Strategi pembelajaran active

3,517 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
3,517
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
100
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Strategi pembelajaran active

  1. 1. STRATEGI PEMBELAJARAN ACTIVE LEARNING9 01 2008(Suatu Strategi Pembelajaran Berbasis Student Centred)oleh : Drs. Hartono, M.PdA. Latar BelakangPembelajaran pada dasarnya merupakan upaya untuk mengarahkan anak didik ke dalam prosesbelajar sehingga mereka dapat memperoleh tujuan belajar sesuai dengan apa yang diharapkan.Pembelajaran hendaknya memperhatikan kondisi individu anak karena merekalah yang akanbelajar. Anak didik merupakan individu yang berbeda satu sama lain, memiliki keunikan masing-masing yang tidak sama dengan orang lain. Oleh karena itu pembelajaran hendaknyamemperhatikan perbedaan-perbedaan individual anak tersebut, sehingga pembelajaran benar-benar dapat merobah kondisi anak dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak pahammenjadi paham serta dari yang berperilaku kurang baik menjadi baik. Kondisi riil anak sepertiini, selama ini kurang mendapat perhatian di kalangan pendidik. Hal ini terlihat dari perhatiansebagian guru/pendidik yang cenderung memperhatikan kelas secara keseluruhan, tidakperorangan atau kelompok anak, sehingga perbedaan individual kurang mendapat perhatian.Gejala yang lain terlihat pada kenyataan banyaknya guru yang menggunakan metode pengajaranyang cenderung sama setiap kali pertemuan di kelas berlangsung.Pembelajaran yang kurang memperhatikan perbedaan individual anak dan didasarkan padakeinginan guru, akan sulit untuk dapat mengantarkan anak didik ke arah pencapaian tujuanpembelajaran. Kondisi seperti inilah yang pada umumnya terjadi pada pembelajarankonvensional. Konsekuensi dari pendekatan pembelajaran seperti ini adalah terjadinyakesenjangan yang nyata antara anak yang cerdas dan anak yang kurang cerdas dalam pencapaiantujuan pembelajaran. Kondisi seperti ini mengakibatkan tidak diperolehnya ketuntasan dalambelajar, sehingga sistem belajar tuntas terabaikan. Hal ini membuktikan terjadinya kegagalandalam proses pembelajaran di sekolah.Menyadari kenyataan seperti ini para ahli berupaya untuk mencari dan merumuskan strategi yangdapat merangkul semua perbedaan yang dimiliki oleh anak didik. Strategi pembelajaran yangditawarkan adalah strategi belajar aktif (active learning strategy).B. Strategi Pembelajaran Aktif (Active Learning Strategy)1. PengertianPembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semuapotensi yang dimiliki oleh anak didik, sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajaryang memuaskan sesuai dengan karakteristik pribadi yang mereka miliki. Di samping itupembelajaran aktif (active learning) juga dimaksudkan untuk menjaga perhatian siswa/anak didikagar tetap tertuju pada proses pembelajaran.Beberapa penelitian membuktikan bahwa perhatian anak didik berkurang bersamaan denganberlalunya waktu. Penelitian Pollio (1984) menunjukkan bahwa siswa dalam ruang kelas hanyamemperhatikan pelajaran sekitar 40% dari waktu pembelajaran yang tersedia. Sementarapenelitian McKeachie (1986) menyebutkan bahwa dalam sepuluh menit pertama perthatian siswadapat mencapai 70%, dan berkurang sampai menjadi 20% pada waktu 20 menit terakhir.Kondisi tersebut di atas merupakan kondisi umum yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Hal
  2. 2. ini menyebabkan seringnya terjadi kegagalan dalam dunia pendidikan kita, terutama disebabkananak didik di ruang kelas lebih banyak menggunakan indera pendengarannya dibandingkanvisual, sehingga apa yang dipelajari di kelas tersebut cenderung untuk dilupakan. Sebagaimanayang diungkapkan Konfucius:Apa yang saya dengar, saya lupaApa yang saya lihat, saya ingatApa yang saya lakukan, saya pahamKetiga pernyataan ini menekankan pada pentingnya belajar aktif agar apa yang dipelajari dibangku sekolah tidak menjadi suatu hal yang sia-sia. Ungkapan di atas sekaligus menjawabpermasalahan yang sering dihadapi dalam proses pembelajaran, yaitu tidak tuntasnya penguasaananak didik terhadap materi pembelajaran.Mel Silberman (2001) memodifikasi dan memperluas pernyataan Confucius di atas menjadi apayang disebutnya dengan belajar aktif (active learning), yaitu :Apa yang saya dengar, saya lupaApa yang saya dengar dan lihat, saya ingat sedikitApa yang saya dengar, lihat dan tanyakan atau diskusikan dengan beberapa teman lain, sayamulai pahamApa yang saya dengar, lihat, diskusikan dan lakukan, saya memperoleh pengetahuan danketerampilanApa yang saya ajarkan pada orang lain, saya kuasaiAda beberapa alasan yang dikemukakan mengenai penyebab mengapa kebanyakan orangcenderung melupakan apa yang mereka dengar. Salah satu jawaban yang menarik adalah karenaadanya perbedaan antara kecepatan bicara guru dengan tingkat kemampuan siswa mendengarkanapa yang disampaikan guru. Kebanyakan guru berbicara sekitar 100-200 kata per menit,sementara anak didik hanya mampu mendengarkan 50-100 kata per menitnya (setengah dari apayang dikemukakan guru), karena siswa mendengarkan pembicaraan guru sambil berpikir. Kerjaotak manusia tidak sama dengan tape recorder yang mampu merekam suara sebanyak apa yangdiucapkan dengan waktu yang sama dengan waktu pengucapan. Otak manusia selalumempertanyakan setiap informasi yang masuk ke dalamnya, dan otak juga memproses setiapinformasi yang ia terima, sehingga perhatian tidak dapat tertuju pada stimulus secaramenyeluruh. Hal ini menyebabkan tidak semua yang dipelajari dapat diingat dengan baik.Penambahan visual pada proses pembelajaran dapat menaikkan ingatan sampai 171% dariingatan semula. Dengan penambahan visual di samping auditori dalam pembelajaran kesan yangmasuk dalam diri anak didik semakin kuat sehingga dapat bertahan lebih lama dibandingkandengan hanya menggunakan audio (pendengaran) saja. Hal ini disebabkan karena fungsi sensasiperhatian yang dimiliki siswasaling menguatkan, apa yang didengar dikuatkan oleh penglihatan (visual), dan apa yang dilihatdikuatkan oleh audio (pendengaran). Dalam arti kata pada pembelajaran seperti ini sudah diikutioleh reinforcement yang sangat membantu bagi pemahaman anak didik terhadap materipembelajaran.Penelitian mutakhir tentang otak menyebutkan bahwa belahan kanan korteks otak manusiabekerja 10.000 kali lebih cepat dari belahan kiri otak sadar. Pemakaian bahasa membuat orangberpikir dengan kecepatan kata. Otak limbik (bagian otak yang lebih dalam) bekerja 10.000 kalilebih cepat dari korteks otak kanan, serta mengatur dan mengarahkan seluruh proses otak kanan.Oleh karena itu sebagian proses mental jauh lebih cepat dibanding pengalaman atau pemikiransadar seseorang (Win Wenger, 2003:12-13). Strategi pembelajaran konvensional pada umumnya
  3. 3. lebih banyak menggunakan belahan otak kiri (otak sadar) saja, sementara belahan otak kanankurang diperhatikan. Pada pembelajaran dengan Active learning (belajar aktif) pemberdayaanotak kiri dan kanan sangat dipentingkan.Thorndike (Bimo Wagito, 1997) mengemukakan 3 hukum belajar, yaitu :1. law of readiness, yaitu kesiapan seseorang untuk berbuat dapat memperlancar hubunganantara stimulus dan respons.2. law of exercise, yaitu dengan adanya ulangan-ulangan yang selalu dikerjakan maka hubunganantara stimulus dan respons akan menjadi lancar3. law of effect, yaitu hubungan antara stimulus dan respons akan menjadi lebih baik jika dapatmenimbulkan hal-hal yang menyenangkan, dan hal ini cenderung akan selalu diulang.Proses pembelajaran pada dasarnya merupakan pemberian stimulus-stimulus kepada anak didik,agar terjadinya respons yang positif pada diri anak didik. Kesediaan dan kesiapan mereka dalammengikuti proses demi proses dalam pembelajaran akan mampu menimbulkan respons yang baikterhadap stimulus yang mereka terima dalam proses pembelajaran. Respons akan menjadi kuatjika stimulusnya juga kuat. Ulangan-ulangan terhadap stimulus dapat memperlancar hubunganantara stimulus dan respons, sehingga respons yang ditimbulkan akan menjadi kuat. Hal ini akanmemberi kesan yang kuat pula pada diri anak didik, sehingga mereka akan mampumempertahankan respons tersebut dalam memory (ingatan) nya. Hubungan antara stimulus danrespons akan menjadi lebih baik kalau dapat menghasilkan hal-hal yang menyenangkan. Efekmenyenangkan yang ditimbulkan stimulus akan mampu memberi kesan yang mendalam padadiri anak didik, sehingga mereka cenderung akan mengulang aktivitas tersebut. Akibat dari halini adalah anak didik mampu mempertahan stimulus dalam memory mereka dalam waktu yanglama (longterm memory), sehingga mereka mampu merecall apa yang mereka peroleh dalampembelajaran tanpa mengalami hambatan apapun.Active learning (belajar aktif) pada dasarnya berusaha untuk memperkuat dan memperlancarstimulus dan respons anak didik dalam pembelajaran, sehingga proses pembelajaran menjadi halyang menyenangkan, tidak menjadi hal yang membosankan bagi mereka. Dengan memberikanstrategi active learning (belajar aktif) pada anak didik dapat membantu ingatan (memory)mereka, sehingga mereka dapat dihantarkan kepada tujuan pembelajaran dengan sukses. Hal inikurang diperhatikan pada pembelajaran konvensional.Dalam metode active learning (belajar aktif) setiap materi pelajaran yang baru harus dikaitkandengan berbagai pengetahuan dan pengalaman yang ada sebelumnya. Materi pelajaran yang barudisediakan secara aktif dengan pengetahuan yang sudah ada. Agar murid dapat belajar secaraaktif guru perlu menciptakan strategi yang tepat guna sedemikian rupa, sehingga peserta didikmempunyai motivasi yang tinggi untuk belajar. (Mulyasa, 2004:241)Dari uraian di atas dapat ditarik beberapa perbedaan antara pendekatan pembelajaran Activelearning (belajar aktif) dan pendekatan pembelajaran konvensional, yaitu :Pembelajaran konvensional Pembelajaran Active learningBerpusat pada guru Berpusat pada anak didikPenekanan pada menerima pengetahuan Penekanan pada menemukanKurang menyenangkan Sangat menyenangkanKurang memberdayakan semua Membemberdayakan semuaindera danpotensi anak didik indera dan potensi anak didikMenggunakan metode yang monoton Menggunakan banyak metodeKurang banyak media yang digunakan Menggunakan banyak media
  4. 4. Tidak perlu disesuaikan dengan Disesuaikan denganPengetahuan yang sudah ada pengetahuan yang sudah adaPerbandingan di atas dapat dijadikan bahan pertimbangan dan alasan untuk menerapkan strategipembelajaran active learning (belajar aktif) dalam pembelajaran di kelas.Selain itu beberapa hasil penelitian yang ada menganjurkan agar anak didik tidak hanya sekedarmendengarkan saja di dalam kelas. Mereka perlu membaca, menulis, berdiskusi atau bersama-sama dengan anggta kelas yang lain dalam memecahkan masalah. Yang paling penting adalahbagaimana membuat anak didik menjadi aktif, sehingga mampu pula mengerjakan tugas-tugasyang menggunakan kemampuan berpikir yang lebih tinggi, seperti menganalisis, membuatsintesis dan mengevaluasi. Dalam konteks ini, maka ditawarkanlah strategi-strategi yangberhubungan dengan belajar aktif. Dalam arti kata menggunakan teknik active learning (belajaraktif) di kelas menjadi sangat penting karena memiliki pengaruh yang besar terhadap belajarsiswa.2. Aplikasi Active learning (belajar aktif) dalam PembelajaranL. Dee Fink (1999) mengemukakan model active learning (belajar aktif) sebagai berikut.Dialog dengan diri sendiri adalah proses di mana anak didik mulai berpikir secara reflektifmengenai topik yang dipelajari. Mereka menanyakan pada diri mereka sendiri mengenai apayang mereka pikir atau yang harus mereka pikirkan, apa yang mereka rasakan mengenai topikyang dipelajari. Pada tahap ini guru dapat meminta anak didik untuk membaca sebuah jurnal atauteks dan meminta mereka menulis apa yang mereka pelajari, bagaimana mereka belajar, apapengaruh bacaan tersebut terhadap diri mereka.Dialog dengan orang lain bukan dimaksudkan sebagai dialog parsial sebagaimana yang terjadipada pengajaran tradisional, tetapi dialog yang lebih aktif dan dinamis ketika guru membuatdiskusi kelompok kecil tentang topik yang dipelajari.Observasi terjadi ketika siswa memperhatikan atau mendengar seseorang yang sedangmelakukan sesuatu hal yang berhubungan dengan apa yang mereka pelajari, apakah itu guru atauteman mereka sendiriDoing atau berbuat merupakan aktivitas belajar di mana siswa berbuat sesuatu, seperti membuatsuatu eksperimen, mengkritik sebuah argumen atau sebuah tulisan dan lain sebagainya.Ada banyak metode yang dapat digunakan dalam menerapkan active learning (belajar aktif)dalam pembelajaran di sekolah. Mel Silberman (2001) mengemukakan 101 bentuk metode yangdapat digunakan dalam pembelajaran aktif. Kesemuanya dapat diterapkan dalam pembelajaran dikelas sesuai dengan jenis materi dan tujuan yang diinginkan dapat dicapai oleh anak. Metodetersebut antara lain Trading Place (tempat-tempat perdagangan), Who is in the Class?(siapa dikelas), Group Resume (resume kelompok), prediction (prediksi), TV Komersial, the companyyou keep (teman yang anda jaga), Question Student Have (Pertanyaan Peserta Didik),reconnecting (menghubungkan kembali), dan lain sebagainya.Dalam kesempatan ini penulis mencoba menyajikan beberapa model pembelajaran aktif yangdisajikan Silberman.Question Student Have (Pertanyaan Peserta Didik)Metode Question Student Have ini digunakan untuk mempelajari tentang keinginan dan harapan
  5. 5. anak didik sebagai dasar untuk memaksimalkan potensi yang mereka miliki. Metode inimenggunakan sebuah teknik untuk mendapatkan partisipasi siswa melalui tulisan. Hal ini sangatbaik digunakan pada siswa yang kurang berani mengungkapkan pertanyaan, keinginan danharapan-harapannya melalui percakapan.Prosedur :1. Bagikan kartu kosong kepada siswa2. Mintalah setiap siswa menulis beberapa pertanyaan yang mereka miliki tentang mata pelajaranatau sifat pelajaran yang sedang dipelajari3. Putarlah kartu tersebut searah keliling jarum jam. Ketika setiap kartu diedarkan pada pesertaberikutnya, peserta tersebut harus membacanya dan memberikan tanda cek di sana jikapertanyaan yang sama yang mereka ajukan4. Saat kartu kembali pada penulisnya, setiap peserta telah memeriksa semua pertanyaan yangdiajukan oleh kelompok tersebut. Fase ini akan mengidentifikasi pertanyaan mana yang banyakdipertanyakan. Jawab masing-masing pertanyaan tersebut dengan :a. Jawaban langsung atau berikan jawaban yang beranib. Menunda jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut sampai waktu yang tepatc. Meluruskan pertanyaan yang tidak menunjukkan suatu pertanyaan5. Panggil beberapa peserta berbagi pertanyaan secara sukarela, sekalipun pertanyaan merekatidak memperoleh suara terbanyak6. Kumpulkan semua kartu. Kartu tersebut mungkin berisi pertanyaan-pertanyaan yang mungkindijawab pada pertemuan berikutnya.Variasi :1. Jika kelas terlalu besar dan memakan waktu saat memberikan kartu pada siswa, buatlah kelasmenjadi sub- kelompok dan lakukan instruksi yang sama. Atau kumpulkan kartu dengan mudahtanpa menghabiskan waktu dan jawab salah satu pertanyaan2. Meskipun meminta pertanyaan dengan kartu indeks, mintalah peserta menulis harapan merekadan atau mengenai kelas, topik yang akan anda bahas atau alasan dasar untuk partisipasi kelasyang akan mereka amati.3. Variasi dapat pula dilakukan dengan meminta peserta untuk memeriksa dan menjawab semuapertanyaan yang diajukan oleh kelompok tersebut, sehingga fase ini akan dapat mengidentifikasipertanyaan mana yang mendapat jawaban terbanyak, sebagai indikasi penguasaan anak terhadapobjek yang dipertanyakan.Reconnecting (menghubungkan kembali)Metode reconnecting (menghubungkan kembali) ini digunakan untuk mengembalikan perhatiananak didik pada pelajaran setelah beberapa saat tidak melakukan aktivitas tersebut.Prosedur :1. Ajaklah anak didik kembali kepada pelajaran. Jelaskan pada anak didik bahwa menghabiskanbeberapa menit untuk mengaitkan kembali pelajaran dengan pengetahuan anak akan memberimakna yang berarti.2. Tentukan satu atau lebih dari pertanyaan-pertanyaan berikut ini kepada para peserta didik :• Apa saja yang masih anda ingat tentang pelajaran terakhir kita ? apa saja yang masih bertahandalam diri anda ?• Sudahkah anda membaca / berpikir /melakukan sesuatu yang dirangsang oleh pelajaran terakhikita ?• Pengalaman menarik apa yang telah anda miliki di antara pelajaran-pelajaran?
  6. 6. • Apa saja yang ada dalam pikiran anda sekarang (misal nya sebuah kekhawatiran) yangmungkin mengganggu kemampuan anda untuk memberi perhatian pebuh terhadap pelajaran hariini?• Bagaimana perasaan anda hari ini? (Dapat dilakukan dengan memberikan metafor, seperti“Saya merasa bagaikan pisang busuk3. Dapatkan respons dengan menggunakan salah satu format, seperti sub-kelompok ataupembicara dengan urutan panggilan berikutnya4. Hubungkan dengan topik sekarangVariasi :1. Lakukan sebuah ulasan tentang pelajaran yang telah lalu2. Sampaikan dua pertanyaan, konsep atau sejumlah informasi yang tercakup dalam pelajaranyang lalu. Mintalah peserta didik untuk memberikan suara terhadap sesuatu yang paling merekasukai agar anda mengulas pelajaran tersebut. Ulaslah pertanyaan, konsep, atau informasi yangmenang.Pengajaran Sinergetik (Synergetic Teaching)Metode ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada siswa membandingkanpengalaman-pengalaman (yang telah mereka peroleh dengan teknik berbeda) yang merekamiliki.Prosedur :a. Bagi kelas menjadi dua kelompokb. Salah satu kelompok dipisahkan ke ruang lain untuk membaca topik pelajaranc. Kelompok yang lain diberikan materi pelajaran yang sama dengan metode yang diinginkanoleh guru.d. Pasangkan masing-masing anggota kelompok pembaca dan kelompok penerima materipelajaran dari guru dengan tugas menyimpulkan/meringkas materi pelajaran.Kartu Sortir (Card Sort)Metode ini merupakan kegiatan kolaboratif yang bisa digunakan untuk mengajarkan konsep,penggolongan sifat, fakta tentang suatu objek, atau mengulangi informasi.Prosedur :a. Masing-masing siswa diberikan kartu indek yang berisi materi pelajaran. Kartu indek dibuatberpasangan berdasarkan definisi, kategori/kelompok, misalnya kartu yang berisi aliran empirisdengan kartu pendidikan ditentukan oleh lingkungan dll. Makin banyak siswa makin banyak pulapasangan kartunya.b. Guru menunjuk salah satu siswa yang memegang kartu, siswa yang lain diminta berpasangandengan siswa tersebut bila merasa kartu yang dipegangnya memiliki kesamaan definisi ataukategori.c. Agar situasinya agak seru dapat diberikan hukuman bagi siswa yang melakuan kesalahan.Jenis hukuman dibuat atas kesepakatan bersama.d. Guru dapat membuat catatan penting di papan tulis pada saat prosesi terjadi.TRADING PLACEMetode ini memungkinkan peserta didik lebih mengenal, tukar menukar pendapat danmempertimbangkan gagasan, nilai atau pemecahan baru terhadap berbagai masalah.
  7. 7. Prosedur :1. beri peserta didik satu atau lebih catatan-catatan Post-it (tentukan apakah kegiatan tersebutakan berjalan lebih baik dengan membatasi para peserta didik terhadap sebuah atau beberapakontribusi)2. mintalah mereka untuk menulis dalam catatan merea salah satu dari hal berikut :a. sebuah nilai yang mereka pegangb. sebuah pengalaman yang telah mereka miliki saat inic. sebuah ide atau solusi kreatif terhadap sebuah problema yang telah anda tentukand. sebuah pertanyaan yang mereka miliki mengenai persoalan dari mata pelajarane. sebuah opini yang mereka pegang tentang sebuah topik pilihan andaf. sebuah fakta tentang mereka sendiri atau persoalan pelajaran3. mintalah peseta didik menaruh (menempelkan) catatan tersebut pada pakaian mereka danmengelilingi ruangan dengan atau sambil membaca tiap catatan milik peserta yang lain4. kemudian, suruhlah para peserta didik berkumpul sekali lagi dan mengasosiasikan sebuahpertukaran catatan-catatan yang telah diletakkan pada tempatnya (trade of Post-it notes) satusama lain. Pertukaran itu hendaknya didasarkan pada sebuah keinginan untuk memiliki sebuahnilai, pengalaman, ide, pertanyaan, opini atau fakta tertentu dalam waktu yang singkat. Buatlahaturan bahwa semua pertukaran harus menjadi dua jalan. Doronglah peserta didik untukmembuat sebanyak mungkin pertukaran yang mereka sukai.5. kumpulkan kembali kelas tersebut dan mintalah para peserta didik berbagi pertukaran apayang mereka buat dan mengapa demikian. (misalnya : Mita : “Saya menukar catatan denganSonya karena dia telah membuat catatan tentang perjalanan ke Eropa Timur. Saya menyukaiperjalanan ke sana karena saya mempunyai nenek moyang yang berasal dari Hongaria danUkrainaWHO IN THE CLASS?Metode ini digunakan untuk memecahkan kebekuan suasana dalam kelas. Teknik ini lebih miripdengan perburuan terhadap teman-teman di kelas daripada terhadap benda. Strategi inimembantu perkembangan pembangunan team (team building) dan membuat gereakan fisikberjalan tepat pada permulaan gerakan fisik berjalan tepat pada permulaan sebuah perjalanan.Prosedur:1. Buatlah 6 sampau 10 pertanyaan deskriptif untuk melengkapi frase : Carilah seseorangyang…………Suka/senang menggambarMengetahui apa yang dimaksud rebondingMengira bahwa hari ini akan hujanBerperilaku baikTelah mengerjakan PRPunya semangat kuat dalam belajardll2. Bagikan pernyataan-pernyataan itu kepada peserta didik dan berikah beberapaperintah berikut:Kegiatan ini seperti sebuah perburuan binatang, kecuali bahwa anda mencari orang sebagaipengganti benda. Ketika saya berkata “mulai” kelilingilah ruangan dengan mencari orang-orangyang cocok dengan pernyataan ini. Anda bisa menggunakan masing-masing orang hanya untuk
  8. 8. sebuah pernyataan, meskipun dia memiliki kecocokan lebih dari satu. Tulislah nama orangtersebut3. ketika kebanyakan peserta didik telah selesai, beri tanda stop berburu dan kumpulkan kembalike kelas.4. guru dapat menawarkan sebuah hadiah penghargaan teradap orang yang selesai pertama kali.Yang lebih penting surveilah kelas tersebut. Kembangkan diskusi singkat tentang beberapabagian yang mungkin merangsang perhatian dalam topik pelajaran.Resume kelompokTeknik resume secara khusus menggambarkan sebuah prestasi , kecakapan dan pencapaianindividual, sedangkan resume kelompok merupakan cara yang menyenangkan untuk membantupara peserta didi lebih mengenal atau melakukan kegiatan membangun tem dari sebuahkelompok yang para anggotanya telah mengenal satu sama lain.Prosedur :1. Bagilah peserta didik ke dalam kelompok sekitar 3 sampai 6 anggota2. beritahukan kelas itu bahwa kelas berisi sebuah kesatuan bakat dan pengalaman yang sangathebat3. sarankan bahwa salah satu cara untuk mengenal dan menyampaikan sumber mata pelajaranadalah dengan membuat resume kelompok.4. berikan kelompok cetakan berita dan penilai untuk menunjukkan resume mereka. Resumetersebut seharusnya memasukkan beberapa informasi yang bisa menjual kelompok tersebutsecara keseluruhan. Data yang disertakan bisa berupa :latar belakang pendidikan; sekolah-sekolah yang dimasukipengetahuan tentang isi pelajaranpengalaman kerjaposisi yang pernah dipegangketerampilan-keterampilanhobby, bakat, perjalanan, keluargaprestasi-prestasi5. ajaklah masing-masing kelompok untuk menyampaikan resumenyaPREDICTION (PREDIKSI)Metode ini dapat membantu para siswa menjadi kenal satu sama lainProsedur :1. bentuklah sub-sub kelompok dari 3 sampai 4 orang siswa (yang relatif masih asing satu samalain)2. beritahukan pada peserta didik bahwa pekerjaan mereka adalah meramalkan bagaimanamasing-masing orang dalam kelompoknya akan menjawab pertanyaan tertentu yang telahdipersiapkan untuk mereka, seperti :a. kamu menyukai musik apa?b. Apa di antara kegiatan waktu luang favorit anda?c. Berapa jam kamu bisa tidur malam?d. Berapa saudara kandung yang kamu miliki dan kamu berada pada urutan berapa?e. Di mana kamu dibesarkan?f. Seperti apa kamu ketika masih kecil?
  9. 9. g. Apakah orang tua kamu bersikap toleran atau ketat?h. Pekerjaan apa yang telah kamu miliki?3. mintalah sub-sub kelompok mulai dengan memilih satu orang sebagaoi subyek pertamanya.Dorong anggota kelompok se spesifik mungkin dalam prediksi mereka mengenai orang itu.Beritahukan mereka agar tidak takut tentang tebakan-tebakan yang berani.4. mintalah masing-masing anggota kelompok bergiliran sebagai orang fokus/utama.Tv KomersialMetode ini dapat menghasilkan pembangunan team (team building) yang cepatProsedur :1. bagilah peserta didik ke dalam team yang tidak lebih dari 6 anggota2. mintalah team-team membuat iklan TV 30 detik yang meniklankan masalah pelajaran denganmenekankan nilainya bagi meraka atau bagi dunia3. iklan hendaknya berisi sebuah slogan (sebagai contoh “Lebih baik hidup dengan ilmu Kimia”)dan visual (misalnya, produk-produk kimia terkenal)4. jelaskan bahwa konsep umum dan sebuah outline dari iklan tersebut sesuai. Namun jika teamingin memerankan iklannya, hal tersebut baik juga.5. sebelum masing-masing team mulai merencanakan iklannya, maka diskusikan karakteristikdari beberapa iklan yang saat ini terkenal untuk merangsang kreatifitas (misalnya penggunaansebuah kepribadian terkenal, humor, perbandingan terhadap persaingan, daya tarik sex)6. mintalah masing-masing team menyampaikan ide-idenya. Pujilah kreatifitas setiap orang.The Company You KeepMetode ini digunakan untuk membantu siswa sejak awal agar lebih mengenal satu sama lainaktivitas kelas bergerak dengan cepat dan amat menyenangkan.Prosedur :1. buatlah datar kategori yang anda pikir mungkin tepat dalam sebuah kegiatan untuk lebihmengenal pelajaran yang anda ajar. Kategori-kategori tersebut meliputi :a. bulan kelahiranb. orang yang suka atau tidak suka suatu objekc. kesukaan seseorangd. tangan yang digunakan untuk menulise. warna sepatuf. setuju atau tidak dengan beberapa pernyataan opini tentang sebuah isi hangat (misalnya“Jaminan pemeliharaan kesehatan hendaknya bersifat universal”)Catatan: Kategori dapat pula dikaitkan langsung dengan materi pelajaran yang diajarkan2. bersihkan ruang lantaiagar peserta didik dapat berkeliling dengan bebas3. sebutkan sebuah kategori. Arahkan para peserta didik untuk menentukan secepat mungkinsemua orang yang akan mereka kaitkan dengan kategori yang ada. Misal para penulis dengantangan kanan dan penulis dengan tangan kiri akan terpisah menjadi dua bagian.4. ketika para peserta didik telah membentuk kelompok-kelompok yang tepat, mintalah merekaberjabatan tangan dengan teman yang mereka jaga. Ajaklah semua untuk mengamati dengantepat berapa banyak otang yang ada di dalam kelompok-kelompok yang berbeda.5. lanjutkan segera pada kategori berikutnya. Jagalah peserta didik tetap bergerak dari kelompok
  10. 10. ke kelompok ketika anda mengumumkan kategori-kategori baru.6. kumpulkan kembali seluruh kelas. Diskusikan perbedaan peserta didik yang muncul darilatihan itu. (http://edu-articles.com/)DAFTAR BACAANBonwell, Charles C., dan James A. Eison, Active Learning: Creating Excitement in theClassroom, http://www.gwu.edu/eriche.Dee Fink, L., Active Learning, reprinted with permission of the Oklahoma InstructionalDevelopment Program, 1999,http://www.edweb.sdsu.edu/people/bdodge/Active/ActiveLearning.htmlDjamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta, Rineka Cipta,2002.McKeachie W., Teaching Tips: A Guidebook for the Beginning College Teacher, Boston, D.C.Health, 1986.Mulyasa, E., Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), Konsep, Karakteristik dan Implementasi,Bandung, Remaja Rosdakarya, 2004.Pollio, H.R., “What Students Think About and Do in College Lecture Classes” dalam Teaching-Learning Issues No. 53, Knoxville, Learning Research Centre, University of Tennesse, 1984.Silberman, Mel, Active Learning, 101 Strategi Pembelajaran Aktif, (terjemahan Sarjuli et al.)Yogyakarta, YAPPENDIS, 2004.Walgito, Bimo, Pengantar Psikologi Umum, Yogyakarta, Andi Offset, 1997.Wenger, Win, Beyond Teaching and Learning, Memadukan Quantum Teaching & Learning,(terjemahan Ria Sirait dan Purwanto), Nuansa, 2003.Yamin, Martinis, Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi, Jakarta, Gaung Persada Press,2003.

×