Presentasi Sosialisasi People Health Movement (PHM)

376 views

Published on

Published in: Health & Medicine
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
376
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
4
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Presentasi Sosialisasi People Health Movement (PHM)

  1. 1. Health for All NOW! Aditya Wardhana Indonesia AIDS Coalition Alumni IPHU
  2. 2. People Health Assembly 1 <ul><li>&quot;I am here to show solidarity with fellow activists. There is a need to create a critical mass of people for changing the deteriorating health, social and gender situation.” </li></ul><ul><li>Dr. Mira Shiva, All-India Drug Action Network, PHA, December 2000 </li></ul>
  3. 3. Visi <ul><li>Ekuitas, ekologis pembangunan berkelanjutan dan damai berada di jantung visi kita tentang dunia yang lebih baik - sebuah dunia di mana hidup sehat untuk semua adalah kenyataan, sebuah dunia yang menghormati, menghargai dan merayakan semua kehidupan dan perbedaan; dunia yang memungkinkan berkembangnya bakat dan kemampuan masyarakat untuk saling memperkaya; dunia di mana suara orang-orang memandu keputusan-keputusan yang membentuk kehidupan kita ....&quot; </li></ul>
  4. 4. Objectives <ul><li>Mempromosikan Hak Kesehatan untuk Semua melalui keadilan, partisipatif dan gerakan inter sektoral serta isu akan Hak. </li></ul><ul><li>Mendorong pemerintah dan dan lembaga kesehatan lainnya untuk menjamin akses universal ke perawatan kualitas kesehatan, pendidikan dan pelayanan sosial sesuai dengan kebutuhan rakyat dan bukan kemampuan orang untuk membayar. </li></ul><ul><li>Mempromosikan partisipasi masyarakat dan organisasi masyarakat dalam pelaksanaan, perumusan dan evaluasi semua kebijakan dan program kesehatan serta sosial. </li></ul><ul><li>Mempromosikan kesehatan bersama dengan pemerataan dan pembangunan berkelanjutan sebagai prioritas utama dalam pembuatan kebijakan lokal, nasional dan internasional. </li></ul><ul><li>Mendorong orang untuk mengembangkan solusi mereka sendiri untuk masalah kesehatan setempat. </li></ul><ul><li>Menjaga akuntabilitas otoritas lokal, pemerintah nasional, organisasi internasional dan perusahaan. </li></ul>
  5. 5. Pergerakan Kami <ul><li>Kami adalah Jejaring Global dari Aktivis Kesehatan. </li></ul><ul><li>Kami berjuang untuk revitalisasi Pelayanan Kesehatan Dasar. </li></ul><ul><li>Kami mengadvokasi untuk mengatasi aspek sosial dari kesehatan (social determinants of Health). </li></ul><ul><li>Kami memberdayakan orang untuk mengambil kontrol atas hak-haknya. </li></ul><ul><li>Kami percaya akan Hak Kesehatan bagi Semua! </li></ul>
  6. 6. Strategi Membangun Pergerakan <ul><li>Peningkatan Kapasitas: IPHU (International People Health University) </li></ul><ul><li>Advocacy: </li></ul><ul><ul><li>Rights to Health and Health Care Campaign </li></ul></ul><ul><ul><li>Aksi di WHO dan Forum Internasional Lainnya. </li></ul></ul><ul><li>Riset dan Analisis: Global Health Watch – An alternative Health Report. </li></ul><ul><li>Berjejaring: Country Circles dan Connecting Country Health Leader. </li></ul>
  7. 7. Konteks AIDS di Indonesia. <ul><li>Perjuangan hak atas kesehatan sudah mulai tercipta. </li></ul><ul><li>Investasi di Program AIDS yang sangat besar menjadi sebuah potensi yang bisa dimanfaatkan maksimal di masyarakat sipil. </li></ul><ul><li>Euforia gerakan membuat pengkerucutan issue sehingga isu kesehatan menjadi terkotak-kotak. </li></ul><ul><li>Kondisi ini bisa diatasi jika kita mau melihat ‘di luar kotak’ dan mulai mempertimbangkan social determinant of health. </li></ul>
  8. 8. Komunitas bicara.. <ul><li>ARV disediakan gratis namun pasien tidak mampu mengaksesnya karena jarak, biaya pra - ARV dan biaya administrasi tinggi. </li></ul><ul><li>ODHA belum bisa dicover oleh asuransi swasta dan asuransi pemerintah. </li></ul><ul><li>Layanan pencegahan AIDS masih bergantung akan inisiatif dari masyarakat sipil. </li></ul><ul><li>ARV masih menggantungkan produk import dan terganjal dengan mekanisme patent. </li></ul>
  9. 9. Komunitas bicara… <ul><li>Ketidak merataan akses informasi AIDS menempatkan perempuan menjadi kelompok yang rentan akan HIV. </li></ul><ul><li>Persyaratan kerja bebas dari HIV telah menciptakan sebuah bentuk pemiskinan bagi ODHA. </li></ul><ul><li>Lemahnya politik anggaran pemerintah akan alokasi kesehatan telah memicu ketergantungan yang tinggi akan dana bantuan asing. </li></ul>
  10. 10. Apa yang bisa kita lakukan <ul><li>Terus mengorganisir diri -> fokus tidak hanya pada hasil namun juga kepada proses. </li></ul><ul><ul><li>Bentuk kelompok-kelompok belajar bersama. </li></ul></ul><ul><ul><li>Melakukan kegiatan bersama -> fokus pada kesamaan diatas perbedaan. </li></ul></ul><ul><li>Menggalang jejaring dan dukungan lintas issue. Kesehatan adalah isu pembangunan. </li></ul><ul><li>Sodorkan dan kampanyekan rekomendasi yang sifatnya aplikatif untuk perbaikan akses kesehatan. </li></ul><ul><li>Kembalikan tanggung jawab untuk menjamin hak atas kesehatan kembali kepada negara – maksimalkan peran Puskesmas. Life before Profit! </li></ul>
  11. 11. Link referensi internet <ul><li>PHM: www.phmovement.org </li></ul><ul><li>IPHU: www.iphu.org </li></ul><ul><li>Global Health Watch: http://www.ghwatch.org </li></ul><ul><li>PHM Charter (Indonesia): http://www.phmovement.org/files/phm-pch-indonesian.pdf </li></ul><ul><li>Indonesia AIDS Coalition: www.iac.or.id (under development) </li></ul><ul><li>Kampanye ODHA Berhak Sehat: www.odhaberhaksehat.org </li></ul>
  12. 12. Terima kasih…

×