Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
A . M U S L I M I N , L C . , M . H.I
AL-QAWAID
al-FIQHiyah
Definisi
 Segi Bahasa
Kaidah : Asas, dasar, fondasi sesuatu
 Segi Istilah, Imam Al-Suyuthi
Kaidah :
“Kaidah ialah hukum ...
OBJEK & Keutamaan
Objek :
- Mukallaf
- Materi Fiqh (tidak ditemukan nash khusus dalam
al-Qur‟an dan al-Hadits ataupun Ijma...
Hukum mempelajari
 Fardlu Kifayah
 Sebagian ulama mewajibkan dalam menguasai
kaidah-kaidah fiqh bagi para mujtahid, peme...
Kedudukan
 Mempunyai kedudukan yang penting dan amat
besar faedahnya
 Dapat menampilkan hakikat fiqh dan tempat
pengambi...
Keistimewaan
 Mempunyai kaedah-kaedah yang banyak
 Perkataan yang ringkas, tetapi
mengandung makna yang umum
 Setiap ka...
Faedah Mempelajari
 Memudahkan mujtahid dalam menentukan hukum
 Mudah dihafal dan dihimpun satu kaedah
 Membentuk kemam...
Pembentukan kaidah fiqh
 Abad ke 3 – 4 H, Abu Dhahir al-Dhibasi al-
Hanafi telah menumpulkan 17 kaidah
 Abu Sa‟id al-Har...
Kitab-kitab kaidah fiqh
 Madzhab Hanafi
- Ushul al-Karkhi (260-340 H), 37 Kaidah
- Ta‟shis al-Nadzar, al-Dabusi (w 430 H)...
lanjutan…
 Madzhab Syafi‟i
- Qawaid al-Ahkam fi Mashalih al-Anam, Izzudin Abd Salam
(577-660 H)
- Al-Ashbah wa al-Nadhair...
Perbedaan Antara
Qawa’id Fiqhiyyah & Qawa’id usuliyyah
 Usul Fiqh adalah neraca ilmu fiqh untuk
menyimpulkan hukum yang s...
Lanjutan…
 Kaedah usul yang disepakati tidak mempunyai
pengecualian, tetapi kaedah fiqh akan sentiasa
mempunyai pengecual...
Perbedaan antara al-Qa’idah ( )
dan dhabit ( )
 Kaedah menghimpun berbagai furu‟ dari
berbagai bab. Dhabit hanya khusus u...
Perbedaan antara al-Qawa’id al-Fiqhiyyah
dan al-Nazariyyah al-Fiqhiyyah

 Satu atau beberapa tema dalam bidang fiqh yang...
Perbedaan antara kaedah fiqh dan
al-Qa’idah al-tashri’iyyah
 al-Qawa‟id al-tashri‟iyyah adalah
kaedah yang diturunkan ole...
Lima Kaedah Fiqh Utama
 Segala amalan berdasarkan niat
 ( )
 Keyakinan tidak boleh dihilangkan dengan keraguan
 ( )
 ...




Niat
 Tempat Niat di Hati
 Perbuatan Ibadah
- Niat adalah rukun
 Perbuatan Mu‟amalah
- Niat adalah Penentu : Ibadah / B...
cabang Kaedah niat

 Suatu amal dalam pelaksanaannya tidak
disyaratkan niat, baik secara garis besar atau
terperinci, ke...
cabang Kaedah niat

 Suatu amal dalam pelaksanaannya disyaratkan
niat, maka kesalahan akan membatalkan amal
 Sholat : N...
cabang Kaedah niat

 Suatu amal dipastikan niat secara garis besar
kemudian dipastikan terperinci dan ternyata
salah, ma...
cabang Kaedah niat

 Niat dalam sumpah mengkhususkan lafadz „am,
tidak menjadikan „am, lafadz yang khusus.
 Sumpah : ti...
cabang Kaedah niat

 Maksud lafal adalah menurut niat orang yang
mengucapkan, kecuali dalam suatu tempat,
yaitu sumpah d...
cabang Kaedah niat

 Yang dianggap dalam akad adalah maksud-
maksud dan makna-makna, bukan lafal-lafal
dan bentuk-bentuk...
 Yakin :
Sesuatu yang pasti, dengan dasar pemeriksaan
atau dengan dasar dalil (bukti)
 Syak
Suatu hal yang keadaannya ti...
Dalil-dalil kaidah
 HR. Muslim
 HR. Turmudzi
Cabang-cabang kaidah

“Yang pokok atau kuat adalah tetap berlakunya
apa/hukum yang ada menurut keadaannya semula”
Contoh ...
Next…

“Barangsiapa yakin dan ragu-ragu apakah dia telah
melakukan sesuatu atau belum, maka yang lebih kuat
adalah dia be...
Next…

“Yang lebih kuat dari tiap-tiap kejadian perkiraan
waktunya adalah waktu yang terdekat”
Contoh :
Seorang wudlu dar...
Next…


Dasar Hukum Kaidah (madzhab Syafi‟i) :
-
-

menggiring, mendatangkan
kemudahan, tidak memaksakan
Jika ditemukan kesulitan dalam sesuatu, maka
ia menjadi sebab sya...
dalil-dalil
 Al-Hajj : 78

 Al-Baqarah : 185

 Hadits Bukhari

 Hadits Bukhari

Macam keringanan
 Menggugurkan : Ada udzur, Haid dan Nifas
 Mengurangi : Qashar Shalat
 Menggantikan : Wudlu, Mandi den...
Cabang-cabang kaidah

 Apabila sesuatu sempit, maka hukumnya
menjadi luas dan apabila sesuatu itu luas
maka menjadi semp...
Cabang-cabang kaidah
Kedua kaidah itu dikumpulkan oleh
Imam Ghazali dalam Ihya’

„Semua yang melampai batas, maka hukumny...
Cabang-cabang kaidah

 Apa yang diperbolehkan karena udzur, maka batal
dengan hilangnya halangan tadi.
 Contoh : Wanita...
Cabang-cabang kaidah

 Apa yg tidak mungkin menjaga maka dimaafkan
 Contoh : Puasa kumur2, Darah pada pakaian

 Kerin...

Bahaya atau kemudharatan itu telah terjadi
dan akan terjadi. Apabila demikian halnya
wajib untuk dihilangkan
Tujuan Syar...
dalil-dalil
 Al-Baqarah : 231

 Al-Baqarah : 173

 Al-Thalaq : 6

 HR. Ibnu Majah

Cabang-cabang kaidah


 Kemudharatan itu membolehkan yang dilarang
 Contoh :
- Memakan bangkai
- Membongkar kubur
- Me...
Cabang-cabang kaidah



 Apa yg dibolehkan karena darurat diukur sekadar
kadaruratannya
 Contoh :
- Makan bangkai sek...
Cabang-cabang kaidah


 Kemudharatan tidak boleh dihilangkan dengan
kemudharatan
 Contoh :
- Kelaparan tdk blh ambil m...
Cabang-cabang kaidah


 Apabila dua mudharat bertentangan maka
perhatikan yang lebih besar mudharatnya dengan
mengerjak...
Cabang-cabang kaidah

 Kedudukan kebutuhan itu menempati kedudukan
darurat baik umum maupun khusus
 Contoh :
- Jual bel...
Berulang

 Ungkapan dari yg terpendam dalam hati, berulang-ulang, bisa
diterima oleh tabiat yang sehat.

 ‘Urf adalah...
dalil-dalil
 QS : Al-A’raf : 199

 QS : An-Nisa’ : 19

 HR. Abu Dawud

 HR. Ahmad

Cabang-cabang kaidah

 Apa yg biasa diperbuat org banyak adalah hujjah
yang wajib diamalkan
 Contoh :
 Menjahit pakaia...
Cabang-cabang kaidah


 Adat yang dianggap hanyalah yang terus menerus
dan berlaku umum dan bukan yang berlaku jarang
...
Cabang-cabang kaidah

 Sesuatu yang sudah dikenal karena ‘urf seperti yang
disyaratkan dengan suatu syarat.
 Contoh :
...
Kaidah-kaidah umum

 Suatu kewajiban yang tidak sempurna
pelaksanaannya kecuali dengan adanya suatu hal,
maka hal terseb...
Kaidah-kaidah umum

 Apa yg haram digunakannya, haram pula
didapatkannya dan apa yang haram diambilnya haram
pula diberi...
Kaidah-kaidah umum

 Fatwa berubah dan berbeda sesuai dengan
perubahan waktu, tempat, keadaan, niat dan adat.
 Contoh :...
Kaidah-kaidah umum

 Memelihara keadaan yang lama maslahat dan
mengambil yang baru yang lebih maslahat
 Contoh :
 Umar...
Kaidah-kaidah khusus


 Hukum asal sesuatu itu boleh kecuali ada dalil yang
melarang, hukum asal sesuatu itu haram kecu...
Kaidah-kaidah khusus

 Kebijakan seorang pemimpin terhadap rakyatnya
bergantung kepada kemaslahatan
 Contoh :
- Setiap ...
Kaidah-kaidah skala prioritas


 Menolak kemafsadatan didahulukan daripada
meraih kemaslahatan
 Contoh :
- Khamr dan J...
Kaidah-kaidah skala prioritas


 Apabila dua hal mafsadah bertentangan maka
perhatikanlah yang mudharatnya lebih besar ...
Kaidah-kaidah skala prioritas

 Apabila berkumpul antara yang halal dan haram pada
waktu yang sama maka dimenangkan yg h...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Al Qawaid Al Fiqhiyah

13,840 views

Published on

Sekarang susah cari power point tentang Qawaid Fiqh, mudah-mudahan dengan adanya power point ini bisa bermanfaat dan berkah buat saya pribadi dan pembaca pada umumnya, aminn

Published in: Education
  • Be the first to comment

Al Qawaid Al Fiqhiyah

  1. 1. A . M U S L I M I N , L C . , M . H.I AL-QAWAID al-FIQHiyah
  2. 2. Definisi  Segi Bahasa Kaidah : Asas, dasar, fondasi sesuatu  Segi Istilah, Imam Al-Suyuthi Kaidah : “Kaidah ialah hukum kully (kebanyakan, menyeluruh, general) yang meliputi bagian- bagiannya”.
  3. 3. OBJEK & Keutamaan Objek : - Mukallaf - Materi Fiqh (tidak ditemukan nash khusus dalam al-Qur‟an dan al-Hadits ataupun Ijma‟) Keutamaan : “Barang Siapa menguasai ushul fiqh, tentu dia akan sampai kepada maksudnya, dan barang siapa yang menguasai kaidah-kaidah fiqh pasti dialah yang pantas mencapai maksudnya”
  4. 4. Hukum mempelajari  Fardlu Kifayah  Sebagian ulama mewajibkan dalam menguasai kaidah-kaidah fiqh bagi para mujtahid, pemegang keputusan dan terutama bagi para hakim  Umar bin Khattab memberi surat kepada Abu Musa al-Asya‟ri, Umar berkata : “Pelajarilah segala soal yang serupa dan memiliki kesamaan dan qiyaskanlah segala urusan kepada hal-hal yang sebandingnya”.
  5. 5. Kedudukan  Mempunyai kedudukan yang penting dan amat besar faedahnya  Dapat menampilkan hakikat fiqh dan tempat pengambilannya, sumber dan rahasia- rahasianya  Dalil untuk memutuskan dan memahami permasalahan fiqh
  6. 6. Keistimewaan  Mempunyai kaedah-kaedah yang banyak  Perkataan yang ringkas, tetapi mengandung makna yang umum  Setiap kaedah menentukan ciri khusus yang ada pada beberapa himpunan permasalahan sekalipun ia datang dari berbagai tema dan bab yang berlainan
  7. 7. Faedah Mempelajari  Memudahkan mujtahid dalam menentukan hukum  Mudah dihafal dan dihimpun satu kaedah  Membentuk kemampuan fiqh yang kuat  Dapat membedakan dan membandingkan mazhab  Mengetahui rahasia dan hikmah hukum  Mencakup fiqh Islam terhadap segala hukum masalah yang berlaku sesuai zaman, tempat dan keadaan  Memiliki keluasan ilmu dan hasil ijtihadnya lebih mendekati kebenaran, kebaikan dan keindahan  Terampil memahami dan menghadirkan fiqh  Menampakkan pola pikir, filosofi yang rasional
  8. 8. Pembentukan kaidah fiqh  Abad ke 3 – 4 H, Abu Dhahir al-Dhibasi al- Hanafi telah menumpulkan 17 kaidah  Abu Sa‟id al-Harawi al-Syafi‟i menghafal dari Abu Dhahir diantaranya 5 kaidah pokok  100 tahun kemudian muncul Abu Hasan al- Karkhi menambah kaidah Abu Dhahir menjadi 37 kaidah
  9. 9. Kitab-kitab kaidah fiqh  Madzhab Hanafi - Ushul al-Karkhi (260-340 H), 37 Kaidah - Ta‟shis al-Nadzar, al-Dabusi (w 430 H), 86 Kaidah - Al-Ashbah wa al-Nadhair, Ibn Nuzaim (w 970 H), 25 Kaidah  Madzhab Maliki - Al-Furuq, al-Qarafi (w 684 H), 548 kaidah - Al-Qawaid, al-Maqari (w 758 H), 100 kaidah - Idhah al-Masalik ila Qawaid al-Imam Malik, al- Winsyarisi (w 914 H), 118 kaidah
  10. 10. lanjutan…  Madzhab Syafi‟i - Qawaid al-Ahkam fi Mashalih al-Anam, Izzudin Abd Salam (577-660 H) - Al-Ashbah wa al-Nadhair, Taj al-Din Ibn al-Subkhi (w 771 H) - Al-Ashbah wa al-Nadhair, Imam al-Sayuthi (w 911 H)  Madzhab Hambali - Al-Qawaid al-Nuraniyah al-Fiqhiyah, Ibn Taimiyah (661-728 H) - Al-Qawaid al-Fiqhiyah, Ibn Qadhi al-Jabal (w 771 H) - Taqrir al-Qawaid wa Tahrir al-Fawaid, Ibn Rajab, 160 kaidah
  11. 11. Perbedaan Antara Qawa’id Fiqhiyyah & Qawa’id usuliyyah  Usul Fiqh adalah neraca ilmu fiqh untuk menyimpulkan hukum yang sahih  Kaedah usul dibuat untuk mengeluarkan hukum, kaedah fiqh juga untuk mengikat berbagai masalah dengan satu kaedah  Hanya hukum yang ijmali yang masuk dalam kaedah usul. Kaedah fiqh adalah „illah kepada hukum masalah  Kaedah usul hanya terbatas dalam bab usul fiqh saja, sedangkan kaedah fiqh tidak terbatas
  12. 12. Lanjutan…  Kaedah usul yang disepakati tidak mempunyai pengecualian, tetapi kaedah fiqh akan sentiasa mempunyai pengecualian  Kaedah fiqh ada setelah kaedah usul dari segi munculnya  Jika terjadi perselisihan, maka didahulukan hukum yang dihasilkan melalui kaedah usul
  13. 13. Perbedaan antara al-Qa’idah ( ) dan dhabit ( )  Kaedah menghimpun berbagai furu‟ dari berbagai bab. Dhabit hanya khusus untuk satu bab fiqh saja  Kebiasaannya, kandungan kaedah adalah disepakati di kalangan seluruh atau kebanyakan ulama suatu mazhab, tetapi dhabit hanya tertentu kepada satu mazhab saja, bahkan kepada seseorang faqih saja
  14. 14. Perbedaan antara al-Qawa’id al-Fiqhiyyah dan al-Nazariyyah al-Fiqhiyyah   Satu atau beberapa tema dalam bidang fiqh yang mengandung permasalahan-permasalahan atau isu- isu fiqh yang terdiri dari rukun, syarat dan hukum yang dihubungkan oleh satu bentuk hubungan fiqh, dan dihimpun oleh satu kesatuan tema yang meletakkan hukum terhadap elemen-elemen tersebut.
  15. 15. Perbedaan antara kaedah fiqh dan al-Qa’idah al-tashri’iyyah  al-Qawa‟id al-tashri‟iyyah adalah kaedah yang diturunkan oleh Allah dengan jalan yang diyakini dari sudut wurud dan dalalah.  Kaedah fiqh hanya bersifat rajih sedangkan al-qawa‟id al-tashri‟iyyah bersifat yakin.
  16. 16. Lima Kaedah Fiqh Utama  Segala amalan berdasarkan niat  ( )  Keyakinan tidak boleh dihilangkan dengan keraguan  ( )  Kemudaratan hendaklah dihilangkan  ( )  Kesulitan membawa keringanan  ( )  Adat diterima sebagai hukum  ( )
  17. 17.    
  18. 18. Niat  Tempat Niat di Hati  Perbuatan Ibadah - Niat adalah rukun  Perbuatan Mu‟amalah - Niat adalah Penentu : Ibadah / Bukan  Pembeda Tingkatan Ibadah - Fardlu dan Sunnah - Ibadah dan Adat
  19. 19. cabang Kaedah niat   Suatu amal dalam pelaksanaannya tidak disyaratkan niat, baik secara garis besar atau terperinci, kemudian dipastikan dan salah, maka kesalahan ini tidak membahayakan (syahnya amal).  Sholat : Menentukan masjid/rumah, rabu/kamis, imamnya umar/amir, dan ternyata salah, maka sholatny tetap sah. (Karena semua tidak masuk rukun)
  20. 20. cabang Kaedah niat   Suatu amal dalam pelaksanaannya disyaratkan niat, maka kesalahan akan membatalkan amal  Sholat : Niat sholat dhuhur, tidak sah melaksanakn sholat Ashar.  Puasa : Niat Ramadhan, tidak sah untuk puasa nadzar.  Kifarat : Pembunuhan, tidak sah untuk Dzihar.
  21. 21. cabang Kaedah niat   Suatu amal dipastikan niat secara garis besar kemudian dipastikan terperinci dan ternyata salah, maka membahayakan sahnya amal.  Sholat : Niat makmum dengan Umar, ternyata imamnya adalah Zaid, maka tidak sah makmumnya.  Jenazah : Niat untuk laki-laki, ternyata jenazah perempuan, maka tidak sah.
  22. 22. cabang Kaedah niat   Niat dalam sumpah mengkhususkan lafadz „am, tidak menjadikan „am, lafadz yang khusus.  Sumpah : tidak bicara dengan orang, tetapi orang tertentu, maka sumpahnya hanya berlaku untuk orang yang dimaksud.
  23. 23. cabang Kaedah niat   Maksud lafal adalah menurut niat orang yang mengucapkan, kecuali dalam suatu tempat, yaitu sumpah dihadapan qadhi, maka maksud lafal adalah menurut niat qadhi.  Talak : berturut-turut tiga kali, jika niat sebagai awal kalimat jatuh talak tiga, akan tetapi kalau sebagai penguat, jatuh talak satu.
  24. 24. cabang Kaedah niat   Yang dianggap dalam akad adalah maksud- maksud dan makna-makna, bukan lafal-lafal dan bentuk-bentuk perkataan.  Jual beli : Dua orang akad dengan lafal memberi barang dengan pembayaran, maka akad ini sebagai akad jual beli.
  25. 25.  Yakin : Sesuatu yang pasti, dengan dasar pemeriksaan atau dengan dasar dalil (bukti)  Syak Suatu hal yang keadaannya tidak pasti, berada tepat ditengah-tengah antara kemungkinan adanya dan kemungkinan tidak adanya, tanpa ada yang dapat lebih dimenangkan atau dipastikan dari salah satu kedua kemungkinan tersebut
  26. 26. Dalil-dalil kaidah  HR. Muslim  HR. Turmudzi
  27. 27. Cabang-cabang kaidah  “Yang pokok atau kuat adalah tetap berlakunya apa/hukum yang ada menurut keadaannya semula” Contoh : Berbuka menjelang Maghrib tanpa adanya penelitian, kemudian timbul keraguan bahwa kemungkinan matahari belum terbenam, maka puasanya dihukumi batal, sebab menurut yang asal adalah berlakunya hukum sebelum maghrib.
  28. 28. Next…  “Barangsiapa yakin dan ragu-ragu apakah dia telah melakukan sesuatu atau belum, maka yang lebih kuat adalah dia belum melakukan sesuatu”  “Hukum yang lebih kuat dari sesuatu itu asalnya tidak ada” Contoh : Seseorang makan makanan orang lain, ia mengatakan pemiliknya sudah mengizinkan, padahal belum, dalam hal ini dibenarkan pemilik makanan, sebab makan makanan orang lain tidak boleh.
  29. 29. Next…  “Yang lebih kuat dari tiap-tiap kejadian perkiraan waktunya adalah waktu yang terdekat” Contoh : Seorang wudlu dari air sumur, kemudian dia shalat, setelah selesai dia melihat bangkai (tikus) didalam sumur itu. Dia tidak wajib mengqadla (mengulang) shalatnya, kecuali dia yakin bahwa dia wudlu dengan air najis.
  30. 30. Next…   Dasar Hukum Kaidah (madzhab Syafi‟i) : - -
  31. 31.  menggiring, mendatangkan kemudahan, tidak memaksakan Jika ditemukan kesulitan dalam sesuatu, maka ia menjadi sebab syar‟i yang dibenarkan untuk mempermudah, meringankan dan menghapus kesukaran.
  32. 32. dalil-dalil  Al-Hajj : 78   Al-Baqarah : 185   Hadits Bukhari   Hadits Bukhari 
  33. 33. Macam keringanan  Menggugurkan : Ada udzur, Haid dan Nifas  Mengurangi : Qashar Shalat  Menggantikan : Wudlu, Mandi dengan Tayamum  Mendahulukan : Jama’ Taqdim  Mengakhirkan : Jama’ Takhir  Memperbolehkan : Memakan Bangkai  Merubah : Tatacara Shalat karena Takut
  34. 34. Cabang-cabang kaidah   Apabila sesuatu sempit, maka hukumnya menjadi luas dan apabila sesuatu itu luas maka menjadi sempit hukumnya. Contoh : - Wanita tdk berwali ketika bepergian diantara laki2 bkn muhrim - Bejana air terbuat dari tanah bercampur kotoran - Lalat hinggap dikotoran, kemudian hinggap dipakaian - Orang longgar shalatnya harus dalam waktu, syarat dan rukun
  35. 35. Cabang-cabang kaidah Kedua kaidah itu dikumpulkan oleh Imam Ghazali dalam Ihya’  „Semua yang melampai batas, maka hukumnya berbalik kepada kebalikannya‟
  36. 36. Cabang-cabang kaidah   Apa yang diperbolehkan karena udzur, maka batal dengan hilangnya halangan tadi.  Contoh : Wanita haid dilarang shalat dan puasa   Apabila yang asli sukar dikerjakan, maka berpindah kepada penggantinya.  Contoh : wadlu dg tayamum, pejabat dengan wakilnya
  37. 37. Cabang-cabang kaidah   Apa yg tidak mungkin menjaga maka dimaafkan  Contoh : Puasa kumur2, Darah pada pakaian   Keringanan itu tidak dikaitkan dengan kemaksiatan  Contoh : Bepergian tuk maksiat,
  38. 38.  Bahaya atau kemudharatan itu telah terjadi dan akan terjadi. Apabila demikian halnya wajib untuk dihilangkan Tujuan Syari‟ah adalah meraih kemaslahatan dan menolak kemafsadatan. Contoh : larangan menimbun kebutuhan pokok Berbagai sanksi untuk menghilangkan mudharat
  39. 39. dalil-dalil  Al-Baqarah : 231   Al-Baqarah : 173   Al-Thalaq : 6   HR. Ibnu Majah 
  40. 40. Cabang-cabang kaidah    Kemudharatan itu membolehkan yang dilarang  Contoh : - Memakan bangkai - Membongkar kubur - Menangkap, Menghukum pornoaksi dan grafi, pemabuk, pecandu, membela diri
  41. 41. Cabang-cabang kaidah     Apa yg dibolehkan karena darurat diukur sekadar kadaruratannya  Contoh : - Makan bangkai sekedar tidak lapar - Dokter blh melihat sekedar yang sakit - Mengambil rumput orang tuk hewan kelaparan
  42. 42. Cabang-cabang kaidah    Kemudharatan tidak boleh dihilangkan dengan kemudharatan  Contoh : - Kelaparan tdk blh ambil makanan org kelaparan - Tdk boleh ambil darah org yg butuh darah
  43. 43. Cabang-cabang kaidah    Apabila dua mudharat bertentangan maka perhatikan yang lebih besar mudharatnya dengan mengerjakan yang lebih ringan mudharatnya  Contoh : - Membedah mayit demi bayi yang masih hidup - Tidak menutup aurat daripada tinggal shalat - Memotong pohon org lain yg mengganggu - Diam melihat kemungkaran, melarang jd bencana
  44. 44. Cabang-cabang kaidah   Kedudukan kebutuhan itu menempati kedudukan darurat baik umum maupun khusus  Contoh : - Jual beli salam (uang baru barang) - Jialah (memindahkan hutang) - Laki2 pakai sutra karena sakit - Jual beli barang dalam tanah karena susah dikeluarkan
  45. 45. Berulang   Ungkapan dari yg terpendam dalam hati, berulang-ulang, bisa diterima oleh tabiat yang sehat.   ‘Urf adalah apa yg dikenal manusia dan berulang dalam ucapan, perbuatan sampai menjadi biasa dan berlaku umum.
  46. 46. dalil-dalil  QS : Al-A’raf : 199   QS : An-Nisa’ : 19   HR. Abu Dawud   HR. Ahmad 
  47. 47. Cabang-cabang kaidah   Apa yg biasa diperbuat org banyak adalah hujjah yang wajib diamalkan  Contoh :  Menjahit pakaian, yg menyediakan benang, jarum dan mesn jahit serta perlengkapan lain adalah penjahit
  48. 48. Cabang-cabang kaidah    Adat yang dianggap hanyalah yang terus menerus dan berlaku umum dan bukan yang berlaku jarang  Contoh :  Langganan majalah diantar, jk tdk komplain  Waktu hamil tdk lbh dari setahun  Monopause adalah 55 tahun
  49. 49. Cabang-cabang kaidah   Sesuatu yang sudah dikenal karena ‘urf seperti yang disyaratkan dengan suatu syarat.  Contoh :  Gotong royong tidak dibayar
  50. 50. Kaidah-kaidah umum   Suatu kewajiban yang tidak sempurna pelaksanaannya kecuali dengan adanya suatu hal, maka hal tersebut hukumnya wajib.  Contoh :  Membasuh muka adalah sampai batas-batasnya  Photo untuk sim, KTP, ijazah
  51. 51. Kaidah-kaidah umum   Apa yg haram digunakannya, haram pula didapatkannya dan apa yang haram diambilnya haram pula diberikannya.  Contoh :  Khamr, narkoba haram membuat, membeli, membawa, menyimpan dan hasilnya haram.  Hasil korupsi, suap haram.  Ibnu Majah dan Turmudzi : 10 org dikutuk : produsen, distributor, pemakai, pembawa, pengirim, penuang, penjual, pemakai hasil, pembeli dan pemesan
  52. 52. Kaidah-kaidah umum   Fatwa berubah dan berbeda sesuai dengan perubahan waktu, tempat, keadaan, niat dan adat.  Contoh :  Qaul qadim dan qaul jadid  Niat  Nabi Musa dan nabi sebelumnya dengan Nabi Muhammad Saw
  53. 53. Kaidah-kaidah umum   Memelihara keadaan yang lama maslahat dan mengambil yang baru yang lebih maslahat  Contoh :  Umar tidak memberi zakat kepada muallaf karena kondisi sudah berubah  Tidak memotong tangan pencuri  Membagi gono gini baru waris
  54. 54. Kaidah-kaidah khusus    Hukum asal sesuatu itu boleh kecuali ada dalil yang melarang, hukum asal sesuatu itu haram kecuali ada dalil yang membolehkan.  Contoh : - Jual beli, sewa menyewa, hutang piutang, gadai - Ibadah mahdhah
  55. 55. Kaidah-kaidah khusus   Kebijakan seorang pemimpin terhadap rakyatnya bergantung kepada kemaslahatan  Contoh : - Setiap kebijakan yang maslahat dan manfaat bagi rakyat maka itulah yang harus direncanakan, dilaksanakan, diorganisir dan dievaluasi kemajuannya
  56. 56. Kaidah-kaidah skala prioritas    Menolak kemafsadatan didahulukan daripada meraih kemaslahatan  Contoh : - Khamr dan Judi - Kejahatan-kejahatan yang lain
  57. 57. Kaidah-kaidah skala prioritas    Apabila dua hal mafsadah bertentangan maka perhatikanlah yang mudharatnya lebih besar dengan melaksanakan yang mudharatnya lebh kecil  Contoh : - Sanksi bg penjahat dan biarkan kejahatan merajalela - Merusak fisik dan penyakit perut membawa kematian
  58. 58. Kaidah-kaidah skala prioritas   Apabila berkumpul antara yang halal dan haram pada waktu yang sama maka dimenangkan yg haram  Contoh : - Lemak babi dicampur dengan gandum utk roti, maka roti itu haram - Uang hasil korupsi dan uang hasil panen beli laptop, maka laptop itu haram

×