PERENCANAAN

2,978 views

Published on

Published in: Education, Business, Spiritual
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,978
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
201
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

PERENCANAAN

  1. 1. ByMuhamad YogiCIVICS STUDY PROGRAMMEISLAMIC UNIVERSITY OF NUSANTARAPLANNING5/13/2013 1
  2. 2. 5/13/2013 2
  3. 3. FILSAFAT PERENCANAANSekurang kurang nya ada 4 filsafat perencanaan, yaitu filsafat sintesi, rasionalisme, pengembangan organisasidan empirisme1. SintesisMahhein memandang perencanaan sebagai suatu cara berfikir dan Dah & Linblon Memandang perencanaansebagai proses pengambilan keputusan bimbingan, Etzioni Memandang Perencanaan sebagai proses sosialdimana kontrol sosial dan konsesus harus di arahkan untuk mengoptimalkanKeseimbangan antara pengawasan yang ketat dengan consensus yang lemah di tambah oleh Etzioni bahwaperencanaan adalah proses psikologis dalam bentuk pembelajaran yang menekankan pada transaksiinterpersonal2. RasionalisemeMeneurut paham rasionalisme, perencanan di pandang sebagai suatu bentuk pengambilan keputusan, suatuproses yang mengikuti langkah langkah procedural dalam pengambilan keputusan.3. Pengembangan OrganisasiBenis berpendapat bahwa perencanaan menurut pandangan pengembangan organisasi adalah sebagai salah satumetode perencanaan, yaitu proses pembelajaran mengenai kesadaran dan prilaku anggota organisasi.4. EmpirismePenganut Empirisme membagi teori perencanaan atas 1. Aliran yang memusatkan perhatianya pada aspekpolitik dan realitas fungsi ekonomi pada skala nasional, 2. Aliran yang memokuskan paerhatianya padaberbagai studi politik pembangunan kotaPENGERTIAN PERENCANAANPerencanaan ialah sejumlah kegiatan yang ditentukan sebelumnya untuk dilaksanakan pada suatu periodetertentu dalam rangka mencapai tukuan yang ditetapkan5/13/2013 3
  4. 4. 1. Harold Koontz dan Cyril O’DonnelPerencanaan adalah fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan memilih tujuan-tujuan, kebijakan-kebijakan, prosedur-prosedur, program-program dari alternatif-alternatif yang ada.2. G.R.TerryPerencanaan adalah memilih dan menghubungkan fakta dan membuat serta menggunakan asumsi-asumsimengenai masa datang dengan jalan menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan yang diperlukanuntuk mencapai hasil yang diinginkan.3. Louis A.AllenPerencanaan adalah menentukan serangkaian tindakan untuk mencapai hasil yang diiginkan4. Billy E.GoetzPerencanaan adalah pemilihan yang fundamental dan masalah perencanaan timbul,jika terdapat alternatif-alternatif.5. Drs.H.Malayu S.P HasibuanRencana adalah sejumlah keputusan mengenai keinginan dan berisi pedoman pelaksanaan untuk mencapaitujuan yang diinginkan itu. Jadi,setiap rencana mengandung dua unsur,yaitu:”tujuan dan pedoman”.efektif.6. Bintoro TjokroaminotoProses mempersiapkan kegiatan kegiatan secara sistematis yang akan dilakukan untuk mencapai tujuntertentu7. Prajudi AtmosudirdjoPerencanaan adalah perhitungan dan penentuan tentang sesuatu yang kan di jalankan dalam rangka mencapaitujuan tertentu, siapa yang melakukan, bilamana, dimana, dan bagaimana cara melakukanya.8. S.P. SiagianPerencanaan sebagai keseluruhan proses pemikiran secara matang menyangkut halhal yang akan di kerjakandimasa dating dalam rangka mencaoai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.5/13/2013 4
  5. 5. TUJUAN PERENCANAAN1. Standar Pengawasan, yaitu mencocokan pelaksanaan dengan perencanaanya2. Mengetahui kapan pelaksanaan dan selesainya suatu kegiatan3. Mengetahui siapa saja yang terlibat ( struktur organisasinya ), baik kualifikasinya maupun kuantitas nya4. Mendapat kegiatan yang sistematis termasuk biaya dan kualitas pekerjaan5. Meminalkan kegiatan kegiatan yang tidak produktif dan menghemat biaya, tenaga dan waktu6. Memberikan Gambaran yang menyeluruh mengenai kegiatan pekerjaan7. Menyerasikan dan memadukan beberapa sub kegiatan8. mendeteksi hambatan kesulitan yang bakal ditemui9. Mengarahkan pada pencapaian tujuanMANFAAT PERENCANAAN1. Standar pelaksanaan dan pengawasan2. Pemilihan berbagai alternaif terbaik3. Penyusunan Skala Prioritas4. Menghemat Pemanfaatan sumber daya organisasi5. Membantu Manajer menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan6. Alat memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait7. Alat Meminimalkan Pekerjaan yang tidak pastiRUANG LINGKUP PERENCANAANRuanglingkup perencanaan di pengaruhi oleh dimensi waktu, spasial,dan tingkatan teknis perencanaan.Ketiga dimensi saling berinteraksi. Masing masing dimensi tersebut adalah sebagai berikut.1. Perencanaan Dimensi WaktuPerencanaan Jangka PanjangPerencanaan ini meliputi jangka waktu hingga 10 tahun keatas dalam perencanaan ini belum di tampilkansasaran sasaran yang bersifat kuantitatif tetapi lebih kepada proyeksi atau perspektif atas keadaan ideal yang5/13/2013 5
  6. 6. inginkan dan pencapaian keadaan yang bersifat pundapental. Cohtoh , Propenas Perencanaan Jangka MenengahJangka waktunya 3 sampai 8 tahun. Di Indonesia umunya 5 tahun. Ini merupakan penjabaran atau uraianperencanaan jangka panjang, walaupun perencanaan jangka menengah ini masih bersifat umum tetapi sudah ditampilkan sasaran yang di proyeksikan secara kuantitatif. Contoh, Propeda Perencanaan Jangka PendekJangka waktunya 1 tahun. Perencanaan ini di sebut juga perencanaan operasional tahunan . contoh ,proyek-proyek2. Perencanaan Dimensi SpasialMerupakn perencanaan yang memiliki kararkter yang terkait dengan ruang dan batasan wilayah. Darai dimesispasial ini dikenal Perencanaan Nasional, Perencanaan Regional, Perencanaan Tata Ruang, dan Tatat Tanah Perencanaan NasionalSuatu Proses penyusunan perencanaan berskala nasional sebagai konsensus dan komitmen seluruh rakyatIndonesia yang terarah terpadu dan menyeluruh untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmurmemperhitungkan dan memanfaatkan sumber daya nasional dan memperhatikan perkembangan internasional.Contoh, Propenas dan perencanaan pendidikan nasional Perencanaan RegionalPilihan antar sector dan hubungan antar sector dalam suatu wilayah atau daerah sehingga disebut juga sebagaiperencanaan daerah ataou wilayah. contoh ,Propeda, perencanaan pendidikan di provinsi, Kabupaten/Kota Perencanaan Tata RuangPerencanaan yang mengupayakan pemanfaatan fungsi kawasan tertentu, mengembangkan secara seimbang, baisecara ekologis, geografis, maupun demografis. Contoh, Perencanaan tata ruang kota, perencanaan permukimanperencanaan daerah transmigrasi, dan proyek proyek3. Perencanaan Dari Dimensi Tingkatan Teknis Perencanaan5/13/2013 6
  7. 7.  Perencanaan MakroPerencanaan tentang ekonomi dan nonekonomi secara eksternal dan internal. Perencanaan ini meliputipendapatan nasional yang akan ditingkatkan, tingkat konsumsi, investasi pemerintah, dan swasta eksport danimpor, pajak, bunga bank, dan sebagainya Perencanaan MikroPerencanaan yang disususun dan di sesuaikan dengan kondidi otonomi daerah di bidang pendidikan.Perencanaan ini disebut juga perencanaan pemetaan pendidikan. Namu perelu di perhatikan perbedaan antarapemetaan sekolah dan peta sekolah, peta sekolahhanya mengambarkan lokasi sekolah sedangkan pemetaansekolah tidak hanya mengambarkan lokasi sekolah namun mengambarkan berbagai data, informasi, dan faktorfaktor yag dapat mempengaruhi perkembangan pendidikan, baik data kualitatif maupun kuantitatif, kebutuhanguru, sarana dan prasarana dan sebagainyaTujuan Pemetaan Sekolah adalah 1. Untuk mengetahui keadaan lengkap sekolah dan 2 untuk menata kembalijaringan persekolahan dengan permukiman pendidik secara baik sehingga sekolah dapat dimanfaatkan seefesiendan seefektif mungkin Faktor yang mempengaruhi percencanaan ini antara lainKebijakan/Ketentuan /standar/, geografis,demografi, dan infrastruktur secara nonteknis antara lain aspirasimasyarakat, terhadap pendidikan, sosial ekonomi dan budaya masyarakat, politik,dan keamanan Perencanaan SektoralKumpulan program dan kegiatan pendidikan yang mempunyai persamaan ciri dan tujuan Perencanaan KawasanPerencanaan yang memperhatikan keadaan lingkungan kawasan tertentu sebagai pusat kegiatan dengankeunggulan komparatif dan kompetitif Perencanaan ProyekPerencanaan Operasional yang menyangkut operasionalisasi kebijakan dan pembangunan dalam rangkamencapai sasaran sector dan tujuan pembangunan4. Perencanaan dari Dimensi JenisAnen (2000) Menyebut jenis perencanaan seperti ini sebagai berikut :5/13/2013 7
  8. 8.  Perencanaan Dari atas ke Bawah Perencanaan Dari Bawah ke Atas Perencanaan Menyerong Kesamping Perencanaan Mendatar Perencanaan Menggelinding Perencanaan Gabungan Atas Kebawah dan Bawah KeatasMACAM MACAM PENDEKATAN PERENCANAAN PENDIDIKAN• Pendekatan Kebutuhan SosialPendekatan yang di dasarkan atas keperluan masyarakat pada saat ini. Pendekatan ini menitik beratkan padatujuan pendidikan yang mengandung misi pemerataan keesmpatan dalam mendapatkan pendidikan. WajibBelajar 12 Tahun adalah contoh darai penerapan pendekatan ini dan perencanaan ini mempunyai kelemahan- Mengabaikan masalah alokasi dalam skala nasional dan secara samar tidak mempermasalahkanbesarnya sumber daya pendidikan yang di butuhkan karena beranggapan bahwa penggunaan sumber dayapendidikan yang terbaik adalah untuk segenap rakyat Indonesia.- Mengabaikan kebutuhan perencanaan ketenagakerjaan yang di perlukan di masyarakat sehinggadapat menghasilakan lulusan yang sebenarnya tidak di butuhkan masyarkat- Cenderung hanya menjawab pemerataan pendididkan saja sehingga kuantitas lulusan lebih diutamakan dari pada kulitas lulusan• Pendekatan KetenagakerjaaanPendekatan yang mengutamakan keterkaitan lulusan sistem pendidikan dengan tuntutan akan kebutuhantenaga kerja.• Pendekatan Keefektifan BiayaMenitik beratkan pemanfaatan biaya secermat mungkin untuk mendapat hasil pendidikan yang seoptimalmungkin, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Pendidikan ini diadakan jika benar benar memberikankeuntungan yang relative pasti, bagi penyelengara maupun peserta didik. Sebagai contoh : pembukaansekolah Magister Manajemen, Magister Administrasi Bisnis dan Kursus kursus.5/13/2013 8
  9. 9. Kelemahan pendekatan ini adalah pengelolaan dana pendidikan terutama di Negara berkembang asih sangatlemah.• Pendekatan TerpaduPerpaduan antara 3 pendekatan di atas yang menghasilaknan Lulusan Berdasarkan tiga aspek pendekatan diataTEORI PERENCANAANHudson dalam Tunner (1981) menyatakan taksonomi perencanaan antaralain sinoptik,inkremental,transaktif,advokasi dan radikal selanjutnya di kembangkan oleh Tunner (1981) Dengan namateori SITAR sebagai pengabungan dari Taksonomi Hudson1) Teori SinoptikMerupakan teori yang paling lengakap di banding dengan teori teori lainya teori ini sering di sebut sytemplanning, rational sytem approach, atau rational comprehensive planning. Teori ini sudah menggunakanmodel berpikir sistem dalam perencanaanya. Objek yang direncanakan di pandang sebagai suatu kesatuanyang bulat, dengan satu tujuan yang disebut misi. Tujuan ini diuraikan menjadi bagian-bagian denganmemakai analisis sistem sehingga sistem menampakan strukturnya Langkah Langkah Perencanaan TeoriSinoptik Meliputi : Pengenalan Masalah, Mengestimasi ruang lingkup Masalah, MengklasifikasiKemungkinan Penyelesaian, Menginvesitgasi Masalah, Memeprediksi Alternatif,Mengevaluasi Kemajuanatas penyelesaian yang spesifik2) Teori InkrementalBerdasarkan kepada kemampuan institusi dan kinerja personalianya. Teori ini sangat berhati hati pada ruanglingkup objek yang akan direncanakan. Jika sesuai dengan kemampuan Sumber Daya yang ada danmemberikan manfaat memadai, barulah direncanakan. Teori ini tidak cocok untuk jangka panjang karenasulit diramalkan. Selain itu teori ini bersifat Desentralisasi karena tergantung kemampuan lingkungannya,.Perencanaan ini dilakukan oleh Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota dan sekolah.3) Teori Transaktif5/13/2013 9
  10. 10. Menekankan pada hakikat individu yang menjunjung tinggi kepentingan pribadi. Keinginan keinginanindividu diteliti satu persatu sebelum perencanaan di mulai. Komunikasi antar pribadi dilakukan beberapakali. Ide ide perencanaan di evolusikan secara hati hati dan perlahan dikalangan personalia pendidikan. Teoriini merupakan perencanaan yang terdesentralisasi karena perencanaan sepenuhnya tergantung kebutuhanindividu-individu pendidikan di daerah atau di sekolah, karena sekolah lah yang paling tahu apa yang terbaikbagi sekolahnya . Perencanaan seperti ini dilakukan oleh Provinsi, Kabupaten, Kota dan Sekolah.4) Teori AdvokasiMenenkankan pada hal yang bersifat umum. Perbedaan individu dan di daerah di abaikan. Dasar perencanaantidak berdasarkan pengalaman empiris atau penelitian, melaikan pada argumentasi yang logis, rasional, dandapat di pertahankan melalui argumentasi(Advokasi). Perencanaan Pendidikan dengan teori ini banyak dilalukan oleh pemerintah Pusat Di Jakarta.5) Teori RadikalMenekankan pada kebebasan lembaga lakal untuk melakukan perencanaan sendiri, dengan maksud agar lebihcepat memenuhi kebutuhan lokal . Perencanaan seperti ini dilakukan di Provinsi, Kabupaten, Kota danSekolah.6) Teori SITARAdalah gabungan dari kelima teori di atas. Oleh sebab itu di sebut juga sebagai Complementary PlanningProcess. Teori ini mengabungkan semua kelebihan masing – masing teori di atas sehingga lebih lengkap.MODEL PERENCANAAN PENDIDIKAN1) Model KomprehensifDigunakan untuk menganalisis perubahan perubahan dalam sistem pendidikan secara menyeluruh. Selain itu,Berfungsi juga sebagai pedoman dalam menguraikan rencan rencana yang lebih khusus kea rah tujuan yanglebih luas.2) Model Pembiayaan dan Keefektifan BiayaDigunakan untuk menganalisis proyek dengan kriteria efesiensi dan efektivitas. Dengan model ini dapat diketahui proyek mana saja yang paling5/13/2013 10
  11. 11. layak atau terbaik di bandingkan dengan proyek lainya. Model ini mirip dengan pendekatan untung rugi3) Model PPBSPlanning, Programming, Budgeting System. Atau Sistem Perencana, Pemrograman dan Penggaran banyak digunakan di pendidikan tinggi negeri. Merupakan suatu pendekatan sistem matis dan komprehensif yangberusaha menentukan tujuan, mengembangkan Program Program untuk di capai dengan menggunakananggaran seefesien dan seefektif mungkin, dan mampu mengganbarkan kegiatan proggram jangka panjang4) Model Target SettingModel ini digunakan untuk memperkirakan atou memproyeksi tingkat perkembangan dalam kurun waktuteretentu. Dalam persiapanya di perlukan model untuk analisis demografis dan proyeksi penduduk, modeluntuk memproyeksikan jumlah peserta didik di sekolah dan model untuk memproyeksikan kebutuhan tenagakerja.METODE PERENCANAANSmith (1982) secara umum menyebutkan delapan metode perencanaan, namun metode ini dapat pula untuk digunakan dalam perencanaan pendididkan. Analisis Sumber dan Cara TujuanMetode ini di gunakan untuk meliti sumber sumber dan alternatifmencapai tujuan tertentu. Tiga faktor yangperlu di analisis antara lain : Sumber, Cara untuk mencapai tujuan dan Tujuan. Ketiga factor ini di kaji secaratimbal balik. Analisis Masukan dan KeluaranDigunakan untuk mengkaji faktor factor input pendidikan yang memengaruhi proses dan akibat nya terhadapkeluaran secara interelasi dan interpedensi. Metode ini untuk menilai alternative dalam proses transformasi. Analisa EkonometrikMetode ini memakai data empiris, statistik, dan teori ekonomi dalam mengukur perubahan dalamhubunnganya dengan ekonomi. Metode ini dekat dengan pendekatan untung rugi. Metode ini menggunakanpersamaan yang5/13/2013 11
  12. 12. mendeskripsikan hubungan interpedensi variable- variable yang ada dalam suatu sistem. Diagran Sebab AkibatDigunakan dalam perencanaan yang menggunakan sekuen hipotetik ubtuk mendapatkan gambaran masadepan. Metode ini mirip dengan perencanaan Stratejik. DelphiDigunakan untuk menentukan sejumlah alternative program, mendapatkan asumsi atau fakta yang melandasipertimbangan tertentu dengan mencari informasi yang di butuhkan untuk mencapai consensus. Dimulaidengan menegemukakan suatu masalah umum kemudian dijabarkan secara khusus untuk dipecahkan masingmasing ahlinya. HeuristikDipakai untuk mendapatkan isu dan mengakomodasi pendapat yang bertentangan. Metode ini didasarkan atasprinsif dan prosedur yang mensistematiskan langkah – langkah pemecahan masalah. Analisa Siklus KehidupanDigunakan untuk mengalokasikan sumber daya dengan memerhatikan siklus kehidupan produksi (lulusan),proyek, program,dan kegiatan pendidikan . Tahapanya meliputi : Konseptualisasi,Spesifikasi, pengembanganprototype, pengujian dan evaluasi, operasi dan produksi (lulusan) Analisis Nilai TambahanDigunakan untuk mengukur keberhasilan peningkatan lulusan atau pelayanan pendidikan sehingga di perolehgambaran kontribusi aspek tertentu lainya. Metode ini mirif teori incremental, sebagai tambahan, metodeyang paling banyak dalam perencanaan pendidikan tingkat mikro adalah metode proyeksi. ProyeksiPerencanaan Pendidikan dengan menggunakan metode proyeksi yang menghasilkan metode pemecahanpenduduk lima tahunan, data persekolahan, proyeksi penduduk, dan penduduk usia sekolah, proyeksi siswa,proyeksi ruang kelas, dan proyeksi kebutuhan guru5/13/2013 12
  13. 13. ASAS-ASAS PERENCANAAN (PRINCIPLES OF PLANNING) Principle of contribution to objekctiveSetiap perencanaan dan segala perubahannya harus ditujukan kepada pencapaian tujuan Principle of efficiency of planningSuatu perencanaan efisien, jika perencanaan itu dalam pelaksanaannya dapat mencapai tujuan dengan biayauang sekecil-kecilnya. Princple of primacy of planning (asas pengutamaan perencanaan)Perencanaan adalah keperluan utama para pemimpin dan fungsi-fungsi lainnnya, organizing, staffing,directing, dan controlling. Principle of pervasiveness of planning (asas pemerataan perencanaan)Asas pemerataan perencanaan memegang peranan penting mengingat pemimpin pada tingkat tinggi banyakmengerjakan perencanaan dan bertanggung jawab atas berhasilnya rencana itu. Principle of planning premise (asas patokan perencanaan)Patokan-patokan perencanaan sangat berguna bagi ramalan, sebab premis-premis perencanaan dapatmenunjukkan kejadian-kejadian yang akan dating. Principle of policy frame work (asas kebijaksanaan pola kerja)Kebijaksanaan ini mewujudkan pola kerja, prosedur-prosedur kerja, dan program-program kerja tersusun. Principle of timing (asas time)Adalah perencanaan waktu yang relative singkat dan tepat Principle of planning CommuncationPerencanaan dapat disusun dan dikoordinasikan dengan baik, jika setiap orang bertanggung jawab terhadappekerjaannya dan memperoleh penjelasan yang memadai mengenai bidang yang akan dilaksanakannya. Principle of alternative (asas alternative)Alternative ada pada setiap rangkaian kerja dan perencanaan meliputi pemilihan rangkaian alternative dalampelaksanaan pekerjaan, sehingga tercapai tujuan yang telah ditetapkan. Principle of limiting factor (asas pembatasan faktor)5/13/2013 13
  14. 14. Dalam pemilihan alternative-alternative, pertama harus ditujukan pada factor-faktor yang strategis dan dapatmembantu pemecahan masalah. Asas alternative dan pembatasan factor merupakan syarat mutlak dalampenetapan keputusan. The commitment principle (asas keterikatan)Perencanaan harus memperhitungkan jangka waktu keterikatan yang diperlukan untuk pelaksanaanpekerjaan. The principle of flexibility (asas fleksibilitas)Perencanaan yang efektif memerlukan fleksibilitas, tetapi tidak berarti mengubah tujuan. The principle of navigation change (asas ketetapan arah)Perencanaan yang efektif memerlukan pengamatan yang terus-menerus terhadap kejadian-kejadian yangtimbul dalam pelaksanaannya untuk mempertahankan tujuan. Principle of strategic planning (asas perencanaan strategis)Dalam kondisi tertentu manajer harus memilih tindakan-tindakan yang diperlukan untuk menjaminpelaksanaan rencana agar tujuan tercapai denganMACAM-MACAM PERENCANAANMacam-macam perencanaan dalam pengantar manajemen dibagi menjadi 2 yaitu :A. Perencanaan organisasi1. Perencanaan strategisRencana strategis yaitu rencana yang dikembangkan untuk mencapai tujuan strategis. Tepatnya, rencanastrategis adalah rencana umum yang mendasari keputusan alokasi sumber daya, prioritas, dan langkah-langkah tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan strategis.2. Perencanaan taktisAdalah rencana ditujukan untuk mencapai tujuan taktis, dikembangkan untuk mengimplementasikan bagiantertentu dari rencana strategis. Rencana strategis pada umumnya melibatkan manajemen tingkat atas danmenegah dan jika dibandingkan dengan rencana strategis, memiliki jangka waktu yang lebih singkat dansuatu fokus yang lebih spesifik dan nyata5/13/2013 14
  15. 15. 3. Perencanaan operasionalAdalah rencana yang menitikberatkan pada perencanaan rencana taktis untuk mencapai tujuan operasional.Dikembangkan oleh manajer ingkat menegah dan tingkat bawah, rencana operasional memiliki fokus jangkapendek dn lingkup yang relatif lebih sempit. Masing-masing rencana operasional berkenaan dengan suaturangkaian kecil aktivitas. Kami menjelaskan perencanaan dengan lebih mendekati pada bagian selanjutnya.B. Perencanaan operasional1. Rencana sekali pakai : dikembangkan untuk melaksanakan serangkaian tindakan yang mungkin tidakberulang di masa mendatang.2. Program : rencana sekali pakai untuk seragkaian aktivitas yang besar.3. Proyek : rencana sekali pakai untuk lingkup yang lebih sempit dan lebih tidak kompleks dibandingkandengan program4. Perencanaan tetap : dikembangkan untuk aktivitas yang berulang secara teratur selama suatu periodewaktu tertentu.5. Kebijakan : rencana tetap yang merinci respons umum organisasi terhadap suatu masalah atau situasitertentu.6. Prosedur operasi standar : rencana tetap yang menguraikan langkah-langkah yang harus diikuti dalamsituasi tertentu7. Aturan dan peraturan : rencana tetap yang mendeskripsikan dengan tepat bagaimana aktivitas tertentudilaksanakanC. Perencanaan kontinjensiJenis perencanaan lain yang juga penting adalah perencanaan kontinjensi (contingency planning) yaitupenentuan serangkaian tindakan alternatif jika suatu rencana tindakan secara tidak terduga tergganggu ataudianggap tidak sesuai lagi.5/13/2013 15
  16. 16. HAMBATAN DALAM PENETAPAN PERENCANAANA. Tujuan yang Tidak TepatTujuan yang tidak tepat mempunyai banyak bentuk. Membayar deviden yang besar kepadapemegang saham mungkin tidak jika dananya didapatkan dengan mengorbankan penelitian danpengembangan tujuan mungkin juga tidak tepat jika tujuan tersebut tidak dapat dicapai. JikaKmart menetapkan tujuan untuk memperoleh lebih bayak pendapatan dibanding Wal-Marttahun depan, karyawan perusahaan mungkin. Tujuan juga tidak tepat jika tujuan itu menepatkanterlalu banyak penekanan pada ukuran kuantitatif maupun kalitatif dari keberhasilan.B. Sistem Penghargaan yang Tidak TepatDalam beberapa lingkungan, sistem penghargaan yang tidak tepat merupakan hambatan dalampenetapan tujuan dan perencanaanC. Lingkungan yang Dinamis dan KompleksSifat dari suatu lingkungan organisasi juga merupakan hambatan bagi penetapan tujuan danperencanaan yang efektif. Perubahan yang cepat, inovasi teknologi, dan persaingan yang ketatjuga dapat meningkatkan kesulitan bagi suatu organisasi untuk secara akurat mengukurkesempatan dan ancaman di masa mendatang5/13/2013 16
  17. 17. D. Keengganan untuk Menetapkan TujuanHambatan lain terhadap perencanaan yang efektif adalah tujuan bagi mereka sendiridan untuk unit-unit yang merupakan tanggung jawab mereka. Alasan untuk ini mungkinadalah kurangnya rasa percaya diri atau takut akan kegagalan. Jika seorang manajermenetapkan suatu tujuan spesifik, ringkas, dan berhubungan dengan waktu, makaapakah ia mencapai atau tidak mencapai tujuan tersebut akan tampak nyata. Manajeryang secara sadar atau tidak sadar berusaha untuk menghindari tingkat tanggungjawab ini lebih mungkin untuk menghindari usaha perencanaan organisasi. Pfizer, suatuperusahaan farmasi besar, mengalami masalah karena manajernya tidak menetapkantujuan untuk penelitian dan pengembangan. Sebagai akibatnya, organisasi tersebutjauh tertinggal di belakang karena manajer tidak memiliki cara untuk mengetahuiseberapa efektif usaha penelitian dan pengembangan mereka sebenarnya.E. Penolakan terhadap PerubahanHambatan lain dalam menetapkan tujuan dan perencanaan adalah penolakan terhadapperubahan. Perencanaan pada intinya terkait dengan perubahan sesuatu dalamorganisasi. Avon Products hampir membuat dirinya sendiri bangkrut beberapa tahunyang lalu karena perusahaan bersikeras melanjutkan kebijakan pembayaran devidenyang besar kepada para pemegang5/13/2013 17
  18. 18. sahamnya. Ketika laba mulai turun, manajer menolak memotong deviden dan mulai melakukan pinjamanuntuk membayar deviden tersebut. Hutang perusahaan meningkat dari $3 juta menjadi $1,1 miliar dalamwaktu delapan tahun. Pada akhirnya, manajer terpaksa menyelesaikan masalah dan memotong deviden.F. KeterbatasanKeterbatasan (constraints) yang membatasi apa yang dapat dilakukan organisasi merupakan hambatan utamayang lain.MENGATASI HAMBATAN PERENCANAANA. Pemahaman Maksud Tujuan dan RencanaSalah satu cara terbaik untuk memperlancar penetapan tujuan dan proses perencanaan adalah dengan maksuddasarnya. Manajer seharusnya juga mengetahui bahwa terdapat keterbatasan pada efektivitas penetapantujuan dan pembuatan rencana. Penetapan tujuan dan perencanaan yang efektif tidak selalu memastikankeberhasilan, penyesuaian dan pengecualian diharapkan dari waktu ke waktu.B. Komunikasi dan PartisipasiMeskipun mungkin dibuat pada tingkat tinggi, tujuan dan rencana tersebut harus dikomunikasikan kepadapihak yang lain dalam organisasi. Setiap orang yang terlibat dalam proses perencanaan seharusnya tahulandasan apa yang mendasari strategi fungsional, dan bagaimana strategi-strategi tersebut diintegrasikan dandikoordinasikan. Orang-orang yang bertanggung jawab untuk mencapai tujuan dan mengimplementasikanrencana harus didengar pendapatnya dalam mengembangkan strategi tersebut. Setiap orang hampir selalumemiliki informasi yang berharga untuk disumbangkan / dan karena mereka yang akanmengimplementasikan rencana / keterlibatan mereka sangat penting orang biasanya lebih berkomitmer padarencana yang pembentukannya mereka bantu .bahkan ketika suatu organisasi agar bersifat sentralistis ataumenggunakan staf perencanaan, manajer dari berbagai tingkan dalam organisasi seharusnya dilibatkan dalamproses perencanaan.C. Konsistensi /revisi /dan pembaruan5/13/2013 18
  19. 19. KesimpulanPerencanaan merupakan tahapan paling penting dari suatufungsi manajemen, terutama dalam menghadapi lingkungan eksternalyang berubah dinamis. Dalam era globalisasi ini, perencanaan haruslebih mengandalkan prosedur yang rasional dan sistematis, bukan hanyapada intuisi 8 dugaan.Dalam perencanaan terdiri dari macam-macam perencanaan, yaituperencanaan organisasi dan perencanaan kontijensi. Perencanaanorganisasi terbagi menjadi 3 yaitu perencanaan strategis, taktis danoperasional. Adapun kerangka waktu dala perencanaan organisasi yaitusebagai berikut : rencana jangka panjang, jangkah menengah, danjangka pendek.Suatu perencanaan juga terdapat berbagai hambatan dalam penetapantujuan. Hambatan tersebut antara lain tujuan yang tidak tepat, sistempenghargaan yang tidak tepat, penolakan terhadap perubahan danketerbatasan.5/13/2013 19

×