ekonomi Islam tersebut diilhami dan dipandu oleh ajaran Al-Quran dan Sunnah, juga oleh ijtihad (pemikiran) dan pengalaman empiris mereka.
  7. 7. Yang menjadi objek kajian dalam pemikiran ekonomi Islam bukanlah ajaran Al-quran dan sunnah tentang ekonomi tetapi pemikiran para ilmuwan Islam tentang ekonomi dalam sejarah atau bagaimana mereka memahami ajaran Al- Quran dan Sunnah tentang ekonomi. Obyek pemikiran ekonomi Islam juga mencakup bagaimana sejarah ekonomi Islam yang terjadi dalam praktek historis.
  8. 8. Perkembangan Ekonomi Islam Ekonomi Mikro Syariah
  9. 9. Perkembangan Ekonomi Islam di bagi menjadi 4 periode 1. Periode pertama / pondasi (masa awal Islam - 450 H / 1058 M) 2. Periode kedua (450 - 850 H / 1058 - 1446 M) 3. Periode ketiga (850-1350 H / 1446 - 1932) 4. Periode kontemporer (1930 - sekarang)
  10. 10. 1. Periode pertama/pondasi (masa awal Islam 450 H/ 1058 M) Periode ini terjadi pada awal masa berdirinya negara Islam di Madinah. Meskipun belum dikatakan sempurna sebagai sebuah studi ekonomi, tapi masa itu merupakan benih bagi tonggak-tonggak timbulnya dasar ekonomi Islam. Secara amaliyah, segala dasar dan praktek ekonomi Islam sebagai sebuah sistem telah dipraktekkan pada masa itu, tentunya dengan kondisi yang amat sederhana sesuai dengan masanya. Lembaga keuangan seperti bank dan perusahaan besar (PT) tentunya belum ditemukan. Namun demikian lembaga moneter di tingkat pemerintahan telah ada, yaitu Baitul Mal. Perusahaan (PT) pun telah dipraktekkan dalam skala kecil dalam bentuk musyawarah.
  11. 11. 2. Periode Kedua (450 – 850 H/ 1058 – 1446 M) Pemikiran ekonomi pada masa ini banyak dilatarbelakangi oleh menjamurnya korupsi dan dekadensi moral, serta melebarnya kesenjangan antara golongan miskin dan kaya, meskipun secara umum kondisi perekonomian masyarakat Islam berada dalam taraf kemakmuran. Terdapat pemikiran-pemikiran besar yang karyanya banyak dijadikan rujukan hingga kini, misalnya Al-Ghazali, Ibnu Taimiyah, Ibnu Khaldun, Al- Maghrizi, Abu Ishaq Al-Syatibi, Abdul Qadir Jaelani, Ibnul Qayyim.
  12. 12. 3. Periode Ketiga (850-1350 H/1446-1932 M) Dalam periode ketiga ini kejayaan pemikiran dan juga dalam bidang lainnya, dari umat Islam sebenarnya telah mengalami penurunan. Setelah terjadi beberapa perkembangan dalam kegiatan ekonomi, para ulama mulai meletakkan kaidah-kaidah bagi dibangunnya sistem ekonomi Islam di sebuah negara atau pemerintahan. Kaidah-kaidah ini mencakup cara-cara bertransaksi (akad), pengharaman riba, penentuan harga, hukum syarikah (PT), pengaturan pasar dan lain sebagainya. Namun kaidah- kaidah yang telah disusun ini masih berupa pasal-pasal yang tercecer dalam buku-buku fiqih dan belum menjadi sebuah buku dengan judul ekonomi Islam. Ekonomi Mikro Syariah
  13. 13. 4. Periode Kontemporer (1930-sekarang) Era tahun 1930-an merupakan masa kebangkitan kembali intelektualitas di dunia Islam, Kemerdekaan Negara-negara muslim dari kolonialisme barat turut mendorong semangat para sarjana muslim dalam mengembangkan pemikirannya. Zarqa mengklasifikasikan kontributor pemikiran ekonomi berasal dari ahli syariah Islam, ahli ekonomi konvensional dan ahli syariah Islam sekaligus ekonomi konvensional.
  14. 14. Ekonomi Islam dalam tiga darsawarsa ini mengalami kemajuan yang pesat, baik dalam kajian akademis di perguruan tinggi maupun dalam praktek operasional. Dalam bentuk pengajaran, ekonomi Islam telah dikembangkan di beberapa universiti baik di negara- negara muslim, maupun di negara-negara barat seperti USA, Inggris, Australia dan lain-lain. Dalam bentuk praktek, ekonomi Islam telah berkembang dalam bentuk lembaga perbankan dan juga lembaga-lembaga Islam non bank lainnya. Sampai saat ini, lembaga perbankan dan lembaga keuangan Islam lainnya telah menyebar ke 75 negara termasuk ke negara barat.
  15. 15. Di Indonesia, perkembangan ekonomi Islam juga telah mengalami kemajuan yang pesat. Pembelajaran tentang ekonomi Islam di ajarkan di beberapa perguruan tinggi negeri maupun swasta. Perkembangan ekonomi Islam telah memulai mendapatkan momentum sejak didirikannya Bank Muamalat pada tahun 1992. Berbagai Undang-Undang yang mendukung tentang sistem ekonomi tersebut mulai dibuat, seperti UU No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana yang telah di ubah dalam Undang-Undang No. 10 tahun 1998 dan Undang-Undang No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia (BI) yang dalam pasal 10, menyatakan bahwa BI dapat menerapkan policy keuangan berdasarkan prinsip-prinsip Syariah.
  16. 16. Sesuai dengan perkembangan ekonomi global dan semakin meningkatnya minat masyarakat dengan ekonomi perbankan secara Islami, ekonomi Islam mendapat tantangan yang sangat besar pula. Setidaknya ada tiga tantangan yang dihadapi yaitu: 1. Ujian atas kredibel sistem ekonomi dan keuangannya. 2. Bagaimana sistem ekonomi Islam dapat meningkatkan dan menjamin atas kelangsungan hidup dan kesejahteraan seluruh umat, dapat menghapus pengangguran dan kemiskinan di Indonesia ini yang semakin marak, serta dapat memajukan ekonomi dalam negeri yang masih terpuruk dan masih bernilai rendah dibandingkan dengan negara lain.
  17. 17. 3. Mengenai perangkat peraturan, hukum dan kebijakan baik dalam skala nasional maupun dalam skala intrnasional. Untuk menjawab pertanyaan itu, telah dibentuk sebuah organisasi yang bergerak dalam bidang tersebut yaitu organisasi IAEI (Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia). Pendirian organisasi ini dimaksudkan untuk membangun jaringan kerja sama dalam mengembangkan ekonomi Islam di Indonesia baik secara akademis maupun secara praktek.
  18. 18. Tokoh-tokoh pemikir ekonomi Islam Ekonomi Mikro Syariah
  19. 19. 1. Zaid bin Ali 2. Abu Hanifah 3. Abu Yusuf 4. Al-Ghazali 5. Ibnu Khaldun
  20. 20. Teori ekonomi dan pemikiran Ibnu Khaldun tentang manusia adalah berdasarkan pada prinsip-prinsip dan falsafah Islam, tidak hanya melihat fungsi manusia dalam aktifitas perekonomian sebagai hewan ekonomi (economic animal), sebaliknyanya beliau mengungkapkan bahwa manusia yang sebenarnya adalah manusia Islam (Islamic Man / homoislamicus) yang memerlukan Ilmu pengetahuan (sumber yang didapatkan dari Allah SWT melalui pengamatan dan observasi) ekonomi untuk memenuhi misinya di muka bumi. Manusia dan Ekonomi
  21. 21. Teori Produksi Ibnu Khaldun mengemukakan suatu teori bahwa kehidupan ekonomi selalu mengarah pada pelaksanaan keseimbangan (equilibrium) antara penawaran dan permintaan. Menurut beliau produksi berdasarkan pada faktor tenaga kerja (buruh) dan kerjasama dari masyarakat. Beliau menganggap tenaga kerja merupakan faktor terpenting dalam proses produksi walaupun faktor lain seperti bahan baku diperlukan, tenaga buruh diperlukan untuk menghasilkan produksi akhir.
  22. 22. Meskipun Ibnu Khaldun tidak secara jelas membedakan antara teori nilai guna (use value) dengan nilai pertukaran (exchange value), tetapi secara tegas beliau mengatakan bahwa nilai suatu barang tergantung pada nilai tenaga kerja yang terlibat dalam proses produksi. Beliau mengatakan, “Semua usaha manusia dan semua tenaga buruh perlu digunakan untuk mendapatkan modal dan keuntungan. Tidak ada jalan lain bagi manusia untuk mendapatkan keuntungan melainkan melalui penggunaan buruh.” Teori Nilai, Uang, dan Harga
  23. 23. Mengenai Uang beliau berpendapat bahwa banyaknya uang tidaklah menetukan kekayaan suatu negara, tetapi ditentukan oleh banyaknya produksi negara tersebut dan neraca pembayarn yang positif. Sejalan dengan pemikiran Al-Ghazali mengenai uang, Ibnu Khaldun menjelaskan bahwa uang tidak perlu mengandung emas dan perak tetapi emas dan perak menjadi standar nilai uang. Uang tidak mengandung emas dan perak merupakan jaminan pemerintah menetapkan nilainya. Karena itu pemerintah tidak boleh mengubahnya.
  24. 24. Pemerintah wajib menjaga niai uang yang dicetak karena masyarakat menerimanya tidak lagi berdasarkan berapa kandungan emas dan perak di dalamnya. Oleh karena itu selain menyarankan digunakan uang standar emas/perak,beliau juga menyarankan konstannya harga emas dan perak. Pada bagian lain, Ibnu Khaldun menjelaskan pengaruh naik turunnya penawaran terhadap harga. Beliau mengatakan, “ketika barang-barang yang tersedia sedikit, maka harga-harga akan naik. Namun bila arak antarkota dekat dan aman untuk melakukan perjalanan, mak akan banyak barang yang diimpor sehingga ketersediaan barang melimpah dan harga-harga akan turun”.
  25. 25. Orang-orang yang BERHENTI BELAJAR akan menjadi PEMILIK MASA LALU. Orang-orang yang masih TERUS BELAJAR akan menjadi PEMILIK MASA DEPAN. Created by : Kelompok 1 Kartika Dwi S.N Khaerunnisa Septiandi Terimakasih ☺☺☺ Ekonomi Mikro Syariah

×