Model Jaringan Hopfield

2,286 views

Published on

Model Jaringan Hopfield

Published in: Engineering
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,286
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
90
Actions
Shares
0
Downloads
154
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Model Jaringan Hopfield

  1. 1. MODEL JARINGAN HOPFIELD Sherly Christina, S.Kom., M.Kom
  2. 2. PENGERTIAN Jaringan Hopfield menggunakan koneksi bidirectional dengan bobot yang simetris (Wi,j=Wj,i) Tidak memiliki koneksi ke diri sendiri (tidak ada Wi,i) Fungsi Aktivasi => Fungsi Energi Lyapunov
  3. 3. ARSITEKTUR JARINGAN HOPFIELD
  4. 4. ARSITEKTUR JARINGAN HOPFIELD
  5. 5. ARSITEKTUR JARINGAN HOPFIELD
  6. 6. CONTOH 1: Ada 2 buah pola yang ingin dikenali: pola A (1,0,1,0,1,0) pola B (0,1,0,1,0,1) Bobot-bobotnya sbb:
  7. 7. CONTOH 1:  Aktivasi node pertama pola A  Aktivasi node kedua pola A  Node 3-6 hasilnya 4,-6,4,-6  cara yg sama lakukan utk pola B yg hasilnya -6,4,- 6,4,-6,4
  8. 8. CONTOH 1-PENGUJIAN  Hasil aktivasi Node-Node pada pola A (4, -6, 4, - 6, 4,-6) dan pola B(-6,4,-6,4,-6,4) dibandingkan dengan fungsi aktivasi
  9. 9. CONTOH 1-PENGUJIAN Pola A Hasil Aktivasi Pola A F(t) 1 4 1 0 -6 0 1 4 1 0 -6 0 1 4 1 0 -6 0 Pola B Hasil Aktivasi Pola B F(t) 0 -6 0 1 4 1 0 -6 0 1 4 1 0 -6 0 1 -4 1
  10. 10. CONTOH 1-PENGUJIAN F(t) = Inputan Pola A Pola A Hasil Aktivasi Pola A F(t) 1 4 1 0 -6 0 1 4 1 0 -6 0 1 4 1 0 -6 0
  11. 11. CONTOH 1-PENGUJIAN F(t) = inputan Pola B Pola B Hasil Aktivasi Pola B F(t) 0 -6 0 1 4 1 0 -6 0 1 4 1 0 -6 0 1 -4 1
  12. 12. CONTOH 2 Misalkan terdapat Citra dengan pola C (1,0,1,0,0,0) dan D (0,0,0,1,0,1) Berikutnya Cocokan Pola C-D dengan Pola A-B menggunakan Algoritma Hopfield. Apakah Sistem Jaringan Syaraf Tiruan dapat mengenali Pola C dan D???
  13. 13. CONTOH 2 Pola C (1,0,1,0,0,0) dianggap citra pola A (1,0,1,0,1,0) yang mengalami distorsi Aktivasi node 1-6 pada pola C menghasilkan (2,-4,2,-4, 4,-4), maka output (1,0,1,0,1,0) sehingga C dikenali sebagai Pola A Pola D dikenali sebagai ???
  14. 14. ALGORITMA DENGAN ASYNCHRONOUS UPDATE Mengenali pola E (1,0,1,1,0,1) Aktivasi node 1-6 diperoleh (- 2,0,-2,-2,0,-2) dengan output (0,1,0,0,1,0) -> bukan A atau B solusi dengan Asynchronous update
  15. 15. ALGORITMA JARINGAN HOPFIELD DISKRIT 1. Inisialisasi matriks bobot W 2. Masukan vector input (invec), lalu inisialisasi vector output (outvec) yaitu outvec = invec 3. Mulai dengan counter i=1 Selama invec ≠ outvec lakukan langkah 4-7 berikut,jika i sudah mencapai nilai max maka reset kembali menjadi 1
  16. 16. ALGORITMA JARINGAN HOPFIELD DISKRIT 4. Hitung nilai ke-i = dot product(invec, kolom ke-I dari W) 5. Hitung outvec ke-i = f(nilai ke- i), f adalah fungsi ambang 6. Update invec dengan outvec 7. i=i+1
  17. 17. APLIKASI PADA VEKTOR POLA E Langkah i Vektor Input Kolom Vektor Bobot Nilai Aktivasi Vektor Output Catatan 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 Inisialisasi 1 1 1 0 1 1 0 1 0 -2 2 -2 2 -2 -2 0 0 1 1 0 1 2 2 0 0 1 1 0 1 -2 0 -2 2 -2 2 2 0 1 1 1 0 1 3 3 0 1 1 1 0 1 2 -2 0 -2 2 -2 -6 0 1 0 1 0 1 4 4 0 1 0 1 0 1 -2 2 -2 0 -2 2 4 0 1 0 1 0 1 stabil 5 5 0 1 0 1 0 1 2 -2 2 -2 0 -2 -6 0 1 0 1 0 1 stabil 6 6 0 1 0 1 0 1 -2 2 -2 2 -2 0 4 0 1 0 1 0 1 stabil 7 1 0 1 0 1 0 1 0 -2 2 -2 2 -2 -6 0 1 0 1 0 1 stabil 8 2 0 1 0 1 0 1 -2 0 -2 2 -2 2 4 0 1 0 1 0 1 stabil 9 3 0 1 0 1 0 1 2 -2 0 -2 2 -2 -6 0 1 0 1 0 1 stabil 10 4 0 1 0 1 0 1 -2 2 -2 0 -2 2 4 0 1 0 1 0 1 stabil 11 5 0 1 0 1 0 1 2 -2 2 -2 0 -2 -6 0 1 0 1 0 1 stabil 12 6 0 1 0 1 0 1 -2 2 -2 2 -2 0 4 0 1 0 1 0 1 stabil
  18. 18. KESIMPULAN Jaringan Hopfield dikatakan sampai pada batas maksimum (berhasil mengenali pola) ketika sebuah pola tertentu stabil dipanggil berulang kali. Batas iterasi biasanya cukup satu kali siklus setelah pola tertentu dipanggil secara stabil.
  19. 19. Terima Kasih.

×