Skripsi optimalisasi peran dinas kelautan dan perikanan

5,617 views

Published on

SKRIPSI OPTIMALISASI PERAN DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN

Published in: Art & Photos
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
5,617
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
47
Actions
Shares
0
Downloads
110
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Skripsi optimalisasi peran dinas kelautan dan perikanan

  1. 1. “OPTIMALISASI PERAN DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN PULAU MOROTAI DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KECAMATAN MOROTAI TIMUR” SKRIPSI Oleh : Nama : M, Ibnu Suud Asar NPM : 1210565201 08256 Prodi : Ilmu Pemerintahan FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK ( FISIP ) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA ( UMMU ) T E R N AT E 2013
  2. 2. BAB I PENDAHULUAN A. Latarbelakang Sebagai negara Maritim, Indonesia memiliki pantai terpanjang di dunia, dengan garis pantai lebih 81.000 km. Dari 67.439 desa di Idonesia, kurang lebih 9.261 desa dikategorikan sebagai desa pesisir…1 . Sejalan dengan ini, Kabupaten Pulau Morotai adalah salah satu Daerah di Provinsi Maluku Utara yang memiliki potensi alam di wilayah laut yang cukup memadai, hal ini kemudian membuat masyarakat setempat untuk memanfaatkan hasil alam di laut dengan melakukan aktifitas melaut. Sejak dahulu masyarakat yang ada di Morotai khususya di kecamatan Morotai Timur masyarakatnya gemar melaut atau profesinya nelayan. Dari sisi geografis, pemukiman warga yang terletak di pesisir pantai memicu mereka yang berada di pesisir pantai untuk melaut dalam rangka mempertahankan hidup serta kelangsungannya, meskipun melaut bukan satu– satunya pilihan. Pada mulanya sistem manajemen pengelolaan alat tangkap masih bersifat tradisional/sederhana, karena hasil tangkapanya hanya dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sedangkan fasilitas serta peralatan yang digunakan oleh nelayan, juga masih sangat tradisional. Denga demikian Peningkatan produktifitas masyarakat nelayan tentu membutuhkan peran dan keterlibatan lansung oleh pemerintah/instansi yang membidangi kelautan dan 1 Kusnandi. Konflik Sosial Nelayan, kemiskinan dan perebutan sumber daya alam. Yogyakarta: Lkis, hlm 1
  3. 3. perikanan untuk meningkatkan produktifitas masyarakat nelayan dengan alat tangkap yang modern di Kecamatan Morotai Timur dengan memberdayakan seluruh masyarakat nelayan secara optimal. Suntikan modernitas membuat masyarakat nelayan harus mampu bersaing dengan nelayan dari luar kabupaten Morotai untuk melakukan penangkapan atau memancing ikan. Sebab kecenderunga masyarakat nelayan saat ini mulai memanfaatkan perubahan zaman dengan menggunakan produk-produk modern. Dengan demikian Dinas Perikanan dan Kelautan pulau Morotai harus benar-benar melihat persoalan mendasar masyarakat nelayan di kecamatan morotai timur yang tidak mampu lagi mempertahankan kehidupan ekonomi rumah tangga melalui hasil melaut, karena penangkapan ikan di laut saat ini selalu mendapat tantagan dari nelayan luar yang menggunakan alat tangkap modern. Oleh karena itu pemerintah, khususnya Dinas Perikanan dan Kelautan harus mampu menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya untuk melakukan pelatihan bagi masyarakat nelayan agar mengerti dan paham menggunakan alat-alat tangkapan modern. Sehingga masyarakat nelayan di kecamatan morotai timur ketika melakukan aktifitas penangkapan ikan, tidak terbebani saat menggunakan alat tangkap modern ketika melaut. Sektor perikanan dan kelautan merupakan representasi ekonomi masyarakat nelayan, sebab kebanyakan masyarakat nelayan bukan hanya menjadikan hasil laut sebagai kebutuhan sehari-hari, melainka juga sebagai penghasilan untuk mendorong atau mempercepat perkembangan ekonomi rumah tangga mereka. Sejalan dengan ini, regulasi tentang pengelolaan perikanan telah
  4. 4. di atur dalam UU nomor 31 tahun 2004… yang menegaskan bahwa pengelolaan Sumber Daya Alam ikan perlu dilakukan sebaik-baiknya berdasarkan keadilan dan pemerataan dalam pemanfaatannya dengan mengutamakan perluasaan kesempatan kerja dan peningkatan taraf hidup nelayan…2 sejauh ini masyarakat nelayan yang berada di Kecamatan Morotai timur tidak memiliki fasilitas alat tangkap modern yang diberikan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan, sehingga masyarakat nelayan tidak diperdayaakan melalui pelatihan bahkan bantuan fasilitas alat tangkapan untuk memenuhi kebutuha hidup mereka. Sebagai sumber pendapatan utama masyarakat di pesisir pantai kecamatan morotai timur, tentu saja ketergantungan akan hidupnya pun tidak dapat lagi dinafikan, oleh karena itu para nelayan ini pun memiliki suatu kesungguhan dalam profesinya sebagai nelayan, tetapi sangat disayangkan oleh kita semua bahwa kesungguhan ini tidak berbanding lurus dengan fasilitas yang digunakannya yang bisa di bilang mengandalkan peralatan nelayan seadanya. Perhatian yang masih terbilang kurang oleh pemerintah atau oleh dinas kelautan dan perikanan Kabupaten Pulau Morotai terhadap potensi kelautan yakni perikanan, dalam konteks pengelolaan serta pemberdayaan masyarakat nelayan di Kecamatan Morotai Timur ini dapat dilihat dari segi ketidak-teraturnya masyarakat nelayan yang ada di Kecamatan tersebut yang merupakan basis masyarakat nelayan, yang memang tidak terorganisir sama sekali, padahal hal ini merupakan aset terbesar yang mestinya dikelola secara optimal yang pada 2 Lihat Marhaeni Ria Siombo. Hukum Perikanan Nasional dan Internasional. Jakarta, Gramedia Pustaka Utama. hlm 23-24
  5. 5. gilirannya mempengaruhi pertumbuhan ekonomi masyarakat nelayan yang ada di kecamatan morotai timur secara khusus dan pada umumnya daerah secara kolektif. Kondisi perekonomian, kependudukan serta beberapa kebijaksanaan pemerintah pada saat ini akan sangat mempengaruhi kemiskinan, status gizi masyarakat dan ketahanan pangan. Kondisi kenaikan harga bahan pokok pangan yang cenderung terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir tentu sangat berimbas pada ekonomi rumah tangga nelayan.3 Sehingga masyarakat nelayan harus secara sungguh-sungguh untuk menjadikan profesi melaut sebagai kehidupan membangun ekonomi rumah tangga mereka, hal ini membutuhkan intervensi pemerintah daerah melalui Dinas Perikanan dan Kelautan untuk dapat melakukan penetrasi melalui pemberdayaan masyarakat nelayan. Dari sisi historis, jika kemudian kita melihat dan sejenak mengamati, ternyata kegiatan melaut atau nelayan ini sudah berlansung sejak lama, sejak sekelompok masyarakat bermukim di tepi pantai morotai bagian timur, sehingga kegiatan atau aktifitas melaut masyarakat seakan menjadi warisan yang turun temurung dari pendahulu sehingga sampai saat ini kegiatan atau aktifitas serupa masi berlansung hingga saat ini, yang memang masi sangaat relefan dengan kondisi sosial masyarakat yang ada di sekitar pesisir pantai Kecamatan Morotai Timur. 3 Pudji Purwanti. Model Ekonomi Rumah Tangga Nelayan Skala Kecil Dalam Mencapai Ketahanan Pangan. Malang,hlm 7
  6. 6. 1.2 Rumusan Masalah Dari latar belakang yang direpresentasikan di atas, maka proposal ini dirumuskan masalahnya sebagai berikut: 1. Sejauh mana peran Dinas Kelautan dan Perikanan dalam pemberdayaan masyarakat Nelayan di Kecamatan Morotai Timur? 1.3. Manfaat dan Tujuan Penelitiann 1.3.1 Manfaat Penelitian Manfaat penelitian yang akan dicapai dan dinginkan dalam proposal ini, untuk menunjukan adalah untuk 1.3.2 Tujuan Penelitian 1.3. Metode Penelitian 1.4.1 Lokasi Penelitian 1.4.2 Tipe dan Jenis Penelitian 1.4.3 Sumber Data a) Data Primer b) Data Sekunder 1.5.Teknik Pengumpulan Data
  7. 7. 1.5.1 Tehnik Observasi 1.5.2 Wawancara 1.5.3 Dokumentasi 1.6. Tehnik Analisis Data Analisis data kualitatif, menurut Bagdan & Biklen4 adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah- milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mengintensiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain. Analisis dalam penelitian merupakan bagiaan dalam proses penelitian yang sangat penting, karena dengan analisis inilah data yang ada akan nampak mamfaatnya terutama dalam memecakan masalah penelitian dan mencapai tujuan akhir penelitian. Kemudian dijadikan sebagai bahan acuan dalam penulisan penilitian ini. 1.6.1 Pengumpulan Data 1.6.2 Reduksi Data 1.6.3 Penyajian Data 1.6.4 Penarikan Kesimpulan 4 Lihat Lexi Maleong,. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung:PT Remaja Rosdakarya. Hlm 248
  8. 8. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Potensi Laut Dan Perkembangan Daerah 2.2.Nelayan dan Kehidupan Rumah Tangga 2.3.Pemerintah dan Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Kebijakan pembangunan sektor kelautan perikanan Kabupaten pulau morotai didasarkan pada pendekatan pembangunan yang diarahkan agar mampu memainkan peranan utama dalam perbaikan perekonomian daerah, dalam arti dapat memposisikan sebagai penggerak pembangunan ekonomi daerah dan membudayakan masyarakat pembudidaya ikan/nelayan agar mampu mandiri dalam melaksanakan usahanya. Yang meliputi ; 1. Pemberdayaan Masyarakat dan Aparatur Kelautan dan Perikanan 2. Pengembangan Teknologi Budidaya Perikanan, Teknologi Penangkapan Ikan dan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan. 3. Peningkatan Pengawasan dan Pengendalian terhadap Pemanfaatan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan. 4. Peningkatan dan Pengembangan.Sarana dan Prasaran Kelautan dan Perikanan. Adapun strategi yang dilakukan adalah sebagai berikut : 1. Meningkatkan Kemampuan SDM Kelautan Perikanan Pengembangan sumberdaya manusia pada sektor perikanan dan kelautan ditujukan tidak saja kepada pembudidaya ikan/nelayan atau masyarakat perikanan
  9. 9. pada umumnya, tetapi juga termasuk pada aparat-aparat pembina perikanan dan kelautan itu sendiri. Pengembangan sumberdaya yang dilakukan, tidak hanya mencakup aspek teknis, seperti penciptaan Iptek, manajemen atau peningkatan keterampilan dan produktivitas, tetapi mencakup juga aspek yang lebih mendasar, yaitu peningkatan harkat, martabat dan kepercayaan terhadap diri sendiri, kemampuan berwira swasta serta tanggung jawab baik sebagai anggota keluarga, warga masyarakat ataupun pribadi mandiri. Oleh karena itu pembinaan terhadap pembudiya ikan/nelayan tidak hanya ditujukan kepada fungsi mereka sebagai faktor produksi atau tenaga kerja, tetapi juga kepada fungsi mereka sebagai sumberdaya insani yang memerlukan keseimbangan kesejahtraan rohani dan jasmani. Sedangkan terhadap aparat pembina diharapkan akan tetap mau dan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta wawasan sesuai perkembangan yang terjadi melalui berbagai kesempatan baik dalam negeri maupun di luar negeri. 2. Memanfaatkan Sumberdaya Kelautan Perikanan Secara Optimal, Efisien dan Berkelanjutan (Suistainable) Potensi lahan kelautan dan perikanan di kabupaten pulau morotai cukup besar dan berpeluang untuk dikembangkan secara optimal tanpa mengganggu kelestariannya dengan tingkat efektifitasmelalui usaha ekstensifikasi, identifikasi, diverifikasi dan rehabilitasi serta dengan menggunakan teknologi tepat guna dan memberikan prioritas utama terhadap komoditas ekonomis penting serta komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Disamping itu usaha pemgembangan kelautan perikanan juga memungkinkan untuk ekstensifikasi dengan mendorong kearah penangkapan jarak jauh serta pengembangan usaha budidaya laut pada lokasi potensial. Dalam hubungannya dengan pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan tetap berorientasi pada pembangunan perikanan yang ramah lingkungan serta mengutamakan kelestarian sumberdaya hayati. Selain itu juga perlu diarahkan untuk pencapaian produktifitas yang optimal, pemanfaatan secara rasional, peningkatan pendapatan serta pembangunan struktur usaha yang seimbang antara usaha skala besar maupun usaha kecil. 3. Meningkatkan Mutu Hasil Perikanan Pembangunan kelautan dan perikanan merupakan salah satu kegiatan yang ekonomis dan mempunyai nilai strategis dan sangat prospektif. Hal ini mengingat kecendrungan semakin meningkatnya permintaan dunia akan produk hasil perikanan . Sehubungan dengan meningkatnya permintaan tersebut maka selain pencapaian target produksi, upaya peningkatan pengawasan mutu hasil perikanan juga merupakan faktor utama dalam meningkatkan hasil produksi. Langkah-
  10. 10. langkah yang ditempuh oleh Dinas adalah penanganan dan pengolahan pasca panen yang dilaksanakan oleh petani ikan sesuai anjuran teknis serta peningkatan teknologi dan pemrosesan produk. Peningkatan akses pasar yang tidak hanya lokal tetapi juga nasional bahkan internasional (distribusi ekspor) sesuai dengan jenis komoditas yang diusahakan dan diperlukan pasar. 4.Meningkatkan Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya alam perlu dilaksanakan sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku. Peraturan-peraturan di bidang kelautan dan perikanan lebih mengarah dalam upaya menjaga kelestarian sumberdaya kelautan perikanan, agar pelaksanaan sejalan dengan peraturan yang berlaku perlu adanya pengawasan dan pengendalian di lapangan. Dalam melaksanakan pengawasan dan pengendalian sebagai upaya penegakan peraturan di bidang kelautan dan perikanan, perlu didahului oleh pembinaan dan sosialisasi tentang hukum kepada pelaku usaha di bidang kelautan dan perikanan khususnya pembudidaya ikan dan nelayan serta masyarakat pada umumnya. Untuk lebih mengoptimalkan pengawasan, akan dilakukan pembinaan sistem pengawasan mandiri oleh masyarakat melalui penggalangan SISWASMAS (Sistem Pengawasan Masyarakat) dan POKWASMAS (Kelompok Pengawas Masyarakat). 5. Merehabilitasi Ekosistem Habitat pesisir, Laut, dan Perairan Umum Potensi lahan kelautan dan perikanan Kabupaten Tanah Bumbu cukup besar dan berpeluang untuk dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal tanpa menggangu lingkungannya dengan mengutamakan kelestarian sumberdaya hayati. Dilakukan peningkatan rehabilitasi dan konservasi sumberdaya kelautan dan perikanan dengan cara mangrove (pohon bakau) di wilayah pesisir yang mengalami abrasi. 6. Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur Dalam Rangka Pemanfaatan Sumberdaya Kelautan Perikanan Dalam rangka peningkatan pengembangan kegiatan usaha kelautan perikanan yang turut berpengaruh terhadap pemasaran. Pembangunan infrastruktur dan rehabilitasi prasarana serta peningkatan sarana menjadi hal yang utama dalam rangka pemanfaatan sumberdaya kelautan perikanan.
  11. 11. 7. Menciptakan Lapangan Kerja Baru Di Bidang Usaha Kelautan Perikanan Adanya pertambahan penduduk dari tahun ke tahun akan mengakibatkan semakin sempitnya lahan pekerjaan di segala sektor. Dan selaras dengan komitmen Kabupaten Tanah Bumbu untuk menanggulangi penganguran maka Pembangunan Infrastruktur pada sektor Kelautan Perikanan sangat mendukung dalam menciptakan lapangan kerja baru. 8. Memberdayakan Sosial Ekonomi Masyarakat Kelautan dan Perikanan Dilatarbelakangi oleh adanya kenyataan bahwa masyarakat pesisir merupakan masyarakat yang sangat tertinggal atau mempunyai pendapatan yang relatif rendah dan merupakan salah satu kelompok masyarakat yang memiliki strata sosial terendah. Oleh karena itu Dana Penguatan Modal Perikanan adalah salah satu langkah awal dalam rangka peningkatan sosial ekonomi masyarakat kelautan perikanan. 9. Mengembangkan dan Memperkuat Sistem Informasi Kelautan Perikanan Pengetahuan, Penguasaan dan Penerapan Teknologi terhadap masyarakat perikanan umumnya terbatas, oleh karena itulah peran Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Perikanan dalam hal ini sebagai media dalam mengembangkan dan memperkuat sistem informasi yang berguna dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, inovasi dan motivasi masyarakat perikanan, terutama dalam rangka meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan. Namun, sejau ini potensi kelautan dan perikanan yang terdapat di kabupaten pulau morotai khususnya di kecamatan morotai timur dalam konteks pengelolaan dan pemanfaatanpun masi jau dari harapan, mestinya oleh dinas kelautan dan perikanan kabupaten pulau morotai membuat suatu rumusan yang selanjutnya menjadi suatu kebijakan yang benar-benar tepat sasaran, sehingga seluru masyarakat nelayan yang ada di kecamatan morotai timurpun dapat berdaya dengan memiliki sejumla sarana serta keterampilan yang di berikan oleh dinas dimaksud dalam rangka pemberdayaan masyarakat nelayan juga dalam rangka peningkatan produktifitasnya yang pada gilirannya dapat mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat nelayan yang ada di kecamatan morotai timur.

×