Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Distribusi normal dan aplikasinya

1,803 views

Published on

Distribusi Normal dan Aplikasinya

Published in: Education
  • Be the first to comment

Distribusi normal dan aplikasinya

  1. 1. DISTRIBUSI NORMAL DAN APLIKASINYA 1. MUHAMMAD DAMMIRI SAPUTRA (06081281419028) 2. SUCI AGUSTINA (06081381419051) 3. MEITA KARUNIA (06081381419052)
  2. 2. DISTRIBUSI NORMAL (DISTRIBUSI GAUSS) MERUPAKAN DISTRIBUSI PROBABILITAS YANG PALING PENTING BAIK DALAM TEORI MAUPUN APLIKASI STATISTIK.
  3. 3. PENTINGNYA DISTRIBUSI NORMAL DALAM STATISTIKA SATU-SATUNYA DISTRIBUSI PROBABILITAS DENGAN VARIABEL RANDOM KONTINU ADALAH DISTRIBUSI NORMAL ADA 2 PERAN YANG PENTING DARI DISTRIBUSI NORMAL, YAITU : 1. MEMILIKI SIFAT YANG DAPAT DIJADIKAN SUATU PATOKAN DALAM PENGAMBILAN KESIMPULAN DARI BEBERAPA SAMPEL 2. DISTRIBUSI NORMAL TERJADI SECARA ALAMIAH. BANYAK PERISTIWA DI DUNIA NYATA YANG TERDISTRIBUSI SECARA NORMAL.
  4. 4. CIRI – CIRI DISTRIBUSI NORMAL DISTRIBUSI NORMAL MEMPUNYAI BEBERAPA SIFAT DAN CIRI, YAITU: β€’ DISUSUN DARI VARIABLE RANDOM KONTINU β€’ KURVA DISTRIBUSI NORMAL MEMPUNYAI SATU PUNCAK (UNI-MODAL) β€’ KURVA BERBENTUK SIMETRIS DAN MENYERUPAI LONCENG HINGGA MEAN, MEDIAN DAN MODUS TERLETAK PADA SATU TITIK. β€’ KURVA NORMAL DIBENTUK DENGAN N YANG TAK TERHINGGA. β€’ PERISTIWA YANG DIMILIKI TETAP INDEPENDEN. β€’ EKOR KURVA MENDEKATI ABSIS PADA PENYIMPANGAN 3 SD KE KANAN DAN KE KIRI DARI RATA-RATA DAN EKOR GRAFIK DAPAT DIKEMBANGKAN SAMPAI TAK TERHINGGA TANPA MENYENTUH SUMBU ABSIS.
  5. 5. DISTIBUSI NORMAL STANDAR SUATU DISTRIBUSI NORMAL TIDAK HANYA MEMILIKI SATU KURVA, TETAPI MERUPAKAN KUMPULAN KURVA YANG MEMPUNYAI CIRI-CIRI YANG SAMA.SEHINGGA HARUS DITENTUKAN 1 PEGANGAN SEBAGAI DISTRIBUSI NPRMAL YANG STANDAR. ADA 2 CARA UNTUK MENENTUKAN DISTRIBUSI NORMAL : 1. CARA ORDINAT 2. CARA LUAS
  6. 6. 1. CARA ORDINAT πœ‡ = RATA-RATA 𝜎 = SIMPANG BAKU πœ‹ = 3,1416 (BILANGAN KONSTAN) 𝑒 = 2,7183 (BILANGAN KONSTAN) 𝑋 = ABSIS DENGAN BATAS -∞ < X < Ξ  Y = 1 x e-Β½ (X - Β΅) Β² Οƒ √2 Ο€ Οƒ
  7. 7. β€’ SETIAP HARGA X AKAN MEMPEROLEH HARGA Y, BILA NILAI X DILAKUKAN DALAM JUMLAH YANG TAK TERHINGGA AKAN MENGHASILKAN BENTUK KURVA DISTRIBUSI NORMAL. β€’ SETIAP PASANGAN 𝝁 DAN 𝝈 DAPAT MEMBENTUK KURVA NORMAL,SHG TERDAPAT BANYAK KURVA NORMAL DENGAN BENTUK YANG BERLAINAN. β€’ BILA 𝝈 BESAR, KURVA YANG TERBENTUK MEMPUNYAI PUNCAK YANG RENDAH, SEBALIKNYA BILA 𝝈 KECIL AKAN MENGHASILKAN PUNCAK KURVA YANG TINGGI. β€’ DAPAT PULA BENTUK KURVA NORMAL DENGAN 𝝁 YANG BERBEDA ATAU DENGAN 𝝁 DAN 𝝈 YANG BERBEDA. DARI RUMUS CARA ORDINAT MAKA DAPAT DITARIK KESIMPULAN
  8. 8. 2. CARA LUAS β€’ SELURUH LUAS KURVA = 1 ATAU 100% DAN RATA-RATA (πœ‡) MEMBAGI LUAS KURVA MENJADI 2 BAGIAN YANG SAMA. β€’ BERARTI LUAS TIAP BELAHAN ADALAH 50%. β€’ SETIAP PENYIMPANGAN RATA-RATA DAPAT DITENTUKAN PRESENTASE TERHADAP SELURUH LUAS KURVA. β€’ UNTUK PENYIMPANGAN KE KANAN DAN KE KIRI -.PENYIMPANGAN 1 SD, 68,2% DARI SELURUH LUAS KURVA. -.PENYIMPANGAN 2 SD, 95,5% DARI SELURUH LUAS KURVA. -.PENYIMPANGAN 3 SD, 99,7% DARI SELURUH LUAS KURVA.
  9. 9. 𝒁 = 𝒙 βˆ’ 𝝁 𝝈 π‘₯ = NILAI VARIABLE RANDOM πœ‡ = RATA-RATA DISTRIBUSI 𝜎 = SIMPANG BAKU 𝑍 = NILAI STANDAR, YAITU BESARNYA PENYIMPANGAN SUATU NILAI TERHADAP RATA-RATA YANG DINYATAKAN DARI UNIT SD. RUMUS KURVA NORMAL STANDAR
  10. 10. PENGGUNAAN TABEL DISTRIBUSI NORMAL ο‚— TABEL DISTRIBUSI NORMAL STANDAR TERDIRI DARI KOLOM DAN BARIS. ο‚— KOLOM PALING KIRI MENUNJUKKAN NILAI Z, TERTERA ANGKA 0 SAMPAI 3 DENGAN SATU DESIMAL DIBELAKANGNYA ο‚— DESIMAL BERIKUTNYA TERLETAK PADA BARIS PALING ATAS DENGAN ANGKA DARI 0 SAMPAI 9. ο‚— MISALNYA DARI HASIL PERHITUNGAN DIPEROLEH NILAI Z = 1,96 ο‚— MAKA DI KOLOM KIRI KITA CARI NILAI1,9 DAN BARIS ATAS KITA CARI ANGKA 6 ο‚— DARI KOLOM 6 BERGARAK KE BAWAH, HINGGA PERTAMUAN TITIK YANA MENUNJUKKAN ANGKA 4750, BERARTI 47,5% ο‚— KARENA TABEL INI MEMUAT Β½ LUAS KURVA, MAKA SELURUH LUAS PADA Z Β± 1,96 = 2 X 47,5 % = 95 % ο‚— KARENA LUAS KURVA KE KANAN DAN KE KIRI SAMA, MAKA LUAS PENYIMPANGAN 1,96 KE KANAN DAN KE KIRI DARI RATA-RATA ADALAH 0,95 (95%).
  11. 11. APLIKASI PENGGUNAAN DISTRIBUSI NORMAL SUATU SEKOLAH MELAKUKAN TES IQ TERHADAP SELURUH SISWA KELAS DUA UNTUK MENENTUKAN JURUSAN YANG TEPAT BAGI SISWANYA. HASIL TES MENUNJUKKAN BAHWA IQ DARI 200 SISWA BERDISTRIBUSI NORMAL DENGAN RATA-RATA 116 DAN SIMPANGAN BAKU 10. BILA JURUSAN IPA DITENTUKAN DENGAN NILAI IQ MINIMAL 110. BERAPA BANYAKNYA SISWA YANG AKAN DITOLAK UNTUK MASUK KE JURUSAN IPA BERDASARKAN IQ YANG DITENTUKAN SEKOLAH ?
  12. 12. DIKETAHUI : π‘₯ = 110 πœ‡ = 116 𝜎 = 10 DITANYA : BANYAKNYA SISWA YANG AKAN DITOLAK UNTUK MASUK KE JURUSAN IPA BERDASARKAN IQ ? Penyelesaian : 𝑍 = π‘₯ βˆ’ πœ‡ 𝜎 𝑍 = 110 βˆ’ 116 10 𝑍 = βˆ’0,6 𝑃 𝑍 < βˆ’0,6 = 0,07743 Jadi, Jumlah siswa yang ditolak masuk jurusan IPA dari 200 siswa adalah 0,07743 Γ— 200 = 15,486 = 15 15 siswa
  13. 13. SEBAGAI CONTOH APLIKASI DISTRIBUSI NORMAL, DILAKUKAN SUATU EVALUASI THD PENGOBATAN TB MENGGUNAKAN RIFAMPICIN DENGAN RATA-RATA KESIMPULAN 200 HARI DAN STANDAR DEVIASINYA SEBESAR 10. BERAPAKAH PROBABILITAS KESEMBUHAN ANTARA 190 DAN 210? JAWAB : DIKETAHUI : π‘₯ = 210, πœ‡ = 200, 𝜎 = 10 DITANYA : BERAPAKAH PROBABILITAS KESEMBUHAN ANTARA 190 DAN 210? Penyelesaian : 𝑍 = π‘₯ βˆ’ πœ‡ 𝜎 𝑍 = 210 βˆ’ 200 10 𝑍 = 1 𝑍 = 0,3413 jadi probabilitas kesembuhan 190 sampai 210 adalah 0,3413 + 0,3413 = 0,6826 0,6826 Γ— 100 = πŸ”πŸ–, πŸπŸ”%

Γ—