Ahlak Kepada Allah dan Rasullulah

4,720 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
4,720
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
118
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ahlak Kepada Allah dan Rasullulah

  1. 1. Ahlak Terhadap AllahSWT & Rasullulah SAWhttp://slideshare.net/SugiesssssMUHAMAD YOGI
  2. 2. AhlakRasullulahAllah
  3. 3. Akhlak Kepada AllahSWTAkhlak kepada Allah SWT dapatdiartikan sebagai sikap atau perbuatanyang seharusnya dilakukan oleh manusiasebagai makhluk, kepada Tuhan sebagaikhalik. Sikap atau perbuatan itu memilikicirri-ciri perbuatan akhlak sebagaimanatelah disebut dalam latar belakang tadi.Sekurang-kurangnya ada empat alasanmengapa manusia perlu berakhlakkepada Allah SWT.Pertama, karena Allah SWT –lah yang
  4. 4. Kedua, karena Allah SWT –lah yangtelah member perlengkapan pancaindera, berupapendengaran, penglihatan, akal fikirandan hati sanubari, disamping anggotabadan yang kokoh dan sempurna kepadamanusia. Firman Allah SWT dalam syratAn-Nahl ayat 78 :Ketiga, karena Allah SWT –lah yangmenyediakan berbagai bahan dan saranayang diperlukan bagi kelangsungan hidupmanusia, seperti bahan makanan yangberasal dari tumbuh-tumbuhan, air, udara, binatang ternak
  5. 5. Macam Macam AhlakKepada Allah1. Taat Terhadap Perintah nya2. Tawakal3. Memiliki Rasa Tanggung Jawab AtasAmanah Yang di embankan Padanya4. Ridho Terhadap Ketentuan KetentuanAllah SWT5. Senantiasa Bertaubat Kepadanya6. Obsesinya Keridhoan Ilahi7. Merealisasikan Ibadah Kepadanya8. Banyak Mebaca Alquran
  6. 6. Taat Terhadap Perintah nyaHal pertama yang harus dilakukan seorangmuslim dalam beretika kepada Allah SWT,adalah dengan mentaati segala perintah-perintah –Nya., padahal Allah SWT –lah yangtelah memberikan segala-galanya pada dirinya.Allah SWT berfirman dala Al-Qur‟an surat An-Nisa ayat 65 :Kendati demikian, taat keada Allah SWTmerupakan konsekwensi keimanan seorangmuslim kepada Allah SWT. Tanpa adanyaketaatan, maka ini merupakan salah satuindikasi tidak adanya keimanan. Dalam Sebuahhadits, Rasulullah SAW juga menguatkanmakna ayat diatas dengan bersabda :
  7. 7. TawakalTawakal bukan berarti meninggalkankerja dan usaha, dalam surat Al-Mulkayat 15 di jelaskan, bahwa manusiadi syariatkan berjalan di muka bumiutuk mecari rizki denganberdagang, bertani dan lainsebagainya.Sahl At-Tusturi mengatakan, “Barangsiapa mencela usaha (meninggalkansebab) maka dia telah melncelasunatullah (ketetentuan yang Allah
  8. 8. Memiliki Rasa Tanggung Jawab AtasAmnanah Yang Di Embankan PadanyaEtika kedua yang harus dilakukan seorang muslimkepada Allah SWT, adalah memiliki rasa tanggungjawab terhadap amanah yang diberikan padanya.Karena pada hakekatnya, kehidupan ini-punmerupakan amanah dari Allah SWT. Olehkarenanya, seorang mukmin senantiasa meyakiniapapun yang Allah SWT berikan padanya, maka itumeruakan amanah yang kelak akan dimintapertanggung jawaban dari Allah SWT. Dalam sebuahhadits Rasulullah SAW bersabda.Dari „Umar R.A, Rasulullah SAW bersabda :“Setia kalian adalah peminpin, dan setiap kalianbertanggung jawab terhadap apa yang dipimpinnya.Seorang Amir (presiden/imam/ketua) atas
  9. 9. Ridho Terhadap KetentuanAllah SWTEtika berikutnya yang harus dilakukan seorang muslimterhadap Allah SWT, adala ridla terhadap segalaketentuan yang telah Allah SWT berikan pada dirinya.Seperti ketika ia dilahirkan baik oleh keluarga yangberada maupun keluarga yang kurang mampu, bentukfisik yang Allah SWT berikan padanya, atau hal-hallainnya. Karena pada hakekatnya, sikap seorangmuslim senantiasa yakin terhadap apaun yang AllahSWT berikan padanya. Baik yang berupa kebaikan,atau berupa keburukan. Rasulullah SAW bersabda:“Sungguh mempesona perkara orang beriman.Karena segala urusannya adalah dipandang baik bagidirinya. Jika ia mendapatkan kebaikan, ia bersyukur,karena ia tahu bahwa hal tersebut merupakan halterbaik bagi dirinya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia
  10. 10. Senantiasa BertaubatKepadanayaSebagai seorang manusia biasa, kita jugatidak akan pernah luput dari sifat lalai danlupa. Karena hal ini merupakan sifat dantabiat manusia. Oleh karena itulah, etikakita kepada Allah SWT manakala kitasedang terjerumus kedalam “kelupaan”sehingga berbuat kemaksiatan kepada –Nya adalah dengan segera bertaubatkepada Allah SWT. Dalam Al-Qur‟an AllahSWT berfirman :“Dan juga orang-orang yang apabilamengerjakan perbuatan keji ataumenganiaya diri mereka sendiri, mereka
  11. 11. Obsesinya Adalah Keridloan IllahiSeseorang yang benar-benar beriman kepada AllahSWT, akan memiliki obsesi dan orientasi dalam segalaaktifitasnya, hanya kepada Allah SWT. Dia tidakberamal dan beraktifitas untuk mencari keridloan ataupujian atau apapun dari manusia. Bahkan terkadang,untuk mencapai keridloan Allah SWT tersebut,“terpaksa” harus mendapatkan “ketidaksukaan” daripara manusia lainnya. Dalam sebuah hadits RasulullahSAW pernah menggambarkan kepada kita :“Barang siapa yang mencari keridloan Allah denganadanya kemurkaan manusia, maka Allah akanmemberikan keridloan manusia juga. Dan barangsiapa mencari keridloan manusia dengnan carakemurkaan Allah, maka Allah akan mewakilkankebencian-Nya pada manusia”. (HR. Tirmidzi Al-Qodlo‟i
  12. 12. . Merealisasikan Ibadah Kepada-NyaEtika atau akhlak berikutnya yang harus dilakukanseorang mulim terhadap Allah SWT adalahmerealisasikan ibadah kepada Allah SWT. Baik ibadahyang bersifat mahdloh, ataupun ibadah yang ghairumahdloh. Karena, pada hakekatnya seluruh aktivitassehari-hari adalah ibadah kepada Allah SWT. Dalam Al-Qur‟an Allah SWT berfirman :“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, melainkansupaya mereka beribadah kepada-Ku”.Oleh karenanya, sebagai aktivitas, gerak gerik,kehidupan sosial dan lain sebagainya merupakanibadah yang dilakukan seorang muslim terhadap AllahSWT. Sehingga ibadah tidak hanya yang memiliki skupmahdloh saja, seperti puasa, shalat, haji dan lain
  13. 13. Banyak Membaca Al-Qur‟anEtika dan akhlak berikutnya yang harusdilakukan oleh seorang muslim terhadap AllahSWT adalah dengan memperbanyak membacadan mentadaburi ayat-ayat, yang merupakanfirman-firman –Nya. Seseorang yang mencintaisesuatu, tentulah ia akan banyak dan seringmenyebutnya. Demikian juga dengan mukminyang mecintai Allah SWT, tentulah ia akanselalu menyebut-nyebut asma –Nya dan jugasenantiasa akan membaca firman-firman –Nya.Apalagi manakala kita mengetahui keutamaanmembaca Al-Qur‟an yang demikian besarnya.Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW
  14. 14. Ahlak Kepada RasullulahSAWSelain berakhlak kepada Allah SWT, kitajuga sebagai umat muslim di haruskanuntuk berakhlak kepada Nabi SAW.Karena dari beliaulah kita banyakmendapatkan warisan yang bisa kitawarikan lagi turun-menurun ke anak cucukita.Saat Rasulullah SAW wafat, beliaumeninggalkan dua warisan yangberharga, yakni Al-Qur‟an dan As-Sunnah.Orang yang berpegang teguh padakeduanya dipastikan tidak akan tersesatselamanya. Saat ini, tidak sedikit orang
  15. 15. Macam Macam Ahlak PadaRasullulah SAW1.Menghidupkan Sunnah2.Taat3.Membaca Shalawat danSalam4.Mencintai Keluarga NabiSAW5.Ziarah
  16. 16. Menghidupkan SunnahDalam sebuah hadits, Rasulullah SAWbersabda yang menerangkan bahwa, kitasebagai umat muslim diperintahkan untukmenghidupkan sunah-sunah yang telah beliauwariskan. “Barangsiapa yang menghidupkansatu sunnah dari sunnah-sunnahku, kemudiandiamalkan oleh manusia, maka dia akanmendapatkan (pahala) seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya, dengan tidakmengurangi pahala mereka sedikit pun.” (HRIbnu Majah)Dalam hadits lain yang diriwayatkan olehImam Tirmidzi : “Barang siapa menghidupkan
  17. 17. Taat“Hai orang-orang yg beriman taatilah Allahdan taatilah Rasul-Nya dan ulil amri di antarakamu. Kemudian jika kamu berlainanpendapat tentang sesuatu makakembalikanlah hal itu kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu benar-benar beriman kepadaAllah dan hari akhir. Yang demikian itu lebihutama dan lebih baik akibatnya.”Allah SWT menyeru hamba-hamba-Nya ygberiman dengan seruan “Hai orang-orang ygberiman” sebagai suatu pemuliaan bagimereka karena merekalah yg siap menerimaperintah Allah SWT dan menjauhi larangan-
  18. 18. Kaum muslimin harus taat kepada Ulil Amri apabiladalam memerintah mereka menyeru kepada ygma‟ruf dan mencegah yg munkar. Akan tetapi jikamereka menyuruh kepada hal-hal yg dapatmelalaikan kewajiban untuk taat kepada Allah SWTatau bahkan menyuruh perbuatan yang melanggaraturan Allah SWT maka tiap kita kaum muslimin tidakboleh menaatinya. Rasulullah SAW telah bersabda ygartinya “Sesungguhnya ketaatan itu hanya dalam halyg ma‟ruf dan tidak ada ketaatan terhadap makhlukdalam maksiat terhadap sang Khaliq.Jika terjadi perbedaan pendapat di antara kaummuslimin atau antara mereka dengan Ulil Amri atausesama Ulil Amri maka wajib baginya mengembalikanpersoalan itu kepada Allah SWT dan Rasul-Nya yaitudgn merujuk kepada kitabullah dan sunnah Rasul-
  19. 19. Jika seseorang benar-benar beriman kepada Allah danhari akhir ia akan taat kepada Allah dan Rasul-Nyakarena ia mengimani benar bahwa Allah SWTsesungguhnya Maha Mengetahui segala sesuatu baikyang nampak maupun yang tersembunyi. Imankepada hari akhir akan membuat seseorang berpikirakan akibat segala perbuatannya yg dilakukannya didunia. Pada hari akhir seluruh amal anak Adam akandibalas, jika baik maka baik pula balasannya, namunjika buruk maka buruk pula balasannya. Boleh jadiseseorang dapat menghindari hukuman di dunianamun tidak akan dapat seseorang menghindar darihukuman akhirat.Dalam hal taat dan mengembalikan segala perselisihankepada Allah dan Rasul-Nya terdapat kebaikan bagiorang-orang mukmin baik di dunia maupun di akhirat.Akibatnya lebih baik bagi mereka dari pada bermaksiat
  20. 20. Membaca Shalawat danSalamSelawat atau Shalawat (bahasa Arab:adalah bentuk jamak dari kata salatyang berarti doa atau seruan kepada AllahSWT. Membaca shalawat untuk Nabi SAW,memiliki maksud mendoakan ataumemohonkan berkah kepada Allah SWTuntuk Nabi SAW dengan ucapan,pernyataan serta pengharapan, semogabeliau (Nabi SAW) sejahtera (beruntung,tak kurang suatu apapun, keadaannyatetap baik dan sehat).Salam berarti damai, sejahtera, amansentosa dan selamat. Jadi saat seorang
  21. 21. Membaca Selawat harus disertai dengan niat dan dengansikap hormat kepada Nabi SAW. Orang yang membacashalawat untuk Nabi SAW hendaknya disertai dengan niatdan didasari rasa cinta kepada beliau dengan tujuan untukmemuliakan dan menghormati beliau. Dalam penjelasanhadits (Akhbar Al-Hadits) disebutkan bahwa apabilaseseorang membaca shalawat tidak disertai dengan niatdan perasaan hormat kepada Nabi SAW, makatimbangannya tidak lebih berat ketimbang selembarsayap. Nabi saw bersabda : “Sesungguhnya sahnya amalitu tergantung niatnya”.Ada tiga perkara yang timbangannya tidak lebih berat daripada selembar sayap, yaitu :1. Shalat yang tidak disertai dengan tunduk dan khusyuk.2. Dzikir dengan tidak sadar. Allah SWT tidak akanmenerima amal orang yang hatinya tidak sadar.3. Membaca Shalawat untuk Nabi Muhammad SAW tidakdisertai dengan niat dan rasa hormat.
  22. 22. Mencintai Keluarga NabiSawRasulullah SAW bersabda, “Wahaimanusia sesungguhnya aku tinggalkandua perkara yang besar untukkalian, yang pertama adalah Kitabullah(Al-Quran) dan yang kedua adalah Ithrati(Keturunan) Ahlulbaitku. Barangsiapayang berpegang teguh kepadakeduanya, maka tidak akan tersesatselamanya hingga bertemu denganku ditelaga al-Haudh.” (HR. Muslim dalamKitabnya Sahih juz.2, Tirmidzi, Ahmad, Thabrani dan
  23. 23. Marilah kita letakkan segala bentuk fanatisme yangada di pundak kita selama ini. Tidak dipungkiri lagibahwa keluarga Nabi SAW yang terkenal dengansebutan Ahlulbait adalah manusia-manusia yangmempunyai kelebihan dan keutamaan-keutamaanyang tidak dimiliki oleh manusia lainnya setelahRasulullah SAW. Akan tetapi sangat disayangkansekali bahwa banyak sekali kaum Muslimin yangmelupakan dan bahkan tidak mengetahui eksistensimereka (keluarga Nabi SAW).Hadits di atas adalah salah satu dari puluhan buktiotentik yang sangat jelas yang mengisyaratkankepada kita semua bahwa begitu besar keutamaanmereka hingga Nabi SAW berwasiat kepada parasahabatnya dan kita khususnya sebagai umat Islamagar selalu berpegang teguh kepadanya (Al-Quran
  24. 24. Mengapa keluarga Nabi Saw? Apakah beliauSaw berkata seperti itu hanya dikarenakanfaktor kasih sayang beliau terhadapkeluarganya dan juga karena hubungan darahsemata? Tentu saja tidak, karena segalaperkataan yang keluar dari mulut suci beliaupasti atas dasar petunjuk dari Allah SWT,sebagaimana firman-Nya: “Dan tiadalah yangdiucapkannya itu menurut kemauan hawanafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalahwahyu yang diwahyukan (kepadanya). yangdiajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangatkuat.” (QS. An-Najm: 3-5).Marilah kitabertabarruk dengan mempelajari ayat-ayat Al-
  25. 25. ZiarahKata ziarah berasal dari bahasa arab yaituziaroh, yang berarti masuk atau mengunjungi. Yaitukunjungan yang dilakukan oleh orang islam ketempattertentu yang dianggap memiliki nilai-nilai sejarah.Namun sering kali kata ziarah disebut olehkebanyakan orang adalah berkunjung ke makam dandan mendoakannya sambil mengingat akan dirisendiri dan mengambil pelajaran tentang kematian.Kegiatan berziarah tersebut terbagi dua bagian, yaknibeerziarah menurut syari‟at dan berziarah yangberbentuk bid‟ah.Pada awal sejarah islam, yang namanya ziarah itudiharamkan bagi laki-laki maupunperempuan, dikarenakan hawatir akan goncangnyakeimanan. Namun, ketika aqidah umat islam sudah
  26. 26. KesimpulanKajian tentang akhlak Kepada allah danRasulnya merupakan kajian yang sangatpenting, karena jatuh bangunnya suatubangsa ataupun masyarakat tergantungpada bagaimana akhlak manusia. Seseorangyang berakhlak mulia akan memenuhikewajiban terhadap dirinya, memberikan hakkepada yang berhak, dia akan melakukankewajibannya terhadap Allah dan terhadapRosulnya, Oleh karena itu, secara tidaklangsung berahlak kepada allah dan rosulnyadapat mewujudkan kehidupan yangsejahtera dan harmonis di dunia ini, dan

×