SENIN | 6 Januari 2014/4 Rabiul Awal 1435 H

www.pelitaonline.com - pertama dan penting

No. 12.776 Tahun XXXIX Harga Ecer...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Membandingkan jaminan kesehatan nasional dengan obama care (harian pelita 6 januari 2014 halaman 1 to 11 oleh dr taruna ikrar

397 views

Published on

http://harian-pelita.pelitaonline.com/cetak/2014/01/05/membandingkan-jaminan-kesehatan-nasional-dengan-obamacare#.Us95yPRDvMU

Published in: Social Media
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
397
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
6
Actions
Shares
0
Downloads
6
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Membandingkan jaminan kesehatan nasional dengan obama care (harian pelita 6 januari 2014 halaman 1 to 11 oleh dr taruna ikrar

  1. 1. SENIN | 6 Januari 2014/4 Rabiul Awal 1435 H www.pelitaonline.com - pertama dan penting No. 12.776 Tahun XXXIX Harga Eceran Rp3.000,-/Langganan Rp60.000,- (Luar Kota Tambah Ongkos Kirim) Ekonomi Politik Hukum Kesra HALAMAN 2 HALAMAN 3 HALAMAN 5 HALAMAN 6 Pebisnis Harus Antisipasi Tahun Politik KPK Harus Tangkap Koruptor Kakap Kenaikan Harga LPG Dicurigai Bermotif Politik Jangan Jadikan Isu Agama sebagai Pintu Masuk Konflik Layanan Pelanggan (021) 8370 6765 (021) 8378 7120 AP Konvensi Partai Demokrat Mekanisme Baru Mencari Pemimpin Nasional Jakarta, Pelita Setelah empat bulan ber­ jalan, Konvensi Calon Pre­ siden Partai Demokrat ternyata tak seperti di­ tuduhkan ber­ bagai ka­ langan. Tudingan konvensi berjalan tanpa greget, kurang ada gaung, dan rendah apresiasi dari ma­ syarakat relatif tidak terbukti. Justru masyarakat bawah, baik kader partai maupun bu­ kan, sangat antusias dengan mekanisme penjaringan capres yang belum pernah ada di Indo­ nesia ini. Blusukan ke-11 peser­ ta konvensi dari September-De­ sember 2013 dalam memperke­ nalkan visi, misi, dan program­ nya mendapat animo luar biasa dari masyarakat yang disam­ bangi para peserta. Ketua Komite Konvensi Mu­ hammad Maftuh Basyuni me­ nyampaikan hal ini kepada Harian Pelita, di Sekretariat Komite, Jakarta, Minggu (5/1). “Selama ini kita tidak kekurangan uang. Kalau sela­ ma ini dinilai tidak ada gaung­ nya, karena semua peserta itu kan sendiri-sendiri blusukan ke daerah, dengan caranya sendi­ ri juga. Waktu kami ke Yogya­ karta, saya dapat laporan dari masyarakat sudah banyak yang blusukan ke sana. Masyarakat juga antusias. Di akar rumput itu sangat terasa gaungnya kon­ vensi, hanya saja tidak diang­ kat media,” kata mantan Men­ teri Agama Kabinet Indonesia Bersatu I ini. Ketua Delegasi Indonesia pada Pertemuan Tingkat Men­ teri OKI (2004) ini juga me­ ngatakan, bila animo dan per­ hatian masyarakat yang bukan kader Partai Demokrat saja be­ gitu tingginya, apalagi apresi­ asi dan dukungan dari kader dan pengurus Partai Demokrat di Daerah. Semua kader, dan pengurus, katanya, saling bahumembahu, mengawal, dan me­ nyukseskan sosialisasi semua peserta konvensi. “Apalagi animo kader De­ mokrat, itu sangat cukup ba­ gus. Sebelas peserta konven­ si itu dikawal, didukung, dan dibantu oleh kepengurusan di daerah. Seperti dalam mobi­ lisasi massa dan lainnya,” ujar Maftuh. Tingginya apresiasi dan ani­ mo masyarakat ini, kata man­ tan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi dan Oman ini, kare­ na konvensi capres Partai De­ mokrat merupakan mekanisme baru yang belum pernah dilaku­ kan oleh partai mana pun di In­ donesia. Dengan sifat yang semi-terbu­ ka, konvensi capres Partai De­ mokrat membuka peluang bagi tokoh-tokoh potensial di partai maupun nonpartai yang tidak memegang jabatan ketua umum partai untuk menjadi capres. “Selama ini kan yang menjadi capres didominasi oleh mereka yang ketua umum partai saja. Sementara tokoh lainnya yang lebih memiliki kemampuan ti­ dak pernah ada kesempatan un­ tuk, setidaknya ikut berkom­ petisi terpilih menjadi capres,” ucap Maftuh. Mekanisme penjaringan calon pemimpin seperti ini, kata man­ tan Kepala Urusan Rumah Tangga Istana Kepresidenan era Presiden Soeharto ini, berharap jadi model bagi partai lainnya dalam menjaring capresnya. “Sehingga seorang calon pre­ siden itu sudah melalui pro­ es s pematangan yang panjang. Ka­ lau tidak ada konvensi seper­ ti ini, saya yakin, orang seper­ ti Anies Baswedan, atau yang bukan ketua umum partai bisa Halaman 11 Presiden Minta Kaji Ulang Kenaikan Harga Elpiji 12 Kg Jakarta, Pelita Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta PT Pertamina (Persero) untuk meninjau ulang kebijakan kenaikan harga elpiji 12 kilogram (kg). “Proses Peninjauan kembali atau kebijakan kenaikan har­ ga elpiji 12 kg, saya harapkan tetap melalui prosedur dan me­ kanisme yang diatur undangundang. Saya meminta Perta­ mina dan menteri terkait yang diamanahkan undang-undang untuk menyelesaikan penin­ jauan kembali itu dalam wak­ tu satu hari, satu kali 24 jam,” kata Presiden usai memimpin sidang kabinet terbatas di Ban­ dara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (5/1). Rapat dilangsungkan sekitar setengah jam setelah Presiden mendarat di Bandara Halim se­ usai melakukan kunjungan ker­ ja di Surabaya. Dalam rapat tersebut, Pre­ siden didampingi Wakil Presiden Boediono dan diikuti sejumlah menteri di antaranya Menteri Koordinator Perekonomian Hat­ ta Rajasa. Kemudian Menteri ESDM Jero Wacik, Menteri Keuangan Chatib Basri, Menteri BUMN Dahlan Iskan. Tampak pula Di­ rektur Utama Pertamina Karen Agustiawan. Presiden mengatakan, Ming­ gu (5/1) malam para pejabat terkait melakukan pembahasan peninjauan tersebut, kemudi­ an Senin (6/1) pagi dikonsulta­ sikan dengan Badan Pengawas Keuangan (BPK). Selanjutnya, pada siang harinya disampai­ kan kepada masyarakat. “Malam ini (Minggu malam, Red), mereka sudah bekerja, esok (Senin pagi, Red) konsulta­ si dengan BPK, siang harinya korporat atau Pertamina su­ dah selesai melakukan penin­ jauan dan kemudian bisa di­ sampaikan kepada masyarakat, Halaman 11 ASSALAMUALAIKUM No. 11.877 Tahun XXXVI Harga Eceran Rp3.000,- (Luar Kota Tambah Ongkos Kirim) 03 11 EKONOMI POLHUKAM METROPOLITAN Penerimaan Pajak 2010 Suara Partai Islam Harga Cabai Tembus Gagal - Menteri Agama Suryadharma, Wamenag Nasaruddin Umar, Sekjen Bahrul Hayat berpegangan Diprediksi Anjlok di 2014 Rp100.000/Kg PENCANANGAN HARI KERUKUNAN NASIONALCapai Target bersama Tokoh-Tokoh Lintas Agama dalam Pencanangan 3 Januari sebagai Hari Kerukunan Nasional di Lapangan Monas, Jakarta, Minggu pagi. Gerak jalan ini diikuti sekitar 100.000 masyarakat. npinmas/dm Assalamualaikum Membandingkan Jaminan Kesehatan I Nasional dengan ObamaCare Tantangan bagi BPJS Kesehatan B 02 www.harianpelita.com Masa Depan Indonesia editorial anyak pertanyaan di sekitar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan Jaminan Kesehatan Nasi­ onal (JKN) setelah keduanya dideklarasikan Presiden tanggal 31 Desember yang lalu. Padahal, keduanya telah banyak diinformasikan melalui berbagai iklan yang cukup gencar di berbagai media, khususnya Televisi. Ternyata itu pun belum cukup. Sebenarnya wajar apabila di awal pelaksanaan timbul berbagai perta­ nyaan hingga ke salahpahaman. Selain sekadar masalah teknis penyeleng­ garaan JKN, juga perundangan turunan UU No 40/2004 yang mungkin belum sinkron dengan UU Nomor 40/2004. Inilah tantangan yang harus dihadapi BPJS Kesehatan. Meskipun PT (Pesero) Askes sudah mempersiap­ kan diri sebagai BPJS, berbagai pihak terkait masih merasa belum mem­ peroleh informasi yang cukup. Termasuk DPR, yang bertugas mengawasi jalannya JKN dan BPJS. Anggota DPR Rieke Dyah Pitaloka, di depan acara diskusi sebuah TV swasta, pekan yang lalu, mengatakan, berbagai Pe­ raturan Pemerintah dan Peraturan Presiden terkait penyelenggaraan BPJS Kesehatan belum sampai ke DPR. Karena itu, pada tingkat pertama, yang terpenting adalah bagaimana berbagai perundangan turunan UU SJSN dan UU BPJS bisa secepatnya diketahui masyarakat, sehingga bila diperlu­ kan dapat dikoreksi. Sebagai contoh, pencabutan Perpres terkait Jaminan Kesehatan Paripurna bagi pejabat negara, sebelum ketentuan itu dilak­ sanakan. Siapa tahu masih akan ada lagi Perpres dan Perpem yang tidak sesuai dengan UU SJSN dan UU BPJS? DPR, dalam hal ini, wajib mencermati berbagai Perpres dan Permen turunan UU SJSN dan UU BPJS. Selanjutnya, satu hal yang penting, pada akhirnya adalah kemampuan BPJS Kesehatan di dalam memberikan Jaminan Kesehatan sesuai dana yang tersedia. Kalau dana yang tersedia tidak mencukupi, bagaimana BPJS Kesehatan bisa eksis? Pengalaman PT Askes, ketika bangkrut pada tahun 1970-an, mungkin dapat dijadikan pelajaran berharga. Sebab, pada setiap penyelenggaraan pelayanan kesehatan, terjadinya kemubaziran, pemakaian yang berlebih (over utilization), tidak perlu (unnecessary utilization) bahkan penyalahgunaan (abuse) merupakan kejadian yang sering terjadi. Bagaimana dengan sistem pelayanan dan pembayaran pelayanan kesehatan yang diterapkan BPJS Kesehatan? Inilah yang perlu memperoleh perhatian dari para pengambil keputu­ san, DPR dan Pemerintah, apakah sistem pelayanan dan pembayaran JKN yang diterapkan sudah mampu mencegah terjadinya kemubaziran itu. Dalam waktu dekat, hal ini dapat kita saksikan. Kurun waktu satu atau dua tahun mendatang, “test case” kinerja BPJS Kesehatan, apakah mampu eksis atau sebaliknya. Masalah ini perlu kita antisipasi sejak awal. Namun, implementasi SJSN sudah tidak dapat mundur lagi. Berbagai kendala yang mungkin akan dihadapi harus dapat dicarikan jalan keluar. Keterbukaan sangat penting. Termasuk tindak koreksi, apabila diperlukan, sebagaimana Perpres Jaminan Kesehatan Paripurna bagi para pejabat yang dibatalkan sebelum diberlakukan, sampai BPJS Kesehatan bisa mene­ mukan sistem yang mantap. Untuk itu, peran segenap lapisan masyarakat sangat diperlukan, sesuai dengan peran yang bisa diembannya masing– masing. Kelangsungan hidup penyelengaraan JKN ada di tangan kita ber­ sama, termasuk sebagai peserta. Kritik –kritik yang konstruktif dalam hal ini sangat diharapkan, agar BPJS Kesehatan dapat tetap eksis dan mampu memberi pelayanan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia. n RABU | 5 Januari 2011/30 Muharram 1432 H SURAT DARI AMERIKA SERIKAT Dr Taruna Ikrar, PhD * Awal Tahun 2014 merupa­ kan tahun yang memberi ha­ rapan bagi sebagian masyara­ kat Indonesia dalam pelayanan Kesehatan Masyarakat. Hara­ pan masyarakat Indonesia un­ tuk memiliki Jaminan Keseha­ tan Nasional (JKN) semakin be­ sar, dengan dikeluarkannya Un­ dang-Undang Nomor 24 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasio­ nal dan Udang-Undang Nomor 40 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang akan mulai bekerja tahun 2014. NDONESIA, ditargetkan akan menjadi 10 negara terbesar dibidang ekonomi pada tahun 2025. Pada tahun itu, GDP akan mencapai sekitar 3,7 sampai 4,7 triliun dolar AS dengan pendapatan/kapita sebesar sekitar 12.800-16.160 dolar AS/ tahun. Dengan kondisi perekonomian seperti itu, Indonesia akan menjadi 10 negara terbesar dibidang ekonomi pada tahun 2025 dan enam terbesar pada tahun 2050. Kondisi ekonomi seperti itu, akan dicapai dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 7 sampai 8 persen/tahun. Menurut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, untuk mewujudkan kondisi itu, Indonesia akan menerapkan kebijakan ekonomi yang terbuka dengan tetap mempertahankan peran negara. Sekarang, yang diperlukan adalah bagaimana kita bisa mencapai kondisi seperti itu, atau “road to....” , jalan mencapai tujuan itu. Demikian berita/kado tahun baru bagi kita semua, sebagai hasil sidang Kabinet Indonesia Bersatu II di Istana Bogor, di akhir tahun itu. Angka–angka yang disampaikan di atas, pada hemat kita, bukan suatu kemustahilan. Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk keempat terbesar di dunia yang dikaruniai sumber daya alam yang besar pula. Syarat untuk menjadi negara besar sesungguhnya sangat terbuka. Mestinya, Indonesia harus menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar keempat, apabila mengingat jumlah penduduk dan kekayaan sumber daya alamnya. Kalau pada tahun 2050 baru mencapai negara terbesar keenam, sesungguhnya masih kurang ambisius. Di pihak lain, mestinya juga perlu ditargetkan kualitas hidup manusia Indonesia. Apakah dengan target kuantitatif sebagaimana di atas, juga akan berdampak pencapaian target kualitatif. Misalnya apakah kualitas hidup manusia Indonesia, yang diwujudkan dengan “Humane Development Index”-nya (HDI) juga akan meningkat. Sejauh ini, kualitas hidup manusia Indonesia masih sangat tertinggal, yang tentunya mengindikasikan, bahwa kondisi ekonomi kita belum memberi dampak yang besar pada HDI. Karena itu, penyusunan “road to...”-nya sangat penting. Apakah target kuantitatif sebagaimana dikemukakan di atas mengabaikan target kualitatif, akan terlihat dari “the road to ....”-nya. Kalau target kuantitaif di atas mengabaikan target kualitatif, berarti peningkatan PDB sebesar di atas tidak dapat dinikmati oleh sebagian besar rakyat Indonesia. Hal ini berarti akan terjadi kesenjangan masyarakat yang semakin besar. ““Gini coeffisiensi“ akan besar, sebagaimana di negara–negara dengan ekonomi pasar bebas/kapitalis. Kalau hal ini terjadi, arah pembangunan ekonomi sudah tentu tidak sesuai dengan Sila kelima Pancasila, bahwa tujuan buat apa kita berbangsa dan bernegara adalah mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan sosial. Apa yang disampaikan di atas, terkait dengan rencana jangka panjang dan masa depan Indonesia. Tentu akan lebih baik, seandainya masa depan Indonesia itu juga menjadi perhatian DPR, DPD, dan juga MPR, ketika Indonesia tidak memiliki lagi GBHN (Garis Besar Haluan Negara) sebagaimana masa yang lalu. Namun, hal itu tidak berarti DPR/DPD, dan MPR bisa mengabaikan masa depan bangsa ini. Harapan kita, “the road to...”-nya akan sesuai dengan tujuan buat apa negara ini didirikan, yaitu Sila kelima Pancasila. Inilah yang ingin kita titipkan pada KEN, pemerintah, dan MPR. n Harapan ini tentu merupakan hadiah tahun baru dari peme­ rintahan SBY-Boediono, kepa­ da masyarakat Indonesia. Se­ bagaimana diketahui, BPJS merupakan badan hukum de­ ngan tujuan mewujudkan terse­ lenggaranya pemberian jaminan untuk terpenuhinya kebutuhan dasar hidup yang layak bagi se­ tiap Peserta dan/atau anggota INI peristiwa yang sangat lucu dan boleh jadi hanya terjadi di Indonesia. Saking lucunya kita patut tertawa terbahak-bahak hua ha ha ha. Minggu lalu di LP (Lembaga Pemasyarakatan) Bojonegoro, Jawa Timur, ada joki narapidana alias Napi palsu. Jadi sekarang ini bukan hanya ada nabi palsu, tapi juga napi palsu. Kisahnya, ada orang yang diputuskan oleh pengadilan untuk masuk bui karena gagal melunasi utangnya. Tapi hebatnya dia kemudian membayar orang lain Rp10 juta untuk menggantikannya masuk penjara. Kasus itu terbongkar karena ada pengunjung LP yang berniat menemui napi asli, tapi yang menemuinya kok napi joki. Terus terang saya angkat topi kepada si napi asli karena ide untuk membayar joki sungguh ide yang brilian yang patut diapresiasi oleh kita semua tentunya sambil nyengir karena geli. Sayangnya si napi asli rupanya lupa memberitahu teman-temannya tentang akal bulusnya itu sehingga ada temannya yang tentu dengan niat baik ingin menjeguknya di LP dan terbongkarlah kasus itu. Saya bilang, itu ide cemerlang karena rasanya belum pernah terjadi di manapun di dunia. Kalau kisah napi siluman yang masuk LP siang hari, tapi tidur di rumah di malam hari; itu sih sudah biasa. Atau, kisah napi yang menyulap selnya menjadi seperti hotel bintang lima, juga sudah biasa dijumpai. Tapi membayar joki untuk menjadi napi memang baru sekali ini saya dengar. Si joki tentu tidak bisa disalahkan begitu saja karena dia menggunakan alasan kebutuhan ekonomi. Begitu pula si napi asli tidak boleh langsung disalahkan karena orang kepepet pasti muncul akal bulusnya untuk menghindari hukuman. Yang harus diusut adalah petugas kejaksaan, polisi, dan petugas LP yang bersangkutan. Kasus napi palsu tadi makin membuka mata kita betapa bobroknya manajemen lembaga hukum kita. Dari talkshow tentang kasus itu di TV terkuak bahwa dalam berkas penyerahan napi ke LP tidak dicantumkan foto si napi. Jadi petugas penerima napi baru di LP tidak tahu dengan jelas wajah calon penghuni LP-nya. Kita boleh bertanya seberapa mahalnya sih ongkos membuat foto napi di berkas penyerahan? Atau, jika kita berburuk sangka jangan-jangan penggunaan joki tadi dilakukan atas dasar kongkalikong si napi asli dengan para petugas yang bersangkutan. Jika dugaan ini benar, wah tampaknya semua lini mulai dari proses penangkapan seseorang, proses pengadilan dan pemenjaraan narapidana dipenuhi dengan kongkalikong. Pantaslah semua terdakwa korupsi senyam-senyum saja di depan pengadilan tanpa ada rasa takut dan rasa bersalah. Mereka tahu bahwa hukum bisa dibeli. Di negeri di mana pengadilan bisa dibeli, kesalahan bisa diubah menjadi kebenaran dan orang tidak bisa lagi membedakan mana yang salah dan yang benar. Kasihan sekali Indonesia. (Amir Santoso) yang paling parah,” katanya. Tak ingin berlamalama larut dalam kekikukannya, Priyo langsung menyambung dengan per­ nyataannya, pemerinta­ han SBY-Wa­ pres Boedio­ no akan bera­ khir pada 2014. Sesuai undang-un­ dang, Presiden SBY tak diperkenankan mencalonkan diri kembali. Rabu, 4 Januari 2011 Dzuhur 11.58 Ashar 15.24 Maghrib 18.12 Isya 19.23 Kamis, 5 Januari 2011 Subuh 04.29 nasional guna menyelamatkan kepentingan atlet dan citra olahraga Indonesia umumnya. “Pemerintah harHal itu dikemu- Menpora: Jangan us bertindak tegas kakan para mantan Ada Diskriminasi 14 untuk menengaatlet nasional yang di Olahraga hi kekisruhan ini. dipimpin Ketua Baca juga halaman Persoalan ini tak Umum Ikatan Atlet Nasional Indonesia (IANI) Icuk Su- bisa dibiarkan berlarut-larut dimagiarto kepada wartawan, di Jakar- na semua pihak saling mengklaim sebagai pihak yang paling benar,” ta, Selasa (4/1). dampingi beberapa mantan atlet nasional lainnya seperti Donald Wailan Walalangi (tenis), Purnomo (atletik), Sutan Harhara dan Ricky Yacobi (sepakbola), Joko Supriyanto (bulutangkis), Hengky Silatang (tinju), dan Hadi Wiharja (angkat besi). Icuk mengatakan, hadirnya (Bersambung ke hal 15) InsidenTertulis Pergi ke Kuala Lumpur dan Macau Jakarta, Jumat keseleo lidah su­ casila Sakti, dah banyak terjadi pada pe­ (1/10/2010). jabat Indonesia sebe­ Saat itu, setidaknya melaku­ lumnya. Mantan Ketua kan kesalahan empat kali. MPR almarhum Tau­ “Bahwa perjuangan pergerakan sono adalah nama yang dipakai Jakarta, Pelita Gayus berkunjung ke Bali. Menkumham Patrialis Akbar, fiq(4/1), mengaku kaget menKiemas bebera­ Indonesia telah “Padasaat September tertulis dia sampailah ke­ 24 Selasa ke berbahagia...” emukan data terkait dugaan kepa kali keseleo li­ pada saat yang Macau dengan menggunakan Mandala Airlines. Lalu kembali pergian Gayus Tambunan ke Sindah. Gayus memang tiucap Taufiq putus-putus. kalau titanggal 26 pakai Garuda, gapura. Nama Itu terjadi saat dak salah. Lalu tanggal 30 dak ada dalam data perjalanan, membacakan nas­ Padahal, semestinyake“DanSeptember paspor itu KL (Kuala Lumtapi nama samaran Gayus saat pur),” kata Patrialis di pergi ke Bali yakni Sonny Laksokah Pembukaan perjuangan pergerakan lokasiJakarta. keMeski tertulis ke­tujuan no diketahui pergi ke Kuala Lumberangkatan, namun pur, Malaysia, dan Macau. Undang-Undang merdekaan Indonesia telah menurut Patrialis, berdasarkan catatan ImPihak Menkumham, menurut igrasi, tidak diketahui ber­ Patrialis, sedang 1945 pada Dasar menyelidiki mosampailah pada nama Sonny Laksono itu bisa saat yang bagaimana dus operandi penggunaan paspor kembali ke Tanah-Air. yangupacara peringatan dilakukan Imigrasi Jakarta bahagia, dengan selamat sen­ Gayus Tambunan “Belum diketahui bagaimana Timur, tempat paspor itu dibuat. Apalagi yang Kesaktian Pan­ paspor itu, dipajang foto Son- kembalinyarakyat In­ Hari dipakai adalah pa- Di tosa mengantarkan ke sini. Saya perintahspor nomor tertentu yang dise- ny Laksono yang tidak lain ber- kan tim periksa lagi lebih intensif,” casila di Monu­ donesia....” diakan untuk seseorang yang ber- tampang Gayus yang pakai wig tegas Patrialis. nama Margareta yang berumur 5 saat menonton tennis di Bali awal men Pan­ November 2010. Nama Sonny Lak- terjadi lagi saat hal 15) Kesalahan (Bersambung ke ia tahun. membacakan sila ketiga Pan­ Menjengkelkan, Tapi Bukan Ancaman casila. “Persatuan Indonesia merambah Eropa? Berikut petikan wawancara yang kan telahhikmat...” yang dipimpin olehtidak ada kaitannya denTidak, dilakukan pada akhir Desember gan peringatan adanya serangan 2010 lalu. katanya. Padahal, sila ketiga teror yang kami terima dalam beApakah seharusnya adalah “Persatuan di Anda melihat seran- berapa bulan terakhir. Namun BAGI Menteri Dalam Negeri Jer- gan bom bunuh diri Indonesia”. dalam perdebatan publik yang luas peristiwa tersebut selalu diman Thomas de Maizière, anca- di Stockholm sebkaitkan dengan jaringan man teror dari kalangan teror- agai sebuah perSaat membaca sila kelima teroris global. Inilah yang menjadi peris adalah bentuk perang psikolo- tanda adanya masalahan di sini. gis yang seharusnya juga dilawan gelombang teror kembali terjadi kesalahan. “Ke­ Anda ingin menyatakan dengan serangan psikologis. Itu- yang Anda kha- Jadwal berlaku untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya Rezeki Tanpa Batas dari Allah (Mereka mengerjakan yang demikian itu --bertasbih Allah-Red) supaya Allah memberi balasan kepada (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya “Dari Abu Hurairah r.a beliau berkata bahwa Rasulullah pernah bersabda: “Apabila seekor lalat masuk ke dalam minuman salah seorang kalian, maka celupkanlah ia, sebab pada salah satu sayapnya terdapat penakit dan pada sayap lainnya ada obat penawarnya, maka dari itu celupkan semuanya.” Pemerintah Diminta Tegas Atasi Kekisruhan PSSI-LPI Repotnya Pejabat Keseleo Lidah Narapidana Palsu K Penawar pada Sayap Lalat keluarganya. ngan demikian, anggaran terse­ Berdasarakan but digunakan untuk Penerima protap peye­ Bantuan Iuran (PBI) sebesar lenggaraan­ Rp16.07 triliun bagi 86,4 juta nya, BPJS ini masyarakat miskin, sedangkan terbagi men­ sisanya bagi PNS, TNI dan Polri. jadi dua, yai­ Di lain, sisi hal yang sama tu BPJS Ke­ terjadi pada masyarkat Ameri­ sehatan dan ka Serikat, dengan mulai ber­ (HR Abu Daud) B P J S K e ­ lakunya ObamaCare. Obama­ KERETA TABRAK RUMAH — Ratusan warga melihat rumah yang hancur akibat tertabrak Kereta Api Gajayana di kelurahan Ciptomulyo, Malang, Jawa Timur, Selasa (4/1). Akibat kecelakaan t e rumah tersebut 1 r ­ care 3 orang lainnya Undang Undang yang menghancurkan 4n a g a k eorang balita tewas danadalah luka-luka. n ant/ari bs JADWAL SALAT jaan. BPJS Layanan Kesehatan yang lolos OBAMACARE K e s e h a t a n di Konggres Amerika dan ditan­ Senin, 6 Januari 2014 akan menyelenggarakan pro­ datangani oleh Presiden Obama Dzuhur 11.59 gram jaminan kesehatan di Ashar 15.26 Halaman 11 mana program ini akan segera Maghrib 18.14 dimulai pada tahun 2014. Pelak­ Isya 19.29 sanaan BPJS tahun 2014 didu­ * Staf Akademik, University of Cali­ kung pendanaan dari pemerin­ fornia, Amerika Serikat, dan yang mantan Wakil Selasa, 7 Januari 2014 ujar Icuk Sugiarto Jakarta, Pelita tah, sebesar Rp26diminta bertindak tegas tterhadap ke­ pebulutangkis nasional. Ke­ua Ikatan Imuwan Indonesia Pemerintah triliun, di­ Di hadapan para wartawan, kisruhan yang 2014. De­ persepakbolaan anggarkan di RAPBN tengah melanda Internasional Icuk hadir sebagai pembicara di- Subuh 04.21 Pelita Hati eseleo lidah bisa me­ nimpa siapa saja. Tak terkecuali politisi. Se­ cara umum, berbeda dengan warga biasa, keseleoa lidah politisi tentu menyangkut masalah serius. Itu yang terjadi dengan Ke­ tua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso dalam sebuah acara live talkshow di salah satu stasiun radio, Sabtu (4/1/2014). Elite Partai Golkar itu mengatakan, Presiden Susi­ lo Bambang Yudhoyono akan tutup usia pada 2014. “Pak SBY kan akan tutup usia di 2014. Eh, maksudnya tutup buku, usia pemerinta­ hannya akan berakhir di 2014,” kata Priyo. Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Drajad Wibowo yang duduk per­ sis di sebelahnya langsung ter­ tawa seraya langsung memberi­ kan komentar. “Ini slip of tongue HIKMAH kepada mereka mereka kepada Menkumham: Paspor “Sonny Laksono” Pakai Foto Gayus Berwig lah alasannya mengapa dia sempat memberikan peringatan kepada publik Jerman tentang akan adanya serangan teror, meskipun serangan itu tidak terjadi di dalam negeri. Kepada Majalah Der Spiegel, Thomas de Maizière juga memaparkan banyak hal tentang pentingnya kerahasiaan negara dan betapa jengkelnya dia membaca laporan WikiLeaks. Namun watir- Taufiq: PDIP Jadwal berlaku untuk wilayah Ingin CapresDKI Jakarta dan sekitarnya. Cawapres Muda Jakarta, Pelita Ketua MPR yang juga politisi senior PDIP, Taufiq Kiemas menuturkan, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tidak akan maju Pilpres 2014. PDIP tengah mempersiapkan kader muda, berumur antara 40-50 tahun. Kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (4/1), Taufiq menyebut pada tahun 2014 nanti Megawati Soekarnoputri sudah berusia 67 tahun, sehingga tidak akan mencalonkan lagi. “Kalau saya rasa Ibu Mega tahun 2014 sudah 67 tahun, saya rasa kita sudah regenerasi lah. Dengan kata lain Ibu Mega nggak nyalon lagi, saya rasa ke tokoh muda,” kata Taufiq. Taufiq kemudian men- 6 Januari 1941 - Franklin Delano Roo­ sevelt menyampaikan Four Freedoms Speech (Pidato Em­ pat Kebebasan) dalam State of the Union Address. HARI LAHIR: Hendarman Supan­ dji, Jaksa Agung Indonesia sejak 9 Mei 2007 hingga 24 September 2010 (1947); Rowan Atkinson, pemeran Mr. Bean (1955); Ardina 15) (Bersambung ke hal Rasti, Aktris Indonesia (1986). bahwa perdebatan publik Halaman 11 di Jerman setelah peringatan akan adanya teror pada 17 November lalu adalah sebuah kesalahan? Tidak demikian, namun kemungkinan adanya konsekuensi negatif selama hampir egaskan kembali keinginannya membina komunikasi yang lebih baik dengan Partai Demokrat. Menurutnya komunikasi yang baik ini bisa berujung pada kebersamaan di Pilpres 2014. “Saya rasa Demokrat juga punya tokoh muda kalau kita bicara capres,” paparnya. PDIP, lanjut Taufiq, siap mendukung siapapun capres yang akan diajukan oleh Partai Demokrat. Dengan semangat kebersamaan PDIP akan memberikan cawapres ke Partai Demokrat pada saatnya nanti. “Saya kira siapa pun capres, mau Bu Ani atau siapa silakan ya,” katanya. Berbeda dengan Taufiq, Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso tidak di Kendari Malang Hubungi : A. Yani

×