Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Alzheimer - Yang Dibutuhkan Hanyalah Cinta

130 views

Published on

Penderita alzheimer tidak paham apa yang mereka alami. Pahami, maka Anda akan menyayangi mereka.

Published in: Health & Medicine
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Alzheimer - Yang Dibutuhkan Hanyalah Cinta

  1. 1. 66 pesona.co.id juli 2016 HEALTH FEATURE-ZN CEK.indd 66 6/15/2016 8:06:58 PM
  2. 2. juli 2016 pesona.co.id 67 Penderita Alzheimer tidak paham apa yang mereka alami. Pahami, maka Anda akan menyayangi mereka. TEKS: Tenni Purwanti foto: 123RF Teman kerja saya kerap terlambat tiba di kantor. Alasannya selalu soal ibunya yang kini menderita Alzheimer. Ibunya sering tiba- tiba menghilang dari rumah bila ada salah satu anggota keluarga lupa mengunci dan mencabut kunci pintu rumah. Masalahnya, sang ibu sering kali lupa jalan pulang. Yang tak kalah bikin pusing, sang ibu menuduh pembantu mencuri barang-barangnya, padahal barang-barang tersebut hanya terselip di suatu tempat. Pertengkaran antar kakak-adik pun tak terelakkan karena ibu mereka mengatakan sering tidak diberi makan oleh anak bungsunya. MENURUNNYA MEMORI, proses berpikir, berperilaku, dan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari adalah gejala demensia menurut World Health Organization (WHO). Meski umumnya dialami oleh orang berusia di atas 60 tahun, demensia bukan bagian normal dari penuaan, sehingga dalam beberapa kasus dialami oleh mereka yang masih muda. Demensia adalah sindrom yang disebabkan oleh banyak faktor. Sebanyak 60%-70% karena penyakit Alzheimer, kemudian diikuti Yang Dibutuhkan Adalah Cinta oleh stroke, penyumbatan pembuluh darah (demensia vaskuler), dan lainnya. “Orang yang menderita Alzheimer belum tentu mengalami demensia,” ujar dr. Rocksy Fransisca, SpS, ahli saraf dari Memory and Aging Clinic Siloam Hospitals Lippo Karawaci. Sebab, Alzheimer memiliki tingkatan seperti kanker yang memiliki stadium. Pada tingkatan tertentu, baru seseorang sampai pada tahap demensia. “Misalnya, seorang guru yang menderita Alzheimer, kalau masih bisa mengajar berarti ia belum sampai demensia. Kalau sudah tidak bisa mengajar, berarti ia telah sampai pada demensia,” jelas dr. Rocksy. Fase Mild Cognitive Impairment (MCI) adalah tahap awal Alzheimer. Fase ini adalah tahap sebelum atau pra demensia Alzheimer. Tandanya, penderita lupa pada peristiwa yang baru terjadi. Ia juga mulai lupa meletakkan benda-benda yang dipakai sehari- hari. “Kemudian fungsi eksekutifnya mulai terganggu. Misalnya yang hobi memasak mulai lupa bahan dan langkah-langkah memasak,” jelas dr. Rocksy. Terganggunya fungsi eksekutif ini juga menandakan penderita mulai masuk ke HEALTH FEATURE-ZN CEK.indd 67 6/15/2016 8:06:58 PM
  3. 3. 68 pesona.co.id juli 2016 tahap demensia ringan. Meski tampak mengkhawatirkan dan membuat orang lain bingung, pada tahap ringan ini penderita masih dapat menjalani latihan fisik seperti olahraga dan kegiatan yang memicu otak untuk bekerja. Misalnya brain gym, mengisi TTS, atau menari. Selain itu dokter akan memberikan obat. Pemberian aktivitas fisik dan obat bukan bertujuan untuk menyembuhkan tetapi untuk memperbaiki gejala demensia karena Alzheimer belum bisa disembuhkan. Jarak antara satu tahap ke tahap yang lain pun berbeda pada setiap orang. Terapi fisik dan obat hanya memperlambat fase itu. Penyakit ini bukan penyakit sembarangan. Dokter tidak dapat segera menentukan adanya penyakit Alzheimer hanya dengan melihat gejalanya. Tes neurobehavior seperti tes membaca, menulis, mengingat, dan berhitung perlu dilakukan untuk memastikan apakah gejala yang muncul adalah gejala Alzheimer. Setelah melakukan tes ini, dokter masih akan melakukan tes penunjang, seperti MRI atau pemeriksaan laboratorium lain. Setelah yakin pasien menderita Alzheimer, maka dokter akan menentukan pasien sudah berada di fase apa. Tahapan dimulai dari fase ringan, sedang, sedang berat, hingga fase sudah sangat berat. Sejak penentuan fase Alzheimer inilah pihak keluarga harus mendampingi pasien. Mereka perlu memahami apa yang sesungguhnya terjadi pada penderita Alzheimer. Di otak penderita Alzheimer, terdapat plak yang menyebabkan volume otak menciut. Bagaimana plak itu terbentuk, dunia kedokteran belum bisa memecahkan misteri itu. Itu sebabnya penyakit Alzheimer masih belum bisa dicegah dan diobati. Penciutan volume otak mengakibatkan seseorang kesulitan mengolah berbagai informasi. Hal ini kemudian akan menyebabkan pasien kesulitan memahami perkataan orang lain, dan kesulitan berbicara dengan orang lain. Walau adanya perubahan perilaku ini, keluarga perlu menganggap pasien sebagai individu yang sama dengan sebelum ia menderita Alzheimer. Sulit memang untuk dilakukan. Saya hanya dapat membayangkan. Terkadang justru pihak keluarga yang memiliki penolakan terhadap penyakit yang diderita orang-orang yang mereka sayangi. Bagaimana bisa, Ayah yang dulu mereka kenal gagah perkasa memimpin perusahaan besar sekarang bahkan tidak mengerti ketika sang anak memintanya untuk duduk dan makan? Yang kemudian terjadi, mungkin saja, keluarga memperlakukan mereka dengan berbeda. Padahal meski kesulitan berpikir, penderita Alzheimer masih bisa merasakan. Jadi, cinta keluarga kepada pasien tak boleh putus. Dan karena itu, memilih caregiver yang tepat adalah penting. Caregiver penderita Alzheimer harus mengerti seluk-beluk penyakit ini dan mengerti cara mengatasi pasien ketika berperilaku aneh. Penderita Alzheimer kadang-kadang masih dapat mengingat kenangan indah di masa lalunya. Misalnya lagu favorit saat masih berpacaran dengan suami. Saat diputarkan lagu itu, penderita Alzheimer dapat kembali menyanyikannya karena merasa seperti masih berada di masa ketika peristiwa itu terjadi (Anda sudah nonton film The Notebook, kan?). “Otak kita lebih kuat mengingat peristiwa yang indah dan menyenangkan. Itu sebabnya penderita Alzheimer kadang masih bisa mengingat lirik lagu lama yang pernah mengiringi masa-masa indah mereka. Keluarga dapat mengajak pasien untuk bernyanyi bersama untuk mengaktifkan kembali fungsi otak,” ujar dr. Rocksy. Hal ini berbeda-beda pada setiap pasien. Jika pasien ingat gerakan tarian, ajaklah ia menarikan tarian yang disukainya. Melakukan kegiatan menyenangkan dapat membantu pasien memiliki kualitas hidup lebih baik. All you need is love. Seperti judul lagu dari The Beatles yang dengan lantang mengatakan cinta adalah satu hal yang kita perlukan dalam hidup, begitu pula dengan menghadapi para penderita Alzheimer. “Caregiver harus memiliki cinta dan kesabaran ekstra untuk mengurus pasien, karena tingkat stres caregiver penderita Alzheimer sangat tinggi,” jelas dr. Rocksy. Mungkin cinta tak akan langsung mengobati dan menghilangkan penyakit Alzheimer, namun dapat membuat pasien lebih menikmati hidup mereka yang penuh dengan keterbatasan. 1. Gangguan daya ingat. Sering lupa peristiwa yang baru saja terjadi, lupa janji. 2. Sulit fokus. Lupa cara memasak, menggunakan telepon/ponsel. 3. Sulit melakukan kegiatan yang biasa. 4. Disorientasi. Bingung waktu (hari/ tanggal/hari penting), bingung berada di mana. 5. Kesulitan memahami visuospasial. Sulit membaca, menentukan jarak, membedakan warna. 6. Gangguan berkomunikasi. 7. Menaruh barang tidak pada tempatnya. 8. Salah membuat keputusan, seperti memakai kaus kaki beda warna. 9. Menarik diri dari pergaulan. 10. Perubahan perilaku dan kepribadian, seperti emosi berubah secara drastis. Tanda Umum Alzheimer 10 Sumber: Alzheimer Indonesia HEALTH FEATURE-ZN CEK.indd 68 6/15/2016 8:06:58 PM

×