Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Esensi Hidup Manusia di Dunia

16,437 views

Published on

Sebelum Anda "Download" Silahkan "Follow" atau Beri "Like" terlebih dahulu. Thx.

Bagi yang membutuhkan INHOUSE TRAINING, Silahkan Hubungi : 0878-7063-5053 (Fast Response). TARIF PELATIHAN SANGAT MURAH !!!

Published in: Education

Esensi Hidup Manusia di Dunia

  1. 1. KEHIDUPAN MANUSIA DI DUNIA Oleh M. Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr.
  2. 2. Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 1 BAB 1 KEHIDUPAN MANUSIA DI DUNIA Tentang hidup dan kehidupan manusia sering menjadi perdebatan banyak orang. Sudah banyak para ilmuwan (scientist) yang merumuskan teori-teori tentang kehidupan manusia. Salah satunya adalah teori yang dikemukakan oleh ilmuwan berkebangsaan Inggris yang bernama Charles Darwin yang terkenal dengan Teori Evolusinya. Menurut seorang cendekiawan muslim bernama Prof. DR. M. Mutawalli Asy-Sya‟rawi dalam bukunya Al-Hayatu Wal Maut yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Esensi Hidup dan Mati dikatakan bahwa sesungguhnya indera manusia tidak memiliki kemampuan untuk melihat esensi hidup dan kalaupun bisa hal itu hanyalah praduga semata, sedangkan praduga akan cenderung menghasilkan suatu kesimpulan yang salah pada akhirnya. Memang benar yang dikemukakan beliau tersebut, hal ini terbuktikan dengan adanya praduga yang fatal dari Teori Evolusi Charles Darwin. Dalam teori evolusinya ia mengatakan bahwa manusia berasal dari seekor kera, yang berhasil ia temukan fosilnya dan diberi nama Loisy. Perhatikan Firman Allah yang diterangkan dalam Al-Qur‟an sebagai berikut : “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, „Sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang manusia dari tanah liat
  3. 3. Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 2 kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk.‟” (Q.S. Al-Hijr : 28) Dan dalam Firman-Nya : “Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan kamu (Adam), kemudian kami bentuk rupamu.” (Q.S. Al-A‟raf : 11) Serta dalam Firman-Nya yang lain : “Dia (Allah) telah menciptakan kamu dari tanah dan kamu sebagai pemakmurnya.” (Q.S. Hud : 61) Maka dengan demikian, teori evolusi Darwin secara otomatis langsung terbantahkan dan terpatahkan. Demikianlah, melalui Firman Allah tersebut menjelaskan bahwasannya manusia (cq. Adam) diciptakan langsung sebagai manusia bukannya sebagai kera terlebih dahulu. Masih banyak lagi Firman Allah yang menegaskan bahwa manusia diciptakan langsung oleh Allah sebagai manusia seutuhnya. Begitulah, Allah Sang Pencipta seluruh alam semesta telah menerangkan dengan sejelas-jelasnya tentang asal-usul kejadian manusia, namum mereka kebanyakan masih mencari bukti-bukti lain selain penjelasan Allah tersebut. Naudzubillahi min dzalik. Baru kemudian di awal abad ke-21 atau di awal milenium ke- 3 ini muncul seorang cendekiawan dan ilmuwan muslim yang bernama Adnan Oktar dari Turki yang dalam tulisan-tulisan ilmiahnya lebih dikenal dengan nama Harun Yahya. Beliau telah memiliki bukti-bukti sebagai sanggahan secara ilmiah
  4. 4. Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 3 berdasarkan cara berpikir logika modern terhadap teori evolusi Darwin. Diperkuat pula secara arkeologi yang menjelaskan bahwasannya tidak ada satu pun bukti yang berhasil ditemukan yang dapat memperkuat argumentasi bahwa teori evolusi itu benar adanya. Harun Yahya atau Adnan Oktar di dalam bukunya yang berjudul Keruntuhan Teori Evolusi mengatakan bahwa sampai saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan telah ditemukannya “makhluk transformasi” dari bentuk ikan menjadi burung yang sebagian tubuhnya berbentuk ikan tetapi sudah tumbuh sayap dan paruhnya. Harun Yahya jelas-jelas mengatakan bahwa teori evolusi telah menyesatkan umat manusia, bahkan beliau mengatakan bahwa teori evolusi Darwin telah membahayakan Aqidah Islam, sehingga bagi umat Islam yang mempercayai teori evolusi tersebut dikategorikan telah melanggar Aqidah Islam. 1. AWAL KEJADIAN MANUSIA Sebagaimana telah diterangkan oleh Allah SWT di dalam Al- Qur‟an Surat Al-Hijr:28 ; Al-A’raf:11 ; dan Hud:61 di atas maka sebenarnya telah jelaslah bahwa teori evolusi sudah terbantahkan dan runtuh dengan sendirinya. Lalu perhatikan pula Firman Allah berikut : “Aku tidak menghadirkan mereka (iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi, dan tidak pula penciptaan diri mereka sendiri, dan tidaklah Aku mengambil orang-orang menyesatkan itu sebagai penolong”. (Q.S. Kahfi : 51)
  5. 5. Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 4 Firman Allah tersebut menegaskan bahwasannya Iblis dan anak cucunya saja tidak mengetahui dan mengerti atas penciptaan diri mereka sendiri, apalagi manusia yang diciptakan setelah diciptakannya Iblis, sekiranya Allah tidak memberitahu lewat Firman-Nya melalui Al-Qur‟an yang diturunkan kepada Rasulullah SAW. Bagaimana mungkin mereka bisa menduga bahwa manusia (yang juga termasuk dirinya Darwin) itu berasal dari seekor kera, sedangkan kera adalah spesies binatang bukan manusia. Allah Sang Pencipta manusia itu sendiri menyatakan bahwa manusia adalah makhluk yang sebaik-baik ciptaan-Nya sebagaimana yang dijelaskan malalui Firman-Nya : “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia itu dalam bentuk/rupa yang sebaik- baiknya”. (Q.S. At-Tin : 4) Serta Firman-Nya : “Dan sesungguhnya Kami telah memuliakan anak Adam”. (Q.S. Al-Isra‟: 70) Apakah seorang Charles Darwin tidak sadar bahwa ia sedang menjatuhkan harga dirinya sendiri sebagai manusia dengan mengatakan bahwa ia berasal dari seekor kera, sedangkan Tuhan penciptanya saja mengagungkan dan memuliakan manusia sebagai ciptaan-Nya. Sungguh sangat mengherankan sekali bukan ? Lalu muncul lagi setelah itu, perdebatan dan kebingungan di antara orang-orang dengan adanya satu pertanyaan berbau filsafat : “Mana lebih dahulu, telur ataukah ayam ?”.
  6. 6. Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 5 Pertanyaan yang sangat sederhana dan bodoh ini kemudian berkembang menjadi sebuah diskusi, seminar-seminar, dan bahkan penelitian-penelitian yang hasilnya sudah dapat dipastikan nihil dan tidak pernah menghasilkan suatu kesimpulan apapun. Marilah kita perhatikan sebagaimana yang telah dijelaskan Allah dalam Firman-Nya : “Dan segala sesuatunya Kami ciptakan berpasang-pasangan agar supaya kamu mengingat kebesaran Allah”. (Q.S. Adz-Dzariyat : 49) Ayat di atas begitu gamblang menjelaskan bahwa Allah menciptakan segala sesuatunya secara berpasang-pasangan, yakni laki-laki dan perempuan (untuk manusia), jantan dan betina (untuk fauna), bahkan berlaku pula untuk tumbuh- tumbuhan (flora). Dahulu kala orang mengasosiasikan jenis kelamin hanya untuk manusia dan hewan, serta tidak berlaku untuk tumbuh- tumbuhan. Namun, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan di akhir abad ke-20, orang sudah tahu bahwa dalam dunia tumbuh-tumbuhan (flora) pun terdapat yang namanya “jenis kelamin”, yakni yang disebut sebagai serbuk sari (jantan) dan kepala putik (betina). Jadi maha benarlah apa-apa yang dikatakan Allah dalam Firman-Nya. Shodaqollahul „azhiim. Dalam penciptaan manusia pertama (Adam), setelah Allah meniupkan ruh ke dalam tubuh Adam, bersamaan dengan itu
  7. 7. Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 6 pula Allah telah menciptakan bahan dasar (substansi) keturunan manusia pada punggung (cq. sulbi) Adam, dalam bentuk material substansi calon manusia (ciptaan) yang amat teliti dan teramat kompleks yang tercermin dalam DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) pada tiap-tiap manusia yang dilahirkan kemudian. Sementara itu, Siti Hawa (isteri Adam) diciptakan langsung oleh Allah dari tulang rusuk Adam. Hal ini diterangkan Allah dalam Firman-Nya : “Wahai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya”. (Q.S. An-Nisa‟ : 1) Baru-baru ini dunia telah dikejutkan dengan temuan seorang ilmuwan Jepang yang berhasil menyingkap rahasia di balik DNA manusia. Ilmuwan yang telah berhasil itu adalah Prof. DR. Kazuo Murakami, seorang ahli genetika terkemuka dunia, yang berhasil memperoleh penghargaan Internasional Max Planck Research Award dan sekaligus memenangkan Japan Academy Prize di Jepang. Dalam bukunya yang berjudul The Divine Code of Life : Awaken Your Genes & Discover Hidden Talents yang diterjemahkan secara bebas ke dalam Bahasa Indonesia dengan judul The Divine Message of DNA : Tuhan dalam Gen Kita, ia mengatakan bahwasannya DNA adalah bukti bahwa Tuhan telah menciptakan manusia dengan sedemikian kompleksnya. Berikut adalah kutipan pernyataan dalam bukunya :
  8. 8. Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 7 “Walaupun pada awalnya kami percaya bahwa dengan menafsirkan kode-kode genetik itu akan memecahkan misteri kehidupan, namun semakin lama semakin jelas bahwa hidup tidaklah sesederhana itu. Semakin jauh kami mempelajarinya, bahkan untuk satu sel saja, semakin banyak kami mengerti akan tingkat kerumitannya yang sangat tinggi.” Temuan Kazuo Murakami tersebut sekaligus menjadi argumen yang kuat bahwa teori evolusi Darwin itu adalah sungguh tidak benar keberadaan dan validitasnya, serta sangat tidak terbukti dan tidak dapat dibuktikan sama sekali. 2. HIDUP DAN PROSES PENCIPTAAN MANUSIA Barangkali kita semua bertanya-tanya dalam rentang waktu yang sebegitu jauh sejak Adam diciptakan sampai dengan kita sekarang ini, masih adakah hubungan dan relevansinya dengan diri kita? Jawabannya tentu saja ada hubungannya dengan diri kita, sebab kehidupan merupakan mata rantai yang berkesinambungan antara satu orang dengan anaknya, cucunya, cicitnya dan keturunan seterusnya, sehingga berkesinambungan pula antara satu generasi kepada generasi berikutnya, sesuai dengan materi substansi pembentuk manusia yang sudah ditanamkan kepada Adam pada awal mula penciptaannya. Awal mula kehidupan manusia terjadi karena adanya campur tangan Allah. Hal ini juga dikatakan Kazuo Murakami, yang
  9. 9. Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 8 telah melakukan penelitian lebih dari 40 (empat puluh) tahun untuk kepentingan kehidupan manusia melalui riset yang sangat teliti tentang gen manusia. Dalam bukunya ia menuliskan : “Mekanisme kehidupan adalah sebuah misteri yang mengagumkan. Orang-orang bicara mengenai hidup seolah-olah kehidupan hanyalah sesuatu yang sederhana. Sebenarnya, tak ada seorangpun yang mampu bertahan hidup hanya melalui usaha secara sadar. Dengan diatur oleh cara kerja hormon dan sistem syaraf yang otomatis, seluruh fungsi vital kita termasuk pernapasan dan peredaran darah setiap waktu dapat menjaga kita agar tetap hidup tanpa adanya usaha-usaha khusus maupun campur tangan dari diri kita sendiri. Gen kitalah yang mengontrol sistem-sistem vital ini, dan untuk dapat melakukan hal itu mereka bekerja secara selaras. Ketika yang satu mulai bekerja maka yang lain bereaksi dengan berhenti atau bekerja lebih keras untuk memperhalus dan mengatur seluruh sistem tersebut. Sepertinya memang hampir tidak mungkin jika pengaturan yang begitu hebat ini hanya terjadi secara kebetulan. Sesuatu yang lebih Agung pastilah berada di balik semua keselarasan ini. Banyak orang menggunakan kata „Tuhan‟ untuk menjelaskan konsep ini. Sebagai seorang
  10. 10. Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 9 ilmuwan, saya telah memilih untuk menyebutnya „Sesuatu yang Agung‟”. Demikian yang dipaparkan oleh Kazuo Murakami, walaupun ia tidak mau menyatakan “sesuatu” itu adalah “Tuhan”, tetapi ia mengakui bahwasannya ada “Sesuatu yang Agung” di balik semua itu. Dalam konsep dan aqidah Islam, sesuatu yang Agung itu sudah pastilah Allah Subhanahu Wa Ta‟ala, sebagai Tuhan Yang Maha Agung (Al-Azhim). Sejak awal, Allah SWT telah memperlihatkan eksistensi Dzat-Nya kepada semua makhluk ciptaan-Nya, dari yang pertama diciptakan sampai yang terakhir, termasuk kepada manusia. Sebab tanpa persaksian ini, manusia tidak akan pernah mampu mencerna dan menangkap dengan panca inderanya atas pemahaman hal-hal yang bersifat ghaib (tidak nyata). Kesaksian manusia dalam alam substansi ini telah Allah terangkan dalam Firman-Nya : “Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka: „Bukankah Aku ini Tuhanmu?‟‟Betul, kami menjadi saksi‟, agar di hari kiamat nanti kamu tidak mengatakan: „Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang lupa terhadap ini (keesaan Tuhan)‟”. (Q.S. Al-A‟raf : 172)
  11. 11. Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 10 Dari awal kejadian manusia itu, sebenarnya manusia sudah meyakini bahwa Allah itu ada. Inilah yang disebut sebagai Fitrah Iman kepada Allah yang terdapat di dalam Af-idah (Akal & Hati nurani) manusia itu sendiri. Hati nurani manusia senantiasa akan selalu mendekatkan jiwa dan diri manusia itu sendiri kepada Sang Penciptanya, yakni Allah SWT. Hati nurani akan selalu melekat pada diri manusia sejak ia dilahirkan hingga ajal menjemputnya, bahkan hingga manusia dibangkitkan kembali oleh Allah SWT pada hari kiamat nanti. Kemudian, bagaimana halnya dengan penciptaan manusia melalui seorang ibu dan seorang bapak ? Untuk itu Allah SWT menerangkan dalam Al-Qur‟an dengan Firman-Nya : “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani dalam tempat yang kokoh (rahim). Lalu air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang-belulang itu Kami balut dengan daging. Kemudian Kami jadikan makhluk (berbentuk) lain. Maha Suci Allah, Pencipta yang paling baik”. (Q.S. Al-Mu‟minun : 12-14) Menurut pandangan ilmu pengetahuan, dalam hal ini ilmu biologi, Firman tersebut sesuai dengan kenyataannya yang
  12. 12. Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 11 telah dibuktikan bahwa manusia berasal dari ”saripati tanah”. Ilmu biologi telah membuktikan dengan menggunakan metode dari abu bekas bakaran manusia (cq. yang diambil dari abu jenazah yang telah dikremasi ~ dari penganut agama non muslim), bahwasannya unsur-unsur asli yang terdapat pada tanah, yaitu: Oksigen (O2), Hidrogen (H), Belerang (S), Zat Arang (C), Kalium (K), Natrium (Na), Yodium (I), Zat Asam Arang (CO2), dan Air (H2O) serta zat-zat pelengkap lainnya. Dengan demikian, proses kejadian manusia ketika masih ada dalam kandungan menurut Al-Qur‟an Surat Al-Mu‟minun ayat 12-14 tersebut adalah sebagai berikut : 1) Allah SWT membuat saripati tanah yang terbentuk dalam tubuh manusia menjadi nutfah (air yang berisi spermatozoa yang biasa disebut sebagai sperma), yang ditumpahkan ke dalam qoror (rahim atau kandungan). 2) Allah SWT membuat nutfah menjadi „alaqoh (gumpalan darah yang menyerupai lintah). 3) Allah SWT membuat „alaqoh menjadi mudhghoh (segumpal daging). 4) Allah SWT membuat mudhghoh menjadi „izhom (tulang- belulang). 5) Allah SWT membalut tulang-belulang itu dengan daging. 6) Akhirnya Allah SWT menjadikannya seorang makhluk dalam bentuk yang lain, yaitu dalam bentuk manusia yang sangat lengkap (berkepala, bertangan, berkaki, dsb.)
  13. 13. Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 12 Di dalam Al-Qur‟an banyak sekali diterangkan peristiwa- peristiwa penciptaan manusia dengan bermacam-macam cara penciptaannya. Apabila kita cermati kejadian-kejadian tersebut, maka sebenarnya proses penciptaa manusia oleh Allah SWT adalah melalui 4 (empat) macam cara penciptaan, yaitu : 1) Penciptaan langsung oleh Allah SWT. Proses penciptaan ini adalah bukan melalui hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan. Ini adalah penciptaan manusia secara langsung olah Allah SWT sebagaimana diciptakannya Adam „Alaihis Salaam yang disebut sebagai manusia tanpa ayah dan tanpa ibu. 2) Penciptaan melalui seorang laki-laki saja. Proses penciptaan ini dilakukan Allah SWT terhadap Siti Hawa (isteri Adam) melalui tulang rusuk Adam, yang disebut sebagai manusia tanpa ibu. 3) Penciptaan melalui seorang perempuan saja. Proses penciptaan ini terjadi pada diri Nabi Isa „Alaihis Salaam yang tidak mempunyai ayah karena Maryam (ibunya) tidak mempunyai suami seorangpun dan tidak pula pernah melakukan hubungan seksual dengan laki- laki manapun. 4) Penciptaan melalui seorang laki-laki dan perempuan. Proses penciptaan ini adalah proses yang umum terjadi sekarang ini. Semua orang setelah Nabi Isa, dilahirkan ke dunia melalui proses penciptaan ini, kecuali untuk ketiga orang yang telah disebutkan (Adam, Siti Hawa, dan Isa), begitu juga terhadap diri Nabi Muhammad SAW. Proses
  14. 14. Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 13 penciptaan di sini adalah melalui sebab hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan (ayah dan ibu). Namun demikian, tidak berarti setiap hubungan seksual pasti akan dilahirkannya seorang manusia. Nah, di sinilah Allah kembali ingin menunjukkan kekuasaan-Nya yang Maha Hebat, yakni walaupun semua faktor penyebab (kausalitas) sudah terpenuhi, tetapi tidak pasti semua penyebab-penyebab itu akan dapat menimbulkan atau menghasilkan akibat. Inilah yang dinamakan Hukum Kausalitas Allah, yaitu suatu hukum sebab akibat yang sangat memperhitungkan (tidak me-nafikan) adanya faktor Allah sebagai satu-satunya musabab (penyebab) yang menyebabkan terjadinya akibat. Hukum Kausalitas Allah ini sangat memperhitungkan Kekuasaan (Qudrot) dan Kehendak (Irodat) Allah SWT sebagai satu-satunya Pencipta (Kholiq) atas diri manusia. 3. ESENSI HIDUP MANUSIA DI DUNIA Di antara ilmu-ilmu fisiologi yang sudah begitu jauh berkembang sampai dengan pengenalan mekanisme dan fungsi organ-organ tubuh manusia, ditambah lagi dengan temuan-temuan di bidang ilmu genetika manusia yang sedemikian spektakuler pada milenium ketiga ini, namun hingga saat ini masih sangat banyak manusia yang belum sepenuhnya mengerti tentang hakikat (esensi) dirinya sendiri, karena memang ilmu pengetahuan tentang esensi hidup manusia masih sangat jarang dibicarakan dan masih sangat jauh dari kemajuan sehingga sampai kini masih berada pada tahap awal pengenalan sisi-sisi penting kehidupan manusia.
  15. 15. Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 14 Adalah DR. Alexis Carrel, sebagaimana yang ia tulis dalam bukunya Man The Unknown mengatakan : “Memang manusia telah melakukan usaha yang super keras untuk mengenali dirinya, tapi meskipun kita memiliki setumpuk observasi yang telah berhasil dihimpun oleh para ilmuwan, filsuf, bahkan ahli-ahli mistik sepanjang zaman, kita baru dapat menguasai aspek-aspek tertentu saja dari diri kita..., dan ternyata ketidak-tahuan kita begitu banyak disebabkan oleh sebagian besar pertanyaan yang diajukan kepada para ilmuwan tentang manusia belum bisa terjawab..., kita terus terang harus mengakui bahwasannya ilmu tentang manusia merupakan ilmu yang paling sulit di antara seluruh ilmu yang ada”. Kenyataan yang dikemukakan oleh DR. Alexis Carrel tersebut terjadi tidak lain karena kita tidak pernah mau berusaha merujuk (refers to) kepada Sang Pencipta (Allah SWT) yang memiliki manhaj (sistem) tentang diri manusia, yang sekaligus menguasai sistem tersebut. Sebagaimana kita tahu, sebuah mobil canggih yang diproduksi sebuah pabrik mobil tidak akan diketahui secara pasti mengenai “Spesifikasi Teknis” yang terdapat di dalamnya, yang meliputi segala kecanggihan dan keistimewaan mobil tersebut, termasuk segala kekurangannya, seandainya saja pabrik mobil itu tidak menjelaskannya dalam “Manual Book” mobil tersebut yang berisi seluruh “Spesifikasi Teknisnya” secara rinci. Ini sebuah perumpamaan untuk hal itu. Begitu juga halnya dengan manusia, niscaya kita tidak akan pernah
  16. 16. Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 15 tahu dan mengerti hakikat hidup kita sendiri seandainya kita tidak mencari tahu (to find out) lewat Sang Penciptanya yang telah memproduksi (baca: menciptakan) manusia tersebut. Islam memandang eksistensi manusia sebagai suatu kesatuan utuh yang tidak dapat dipisahkan antara jasmani, rohani, serta akal dan budi. Akal dan budi tersebut sebagai Af-idah yang telah dikaruniakan Allah kepada manusia. Budi itulah yang disebut sebagai hati nurani sebagaimana yang telah dijelaskan Allah dengan Firman-Nya : “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibimu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun, dan Dia menganugerahkan kepadamu pendengaran, penglihatan, dan Af-idah (akal dan hati nurani) supaya kamu bersyukur”. (Q.S. An-Nahl : 78) Antara jasmani, rohani, dan akal budi (Af-idah) saling terkait serta membentuk suatu ikatan yang saling menguatkan satu dengan yang lainnya (interdependensi). Pandangan Islam terhadap manusia dalam hal ini adalah seimbang (tawazun). Oleh karena manusia tidak mampu membuat sistem bagi kehidupannya sendiri, maka yang paling kompeten (kuasa) membuat sistem kehidupan manusia adalah Allah SWT. Maka dari itu, untuk mengungkap esensi hidup manusia di dunia ini haruslah melalui wahyu-wahyu Allah yang diturunkan kepada Rasulullah SAW berupa Al- Qur‟an dan Hadits yang dapat menjelaskan tentang hakikat manusia itu sendiri. Dia-lah yang paling menguasai tentang manusia karena Dia (Allah) yang menciptakannya.
  17. 17. Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 16 Perhatikan Firman Allah berikut ini : “Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan kamu rahasiakan)?” (Q.S. Al-Mulk : 14) Juga Allah memandang manusia sebagai makhluk yang pelupa (lalai) sesuai dengan nama dan gelar yang diberikan Allah kepada manusia. Kata “manusia” berasal dari kata “insan” yang berarti “pelupa (lalai)”. Gelar ini diberikan oleh Allah ketika Nabi Adam lupa akan larangan Allah untuk mendekati salah satu pohon di Syurga (pohon Khuldi). Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah : “Dan sungguh telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (lalai) dengan perintah itu”. (Q.S. Thaha : 115) Kehidupan Manusia di Dunia yang Fana’ ini pada Hakikatnya adalah : 1). Kesenangan yang Menipu/memperdaya. “…dan tidaklah kehidupan dunia itu melainkan hanyalah kesenangan yang menipu/memperdaya” (Q.S. Ali Imran: 185) 2). Permainan dan Sesuatu yang Melalaikan. “Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, …” (Q.S. Al-Hadid : 20)
  18. 18. Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 17 3). Kesenangan yang Teramat Sedikit sekali. “…kenikmatan hidup di dunia ini bila dibandingkan dengan akhirat amatlah sedikit sekali” (Q.S. At-Taubah : 38) 4). Rangkaian Ujian dan Cobaan Hidup. “Dan Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai suatu cobaan. Dan hanya kepada Kamilah kalian dikembalikan” (Q.S. Al-Anbiya : 35) Hidup manusia di dunia ini secara keseluruhan pada hakikatnya adalah tempat untuk menguji manusia dengan berbagai macam cobaan dan ujian sebagaimana yang dijelaskan Allah dalam Surat Al-Anbiya Ayat 35 di atas. Perhatikan pula Firman Allah yang lain : “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan, „Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan hanya kepada-Nya- lah kami dikembalikan‟.” (Q.S. Al-Baqarah : 155-156) Jadi, jelaslah bahwa esensi hidup manusia di dunia ini adalah sebagai Tempat Cobaan dan Ujian yang dimulai sejak Nabi
  19. 19. Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 18 Adam diturunkan ke dunia hingga hari kiamat nanti. Ujian manusia di dunia akan datang silih berganti dan membentuk mata rantai yang tidak terputus (tidak ada habisnya) selama ia masih hidup di dunia yang sementara (fana) ini. Perhatikanlah beberapa Firman Allah dalam Al-Qur‟an yang menjelaskan tentang ujian atau cobaan yang akan ditimpahkan kepada manusia selama ia masih hidup di dunia ini : “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan saja setelah mereka berkata, „Kami telah beriman”, dan mereka tidak diuji lagi ?”. (Q.S. Al-Ankabut : 2) Perhatikan pula Firman Allah lainnya : 1) “Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka...” (Q.S. Al-Ankabut : 3) 2) “Sungguh Kami telah menjadikan apa-apa yang ada di bumi sebagai suatu hiasan dan ujian bagi mereka, siapa di antara mereka yang paling baik amal perbuatannya”. (Q.S. Kahfi : 7) 3) “Dan Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan, sebagai suatu cobaan dan kepada Kamilah kamu akan dikembalikan”. (Q.S. Al-Anbiyaa‟ : 36)
  20. 20. Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 19 4) “Kamu sungguh akan diuji dengan harta- hartamu dan dirimu sendiri...” (Q.S. Ali Imran : 186) 5) “Allah telah menjadikan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapa yang paling baik amal perbuatannya”. (Q.S. Al-Mulk : 2) Allah akan memberi cobaan hidup kepada manusia dengan bermacam-macam cobaan yang bisa berupa kesulitan atau kesusahan hidup, himpitan ekonomi, penyakit dan kesedihan- kesedihan lainnya, tetapi bisa pula berupa kesenangan hidup, rizki yang berlimpah, isteri yang sangat cantik, anak yang banyak, perhiasan dari emas dan perak, ternak yang banyak atau hasil sawah, kebun dan hasil pertanian yang berlimpah. Sebagaimana yang dikatakan Allah dalam Firman-Nya : “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan-kecintaan kepada : nafsu terhadap wanita, anak-anak (keturunan), harta yang banyak berupa emas, perak, kuda-kuda yang gagah, hewan ternak serta sawah dan ladang. Yang demikian itu merupakan kesenangan hidup di dunia, namun hanya di Sisi Allah-lah sebaik- baiknya tempat kembali” (Q.S. Ali Imran : 14) Semua itu dimaksudkan Allah SWT untuk menguji manusia serta untuk menyeleksi mana di antara manusia tersebut yang
  21. 21. Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 20 paling baik perbuatannya, paling baik akhlaqnya, paling baik imannya, dan yang paling tinggi kesabarannya. Dengan memberikan cobaan-cobaan dan ujian kepada manusia tersebut, Allah ingin mendengar sendiri secara langsung dari manusia yang diuji-Nya tentang reaksi dan komentar atas cobaan itu. Sebagaimana yang dikatakan Rasulullah SAW dalam Haditsnya : “Allah berfirman kepada malaikat: „Pergilah kepada hambaKu lalu timpahkanlah berbagai macam ujian kepadanya karena Aku ingin mendengar suaranya‟”. (H.R. Thabrani dan Abu Umamah) Hidup ini memang tidak pernah sunyi dari ujian Allah, baik senang maupun susah, baik suka maupun duka. Dalam kehidupan manusia di dunia ini, Allah akan pergilirkan kepada tiap-tiap manusia, antara senang dan susah, antara suka dan duka, antara kekayaan dan kemiskinan, antara kejayaan dan kehancuran, supaya manusia mengingat Allah. Hal ini sesuai dengan Firman-Nya : “Dan hari-hari itu Kami pergilirkan di antara manusia, supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang beriman...” (Q.S. Ali Imran : 140) Namun demikian, manusia janganlah bersedih hati dan berputus asa atas cobaan yang menimpa dirinya, justru
  22. 22. Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 21 sebaliknya harus gembira dengan cobaan-cobaan hidup yang diberikan Allah kepadanya, karena dalam hal ini Allah SWT berfirman : “Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan”. (Q.S. Al-Insyirah : 5-6) Dalam Surat Al-Insyiroh tersebut Allah menyebut kata “kemudahan” sebanyak dua kali dalam dua ayat yang berbeda namun dengan kalimat yang persis sama. Sehingga para ahli tafsir banyak yang mengatakan bahwa makna sebenarnya dari kedua ayat tersebut adalah “Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada dua kemudahan sekaligus”. Wallahu A‟lam Bishowab, hanya Allah lah yang mengetahui hakikat sebenarnya dari kedua ayat tersebut. Namun terlepas dari itu semua, di sini Allah sudah berjanji bahwa dalam kesulitan itu pasti ada kemudahan yang terkandung di dalamnya. Niscaya, kalau Allah sudah berjanji pasti benar, dan perkataan Allah adalah Maha Benar. Lalu perhatikan pula Sabda Rasulullah SAW : 1) “Tidak ada seorang muslim pun yang ditimpa gangguan semisal tusukan duri ataupun yang lebih berat daripada itu, melainkan dengan musibah itu dihapuskan Allah perbuatan buruknya dan digugurkan dosa-dosanya seperti pohon yang digugurkan daun-daunnya”. (H.R. Mutafaq „Alaih)
  23. 23. Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 22 2) “Ujian yang tiada henti-hentinya menimpa orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, yang mengenai dirinya, hartanya, anaknya, tetapi ia tetap bersabar, maka ia akan menemui Allah dalam keadaan tidak berdosa”. (H.R. Tirmidzi) Rasululllah SAW juga Bersabda : 1) “Sesungguhnya bagi setiap umat ada ujiannya, dan ujian bagi umatku adalah harta kekayaan”. (H.R. Tirmidzi) 2) “Demi Allah, bukanlah kefakiran dan kemiskinan yang aku khawatirkan atas kamu, tetapi justru aku khawatir kemewahan dunia yang kamu dapatkan sebagaimana yang telah diberikan kepada orang-orang sebelum kamu, lalu kamu bergelimang kemewahan itu hingga binasa sebagaimana mereka bergelimang harta dan binasa pula”. (H.R. Bukhari) 3) “Sepeninggalku tiada ujian yang lebih berat bagi kaum pria, melainkan godaan wanita”. (H.R. Bukhari) Begitulah kenyataan dalam hidup ini tidak sepi dari cobaan Allah, baik di kala senang menjadi susah, atau di kala susah menjadi senang, suka menjadi duka, dan duka menjadi suka, secara bergiliran, senantiasa silih berganti dan terus menerus selama hayat masih dikandung badan. Sehingga bagi orang
  24. 24. Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 23 beriman yang bijak akan selalu mempersiapkan dirinya setiap saat untuk menerima ujian Allah SWT, karena baginya ujian adalah suatu “persyaratan” untuk naik ke tingkatan (level) yang lebih tinggi kedudukannya di Sisi Allah SWT. Ujian-ujian manusia juga bertingkat-tingkat kesulitannya sesuai dengan ketaatan dan keimanan yang dimilikinya. Hal ini diterangkan dalam Hadits Qudsi sebagai berikut : “Orang yang banyak mendapat ujian adalah Para Nabi, kemudian baru orang-orang yang lebih dekat derajatnya dengan Nabi, berurutan secara bertingkat. Orang diuji menurut tingkat ketaatannya pada agama. Jika ia sangat kuat beragama maka sangat kuat pula ujiannya, dan jika ia lemah agamanya maka ringan pula ujiannya. Demikianlah musibah dan ujian itu senantiasa ditimpahkan kepada seorang hamba sampai ia dibiarkan berjalan di muka bumi tanpa suatu dosa apapun”. (H.R. Tirmidzi) 4. ESENSI DUNIA DAN DIRI MANUSIA Di dalam Al-Qur‟an banyak diterangkan bahwasannya Allah SWT menggambarkan tentang dunia dengan perumpamaan- perumpamaan yang sangat jelas namun sederhana sehingga mudah dimengerti oleh setiap orang yang berakal sehat. Perumpamaan-perumpamaan Dunia yang diibaratkan oleh Allah SWT di antaranya adalah sebagai berikut :
  25. 25. Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 24 1) Dunia laksana Bangkai yang dikelilingi anjing-anjing : “Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Daud A.S. dengan Firman-Nya : „Wahai Daud, perumpamaan dunia yaitu laksana bangkai di mana anjing-anjing berkumpul mengelilinginya dan menyeretnya ke sana ke mari. Apakah engkau senang menjadi seekor anjing lalu ikut bersama mereka menyeret bangkai itu ke sana ke mari ?‟”. (H.Qudsi Riwayat Al-Madani) 2) Dunia ibarat Air hujan yang turun ke bumi : “Dan berilah perumpamaan kepada mereka bahwa kehidupan dunia bagaikan air hujan yang Kami turunkan dari langit sehingga karenanya menjadi subur tumbuh-tumbuhan di muka bumi, lalu diterbangkan angin. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (Q.S. Kahfi : 45) 3) Dunia seperti Orang yang mencelupkan Jarinya ke laut : “Dunia itu bila dibandingkan dengan akhirat seperti jika seseorang mencelupkan satu jarinya ke laut maka hendaklah ia melihat air yang menempel di jarinya itu setelah ia menariknya kembali dari dalam air”. (H.R. Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah) “Pergilah ke Pinggir Samudera lalu celupkan ujung jarimu, kemudian angkatlah
  26. 26. Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 25 ujung jarimu, Air yang menempel di ujung jarimu itulah Kehidupan Dunia, sedangkan Air yang tertinggal di Samudera itulah Kehidupan Akhirat” (Hadits Qudsi) Makhluk yang telah Allah SWT ciptakan tetapi paling Ia benci tak lain adalah DUNIA, hal ini berdasarkan Hadits yang diriwayatkan oleh Al-Hakim, sebagai berikut : “Sesungguhnya Allah tidak menciptakan makhluq-Nya yang paling dibenci selain daripada Dunia. Dan sejak diciptakannya Dunia, Allah SWT tidak memandanginya”. (H.R. Al-Hakim) Disamping itu, Allah SWT juga memberikan Status Dunia itu sebagai “sesuatu yang terlaknat”, sebagaimana yang diterangkan di dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani sebagai berikut : “Sesungguhnya Dunia itu Terlaknat, maka semua yang ada di dalamnya juga terlaknat, KECUALI yang digunakan HANYA untuk Kepentingan ALLAH”. (H.R. Thabrani) Demikianlah yang telah diterangkan Allah mengenai esensi dunia, baik melalui Lisan Rasul-Nya maupun melalui Firman-Nya langsung. Untuk mengetahui Jati Diri kita sebagai Manusia, maka kitapun HARUSLAH merujuk kepada Al-Qur‟an dan Al- Hadits sebab keterangan-keterangan Allah tersebutlah yang “Paling Valid” dikarenakan hanya Dialah yang paling
  27. 27. Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 26 mengetahui hakikat diri manusia karena Dialah satu-satunya Dzat yang menciptakan Manusia. Berikut ini akan dibahas dan dijelaskan mengenai Sifat-sifat Manusia berdasarkan Al-Qur‟anul Karim (Kitab Allah yang selalu benar Isi Kandungannya). Berdasarkan Al-Qur’an, sedikitnya ada 7 (tujuh) SIFAT- SIFAT DASAR yang ada pada DIRI MANUSIA, yakni : 1). LEMAH (Q.S. An-Nisa‟: 28) “…dan manusia dijadikan bersifat lemah”. 2). TERGESA-GESA (Q.S. Al-Anbiya‟: 37) “Manusia telah diciptakan dengan sifat tergesa-gesa…”. 3). BERKELUH-KESAH (Q.S. Al-Ma‟arij : 19-20) “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh-kesah lagi kikir. Apabila ditimpah kesusahan ia berkeluh-kesah”. 4). KIKIR / PELIT (Q.S. Al-Ma‟arij : 21) “Dan apabila mendapat kebaikan ia kikir”. 5). DALAM KESUSAH-PAYAHAN (Q.S. Al-Balad : 4) “Sungguh telah Kami ciptakan manusia berada dalam kesusah-payahan…”.
  28. 28. Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 27 6). CINTA DUNIA DAN MELUPAKAN AKHIRAT (Q.S. Al-Qiyamah : 20-21 dan Q.S. Al-Insan : 27) “Sesungguhnya kalian mencintai kehidupan dunia. Dan melupakan kehidupan akhirat”. “Sesungguhnya mereka lebih menyukai kehidupan dunia, dan mereka tidak mempedulikan kesudahan mereka pada hari yang berat (hari akhirat)” 7). MELAMPAUI BATAS (Q.S. Al-„Alaq : 6-7) “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya manusia itu melampaui batas. Apabila ia melihat dirinya serba kecukupan (kaya)”. 8). PEMBANTAH (Q.S. Kahfi : 54) “Dan manusia adalah makhluq yang paling banyak membantah”. 9). PENAKUT (Q.S. Ar-Rum : 24) “…dan Dia memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutanmu dan harapan…” Kemudian lagi, di dalam Al-Qur‟an dijelaskan pula tentang macam-macam Jiwa yang ada di dalam Diri Manusia.
  29. 29. Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 28 Jiwa-jiwa (An-Nafs) tersebut adalah sebagai berikut : 1). Amaroh Bis-Suu’ (Q.S. Yusuf : 53) Jiwa yang selalu mendorong manusia untuk berbuat kejahatan. 2). Lawwaamah (Q.S. Al-Qiyamah : 2) Jiwa yang sering dan selalu menyesali dirinya. 3). Sawwaamah (Q.S. Yusuf : 83) Jiwa yang menghiasi kemaksiatan dengan keindahan pada pandangan mata manusia. 4). Mulhamah (Q.S. Asy-Syams : 8) Jiwa yang mendorong manusia untuk bertingkah-laku Fujur (durhaka) dan kadang juga sekaligus bertingkah- laku Taqwa kepada Allah SWT. 5). Muthmainnah (Q.S. Al-Fajr : 27) Jiwa yang Tenang dan Damai. 6). Rhodhiyah (Q.S. Al-Fajr : 28) Jiwa yang merasa Ridho dan Puas kepada Allah. 7). Mardhiyah (Q.S. Al-Fajr : 28) Jiwa yang selalu mendapatkan Keridhoan Allah. Oleh karena sifat manusia yang “lebih mencintai dunia” maka bagi manusia akhirat itu amatlah jauh dari jangkauan dan pendengaran mereka. Hal ini sesuai dengan Firman Allah SWT di dalam Al-Qur‟an surat At-Taubah ayat 42 : “Kalau kamu (Muhammad) serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak
  30. 30. Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 29 seberapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amatlah jauh terasa oleh mereka…”. Untuk melakukan “perlawanan” terhadap sifat-sifat dasar manusia yang Allah ciptakan buruk tersebut maka Allah menciptakan dan menyediakan Agama Fitrah bagi manusia sesuai dengan Firman-Nya di dalam Al-Qur‟an surat Ar-Rum ayat 30 sebagai berikut : “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Agama Allah, fitrah Allah yang telah mencipatakan manusia menurut fitrah itu. Tak ada perubahan atas fitrah Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. Keinginan dan cita-cita setiap manusia selama ia hidup di dunia dibatasi oleh Ajal (batas umur) manusia itu sendiri. Hal ini sesuai dengan yang digambarkan Rasulullah SAW. Beliau menggambarkannya di atas pasir dengan sebatang tonggak kayu untuk menjelaskan maksud yang ingin dijelaskannya. Perhatikanlah Gambar yang telah dibuat oleh Rasulullah sebagai berikut :
  31. 31. Kehidupan Manusia di Dunia Muhammad Shobrie H.W., SE, CFA, CLA, CPHR, CPTr. Page 30 Penjelasan Rasulullah atas Gambar yang telah dibuatnya tersebut adalah sebagai berikut :  Garis Horisontal di dalam Kotak : adalah Perjalanan Hidup (umur) hidup manusia selama di dunia.  Garis Horisontal di luar Kotak : adalah seluruh Cita-cita serta Keinginan manusia selama hidup di dunia yang belum tercapai.  Kotak Persegi Empat : adalah Ajal (batas umur) yang membatasi umur hidup manusia di dunia.  Garis-garis Vertikal di dalam Kotak : adalah Bermacam- macam Godaan dan Bujukan Syetan kepada manusia selama hidup di dunia, yang berusaha menghalang-halangi jalan hidup manusia dari keinginan untuk menempuh jalan (agama) yang lurus. Selanjutnya untuk dapat memahami lebih jauh hakikat kehidupan manusia di dunia ini dengan lebih terarah dan komprehensif, maka pada bagian berikutnya Insya Allah penulis akan membahas mengenai esensi bawaan (inherent) manusia yang dinamakan Tata Kelola Kehidupan Manusia di Dunia yang penulis istilahkan dengan “The Human Genuity” yang akan Penulis bahas pada Bab 2 (dua) berikutnya, yakni : Tugas hidup manusia, Misi hidup manusia, Tujuan hidup manusia, Pedoman hidup manusia, Teladan hidup manusia serta Strategi-strategi hidup manusia. “The Human Genuity” ini dicanangkan Allah kepada manusia untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat serta untuk menggapai Ke-Ridhoan-Nya.

×