Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
KATA PENGANTAR 
Tamatan SMK yang profesional adalah tujuan utama Pendidikan Menengah Kejuruan, 
Karena merupakan tuntutan ...
A. Latar Belakang Masalah ................................................................ 1 
B. Rumusan Masalah ............
BAB I PENDAHULUAN 
3 
A. Latar Belakang 
UUSPN No. 20 tahun 2003 pasal 15, menyatakan pendidikan menengah kejuruan 
bertuj...
kemampuan yang dimlikinya. Salah satu cara untuk membentuk sikap tersebut secara optimal, di 
SMK diadakan program bimbing...
BAB II PEMBAHASAN 
5 
A. Pengertian Bimbingan Karir 
1. Pengertian Bimbingan 
Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang p...
Bimbingan karir dapat dilihat dari dua pendekatan, yaitu pendekatan yang berpusat pada 
masalah (problem oriented) dan pen...
selain itu untuk mengetahui dengan baik pekerjaan apa saja yang ada, persyaratan apa yang 
dituntut untuk pekerjaan itu. 
...
pelaksanaannya siswa dituntut Untuk dapat mencapai hal tersebut, sehingga dapat 
mengetahui serta memahami keadaan dirinya...
9 
D. Teori-teori Pemilihan Karir 
Bimbingan karir bukanlah hanya tertumpu pada perencanaan dan pengambilan keputusan 
ata...
2. Periode implementasi dan penyesuaian 
 Tahap induksi 
Tahap ini dimulai dari pengalaman dan kesimpulan yang teliti. In...
BAB III 
PENUTUP 
11 
Kesimpulan 
Bimbingan merupakan suatu proses teknis yang teratur, bertujuan untuk menolong 
individu...
DAFTAR PUSTAKA 
Depdikbud,1985. : Jakarta 
Dewa, ketut Sukardi,1993. Psikologi pemilihan karier. Rineka Ciptadonesia : Jak...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Peranan bibimngan karir

248 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Peranan bibimngan karir

  1. 1. KATA PENGANTAR Tamatan SMK yang profesional adalah tujuan utama Pendidikan Menengah Kejuruan, Karena merupakan tuntutan era globalisasi yang penuh persaingan. Namun sampai saat ini tuntutan era globalisasi belum dapat terwujud secara optimal oleh dunia pendidikan Kejuruan. Oleh karenanya penulis telah melalukan satu langkah terhadap upaya peningkatan profesionalisme tamatan SMK dan menuliskannya kedalam Karya Tulis (best practices) yang berjudul “Peranan Bimbingan Karir Di SMK ”. Terwujudnya tulisan ini tidak terlepas dari peran banyak pihak yang telah membantu, untuk itu dalam kesempatan ini kami sampaikan ucapan terimakasih kepada: 1. Ibu Endang Setyawati, selaku Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum. 2. Bapak Konadi Seminaris, SP, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan. 3. Bapak/Ibu ketua program keahlian di lingkungan SMK Negeri 4 Takengon. 4. Bapak/ibu guru produktif SMK Negeri 4 Takengon. 5. Seluruh staf Tata Usaha SMK Negeri 4 Takengon Atas segala bantuan yang telah diberikan dan semoga Allah. SWT meredhoinya. Akhirnya kami menyadari bahwa makalah ini memerlukan koreksi dan masukan dari pembaca untuk penyempurnaannya dan sebelumnya kami haturkan terimaksih. 1 Takengon, Juni 2014 Penulis, DAFTAR ISI HALAMAN PENGESAHAN......................................................................... i KATA PENGANTAR .................................................................................... ii DAFTAR ISI................................................................................................... iii BAB I PENDAHULUAN
  2. 2. A. Latar Belakang Masalah ................................................................ 1 B. Rumusan Masalah .......................................................................... 2 2 BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Bimbingan Karir.......................................................... 3 B. Tujuan Bimbingan Karir................................................................ 4 C. Penyelenggaraan Bimbingan Karir................................................ 5 D. Teori – Teori Pemilihan Karir ...................................................... 6 BAB III PENUTP Kesimpulan........................................................................................................ 8 DAFTAR PUSTAKA
  3. 3. BAB I PENDAHULUAN 3 A. Latar Belakang UUSPN No. 20 tahun 2003 pasal 15, menyatakan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk menyiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Tujuan khusus, SMK bertujuan : (1) menyiapkan peserta didik agar dapat bekerja, baik secara mandiri atau mengisi lapangan pekerjaan yang ada di dunia usaha dan industri sebagai tenaga kerja tingkat menengah, sesuai dengan bidang dan program keahlian yang diminati, (2) membekali peserta didik agar mampu memilih karir, ulet dan gigih dalam berkompetensi dan mampu mengembangkan sikap profesional dalam bidang keahlian yang diminati, dan (3) membekali peserta didik dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) agar mampu mengembangkan diri sendiri melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Jadi jelas bahwa sekolah kejuruan mempunyai misi menyiapkan peserta didik untuk menghadapi dunia kerja. Namun kenyataanya banyak lulusan SMK yang bekerja tidak sesuai dengan kompetensinya (bidang keahlian). Tidak sedikit pula siswa SMK yang tidak memahami mengapa harus mengambil bidang keahlian yang dipilihnya. Siswa juga tidak mengetahui peluang kerja apa yang harus diraihnya. Dari beberapa siswa mengemukakan bahwa mereka tidak tahu tujuan pendidikan yang akan dijalaninya. Sekolah adalah tempat yang ideal dan sangat penting untuk perkembangan yang sehat secara psikologis. Sekolah melatih anak berinteraksi dengan lingkungan sosial, menambah pengetahuan dan skill serta sebagai sarana pendewasaan. Di sekolah-sekolah saat ini, pada umumnya sudah tersedia layanan bimbingan dan konseling, yang biasanya diasuh oleh guru dengan profesionalisme khusus. Hanya saja, profesionalis seorang konselor di sekolah belum merata disetiap sekolah, sehingga hasilnya pun belum memuaskan. Khususnya pada sekolah menengah atas, seharusnya sudah memiliki layanan bimbingan dan konseling karir, yang akan membantu siswa memilih karirnya kedepan. Tentunya hal ini harus bekerja sama dengan berbagai pihak, baik dari pihak konselor, sekolah, orang tua, ataupun psikolog. Pengenalan dunia kerja pada masa sekolah menengah ini, akan menuntun peserta didik memilih karir sesuai dengan kemampuan, minat dan bakatnya. Berdasarkan fenomena yang ada banyak ditemukan bahwa siswa lulusan SMK ketka mencari pekerjaan tidak sesuai dengan kompetensi/kemampuan yang dimilikinya. Akibatnya dalam kondisi demkian banyak lulusan SMK yang tidak o[timal dalam mengeluarkan
  4. 4. kemampuan yang dimlikinya. Salah satu cara untuk membentuk sikap tersebut secara optimal, di SMK diadakan program bimbingan karir. Melalui bimbingan karir diharapkan siswa SMK mampu untuk memahami dirinya, tingkat kemampuannya serta mampu mengatahui gambaran yang lengkap tentang karakteristik karinya. Juga diharapkan dapat menumbuhkan propesionalisme dalam menghadapi duna kerja dan kemandirian siswa dalam memilih karir yang akan dijalaninya nanti berdasarkan kemampuan yang dimilikinya. Dengan adanya bimbingan karir atau pekerjaan peserta didik diharapkan dapat memahami dirinya, memahami dunia kerjanya dan mengadakan penyesuaian dirinya dengan lingkungan kerjanya, serta melalui penyusunan rencana dan pengambilan keputusan secara tepat dan logis. Dan diharapkan dengan adanya bimbingan karir atau pekerjaan di sekolah menjadikan suatu sarana peserta didik agar tepat sasaran dalam memilih pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan, dan bakatnya. B. Rumusan Masalah Sesuai dengan rumusan masalah di atas maka dalam makalah ini akan membahas secara lebih mendalam tentang: 1. Apa itu bimbingan karir? 2. Apa tujuan dari bimbingan karir? 3. Bagaimana teori-teori dalam pemilihan karir? 4. Bagaimana proses penyelenggaraan bimbingan karir? 4
  5. 5. BAB II PEMBAHASAN 5 A. Pengertian Bimbingan Karir 1. Pengertian Bimbingan Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang pengertian bimbingan karir alangkah baiknya kita terlebih dahulu memahami tentang pengertian dari bimbingan. Pembahasan masalah tidak terlepas dari sudut tinjauan orang yang mengupasnya, hal ini akan menimbulkan perbedaan pendapat dari masing-masing ahli. Namun dari pengertian masing-masing ahli terdapat satu kesamaan yaitu bahwa bimbingan merupakan pemberian pertolongan atau bantuan, dan bantuan atau pertolongan itu merupakan hal yang pokok dari suatu bimbingan. Pertolongan disini merupakan pemberian arah dengan diutamakan kepada keadaan yang dibimbingnya. Bimbingan merupakan suatu proses teknis yang teratur, bertujuan untuk menolong individu dalam memilih penyelasaian yang cocok terhadap kesukaran yang dihadapinya. Bimbingan dapat diberikan kepada seorang individu atau sekumpulan individu. Ini berarti bimbingan dapat diberikan kepada siapa saja yang membutuhkan, tanpa memandang umur. Dengan demikian maka bidang gerak dari bimbingan tidak hanya pada anak-anak ataupun remaja namun juga dapat mencakup orang dewasa. 2. Pengertian Bimbingan Karir Bimbingan karir ialah bimbingan dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia pekerjaan/ profesi tertentu serta membekali diri supaya siap memangku jabatan itu, dan menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan dari lapangan yang telah dimasukinya (Winkel, 1991). Sedangkan Super yang dikutip Sukardi (1957) mengartikan bimbingan karir adalah suatu proses untuk mengembangkan penerimaan kesatuan dan gambaran diri serta perananyan dalam dunia kerja. Menurut pengertian Super ini bimbingan karir memilki beberapa ciri – ciri,diantaranya:“1.Bimbingan karir adalah merupakan suatu proses yang bertujuan untuk membantu individu menumbuhkan gambaran dirinya, 2.Bimbingan karir adalah suatu bantuan layanan untuk membantu individu menumbuhkan dan menerima peranan yang dilakukannya dalam dunia kerja, 3.Bimbingan karir suatu bentuk layanan bimbingan yang bertujuan membantu individu memperoleh kesempatan untuk mencoba dan memilih pekerjaan yang sesuai dengan potensi yang dimilkinya, 4.Bimbingan karir ialah suatu bentuk layanan bimbingan yang bertujuan untuk memperoleh gambaran dirinya dalam dunia kerja.”
  6. 6. Bimbingan karir dapat dilihat dari dua pendekatan, yaitu pendekatan yang berpusat pada masalah (problem oriented) dan pendekatan yang berpusat pada pengembangan (developmental oriented). Bimbingan pekerjaan telah masuk sekolah yaitu pada sekolah tingkat menengah pertama dan atas. Kurikulum 1984 merumuskan bimbingan karir sebagai proses bantuan kepada individu agar memproleh pemahaman diri dan dunia kerja agar ia mampu mengarahkan diri ke suatu bidang kehidupan yang sesuai dan selaras dengan dirinya dan masyarakat. Dari berbagai pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa bimbingan karir adalah suatu proses usaha membantu siswa untuk mengenal potensi dirinya seperti: bakat, minat, kelebihan dan kekurangannya serta mampu memperkenalkan seluk beluk dunia kerja dan berbagai jenis pekerjaan yang diminatinya sesuai dengan cita-cita para siswa, sehingga para siswa dapat menemukan pekerjaan yang tepat. B. Tujuan Bimbingan Karir Secara rinci tujuan dari bimbingan karir ialah membantu siswa agar: 1. Dapat memahami dan menilai dirinya sendiri, terutama yang berkaitan dengan potensi yang ada dalam dirinya, mengenai kemampuan, bakat, sikap, cita-citanya 2. Menyadari dan memahami nilai-nilai yang ada pada dirinya dan yang ada dalam 6 masyarakat 3. Mengetahui berbagai jenis pekerjaan yang berhubungan dengan potensi yang ada dalam dirinya; mengetahui jenis-jenis pendidikan dan latihan yang diperlukan bagi suatu bidang tertentu; mengetahui hubungan usaha dirinya yang sekarang sengan masa depannya. 4. Menemukan hambatan-hambatan yang mungkin timbul yang disebabkan oleh dirinya sendiri dan faktor lingkungan, serta mencari jalan untuk dapat mengatasi hambatan-hambatan tersebut 5. Para siswa dapat merencanakan masa depannya serta menemukan karir dan kehidupannya yang serasi, yang sesuai. (Depdikbud, petunjuk pelaksanaan bimbingan karir, 1985). Dapat disimpulkan bahwa, tujuan bimbingan konseling karir di sekolah untuk mengarahkan dan memberikan referensi bagi siswa tentang dunia kerja, mensinkronisasikan dengan kemampuan yang dimilikinya, serta dapat menyesuaikan dengan minat dan bakatnya,
  7. 7. selain itu untuk mengetahui dengan baik pekerjaan apa saja yang ada, persyaratan apa yang dituntut untuk pekerjaan itu. 7 C. Penyelenggaraan bimbingan karir Cara pelaksanaan Bimbingan Karir di Sekolah terdiri dari dua macam tehnik pendekatan, yaitu pendekatan individual dan pendekatan kelompok. 1. Pendekatan Individual Pendekatan Individual yaitu dengan cara melalui penyuluhan karier. Bantuan dengan penyuluhan karier melalui dua cara yaitu: a. Konseling tentang pemecahan kesulitan dengan tujuan mengatasi masalah yang dihadapi siswa b. Bantuan perorangan agar masing-masing siswa dapat memahami dirinya, memahami dunia kerja dan mengadakan penyesuaian antara dirinya dengan dunia kerja. 2. Pendekatan Kelompok Pendekatan kelompok dalam Bimbingan Karir akan memungkinkan masalah yang bersangkut paut dengan karir dapat ditangani untuk semua siswa di Sekolah. Supaya memiliki keterampilan dalam proses pengambilan keputusan mengenai apa yang dicita-citakan pekerjaan, jabatan atau karir yang utama dimasa depan. Untuk mencapai tujuan itu para siswa perlu memahami dirinya sendiri dan lingkungannya serta dapat mengambil keputusan yang bemakna bagi dirinya. Berdasarkan kelompok dalam Bimbingan Karir di Sekolah nampaknya menjadi suatu pendekatan bimbingan yang esensial karena dapat memberikan bantuan layanan kepada semua siswa di Sekolah. Maka dari itu pendekatan kelompok dalam Bimbingan Karir dapat meningkatkan konselor propesional secara maksimal. Adapun cara yang dilakukan dalam cara pelaksanaan bimbingan karir di sekolah dengan menggunakan pendekatan kelompok yaitu dengan cara: a. Disusun dalam suatu paket tertentu, yaitu paket bimbingan karir. Setiap paket merupakan modul utuh yang terdiri dari berbagai macam topik bimbingan. Berkaitan dengan hal ini, pihak yang berwenang, yaitu Depdikbud telah mengeluarkan paket yang dikenal dengan paket bimbingan karir yang terdiri dari lima paket, yaitu: 1) Paket I mengenai pemahaman diri, yang terdiri dari; a) pengantar pemahaman diri, b) bakat, potensi, dan kemampuan, c) cita-cita atau gaya hidup, d) sikap. Dalam
  8. 8. pelaksanaannya siswa dituntut Untuk dapat mencapai hal tersebut, sehingga dapat mengetahui serta memahami keadaan dirinya. 2) Paket II mengenai nilai-nilai; mencakup a) nilai kehidupan, b) saling mengenal dengan nilai orang lain, c) pertentangan nilai-nilai dalam diri, d) pertentangan nilai-nilai sendiri dengan orang lain, e) nilai-nilai yang bertentangan dengan kelompok atau masyarakat, dan f) bertindak atas nilai-nilai sendiri. 3) Paket III mengenai pemahaman lingkungan; yang mencakup berbagai aspek mengenai a) informasi pendidikan, b)kekayaan daerah dan pengembangannya, dan c) informasi jabatan. 4) Paket IV mengenai hambatan dan dara mengatasi hambatan yang terdiri dari a) faktor pribadi, b) faktor lingkungan, c) manusia dan hambatan, dan c) cara-cara mengatasi hambatan. 5) Paket V mengenai perencanaan masa depan, mencakup hal-hal yang berkaitan dengan a) menyusun informasi diri, b) mengelola informasi diri, c) mempertimbangkan alternatif, d) keputusan dan rencana, dan e) merencanakan masa depan. b. Kegiatan bimbingan karir dilaksanakan secara intruksional. Dengan demikian bimbingan karir tidak dilaksanakan secara khusus, tetapi dipadukan dengan kegiatan belajar mengajar. Sehubungan dengan hal ini setiap guru dapat memberikan bimbingan karir pada saat-saat memberikan pelajaran yang berhubungan dengan suatu karir tertentu. c. Bimbingan karir dilaksanakan dalam bentuk pengajaran unit. Jika ini yang ditempuh maka kegiatan bimbingan karir direncanakan dan di programkan oleh sekolah. d. Kegiatan bimbingan karir dilaksanakan pada hari-hari tertentu yang disebut hari karir atau career day. Pada hari tersebut semua bimbingan karir dilaksanakan berdasarkan program bimbingan karir yang telah ditetapkan oleh sekolah untuk tiap tahun. e. Karyawisata karir yang diprogramkan oleh sekolah. Obyek karyawisata karir ini seharusnya harus berkaitan dengan pengembangan karir siswa. Dengan karyawisata karir ini siswa akan dapat mengetahui dengan tepat apa yang ada dalam kenyataannya. Karena karyawisata ini dikaitkan dengan pengembangan karir. Maka pemilihan objek harus dipikirkan secara matang. 8
  9. 9. 9 D. Teori-teori Pemilihan Karir Bimbingan karir bukanlah hanya tertumpu pada perencanaan dan pengambilan keputusan atas dasar pemecahan yang logis dan rasional, tetapi berkaitan dengan perkembangan yang mengarah pada aktualisasi diri. Hal ini berarti bahwa bimbingan karir haruslah memperhatikan pemilihan karir dan perkembangan karir ditinjau dari aspek psikologis tertentu. Untuk itu proses bimbingan karir beranjak dari konsep teori-teori pemilihan karir yang dikemukakan oleh para ahli. Dalam teorinya David Tiedeman mengemukakan bahwa keputusan untuk memilih suatu pekerjaan tertentu adalah merupakan rentetan akibat dari keputusan-keputusan yang diambil individu pada tahap-tahap kehidupannya terdahulu. Pengambilan keputusan sangat erat kaitannya dengan periode antisipasi dan periode implementasi. 1. Periode antisipasi  Tahap eksplorasi Dalam tahap eksplorasi sejumlah perbedaan alternatif atau kemungkinan tujuan dipertimbangkan. Berbagai kemungkinan yang akan dicapai digabung-gabungkan dan dipertimbangkan untuk menetapkan atau memutuskan suatu pilihan. Pada tahap ini individu mencoba untuk mengadakan penilaian diri berkaitan dengan berbagai alternatif yang diperkirakan bisa dicapai untuk mencapai tujuan.  Tahap kristalisasi Dengan terjadinya penilaian diri dari berbagai kemungkinan, maka terjadilah suatu pola dalam bentuk alternatif dan segala konsekuensinya, disebut dengan kristalisasi. Pada tahap ini segala alternatif kemungkinan pekerjaan yang dicapai sudah cukup jelas.  Tahap pemilihan Tahap pemilihan akan berlangsung dengan stabilnya kristalisasi. Masalah-masalah individu yang berorientasi pada tujuan yang relevan, yaitu individu mulai mengorganisasi dalam melengkapi dan menyesuaikan terhadap berbagai pilihan untuk masa datang.  Tahap spesifikasi atau klarifikasi Dalam tahap ini individu meneliti kesempatan yang lebih luas dan mendalam, sehingga ia mengemukakan sesuatu (dalam khayalan) yang lebih baik dan sempurna untuk masa mendatang sehingga menghasilkan kemampuan bertindak yang nyata dan terarah.
  10. 10. 2. Periode implementasi dan penyesuaian  Tahap induksi Tahap ini dimulai dari pengalaman dan kesimpulan yang teliti. Individu mengorganisasi lapangan kerja yang bersumber dari tujuan-tujuan tertentu kedalam interaksi dengan masyarakat.  Tahap transisi Pada tahap ini, orientasi yang diutamakan disesuaikan dengan penetapan tujuan yang diambilnya. Dalam tahap ini adanya kemungkinan bahwa individu akan menyimpang arah.  Tahap memelihara atau mempertahankan Dalam tahap ini, individu memelihara atau mempertahankan keputusan yang telah diambilnya. Prospek terhadap usahanya telah menuju kepada status dimasa mendatang dan untuk seterusnya akan menjadi pembinaan karir. 10
  11. 11. BAB III PENUTUP 11 Kesimpulan Bimbingan merupakan suatu proses teknis yang teratur, bertujuan untuk menolong individu dalam memilih penyelasaian yang cocok terhadap kesukaran yang dihadapinya. Bimbingan pekerjaan merupakan suatu proses pembantuan terhadap individu untuk menumbuhkan dan menerima gambaran tentang dirinya secara keseluruhan dan cocok baginya dalam lapangan pekerjaan, disamping menolongnya untuk mengalami gambaran tersebut dalam alam nyata dan mengubahnya kepada fakta nyata sedemikian rupa sehingga menjamin baginya kebahagiaan dan manfaat bagi masyarakat. Tujuan bimbingan konseling karir di sekolah yaitu untuk mengarahkan dan memberikan referensi bagi siswa tentang dunia kerja, mensinkronisasikan dengan kemampuan yang dimilikinya, serta dapat menyesuaikan dengan minat dan bakatnya, selain itu untuk mengetahui dengan baik pekerjaan apa saja yang ada, persyaratan apa yang dituntut untuk pekerjaan itu. Cara pelaksanaan Bimbingan Karier di Sekolah dapat ditempuh melalui dua pendekatan yakni: Pendekatan Individual yaitu dengan penyuluhan karier dan pendekatan kelompok dengan kegiatan: paket belajar, pemaduan dengan mata pelajaran, pengajaran unit, hari karir dan karya wisata karier. Bimbingan karir beranjak dari konsep teori-teori pemilihan karir yang dikemukakan oleh para ahli. Dalam teorinya David Tiedeman mengemukakan bahwa keputusan untuk memilih suatu pekerjaan tertentu adalah merupakan rentetan akibat dari keputusan-keputusan yang diambil individu pada tahap-tahap kehidupannya terdahulu. Pengambilan keputusan sangat erat kaitannya dengan periode antisipasi dan periode implementasi.
  12. 12. DAFTAR PUSTAKA Depdikbud,1985. : Jakarta Dewa, ketut Sukardi,1993. Psikologi pemilihan karier. Rineka Ciptadonesia : Jakarta Manrihu,Thayep.1992. Pengantar Bimbingan dan Konseling Karier.Bina Aksara:Jakarta Syah,Darwyan.dkk.2009. Pengantar Statistik Pendidikan. Gaung Persada: Jakarta Walgito,B.2004. Bimbingan dan konseling (studi dan karier) ,Andi:Yogyakarta http://ilmupsikologi. ordpress.com/2010/02/07/pengertian-bimbingan-karir/ http://konselingindonesia.com/index.php?option=com_content&task=view&id=110&Itemid= 104 http://www.scribd. com/doc/32703538/bimbingan-karir 12

×