MUHAMAD YOGI
A. WHY: Mengapa harus ada pendidikan karakterB. WHAT: Apa karakter Apa pendidikan karakterC. WHEN: Kapan pendidikan ka...
 “Allah membuat perumpamaan sebuah negeri yangdahulunya aman dan tenteram, rezeki datang kepadanyamelimpah ruah di semua ...
 Nabi Muhammad saw diperintahkan oleh Tuhan untukmengisahkan cerita dalam al-Qur’an tentang para rasul,seperti nabi Musa,...
.Input/kondisisaat ini:-murid-Mahasiswa-Pejabat-Akademisi-Masyakat-DllOutput/keadaan yangdiharapkan-murid-Mahasiswa-Pejaba...
.Input/kondisisaat ini:-murid-Mahasiswa-Pejabat-Akademisi-Masyakat-DllOutput/keadaan yangdiharapkan-murid-Mahasiswa-Pejaba...
 Karakter bangsa merupakan aspek penting dari kualitas SDM karena turutmenentukan kemajuan suatu bangsa. Karakter yang be...
.NO ASPEK YANG DIBANDINGKAN PERINGKAT1 Buta huruf usia > 15 tahun 44 dari 492 Literasi Membaca 39 dari 413 Kemampuan berko...
PENGEMBANGAN: USIA REMAJAPENGEMBANGAN: USIA REMAJA(Lingkungan masyarakat tidak kondusif)(Lingkungan masyarakat tidak kondu...
TIDAK SINCERE(Tidak Tulus Ikhlas –Tidak Sungguh-sungguh)SEMU(Senang Basa Basi &Budaya Abs)Akibat dari the existing situati...
Dan perumpamaan kalimat(kebijakan) yang burukbagaikan pohon yang buruk,yang telah dicabut akar-akarnya dari permukaanbumi;...
 Menurut Simon Philips (2008), karakter adalah kumpulan tata nilai yangmenuju pada suatu sistem, yang melandasi pemikiran...
 Dari pendapat di atas difahami bahwa karakter itu berkaitandengan kekuatan moral, berkonotasi ‘positif’, bukan netral. J...
 Pendidikan adalah proses internalisasi budaya ke dalam diriseseorang dan masyarakat sehingga membuat orang danmasyarakat...
 Ki Hadjar Dewantara dari Taman Siswa di Yogyakartabulan Oktober 1949 pernah berkata bahwa "Hidupharuslah diarahkan pada ...
 Selain memperkecil resiko kehancuran, karakter juga menjadimodal yang sangat penting untuk bersaing dan bekerja samaseca...
 “Selama dimensi karakter tidak menjadi bagian dari kriteriakeberhasilan dalam pendidikan, selama itu pula pendidikan tid...
 Nilai-nilai itu meliputi : (1). Ketuhanan yang maha Esa, (2) Kemanusiaan yangadil dan beradap, (3) Persatuan Indonesia, ...
1.Kejujuran2.Loyalitas dan dapat diandalkan3.Hormat4.Cinta5.Ketidak egoisan dan sensitifitas6.Baik hati dan pertemanan7.Ke...
Seorang intelektual profetik tidak memikirkan dirinya sendiri, tetapi berpikir bagaimana dapat memberikansebanyak-banyakny...
 Pendidikan holistik membentuk manusia secara utuh (holistik) yangberkarakter, yaitu mengembangkan aspek/potensi spiritua...
CIRI KURIKULUM PENDIDIKAN HOLISTIKCIRI KURIKULUM PENDIDIKAN HOLISTIK1. Spiritualitas adalah jantung dari setiap proses dan...
6. Pembelajaran berkewajiban mengajak siswa untuk menyadarihubungannya dengan bumi dan "masyarakat" non manusia seperti he...
 Kunci sukses dalam menghadapi tantangan beratdalam hidup itu terletak pada kualitas sumberdayamanusia (SDM) Indonesia ya...
1. Cinta Tuhan dan segenap ciptaanNya(love Allah, trust, reverence, loyalty)2. Tanggung jawab, Kedisiplinan dan Kemandiria...
 Suasana belajar yang efektif, menyenangkan,dan dapat mengembangkan seluruh aspekdimensi manusia secara holistik harus me...
Pendidik (guru) profesional dengan tugasutama:- mendidik,- mengajar,- membimbing,- mengarahkan,- melatih,- menilai, dan- m...
 .Merubah sikap/kepribadian menjadilebih baik & profesional,sehingga dapat membe-rikan manfaat besardalam mencerdaskanban...
1.1. Memiliki pengetahuan keMemiliki pengetahuan keagamaaagamaan yang luasn yang luasdan mengamalkannya dalam kehidupandan...
7. Mempunyai watak dan sifat robbaniyah7. Mempunyai watak dan sifat robbaniyahyang tercermin dalam pola pikir, ucapan,yang...
Ciri orang yang kuat imannya, antara lain:(1) secara tulus dia patuh pada Tuhannya;(2) dia tertib dan disiplin melaksanaka...
Pendidikan Karakter
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pendidikan Karakter

815 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
815
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
36
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pendidikan Karakter

  1. 1. MUHAMAD YOGI
  2. 2. A. WHY: Mengapa harus ada pendidikan karakterB. WHAT: Apa karakter Apa pendidikan karakterC. WHEN: Kapan pendidikan karakter tepat diberikanD. WHO: Siapa yang harus diberi pendidikan karakter Siapa yang harus bertanggung jawab melakukanpendidikan karakterE. HOW: Bagaimana melakukan pendidikan karakterQomari Anwar: qomari9@yahoo.com
  3. 3.  “Allah membuat perumpamaan sebuah negeri yangdahulunya aman dan tenteram, rezeki datang kepadanyamelimpah ruah di semua penjuru, lalu penduduknyamengingkari nikmat Allah, karena itu lalu Allahmembiarkan mereka merasakan pakaian kelaparan danketakutan, disebabkan apa yang mereka perbuat” (Q.S. An-Nahl:112). “Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Allah telahmembuat perumpamaan kalimat yang baik bagaikan pohonyang baik, akarnya kuat menghunjam ke bumi, (ranting)dan dahannya menjulang ke angkasa; pohon itu terusberbuah setiap saat (tiada henti) atas izin Tuhannya. Allahmembuat perumpamaan seperti itu agar manusiamemperoleh peringatan” (QS Ibrahim 24-26)
  4. 4.  Nabi Muhammad saw diperintahkan oleh Tuhan untukmengisahkan cerita dalam al-Qur’an tentang para rasul,seperti nabi Musa, Harun, Ismail, Nuh bahwa merekamenyungkur bersujud dan menangis bila ditunjukkan ayat-ayat Allah. Selanjutnya Allah memperingatkan:“Maka datanglah sesudah mereka, generasi yang jelek, menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, merekaitulah yang jelas akan sesat. Kecuali orang yang bertaubat,beriman, dan beramal salih. Maka mereka itu akan masuk surgedan tidak mungkin dianiaya (dirugikan) sedikitpun”. (Q.S.Maryam 59-60) Nabi bersabda: Ketahuilah bahwa dalam diri setiap kalian ada”mudghoh” (segumpal daging), jika mudghoh itu bersih makasemua yang ditampilkan oleh orang tersebut juga bersih (baik),dan jika mudghoh itu rusak maka yang ditampilkan oleh orangtersebut juga rusak (tidak baik). Ketahuilah bahwa yang disebutmudghoh itu adalah al-qolb (hati). (Al-Hadist)
  5. 5. .Input/kondisisaat ini:-murid-Mahasiswa-Pejabat-Akademisi-Masyakat-DllOutput/keadaan yangdiharapkan-murid-Mahasiswa-Pejabat-Akademisi-Masyakat-Dll1.isi/materi2. Pendekatan/metode/cara3.SDM (murid-guru)4.sarana/prasarana5.Peraturan6.Evaluasi7.DllPROSES
  6. 6. .Input/kondisisaat ini:-murid-Mahasiswa-Pejabat-Akademisi-Masyakat-DllOutput/keadaan yangdiharapkan-murid-Mahasiswa-Pejabat-Akademisi-Masyakat-DllUnkwon activities-Pendidikan-Pelatihan-Pembimbingan-Pembiasaan-DllPROSES
  7. 7.  Karakter bangsa merupakan aspek penting dari kualitas SDM karena turutmenentukan kemajuan suatu bangsa. Karakter yang berkualitas perludibentuk dan dibina sejak usia dini. Usia dini merupakan masa emasnamun kritis bagi pembentukan karakter seseorang. Thomas Lickona (seorang profesor pendidikan dari Cortland University)mengungkapkan bahwa ada sepuluh tanda jaman yang kini terjadi, tetapiharus diwaspadai karena dapat membawa bangsa menuju jurangkehancuran. 10 tanda jaman itu adalah:(1) meningkatnya kekerasan di kalangan remaja/masyarakat;(2) penggunaan bahasa dan kata-kata yang memburuk/tidak baku;(3) pengaruh peer-group (geng) dalam tindak kekerasan, menguat;(4) meningkatnya perilaku merusak diri, seperti penggunaan narkoba;alkohol dan seks bebas;(5) semakin kaburnya pedoman moral baik dan buruk;(6) menurunnya etos kerja;(7) semakin rendahnya rasa hormat kepada orang tua dan guru;(8) rendahnya rasa tanggung jawab individu dan kelompok;(9) membudayanya kebohongan/ketidakjujuran, dan(10) adanya rasa saling curiga dan kebencian antar sesama.
  8. 8. .NO ASPEK YANG DIBANDINGKAN PERINGKAT1 Buta huruf usia > 15 tahun 44 dari 492 Literasi Membaca 39 dari 413 Kemampuan berkomunikasi 49 dari 494 KKN dan Praktik Tak Etis 49 dari 495 Pengangguran generasi muda 48 dari 496 Daya tarik terhadap Iptek 34 dari 497 Pengembangan teknologi dan aplikasi 46 dari 498 Kemampuan alih teknologi 49 dari 499 Implementasi Tekno-informasi 47 dari 4910 Literasi IPA 38 dari 4211 Riset Dasar 45 dari 4912 Indeks berkompetisi 59 dari 60
  9. 9. PENGEMBANGAN: USIA REMAJAPENGEMBANGAN: USIA REMAJA(Lingkungan masyarakat tidak kondusif)(Lingkungan masyarakat tidak kondusif)PENGEMBANGAN: USIA REMAJAPENGEMBANGAN: USIA REMAJA(Lingkungan masyarakat tidak kondusif)(Lingkungan masyarakat tidak kondusif)PEMBENTUKAN: USIA DINIPEMBENTUKAN: USIA DINI(Banyak diserahkan pada pembantu)(Banyak diserahkan pada pembantu)PEMBENTUKAN: USIA DINIPEMBENTUKAN: USIA DINI(Banyak diserahkan pada pembantu)(Banyak diserahkan pada pembantu)PEMANTAPAN: USIA DEWASAPEMANTAPAN: USIA DEWASA(Terbentuknya low trust society)(Terbentuknya low trust society)PEMANTAPAN: USIA DEWASAPEMANTAPAN: USIA DEWASA(Terbentuknya low trust society)(Terbentuknya low trust society)Pengembangan KARAKTER di INDONESIAPengembangan KARAKTER di INDONESIA
  10. 10. TIDAK SINCERE(Tidak Tulus Ikhlas –Tidak Sungguh-sungguh)SEMU(Senang Basa Basi &Budaya Abs)Akibat dari the existing situationAkibat dari the existing situationAKIBATNYA:DATA TIDAK AKURAT, KEBIJAKAN TIDAK TEPAT,TIDAK RELEVAN, DLL
  11. 11. Dan perumpamaan kalimat(kebijakan) yang burukbagaikan pohon yang buruk,yang telah dicabut akar-akarnya dari permukaanbumi; tidak dapat tegaksedikitpun. (Ibrahim:26)BANGSA INDONESIAMENGALAMI KRISISKEPRIBADIAN ?Timbulkan Akibat Buruk:Timbulkan Akibat Buruk:- Karakter Bangsa LunturKarakter Bangsa Luntur- Bencana Meluas Di Bidang:Bencana Meluas Di Bidang:- Krisis Politik - Ekonomi - Moneter -Kepercayaan – Hukum - DllTimbulkan Akibat Buruk:Timbulkan Akibat Buruk:- Karakter Bangsa LunturKarakter Bangsa Luntur- Bencana Meluas Di Bidang:Bencana Meluas Di Bidang:- Krisis Politik - Ekonomi - Moneter -Kepercayaan – Hukum - Dll
  12. 12.  Menurut Simon Philips (2008), karakter adalah kumpulan tata nilai yangmenuju pada suatu sistem, yang melandasi pemikiran, sikap, dan perilakuyang ditampilkan. Sedangkan Doni Koesoema A (2007) memahami bahwakarakter sama dengan kepribadian. Kepribadian dianggap sebagai ”ciri, ataukarakteristik, atau gaya, atau sifat khas dari diri seseorang yang bersumberdari bentukan-bentukan yang diterima dari lingkungan, Sementara Winnie memahami bahwa istilah karakter memiliki dua pengertiantentang karakter. Pertama, ia menunjukkan bagaimana seseorang bertingkahlaku. Apabila seseorang berperilaku tidak jujur, kejam, atau rakus, tentulahorang tersebut memanifestasikan perilaku buruk. Sebaliknya, apabilaseseorang berperilaku jujur, suka menolong, tentulah orang tersebutmemanifestasikan karakter mulia. Kedua, istilah karakter erat kaitannyadengan ‘personality’. Seseorang baru bisa disebut ‘orang yang berkarakter’ (aperson of character) apabila tingkah lakunya sesuai kaidah moral. Sedangkan Imam Ghozali menganggap bahwa karakter lebih dekat denganakhlaq, yaitu spontanitas manusia dalam bersikap, atau melakukan perbuatanyang telah menyatu dalam diri manusia sehingga ketika muncul tidak perludipikirkan lagi.
  13. 13.  Dari pendapat di atas difahami bahwa karakter itu berkaitandengan kekuatan moral, berkonotasi ‘positif’, bukan netral. Jadi,‘orang berkarakter’ adalah orang yang mempunyai kualitas moral(tertentu) positif. Dengan demikian, pendidikan membangunkarakter, secara implisit mengandung arti membangun sifat ataupola perilaku yang didasari atau berkaitan dengan dimensi moralyang positif atau baik, bukan yang negatif atau buruk. Hal inididukung oleh Peterson dan Seligman (Gedhe Raka, 2007:5) yangmengaitkan secara langsung ’character strength’ dengankebajikan. Character strength dipandang sebagai unsur-unsurpsikologis yang membangun kebajikan (virtues). Salah satukriteria utama dari ‘character strength’ adalah bahwa karaktertersebut berkontribusi besar dalam mewujudkan sepenuhnyapotensi dan cita-cita seseorang dalam membangun kehidupanyang baik, yang bermanfaat bagi dirinya, orang lain, danbangsanya
  14. 14.  Pendidikan adalah proses internalisasi budaya ke dalam diriseseorang dan masyarakat sehingga membuat orang danmasyarakat jadi beradab. Pendidikan bukan merupakan saranatransfer ilmu pengetahuan saja, tetapi lebih luas lagi yaknisebagai sarana pembudayaan dan penyaluran nilai (enkulturisasidan sosialisasi). Anak harus mendapatkan pendidikan yangmenyentuh dimensi dasar kemanusiaan. Dimensi kemanusiaanitu mencakup sekurang-kurangnya tiga hal paling mendasar,yaitu: (1) afektif yang tercermin pada kualitas keimanan,ketakwaan, akhlak mulia termasuk budi pekerti luhur sertakepribadian unggul, dan kompetensi estetis; (2) kognitif yangtercermin pada kapasitas pikir dan daya intelektualitas untukmenggali dan mengembang-kan serta menguasai ilmupengetahuan dan teknologi; dan (3) psikomotorik yang tercerminpada kemampuan mengembangkan keterampilan teknis,kecakapan praktis, dan kompetensi kinestetis.
  15. 15.  Ki Hadjar Dewantara dari Taman Siswa di Yogyakartabulan Oktober 1949 pernah berkata bahwa "Hidupharuslah diarahkan pada kemajuan, keberadaban,budaya, dan persatuan”. Sedangkan menurut Prof.Wuryadi, manusia pada dasarnya baik secara individudan kelompok, memiliki apa yang jadi penentu watakdan karakternya yaitu dasar dan ajar. Dasar dapatdilihat sebagai apa yang disebut modal biologis(genetik) atau hasil pengalaman yang sudah dimiliki(teori konstruktivisme), sedangkan ajar adalah kondisiyang sifatnya diperoleh dari rangkaian pendidikanatau perubahan yang direncanakan atau diprogram.
  16. 16.  Selain memperkecil resiko kehancuran, karakter juga menjadimodal yang sangat penting untuk bersaing dan bekerja samasecara tangguh dan terhormat di tengah-tengah bangsa lain. Karakterlah yang membuat bangsa Jepang cepat bangkitsesudah kekalahannya dalam Perang Dunia II dan meraihkembali martabatnya di dunia internasional. Karakterlah yang membuat bangsa Vietnam tidak bisaditaklukkan, bahkan mengalahkan dua bangsa yang secarateknologi dan ekonomi jauh lebih maju, yaitu Perancis danAmerika. Pembangunan karakterlah yang membuat Korea Selatansekarang jauh lebih maju dari Indonesia, walaupun padatahun 1962 keadaan kedua negara secara ekonomi danteknologi hampir sama. Pembangunan karakterlah yang membuat para pejuangkemerdekaan berhasil menghantar bangsa Indonesia kegerbang kemerdekaannya (Gedhe Raka, 1997 ).
  17. 17.  “Selama dimensi karakter tidak menjadi bagian dari kriteriakeberhasilan dalam pendidikan, selama itu pula pendidikan tidakakan berkontribusi banyak dalam pembangunan karakter” (IGedhe Raka) ”Dalam kenyataanya, pendidik berkarakterlah yangmenghasilkan SDM handal dan memiliki jati diri. Oleh karena itu,jadilah manusia yang memiliki jati diri, berkarakter kuat dancerdas.” ”Pilar akhlak (moral) yang dimiliki (mengejewantah) dalam diriseseorang, sehingga ia menjadi orang yang berkarakter baik(good character), memiliki sikap jujur, sabar, rendah hati,tanggung jawab dan rasa hormat, yang tercermin dalamkesatuan organisasi pribadi yang harmonis dan dinamis. Tanpanilai-nilai moral dasar (basic moral values) yang senantiasamengejewantah dalam diri pribadi kapan dan dimana saja, orangdapat dipertanyakan kadar keimanan dan ketaqwaan
  18. 18.  Nilai-nilai itu meliputi : (1). Ketuhanan yang maha Esa, (2) Kemanusiaan yangadil dan beradap, (3) Persatuan Indonesia, (4) Kerakyatan yang dipimpin olehhikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan (5) Keadilansosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai-nilai ini selaras dengan nilai-nilai 5 pilars characteristics :1. Transendensi: Menyadari bahwa manusia merupakan ciptaan Tuhan yang maha Esa.Darinya akan memunculkan penghambaan semata-mata pada Tuhannya yang Esa.Kesadaran ini juga berarti memahami keberadaan diri dan alam sekitar sehingga mampumemakmurkannya.2. Humanisasi: Setiap manusia pada hakekatnya setara di mata Tuhan kecuali ilmu danketakwaan yang membedakannya. Manusia diciptakan sebagai subjek yang memilikipotensi.3. Kebinekaan: Kesadaran akan ada sekian banyak perbedaan di dunia. Akan tetapi, mampumengambil kesamaan untuk menumbuhkan kekuatan4. Liberasi: Pembebasan atas penindasan sesama manusia. Olehnya, tidak dibenarkanadanya penjajahan manusia oleh manusia.5. Keadilan: Keadilan merupakan kunci kesejahteraan. Adil tidak berarti sama, tetapiproporsional.
  19. 19. 1.Kejujuran2.Loyalitas dan dapat diandalkan3.Hormat4.Cinta5.Ketidak egoisan dan sensitifitas6.Baik hati dan pertemanan7.Keberanian8.Kedamaian9.Mandiri dan Potensial10.Disiplin diri dan Moderasi11.Kesetiaan dan kemurnian12.Keadilan dan kasih sayang
  20. 20. Seorang intelektual profetik tidak memikirkan dirinya sendiri, tetapi berpikir bagaimana dapat memberikansebanyak-banyaknya bagi lingkungan.1.Sadar sebagai makhluq ciptaan Tuhan. Sadar sebagai makhluq muncul ketika ia mampu memahamikeberadaan dirinya, alam sekitar, dan Tuhan YME. Konsepsi ini dibangun dari nilai-nilai transendensi.2.Cinta Tuhan. Orang yang sadar akan keberadaan Tuhan meyakini bahwa ia tidak dapat melakukan apapuntanpa kehendak Tuhan. Oleh karenanya memunculkan rasa cinta kepada Tuhan. Orang yang cinta Tuhanakan menjalankan apapun perintah dan menjauhi larangan-Nya.3.Bermoral. Jujur, saling menghormati, tidak sombong, suka membantu, dll merupakan turunan dari manusiayang bermoral.4.Bijaksana. Karakter ini muncul karena keluasan wawasan seseorang. Dengan keluasan wawasan, ia akanmelihat banyaknya perbedaan yang mampu diambil sebagai kekuatan. Karakter bijaksana ini dapatterbentuk dari adanya penanaman nilai-nilai kebinekaan.5.Pembelajar sejati. Untuk dapat memiliki wawasan yang luas, seseorang harus senantiasa belajar. Seorangpembelajar sejati pada dasarnya dimotivasi oleh adanya pemahaman akan luasnya ilmu Tuhan (nilaitransendensi). Selain itu, dengan penanaman nilai-nilai kebinekaan ia akan semakin bersemangat untukmengambil kekuatan dari sekian banyak perbedaan.6.Mandiri. Karakter ini muncul dari penanaman nilai-nilai humanisasi dan liberasi. Dengan pemahaman bahwatiap manusia dan bangsa memiliki potensi dan sama-sama subjek kehidupan maka ia tidak akanmembenarkan adanya penindasan sesama manusia. Darinya, memunculkan sikap mandiri sebagai bangsa.7.Kontributif. Kontributif nerupakan cermin seorang pemimpin.
  21. 21.  Pendidikan holistik membentuk manusia secara utuh (holistik) yangberkarakter, yaitu mengembangkan aspek/potensi spiritual, potensiemosional, potensi intelektual (intelegensi & kreativitas), potensi sosial,dan potensi jasmani siswa secara optimal. Membangun karakter itu harus dimulai sedini mungkin, atau bahkan sejakdilahirkan, dan harus dilakukan secara terus menerus dan terfokus, Pendidikan holistik juga untuk membentuk manusia pembelajar sepanjanghayat yang sejati (lifelong learners). Di samping itu, pendidikan karakter juga mengembangkan semua potensianak sehingga menjadi manusia seutuhnya. Dalam hal ini, perkembangananak harus seimbang, baik dari segi akademiknya maupun segi sosial danemosinya. Pendidikan selama ini hanya memberi penekanan pada aspekakademik saja dan tidak mengembangkan aspek social, emosi, kreatifitas,dan bahkan motorik. "Anak hanya dipersiapkan untuk dapat nilai bagus,namun mereka tidak dilatih untuk bisa hidup.
  22. 22. CIRI KURIKULUM PENDIDIKAN HOLISTIKCIRI KURIKULUM PENDIDIKAN HOLISTIK1. Spiritualitas adalah jantung dari setiap proses dan praktek pembelajaran.2. Pembelajaran diarahkan agar siswa menyadari akan keunikan dirinyadengan segala potensinya. Mereka harus diajak untuk berhubungandengan dirinya yang paling dalarn (inner self, sehingga memahamieksistensi, otoritas, tapi sekaligus bergantung sepenuhnya kepadapencipta Nya.3. Pembelajaran tidak hanya mengembangkan cara berpikir analitis/liniertapi juga intuitif.4. Pembelajaran berkewajiban menumbuhkembangkan potensi kecerdasanjamak (multiple intelligences).5. Pembelajaran berkewajiban menyadarkan siswa tentang keterkaitannyadengan komunitasnya, sehingga mereka tak boleh mengabaikan tradisi,budaya, kerjasama, hubungan manusiawi, serta pemenuhan kebutuhanyang tepat guna (jawa: nrimo ing pandum; anti konsumerisme).
  23. 23. 6. Pembelajaran berkewajiban mengajak siswa untuk menyadarihubungannya dengan bumi dan "masyarakat" non manusia seperti hewan,tumbuhan, dan benda benda tak bernyawa (air, udara, tanah) sehinggamereka memiliki kesadaran ekologis.7. Kurikulum berkewajiban memperhatikan hubungan antara berbagai pokokbahasan dalam tingkatan transdisipliner8, sehingga hal itu akan lebihmemberi makna kepada siswa.8. Pembelajaran berkewajiban menghantarkan siswa untuk menyeimbangkanantara belajar individual dengan kelompok (kooperatif, kolaboratif, antaraisi dengan proses, antara pengetahuan dengan imajinasi, antara rasionaldengan intuisi, antara kuantitatif dengan kualitatif.9. Pembelajaran adalah sesuatu yang tumbuh, menemukan, dan memperluascakrawala.10. Pembelajaran adalah sebuah proses kreatif dan artistik.
  24. 24.  Kunci sukses dalam menghadapi tantangan beratdalam hidup itu terletak pada kualitas sumberdayamanusia (SDM) Indonesia yang handal dan berbudaya. Oleh karena itu perlu implementasi penyelenggaraanpendidikan holistik secara baik. beberapa hal yang mendapat penekanan lebih dalammenerapkan model pendidikan karakter. Pertama,"Knowing the good. Untuk membentuk karakter, anaktidak hanya sekedar tahu mengenai hal-hal yang baik,namun mereka harus dapat memahami kenapa perlumelakukan hal tersebut. "Selama ini banyak orangyang tahu bahwa ini baik dan itu buruk, namun merekatidak tahu apa alasannya melakukan hal yang baik danmeninggalkan hal-hal yang tidak baik. Jadi masih ada
  25. 25. 1. Cinta Tuhan dan segenap ciptaanNya(love Allah, trust, reverence, loyalty)2. Tanggung jawab, Kedisiplinan dan Kemandirian(responsibility, excellence, self reliance, discipline, orderliness)3. Kejujuran/Amanah dan Arif(trustworthines, honesty, and tactful)4. Hormat dan Santun(respect, courtesy, obedience)5. Dermawan, Suka menolong dan Gotong-royong/Kerjasama(love, compassion, caring, empathy, generousity, moderation, cooperation)6. Percaya Diri, Kreatif dan Pekerja keras(confidence, assertiveness, creativity, resourcefulness, courage,determination, enthusiasm)7. Kepemimpinan dan Keadilan(justice, fairness, mercy, leadership)8. Baik dan Rendah Hati(kindness, friendliness, humility, modesty)9. Toleransi, Kedamaian dan Kesatuan(tolerance, flexibility, peacefulness, unity)
  26. 26.  Suasana belajar yang efektif, menyenangkan,dan dapat mengembangkan seluruh aspekdimensi manusia secara holistik harus menjadiprioritas untuk diterapkan. Caranya dapat menggunakan pendekatan Student Active Learning, Integrated Learning, Developmentally Appropriate Practices, Contextual Learning, Collaborative Learning, dan Multiple Intelligences
  27. 27. Pendidik (guru) profesional dengan tugasutama:- mendidik,- mengajar,- membimbing,- mengarahkan,- melatih,- menilai, dan- mengevaluasipeserta didik pada pendidikan anak usia dinijalur pendidikan formal, dasar, dan pendidikanmenengah
  28. 28.  .Merubah sikap/kepribadian menjadilebih baik & profesional,sehingga dapat membe-rikan manfaat besardalam mencerdaskanbangsaMerubah sikap/kepribadian menjadilebih baik & profesional,sehingga dapat membe-rikan manfaat besardalam mencerdaskanbangsa
  29. 29. 1.1. Memiliki pengetahuan keMemiliki pengetahuan keagamaaagamaan yang luasn yang luasdan mengamalkannya dalam kehidupandan mengamalkannya dalam kehidupansehari-hari secara aktifsehari-hari secara aktif2.2. Meningkatkan kualitas keilmuan secaraMeningkatkan kualitas keilmuan secaraberkelanjutanberkelanjutan3.3. Zuhud dalam kehidupan, mengajar danZuhud dalam kehidupan, mengajar danmendidik untuk mencari ridhamendidik untuk mencari ridha TuhanTuhan4.4. Bersih jasmani dan rohaniBersih jasmani dan rohani5.5. Pemaaf, penyabar, dan jujurPemaaf, penyabar, dan jujur6.6. Berlaku adil terhadap peserta didik dan semuaBerlaku adil terhadap peserta didik dan semuastakeholders pendidikanstakeholders pendidikan
  30. 30. 7. Mempunyai watak dan sifat robbaniyah7. Mempunyai watak dan sifat robbaniyahyang tercermin dalam pola pikir, ucapan,yang tercermin dalam pola pikir, ucapan,dan tingkah lakudan tingkah laku8.8. Tegas bertindak, profesional, danTegas bertindak, profesional, danproporsionalproporsional9. Tanggap terhadap berbagai kondisi9. Tanggap terhadap berbagai kondisi yangyangmungkinmungkin dapat mempengaruhidapat mempengaruhi jiwa,jiwa,keyakinan, dan pola pikir peserta didikkeyakinan, dan pola pikir peserta didik10. Menumbuhkan kesadaran diri sebagai da’i10. Menumbuhkan kesadaran diri sebagai da’i
  31. 31. Ciri orang yang kuat imannya, antara lain:(1) secara tulus dia patuh pada Tuhannya;(2) dia tertib dan disiplin melaksanakan perintah danmenjauhi larangan Tuhan, secara mahdhoh/ritual;(3) memahami dan menghargai ajaran agama lain, sehinggatercipta kehidupan yang toleran;(4) memperbanyak kerjasama dalam bidang kehidupansocial.(5) memiliki prilaku baik berdasarkan nilai agama yangdianautnya(6) menghindarkan diri dari prilaku yang tidak sejalan dengannilai agama yang dianutnya.(7) dll.

×