Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pancasila sebagai Sistem Filsafat

10,115 views

Published on

PPKn

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Pancasila sebagai Sistem Filsafat

  1. 1. Oleh : Kelompok 1 PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT
  2. 2. Pengertian Filsafat  Secara etimologis filsafat dapat diartikan sebagai cinta dan kebijakan atau hakikat kebenaran.  Menurut D. Runes, filsafat berarti ilmu yang paling umum yang mengandung usaha mencari kebijakan dan cinta akan kebijakan.  Pada umumnya, terdapat dua pengertian filsafat dalam arti proses dan filsafat dalam arti produk. Selain itu, ada pengertian lain, yaitu filsafat sebagai ilmu dan filsafat sebagai pandangan hidup. Demikian pula, dikenal ada filsafat dalam arti teoritis dan filsafat dalam arti praktis.
  3. 3. Pancasila dapat digolongkan sebagai filsafat dalam arti produk, sebagai pandangan hidup, dan filsafat dalam arti praktis. Ajaran Pancasila tersusun secara harmonis dalam suatu sistem filsafat. Soedirman Kartohadiprodjo menegaskan pancasila sebagai filsafat adalah isi jiwa bangsa Indonesia. Roeslan Abdoelgani menyatakan bahwa Pancasila adalah filsafat Negara yang lahir sebagai collective ideologis dari seluruh Bangsa Indonesia.
  4. 4. Aliran-aliran Filsafat Utama terdapat tiga aliran utama filsafat, meliputi : 1. Aliran Materialisme, yaitu faham atau aliran yang menganggap bahwa di dunia ini tidak ada yang lain selain materi atau alam (nature). Pada pertengahan abad ke-19, aliran ini tumbuh subur. Kemajuan aliran ini mendapat tantangan yang keras dan hebat dari pemuka-pemuka agama di mana-mana.
  5. 5. Diantara Tokoh-tokoh Aliran Materialisme : Ludwig Feuerbach (1804-1872 M) Gagasannya : “Agama sebagai proyeksi luar dari batin manusia”. Karl Marx (1818-1883 M) Gagasannya yang terkenal adalah paham komunisme.
  6. 6. 2. Aliran Idealisme/Spiritualisme, yaitu faham atau pandangan yang menganggap bahwa realitas ini terdiri atas ide, fikiran atau jiwa. Istilah idealisme diambil dari kata idea, yakni seseuatu yang hadir dalam jiwa. Aliran ini menyatakan bahwa alam idea itu merupakan kenyataan sebenarnya. Adapun alam nyata yang menempati ruang ini hanyalah berupa bayangan saja dari alam idea itu.
  7. 7. Diantara Tokoh-tokoh Aliran Idealisme: Plato (428-347 SM) Sumbangsih Plato yang terkenal adalah tentang bentuk pemerintahan yang ideal. Immanuel Kant (1724- 1804M) Karya-karyanya banyak yang berhubungan dengan Geografi.
  8. 8. 3. Aliran Realisme, dapat diartikan sebagai kepatuhan kepada fakta atau kepada apa yang terjadi. Realisme menyatakan bahwa dunia yang riil adalah dunia yang kita rasakan sekarang, dan bentuk serta materi tidak dapat dipisahkan. Aliran ini pertama kali muncul pada abad ke- 20, khususnya di Negara Inggris dan Amerika bagian utara. Kelompok realis membedakan antara objek yang diteliti dalam fikiran dengan sifat
  9. 9. Diantara Tokoh-tokoh Aliran Realisme: Aristoteles (384-322 SM) Gagasannya yang terkenal adalah tentang Logika Silogisme. John Locke (1632-1704 M). Karya-karyanya banyak yang berisi tentang negara.
  10. 10. Pancasila Sebagai Filsafat Pancasila dikenal sebagai filosofi Negara Indonesia. Artinya nilai-nilai yang tertuang dalam rumusan sila-sila Pancasila adalah landasan filosofis yang diyakini sebagai sesuatu yang paling benar dan paling sesuai sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Fungsi Utama Filsafat Pancasila Bagi Bangsa dan Negara Indonesia :  Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia  Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia.
  11. 11. Hakikat Pancasila Sumber dari segala sumber hukum dalam negara Indonesia Wadah yang fleksibel bagi faham-faham positif untuk berkembang Dasar ketentuan yang menolak faham-faham yang bertentangan
  12. 12. Karakteristik Filsafat Pancasila Sebagai suatu sistem filsafat, Pancasila memiliki sejumlah karakteristik (ciri khas) tersendiri yang akan membedakannya dengan filsafat lain. Adapun karakteristik filsafat Pancasila itu adalah Hierarkhis Piramidal, artinya saling menjiwai antar sila (sila yang satu menjiwai sila yang lain).
  13. 13. Hierarkhis Piramidal Sila ke-1 Sila ke-2 Sila ke-3 Sila ke-4 Sila ke-5
  14. 14. Nilai-nilai yang terkandung dalam Sila- sila Pancasila ANALISIS
  15. 15. Ketuhanan Yang Maha Esa Makna sila ini adalah: * Percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. * Hormat dan menghormati serta bekerjasama antara pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup. * Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. * Tidak memaksakan suatu agama atau kepercayaannya kepada orang lain.
  16. 16. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab Makna sila ini adalah: * Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia. * Saling mencintai sesama manusia. * Mengembangkan sikap tenggang rasa. * Tidak semena-mena terhadap orang lain. * Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. * Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. * Berani membela kebenaran dan keadilan.
  17. 17. Persatuan Indonesia Makna sila ini adalah: * Menjaga Persatuan dan Kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. * Rela berkorban demi bangsa dan negara. * Cinta akan Tanah Air. * Berbangga sebagai bagian dari Indonesia. * Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.
  18. 18. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan Makna sila ini adalah: * Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat. * Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. * Mengutamakan budaya rembug atau musyawarah dalam mengambil keputusan bersama. * Berrembug atau bermusyawarah sampai mencapai konsensus atau kata mufakat diliputi dengan semangat kekeluargaan.
  19. 19. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia Makna sila ini adalah: * Bersikap adil terhadap sesama. * Menghormati hak-hak orang lain. * Menolong sesama. * Menghargai orang lain. * Melakukan pekerjaan yang berguna bagi kepentingan umum dan bersama.
  20. 20. Analisis dan Penilaian Pancasila dalam Kehidupan Bernegara Sila ke-1 • Percaya dan takwa kepada Tuhan YME • Kerjasama dan Toleransi Sila ke-2 • Saling menghormati • Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan Sila ke-3 • Menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
  21. 21. Analisis dan Penilaian Pancasila dalam Kehidupan Bernegara Sila ke-4 • Setiap orang memiliki kedudukan dan hak yang sama • Melaksanakan musyawarah dalam mengambil keputusan Sila ke-5 • Adanya hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan social • Menjunjung tinggi gotong royong
  22. 22. Analisis dan Penerapan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat Sila ke-1 : Ketuhanan Yang Maha Esa Indonesia memliki 5 agama yang di akui yaitu, Islam, Kristen (Protestan, Khatolik), Hindu, Budha dan Konghucu. Sila ke-2 : Kemanusiaan yang Adil dan Beradap Dalam kehidupan sehari-hari dapat kita lihat bagaimana masyarakat membantu orang yang kesusahan tanpa memandang agama, derajat, ras dan status sosial.
  23. 23. Sila ke-3 : Persatuan Indonesia Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk. Kemudian bersatu dalam NKRI. Contoh penerapan dalam kehidupan sehari- hari yaitu, kita berteman dengan semua orang walau berbeda suku dan agama.
  24. 24. Sila ke-4 : Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan perwakilan Masyarakat Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama dalam mengambil keputusan yang menyangkut kepentingan bersama melalui musyawarah mufakat. Sila ke-5 : Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Bersikap adil terhadap sesama, menjaga
  25. 25. Analisis dan Penerapan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Perkuliahan Contoh penerapan : Jam kuliah tidak mengganggu jam untuk beribadah, Terdapat berbagai UKM ( Unit Kegiatan Mahasiswa) keagamaan Contoh penerapan : Adanya perlakuan yang sama bagi seluruh mahasiswa. Contoh penerapan : melalui organisasi kemahasiswaannya mahasiswa membentuk suatu jaringan yang terdiri dari mahasiswa berbagai universitas di Indonesia Contoh penerapan : kebiasaan untuk melakukan musyawarah dan diskusi dalam mengambil keputusan Contoh penerapan : Setiap mahasiswa yang telah memenuhi syarat berhak untuk mengikuti ujian akhir semester dan berhak memperoleh nilai sesuai dengan kemampuannya.

×