Pertumbuhan dan perkembangan

12,657 views

Published on

Pengertian. perbedaan pertumbuhan dan perkembangan, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya

Published in: Education
0 Comments
8 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
12,657
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4,067
Actions
Shares
0
Downloads
797
Comments
0
Likes
8
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pertumbuhan dan perkembangan

  1. 1. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA TUMBUHAN BY : SRI HARTATI S
  2. 2. INTRODUCE • Salah satu ciri organisme adalah tumbuh dan berkembang. • Pertumbuhan adalah suatu proses pertambahan ukuran, volume dan jumlah sel dan bersifat irreversibel (tidak kembali lagi seperti semula). • Perkembangan adalah suatu proses menuju suatu keadaan yang lebih kompleks dan dewasa. • Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil interaksi antara faktor dalam dan faktor luar.
  3. 3. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA TUMBUHAN A. Perkecambahan • Perkecambahan merupakan proses pertumbuhan dan perkembangan embrio. • Plumula menjadi batang dan radikula menjadi akar. • Perkecambahan dibedakan menjadi dua macam yaitu: 1. Hipogeal, epikotil muncul di atas permukaan tanah sedangkan hipokotil dan kotiledonnya tetap berada di dalam tanah. Contohnya kecambah kacang merah dan kacang kapri. 2. Epigeal, epikotil, hipokotil dan kotiledonnya muncul di atas permukaan tanah. Contohnya kecambah kacang hijau dan kacang tanah.
  4. 4.  Embrio yang tumbuh belum memiliki klorofil, sehingga embrio belum dapat membuat makanan sendiri.  Embrio mengambil makanan dari endosperma atau putih lembaga.  Tumbuhan polong-polongan, contohnya kacang tanah tidak memiliki endosperm sehingga embrio mengambil makanannya dari kotiledon.  Proses perkecambahan dipengaruhi oleh oksigen, suhu dan cahaya.  Oksigen dipakai dalam proses oksidasi sel untuk menghasilkan energi.  Perkecambahan tidak dapat berlangsung pada suhu yang tinggi, karena suhu yang tinggi dapat merusak enzim.  Perkecambahan membutuhkan hormon auksin yang mudah rusak bila terkena intensitas cahaya yang tinggi. Oleh karena itu, kecambah tumbuh lebih panjang di tempat gelap daripada di tempat terang.
  5. 5. Pertumbuhan primer Pertumbuhan dimana aktivitas sel-sel meristem menyebabkan batang dan akar tumbuh memanjang. Sel-sel meristem akan berdiferensiasi menjadi sel-sel yang memiliki struktur dan fungsi khusus.
  6. 6. Daerah pertumbuhan pada ujung batang dan akar menurut aktivitasnya dibagi menjadi 3 bagian yakni: a. Daerah pembelahan Terdapat di bagian ujung yang sel- selnya aktif membelah dan sifatnya tetap meristem. b. Daerah perpanjangan sel Terletak di belakang daerah pembelahan yang merupakan daerah dimana setiap sel memiliki aktivitas untuk membesar dan memanjang
  7. 7. c. Daerah diferensiasi Daerah yang sel-selnya memiliki struktur dan fungsi khusus. Meristem batang membentuk primordia daun. Pada sudut daun dan batang terdapat sel-sel yang dipertahankan sebagai sel-sel meristematis yang akan berkembang menjadi cabang.
  8. 8. Pertumbuhan Sekunder  Pertumbuhan sekunder tumbuhan terjadi akibat aktivitas kambium.  Sel kambium membelah ke arah luar membentuk floem dan membelah ke dalam membentuk xilem.  Pertambahan jumlah sel floem dan xilem menyebabkan diameter batang bertambah besar.  Aktivitas kambium yang membentuk xilem dan floem ini merupakan pertumbuhan sekunder.
  9. 9. Aktivitas pertumbuhan sekunder dipengaruhi oleh musim Dimana pada saat musim hujan dan cukup hara, pertumbuhan akan sangat cepat sedangkan pada saat musim kemarau, pertumbuhan sekunder akan lambat atau terhenti.
  10. 10. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan A. FAKTOR LUAR • Faktor luar atau faktor lingkungan adalah faktor yang ada di sekeliling organisme. • Faktor lingkungan meliputi: 1. nutrien dan air, 2. cahaya, 3. suhu, 4. kelembaban
  11. 11. 1. Nutrien dan air • Nutrien atau zat makanan diperlukan sebagai sumber energi dan sumber materi untuk sintesis berbagai komponen sel yang diperlukan selama pertumbuhan. • Hewan mendapatkan nutrien dari tumbuhan dan hewan lain. • Tumbuhan mendapatkan nutrien dari dalam tanah. • Nutrien dibedakan menjadi dua yaitu 1. makronutrien (unsur yang dibutuhkan dalam jumlah banyak) dan 2. mikronutrien (unsur yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit).
  12. 12.  Air sangat penting bagi kehidupan karena air merupakan bahan pelarut di dalam tubuh.  Tumbuhan yang kekurangan air akan meningkatkan sintesis hormon absisi yang dapat menghambat pertumbuhan.  Air mempengaruhi kadar enzim dan substrat sehingga secara tidak langsung air mempengaruhi laju reaksi metabolisme.
  13. 13. 2. Cahaya • Cahaya diperlukan oleh semua makhluk hidup. • Tumbuhan memerlukan cahaya matahari untuk fotosintesis dan pertumbuhan. • Dalam keadaan gelap, auksin merangsang pemanjangan sel sehingga tumbuhan akan tumbuh lebih cepat. • Cahaya dibutuhkan tumbuhan dalam intensitas sedang karena jika intensitas cahaya terlalu tinggi, klorofil akan rusak.
  14. 14. Berdasarkan panjang dan intensitas penyinaran, tumbuhan dikelompokkan menjadi 3 jenis yakni : Tumbuhan berhari pendek (short day plant): strawbery, dahlia,aster, dan krisatinum Tumbuhan berhari panjang (long day plant): bayam, selada, gandum, dan kentang Tumbuhan netral (day netral plant): mawar, anyer, dan bunga matahari
  15. 15. 3. Suhu  Semua organisme memerlukan suhu tertentu untuk bertahan hidup.  Suhu berpengaruh terhadap kerja enzim dan fisiologi orgnisme.  Suhu optimum yang paling baik untuk pertumbuhan adalah 10-38oC.  Bila suhu terlalu tinggi, enzim akan rusak  Bila suhu terlalu rendah enzim menjadi tidak aktif
  16. 16. 4. Kelembapan  Pada tumbuhan, kelembaban udara mempengaruhi proses penguapan air.  Jika kelembapan udara rendah, maka penguapan air meningkat sehingga penyerapan air dan garam- garam mineral oleh akar semakin banyak. Keadaan ini akan memacu pertumbuhan.  Kelembapan tanah juga mempengaruhi kandungan zat organik di dalam tanah.  Jika kelembapan tanah tinggi, maka kandungan air dan bahan organik dalam tanah semakin banyak.
  17. 17. B. FAKTOR DALAM • Faktor dalam adalah faktor yang terdapat dalam tubuh organisme seperti sifat genetik dan hormon. 1. Gen • Gen bertanggung jawab dalam pewarisan sifat keturunan. • Gen juga berperan sebagai pembawa kode untuk pembentukan protein, enzim dan hormon yang mempengaruhi, mengatur dan mengendalikan pertumbuhan.
  18. 18. 2. Hormon Hormon tumbuhan (fitohormon) berperan untuk pertumbuhan, pembelahan sel, pemanjangan sel dan ada yang menghambat pertumbuhan. Contohnya hormon auksin, giberelin, sitokinin, asam absisat, etilen, asam traumatin dan kalin.
  19. 19. 1. Auksin • Fungsi auksin adalah: 1.mengatur pembesaran sel, 2.memacu perpanjangan sel di daerah belakang meristem ujung. 3.merangsang pembelahan sel-sel kambium, 4.meningkatkan perkembangan bunga dan buah, 5.merangsang perkembangan akar lateral. • Auksin rusak jika terkena cahaya sehingga batang yang terkena sinar memiliki kadar auksin yang rendah dan membengkok menuju arah datangnya sinar.
  20. 20. 2. Giberelin • Giberelin ditemukan pada semua bagian tanaman misalnya pucuk batang, ujung akar, bunga, buah dan terutama pada biji. • Peranan giberelin adalah: • merangsang pembelahan sel, • merangsang aktivitas enzim amilase dan proteinase dalam perkecambahan, • merangsang pembentukan tunas, • menghilangkan dormansi biji, • merangsang munculnya bunga sebelum waktunya • merangsang pertumbuhan buah secara partenokarpi. • Giberelin dapat mengubah tanaman kerdil menjadi 3-5 kali lebih tinggi.
  21. 21. 3. Sitokinin  Sitokinin banyak terdapat pada organ muda (biji, buah dan daun) dan di ujung akar.  Sitokinin dibuat di akar lalu diangkut melalui xilem menuju daun dan buah.  Peranan sitokinin adalah:  merangsang pembelahan sel,  merangsang pembentukan tunas,  menghambat efek dominasi apikal oleh auksin dan mempercepat pertumbuhan memanjang.  Sitokinin menunda penuaan dan mempertahankan kesegaran jaringan supaya tetap hijau.
  22. 22. 4. Asam Absisat  Nama asam absisat berasal dari kemampuan zat ini untuk mendorong absisi  Asam absisat ditenemukan oleh F.T. Addicott (1963).  Peranan asam absisat adalah: 1. menghambat pembelahan dan pemanjangan sel, 2. menunda pertumbuhan, 3. membantu dormansi.
  23. 23. 5. Gas Etilen  Gas etilen ditemukan pada tahun 1934 oleh R. Gane.  Gas etilen berperan dalam mempercepat pematangan buah.  Nama dagang etilen adalah karbit.  Etilen juga menyebabkan pertumbuhan batang menjadi tebal yang berguna untuk menahan pengaruh angin.  Kombinasi etilen dengan hormon lain dapat menguntungkan. Misalnya etilen dengan auksin dapat memacu pembungaan pada mangga dan nanas.  Kombinasi etilen dengan giberelin dapat mengatur tumbuhnya bunga jantan dan bunga betina.
  24. 24. 6. Asam Traumatin Asam traumatin (hormon luka), berperan merangsang pembelahan sel-sel di bagian tumbuhan yang luka supaya tertutup. 7. Kalin Hormon kalin dibedakan atas: – rizokalin untuk merangsang pembentukan akar; – kaulokalin merangsang pembentukan batang; – filokalin merangsang pembentukan daun; dan – antokalin atau florigen merangsang pembentukan bunga.

×