Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa

4,715 views

Published on

Bagi yang Membuituhkan Pelatihan Manajemen, SDM dan ISO 9001, Anda dapat Menghubungi Fast Response Kami di : 0878-7063-5053 (HARD-Hi SMART CONSULTING) langsung dengan Bpk. M.Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr.

Published in: Leadership & Management
  • Dating for everyone is here: ♥♥♥ http://bit.ly/2F7hN3u ♥♥♥
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Dating direct: ❶❶❶ http://bit.ly/2F7hN3u ❶❶❶
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Be the first to like this

Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa

  1. 1. MANAJEMEN KEHIDUPAN Sepanjang Masa Oleh : M. Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Penerbit HARD-Hi SMART CONSULTING
  2. 2. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 1 BAB 1 KEHIDUPAN MANUSIA DI DUNIA Tentang hidup dan kehidupan manusia sering menjadi perdebatan banyak orang. Sudah banyak para ilmuwan (scientist) yang merumuskan teori-teori tentang kehidupan manusia. Salah satunya adalah teori yang dikemukakan oleh ilmuwan berkebangsaan Inggris yang bernama Charles Darwin yang terkenal dengan Teori Evolusinya. Menurut seorang cendekiawan muslim bernama Prof. DR. M. Mutawalli Asy-Sya‟rawi dalam bukunya Al-Hayatu Wal Maut yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Esensi Hidup dan Mati dikatakan bahwa sesungguhnya indera manusia tidak memiliki kemampuan untuk melihat esensi hidup dan kalaupun bisa hal itu hanyalah praduga semata, sedangkan praduga akan cenderung menghasilkan suatu kesimpulan yang salah pada akhirnya. Memang benar yang dikemukakan beliau tersebut, hal ini terbuktikan dengan adanya praduga yang fatal dari Teori Evolusi Charles Darwin. Dalam teori evolusinya ia mengatakan bahwa manusia berasal dari seekor kera, yang berhasil ia temukan fosilnya dan diberi nama Loisy. Perhatikan Firman Allah yang diterangkan dalam Al-Qur‟an sebagai berikut : “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, „Sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang manusia dari tanah liat
  3. 3. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 2 kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk.‟” (Q.S. Al-Hijr : 28) Dan dalam Firman-Nya : “Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan kamu (Adam), kemudian kami bentuk rupamu.” (Q.S. Al-A‟raf : 11) Serta dalam Firman-Nya yang lain : “Dia (Allah) telah menciptakan kamu dari tanah dan kamu sebagai pemakmurnya.” (Q.S. Hud : 61) Maka dengan demikian, teori evolusi Darwin secara otomatis langsung terbantahkan dan terpatahkan. Demikianlah, melalui Firman Allah tersebut menjelaskan bahwasannya manusia (cq. Adam) diciptakan langsung sebagai manusia bukannya sebagai kera terlebih dahulu. Masih banyak lagi Firman Allah yang menegaskan bahwa manusia diciptakan langsung oleh Allah sebagai manusia seutuhnya. Begitulah, Allah Sang Pencipta seluruh alam semesta telah menerangkan dengan sejelas-jelasnya tentang asal-usul kejadian manusia, namum mereka kebanyakan masih mencari bukti-bukti lain selain penjelasan Allah tersebut. Naudzubillahi min dzalik. Baru kemudian di awal abad ke-21 atau di awal milenium ke- 3 ini muncul seorang cendekiawan dan ilmuwan muslim yang bernama Adnan Oktar dari Turki yang dalam tulisan-tulisan ilmiahnya lebih dikenal dengan nama Harun Yahya. Beliau telah memiliki bukti-bukti sebagai sanggahan secara ilmiah
  4. 4. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 3 berdasarkan cara berpikir logika modern terhadap teori evolusi Darwin. Diperkuat pula secara arkeologi yang menjelaskan bahwasannya tidak ada satu pun bukti yang berhasil ditemukan yang dapat memperkuat argumentasi bahwa teori evolusi itu benar adanya. Harun Yahya atau Adnan Oktar di dalam bukunya yang berjudul Keruntuhan Teori Evolusi mengatakan bahwa sampai saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan telah ditemukannya “makhluk transformasi” dari bentuk ikan menjadi burung yang sebagian tubuhnya berbentuk ikan tetapi sudah tumbuh sayap dan paruhnya. Harun Yahya jelas-jelas mengatakan bahwa teori evolusi telah menyesatkan umat manusia, bahkan beliau mengatakan bahwa teori evolusi Darwin telah membahayakan Aqidah Islam, sehingga bagi umat Islam yang mempercayai teori evolusi tersebut dikategorikan telah melanggar Aqidah Islam. 1. AWAL KEJADIAN MANUSIA Sebagaimana telah diterangkan oleh Allah SWT di dalam Al- Qur‟an Surat Al-Hijr:28 ; Al-A‟raf:11 ; dan Hud:61 di atas maka sebenarnya telah jelaslah bahwa teori evolusi sudah terbantahkan dan runtuh dengan sendirinya. Lalu perhatikan pula Firman Allah berikut : “Aku tidak menghadirkan mereka (iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi, dan tidak pula penciptaan diri mereka sendiri, dan tidaklah Aku mengambil orang-orang menyesatkan itu sebagai penolong”. (Q.S. Kahfi : 51)
  5. 5. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 4 Firman Allah tersebut menegaskan bahwasannya Iblis dan anak cucunya saja tidak mengetahui dan mengerti atas penciptaan diri mereka sendiri, apalagi manusia yang diciptakan setelah diciptakannya Iblis, sekiranya Allah tidak memberitahu lewat Firman-Nya melalui Al-Qur‟an yang diturunkan kepada Rasulullah SAW. Bagaimana mungkin mereka bisa menduga bahwa manusia (yang juga termasuk dirinya Darwin) itu berasal dari seekor kera, sedangkan kera adalah spesies binatang bukan manusia. Allah Sang Pencipta manusia itu sendiri menyatakan bahwa manusia adalah makhluk yang sebaik-baik ciptaan-Nya sebagaimana yang dijelaskan malalui Firman-Nya : “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia itu dalam bentuk/rupa yang sebaik- baiknya”. (Q.S. At-Tin : 4) Serta Firman-Nya : “Dan sesungguhnya Kami telah memuliakan anak Adam”. (Q.S. Al-Isra‟: 70) Apakah seorang Charles Darwin tidak sadar bahwa ia sedang menjatuhkan harga dirinya sendiri sebagai manusia dengan mengatakan bahwa ia berasal dari seekor kera, sedangkan Tuhan penciptanya saja mengagungkan dan memuliakan manusia sebagai ciptaan-Nya. Sungguh sangat mengherankan sekali bukan ? Lalu muncul lagi setelah itu, perdebatan dan kebingungan di antara orang-orang dengan adanya satu pertanyaan berbau filsafat : “Mana lebih dahulu, telur ataukah ayam ?”.
  6. 6. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 5 Pertanyaan yang sangat sederhana dan bodoh ini kemudian berkembang menjadi sebuah diskusi, seminar-seminar, dan bahkan penelitian-penelitian yang hasilnya sudah dapat dipastikan nihil dan tidak pernah menghasilkan suatu kesimpulan apapun. Marilah kita perhatikan sebagaimana yang telah dijelaskan Allah dalam Firman-Nya : “Dan segala sesuatunya Kami ciptakan berpasang-pasangan agar supaya kamu mengingat kebesaran Allah”. (Q.S. Adz-Dzariyat : 49) Ayat di atas begitu gamblang menjelaskan bahwa Allah menciptakan segala sesuatunya secara berpasang-pasangan, yakni laki-laki dan perempuan (untuk manusia), jantan dan betina (untuk fauna), bahkan berlaku pula untuk tumbuh- tumbuhan (flora). Dahulu kala orang mengasosiasikan jenis kelamin hanya untuk manusia dan hewan, serta tidak berlaku untuk tumbuh- tumbuhan. Namun, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan di akhir abad ke-20, orang sudah tahu bahwa dalam dunia tumbuh-tumbuhan (flora) pun terdapat yang namanya “jenis kelamin”, yakni yang disebut sebagai serbuk sari (jantan) dan kepala putik (betina). Jadi maha benarlah apa-apa yang dikatakan Allah dalam Firman-Nya. Shodaqollahul „azhiim. Dalam penciptaan manusia pertama (Adam), setelah Allah meniupkan ruh ke dalam tubuh Adam, bersamaan dengan itu
  7. 7. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 6 pula Allah telah menciptakan bahan dasar (substansi) keturunan manusia pada punggung (cq. sulbi) Adam, dalam bentuk material substansi calon manusia (ciptaan) yang amat teliti dan teramat kompleks yang tercermin dalam DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) pada tiap-tiap manusia yang dilahirkan kemudian. Sementara itu, Siti Hawa (isteri Adam) diciptakan langsung oleh Allah dari tulang rusuk Adam. Hal ini diterangkan Allah dalam Firman-Nya : “Wahai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya”. (Q.S. An-Nisa‟ : 1) Baru-baru ini dunia telah dikejutkan dengan temuan seorang ilmuwan Jepang yang berhasil menyingkap rahasia di balik DNA manusia. Ilmuwan yang telah berhasil itu adalah Prof. DR. Kazuo Murakami, seorang ahli genetika terkemuka dunia, yang berhasil memperoleh penghargaan Internasional Max Planck Research Award dan sekaligus memenangkan Japan Academy Prize di Jepang. Dalam bukunya yang berjudul The Divine Code of Life : Awaken Your Genes & Discover Hidden Talents yang diterjemahkan secara bebas ke dalam Bahasa Indonesia dengan judul The Divine Message of DNA : Tuhan dalam Gen Kita, ia mengatakan bahwasannya DNA adalah bukti bahwa Tuhan telah menciptakan manusia dengan sedemikian kompleksnya. Berikut adalah kutipan pernyataan dalam bukunya :
  8. 8. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 7 “Walaupun pada awalnya kami percaya bahwa dengan menafsirkan kode-kode genetik itu akan memecahkan misteri kehidupan, namun semakin lama semakin jelas bahwa hidup tidaklah sesederhana itu. Semakin jauh kami mempelajarinya, bahkan untuk satu sel saja, semakin banyak kami mengerti akan tingkat kerumitannya yang sangat tinggi.” Temuan Kazuo Murakami tersebut sekaligus menjadi argumen yang kuat bahwa teori evolusi Darwin itu adalah sungguh tidak benar keberadaan dan validitasnya, serta sangat tidak terbukti dan tidak dapat dibuktikan sama sekali. 2. HIDUP DAN PROSES PENCIPTAAN MANUSIA Barangkali kita semua bertanya-tanya dalam rentang waktu yang sebegitu jauh sejak Adam diciptakan sampai dengan kita sekarang ini, masih adakah hubungan dan relevansinya dengan diri kita? Jawabannya tentu saja ada hubungannya dengan diri kita, sebab kehidupan merupakan mata rantai yang berkesinambungan antara satu orang dengan anaknya, cucunya, cicitnya dan keturunan seterusnya, sehingga berkesinambungan pula antara satu generasi kepada generasi berikutnya, sesuai dengan materi substansi pembentuk manusia yang sudah ditanamkan kepada Adam pada awal mula penciptaannya. Awal mula kehidupan manusia terjadi karena adanya campur tangan Allah. Hal ini juga dikatakan Kazuo Murakami, yang
  9. 9. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 8 telah melakukan penelitian lebih dari 40 (empat puluh) tahun untuk kepentingan kehidupan manusia melalui riset yang sangat teliti tentang gen manusia. Dalam bukunya ia menuliskan : “Mekanisme kehidupan adalah sebuah misteri yang mengagumkan. Orang-orang bicara mengenai hidup seolah-olah kehidupan hanyalah sesuatu yang sederhana. Sebenarnya, tak ada seorangpun yang mampu bertahan hidup hanya melalui usaha secara sadar. Dengan diatur oleh cara kerja hormon dan sistem syaraf yang otomatis, seluruh fungsi vital kita termasuk pernapasan dan peredaran darah setiap waktu dapat menjaga kita agar tetap hidup tanpa adanya usaha-usaha khusus maupun campur tangan dari diri kita sendiri. Gen kitalah yang mengontrol sistem-sistem vital ini, dan untuk dapat melakukan hal itu mereka bekerja secara selaras. Ketika yang satu mulai bekerja maka yang lain bereaksi dengan berhenti atau bekerja lebih keras untuk memperhalus dan mengatur seluruh sistem tersebut. Sepertinya memang hampir tidak mungkin jika pengaturan yang begitu hebat ini hanya terjadi secara kebetulan. Sesuatu yang lebih Agung pastilah berada di balik semua keselarasan ini. Banyak orang menggunakan kata „Tuhan‟ untuk menjelaskan konsep ini. Sebagai seorang
  10. 10. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 9 ilmuwan, saya telah memilih untuk menyebutnya „Sesuatu yang Agung‟”. Demikian yang dipaparkan oleh Kazuo Murakami, walaupun ia tidak mau menyatakan “sesuatu” itu adalah “Tuhan”, tetapi ia mengakui bahwasannya ada “Sesuatu yang Agung” di balik semua itu. Dalam konsep dan aqidah Islam, sesuatu yang Agung itu sudah pastilah Allah Subhanahu Wa Ta‟ala, sebagai Tuhan Yang Maha Agung (Al-Azhim). Sejak awal, Allah SWT telah memperlihatkan eksistensi Dzat-Nya kepada semua makhluk ciptaan-Nya, dari yang pertama diciptakan sampai yang terakhir, termasuk kepada manusia. Sebab tanpa persaksian ini, manusia tidak akan pernah mampu mencerna dan menangkap dengan panca inderanya atas pemahaman hal-hal yang bersifat ghaib (tidak nyata). Kesaksian manusia dalam alam substansi ini telah Allah terangkan dalam Firman-Nya : “Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka: „Bukankah Aku ini Tuhanmu?‟‟Betul, kami menjadi saksi‟, agar di hari kiamat nanti kamu tidak mengatakan: „Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang lupa terhadap ini (keesaan Tuhan)‟”. (Q.S. Al-A‟raf : 172)
  11. 11. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 10 Dari awal kejadian manusia itu, sebenarnya manusia sudah meyakini bahwa Allah itu ada. Inilah yang disebut sebagai Fitrah Iman kepada Allah yang terdapat di dalam Af-idah (Akal & Hati nurani) manusia itu sendiri. Hati nurani manusia senantiasa akan selalu mendekatkan jiwa dan diri manusia itu sendiri kepada Sang Penciptanya, yakni Allah SWT. Hati nurani akan selalu melekat pada diri manusia sejak ia dilahirkan hingga ajal menjemputnya, bahkan hingga manusia dibangkitkan kembali oleh Allah SWT pada hari kiamat nanti. Kemudian, bagaimana halnya dengan penciptaan manusia melalui seorang ibu dan seorang bapak ? Untuk itu Allah SWT menerangkan dalam Al-Qur‟an dengan Firman-Nya : “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani dalam tempat yang kokoh (rahim). Lalu air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang-belulang itu Kami balut dengan daging. Kemudian Kami jadikan makhluk (berbentuk) lain. Maha Suci Allah, Pencipta yang paling baik”. (Q.S. Al-Mu‟minun : 12-14) Menurut pandangan ilmu pengetahuan, dalam hal ini ilmu biologi, Firman tersebut sesuai dengan kenyataannya yang
  12. 12. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 11 telah dibuktikan bahwa manusia berasal dari ”saripati tanah”. Ilmu biologi telah membuktikan dengan menggunakan metode dari abu bekas bakaran manusia (cq. yang diambil dari abu jenazah yang telah dikremasi ~ dari penganut agama non muslim), bahwasannya unsur-unsur asli yang terdapat pada tanah, yaitu: Oksigen (O2), Hidrogen (H), Belerang (S), Zat Arang (C), Kalium (K), Natrium (Na), Yodium (I), Zat Asam Arang (CO2), dan Air (H2O) serta zat-zat pelengkap lainnya. Dengan demikian, proses kejadian manusia ketika masih ada dalam kandungan menurut Al-Qur‟an Surat Al-Mu‟minun ayat 12-14 tersebut adalah sebagai berikut : 1) Allah SWT membuat saripati tanah yang terbentuk dalam tubuh manusia menjadi nutfah (air yang berisi spermatozoa yang biasa disebut sebagai sperma), yang ditumpahkan ke dalam qoror (rahim atau kandungan). 2) Allah SWT membuat nutfah menjadi „alaqoh (gumpalan darah yang menyerupai lintah). 3) Allah SWT membuat „alaqoh menjadi mudhghoh (segumpal daging). 4) Allah SWT membuat mudhghoh menjadi „izhom (tulang- belulang). 5) Allah SWT membalut tulang-belulang itu dengan daging. 6) Akhirnya Allah SWT menjadikannya seorang makhluk dalam bentuk yang lain, yaitu dalam bentuk manusia yang sangat lengkap (berkepala, bertangan, berkaki, dsb.)
  13. 13. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 12 Di dalam Al-Qur‟an banyak sekali diterangkan peristiwa- peristiwa penciptaan manusia dengan bermacam-macam cara penciptaannya. Apabila kita cermati kejadian-kejadian tersebut, maka sebenarnya proses penciptaa manusia oleh Allah SWT adalah melalui 4 (empat) macam cara penciptaan, yaitu : 1) Penciptaan langsung oleh Allah SWT. Proses penciptaan ini adalah bukan melalui hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan. Ini adalah penciptaan manusia secara langsung olah Allah SWT sebagaimana diciptakannya Adam „Alaihis Salaam yang disebut sebagai manusia tanpa ayah dan tanpa ibu. 2) Penciptaan melalui seorang laki-laki saja. Proses penciptaan ini dilakukan Allah SWT terhadap Siti Hawa (isteri Adam) melalui tulang rusuk Adam, yang disebut sebagai manusia tanpa ibu. 3) Penciptaan melalui seorang perempuan saja. Proses penciptaan ini terjadi pada diri Nabi Isa „Alaihis Salaam yang tidak mempunyai ayah karena Maryam (ibunya) tidak mempunyai suami seorangpun dan tidak pula pernah melakukan hubungan seksual dengan laki- laki manapun. 4) Penciptaan melalui seorang laki-laki dan perempuan. Proses penciptaan ini adalah proses yang umum terjadi sekarang ini. Semua orang setelah Nabi Isa, dilahirkan ke dunia melalui proses penciptaan ini, kecuali untuk ketiga orang yang telah disebutkan (Adam, Siti Hawa, dan Isa), begitu juga terhadap diri Nabi Muhammad SAW. Proses
  14. 14. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 13 penciptaan di sini adalah melalui sebab hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan (ayah dan ibu). Namun demikian, tidak berarti setiap hubungan seksual pasti akan dilahirkannya seorang manusia. Nah, di sinilah Allah kembali ingin menunjukkan kekuasaan-Nya yang Maha Hebat, yakni walaupun semua faktor penyebab (kausalitas) sudah terpenuhi, tetapi tidak pasti semua penyebab-penyebab itu akan dapat menimbulkan atau menghasilkan akibat. Inilah yang dinamakan Hukum Kausalitas Allah, yaitu suatu hukum sebab akibat yang sangat memperhitungkan (tidak me-nafikan) adanya faktor Allah sebagai satu-satunya musabab (penyebab) yang menyebabkan terjadinya akibat. Hukum Kausalitas Allah ini sangat memperhitungkan Kekuasaan (Qudrot) dan Kehendak (Irodat) Allah SWT sebagai satu-satunya Pencipta (Kholiq) atas diri manusia. 3. ESENSI HIDUP MANUSIA DI DUNIA Di antara ilmu-ilmu fisiologi yang sudah begitu jauh berkembang sampai dengan pengenalan mekanisme dan fungsi organ-organ tubuh manusia, ditambah lagi dengan temuan-temuan di bidang ilmu genetika manusia yang sedemikian spektakuler pada milenium ketiga ini, namun hingga saat ini masih sangat banyak manusia yang belum sepenuhnya mengerti tentang hakikat (esensi) dirinya sendiri, karena memang ilmu pengetahuan tentang esensi hidup manusia masih sangat jarang dibicarakan dan masih sangat jauh dari kemajuan sehingga sampai kini masih berada pada tahap awal pengenalan sisi-sisi penting kehidupan manusia.
  15. 15. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 14 Adalah DR. Alexis Carrel, sebagaimana yang ia tulis dalam bukunya Man The Unknown mengatakan : “Memang manusia telah melakukan usaha yang super keras untuk mengenali dirinya, tapi meskipun kita memiliki setumpuk observasi yang telah berhasil dihimpun oleh para ilmuwan, filsuf, bahkan ahli-ahli mistik sepanjang zaman, kita baru dapat menguasai aspek-aspek tertentu saja dari diri kita..., dan ternyata ketidak-tahuan kita begitu banyak disebabkan oleh sebagian besar pertanyaan yang diajukan kepada para ilmuwan tentang manusia belum bisa terjawab..., kita terus terang harus mengakui bahwasannya ilmu tentang manusia merupakan ilmu yang paling sulit di antara seluruh ilmu yang ada”. Kenyataan yang dikemukakan oleh DR. Alexis Carrel tersebut terjadi tidak lain karena kita tidak pernah mau berusaha merujuk (refers to) kepada Sang Pencipta (Allah SWT) yang memiliki manhaj (sistem) tentang diri manusia, yang sekaligus menguasai sistem tersebut. Sebagaimana kita tahu, sebuah mobil canggih yang diproduksi sebuah pabrik mobil tidak akan diketahui secara pasti mengenai “Spesifikasi Teknis” yang terdapat di dalamnya, yang meliputi segala kecanggihan dan keistimewaan mobil tersebut, termasuk segala kekurangannya, seandainya saja pabrik mobil itu tidak menjelaskannya dalam “Manual Book” mobil tersebut yang berisi seluruh “Spesifikasi Teknisnya” secara rinci. Ini sebuah perumpamaan untuk hal itu. Begitu juga halnya dengan manusia, niscaya kita tidak akan pernah
  16. 16. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 15 tahu dan mengerti hakikat hidup kita sendiri seandainya kita tidak mencari tahu (to find out) lewat Sang Penciptanya yang telah memproduksi (baca: menciptakan) manusia tersebut. Islam memandang eksistensi manusia sebagai suatu kesatuan utuh yang tidak dapat dipisahkan antara jasmani, rohani, serta akal dan budi. Akal dan budi tersebut sebagai Af-idah yang telah dikaruniakan Allah kepada manusia. Budi itulah yang disebut sebagai hati nurani sebagaimana yang telah dijelaskan Allah dengan Firman-Nya : “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibimu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun, dan Dia menganugerahkan kepadamu pendengaran, penglihatan, dan Af-idah (akal dan hati nurani) supaya kamu bersyukur”. (Q.S. An-Nahl : 78) Antara jasmani, rohani, dan akal budi (Af-idah) saling terkait serta membentuk suatu ikatan yang saling menguatkan satu dengan yang lainnya (interdependensi). Pandangan Islam terhadap manusia dalam hal ini adalah seimbang (tawazun). Oleh karena manusia tidak mampu membuat sistem bagi kehidupannya sendiri, maka yang paling kompeten (kuasa) membuat sistem kehidupan manusia adalah Allah SWT. Maka dari itu, untuk mengungkap esensi hidup manusia di dunia ini haruslah melalui wahyu-wahyu Allah yang diturunkan kepada Rasulullah SAW berupa Al- Qur‟an dan Hadits yang dapat menjelaskan tentang hakikat manusia itu sendiri. Dia-lah yang paling menguasai tentang manusia karena Dia (Allah) yang menciptakannya.
  17. 17. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 16 Perhatikan Firman Allah berikut ini : “Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan kamu rahasiakan)?” (Q.S. Al-Mulk : 14) Juga Allah memandang manusia sebagai makhluk yang pelupa (lalai) sesuai dengan nama dan gelar yang diberikan Allah kepada manusia. Kata “manusia” berasal dari kata “insan” yang berarti “pelupa (lalai)”. Gelar ini diberikan oleh Allah ketika Nabi Adam lupa akan larangan Allah untuk mendekati salah satu pohon di Syurga (pohon Khuldi). Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah : “Dan sungguh telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (lalai) dengan perintah itu”. (Q.S. Thaha : 115) Kehidupan Manusia di Dunia yang Fana‟ ini pada Hakikatnya adalah : 1). Kesenangan yang Menipu/memperdaya. “…dan tidaklah kehidupan dunia itu melainkan hanyalah kesenangan yang menipu/memperdaya” (Q.S. Ali Imran: 185) 2). Permainan dan Sesuatu yang Melalaikan. “Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, …” (Q.S. Al-Hadid : 20)
  18. 18. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 17 3). Kesenangan yang Teramat Sedikit sekali. “…kenikmatan hidup di dunia ini bila dibandingkan dengan akhirat amatlah sedikit sekali” (Q.S. At-Taubah : 38) 4). Rangkaian Ujian dan Cobaan Hidup. “Dan Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai suatu cobaan. Dan hanya kepada Kamilah kalian dikembalikan” (Q.S. Al-Anbiya : 35) Hidup manusia di dunia ini secara keseluruhan pada hakikatnya adalah tempat untuk menguji manusia dengan berbagai macam cobaan dan ujian sebagaimana yang dijelaskan Allah dalam Surat Al-Anbiya Ayat 35 di atas. Perhatikan pula Firman Allah yang lain : “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan, „Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan hanya kepada-Nya- lah kami dikembalikan‟.” (Q.S. Al-Baqarah : 155-156) Jadi, jelaslah bahwa esensi hidup manusia di dunia ini adalah sebagai Tempat Cobaan dan Ujian yang dimulai sejak Nabi
  19. 19. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 18 Adam diturunkan ke dunia hingga hari kiamat nanti. Ujian manusia di dunia akan datang silih berganti dan membentuk mata rantai yang tidak terputus (tidak ada habisnya) selama ia masih hidup di dunia yang sementara (fana) ini. Perhatikanlah beberapa Firman Allah dalam Al-Qur‟an yang menjelaskan tentang ujian atau cobaan yang akan ditimpahkan kepada manusia selama ia masih hidup di dunia ini : “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan saja setelah mereka berkata, „Kami telah beriman”, dan mereka tidak diuji lagi ?”. (Q.S. Al-Ankabut : 2) Perhatikan pula Firman Allah lainnya : 1) “Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka...” (Q.S. Al-Ankabut : 3) 2) “Sungguh Kami telah menjadikan apa-apa yang ada di bumi sebagai suatu hiasan dan ujian bagi mereka, siapa di antara mereka yang paling baik amal perbuatannya”. (Q.S. Kahfi : 7) 3) “Dan Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan, sebagai suatu cobaan dan kepada Kamilah kamu akan dikembalikan”. (Q.S. Al-Anbiyaa‟ : 36)
  20. 20. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 19 4) “Kamu sungguh akan diuji dengan harta- hartamu dan dirimu sendiri...” (Q.S. Ali Imran : 186) 5) “Allah telah menjadikan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapa yang paling baik amal perbuatannya”. (Q.S. Al-Mulk : 2) Allah akan memberi cobaan hidup kepada manusia dengan bermacam-macam cobaan yang bisa berupa kesulitan atau kesusahan hidup, himpitan ekonomi, penyakit dan kesedihan- kesedihan lainnya, tetapi bisa pula berupa kesenangan hidup, rizki yang berlimpah, isteri yang sangat cantik, anak yang banyak, perhiasan dari emas dan perak, ternak yang banyak atau hasil sawah, kebun dan hasil pertanian yang berlimpah. Sebagaimana yang dikatakan Allah dalam Firman-Nya : “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan-kecintaan kepada : nafsu terhadap wanita, anak-anak (keturunan), harta yang banyak berupa emas, perak, kuda-kuda yang gagah, hewan ternak serta sawah dan ladang. Yang demikian itu merupakan kesenangan hidup di dunia, namun hanya di Sisi Allah-lah sebaik- baiknya tempat kembali” (Q.S. Ali Imran : 14) Semua itu dimaksudkan Allah SWT untuk menguji manusia serta untuk menyeleksi mana di antara manusia tersebut yang
  21. 21. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 20 paling baik perbuatannya, paling baik akhlaqnya, paling baik imannya, dan yang paling tinggi kesabarannya. Dengan memberikan cobaan-cobaan dan ujian kepada manusia tersebut, Allah ingin mendengar sendiri secara langsung dari manusia yang diuji-Nya tentang reaksi dan komentar atas cobaan itu. Sebagaimana yang dikatakan Rasulullah SAW dalam Haditsnya : “Allah berfirman kepada malaikat: „Pergilah kepada hambaKu lalu timpahkanlah berbagai macam ujian kepadanya karena Aku ingin mendengar suaranya‟”. (H.R. Thabrani dan Abu Umamah) Hidup ini memang tidak pernah sunyi dari ujian Allah, baik senang maupun susah, baik suka maupun duka. Dalam kehidupan manusia di dunia ini, Allah akan pergilirkan kepada tiap-tiap manusia, antara senang dan susah, antara suka dan duka, antara kekayaan dan kemiskinan, antara kejayaan dan kehancuran, supaya manusia mengingat Allah. Hal ini sesuai dengan Firman-Nya : “Dan hari-hari itu Kami pergilirkan di antara manusia, supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang beriman...” (Q.S. Ali Imran : 140) Namun demikian, manusia janganlah bersedih hati dan berputus asa atas cobaan yang menimpa dirinya, justru
  22. 22. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 21 sebaliknya harus gembira dengan cobaan-cobaan hidup yang diberikan Allah kepadanya, karena dalam hal ini Allah SWT berfirman : “Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan”. (Q.S. Al-Insyirah : 5-6) Dalam Surat Al-Insyiroh tersebut Allah menyebut kata “kemudahan” sebanyak dua kali dalam dua ayat yang berbeda namun dengan kalimat yang persis sama. Sehingga para ahli tafsir banyak yang mengatakan bahwa makna sebenarnya dari kedua ayat tersebut adalah “Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada dua kemudahan sekaligus”. Wallahu A‟lam Bishowab, hanya Allah lah yang mengetahui hakikat sebenarnya dari kedua ayat tersebut. Namun terlepas dari itu semua, di sini Allah sudah berjanji bahwa dalam kesulitan itu pasti ada kemudahan yang terkandung di dalamnya. Niscaya, kalau Allah sudah berjanji pasti benar, dan perkataan Allah adalah Maha Benar. Lalu perhatikan pula Sabda Rasulullah SAW : 1) “Tidak ada seorang muslim pun yang ditimpa gangguan semisal tusukan duri ataupun yang lebih berat daripada itu, melainkan dengan musibah itu dihapuskan Allah perbuatan buruknya dan digugurkan dosa-dosanya seperti pohon yang digugurkan daun-daunnya”. (H.R. Mutafaq „Alaih)
  23. 23. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 22 2) “Ujian yang tiada henti-hentinya menimpa orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, yang mengenai dirinya, hartanya, anaknya, tetapi ia tetap bersabar, maka ia akan menemui Allah dalam keadaan tidak berdosa”. (H.R. Tirmidzi) Rasululllah SAW juga Bersabda : 1) “Sesungguhnya bagi setiap umat ada ujiannya, dan ujian bagi umatku adalah harta kekayaan”. (H.R. Tirmidzi) 2) “Demi Allah, bukanlah kefakiran dan kemiskinan yang aku khawatirkan atas kamu, tetapi justru aku khawatir kemewahan dunia yang kamu dapatkan sebagaimana yang telah diberikan kepada orang-orang sebelum kamu, lalu kamu bergelimang kemewahan itu hingga binasa sebagaimana mereka bergelimang harta dan binasa pula”. (H.R. Bukhari) 3) “Sepeninggalku tiada ujian yang lebih berat bagi kaum pria, melainkan godaan wanita”. (H.R. Bukhari) Begitulah kenyataan dalam hidup ini tidak sepi dari cobaan Allah, baik di kala senang menjadi susah, atau di kala susah menjadi senang, suka menjadi duka, dan duka menjadi suka, secara bergiliran, senantiasa silih berganti dan terus menerus selama hayat masih dikandung badan. Sehingga bagi orang
  24. 24. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 23 beriman yang bijak akan selalu mempersiapkan dirinya setiap saat untuk menerima ujian Allah SWT, karena baginya ujian adalah suatu “persyaratan” untuk naik ke tingkatan (level) yang lebih tinggi kedudukannya di Sisi Allah SWT. Ujian-ujian manusia juga bertingkat-tingkat kesulitannya sesuai dengan ketaatan dan keimanan yang dimilikinya. Hal ini diterangkan dalam Hadits Qudsi sebagai berikut : “Orang yang banyak mendapat ujian adalah Para Nabi, kemudian baru orang-orang yang lebih dekat derajatnya dengan Nabi, berurutan secara bertingkat. Orang diuji menurut tingkat ketaatannya pada agama. Jika ia sangat kuat beragama maka sangat kuat pula ujiannya, dan jika ia lemah agamanya maka ringan pula ujiannya. Demikianlah musibah dan ujian itu senantiasa ditimpahkan kepada seorang hamba sampai ia dibiarkan berjalan di muka bumi tanpa suatu dosa apapun”. (H.R. Tirmidzi) 4. ESENSI DUNIA DAN DIRI MANUSIA Di dalam Al-Qur‟an banyak diterangkan bahwasannya Allah SWT menggambarkan tentang dunia dengan perumpamaan- perumpamaan yang sangat jelas namun sederhana sehingga mudah dimengerti oleh setiap orang yang berakal sehat. Perumpamaan-perumpamaan Dunia yang diibaratkan oleh Allah SWT di antaranya adalah sebagai berikut :
  25. 25. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 24 1) Dunia laksana Bangkai yang dikelilingi anjing-anjing : “Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Daud A.S. dengan Firman-Nya : „Wahai Daud, perumpamaan dunia yaitu laksana bangkai di mana anjing-anjing berkumpul mengelilinginya dan menyeretnya ke sana ke mari. Apakah engkau senang menjadi seekor anjing lalu ikut bersama mereka menyeret bangkai itu ke sana ke mari ?‟”. (H.Qudsi Riwayat Al-Madani) 2) Dunia ibarat Air hujan yang turun ke bumi : “Dan berilah perumpamaan kepada mereka bahwa kehidupan dunia bagaikan air hujan yang Kami turunkan dari langit sehingga karenanya menjadi subur tumbuh-tumbuhan di muka bumi, lalu diterbangkan angin. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (Q.S. Kahfi : 45) 3) Dunia seperti Orang yang mencelupkan Jarinya ke laut : “Dunia itu bila dibandingkan dengan akhirat seperti jika seseorang mencelupkan satu jarinya ke laut maka hendaklah ia melihat air yang menempel di jarinya itu setelah ia menariknya kembali dari dalam air”. (H.R. Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah) “Pergilah ke Pinggir Samudera lalu celupkan ujung jarimu, kemudian angkatlah
  26. 26. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 25 ujung jarimu, Air yang menempel di ujung jarimu itulah Kehidupan Dunia, sedangkan Air yang tertinggal di Samudera itulah Kehidupan Akhirat” (Hadits Qudsi) Makhluk yang telah Allah SWT ciptakan tetapi paling Ia benci tak lain adalah DUNIA, hal ini berdasarkan Hadits yang diriwayatkan oleh Al-Hakim, sebagai berikut : “Sesungguhnya Allah tidak menciptakan makhluq-Nya yang paling dibenci selain daripada Dunia. Dan sejak diciptakannya Dunia, Allah SWT tidak memandanginya”. (H.R. Al-Hakim) Disamping itu, Allah SWT juga memberikan Status Dunia itu sebagai “sesuatu yang terlaknat”, sebagaimana yang diterangkan di dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani sebagai berikut : “Sesungguhnya Dunia itu Terlaknat, maka semua yang ada di dalamnya juga terlaknat, KECUALI yang digunakan HANYA untuk Kepentingan ALLAH”. (H.R. Thabrani) Demikianlah yang telah diterangkan Allah mengenai esensi dunia, baik melalui Lisan Rasul-Nya maupun melalui Firman-Nya langsung. Untuk mengetahui Jati Diri kita sebagai Manusia, maka kitapun HARUSLAH merujuk kepada Al-Qur‟an dan Al- Hadits sebab keterangan-keterangan Allah tersebutlah yang “Paling Valid” dikarenakan hanya Dialah yang paling
  27. 27. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 26 mengetahui hakikat diri manusia karena Dialah satu-satunya Dzat yang menciptakan Manusia. Berikut ini akan dibahas dan dijelaskan mengenai Sifat-sifat Manusia berdasarkan Al-Qur‟anul Karim (Kitab Allah yang selalu benar Isi Kandungannya). Berdasarkan Al-Qur‟an, sedikitnya ada 7 (tujuh) SIFAT- SIFAT DASAR yang ada pada DIRI MANUSIA, yakni : 1). LEMAH (Q.S. An-Nisa‟: 28) “…dan manusia dijadikan bersifat lemah”. 2). TERGESA-GESA (Q.S. Al-Anbiya‟: 37) “Manusia telah diciptakan dengan sifat tergesa-gesa…”. 3). BERKELUH-KESAH (Q.S. Al-Ma‟arij : 19-20) “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh-kesah lagi kikir. Apabila ditimpah kesusahan ia berkeluh-kesah”. 4). KIKIR / PELIT (Q.S. Al-Ma‟arij : 21) “Dan apabila mendapat kebaikan ia kikir”. 5). DALAM KESUSAH-PAYAHAN (Q.S. Al-Balad : 4) “Sungguh telah Kami ciptakan manusia berada dalam kesusah-payahan…”.
  28. 28. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 27 6). CINTA DUNIA DAN MELUPAKAN AKHIRAT (Q.S. Al-Qiyamah : 20-21 dan Q.S. Al-Insan : 27) “Sesungguhnya kalian mencintai kehidupan dunia. Dan melupakan kehidupan akhirat”. “Sesungguhnya mereka lebih menyukai kehidupan dunia, dan mereka tidak mempedulikan kesudahan mereka pada hari yang berat (hari akhirat)” 7). MELAMPAUI BATAS (Q.S. Al-„Alaq : 6-7) “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya manusia itu melampaui batas. Apabila ia melihat dirinya serba kecukupan (kaya)”. 8). PEMBANTAH (Q.S. Kahfi : 54) “Dan manusia adalah makhluq yang paling banyak membantah”. 9). PENAKUT (Q.S. Ar-Rum : 24) “…dan Dia memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutanmu dan harapan…” Kemudian lagi, di dalam Al-Qur‟an dijelaskan pula tentang macam-macam Jiwa yang ada di dalam Diri Manusia.
  29. 29. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 28 Jiwa-jiwa (An-Nafs) tersebut adalah sebagai berikut : 1). Amaroh Bis-Suu‟ (Q.S. Yusuf : 53) Jiwa yang selalu mendorong manusia untuk berbuat kejahatan. 2). Lawwaamah (Q.S. Al-Qiyamah : 2) Jiwa yang sering dan selalu menyesali dirinya. 3). Sawwaamah (Q.S. Yusuf : 83) Jiwa yang menghiasi kemaksiatan dengan keindahan pada pandangan mata manusia. 4). Mulhamah (Q.S. Asy-Syams : 8) Jiwa yang mendorong manusia untuk bertingkah-laku Fujur (durhaka) dan kadang juga sekaligus bertingkah- laku Taqwa kepada Allah SWT. 5). Muthmainnah (Q.S. Al-Fajr : 27) Jiwa yang Tenang dan Damai. 6). Rhodhiyah (Q.S. Al-Fajr : 28) Jiwa yang merasa Ridho dan Puas kepada Allah. 7). Mardhiyah (Q.S. Al-Fajr : 28) Jiwa yang selalu mendapatkan Keridhoan Allah. Oleh karena sifat manusia yang “lebih mencintai dunia” maka bagi manusia akhirat itu amatlah jauh dari jangkauan dan pendengaran mereka. Hal ini sesuai dengan Firman Allah SWT di dalam Al-Qur‟an surat At-Taubah ayat 42 : “Kalau kamu (Muhammad) serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak
  30. 30. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 29 seberapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amatlah jauh terasa oleh mereka…”. Untuk melakukan “perlawanan” terhadap sifat-sifat dasar manusia yang Allah ciptakan buruk tersebut maka Allah menciptakan dan menyediakan Agama Fitrah bagi manusia sesuai dengan Firman-Nya di dalam Al-Qur‟an surat Ar-Rum ayat 30 sebagai berikut : “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Agama Allah, fitrah Allah yang telah mencipatakan manusia menurut fitrah itu. Tak ada perubahan atas fitrah Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. Keinginan dan cita-cita setiap manusia selama ia hidup di dunia dibatasi oleh Ajal (batas umur) manusia itu sendiri. Hal ini sesuai dengan yang digambarkan Rasulullah SAW. Beliau menggambarkannya di atas pasir dengan sebatang tonggak kayu untuk menjelaskan maksud yang ingin dijelaskannya. Perhatikanlah Gambar yang telah dibuat oleh Rasulullah sebagai berikut :
  31. 31. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 30 Penjelasan Rasulullah atas Gambar yang telah dibuatnya tersebut adalah sebagai berikut :  Garis Horisontal di dalam Kotak : adalah Perjalanan Hidup (umur) hidup manusia selama di dunia.  Garis Horisontal di luar Kotak : adalah seluruh Cita-cita serta Keinginan manusia selama hidup di dunia yang belum tercapai.  Kotak Persegi Empat : adalah Ajal (batas umur) yang membatasi umur hidup manusia di dunia.  Garis-garis Vertikal di dalam Kotak : adalah Bermacam- macam Godaan dan Bujukan Syetan kepada manusia selama hidup di dunia, yang berusaha menghalang-halangi jalan hidup manusia dari keinginan untuk menempuh jalan (agama) yang lurus. Selanjutnya untuk dapat memahami lebih jauh hakikat kehidupan manusia di dunia ini dengan lebih terarah dan komprehensif, maka pada bagian berikutnya Insya Allah penulis akan membahas mengenai esensi bawaan (inherent) manusia yang dinamakan Tata Kelola Kehidupan Manusia di Dunia yang penulis istilahkan dengan “The Human Genuity” yang akan Penulis bahas pada Bab 2 (dua) berikutnya, yakni : Tugas hidup manusia, Misi hidup manusia, Tujuan hidup manusia, Pedoman hidup manusia, Teladan hidup manusia serta Strategi-strategi hidup manusia. “The Human Genuity” ini dicanangkan Allah kepada manusia untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat serta untuk menggapai Ke-Ridhoan-Nya.
  32. 32. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 31 BAB 2 TATA KELOLA KEHIDUPAN MANUSIA DI DUNIA Pada akhir zaman ini, banyak tumbuh subur di kalangan masyarakat kita yang materialistis (materialistic society) suatu pandangan hidup yang memisahkan tentang kepentingan dunia (duniawi) dengan kepentingan akhirat (ukhrowi). Dikotomi (pemisahan) ini dikategorikan sebagai sekularisme dalam beragama. Dikotomi berjalan antara unsur kebendaan (materi) dengan unsur rohani, unsur visible (tampak) dan unsur invisible (tak tampak), dan antara hedonisme dan spiritualisme. Mereka yang memiliki dimensi vertikal (urusan ketuhanan dan akhirat) menganggap eksistensi dunia adalah bagian yang harus dinisbikan dan dimarjinalkan. Mereka hanya unggul dalam muhasabah (psycho spiritual contemplation) untuk mengejar akhirat semata namun ketinggalan di bidang ekonomi, sosial, bahkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan mereka yang memilih dimensi horisontal (urusan dunia), memang unggul dalam hal keduniawian, namun hati nuraninya kering dan gersang karena masih terbelenggu oleh faktor kebendaan (materialis) dan kesenangan hidup (hedonis) semata. Pikiran dan Nurani (akal dan budi) mereka yang merupakan Fitrah Utama Manusia berada di luar fitrah kehidupan yang sebenarnya sehingga perbuatan dan tindak-tanduk mereka sangat jauh dari tuntutan agama, yang telah ditanamkan oleh Allah kepada akal budi (af‟idah) sejak zaman „azali (zaman asal pertama kali ada). Dengan terjadinya dua keadaan ekstrim ini, yang satu ekstrim positif dan yang satunya ekstrim negatif, akan menjauhkan titik keseimbangan tersebut. Islam tidak menginginkan
  33. 33. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 32 terjadinya keadaan keadaan ekstrim tersebut karena Islam adalah ajaran (syariat) yang selaras dan seimbang (tawazun- balance). Sistem (manhaj) Islam diciptakan Allah SWT secara seimbang sebagaimana diciptakannya segala sesuatu di alam semesta ini yang berjalan secara teratur (orderly) tanpa terjadi kontradiksi dan benturan sedikitpun, dikarenakan Allah yang menciptakan sistem tersebut bersifat Maha Adil (Al-„Adlu), yang secara implisit juga berarti Maha Seimbang dalam menetapkan hukum-hukum dan Sunatullah- Nya. Berikut ini akan diuraikan mengenai Tata Kelola Kehidupan Manusia di Dunia yang merupakan Fitrah atas Kehidupan Manusia di Alam Dunia yang telah dicanangkan Allah SWT karena Qudrot (Kuasa) dan Irodat (Kehendak) Nya kepada seluruh manusia dengan diiringi Rasa Sayang (Rohman) dan Cinta (Rohim) kepada makhluq-Nya yang bernama Manusia. 1. TUGAS HIDUP (Task of Life) Tugas hidup (task of life) merupakan unsur kedua dari fitrah kehidupan manusia. Adapun tugas manusia di dunia ini semata-mata tidak lain dan tidak bukan adalah sebagai kholifah Allah (wakil Allah) di muka bumi, sebagaimana diterangkan dalam Firman-Nya : ”Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, „Sesungguhnya Aku hendak menciptakan seorang kholifah di muka bumi.‟ Mereka berkata, „Mengapa Engkau handak menjadikan manusia yang akan membuat kerusakan di muka bumi dan
  34. 34. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 33 menumpahkan darah, padahal kami selalu bertasbih dengan memuji dan mensucikan- Mu.‟ Allah berfirman, „Sungguh Aku lebih tahu dari apa-apa yang kamu tidak ketahui.‟” (Q.S. Al-Baqoroh : 30) Begitulah yang dikatakan Allah mengenai tugas hidup manusia sebagai kholifah. Kata “kholifah” berasal dari Bahasa Arab yang berarti “wakil” (vicegerent) dari Tuhan. Perwakilan (khilafah) manusia atas Allah ini kedudukannya berada di bawah kedaulatan (Qudrot) Allah SWT, sehingga khilafah manusia di muka bumi (di dunia) ini haruslah memenuhi tujuan dan maksud yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Oleh sebab itu, manusia di dunia ini haruslah bertindak dan berbuat sesuai dengan yang diperintahkan kepadanya. Itulah hakikat yang terkandung dalam maksud Allah menjadikan manusia sebagai kholifah di dunia ini. Secara umum, tugas-tugas kholifah di muka bumi ini dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1) Memakmurkan muka bumi. Manusia mempunyai tugas yang diembankan Allah SWT untuk mensejahterakan manusia dari kemiskinan dan keterbelakangan, baik dari segi materi maupun spiritual. Metode yang dapat dipakai bermacam-macam, salah satunya mungkin dengan menggali (explore) kekayaan alam bagi kemanfaatan seluas-luasnya pneduduk bumi. Seyogianya hasil pertambangan tersebut dapat dinikmati setiap orang di muka bumi ini secara adil dan merata
  35. 35. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 34 demi mengentaskan kemiskinan dan kefakiran. Adalah sebuah Hadits mengatakan : “Kefakiran dapat menjurus kepada kekafiran.” 2) Memelihara dan menjaga bumi. Selain tugas manusia untuk memakmurkan bumi, jangan dilupakan pula tugasnya untuk memelihara dan menjaga bumi dari kehancuran atas ulah tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab. Menjaga kelestarian bumi adalah wajib hukumnya dan merupakan sebagian dari iman karena akhlaq yang baik akan menambah keimanan seseorang. Menjaga kelestarian alam dapat dimulai dengan membina manusia (SDM) nya. Karena jika sumber daya manusianya rusak maka akan berpotensi pula bagi kerusakan alam dan lingkungan yang ada. 2. MISI HIDUP (Mission of Life) Misi hidup adalah unsur yang ketiga dari fitrah kehidupan manusia. Misi hidup manusia di dunia ini adalah: untuk beribadah kepada Allah SWT, dan sebagaimana telah disampaikan oleh Allah sendiri dalam Al-Qur‟an : “Dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku”. (Q.S. Adz-Dzariyat : 56) Ayat ini merupakan sumber dari segala sumber hukum- hukum Allah yang mewajibkan penyembahan (ibadah) kepada Allah. Sumber-sumber hukum lainnya yang
  36. 36. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 35 merupakan perintah Allah untuk beribadah kepada Allah adalah sebagai berikut : 1) “Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu”. (Q.S. Al-Baqoroh : 21) 2) “Kamu sembahlah Allah dan janganlah kamu menyekutukan-Nya (musyrik)”. (Q.S. An-Nisa‟: 346) 3) “Dan kamu tidaklah diperintah kecuali untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa”. (Q.S. At-Taubah : 31) Dan ayat-ayat yang memerintahkan manusia untuk taat kepada perintah Allah adalah salah satunya : “Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan taatilah orang- orang yang memimpin di antara kamu, maka jika kamu berbeda pendapat di antara kamu tentang sesuatu, kembalikanlah (rujuklah) kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kiamat, yang demikian itu lebih baik dan merupakan sebaik-baiknya tempat kembali (rujukan)”. (Q.S. An-Nisa‟: 59) Dengan demikian, apabila misi hidup kita adalah untuk beribadah maka Mission Statement (pernyataan misi) kita tersebut harus kita pandang sebagai fenomena hidup untuk memegang tanggung jawab moral multi dimensi, artinya
  37. 37. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 36 seluruh tindakan dan perbuatan kita, baik yang nampaknya sepele, harus diletakkan sebagai tindakan pengabdian kepada Allah SWT. Jadi haruslah dilakukan dengan sadar sebagai bagian dari rencana universal Allah yang dikehendaki-Nya. Dalam terminologi Islam, setiap perbuatan bernilai ibadah asalkan perbuatan itu murni dilakukan karena Allah semata, diniatkan dan ditujukan hanya untuk mendapatkan Ridho Allah SWT. Pengertian ibadah seperti itu akan sangat memberikan makna yang luas dalam kehidupan manusia di dunia. Hanya sistem (manhaj) Islam sajalah yang dapat menunjukkan kita bahwa kita boleh menggapai kesempurnaan hidup di dunia, dan itu sama sekali tidak dilarang. Islam tidak mencegah manusia untuk mencapai kebahagiaan hidup di atas dunia, dan Islam sama sekali tidak menangguhkan pemberian kesempurnaan hidup hingga menunggu jasadnya terkubur terlebih dahulu lantas baru setelah itu diberi kesempurnaan hidup di akhirat. Islam tidak seperti itu, seperti orang-orang di luar Islam menganggap. Islam adalah suatu sistem (manhaj) agama yang diciptakan Allah secara seimbang (tawazun-balance) antara kepentingan dunia dan kepentingan akhirat, karena Penciptanya sendiri adalah Yang Maha Seimbang (Al-„Adlu). Akhirat tanpa dunia, tak akan pernah digapai, sebaliknya dunia tanpa akhirat adalah suatu kerugian besar. Dunia adalah tempat bercocok tanam, sedangkan akhirat adalah tempat menuai dan memanen. Untuk itu marilah kita melihat Firman Allah SWT berikut ini yang menunjukkan adanya keseimbangan antara kepentingan dunia dengan kepentingan akhirat :
  38. 38. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 37 “Wahai orang-orang beriman, apabila kamu disuruh untuk menunaikan ibadah sholat jum‟at pada Hari Jum‟at maka bersegeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. (Q.S. Al-Jumu‟ah : 9) Firman Allah ini memerintahkan kepada orang-orang Mu‟min untuk meninggalkan segala kegiatan jual beli ketika mendengar adzan lalu melakukan Sholat Jum‟at berjamaah di mesjid. Ini menunjukkan bahwa Allah menghendaki agar manusia meninggalkan sejenak urusan dunia dan menyuruh melaksanakan urusan akhirat. Kemudian dalam ayat berikutnya : “Apabila Sholat Jum‟at telah ditunaikan (diselesaikan), maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung”. (Q.S. Al-Jumu‟ah : 10) Firman Allah ini menunjukkan bahwa apabila Sholat Jum‟at telah ditunaikan maka silahkan kembali meneruskan dan menggeluti urusan dunia yang sempat tertinggal sementara tadi. Lihatlah, betapa seimbangnya Syariat (ajaran) Islam dalam urusan dunia dan akhirat, antara urusan materi dengan urusan spiritual. Disamping itu, Islam juga menganjurkan sikap zuhud terhadap kesenangan dunia yang berlebih-lebihan, yang dalam istilah modern sering disebut Hedonisme. “Zuhud”
  39. 39. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 38 disini bukan berarti identik dengan “Kependetaan” yang di antaranya tidak boleh beristeri ataupun bersuami (bagi biarawan/biarawati). Bila yang dimaksud pengertian zuhud seperti itu berarti sama saja dengan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) di dunia karena sebenarnya masalah pernikahan antara dua orang yang berlainan jenis sangatlah dihalalkan dan sama sekali tidak dilarang dalam Islam asalkan memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan. “Zuhud” dalam pengertian Islam bukan pula memusatkan (memfokuskan) aktifitas manusia semata-mata dikhususkan hanya untuk beribadah dalam arti sempit serta untuk mengisolir diri dan menjauhkan diri dari kehidupan materi sama sekali. Bukan itu maksud “zuhud” di sini. Pengertian “zuhud” di sini maksudnya adalah “jangan sampai dunia dan segala kesenangannya menjadi perhatian utama sehingga melupakan perhatian kepada akhirat”. Dengan demikian, “zuhud” dalam pengertian Islam adalah meletakkan kesenangan duniawi hanya sebatas di tangan, bukan di hati. Dalam hal ini Rasulullah SAW menjelaskan tentang zuhud sebagai berikut : “Zuhud di dunia bukanlah dengan mengharamkan yang halal, bukan pula dengan membuang (meninggalkan) harta. Tetapi zuhud di dunia adalah bahwa apa yang ada di tanganmu tidak lebih kokoh daripada apa yang ada di tangan Allah”. Adalah satu hal yang keliru apabila menganggap zuhud adalah berpaling sepenuhnya dari nikmat-nikmat Allah SWT
  40. 40. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 39 sehingga enggan berusaha mecari rizki dan bekerja. Sikap yang seperti ini oleh Marwan Al-Qadiry dalam bukunya At- Tawazun Bainar Ruuh wal „Aqli wal Jazadi yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dengan judul Seimbanglah dalam Beragama, dikatakan sebagai “jumud” (beku/fatal). Dengan demikian, orang-orang yang zuhudnya benar adalah orang-orang yang tidak dilalaikan oleh kesenangan-kesenangan hidup yang berada dalam genggamannya untuk berjihad di jalan Allah, baik dengan hartanya maupun dengan jiwa raganya. Adapun orang-orang yang sepenuhnya meninggalkan dan mengharamkan nikmat-nikmat Allah, maka Allah menjelaskannya dalam Al-Qur‟an sebagai berikut : “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengharamkan apa-apa yang Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang- orang yang melampaui batas”. (Q.S. Al-Maidah : 87) Dan Firman Allah : “Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah-indah setiap memasuki masjid, makan dan minumlah dan jangan berlebih- lebihan, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. Katakanlah, „Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya, dan siapa pulakah yang
  41. 41. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 40 mengharamkan rezeki yang baik-baik?” Katakanlah, „Semua itu disediakan bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (bagi mereka saja) di hari kiamat nanti. ‟Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui”. (Al-A‟raf : 31-32) Selanjutnya, Ibadah yang diwajibkan Allah kepada manusia mencakup 2 (dua) hal, yakni : 1) Ibadah Murni (Mahdah) Yaitu ibadah yang telah ditetapkan caranya, waktunya, dan syarat-syaratnya oleh dalil-dalil Al-Qur‟an dan Hadits. Ibadah ini tidak boleh diubah dengan ditambah atau dikurangi. Contohnya adalah ibadah-ibadah yang terkait dengan rukun Islam : sholat, puasa, zakat, haji. 2) Ibadah Umum („Ammah) Yaitu jenis ibadah dalam konteks pengabdian yang dilakukan manusia kepada Allah, dalam bentuk segala aktivitas hidup yang dilaksanakan dan dijalankan manusia dengan niat untuk mencari keridhoan Allah SWT. Contohnya amat banyak, mulai dari yang palinh sederhana, semisal menyingkirkan duri di jalan. Seluruh aktivitas selain Ibadah Murni (Mahdah) adalah berarti Ibadah Umum asalkan diniatkan karena Allah semata. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa misi hidup manusia di dunia ini hakikatnya adalah untuk beribadah kepada Allah SWT, dan untuk memenuhi fungsinya sebagai
  42. 42. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 41 makhluq Allah. Dan setiap perbuatan manusia di dunia yang ditujukan untuk mencari keridhoan Allah, seluruhnya akan dinilai oleh Allah SWT sebagai ibadah. 3. TUJUAN HIDUP (Purpose of Life) Tujuan hidup adalah unsur yang keempat dari fitrah kehidupan manusia. Tujuan manusia di dunia ini adalah semata-mata untuk menjadi hamba Allah yang ikhlas dalam menggapai Keridhoan Allah SWT (mardhotillah). Kata kunci dalam Goal Statement (pernyataan tujuan) manusia ini adalah Hati Ikhlas dan Ridho Allah. Tujuan hidup manusia sesuai dengan misi dan mendukung pelaksanaan misi hidup manusia itu sendiri, yakni beribadah kepada Allah, dan setiap perbuatan manusia di dunia ini apapun bentuk dan realisasinya, yang hanya semata-mata ditujukan untuk memperoleh keridhoan Allah semuanya bernilai ibadah, tanpa terkecuali bagi seorang muslim. Ikhlas adalah sebuah Kata Kunci (keyword) bagi manusia dalam menjalankan dan melaksanakan tujuan hidupnya untuk mencapai tingkat (level) tertinggi, yaitu Keridhoan Allah. Tanpa adanya keikhlasan dalam hati, mustahil Ridho Allah dapat diraih, sehingga segala perbuatan kebajikan (virtues) yang telah dilakukan, yang pada awal seharusnya bernilai ibadah, akan tetapi menjadi batal dan gugur (canceled) di mata Allah serta tidak bernilai apapun selain hanya kesia- siaan belaka. Perhatikanlah Firman Allah berikut ini :
  43. 43. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 42 “Dan tidaklah mereka diperintahkan kecuali supaya beribadah kepada Allah dengan murni (ikhlas)”. (Q.S. Al-Bayinah : 5) Dalam Firman Allah yang lain dikatakan : “Ketahuilah, bahwa Aku (Muhammad) diperintahkan untuk beribadah kepada Allah dengan ikhlas”. (Q.S. Az-Zumar : 11) Firman-Firman Allah tersebut diperkuat lagi dengan Sabda- Sabda Rasulullah SAW dalam Hadits Qudsi-Nya : 1) “Aku tidak akan menerima sesuatu ibadah, kecuali yang ikhlas niatnya untukKu”. (HR. Bukhori) 2) “Sesungguhnya Allah SWT tidak menerima amal perbuatan seseorang kecuali bila dilakukan dengan ikhlas semata-mata mengharapkan keridhoan-Nya”. (HR. Abu Dawud dan An-Nasa‟i) Salah satu doa yang sering diucapkan oleh salah seorang sahabat Rasul yakni Umar Ibnu Khotob adalah : “Jadikanlah amalku seluruhnya baik, dan jadikanlah amalku itu ikhlas semata-mata karena Engkau (Allah), dan janganlah sedikitpun amalku itu dijadikan karena ditujukan untuk siapapun juga”.
  44. 44. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 43 Tujuan hidup manusia yang telah ditetapkan oleh Allah SWT juga selaras dengan tujuan penciptaan alam semesta ini, yang mana tidak untuk kesia-siaan dan bukan untuk kesenangan Allah semata. Dalam Firman-Nya dikatakan : “Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya sebagai permainan belaka. Sekiranya Kami hendak membuat suatu permainan tentulah Kami telah membuatnya dari sisi Kami, sekiranya Kami menghendaki berbuat demikian.” (Q.S. Al-Anbiya : 16-17) Allah menciptakan alam semesta ini dimaksudkan untuk mendukung (support) kepada pelaksanaan tujuan hidup manusia sebagai makhluq istimewa di dunia ini, yakni untuk memperoleh Keridhoan Allah SWT. Mari kita perhatikan Firman-Firman Allah berikut : 1) “Tidakkah kamu perhatikan bahwa Allah menundukkan (memudahkan) untukmu apa- apa yang ada di langit dan yang ada di bumi”. (Q.S. Lukman : 20) 2) “Dia (Allah) menundukkan untukmu apa- apa yang ada di langit dan yang ada di bumi semuanya sebagai rahmat dari-Nya”. (Al-Jaziah : 13) 3) “Dia (Allah) yang telah menciptakan untukmu apa-apa yang ada di bumi semuanya”. (Al-Baqoroh : 29)
  45. 45. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 44 Lalu, semua yang dinyatakan Allah itu dibenarkan dan dikonfirmasi (confirmed) oleh manusia sendiri dengan mengatakan bahwa semua yang telah dijadikan Allah tersebut tidaklah sia-sia, perhatikanlah Firman Allah berikut ini : “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk ataupun berbaring, serta mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi, seraya berkata, „Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka jauhkanlah kami dari siksa neraka”. (Ali Imron : 190-191) Begitulah gambaran orang-orang yang selalu mengharapkan keridhoan Allah (Mardhotillah) dalam hidupnya. 4. PEDOMAN HIDUP (Guidance of Life) Pedoman hidup adalah unsur kelima dari fitrah kehidupan manusia (The Seven Human Genuinity). Untuk bisa menerapkan seluruh Syari‟at (perintah, aturan atau ajaran) yang telah diturunkan-Nya maka Allah menurunkan suatu pedoman hidup kepada manusia sebagai acuan dan rujukan (references) manusia dalam berbuat dan bertindak, yakni : “Al-Qur‟an dan Hadits”.
  46. 46. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 45 A. AL-QUR‟AN (Firman Allah S.W.T.) Al-Qur‟an adalah perkataan-perkataan (Firman) Allah yang diturunkan sebagai wahyu dari Allah kepada Rasulullah SAW secara bertahap (berangsur-angsur). Al-Qur‟an telah diturunkan Allah dalam rentang waktu selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Al-Qur‟an pertama kali diturunkan Allah kepada Rasulullah SAW dalam bentuk Surat Al-„Alaq ayat 1- 5 pada tanggal 17 Romadhon, 13 tahun sebelum Rasulullah Hijrah ke Madinah (610 Masehi), di Gua Hiro, ketika Rasulullah sedang melakukan renungan (Spiritual Contemplation). Sehingga untuk selanjutnya, hari diturunkannya Al-Qur‟an untuk pertama kali ini sering diperingati sebagai hari Nuzulul Qur‟an. Perlu diketahui, saat ini Allah hanya mengakui Eksistensi dan Validitas (keabsyahan) Al-Qur‟an sebagai satu-satunya Pedoman dari Allah disamping Sunnah (Al-Hadits) Rasulullah SAW untuk diikuti, dipedomani, dan sekaligus diimani supaya diaplikasikan dalam setiap aktifitas kehidupan manusia sebagai kholifah di bumi. Sebelum Al-Qur‟an diturunkan, Allah juga telah menurunkan tiga buah kitab suci kepada tiga orang Rasul, yaitu: Musa A.S. (Kitab Taurat), Daud A.S. (Kitab Zabur), dan Isa A.S. (Kitab Injil). Di samping Kitab-Kitab suci tersebut, Allah juga telah menurunkan Suhuf (lembaran-lembaran perintah ‒ bukan kitab) sebanyak 100 Suhuf yang diturunkan kepada Rasul-Rasul (Nabi-Nabi) : Idris A.S. (30 suhuf), Syits A.S. (50 suhuf), Ibrahim A.S. (10 suhuf) dan Musa A.S. (10 suhuf). Sepuluh Suhuf terakhir yang diturunkan kepada Nabi
  47. 47. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 46 Musa A.S. ini dikenal dengan nama Sepuluh Perintah Tuhan (The Ten Commandment). Seluruh suhuf-suhuf dan Kitab-Kitab Suci yang telah diturunkan tersebut bersifat menggantikan (mansyukh) terhadap suhuf-suhuf dan kitab- kitab suci yang diturunkan sebelumnya. Jadi, dengan demikian, setelah Al-Qur‟an diturunkan maka Al-Qur‟an menjadi pengganti (mansyukh) bagi Kitab Injil maupun kitab- kitab sebelumnya (Zabur dan Taurat). Suhuf-suhuf dan Kitab-kitab Suci selain Al-Qur‟an juga bersifat lokal, artinya hanya berlaku pada saat itu saja dan hanya diperuntukkan bagi kaumnya Nabi-Nabi yang membawa kitab atau suhufnya masing-masing. Kitab Taurat misalnya hanya berlaku untuk umat Nabi Musa, Kitab Zabur hanya untuk umat Nabi Daud, juga Kitab Injil hanya berlaku untuk umat Nabi Isa saja. Berbeda halnya dengan Kitab Taurat, Zabur dan Injil, Kitab Suci Al-Qur‟an, Allah turunkan kepada Rasulullah SAW dengan membawa keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan Kitab-Kitab Suci lainnya. Di antara keistimewaan Al- Qur‟an, salah satunya adalah Al-Qur‟an tidak hanya diperuntukkan bagi umat Muhammad SAW saja, akan tetapi ditujukan untuk seluruh umat manusia. Al-Qur‟an yang telah Allah SWT turunkan secara bertahap sedikit demi sedikit (tidak sekaligus) ini setelah dianalisa dan dikaji oleh Para Pakar Al-Qur‟an ternyata di dalamnya memiliki keseimbangan kata-kata yang tiada taranya. Ini juga merupakan keistimewaan dari Al-Qur‟an, yakni sebagai berikut : 1) Kata-kata yang saling Berlawanan makna (Antonim), jumlahnya sama, contoh :
  48. 48. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 47  Al-Hayat (Hidup) dan Al-Maut (Mati) = 145 kata  An-Nafi‟ (Manfaat) dan Al-Mudhorot (Mudorot) = 50 kata  Al-Har (Panas) dan Al-Bard (Dingin) = 4 kata  As-Sholihat (Kebajikan) dan As-Sayyiat (Keburukan) = 167 kata  At-Tuma‟ninah (Kelapangan) dan Adh-Dhiq (Kesempitan) = 13 kata  Ar-Rohbah (Cemas/Takut) dan Ar-Roghbah (Harap/Ingin) = 8 kata  Al-Kufur (Kekafiran) dan Al-Iman (Keimanan) = 17 kata  As-Shoif (Musim Panas) dan As-Syita‟ (Musim Dingin) = 1 kata  Al-Kufur (Kekafiran) dan Al-Iman (Keimanan) dalam bentuk indefinite masing-masing sebanyak 8 kata 2) Kata-kata yang Bersamaan makna (Sinonim), jumlahnya sama, contoh :  Al-Harf dan Az-Ziroah (Membajak/Bertani) = 14 kata  Al-Ushb dan Adh-Dhurur (Membanggakan diri/Angkuh) = 27 kata  Adh-Dhollun dan Al-Mauta (Yang mati/Sesat jiwanya) = 17 kata  Al-Islam dan Al-Wahyu (Qur‟an/Islam/Wahyu) = 70 kata  Al-Aql dan An-Nur (Akal/Cahaya) = 49 kata  Al-Jahr dan Al-„Alamiyah (Nyata) = 16 kata
  49. 49. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 48 3) Kata yang menjadi Sebab dengan kata yang menjadi Akibat jumlahnya sama, contoh :  Al-Infaq (Infaq) dan Ar-Ridho (Rela) = 73 kata  Al-Bukhl (Kekikiran) dan Al-Hasaroh (Penyesalan) = 12 kata  Az-Zakah (Penyucian) dan Al-Barokah (Kebaikan yang banyak) = 32 kata  Al-Fahisyah (Kekejian) dan Al-Ghodhob (Kemurkaan) = 26 kata 4) Kata yang satu menjadi Relevansi kata yang lain, jumlahnya sama, contoh :  Al-Isrof (Pemborosan) dan Al-Su‟rah (Tergesa-gesa) = 23 kata  Al-Mauizhoh (Nasihat) dan Al-Lisan (Lidah) = 25 kata  Al-Asro‟ (Tawanan) dan Al-Harb (Perang) = 6 kata  As-Salam (Selamat) dan At-Thoyyibat (Kebaikan) = 60 kata 5) Kata-kata yang Cocok dengan Realita kehidupan di dunia, contoh :  Al-Yaum (Hari) dalam bentuk tunggal (Singular) sebanyak 365 kata, hal ini menunjukkan jumlah hari dalam 1 tahun (Masehi).  Al-Yaum (Hari) dalam bentuk jama‟ (plural) ada sebanyak 30 kata, hal ini menunjukkan jumlah hari dalam 1 bulan.  As-Syahr (bulan) hanya ada sebanyak 12 kata, hal ini menunjukkan jumlah bulan dalam 1 tahun.
  50. 50. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 49  Al-Qur‟an menjelaskan bahwa langit ada tujuh lapis, penjelasan ini diulangi dalam 7 kali pula di dalam Al- Qur‟an.  Al-Qur‟an menjelaskan bahwa “cahaya matahari bersumber dari dirinya sendiri sedangkan cahaya bulan bersumber dari matahari”, sesuai yang dijelaskan dalam Al-Qur‟an Surat Yunus ayat 5. 6) Al-Qur‟an menerangkan ramalan-ramalan atas kejadian yang belum terjadi, dan kemudian ramalan itu benar-benar terbukti, misalnya : (1) Tentang kemenangan Bangsa Romawi dalam peperangan melawan Bangsa Persia, hal ini terbukti yang kemudian Bangsa Persia berhasil dikuasai (dijajah) oleh Bangsa Romawi. (2) Tentang jasad (badan) Fir‟aun yang akan diselamatkan Allah (baca Surat Yunus ayat 92) sebagai bukti dan pelajaran bagi umat-umat (generasi) berikutnya. Kemudian pada tahun 1896, seorang ahli purbakala yang bernama Loret menemukan mummi seseorang di lembah (kuburan) raja-raja di Luxor Mesir yang selanjutnya diduga kuat bahwa mummi tersebut adalah jasad Fir‟aun yang pernah mengejar Musa A.S. yang ditenggelamkan Allah di Laut Merah. Hingga kini setiap orang yang sempat berkunjung ke Museum di Kairo dapat melihat mummi (jasad) Fir‟aun tersebut. 7) Al-Qur‟an banyak menerangkan ayat-ayat yang bernuansa ilmiah, yaitu ayat-ayat yang menjadi sumber untuk kajian- kajian dan penelitian-penelitian atas ilmu pengetahuan, di antaranya menerangkan :
  51. 51. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 50 (1) Bahwasannya bumilah yang mengelilingi matahari (heliocentris) dan bukan matahari yang mengelilingi bumi (geocentris). (2) Bahwasannya cahaya bulan adalah bersumber dari cahaya matahari (Q.S. Yunus : 5). (3) Bahwasanya manusia tidak dapat naik ke luar angkasa kecuali dengan kekuasaan (maksudnya IPTEK). (4) Bahwasanya manusia akan merasakan sesak dadanya apabila ia naik ke luar angkasa (karena kekurangan oksigen) jika tanpa dibantu dengan tabung oksigen. (5) Bahwasanya apabila langit telah terbelah adalah seperti bunga mawar merah yang sedang mekar (Q.S. Ar-Rohman : 37), maka terbukti dengan ditemukannya Peristiwa Supernova (bintang meledak) di jagad raya ini oleh Hubble yang berhasil diabadikan dengan gambar yang dibuat melalui teleskop Hubble tersebut. Semua ini adalah menunjukan bahwa Al-qur‟an adalah Firman Allah yang Maha Benar (Sodaqollahul „Adjim) yang diturunkan Allah kepada manusia, dan bukanlah kitab karangan atau buatan Muhammad SAW. Tidak akan ada manusia ataupun jin yang mampu membuat semacam kitab yang sama dengan Al-Qur‟an apalagi dapat menandinginya, hal ini telah Allah klaim dengan Firman-Nya : “Sungguh jika manusia dan jin bersatu untuk membuat sesuatu yang sama dengan Al-Qur‟an ini, tidaklah mereka sanggup
  52. 52. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 51 membuatnya sekalipun mereka saling membantu”. (Q.S. Al-Isro‟: 88) Itu merupakan tantangan dari Allah SWT untuk membuktikan bahwasannya Al-Qur‟an sungguh benar-benar diturunkan oleh-Nya kepada manusia. Al-Qur‟an diturunkan sebagai petunjuk, pedoman, penerang, dan sebagai pelajaran (peringatan) bagi manusia, sebagaimana ditegaskan dalam Firman-Firman-Nya, sbb : 1) “Inilah Kitab (Al-Qur‟an) yang tak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi orang- orang bertaqwa”. (Q.S. Al-Baqoroh : 2) 2) “Inilah (Al-Qur‟an) sebagai penerang bagi manusia, dan petunjuk serta pelajaran (peringatan) bagi orang-orang yang bertaqwa”. (Q.S. Ali Imron : 138) 3) “Telah diturunkan kepadamu Kitab (Al- Qur‟an) yang benar dan membenarkan (mengakui) Kitab-Kitab sebelumnya...” (Q.S. Ali Imron : 3) Isi kandungan Al-Qur‟an secara umum (garis besar) adalah berupa : Ayat-ayat yang Muhkamat (jelas) dan Ayat-ayat yang Mutasyabihat (tidak jelas). Maksud tidak jelas di sini adalah beberapa ayat yang terdapat pada permulaa-permulaan surat seperti : Alif-Laam-Miim (Al-Baqoroh), Yaa-Siin (Yasin), Kaf-Ha-Ya-„Ain-Shood (Maryam), Tho-Ha (Thoha), Haa-Miim (Al-Mu‟min), dan sejenisnya. Ayat-ayat tersebut
  53. 53. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 52 tidak diketahui maknanya karena hanya Allah sajalah yang mengetahui makna dan maksudnya. Al-Qur‟an tidak hanya diperuntukkan bagi umat Muhammad saja, akan tetapi juga ditujukan untuk seluruh umat manusia yang hidup pada zaman Nabi Muhammad dan pada zaman- zaman sesudahnya hingga akhir zaman (kiamat) nanti. Allah memperlakukan Al-Qur‟an sedemikian istimewa karena di dalamnya banyak sekali terkandung unsur-unsur pedoman yang lengkap dan sempurna (completely perfect) sebagai suatu pedoman dan petunjuk bagi hidup manusia di dunia yang sangat lengkap, cocok dan sesuai dengan segala permasalahan hidup manusia di dunia ini hingga akhir zaman nanti. Sehingga Allah SWT menutup Al-qur‟an dengan Firman terakhirnya yang berbunyi : “Pada hari ini Aku sempurnakan bagimu agamamu, dan Aku cukupkan nikmatKu (Al- Qur‟an) untukmu, serta Aku ridho Islam menjadi agamamu”. (Q.S. Al-Maidah : 3) Al-Qur‟an diturunkan oleh Allah SWT secara berangsur- angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Isi kandungan Al- Qur‟an mudah dimengerti dan bahkan mudah dihafalkan. Pada zaman Rasulullah SAW banyak sekali orang yang hafal Al-Qur‟an, terutama para sahabat dekat dan para kerabatnya. Al-Qur‟an sejak diturunkan hingga kini pasti akan sangat terjaga keaslian dan kemurniannya karena Allah sendiri yang menjamin hal itu, sebagaimana difirmankan-Nya : “Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al- Qur‟an, dan sungguh Kami benar-benar akan menjaganya”. (Q.S. Al-Hijr : 9)
  54. 54. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 53 Bagi Islam dan orang-orang Muslim, Al-Qur‟an tidak hanya sekedar bacaan yang apabila orang membacanya akan memperoleh pahala dari Allah SWT, akan tetapi juga telah ditetapkan oleh Allah SWT yang menciptakan dan menurunkannya sebagai pedoman atau petunjuk bagi orang- orang yang bertaqwa, dimana isi kandungannya tidak perlu diragukan lagi kebenarannya (Unskeptical Truth). Perhatikan lagi pernyataan Allah berikut ini : “Kitab (Al-Qur‟an) ini tak ada keraguan di dalamnya, merupakan petunjuk bagi orang- orang yang bertaqwa”. (Q.S. Al-Baqoroh : 2) Wasiat (pesan) Rasulullah berkaitan dengan Al-Qur‟an : “Aku tinggalkan kepadamu sekalian dua hal, yang apabila kamu berpegang teguh kepada keduanya maka kamu tak akan sesat selama- lamanya, dua hal itu adalah Kitab Allah (Al- Qur‟an) dan Sunahku (Al-Hadits)”. (HR. Bukhori dan Muslim) Pesan Rasulullah tersebut sangatlah tepat karena menjelaskan tentang Al-Qur‟an yang telah diturunkan oleh Allah untuk menjadi Solusi (problem solver) bagi tiap-tiap problema hidup yang dihadapi manusia di atas dunia ini. Allah SWT mengingatkan manusia untuk menjadikan Al-Qur‟an sebagai referensi (sumber rujukan) :
  55. 55. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 54 “Wahai orang-orang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan „Ulil Amri‟ (pemimpin) di antara kamu. Kemudian jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu hal maka „kembalikanlah‟ kepada Allah (yakni Al-Qur‟an) dan Rasul (yakni Hadits) jika kamu benar-benar percaya kepada Allah dan hari kiamat”. (Q.S. An-Nisa‟: 59) Disini, “kembalikanlah” maksudnya adalah merujuk (refers to) kepada Al-Qur‟an dan Al-Hadits sebagai Solusi (problem solver) nya, bukan kepada hal-hal selain daripada itu. Oleh karena itu, maka jelaslah bahwa fungsi dari Al-Qur‟an dalam hal ini adalah sebagai Jalan Keluar (way out) dari permasalahan hidup yang pelik serta kebuntuan manusia dalam menghadapi permasalahan hidup di dunia ini. Al-Qur‟an, baik isi kandungannya maupun keindahan bahasanya tidak dapat ditiru oleh siapapun dan tidak akan dapat terkalahkan dan tertandingi oleh hasil karya manusia apapun bentuknya, sebagaimana Firman Allah SWT sbb : “Sekiranya kamu ragu tentang apa yang Kami turunkan (Al-Qur‟an) kepada hamba Kami, maka buatlah sebuah surat saja yang semisal dengannya serta ajaklah saksi- saksimu selain daripada Allah jika kamu orang-orang yang benar. Jika kamu tidak dapat melakukan itu (karena pasti kamu tak dapat melakukannya), maka jagalah dirimu dari api neraka yang bahan bakarnya terdiri
  56. 56. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 55 dari manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir”. (Q.S. Al-Baqoroh : 23-24) Informasi-informasi yang terkandung di dalam Al-Qur‟an secara garis besarnya adalah sbb : 1) Nama-nama Al-Qur‟an, diantaranya :  Al-Furqon (Pembeda), terdapat pada Surat Al-Furqon:1.  Kitabullah (Kitab Allah), terdapat pada Surat Al- Baqoroh : 2.  Adz-Dzikri (Pengingat), terdapat pada Surat Al-Hijr : 9.  At-Tanzil (Yang diturunkan), terdapat pada Surat Asy- Syu‟aro‟: 192. 2) Fungsi Al-Qur‟an : Sebagai petunjuk dan tuntunan hidup bagi umat manusia dalam memecahkan problema hidup untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat kelak. Dalil Naqlinya sebagai berikut :  Surat Al-Baqoroh : 2  Surat Al-Isro‟: 9  Surat Ali Imron : 138  Surat Ali Imron : 3 3) Kedudukan Al-Qur‟an : Sebagai sumber Hukum Utama dari Hukum (Syariat) Islam, yang mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT (Hablum Minallah), hubungan manusia dengan
  57. 57. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 56 manusia (Hablum Minan Naas), serta hubungan antara manusia dengan lingkungannya (Hablum Minal Makhluq). Dalil Naqlinya adalah sebagai berikut :  Surat An-Nisa‟: 59  Surat An-Nisa‟: 105; serta  Hadits Riwayat Tirmidzi dan Abu Dawud (Berdasarkan dialog antara Rasulullah SAW dengan Mu‟az bin Jabal (yang waktu itu menjabat sebagai Gubernur Yaman). Hadits tersebut menceritakan dialog antara Rasulullah dengan Mu‟az, sebagai berikut : “Rasulullah : Wahai Mu‟az, bagaimana cara engkau memutuskan perkara yang diajukan kepadamu? Mu‟az : Saya akan memutuskan dengan Kitab Allah (Al-Qur‟an). Rasulullah : Jika engkau tidak menemukannya dalam Kitab Allah? Mu‟az : Saya akan memutuskannya dengan Sunah Nabi (Al-Hadits). Rasulullah : Jika engkau tidak menemukannya dalam sunahku? Mu‟az : Saya akan berusaha memutuskannya dengan pikiran atau pendapatku yang tanpa keraguan (Ijtihad). Rasulullah : Segala puji bagi Allah yang telah memberi petunjuk kepada utusan Rasul-
  58. 58. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 57 Nya (maksudnya Mu‟az) atas apa yang diridhoi-Nya.” (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud) 4) Susunan Al-Qur‟an, terdiri atas :  30 Juz  114 Surat :  89 Surat diturunkan di Makkah (Makkiyyah)  25 Surat diturunkan di Madinah (Madaniyyah)  Jumlah Ayat :  6000 Ayat (menurut Ibnu Katsier)  6204 Ayat (menurut Ulama Basyroh)  6210 Ayat (menurut Ulama Makkah)  6214 Ayat (menurut Ulama Madinah)  6217 Ayat (menurut Ulama Kufah)  6226 Ayat (menurut Ulama Syam)  6236 Ayat (menurut Ulama Masjid Al-Azhar, Jakarta, Indonesia)  6666 Ayat (menurut Organisasi Islam Muhammadiyah, Indonesia) Perbedaan-perbedaan jumlah ayat ini, disebabkan ada beberapa bagian-bagian ayat yang hanya dihitung sebagai satu kesatuan ayat. 5) Isi dan kandungan Al-Qur‟an : (1) Hukum-hukum yang berkaitan dengan Aqidah (Istiqodiah). Yaitu ketetapan-ketetapan tentang wajib beriman kepada Allah SWT, Malaikat-malaikat-Nya,
  59. 59. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 58 Rasul-rasul-Nya, Kitab-Kitab Suci-Nya, Hari Kiamat serta Qodo‟ dan Qodar-Nya. (2) Hukum-hukum yang berkaitan dengan Akhlaq (Khuluqiah). Yaitu ajaran-ajaran yang menyuruh agar setiap pemeluk agama Islam (Muslim) memiliki Akhlaq (moral dan perilaku) yang mulia serta menjauhi sifat-sifat tercela. (3) Hukum-hukum yang berkaitan dengan perbuatan manusia (Amaliah). Yaitu diantaranya tentang ucapan-ucapan, perbuatan- perbuatan, perjanjian-perjanjian, perniagaan, hutang- piutang, dan sebagainya. Hukum Amaliah ini terbagi lagi menjadi 2, yakni : a) Hukum Ibadah. Yakni hukum-hukum yang berkaitan dengan amal ibadah kepada Allah SWT, seperti: sholat, berpuasa, zakat, haji, nadzar, sumpah, dan sebagainya. b) Hukum Muamalah. Yakni hukum-hukum yang berkaitan dengan kemasyarakatan, atau hubungan antara manusia dengan manusia lainnya (Hablum Minan Naas), seperti perjanjian, hukum pidana, hukum perdata, jual-beli, perekonomian secara umum dan secara khusus, pernikahan/perkawinan, pendidikan, ilmu pengetahuan, da‟wah, dan lain sebagainya.
  60. 60. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 59 Bila diperinci lagi, yang berkaitan dengan Hukum Muamalah ini sangatlah banyak, di antaranya : (untuk lebih rincinya pembaca bisa baca buku berjudul Fiqih Islam karya H. Sulaiman Rasyid) (a) Hukum Transaksi : Jual-beli, riba‟, mendirikan perusahaan, utang-piutang, wali, ikrar, perwakilan, pinjam- meminjam, hibah, sedekah, hadiah, barang temuan, membuka tanah baru, pampasan perang, wakaf, dan sebagainya. (b) Hukum Waris (Mawaris) : Hak waris, ahli waris, sebab-sebab waris, harta waris, Hijab, pembagian waris, wasiat, dan sebagainya. (c) Hukum Pernikahan (Ta‟rif) (d) Hukum Balas (Jinayat/Qishos) (e) Hukum melanggar Larangan Allah (Hudud) (f) Hukum Peperangan (Jihad) (g) Hukum Makanan dan Hewan Sembelihan (h) Hukum Pengadilan (Aqdiyah) (i) Hukum Pemerintahan (Khilafah) B. HADITS (Sunnah Rasulullah SAW) Hadits ialah segala tingkah laku dan perbuatan Rasulullah SAW, baik yang berupa perkataan (Qouli), perbuatan (Fi‟li),
  61. 61. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 60 maupun sikap diamnya (Taqriri). Dalam penggunaannya (pengamalannya), sebagian Ulama berpendapat bahwa Hadits Rasulullah SAW dibedakan antara : 1) Zaman Sunnah Yaitu pengamalan Hadits oleh umat Islam ketika Rasulullah masih hidup. Umat Islam ketika itu dapat bertanya dan berdialog langsung dengan Rasulullah tentang apa-apa saja yang belum jelas dan ingin ditanyakan. Setiap pertanyaan pada saat itu akan langsung dijawab Rasulullah dengan gamblang dan rinci serta jelas. 2) Zaman Hadits Yaitu pengamalan Hadits oleh umat Islam setelah Rasulullah SAW wafat (pasca Rasulullah). Hadits merupakan sumber hukum kedua dalam Islam setelah Al-Qur‟an. Berdasarkan definisinya, hadits terbagi lagi menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu : 1) Hadits (Sunnah) Qouliyah Yaitu Hadits yang didasarkan atas apa segala perkataan dan ucapan Rasulullah, misalnya Sabda Rasulullah yang menegaskan bahwa rukun iman itu ada enam dan rukun Islam itu ada lima. 2) Hadits (Sunnah) Fi‟liyah Yaitu Hadits yang didasarkan atas segala perilaku dan perbuatan Rasulullah, misalnya tata cara mengerjakan sholat dan melaksanakan ibadah haji.
  62. 62. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 61 3) Hadits (Sunnah) Takririyah Yaitu Hadits atau Sunnah yang disandarkan pada persetujuan Rasulullah atas apa-apa yang dilakukan para sahabatnya. Persetujuan ini artinya tidak melarang perbuatan tersebut tetapi hanya mendiamkan atau membiarkan saja perbuatan tersebut dilakukan. Diamnya Rasulullah dalam hal ini merupakan suatu tanda atas persetujuannya (tidak dilarang). Misalnya:  Membiarkan sebagian sahabatnya berdzikir dengan mengeluarkan suara yang keras.  Membiarkan orang buta melakukan jual-beli.  Membiarkan kaum wanita untuk pergi meninggalkan rumah-rumah mereka untuk mendatangi masjid, dan menghadiri pengajian-pengajian. Adapun dasar hukum diberlakukannya Hadits sebagai hukum Islam yang kedua setelah Al-Qur‟an adalah : “...dan apa-apa yang diberikan Rasul kepadamu terimalah, dan apa-apa yang dilarang bagimu maka tinggalkan...” (Q.S. Al-Hasyr : 7) Hadits berfungsi sebagai berikut : 1) Memperkuat hukum-hukum yang telah ditetapkan oleh Al-Qur‟an.
  63. 63. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 62 Misalnya: Perintah dalam Al-Qur‟an: “...dan jauhkanlah perkataan-perkataan dusta.” (Q.S. Al-Haj: 30). Perintah ini diperkuat dengan Hadits: “‟Ingatlah aku akan menjelaskan kepadamu semua tentang sebesar-besarnya dosa besar‟. Dijawab oleh para sahabat, „Baik ya Rasulullah‟. Beliau meneruskan Sabdanya, „Syirik kepada Allah dan durhaka kepada kedua orang tua‟. Saat itu Rasulullah sedang bersandar kemudian duduk seraya berkata, „Hati-hati, jauhilah berkata dusta.‟” (HR. Bukhori dan Muslim) 2) Memberikan rincian dan penjelasan terhadap ayat-ayat Al-Qur‟an yang masih bersifat garis besar (umum). Misalnya: Tentang perintah untuk mendirikan sholat sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam serta mendirikan sholat subuh. 3) Memberikan batasan terhadap ayat-ayat Al-Qur‟an yang belum ada batasannya. Misalnya: Hadits yang menerangkan tentang hukuman potong tangan bagi seorang pencuri. 4) Mengkhususkan hal-hal yang diterangkan dalam Al- Qur‟an yang masih bersifat mutlak yang umum. Misalnya: Perintah dalam Al-Qur‟an: “Diharamkan bagimu bangkai, darah, dan daging babi...” (Al-Maidah: 3). Larangan ini dikhususkan dengan Hadits : “Dihalalkan bagi kita dua macam bangkai dan dua macam darah. Adapun dua macam bangkai adalah ikan
  64. 64. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 63 dan belalang, dan dua macam darah adalah hati dan limpa”. (HR. Ibnu Majah dan Al-Hakim) 5) Menetapkan hukum-hukum atau aturan-aturan yang tidak terdapat dalam Al-Qur‟an. Misalnya: Hadits “Sucikan bejanamu yang dijilat anjing dengan menyucikannya sebanyak 7 kali, yang salah satunya dicampur dengan tanah”. (HR. Muslim Ahmad, Abu Dawud dan Baihaqi) C. IJTIHAD Selain kedua pedoman yang telah disebutkan, yaitu Al- Qur‟an dan Al-Hadits, maka apabila suatu urusan atau perkara yang tidak ada dasar hukumnya di dalam Al-Qur‟an dan Al-Hadits maka manusia diperbolehkan melakukan Ijtihad (yang dasar hukumnya adalah Al-Hadits). Ijtihad, definisinya adalah : bersungguh-sungguh dalam menggunakan pikiran dan pendapat pribadi yang tanpa keraguan untuk merumuskan dan menetapkan hukum atas suatu perkara atau persoalan yang tidak ditemukan kepastian hukumnya dalam Al-Qur‟an dan Hadits. Sedangkan untuk masalah atau perkara-perkara yang sudah jelas diterangkan dalam Al-Qur‟an dan Hadits tidak boleh lagi diijtihadkan. Hasil dari ijtihad ini merupakan (bisa dijadikan) sumber hukum yang ketiga setelah Al-Qur‟an dan Hadits. Bahkan dalam Islam, Ijtihad sangat dihargai dan mendapatkan pahala walaupun ijtihad tersebut salah, sebagaimana diriwayatkan dalam Hadits Rasulullah SAW :
  65. 65. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 64 “Apabila seorang hakim memutuskan perkara, kemudian ia berijtihad dan ternyata ijtihadnya benar maka ia memperoleh dua pahala. Dan apabila seorang hakim memutuskan perkara melalui ijtihad dan ternyata hasilnya salah maka ia memperoleh satu pahala”. (HR. Mutafaq ‟Alaih) Adapun bentuk-bentuk Hasil dari Ijtihad yang dikenal dalam Syariat Islam, adalah sebagai berikut : 1) Ijma‟, yaitu kesepakatan para Ulama tentang hukum suatu masalah yang belum disebutkan secara kongkrit (nyata) dalam Al-Qur‟an atau Hadits. 2) Qiyas, yaitu menetapkan hukum atas suatu masalah yang belum ada ketentuannya berdasarkan kepada yang sudah ada ketentuannya dengan cara memperhatikan kesamaan di antara keduanya. Misalnya, menetapkan hukum haram atas ganja, heroin, morfin dan sejenis zat-zat adiktif serta obat-obatan psikotropika, yang secara eksplisit tidak ada ketentuannya dalam Al-Qur‟an dan Hadits tetapi melihat ada kesamaannya dengan haramnya Khomar (minuman keras) yang mengandung lebih banyak mudhorotnya daripada manfaatnya, serta sama-sama bersifat muskir (memabukkan). 3) Istishab, yaitu meneruskan berlakunya suatu hukum yang telah ada dan telah ditetapkan dengan suatu dalil, selama belum ada (ditemukan) dalil lain yang dapat mengubah kedudukan (status) hukum tersebut.
  66. 66. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 65 4) Istihsan (Istislah), yaitu menetapkan hukum atas suatu masalah yang tidak dijelaskan secara nyata di dalam Al- Qur‟an dan Hadits yang didasarkan pada kepentingan umum atau kemaslahatan umum ataupun demi keadilan. Imam Hanafi menyebutnya sebagai Istihsan, sedangkan Imam Maliki menyebutnya Istislah. 5) Istislal, yaitu menetapkan hukum atas suatu masalah yang tidak disebutkan secara nyata dalam Al-Qur‟an dan Hadits, hanya bersandarkan kepada adat istiadat atau kebiasaan masyarakat setempat (masyarakat lokal). Termasuk juga hukum-hukum agama yang diturunkan Allah sebelum turunnya Islam asalkan tidak bertentangan dengan Al-Qur‟an dan Hadits maka diakui dan dibenarkan oleh Islam. 6) Mashlahah Mursalah, yaitu kebaikan-kebaikan yang tidak disinggung sama sekali dalam hukum syaro‟ (syariat) tetapi sesuai dengan esensi hukum syaro‟ (syariat), yang apabila perbuatan tersebut dilakukan akan membawa manfaat dan terhindar dari keburukan- keburukan, misalnya :  Kodifikasi Al-Qur‟an pada masa Abu Bakar Shiddiq dan Utsman bin „Affan.  Mengganti rugi kepada pemilik barang atas barang- barang yang telah rusak walaupun kerusakan itu tidak dijelaskan klausulnya di dalam perjanjian atau kesepakatan. 7) „Urf, yaitu urusan yang disepakati oleh sekelompok orang karena sudah menjadi kebiasaan, baik dalam ucapan
  67. 67. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 66 maupun perbuatan. Misalnya, kebiasaan transaksi jual- beli tanpa adanya tanda terima ataupun akta jual-beli. 8) Zaro‟i (Wasilah), yaitu perbuatan-perbuatan atau pekerjaan-pekerjaan yang menjadi jalan (perintis) untuk mendapatkan kemanfaatan (mashlahat) dan menghilangkan keburukan (mudhorot). Untuk dapat menjadi seorang yang boleh berijtihad (disebut mujtahid), harus memenuhi kriteria (syarat-syarat) berikut : 1) Memahami Al-Qur‟an beserta Asbabun Nuzulnya (sebab-sebab turunnya suatu ayat dalam Al-Qur‟an). 2) Mengetahui ayat-ayat Nasikh (yang menghapus hukum), dan ayat-ayat Mansyukh (yang dihapuskan). 3) Memahami Hadits dan wurudnya (sebab-sebab munculnya Hadits tersebut). 4) Memiliki kemampuan Bahasa Arab yang fasih. 5) Mengetahui tempat dan letak-letak Ijma‟. 6) Mengetahui dan menguasai ilmu Ushul Fiqih. 7) Mengetahui maksud-maksud syariat ditetapkan. 8) Memahami masyarakat dan Adat Istiadatnya setempat. 9) Mempunyai sifat Adil, Bijaksana dan Bertaqwa. 10) Mendalami ilmu Ushuludin (ilmu tentang Asal-usul atau Aqidah Islam). 11) Memahami ilmu tentang Mantiq (ilmu Logika). 12) Mengetahui cabang-cabang Ilmu Fiqih. Karena begitu banyaknya persyaratan yang harus dimiliki oleh seorang Mujtahid maka berarti untuk melakukan Ijtihad tidak sembarangan dan tidak dapat dilakukan oleh semua orang. Oleh sebab itu bagi seorang pemeluk Agama Islam (Muslim) dewasa ini dapat menggunakan Hasil dari Ijtihad
  68. 68. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 67 para Ulama Mujtahid yang telah diakui Kepiawaiannya dalam berijtihad, sehingga kita tidak salah dan terperosok ke dalam apa yang dinamakan sebagai bid‟ah (mengada-ada). Ketetapan hukum-hukum Islam yang didapat dan dihasilkan dari Ijtihad dinamakan Madzhab. Para Ulama yang mempunyai madzhab-madzhab terkenal itu cukup banyak, namun hanya ada 4 (empat) Madzhab hingga kini yang paling banyak dipakai ijtihadnya oleh para Ulama Islam dan pemeluk Islam di seluruh dunia, yaitu : 1) Madzhab Hanafi Madzhab ini dinamakan Madzhab Hanafi karena Ulama penyusunnya adalah yang bernama Abu Hanifah An- Nu‟man Ibnu Tsabit At-Taimi, yang lahir di Kuffah tahun 80 H (700 M) dan wafat tahun 150 H di Baghdad. Madzhab Hanafi banyak dipakai pada masa Dinasti Utsmani dan banyak dianut di Irak. Sekarang ini banyak berkembang di Syiria, Afghanistan, Turki, Turkmenistan dan India. Saat ini negara yang secara resmi memakai madzhab ini adalah Syiria, Libanon dan Mesir. 2) Madzhab Maliki Madzhab ini dinamakan Madzhab Maliki karena Ulama penyusunnya adalah Imam Malik Ibnu Anas Al-Asbani, yang lahir di Madinah tahun 93 H (713 M) dan wafat pada tahun 179 H (798 M). Kakeknya bernama Abu Amir yang merupakan salah seorang sahabat Nabi SAW. Madzhab Maliki banyak dianut oleh negara: Hijaz, Maroko, Tunis, Tripoli, Mesir, Maghribi Afrika, Andalusia, Bahrain dan Kuwait.
  69. 69. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 68 3) Madzhab Syafi‟i Madzhab ini dinamakan Madzhab Syafi‟i karena Ulama penyusunnya adalah Muhammad Ibnu Idris Ibnu Syafi‟i, yang lahir di Khuzzah (Gaza) pada tahun 767 M dan wafat di Mesir pada tahun 820 M. Madzhab Imam Syafi‟i banyak berkembang di negara: Mesir, Palestina, Suriah, Libanon, Irak, Hijaz, India, Persia, Yaman dan juga di Indonesia. 4) Madzhab Hambali Madzhab ini dinamakan Madzhab Hambali karena Ulama penyusunnya adalah Ahmad Ibnu Muhammad Ibnu Hambal, yang lahir di Baghdad pada tahun 164 H (780 M) dan wafat pada tahun 241 H (855 M). Ia adalah murid dari Imam Syafi‟i. Madzhab ini berkembang di negara: Irak, Mesir, Palestina, Suriah dan Saudi Arabia. Di Saudi Arabia (Arab Saudi) madzhab ini resmi digunakan dan ditetapkan sebagai madzhab negara. 5. TELADAN HIDUP (Model of Life) Dalam melaksanakan misi hidup manusia dan untuk mencapai tujuan hidupnya, Allah SWT memberikan contoh teladan yang terdapat dalam diri Rasulullah SAW, sebagaimana difirmankan di dalam Al-Qur‟an : 1) “Sesungguhnya pada diri Rasulullah terdapat contoh teladan yang baik bagi orang-orang yang mengharapkan Rahmat Allah dan takut kepada hari kiamat serta ia banyak mengingat Allah”. (Q.S. Al-Ahzab : 21)
  70. 70. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 69 2) “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti (berakhlaq) agung”. (Q.S. Al-Qolam : 4) Rasulullah SAW pada tanggal 17 Romadhon tahun 610 M (13 tahun sebelum beliau hijrah) menerima wahyu dengan turunnya Malaikat Jibril yang membawa wahyu pertama Surat Al-„Alaq ketika beliau sedang “bertahannus” (berkontemplasi/merenung) di Gua Hiro. Pada saat itu usia beliau genap 40 tahun. Nabi Muhammad SAW diutus Allah SWT sebagai Rasul untuk membawa berita kebenaran (message of truth) dan berita gembira (message of happiness) kepada seluruh umat manusia di dunia ini. Hal ini ditegaskan Allah SWT dalam Firman-Nya : “Sesungguhnya Kami mengutus engkau (Muhammad) dengan membawa berita gembira sebagai pemberi peringatan….”. (Q.S. Al-Fathir : 24) Beliau diutus Allah SWT sebagai bentuk kasih sayang Allah kepada seluruh alam semesta (Rohmatan lil „Alamin) : “Dan Kami tidaklah mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai suatu Rohmatan lil „Alamin”. (Q.S. Al-Anbiya : 107) Allah menyuruh manusia untuk mencontoh perilaku dan perbuatan-perbuatan Rasulullah SAW karena beberapa faktor, diantaranya yang disebutkan Allah SWT sbb :
  71. 71. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 70 1) Rasulullah memiliki sifat-sifat dan perilaku yang sangat terpuji dan merupakan Model (teladan) manusia yang paling paripurna dan sempurna (completely perfect). 2) Rasulullah selalu mendapatkan bimbingan dan arahan langsung dari Allah SWT sehingga jika sedikit saja melenceng dari yang digariskan oleh Allah maka beliau langsung ditegur dan dikoreksi oleh Allah SWT. 3) Rasulullah SAW adalah satu-satunya manusia yang dosa- dosanya (kalau ada) baik yang sekarang, yang lalu maupun yang akan datang sudah mendapatkan Ampunan dari Allah SWT, sehingga beliau merupakan satu-satunya manusia yang ma‟shum (terbebas dari dosa, baik dosa besar maupun dosa kecil). Adalah seseorang yang bernama Michael Hart, yang pada tahun 1978 membuat daftar urutan ranking nama-nama orang yang paling berpengaruh di dunia. Ia telah melakukan observasi ilmiah sebelum me-realease daftar tersebut kepada publik dengan cara menganalisa dan mengamati serta mengukur sebanyak tak kurang dari 100 (seratus) orang yang memegang peranan dan kontribusi sangat penting dalam mencatatkan jalannya sejarah dunia. Analisa itu didasarkan pada jumlah keseluruhan peran yang dilakukan bagi umat manusia di dunia. Maka dari hasil analisanya tersebut kemudian ia menyimpulkan dengan menempatkan Profil Nabi Muhammad SAW pada Urutan Pertama (teratas). Michael Hart mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah satu-satunya manusia dalam sejarah yang meraih sukses luar biasa, baik dari segi lingkup agama maupun dalam ukuran dunia.
  72. 72. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 71 Kemudian hasil analisanya tersebut diterbitkan dalam bentuk buku yang telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, salah satunya dalam Bahasa Indonesia dengan judul Seratus Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah. Ia juga mengatakan dalam bukunya : ”Muhammad bukanlah sekedar Pemimpin Agama tetapi juga berhak disebut sebagai Pemimpin Dunia yang Sukses”. Meneladani Rasulullah SAW Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir yang mendapatkan banyak gelar, baik dari Allah maupun dari manusia. Berbagai julukan diberikan kepada beliau atas kesuksesan beliau dalam melakukan misi risalahnya di muka bumi ini. Beliau berhasil menjadi pemimpin agama (sebagai Nabi) berhasil menjadi pemimpin negara (ketika memimpin negara Madinah). Di samping itu beliau juga berhasil dalam menjalankan berbagai kepemimpinan lainnya, seperti : memimpin perang, memimpin musyawarah serta memimpin keluarga. Karena itulah sudah sepantasnya Umat Islam menjadikan Beliau sebagi Contoh Teladan yang Terbaik (Uswatun Hasanah). Terkait dengan hal ini maka Allah SWT telah berfirman : ”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suatu Suri Teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat serta dia banyak menyebut nama Allah.” (QS. Al-Ahzab : 21)
  73. 73. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 72 Untuk dapat meneladani Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan kita sehari-hari, tentunya kita Umat Islam, harus mengetahui terlebih dahulu Sifat-sifat apa saja yang dimiliki oleh Baginda Rasulullah SAW serta bagaimana Perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Perlu ditegaskan bahwa Para Rasul adalah manusia yang memiliki sifat-sifat kemanusiaan sebagaimana manusia lainnya juga (QS. Al-Kahfi : 110 dan QS. Al-Fushilat : 6). Di antara sifat-sifat kemanusiaan yang dimiliki Rasulullah SAW adalah makan dan minum (QS. Al-Furqon : 20) serta menikah (QS. Ar-Ra‟d : 38). Di dalam Al-Qur‟an juga ditegaskan bahwa semua Rasul dan Nabi adalah laki-laki, tidak ada yang perempuan (QS. Al-Anbiya‟ : 7). Oleh karena tugas risalah adalah tugas yang teramat berat, maka para Rasul dibekali oleh Allah dengan Sifat-sifat Khusus. Sifat-sifat yang pasti dimiliki oleh Rasulullah SAW maupun Para Nabi dan Rasul lainnya adalah : 1. Shiddiq : yang berarti Jujur. Nabi dan Rasul selalu jujur dalam perkataan dan perbuatannya serta mustahil akan berbuat yang sebaliknya, yakni berdusta, munafik, dan yang semisalnya. 2. Amanah : yang berarti dapat Dipercaya. Nabi dan Rasul selalu amanah dalam segala tindakannya, seperti menghakimi, memutuskan perkara, menerima dan menyampaikan wahyu, serta mustahil akan berperilaku yang sebaliknya.
  74. 74. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 73 3. Tabligh : yang berarti Menyampaikan. Nabi dan Rasul selalu menyampaikan apa saja yang diterimanya dari Allah (wahyu) kepada umat manusia dan mustahil Nabi dan Rasul menyembunyikan wahyu yang telah diterimanya tersebut. 4. Fathonah : yang berarti Cerdas. Semua Nabi dan Rasul cerdas dan selalu mampu berpikir jernih sehingga dapat mengatasi semua permasalahan yang dihadapinya. Tidak ada satu pun Nabi dan Rasul yang bodoh, mengingat tugasnya yang begitu teramat berat dan penuh dengan tantangan pada zamannya. 5. Sifat lainnya, Nabi dan Rasul juga tidak pernah berbuat maksiat kepada Allah, terutama Rasulullah SAW adalah satu-satunya Manusia yang tidak mempunyai Dosa (Ma‟shum). Namun sebagai manusia bisa saja Nabi dan Rasul itu salah dan lupa, namun kesalahannya selalu mendapat teguran dan koreksi langsung dari Allah SWT sehingga pada akhirnya terbebas dari segala kesalahan serta dapat berjalan sesuai dengan kehendak Allah SWT. Disamping memiliki sifat-sifat seperti di atas, Nabi Muhammad SAW juga dikenal dengan sebutan Al-Amin, yang berarti selalu dapat Dipercaya. Gelar ini diperoleh Nabi Muhammad sejak masih usia belia. Dalam kehidupan kesehariannya Nabi Muhammad belum pernah berdusta atau berbohong dan tidak pernah merugikan orang lain yang ada di sekitarnya, bahkan Beliau selalu membawa Manfaat (Rahmatan Lil „Alamin) bagi lingkungan sekitarnya.
  75. 75. Manajemen Kehidupan Sepanjang Masa Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. 74 Dalam salah satu bukunya, Sa‟id Hawwa (2002: hal.164- 186) menguraikan Keluhuran Budi Rasulullah SAW yang sangat patut diteladani oleh seluruh Umat Islam. Sa‟id Hawwa diantaranya menguraikan tentang Akhlaq Nabi dalam hal kesabarannya dan kasih sayangnya, baik terhadap keluarganya maupun umatnya, kemurahan hatinya, kedermawanannya, kerendahan hatinya, serta kebersahajaan (elegant) nya. Akhlaq Rasulullah SAW inilah yang patut diteladani dan diterapkan di dalam kehidupan Umat Islam sehari-hari. Menerapkan Sifat-sifat Rasulullah SAW seperti di atas tidaklah mudah karena membutuhkan proses yang amat panjang serta pengorbanan yang amat besar bagi kita Umatnya. Hanya dengan bermodalkan kecintaan dan ketaatan kepada Beliau sajalah Insya Allah kita akan mampu meneladaninya dan menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Meneladani beliau secara sempurna 100% jelas tidaklah mungkin karena beliau diciptakan Allah SWT sebagai Satu-satunya Insan Kamil (Manusia Sempurna) yang tiada bandingannya hingga akhir zaman. Namun demikian, kita harus tetap berusaha semaksimal mungkin untuk dapat meneladani dan menerapkan Sifat-sifat dan Perilaku yang Beliau miliki, di manapun dan sampai kapanpun. Adapun Cara-cara Praktis yang dapat kita lakukan untuk meneladani dan menerapkan Sifat-sifat Rasulullah SAW diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Kita harus selalu bertaubat kepada Allah SWT atas segala dosa dan kesalahan yang telah kita lakukan setiap hari. Sebagai manusia biasa kita harus menyadari bahwa kita selalu berbuat kesalahan dan dosa baik kepada Allah

×