Pelatihan Manajemen Resiko

1,052 views

Published on

Bagi Perusahaan yang membutuhkan Pelatihan ini dapat menghubungi Kami HARD-Hi SMART CONSULTING di Hotline : 0878-7063-5053 (Fast Response) dengan Bpk. M. Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr.

Published in: Business
1 Comment
5 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
1,052
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
1
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pelatihan Manajemen Resiko

  1. 1. MANAJEMEN RESIKO by. M. ShobrieH.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. www.hardhismart-consulting.blogspot.com
  2. 2. PENGANTAR 2
  3. 3. Pengertian Risiko MenurutEmmaettJ. Vaughan danCurtis M. Elliott Kans kerugian–the change of loss Kemungkinankerugian–the possibility of loss Ketidakpastian–uncertainty Penyimpangankenyataandarihasilyang diharapkan– the dispersion of actual from expected result Probabilitasbahwasuatuhasilberbedadariyang diharapkan–the probability of any outcome different from the one expected 3
  4. 4. Risiko berhubungan dengan kejadian di masa yg akan datang. Risiko melibatkan perubahan (spt. perubahan pikiran, pendapat, aksi, atau tempat) Risiko melibatkan pilihan & ketidakpastian bahwa pilihan itu akan dilakukan. Robert Charette 4
  5. 5. DefinisiRisiko Akibatyang kurangmenyenangkan( merugikan, membahayakan) darisuatuperbuatanatautindakan Sebagaikemungkinanpenyimpangannegatifdarihasilyang diinginkanataudiharapkanataurisikosebagaisuatukemungkinankerugian Menyangkutsituasidimanaterdapatsuatukemungikanterjadinyahasilyang tidakmenguntungkan–unfavorable outcome 5
  6. 6. DefinisiRisiko Suatusituasiyang objektif, eksternaldanselaluadawalaupunindividuyang tereksposkemungkinankerugiantersebuttidakmenyadarinya Potensiterjadinyasuatuperistiwa–events yang dapatmenimbulkankerugianbank Sebagaibentuk–bentukperistiwayang mempunyaipengaruhterhadapkemampuanseseorangatausebuahinstitusiuntukmencapaitujuannya6
  7. 7. Derajat Risiko Derajatrisiko(degree of risk) adalahukuranrisikolebihbesarataurisikolebihkecil. Jikasuaturisikodiartikansebagaiketidakpastian, makarisikoterbesarakanterjadibilaterdapatduakemungkinanhasilyang masing-masingmempunyaikemungkinanyang samauntukterjadi 7
  8. 8. KlasifikasiRisiko Risikoyang dapatdiukurdanrisikoyang tidakdapatdiukur Risikofinancial danrisikonon financial Risikostatisdanrisikodinamis Risikofundamental danrisikokhusus Risikomurnidanrisikospekulatif8
  9. 9. PengertianManajemenRisiko Prosespengelolaanrisikoyang mencakupidentifikasi, evaluasidanpengendalianrisikoyang dapatmengancamkelangsunganusahaatauaktivitasperusahaan Suatupendekatanterstruktur/metodologidalammengelolaketidakpastianyang berkaitandenganancaman; suaturangkaianaktivitasmanusiatermasuk: Penilaianrisiko, pengembanganstrategiuntukmengelolanyadanmitigasirisikodenganmenggunakanpemberdayaan/pengelolaansumberdaya 9
  10. 10. RisikoDari SudutPandang Penyebab Klasifikasikankedalam: Risikooperasionalrisikokarenafaktor-faktornon keuangan: manusia, teknologidanalam RisikoFinansialrisikokarenafaktor-faktorkeuangansepertiharga, tinfkatbunga, matauangasing Risikostrategilrisikokarenakurangoptimalnyastrategiperusahaanyang dibuat 10
  11. 11. Jenis Risiko Perusahaan -Bisnis Risikobagiorganisasiperusahaanpadaumumnyabersumberdariadanyaunsurketidakpastian(uncertainties) yang menyebabkantertekannyaprofitability ataubahkandapatmenimbulkankerugian 11
  12. 12. Dari SudutPandang Akibat RisikoMurniSuatukejadianberakibathanyamerugikansajadantidakmemungkinkanadanyakeuntungan Misal:Risikokebakaran RisikoSpekulatifrisikoyang tidaksajamemungkinkantejadinyakerugiantetapijugamemungkinkanterjadinyakeuntungan Misal: Investasi 12
  13. 13. 13 STRATEGI REAKTIF vsPROAKTIF Strategi reaktifmemonitor proyek terhadap kemungkinan resiko. Sumber-sumber daya dikesampingkan, padahal seharusnya sumber-sumber daya menjadi masalah yang sebenarnya / penting. Strategi proaktifdimulai sebelum kerja teknis diawali. Resiko potensial diidentifikasi, probabilitas & pengaruh proyek diperkirakan, dan diprioritaskan menurut kepentingan, kemudian membangun suatu rencana untuk manajemen resiko. Sasaran utama adalah menghindari resiko.
  14. 14. 14 5 RISIKO UTAMA BISNIS 1.RisikoPasar 2.RisikoStrategi 3.RisikoPemasaran 4.RisikoManajemen 5.RisikoBiaya
  15. 15. 15 Risiko yang sudah diketahui adalah risiko yg dpt diungkap setelah dilakukan evaluasi secara hati-hati terhadap rencana proyek, bisnis, & lingkungan teknik dimana proyek sedang dikembangkan, dan sumber informasi reliable lainnya, seperti: tglpenyampaianygtdkrealitas kurangnyapersyaratanygterdokumentasi kurangnyaruaglingkupproyek/pekerjaan lingkunganpengembanganygburuk
  16. 16. 16 diekstrapolasi dari pengalaman proyek sebelumnya. Misalnya: pergantianstaf komunikasi yg buruk dgn para pelanggan mengurangi usaha staff bila permintaan pemeliharaan sedang berlangsung dilayani Risiko yang dapat diramalkan
  17. 17. 17 risiko ini dapat benar-benar terjadi, tetapi sangat sulit untuk diidentifikasi sebelumnya. Risiko yang tidak diharapkan
  18. 18. 18 IDENTIFIKASI RISIKO Identifikasi resiko dalah usaha sistematis untuk menentukan ancaman terhadap rencana proyek. Tujuan identifikasi risiko : untuk menghindari resiko bilamana mungkin, serta menghindarinya setiap saat diperlukan. Tiperisiko: risikogenerik merupakanancamanpotensialpd setiapproyek risikoprodukspesifik hanyadapatdiidentifikasidgnpemahamankhususmengenaiteknologi, manusia, sertalingkunganygspesifikterhadapproyekygada. Metode untuk mengidentifikasi resiko adalah menciptakan checklist itemrisiko.
  19. 19. 19 Kategori checklist item risiko : risikoukuranproduk risikoygmempengaruhibisnis risikoyg dihubungkan dgn karakteristik pelanggan risikodefinisiproses risikoteknologiyang akandibangun risikolingkunganpengembangan risiko yg berhubungan dgn ukuran dan pengalaman staf IDENTIFIKASI RISIKO
  20. 20. 20 KOMPONEN RISIKO dan DRIVER Pedoman untuk mengidentifikasi risiko PL dan pengurangannya yaitu menghendaki agar manajer proyek mengidentifikasi risiko driveryg mempengaruhi komponen risiko PL–kinerja, biaya, dukungan dan jadwal Komponenrisikodidefinisikandgncarasbb: Risikokinerja–tingakatketidakpastiandimanaprodukakanmemenuhipersyaratannyadancocokdgnpenggunaannya. Risikobiaya–tingkatketidakpastiandimanabiayaproyekakandijaga Risikodukungan–tingkatketidakpastiandimanaPL akanmudahdikoreksi, disesuaikandanditingkatkan. Risikojadwal–tingkatketidakpastiandimanajadwalproyekakandijagadanprodukakandisampaikantepatwaktu.
  21. 21. 21 PROYEKSI RISIKO/ PERKIRAAN RISIKO Dua cara melakukan proyeksi risiko : Probabilitas di mana risiko adalah nyata Konsekuensimasalahyang berhubungandenganrisiko Perencanaan proyek bersama dengan manajer & staf teknik melakukan 4 aktifitas proyeksi risiko : Membangun suatu skala yang merefleksikan kemungkinan risiko yang dirasakan Menggambarkonsekuensirisiko Memperkirakan pengaruh risiko pada proyek dan produk Memcatat keseluruhan akurasi proyeksi proyek risiko sehingga akan tidak ada kesalahpahaman
  22. 22. 22 MENILAI PENGARUH RISIKO Tiga faktor yg mempengaruhi konsekuensi jika suatu risiko benar-benar terjadi : Sifatnya; risiko yang menunjukkan masalah yg muncul bila ia terjadi Ruang lingkupnya; menggabungkan kepelikannya (seberapa seriusnya masalah ini ? ) dengan keseluruhan distribusi ( berapa banyak proyek yg akan dipengaruhi atau berapa banyak pelanggan terganggu ? ) Timingnya; mempertimbangkan kapan dan untuk berapa lama pengaruh itu dirasakan.
  23. 23. APPETITE RESIKO
  24. 24. Appetite Risiko 24 Suatu besaran risiko yang siap diterima perusahaan dalam mengejar misi atau visinya Risk appetite ditetapkanolehmanajemendanditelaaholehdewankomisaris, merupakanalatbantu dalammenentukansasaran Sasaranperusahaanharusselarasdenganrisk appetite
  25. 25. Appetite Risiko25 Dinyatakansecarakuantitatifmaupunkualitatif, yang merupakancerminanperusahaandalammenyeimbangkanrisikodanreturn yang dihadapiperusahaandalammencapaitujuanyang ditetapkan Contoh: perusahaandenganappetiterisikoyang lebihtinggiakanbersediamengalokasikanmodalnyadalamjumlahbesarpadabisnis(area) berisiko
  26. 26. ContohAppetite Risiko26 BerdasarkanSK Meneg BUMN No. Kep-100/MBU/2002 tentangPenilaianTingkat KesehatanBUMN, perusahaandikategorikan“SEHAT” terdiridari: -“A” apabila65 < Total Score < = 80 -“AA” apabila80 < Total Score <= 95 -“AAA” apabilaTotal Score > 95 Misalkanselama3 tahunterakhir, perusahaanmemperolehtotal score 70, 75 dan80, termasukdalamkategoriSEHAT “A” Tingkat Kesehatanyang hendakdicapaiperusahaanpadatahuninibagitipemanajemen: -Risk Avoider , Total Score sebesar75 (SEHAT kategori“A”) -Risk Moderate, Total Score sebesar86 ( SEHAT kategori“AA”) -Risk Taker, Total Score sebesar96 ( SEHAT kategori“AAA”)
  27. 27. Contoh Appetite Risiko27 Menerima bahwa perusahaan akan membutuhkan jumlah modal yang besar untuk investasi pada aset, sumberdaya manusia dan proses baru Menerima bahwa persaingan akan meningkat seiring upaya kami untuk meningkatkan pangsa pasar, karena itu akan mengurangi laba Kami tidak menerima penurunan mutu
  28. 28. Pertanyaan yang Diajukan Manajemen ketika Mempertimbangkan Appetite Risiko 1 Risiko apa yang akan diambil perusahaan dalam berbisnis dan risiko apa yang tidak akan diambil? 2 Apakah perusahaan aman dengan jumlah risiko yang diterima atau harus diterima, dari masing-masing unit bisnisnya? 3 Seberapa besar tingkat risiko yang dapat diterima perusahaan dalam suatu inisiatif baru dalam rangka mencapai ROA yang dikehendaki sebesar 15%? 4 Apakah perusahaan siap menerima risiko lebih besar dari tingkat risiko saat ini, jika ya, berapa tingkat return yang dikehendaki? 5 Berapa modal atau laba yang akan dipertaruhkan perusahaan pada suatu tingkat keyakinan tertentu? Akankah manajemen menerima 50% dari modal at risk dengan 95% tingkat keyakinan? 6 Berapa persen risiko ”kasus terburuk” yang harus selalu disediakan modal untuk menutupnya –berdasarkan skala potensialitas likelihood dan dampak risiko? Dapatkah diterima bahwa suatu peristiwa yang jarang terjadi tetapi dapat mengancam kelangsungan hidup perusahaan? 7 Apakah terdapat risiko-risiko spesifik yang tidak dapat diterima perusahaan, seperti risiko ketidaktaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku? 8 Seberapa besar risiko yang bisa diambil perusahaan dalam upaya mencapai sasaran, seperti risiko memperoleh laba lebih kecil tetapi mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar? 28
  29. 29. Merumuskan Appetite Risiko 29 Melampaui Appetite RisikoDi dalamAppetite RisikoRendahSedangTinggi RendahSedangTinggi Likelihood Dampak
  30. 30. ToleransiRisiko30 Toleransi risiko adalah tingkat variasi relatif yang dapat diterima terhadap pencapaian sasaran. Beroperasi dalam toleransi risiko akan menyajikan kepada manajemen keyakinan yang lebih besar bahwa perusahaan masih dalam appetite risikonya, yang, sekaligus menyajikan derajat kenyamanan yang lebih tinggi bahwa perusahaan akan dapat mencapai sasarannya. Toleransirisikosebaiknyadiukurdengansatuanyang samasepertisatuanukuransasaranterkait
  31. 31. Contoh Risk Tolerance No Tipe Manajemen Target yang Hendak Dicapai Toleransi Risiko 1 Risk Avoider Total Score 75 (SEHAT “A”) 65 < Total Score < = 80 2 Risk Moderate Total Score 86 (SEHAT “AA”) 80 < Total Score <= 95 3 Risk Taker Total Score 96 (SEHAT “AAA”) Total Score > 9531
  32. 32. Menghubungkan Misi, Sasaran, Appetite, dan Toleransi -Contoh 32 Sasaran Terkait Meningkatkan produksi unit X hingga 15% dalam 12 bulan ke depan Merekrut 180 staf baru untuk semua divisi pabrikasi Mempertahan mutu produk sebesar 4.0 sigma Satuan Ukuran: Unit produksi Jumlah staf yang direkrut Mutu produk dinyatakan dengan sigma Toleransi risiko Ukuran: Pangsa pasar Unit produksi Jumlah staf yang direkrut Indeks mutu produk Target: 25 persen 150,000 unit 180 staf 4.0 sigma Toleransi –Kisaran yang dapat diterima: 20% -30% -7,500/+10,000 -15/+20 40 –4.5 sigma Misi Menjadi yang terdepan di antara produsen barang-barang kebutuhan rumah tangga di wilayah di mana kami beroperasi Sasaran Stratejik Menjadi seperempat produsen teratas untuk penjualan produk pada pengecer Ukuran: 1. Pangsa pasar Strategi Meningkatkan produksi untuk produk yang menempati lima besar penjualan guna memenuhi permintaan Appetite Risiko: Menerima bahwa perusahaan akan membutuhkan jumlah modal yang besar untuk investasi pada aset, sumberdaya manusia dan proses baru Menerima bahwa persaingan akan meningkat ,seiring upaya kami untuk meningkatkan pangsa pasar Kami tidak menerima penurunan mutu produk
  33. 33. 33
  34. 34. Risiko“Peluangterjadinyasesuatuyangakanmempunyaidampakterhadaptujuan(Goal)” (AS/NZS4360:2004)
  35. 35. Kategori Risiko (Jenis) 351. Risiko Credit2. Risiko Likwiditas 3. Risiko Market4. Risiko Strategis5. Risiko Reputasi 6. Risiko Legal7. Risiko Compliance 8. Risiko Proses dsb.
  36. 36. Kategori Risiko(Sumber) 36Kategori Sumber Risiko Lingkungan (Eksternal) Risiko Proses (Internal) Risiko Informasi (Eks/Internal) Kekuatan-kekuatanlingkunganyangmenghalangiataspelaksanaanstrategidantujuanperusahaan prosesbisnisyangtidakterdefinisikansecarajelassehinggadimungkinkanterjadinyagapdenganstrategidantujuanbisnis Adanyainformasiyangtidakrelevandantidakdapatdiandalkannyainformasiutkpengambilankeputusan
  37. 37. Model Risiko37
  38. 38. ManajemenRisiko 38Kultur,proses,danstrukturyangdiarahkanuntukmerealisasikanpeluangpotensialdansekaligusmengeloladampakyangmerugikan(AustralianRMSt4360:2004)
  39. 39. SistemManajemenRisiko MR LingkunganInternal Kebijakan SDM Metodologi Proses Risk Assessment Respon Evaluasi 39
  40. 40. 40 ProsesManajemenRisiko(AS/NZS 4360 : 2004) Menetapkan Konteks Identifikasi Risiko Analisis Risiko Evaluasi Risiko Perlakuan Risiko Mengkomunikasikan dan MengkonsultasikanMemantau dan Mereview Risk Assessment
  41. 41. 5.Catastropic 4.Major 3.Moderate 2.Minor 1.Insignificant 5.Certain 4.Likely 3.Moderate 2.Unlikely 1.Rare 41 Risiko = Konsekuensi likelihood x Level =
  42. 42. 42 Risiko AbsolutRisiko SetelahPengendalianRisiko setelah per- lakuan (risiko Residual)
  43. 43. 43 Medium Risk (Kuadran 2) Low Risk (Kuadran 4) High Risk (Kuadran 1) Konsekuensi Likelihood Medium Risk (Kuadran 3)
  44. 44. 44 Pindahkan Risiko/ Contingency Plan (tanggap darurat) Hindari Risiko Tangani Dengan Pengendalian (SOP) Terima Risiko/ Tidak perlu penanganan khusus Quadran 1 Quadran 2 Quadran 4 Quadran 3
  45. 45. 45
  46. 46. KegiatanManajemenRisiko Sosialisasi •Diklat •Workshop •Lokakarya Initial Review •Diagnosis Kebijakan •Diagnoses pedoman •Diagnosis penerapan Risk Assessment •Identifikasi •Pengukuran •EvaluasiPenyusunanKebijakan •Kebijakan •PedomanUmum •Prosedur •Instruksikerja •FormulirEvaluasiMR •EvaluasiPenerapanManajemenRisiko -Kompetensi -Kesadaran -Budaya -Area Of Improvement-Saran Rekomendasi -ProfilRisiko -Top Ten Risk -ResponRisiko-Kebijakan-Pedoman -Saran -Rekomendasi 46
  47. 47. ManfaatManajemenRisikoMeningkatkankeuntunganMenjaminpencapaiantujuanorganisasiMeminimalisirkerugianMemberikankeamanan47
  48. 48. 48
  49. 49. Flowcharting atauMapping dalamIdentifikasiResiko
  50. 50. ApaItuProsesMapping ? DefinisiProsessMapping ProsessMappingadalahsuatumetodeuntukmemahami,menganalisasuatuprosesatauaktivitasdalamsuatuentitassertamembantudalammelakukanidentifikasikelemahandanpeluanguntukmeningkatkanpengendalian.
  51. 51. ApaItuProsesMapping? ..lanjutan Suatu proses mapping mengambarkan langkah- langkah yang berurutan dalam melakukan konversi spesifik input tertentu ke output yang dibutuhkan/diharapkan.
  52. 52. KenapaharusMapping ? •Untukmempelajariseluruhprosestransaksiagar dapatmengindentifikasirisikodankontrol •Alatuntukdapatdipelajariolehauditor danclient denganpersepsiyang sama. •Dapatmenghematwaktudalamberkomunikasidenganmanajemen •Mendukungprosespenilaianrisikobisnis
  53. 53. KeuntunganProsesMapping •Mengetahuiprosestransaksi •ProsespemahamanArusInformasi •Mempermudahkomunikasi.
  54. 54. TujuandarimelakukanprosesMapping •Memudahkanmengetahuiprosestransaksibisnis –Mengambarkandanmenjelaskankembaliprosesalurkerja –Mengetahuilevel yang detail untukmengindentifikasiprocess and control “gaps”
  55. 55. INEF F E C T I VESALESOR D E R E NTRY E n t e rsorderform C h e c k scredit&app r o v e s orrejects S a l e s SalesOrderE n t r y C reditDepart m e n t F inalizeorRe j e c t i onForwardsc r e d i t formandorde r f o r mKeuntunganProsesMapping
  56. 56. KeuntunganProsesMapping ..lanjutanEFFEC T I V E SALESORDER E N T R YSalesF o r w a r dsdocuments C r e ditDepartme n t E n t ersapproved c r e d i tforms S alesOrderE n t r y E ntersapprov e d c r e ditforms
  57. 57. PetunjukUmumMapping Arus mapping mulai dari atas kebawah , kiri ke kanan. Gunakan simbol- simbol standar Memakai arus garis yang mudahSecondary ProcessExisting Process
  58. 58. NomorHalaman/ Lampiran Alurkoneksi Memakaiaktivitasmanual sebelum“ a decision diamond” Tentukan“No” padaalurkanandan“Yes” mengikutiarusselanjutnya Lampirkanketerangansimbol Lampirkanbilaadaprosesyang detil Buatlabel key controlVerify Validity of Statistics Valid? Yes NoStatus ReportApprovedG/20G/10MakeChanges to StatusReportContinue flowing the “yes” condition hereYesNo Petunjuk Mapping..lanjutan 1 Start Finish
  59. 59. Start/EndActivity/ProcessingDocuments/FormsMultiple DocumentsDecision Making/Approval Computer Storage FileManual Storage FileFlowchart ConnectorManual InputDirection Flow Automated Input Map Symbols
  60. 60. PeralatanatauSoftware dalamMelakukanProsesMapping •Business Information Framework (BIF) •Universal Process Classification Scheme •Process Mapping Guidelines •Software Mapping
  61. 61. How To Process Map ResponsibilitiesPejabatyangbertanggungjawabpadaareaproses ActivitiesAktivitasutamasuatuproses InputsSumberutamapadainput setiapaktivitas OutputsTujuanakhirutamadariaktivitas CustomersPenerimaoutputpadasetiapaktivitas(internaldanexternal) TimeandCostPerkiraanwaktudanbiayadengansetiapaktivitasyangharusdiperhitungkan
  62. 62. Contract DevelopmentInventoryControlProduction ControlFuel ConsumptionFossil FuelAccountingMajor ProcessSub-Processes Determine Needs (LT/ST) Selection of Qualified VendorsEstablishment ofContractsEscalationRequests Mine Sampling/Quality ControlScheduling andMonitoring ofCoal DeliveriesReceipt andStorage of FuelPhysicalInventoriesStationSampling/TestingRecordingConsumptionInventory AccountingPaymentsFAC Calculation Fossil Fuel Process ContohHasilMapping -High Level Map
  63. 63. Two Model Process Mapping -Transactional Map -InterfunctionalMap
  64. 64. Transactional Map Product MasterfileShipping ProgramSales Order File1- Generation of Delivery Receipts - Updates of the status of sales orderTo Billing SystemServed Sales Order FileDelivery Receipt2To CustomerCustomer MasterfileBilling ProgramServed Sales Order File2- Generation of Sales Invoice - Update of Open Item File - Update of Customer Masterfile To Cash Receipts FunctionOpen Item FileDaily Invoice ReportTo Accounting DepartmentGL Sales Transaction FileSales InvoiceTo Financial Reporting SystemTo CustomerSales OrderData EntryProduct MasterfileSales Order ProgramCustomersMasterfileSales Order File1- Sales order validation- Sales order pricing- Credit limit checking- Stock availability checking and allocationTo Shipping
  65. 65. InterfunctionalMap
  66. 66. 1234STARTCustomer calls to request new meter or replacement Clerk inputs data Meter Set Orderis generated anddistributed toinstallersRequest formeter goes toMeterServices Meter seal requested from Meter Services Meter is installedMeterreaders timeentered intosystem Meter set Order goes to ClerkClerkinputsMeter SetOrderC35 Reportis generated weekly Meter Reading -Map 3 2 5431 6 PROCESS DESCRIPTION 1. Commercial and Residential customers are dealtwith in CDC, while Industrial customers arepassed on to the Energy Service Organization(ESO). 2.Clerk enters account number, source (whocalled in), and field instructions. 3.Some locations may have inspectors that go to site to assess the area before installation. Contractors are also being used to install meters on a small scale. The individual offices assign the work to the contractors directly, but the contractor receives the meters from System Meter. 4. Clerk enters meter set order into CIS system. Old account information is updated with newmeter number and old meter now shown as instock. CONTROL POINTS1.City permit is required before installation. 2. Access to CIS/IBS System requires a user ID with a password. 3. Meter scanned into the AMS for tracking of physical location. 4. Physical seals and seal numbers are assignedand recorded for tracking purposes. 5.Meter installers take information off meter andplace on meter set order (i.e., meter number). 6.Pending Orders Report is reviewed by the CDCand/or Meter Services supervisor. Customer Design & Construction (CDC) / Meter Services Map 2 Transactional Map –for Discuss
  67. 67. Business Systems Interface Financial ReportingSystemConversion SystemRevenue SystemTreasury SystemExpenditure System
  68. 68. General Ledger konversi ke Laporan Keuangan Konversi ke Data Akuntansi dan Informasi Konversi ke Laporan KeuanganSoftware KonsoidasiMicrosoft WordMicrosoft ExcelSoftware KonsolidasiSistem Inf. EksecutifCatatan dan PengungkapanLaporan KeuanganLaporan OperasionalFinancial AccountingFinancial Reporting
  69. 69. Financial ReportingFile Maintenance ProcessingAccountingAccounting Maintenance FormData InputBy SystemFinancialReportingMaintenanceFile MaintenanceList Chart of Accounts Currency Rates Table
  70. 70. Example :Financial Reporting COMMON RISKS–Consolidation •………………………………………. •………………………………………. •………………………………………. •………………………………………. •………………………………………. •………………………………………. •………………………………………. •………………………………………. CONTROLS -Consolidation •………………………………………. •………………………………………. •………………………………………. •………………………………………. •………………………………………. •………………………………………. •………………………………………. •……………………………………….
  71. 71. AGENDA Tujuan Definisi Proses Manajemen Risiko AS/NZS 4360 : 2004 Penerapan Manajemen Risiko 72
  72. 72. TUJUAN PEMAPARAN MemahamiprosesmanajemenrisikomenurutStandarAS/NZS 4360 : 2004 Dapatmenerapkanprosesmanajemenrisikosesuaikondisiorganisasiatau Mengadaptasidarikeduaprosessesuaiselera 73
  73. 73. DEFINISI PROSES MANAJEMEN RISIKO 74
  74. 74. PROSES MANAJEMEN RISIKO AS/NZS 4360: 2004 PENETAPAN KONTEKS EVALUASI RISIKO PERLAKUAN RISIKO PENGUKURAN RISIKO IDENTIFIKASI RISIKO KOMUNIKASI DAN INFORMASI REVIU DAN PEMANTAUAN RISK ASSESSMENT 75
  75. 75. PROSES MANAJEMEN RISIKO AS/NZS 4360: 2004 76
  76. 76. 77 TETAPKAN KONTEKS Konteks Stratejik Konteks Organisasi Konteks Manajemen Risiko Kembangkan Kriteria Tentukan Struktur IDENTIFIKASI RISIKO Apa yang dapat terjadi? Bagaimana terjadinya? EVALUASI RISIKO Bandingkan dengan Kriteria Susun Prioritas Risiko TANGANI RISIKO Identifikasi Opsi-Opsi Penanganan Evaluasi Opsi-Opsi Penanganan Pilih Opsi-Opsi Penanganan Siapkan Rencana Penanganan Implementasikan Rencana ANALISIS RISIKO Tentukan Pengendalian yang Ada Tentukan Tingkat Kemungkinan Tentukan Konsekuensi Tetapkan Tingkat Risiko P A N T A U D A N T E L A A H Gambar 5.1 Kerangka Manajemen Risiko AS/NZS 4360: 1999 K O M U N I K A S I K A N D A N K O N S U L T A S I K A N Terima Risiko? Tidak Ya Taksir Risiko MANAJEMEN RISIKO AS/NZS 4360: 2004
  77. 77. 1.KOMUNIKASI& KONSULTASI BentukPelaporan PeriodePelaporan DistribusiLaporan SistemInformasi 78
  78. 78. 79 BENTUKLAPORAN -Daftar peringkat risiko -Daftar efektivitas pengendalian risiko -Peringkat risiko berdasarkan proses -Risiko berdasarkan kategori risiko -Risiko berdasarkan pegawai yang bertangungjawab -Rencana tindakan manajemen memperlakukan risiko
  79. 79. PERIODEPELAPORAN Bulanan Triwulanan Semesteran Tahunan 80
  80. 80. DISTRIBUSI Regulator Dewan Komisaris Direksi Komite MR Satuan Kerja MR dsb 81
  81. 81. SISTEMINFORMASIMR 82 Mekanisme Kerja Proses Manajemen RisikoDireksiSatuan Kerja MRUnit KerjaSPIKomisarisStartUsulan Kriteria RisikoUsulan Kriteria RisikoSetuju ? Penetapan Kriteria RisikoYaLingkungan InternalIdentifikasi RisikoPengukuran RisikoPenetapan Prioritas RisikoRencana Penanganan RisikoImplementasi Penanganan RisikoPemantauan RisikoStartLingkungan InternalIdentifikasi Risiko Korporat Kompilasi RisikoUnit KerjaPengukuran Risiko KorporatPenetapan Prioritas RisikoKorporatRencana Penanganan Risiko KorporatRegister & Profile RisikoRegister&Profile Risiko KorporatPemantauan Risiko KorporatLaporan Register&ProfileRisiko KorporatLaporan Register&ProfileRisiko KorporatPelaksanaan Rekomendasi Laporan Hasil AuditLaporan Penerapan MR KorporatTidakAudit Berbasis Risiko Pemantauan / PengawasanPengendalian Internal Laporan Hasil AuditReviu dan PersetujuanReviu dan Persetujuan
  82. 82. 2. PENETAPANKONTEKS KonteksStrategik KonteksOrganisasi, KonteksManajemenRisiko, MengembangkanKriteria 83
  83. 83. 84 MENETAPKANKONTEKS Kaitannyadenganmembentukprosesmanajemenrisikoorganisasi: Visi,misi,kebijakan,tujuan,strategiimplementasi,dantanggungjawaborganisasimanajemenrisiko Posisi/kedudukanorganisasimanajemenrisikodalamorganisasiperusahaan Bentukstrukturorganisasimanajemenrisiko,
  84. 84. 85 MENETAPKANKONTEKS Kaitannya dengan identifikasi/penaksiran risiko: Parameter dasar ukuran signifikansi/likelihood risiko Kriteria untuk memutuskan apakah risiko dapat diterima/tidak (toleransi terhadap risiko) sebagai dasar penentuan opsi perlakuan risiko Aktivitas mempersiapkan penaksiran risiko (tujuan, siapa yang akan menggunakan, siapa yang terlibat, ruang lingkup, waktu pelaksanaan penaksiran risiko)
  85. 85. 3. IDENTIFIKASIRISIKO Definisi Peristiwa FaktorPenyebab TehnikIdentifikasi Kategori 86
  86. 86. 87 DEFINISI Identifikasi risiko dilakukan bertujuan untuk menggali dan menemukan jawaban terhadap dua pertanyaan: apa yang dapat terjadi ? mengapa/bagaimana hal itu terjadi?
  87. 87. PERISTIWA Yaitu, Kejadian yang sifatnya akan membawa dampak terhadap tujuan 88
  88. 88. FAKTORPENYEBAB Yaitu suatu kondisi yang memicu terjadianya peristiwa risiko 89
  89. 89. TEHNIKIDENTIFIKASI Yaitu metode yang digunakan dalam rangka mencari risiko apa dan bagaimana risiko itu terjadi 90
  90. 90. KATEGORIRISIKO Yaitu, cara mengelompokkan dan menggolongkan risiko tersebut kedalam kelompoknya masing-masing Misalnya : -Berdasarkan sumbernya (lingkungan, Proses, informasi) -Berdasarkan jenisnya (Keuangan dan non keuangan) 91
  91. 91. 4. PENGUKURANDANEVALUASI Pengukuranrisiko EvaluasiRisiko 92
  92. 92. 93 DEFINISIPENGUKURAN Suatu proses yang sistematis untuk menentukan seberapa seringnya (likelihood)peristiwa risiko mungkin terjadi dan besaran dari kemungkinan konsekuensinya. Pendekatan analisis risiko berupa analisis kualitatif, semi kuantitatif, dan kuantitatif. Evaluasi atas pengendalian yang ada.
  93. 93. 94 DEFINISIEVALUASI Prosesyangdigunakanuntukmenentukanprioritasmanajemenrisikodenganmembandingkantingkatansuaturisikodenganstandar,targettingkatanrisikoyangditentukansebelumnya,ataukriterialainyangditetapkan Hasildarievaluasirisikoadalahdaftarprioritasrisikountuktindakanlebihlanjut
  94. 94. 5. PENANGANANRISIKO 95 Tahapan penanganan risiko Jenis Penanganan Risiko
  95. 95. 96 TAHAPANPENANGANANRISIKO Mengidentifikasi opsi perlakuan risiko Menaksir opsi perlakuan risiko Menyiapkan rencana perlakuan risiko Mengimplementasikan rencana perlakuan
  96. 96. PENANGANANRISIKO97 Menghindar(avoid) •Likelihood •Consequence Menurunkan(reduce) Memindahkan(Transfer) •Mengeksploitasi •DitahanMenerima(Accept)
  97. 97. 7. PEMANTAUAN DefinisiJenis98
  98. 98. 99DEFINISI Memantaurisikodanefektivitasrencanasertaefektivitastindakanperlakuanrisikodengantujuanuntukmeyakinkanbahwa: Perubahankondisitidakmengubahprioritasrisiko, Rencanatindakanperlakuanrisikotetaprelevan,dan Tindakanperlakuanrisikoberjalandenganefektif
  99. 99. JENISRutin Insidentil Khusus(permintaan) 100
  100. 100. CONTOHORGANISASIMANAJEMENRISIKO ®
  101. 101. 102 STRUKTURORGANISASII(MANAJEMENRISIKOSEJAJARDENGANDEWANDIREKSI) Dewan Komisaris Direksi Manajemen Lini Pemilik Risiko Internal Audit Komite Audit Chief Risk Officer
  102. 102. 103 STRUKTURORGANISASIII(MANAJEMENRISIKOSEJAJARDENGANMANAJEMENSENIOR) Dewan Komisaris Direksi Manajemen Lini Pemilik Risiko Internal Audit Komite Audit Divisi Managemen Risiko
  103. 103. 104 STRUKTURORGANISASIIII(MANAJEMENRISIKOSEJAJARDENGANINTERNALAUDIT) Dewan Komisaris Direksi Manajemen Lini Pemilik Risiko Managemen Risiko Komite Audit Internal Audit
  104. 104. 105 STRUKTURORGANISASIMENURUTPBI NO. 5/2003 Dewan Komisaris Direksi Manajemen Lini Pemilik Risiko Internal Audit Komite Audit Komite Manajemen Risiko Satuan Kerja Manajemen Risiko Independen
  105. 105. Agenda 1 •PengantarRA 2 •Tahapan 3 •Prosedur 4 •Contoh 107
  106. 106. 108Pemaparan Awal FocusGroup DiscussionTAHAPAN RISK ASSESSMENTPembentukan FocusGroupPemahaman Informasi AwalPemahaman BisnisIdentifikasi RisikoEvaluasi PengendalianPengukuran Risiko Setelah PengendalianMereviu Laporan Hasil RAMenyiapkan Konsep Laporan Hasil RAMendistribusikan Laporan Hasil Risk AssessmentMulaiSelesaiPERSIAPANPELAKSANAANPELAPORANFGDEvaluasi RisikoPerlakuan Risiko
  107. 107. PemahamanBisnis1 •Memahamikonteksstratejik 2 •Memahamikonteksorganisasi 3 •Memahamikonteksmanajemenrisiko 4 •Memahamikriteriaevaluasirisiko 109
  108. 108. Identifikasi Risiko Menggalidanmenemukanjawabanterhadap2 pertanyaanmengenairisiko, yaitu: “apayang dapat/ mungkinterjadi?” dan“mengapa/ bagaimanabisaterjadi?” Mendapatkandaftarkomprehensifrisiko-risikosehinggatidakadarisikopotensialyang tidakteridentifikasipadatahapanidentifikasirisikountukdianalisisdandievaluasilebihlanjutpadatahapanselanjutnya. Risikoyang diidentifikasiharusmencakupsemuarisiko, baikyang dapatdikendalikanmaupunyang diluarkendaliperusahaan 110Tujuan:
  109. 109. ProsedurIdentifikasiRisiko 1.Menentukankerangkakerja, teknikdanalatyang digunakanuntukmengidentifikasirisiko 2.Mengumpulkaninformasiinternal/eksternalorganisasiuntukmemahamikegiatan, kebijakan, kinerja, proses, realitayang dihadapi, danperubahanyang mempengaruhipencapaiantujuanorganisasi 3.Mengenaliindikasirisiko 4.Menentukansumberrisiko 5.Mencarisebab-sebabterjadinyarisiko 6.Mencaridampakdankonsekuensirisiko 7.Mendokumentasikanrisiko 111
  110. 110. Mengenali Indikasi Risiko Indikasi Pertanyaan Keterangan Masalah Apakah terdapat masalah di masa lalu atau selama periode berjalan yang mengindikasikan keberadaan suatu risiko pada periode berjalan? Pertimbangkan masalah-masalah signifikan yang terjadi di masa lalu atau selama periode berjalan, termasuk : •Risiko-risiko yang telah terindikasi atau yang ada di masa lalu •Kelemahan pengendalian risiko •Tindakan pelanggaran hukum Tingkat Kerumitan Apakah terdapat suatu proses yang memiliki tingkat pelaksanaan yang rumit? Pertimbangkan proses yang memiliki tingkat pelaksanaan yang rumit 112
  111. 111. Mengenali Indikasi Risiko Indikasi Pertanyaan Keterangan Perubahan Apakah terdapat perubahan selama periode berjalan yang mengindikasikan keberadaan suatu risiko pada periode berjalan? Pertimbangkan perubahan- perubahan yang terjadi pada : •Kondisi, transaksi, dan proses dalam kegiatan operasi •Efektivitas kegiatan proses pengolahan informasi atau pengendali risiko •Transaksi signifikan yang tidak biasa/hanya terjadi satu kali •Standar atau peraturan yang berlaku 113
  112. 112. Mengenali Indikasi Risiko Indikasi Pertanyaan Keterangan Pendapat Pakar Apakah ada hal-hal yang diidentifikasi oleh para pakar yang mengidentifikasikan keberadaan suatu risiko pada periode berjalan Pertimbangkan risiko-risiko yang diidentifikasi oleh para pakar dan praktisi yang menyangkut : •Masalah (misal : risiko-risiko melekat tertentu yang ada pada suatu industri) •Perubahan standar atau peraturan yang berlaku (misal: perubahan standar prosedur operasi) •Tingkat kerumitan 114
  113. 113. MenentukanPeristiwaRisikoMenurutSumberRisiko Sumber Risiko Peristiwa Risiko Ekonomi fluktuasi mata uang, tingkat suku bunga Lingkungan kebisingan, kontaminasi, polusi Finansial risiko kontrak, penyalahgunaan dana, denda Manusia kerusuhan, pemogokan, sabotase Bencana alam gempa bumi, kebakaran, kondisi iklim Kesehatan dan keselamatan kerja tindakan keselamatan yang tidak memadai, kurangnya manajemen keselamatan Tanggung jawab produk kesalahan rancangan, pengendalian kualitas di bawah standar, pengujian yang tidak memadai Tanggung jawab profesional nasehat yang keliru Kerusakan harta kebakaran, kerusakan air, pencemaran Keamanan perusakan, pencurian, penyalahgunaan informasi, akses ilegal Teknologi inovasi, keusangan dan ketergantungan 115
  114. 114. MencariSebab-SebabTerjadinyaRisiko Tenagakerja/personil Cara kerja Saranadanprasarana Dana Lingkungan Pesaing Pemasok Pelanggan 116
  115. 115. MencariDampakRisiko Kecelakaankerja: ◦cideraringan, berat, kematian Kerusakanlingkungan: ◦perbaikan/pembersihanlingkungan, sanksihukumdaripemerintah, tuntutangantirugidarimasyarakatyang lingkungannyatercemar Kehilanganreputasi: ◦kehilanganpelanggan, pemulihannamabaikperusahaan Kerugianfinansial: ◦PendapatanMenurun ◦Likuiditasterganggu ◦Terganggunyagoing concern 117
  116. 116. Mempertimbangkan Efektivitas Pengendalian Risiko yang ada Ada 3 (tiga) kemungkinan hasil yang diperoleh dalam menaksir efektifitas pengendalian risiko: Efektif Pengendalian yang teridentifikasi dapat mengurangi risiko sampai pada tingkat yang dapat diterima Agakefektif Pengendalian yang teridentifikasi dapat secara parsial mengurangi risiko tetapi tidak sampai pada tingkat yang dapat diterima Tidakefektif Pengendalianyang teridentifikasitidakdapatmengurangirisikosecarasignifikan 118
  117. 117. 119KriteriaKualitatifKemungkinanRisiko(Likelihood) –5 Rating Rating Contoh Kriteria 1 Sangat besar Dipastikan akan sangat mungkin terjadi 2 Besar Kemungkinan besar dapat terjadi 3 Sedang Sama kemungkinannya antara terjadi atau tidak terjadi 4 Kecil Kemungkinan kecil dapat terjadi 5 Sangat kecil Dipastikanakansangattidakmungkinterjadi
  118. 118. 120 KriteriaKualitatifAkibatRisiko(Consequences)–5 Rating Rating Contoh Kriteria Aspek Lingkungan Hidup Aspek Reputasi Aspek Keselamatan Kerja 1. Tidak signifikan Tidak terjadi kesalahan pelepasan B3 Tidak terjadi publisitas jelek Tidak terjadi kecelakaan 2. Minor Terjadi kesalahan pelepasan B3 di dalam lokasi organisasi yang segera dapat ditanggulangi sendiri Terjadi publisitas jelek dan menjadi berita (bukan headline) di media lokal Terjadi kecelakaan dan tindakan P3K dibutuhkan 3. Medium Terjadi kesalahan pelepasan B3 di dalam lokasi organisasi yang perlu ditanggulangi pihak eksternal Terjadi publisitas jelek dan menjadi headline di media lokal Terjadi kecelakaan dan bantuan tenaga medis dibutuhkan (berobat jalan) 4. Major Terjadi kesalahan pelepasan B3 di luar lokasi organisasi yang tidak menimbulkan korban Terjadi publisitas jelek dan menjadi berita (bukan headline) di media nasional Terjadi kecelakaan dan perawatan inap di Rumah Sakit dibutuhkan 5. Malapetaka Terjadi kesalahan pelepasan B3 yang menimbulkan korban Terjadi publisitas jelek dan menjadi headline di media nasional Terjadikecelakaanyang menimbulkancacattetapdanataukematian
  119. 119. 121 Rating Contoh Kriteria Sasaran I Sasaran II Sasaran III Sasaran IV 1. Tidak signifikan Sd. 5% deviasi target Sd. 3% deviasi target Sd. 1% deviasi target Sd. 0,2% deviasi target 2. Minor > 5% sd. 10% deviasi target > 3% sd. 6% deviasi target > 1% sd. 2% deviasi target > 0,2% sd. 0,4% deviasi target 3. Medium > 10% sd. 15% deviasi target > 6% sd. 9% deviasi target > 2% sd. 3% deviasi target > 0,4% sd. 0,6% deviasi target 4. Major > 15% sd. 20% deviasi target > 9% sd. 12% deviasi target > 3% sd. 4% deviasi target > 0,6% sd. 0,8% deviasi target 5. Malapetaka Di atas 20% deviasi target > 12% sd. deviasi target > 4% deviasi target > 0,8% deviasitarget ContohKriteriaKuantitatifuntukAkibat(Consequences)–5 Rating
  120. 120. 122ContohKriteriaKuantitatif untukKemungkinan(Likelihood) –5 Rating Rating Contoh Kriteria 5 Sangat besar > 80% 4 Besar > 60% sd. 80% 3 Sedang > 40% sd. 60% 2 Kecil > 20% sd. 40% 1 Sangat kecil sd. 20%
  121. 121. 123 KriteriaLevel Risiko T T M R R 1 (sangatkecil) E T M R R 2 (kecil) E E T M R 3 (sedang) E E T T M 4 (besar) E E E T T 5 (sangatbesar) Malapetaka 5 Mayor 4 Medium 3 Minor 2 Tidak Signifikan 1 Akibat (Consequences) Kemungkinan (Likelihood) E = risikoekstrim; T = risikotinggi; M = risikomoderat; R = risikorendah
  122. 122. KriteriaRisikoyang DapatDiterima Level risikorendahsehinggatidakperlupenanganankhusus Tidaktersediapenangananuntukrisikotersebut Biayapenangananlebihtinggidarimanfaatyang diperoleh Peluangdariadanyarisikotersebutlebihbesardariancamannya 124 Risikodapatditerimabila:
  123. 123. PengukuranRisiko Definisi: Suatu proses yang sistematis untuk menentukan seberapa seringnya (likelihood)peristiwa risiko mungkin terjadi dan besaran dari kemungkinan konsekuensinya. Pendekatan analisis risiko berupa analisis kualitatif, semi kuantitatif, dan kuantitatif. Evaluasi atas pengendalian yang ada. 125
  124. 124. Mengestimasi likelihooddan Konsekuensi terjadinya Risiko Kualitatif Semi Kuantitatif Kuantitatif 126
  125. 125. Mengukur Level Risiko Kualitatif : Level risiko tercermin dengan level risiko rendah, moderat, tinggi, dan ekstrim Semi Kuantitatif : Risiko = Likelihoodx Konsekuensi Level risiko diperoleh dari hasil perkalian skala likelihood(1 –5) dan skala konsekuensi (1 –5). Level risiko terendah = 1, level risiko tertinggi = 25 127
  126. 126. Mengukur Level Risiko Kuantitatif: Menggunakan model Pe x Pi x Rt = Re Pe : Probabilitas suatu peristiwa risiko akan terjadi Pi : Probabilitas suatu dampak risiko akan terjadi Rt: Jumlah konsekuensi kerugian jika risiko terjadi Re : Estimasikonsekuensikerugianperistiwarisiko(expected loss) ilustrasipengukurankuantitatif 128
  127. 127. EvaluasiRisiko Yaitu: Prosesyangdigunakanuntukmenentukanprioritaspengelolaanrisikodenganmembandingkantingkatansuaturisikodenganstandar,targettingkatanrisikoyangditentukansebelumnya,ataukriterialainyangditetapkan Hasildarievaluasirisikoadalahdaftarprioritasrisiko untuktindakanlebihlanjut LangkahKerjaEvaluasi: 1.MemahamiKriteriaRisiko 2.Membandingkandenganpenyebabdankonsekuensiatasperistiwarisikoyang teridentifikasi 129
  128. 128. PerlakuanRisiko Definisi: Suatukegiatanuntukmenentukanopsiataupilihanyang akandiambildalamrangkamengelolasuaturisiko. Opsi-opsimeliputi: -menghindari risiko -mengurangi likelihood keterjadian -mengurangi konsekuensi -memindahkan risiko -menerima risiko 130
  129. 129. Pelaporan Yaitu: Tahapanterakhirdarikegiatanrisk assessment yang berupapenyusunanlaporansebagaimedia untukmenginformasikanhasilasesmenrisikoyang telahdilaksanakan. 131
  130. 130. Contoh: Risiko Risiko Reputasi Sasaran/Target : Tidak ada keluhan pelanggan (zero) Indikasi Risiko : Banyaknya keluhan atas kualitas Penyebab : Tindakan pesaing untuk mencemarkan nama baik perusahaan Pelayanan kurang memadai SDM kurang pelatihan Fasilitas tidak layak Infrastruktur kurang memadai Dampak : Kehilangan reputasi/nama baik perusahaan Konsekuensi : Pemulihan nama baik perusahaan Skala ; L = 4 & K = 4 Level Risiko : 4 (ekstrim) 132
  131. 131. 133Direktorat : KeuanganSasaran : 12KemungkinanKonsekuensi(1)(2)(3)(4)(5)(6)(7)(8)(9)(10)(11)(12) Kurs Valuta Asing terhadap Rupiah cenderung mengalami kenaikan atau tidak stabil. Realisasi kurs Valuta Asing (US$) terhadap Rupiah cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan nilai asumsi dalam penyusunan RKAP. -Tidak stabilnya kurs valuta asing terhadap Rupiah karena kenaikan tingkat inflasi di Indonesia. UCKerugian selisih kurs-Melakukankajianhedgingterhadappembayaranpinjaman/penagihanpiutangdalam valuta asing3,603,40Biro KeuanganRata-rata kurs tengah US$ terhadap Rupiah selama tahun 2003, 2004, dan 2005 mengalami kenaikan atau Rupiah melemah berturut-turut adalah Rp.8.571/US$, Rp. 8.985./US$, dan Rp. 9.751/US$. -UCKenaikan biaya produksi amoniak dan urea-Melakukanmonitoringsecaraterusmeneruspergerakannilai tukar US$ dengan ketatKenaikan harga beli suku cadang yang diimporKenaikan pembayaran gas dan hutang dalam US$ Melakukan hedging hutang pada saat kenaikan US$ terhadap Rupiah dan hedging piutang pada saat penurunan US$ terhadap RupiahREGISTER RISIKO PT ABCMencari dana untuk pelunasan obligasi sebesar 50% Merestrukturisasi pinjaman selesai 75% tahun 2006No Indikasi RisikoNoPeristiwa Risiko: Nama dan Uraian Peristiwa RisikoLevel RisikoRencana PerlakuanUnit/Person in ChargeSebab Risiko UC/C KonsekuensiPengendalian Yang Ada22Risiko Kenaikan/Penurunan Nilai Kurs. (Kenaikan nilai kurs valuta asing terhadap Rupiah). Tidak stabilnya kurs valuta asing terhadap Rupiah karena kondisi keamanan/politik yang kurang kondusif di Indonesia. Kenaikan kurs US$ terhadap Rupiah mengakibatkan kerugian selisih kurs Tahun 2003 sebesar Rp.190.174.000,-, Tahun 2004 sebesar Rp. 162.425.643.000,- dan Tahun 2005 sebesar Rp. 105.989.277.000. Selain itu kenaikan kurs US$ terhadap Rupiah memberikan kontribusi terhadap kenaikan biaya produksi amoniak dan urea diatas anggaran, kenaikan harga beli suku cadang yang diimpor, kenaikan pembayaran gas dan hutang dalam US$.
  132. 132. 134 PT ABCPeta Risiko Setelah PengendalianDirektorat Keuangan 0,000,501,001,502,002,503,003,504,004,505,000,000,501,001,502,002,503,003,504,004,505,00Konsekuensi Likelihood
  133. 133. 135LikelihoodKonsekuensi1Risiko Piutang Subsidi ke Pemerintah Terlambat Dibayar.3,603,6012,962Risiko Kenaikan/Penurunan Nilai Kurs. 3,603,4012,243Risiko Cash Flow Tidak Tercapai. 3,203,4010,884Risiko Piutang Usaha Tidak Tertagih/Terlambat Dibayar2,803,409,525Risiko Kenaikan Suku Bunga Pinjaman.2,803,208,966Risiko Kesulitan Mencari Sumber Dana. 2,603,408,847Risiko Anggaran Salah Estimasi.2,803,008,408Risiko Manfaat Asuransi Tidak Optimal. 2,603,007,809Risiko Anggaran Tidak Terkendali. 2,403,207,6810Risiko Klaim Asuransi Lama / Sulit. 2,802,607,2811Risiko Ketidaktersediaan Anggaran. 2,003,406,8012Risiko Pemantauan Hasil Audit Tidak Efektif.2,203,006,6013Risiko RKAP Tahunan Terlambat Disetujui. 2,003,206,4014Risiko Pelaporan Hasil Audit Tidak Tepat Waktu. 2,003,206,4015Risiko Biaya/Premi Asuransi Mahal. 2,402,606,2416Risiko Pelaksanaan Audit Eksternal Tidak Tepat Waktu. 1,603,806,0817Risiko Pelaksanaan Audit Tidak Tepat Waktu. 2,002,805,6018Risiko Ketidaksesuaian Manfaat Asuransi2,202,405,2819Risiko Kelebihan Pembayaran Pajak. 2,002,605,2020Risiko Keterlambatan Pembayaran kepada Pelanggan/Pihak Ketiga2,002,605,2021Risiko Laporan Kinerja Terlambat.1,603,205,1222Risiko Keterlambatan Penyampaian Laporan Pajak/SPT ke KPP 1,802,805,0423Risiko Salah Perhitungan / Estimasi. 1,603,004,8024Risiko Gagal Klaim Asuransi1,802,604,6825Risiko Keterlambatan Penyusunan Realisasi dan Proyeksi Cash Flow 1,802,604,6826Risiko Salah Catat / Posting. 1,802,604,6827Risiko Laporan Keuangan Terlambat Disusun. 1,203,804,5628Risiko Lamanya Verifikasi Tagihan dari Rekanan/Pihak Ketiga 1,602,804,4829Risiko Perencanaan Audit Tidak Tepat. 1,403,204,4830Risiko Rencana Obyek Pemeriksaan Tidak Direalisasikan. 1,602,804,4831Risiko Pembukuan Tidak Sesuai Standar Akuntansi Keuangan. 1,203,203,8432Risiko Pelaksanaan Audit Tidak Memperoleh Hasil.1,203,203,8433Risiko Restitusi Pajak Sulit/Lama Diterima. 1,402,403,3634Risiko Asuransi Aktiva Tetap Fiktif1,402,203,0835Risiko Denda Sanksi Kekurangan / Keterlambatan Pembayaran Pajak. 1,202,002,40DAFTAR PRIORITAS RISIKODIREKTORAT KEUANGAN PT ABCScoringNo RisikoNAMA RISIKORata-Rata
  134. 134. Simulasi Risk Assessment
  135. 135. AgendaPenjelasanSimulasi •Tujuan •LangkahKerja •IdentifikasiRisiko PemaparanHasilAktivitas
  136. 136. Tujuan Simulasi •Pesertamendapatkanpemahamanmengenaiaplikasiprosedurrisk assessment : •identifikasirisiko •pengukuranrisiko •penentuanpengendalian/perlakuanrisiko •dokumentasirisiko
  137. 137. Identifikasi Risiko … EKSTERNALINTERNAL Kemungkinan Terjadinya Peristiwa Yang membawa akibat Yang tidak diinginkan Sasaran Strategic Financial Operasional
  138. 138. Langkah Kerja Simulasi 1.Pembagian menjadi beberapa kelompok (pengadaan, produksi, pemasaran, keuangan, sdm, dsb) 2.Melakukan Risk Self Assessment Sesuai Unit Bisnis Masing- masing 3.Menyiapkan Formulir Formulir Identifikasi Risiko Berdasarkan sasaran unit bisnis masing-masing 4.Membuat Bagan Arus (Flow chart) 5.Mendokumentasikan Hasil pengumpulan Informasi ke Register Risiko 6.Pemahaman Sasaran dan Tujuan atas unit bisnis yang akan di Asses 7.Penentuan Indikasi, Peristiwa Risiko, Penyebab, Dampak, Konsekuensi, Pengendalian Yang ada. 8.Pemaparan hasil diskusi 9.Pengukuran Likelihood dan Consequence 10.Evaluasi/Prioritisasi Risiko dan Rencana Perlakuan
  139. 139. Contoh Flow Chart Biro Akuntansi TransaksiDokumen Proses Dokumen Laporan Terjadinya Transaksi Pengolahan Data Penyajian Laporan Risiko …………… Risiko …………… Risiko ……………
  140. 140. ContohFlow Chart Biro Produksi Batukapur Pasokan Proses Dokumen -Semen Bahan Baku Proses produksi Pergudangan Risiko …………… Risiko …………… Risiko ……………
  141. 141. ContohFlow Chart Bag. PemasaranPemasaran Berdasarkan SK Menerima Angkut Dokumen Pelaporan Penerimaan Produk Pendistribusian Pelaporan Realisasi Risiko …………… Risiko …………… Risiko ……………
  142. 142. Tahapan Identifikasi Risiko VISI MISI SASARAN DIT I SASARAN DIT II SASARAN DIT III UNIT UNIT UNIT UNIT UNIT UNIT UNIT UNIT UNIT
  143. 143. Pastikan tujuan, strategi, sasaran & target telah ditetapkan secara baik. Gunakan prinsip SMART: S Specific = Tajam Jelas, tidak membingungkan, langsung (berterus terang) dan dapat dimengerti M Measurable = Dapat diukur Terukur secara kuantitas, kualitas, dan atau uang A Agreed = Disepakati Disepakati antara pihak-pihak yang terkait R Realistic = Realistis Berada dalam batas-batas kendali & kapabilitas ybs. T Timebound = Ada batas waktu Batas waktutertentuuntukpenyelesaiannya
  144. 144. Visi, Misi VISI PERUSAHAAN •MenjadiPerusahaanpersemenanbertarafinternasionalyangterkemukadanmampumeningkatkannilaitambahkepadaparapemangkukepentingan(stakeholders). MISI PERUSAHAAN •Memproduksi,memperdagangkansemendanproduksiterkaitlainnyayangberorientasikankepuasankonsumendenganmenggunakanteknologiyangramahlingkungan •Mewujudkanmanajemenperusahaanyangberstandarinternasionaldenganmenjunjungtinggietikabisnis,semangatkebersamaan,danbertindakproaktif,efisiensertainovatifdalamberkarya •Memiliki keunggulan bersaing dalam pasar semen domenstik dan internasional •Memberdayakandanmensinergikanunit-unitusahastrategikuntukmeningkatkannilaitambahsecaraberkesinambungan •Memilikikomitmenterhadappeningkatankesejahteraanpemangkukepentingan(stakeholders) terutamapemegangsaham,karyawan,danmasyarakatsekitar
  145. 145. Contoh Penjabaran Tujuan PerusahaanTarget Produksi 2500 Ton/ Tahun Dit. Produksi Produksi 2.500 ton Dit. Keuangan Likuiditas Tdk Terganggu Dit. SDM Kompetensi, Kuantitas Tdk Terganggu Bahan Baku 7.500 ton Operasi Unsech. Shutdown Perawatan Biaya Perawatan Penyimpanan Aman, Mutu, Luas Anggaran Tepat Penagihan Akuntansi/ Pelaporan Rekrut Pelatihan Kesejahteraan
  146. 146. ContohPenjabaranTujuanPerusahaan Target Penjualan Rp. 30 T/ Tahun Dit. Produksi Produksi 2.500 ton Dit. Pemasaran Menjual Rp. 30 T/th Dit. SDM Kompetensi, Kuantitas Tdk Terganggu Bahan Baku 7.500 ton Operasi Unsech. Shutdown Perawatan Biaya Perawatan Penyimpanan Aman, Mutu, Luas Gudang Persediaan Transaporatsi Promosi Rekrut Pelatihan Kesejahteraan Dit. Keugn Likuiditas Anggaran Penagihan Akunts./ Pelaporan
  147. 147. Contoh Penjabaran Tujuan Perusahaan Target Keuangan Cash Ratio, ROI Dit. Produksi Produksi 2.500 ton Dit. Pemasaran Menjual Rp. 30 T/th Dit. SDM Kompetensi, Kuantitas Tdk Terganggu Bahan Baku 7.500 ton Operasi Unsech. Shutdown Perawatan Biaya Perawatan Penyimpanan Aman, Mutu, Luas Gudang Persediaan Transaporatsi Promosi Rekrut Pelatihan Kesejahteraan Dit. Keugn Likuiditas Anggaran Penagihan Akunts./ Pelaporan
  148. 148. ContohPenjabaranTujuanPerusahaan Target SDM Pelatihan 500 Personel, Rekrut 300, Pelatihan Dit. Produksi Produksi 2.500 ton Dit. Pemasaran Menjual Rp. 30 T/th Dit. SDM Kompetensi, Kuantitas Tdk Terganggu Bahan Baku 7.500 ton Operasi Unsech. Shutdown Perawatan Biaya Perawatan Penyimpanan Aman, Mutu, Luas Gudang Persediaan Transaporatsi Promosi Rekrut 300 Pelatihan 60 jam Kesejahteraan gaji naik 10 % Dit. Keugn Likuiditas Anggaran Penagihan Akunts./ Pelaporan
  149. 149. Kondisi yang memperlihatkan gejala risiko Kejadian yang mengakibatkan tidak tercapainya sasaran Faktor-faktor yang memicu terjadinya risiko Akibat yang ditimbulkan terhadap sasaran yang ada Tingkat keterjadian Tingkat konsekuensi Tindakan yang akan diambil Pihak Yang bertanggung jawab Pelajari dan evaluasi Tujuan dan Sasaran 1.Tercapainyatargetpenjualanberbagaijenisproduk…..Dalamnegridanekspor 2.Tercapainyapenjualanproduk…..Secarabertahapmemberikankeuntungantambahandanmenjadikanperusahaansebagaipenjualproduk…terlengkap. 3.Terlaksananyaprogramkerjasamaoperasionaldalampemasaranproduk…. Uraian Konsekuensi akibatnya Tindakan yang sudah ada/ berjalan
  150. 150. KriteriaSemi Kuantitatif
  151. 151. 10/31/2014 Risk Management 155 Pindahkan Risiko/ Contingency Plan (tanggap darurat) Hindari Risiko Tangani Dengan Pengendalian (SOP) Terima Risiko/ Tidak perlu penanganan khusus Quadran 1 Quadran 2 Quadran 4 Quadran 3
  152. 152. HSC Non Existence Initial Repeatable Defined Managed Optimzed
  153. 153. Agenda 157 1 •Definisi 2 •DokumenPeraturanOrganisasidalamManajemenRisiko 3 •PenyusunanPedomanKebijakanManajemenRisiko4 •ProsedurPenyusunanPedomanKebijakanManajemenRisiko5 •ContohKebijakanManajemenRisikoPerusahaan Manufaktur
  154. 154. DEFINISI •Kebijakandirumuskansebagaiperaturanyang mengharuskan, membimbingataumembatasitindakan-tindakan. •Kebijakanmerupakanpola-polaperilakuyang telahditentukanlebihdahulu. •Kebijakanmerupakanpernyataandanmaksudmanajemenuntukbertindakdengancaratertentu. * •Kebijakan manajemen risiko adalah keseluruhan dokumen peraturan organisasi dalam bidang manajemen risiko. •Kebijakan manajemen risiko dikodifikasi dalam sebuah dokumen organisasi untuk didistribusikan kepada seluruh unit kerja operasional di dalam organisasi agar dipahami dan diterapkan dengan baik. * 158
  155. 155. PersyaratanBerlakunya: 1 •Kebijakanharusdinyatakansecarajelasdandalambentukter-tulissertadisusunsecarasistematis. 2 •Kebijakanituharusdikomunikasikansecarasistematispadasemuapejabatataukepadaparapegawai. 3 •Kebijakanituharusselarasdenganperaturan/ perundang-undanganyang berlaku. 4 •Kebijakanharusdisusunsedemikianrupaagar dapatmendorongpelaksanaankegiatan-kegiatansecarahemat, efektifdanefisien, sertamampumemberikanjaminanbahwasumberdayayang adadalampengendalianorganisasi( BadanUsaha ) dijagadenganselayaknya. 5 •Kebijakanperluditinjaukembalisecaraberkaladandirevisisesuaidenganperubahankeadaanyang terjadi. 159
  156. 156. Dokumen Peraturan Organisasi dalam Manajemen Risiko1. Prinsip manajemen risiko 2. Pernyataan komitmen manajemen terhadap penerapan manajemen risiko 3. Tujuan dan sasaran manajemen risiko 4. Strategi penerapan agar tujuan dan sasaran manajemen risiko tercapai 5. Pedomanumummanajemenrisiko 6. Prosedur manajemen risiko 7. Instruksi kerja manajemen risiko8. Formulir dan dokumen pendukung pelaksanaan proses manajemen risiko160
  157. 157. Tahap Penyusunan 161 Draft Outline Setuju Draft Pedoman Setuju Pleno Disyahkan Sosialisasi Implementasi
  158. 158. 162 CONTOH
  159. 159. Definisi PrinsipManajemenRisiko 163 Prinsip didefinisikan sebagai kaidah atau norma dasar yang dianut dalam menjalankan suatu inisiatif tertentu
  160. 160. PrinsipManajemenRisiko Komitmen pimpinan, Keterlibatan seluruh insan organisasi,. Integrasi, Tanggungjawab berjenjang,. Komprehensivitas, Pendekatan sistem dan proses pada manajemen risiko,. Keseimbangan antara biaya dan manfaat,. Keyakinan memadai, bukan keyakinan mutlak,(reasonable assurance) dan bukan (absolute assurance). Penyempurnaan berkesinambungan,. 164
  161. 161. 165
  162. 162. Lanjutan… 166
  163. 163. SasaranManajemenRisiko Mendukungtercapainyasasarankinerjadansasaranmutuorganisasisecarakeseluruhandanunitkerjalainsesuaijenjangtanggungjawabmasing-masingselamajangkawaktusatutahunkedepan. MengelolasemuarisikosignifikanyangdapatmempengaruhipencapaiansasarankinerjapadakeempatperspektifBSC(keuangan,pelanggan,prosesinternal,pertumbuhan 167
  164. 164. StrategiPenerapanManajemenRisikoMembentuk unit organisasi manajemen risiko terintegrasi. Mengintegrasikan manajemen risiko ke dalam proses bisnis organisasi. Manajemen menjadikan manajemen risiko sebagai aktivitas yang tidak terpisahkan dari pengambilan keputusan (harga produk, alokasi sumberdaya dan keputusan bisnis lainnya) Mengintegrasikan manajemen risiko ke dalam budaya dan nilai-nilai organisasi. 168
  165. 165. ProfilOrganisasiPerusahaan Sejarahsingkatorganisasi Visi, misi dan tujuan organisasi Budaya dan nilai organisasi Kegiatan usaha Strukturorganisasi 169
  166. 166. Struktur Organisasi Manajemen Risiko KOMISARIS DIREKSI SATUAN KERJA MANAJEMEN RISIKO SATUAN PENGAWASAN INTERNAL PETUGAS MANAJEMEN RISIKO PETUGAS MANAJEMEN RISIKO PETUGAS MANAJEMEN RISIKO UNIT KERJA OPERASIONAL UNIT KERJA OPERASIONAL UNIT KERJA OPERASIONAL 170
  167. 167. WewenangdanTanggungJawabDewanKomisaris Wewenang Meminta pertanggungjawaban dari Direksi atas pelaksanaan kebijakan manajemen risiko secara berkala; Melakukan penilaian dan memberikan rekomendasi atas penerapan manajemen risiko yang dilaksanakan oleh Direksi serta menilai toleransi risiko yang dapat diambil oleh perusahaan. Tanggung Jawab Menyetujui kebijakan manajemen risiko yang diusulkan oleh Direksi; Memastikan penerapan kebijakan manajemen risiko oleh Direksi. 171
  168. 168. WewenangdanTanggungJawabDireksi Wewenang 1.Menetapkan Kebijakan, Pedoman, dan Prosedur Penerapan Manajemen Risiko secara tertulis dan komprehensif; 2.Menetapkan risk appetitedan batas toleransi risiko yang digunakan sebagai ukuran kriteria level risiko, profil risiko korporasi, action plan(rencana penanganan risiko); 3.Meminta laporan hasil pemantauan risiko kepada Satuan Kerja Manajemen Risiko. Tanggung Jawab 1.Terlaksananya kebijakan manajemen risiko Perusahaan secara keseluruhan; 2.Menyampaikan laporan pelaksanaan manajemen risiko kepada Komisaris; 3.Mengembangkan budaya manajemen risiko pada seluruh jenjang organisasi; 4.Memastikan peningkatan kompetensi sumberdaya manusia yang terkait dengan penerapan manajemen risiko; 5.Penyempurnaan secara bekesinambungan atas penerapan manajemen risiko. 172
  169. 169. WewenangdanTanggungJawabUnit KerjaOperasional Wewenang 1.Menunjuk Petugas Manajemen Risiko untuk melakukan tugas administrasi dalam rangka pengelolaan risiko; 2.Meminta bantuan pengembangan manajemen risiko dari Satuan Kerja Manajemen Risiko. Tanggung Jawab 1.Melaksanakan proses manajemen risiko secara periodik pada unit kerja yang dipimpinnya; 2.Mengintegrasikan manajemen risiko dalam praktek bisnis di unit kerjanya; 3.Menyampaikan profil risiko unit kerjanya kepada Satuan Kerja Manajemen Risiko secara periodik dan tepat waktu; 4.Menindaklanjuti masukan/rekomendasi dari SPI maupun dari Direksi mengenai penerapan manajemen risiko di unit kerjanya. 173
  170. 170. WewenangdanTanggungJawabKaryawan Wewenang Mendapatkan pelatihan manajemen risiko Tanggung Jawab Melaksanakan proses manajemen risiko 174
  171. 171. WewenangdanTanggungJawabSatuanPengawasanInternal Wewenang 1.Meminta data base risiko perusahaan kepada Satuan Kerja Manajemen Risiko sebagai dasar pemeriksaan. Tanggung Jawab 1.Menyediakan jasa assurancedibidang manajemen risiko kepada direksi 2.Memberikan jasa konsultatif kepada manajemen operasional 3.Menyediakan toolsdan teknik untuk menganalisis risiko dan pengendalian risiko; 4.Membagi pengalaman dalam manajemen risiko & pengendalian internal dan pengetahuan secara menyeluruh mengenai perusahaan; 5.Memberikan rekomendasi perbaikan proses manajemen risiko yang berkesinambungan. 175
  172. 172. WewenangdanTanggungJawabSatuanKerjaManajemenRisiko Wewenang 1.Meminta laporan profil risiko masing-masing unit kerja baik secara periodik maupun pada saat kejadian luar biasa; 2.Merencanakan pengembangan SDM di bidang Manajemen Risiko; TanggungJawab 1.Menyusundanmengusulkankebijakanmanajemenrisiko, risk appetitedanbatastoleransirisikoyang diterimaperusahaankepadaDireksi; 2.Mengkoordinasikan, memeliharadanmengembangkancatatandandata base risikoperusahaandanpersyaratanpelaporan; 3.Memfasilitasiaktivitaspengembanganprofilrisikokorporasimelaluiaktivitasworkshop risk assessmentpadalevel korporasi/direktorat; 4.Membantu pelaksanaan proses manajemen risiko di Unit Kerja Operasional; 5.Menyusun dan menyampaikan laporan rencana dan realisasi kegiatan manajemen risiko kepada Direksi secara berkala; 6.Menyusun rencana dan melaporkan realisasi kegiatan Satuan Kerja Manajemen Risiko kepada Direksi. 176
  173. 173. WewenangdanTanggungJawabPetugasManajemenRisiko Wewenang 1.MendapatkanbantuandariSatuanKerjaManajemenRisikojikamengalamikesulitandalamrangkapenerapanmanajemenrisikodiunitnya Tanggungjawab 1.Memfasilitasi pelaksanaan proses manajemen risiko di unit kerjanya; 2.Mengelola administrasi manajemen risiko dalam unit kerjanya; 3.Membuat laporan hasil pemantauan pengendalian risiko di unit kerjanya secara periodik. 4.MembantupelaksanaantindaklanjutrekomendasidariSPI maupundariDireksimengenaipenerapanmanajemenrisikodiunit kerjanya. 177
  174. 174. PROSEDUR MANAJEMEN RISIKO 178
  175. 175. ProsedurPenetapanKebijakanManajemenRisiko Mengaturstandarpenyusunankebijakanmanajemenrisikotermasukpenyempurnaankebijakan, pedoman, prosedurdanalatbantu manajemenrisikosesuaiperkembanganlingkungandankebutuhanorganisasi 179
  176. 176. ProsedurPenetapanRisk Appetite danRisk Tolerance Memandumanajemenpuncakdanmanajemenunit kerjaoperasionaldalammenetapkanbesaranmaksimalrisikoyang akandiambildalamrangkamencapaisasaranyang ditetapkan(risk appetite), danbesaranvariasimaksimalyang dapatditerimajikasasaranharustidaktercapai(risk tolerance) 180
  177. 177. ProsedurRisk Assessment Level Korporat Memanduparamanajersenior melaksanakanrisk assessment level korporatuntukmendapatkanrisikokunciperusahaansecarakeseluruhan 181
  178. 178. ProsedurRisk Assessment Unit KerjaOperasional Memberipanduankepadaunit kerjaoperasionaluntukmelaksanakankegiatanself assessment atasrisikodanpengendalianyang adadidalamsemuaprosesdanaktivitasyang dilakukanolehunit kerjayang bersangkutan. 182
  179. 179. ProsedurPengkomunikasianRisiko Memberipanduankepadasatuankerjamanajemenrisikodanunit kerjaoperasionaluntukmengkomunikasikanrisikodariunit terendahsampaikelevel korporat, sehinggadapatmenyajikandashboard bagimanajemenpuncakdalammengambilkeputusanbisnisyang tepat. 183
  180. 180. ProsedurReview ManajemenRisiko Memberikanpanduanbagimanajemenpuncakuntukmelaksanakansecaraberkalakegiatanreview terhadapkemajuankapabilitasdanoutcome manajemenrisikogunamemperolehmasukanbagipeningkatanberkelanjutanatassistemmanajemenrisikoperusahaan. 184
  181. 181. INSTRUKSI KERJA MANAJEMEN RISIKO 185
  182. 182. InstruksiKerjaManajemenRisiko Dokumen penunjang prosedur manajemen risiko yang mengatur secara rinci aktivitas pelaksanaan manajemen risiko sehari-hari. Menjelaskan secara rinci langkah-langkah yang dilakukan pelaksana manajemen risiko seperti telah dipandu oleh prosedur manajemen risiko. Kalau urutan langkah penerapan proses manajemen risiko sudah dipandang cukup detail hanya dengan menyusun prosedur manajemen risiko, maka instruksi kerja manajemen risiko tidak perlu disusun. 186
  183. 183. IntruksiKerjaManajemenRisiko Terdiri dari : 1.Instruksi kerja risk self-assessment 2.Instruksi kerja pengukuran risiko 3.Instruksi kerja prioritisasi risiko 4.Instruksi kerja penentuan respon risiko 5.Instruksi kerja evaluasi pengendalian risiko 6.Instruksi kerja evaluasi manajemen risiko 187
  184. 184. FORMULIR MANAJEMEN RISIKO 188
  185. 185. FormulirManajemenRisiko Formulirmanajemenrisikodibuatagar tersediaadanyarekamanprosesmanajemenrisiko, untuktujuankomunikasidanpelaporanrisikodidalamorganisasi. 189
  186. 186. FormulirManajemenRisiko Formulirmanajemenrisikoterdiridari: 1.Formulirrisk self-assessment 2.Formulir pengukuran risiko 3.Formulir prioritisasi risiko 4.Formulir penentuan respon risiko 5.Formulir evaluasi pengendalian risiko 6.Formulir evaluasi manajemen risiko 190
  187. 187. ProsedurPenyusunan KebijakanManajemenRisiko 191
  188. 188. ProsedurPenyusunan KebijakanManajemenRisiko 1.Penyusunanoutline kebijakanmanajemenrisiko 2.Pembahasanoutline kebijakanmanajemenrisikodenganTim ManajemenRisikoPerusahaan 3.Perbaikandanpersetujuanoutline kebijakanmanajemenrisiko 4.Penyusunan draft kebijakanmanajemenrisiko 5.Pembahasan draft kebijakan manajemenrisikodengan Tim ManajemenRisikoPerusahaan 6.Pemaparan draft kebijakan manajemenrisikokepada direksi 192
  189. 189. INFORMASI YANG DIPERLUKAN Informasi yang diperlukan antara lain, tetapitidak terbatas pada: 1.Gambaran umum perusahaan 2.Visi, misi, strategi, tujuan, sasaran, nilai-nilai perusahaan dan atribut-atribut lainnya 3.Peraturan perusahaan (eksternal dan internal) sebagai landasan hukum bagi penerapan manajemen risiko 4.Ekspektasi stakeholders terhadap tingkat kematangan penerapan manajemen risiko dan informasi risiko yang dibutuhkan 5.Struktur organisasi perusahaan dan lini pelaporan yang berlaku 6.Sistem manajemen yang diterapkan di perusahaan 7.Prosedur operasi baku 8.Peta proses bisnis 9.Dll 193
  190. 190. www.hardhismart-consulting.co.cc

×