Successfully reported this slideshow.

Bakat & minat

19,050 views

Published on

bakat dan minat

Published in: Education
  • Be the first to comment

Bakat & minat

  1. 1. BAKAT & MINAT <ul><li>Kelompok 8 </li></ul><ul><li>Sulistyo Mitarini </li></ul><ul><li>Maya Setyo Ariyani </li></ul>
  2. 2. 1. Latar Belakang Masalah 2. Metode Penulisan 3. Rumusan Masalah 4. Tujuan Penulisan
  3. 3. B. Cara Mengenal Bakat Seseorang Usaha pengenalan bakat mula-mula terjadi pada bidang kerja, tetapi kemudian juga dalam bidang pendidikan. Karena itu biasanya yang dilakukan dalam diagnosis tentang bakat adalah membuat urutan (ranking) mengenai berbagai bakat pada setiap individu. Prosedur yang biasanya ditempuh a. Melakukan analisis jabatan ( job analysis ) atau analisis lapangan studi untuk menemukan faktor yang diperlukan supaya orang dapat berhasil dlm lapangan.
  4. 4. <ul><li>b. Dari hasil analisis itu dibuat pencandraan jabatan ( job description ) atau pencandraan lapangan studi. </li></ul><ul><li>c. Dari pencandraan jabatan atau pencandraan lapangan studi itu diketahui persyaratan apa yang harus dipenuhi supaya individu lebih berhasil dalam lapangan tertentu. </li></ul><ul><li>d. Dari persyaratan itu sebagai landasan disusun alat pengungkapnya (alat pengungkap bakat ). </li></ul>
  5. 5. C. Methode-methode Penilaian Bakat & Pengukuran Minat 1. Methode Penilaian Bakat Methode yang dipergunakan untuk mengukur bakat adalah methode test yang disebut test bakat (aptitude test). Ada dua jenis tes bakat yang terkenal: a. Differential Aptitude Test (DAT) b. General Aptitude Test Bateray (GATB)
  6. 6. <ul><li>2. Methode Pengukuran Minat Ada beberapa methode yang dapat dipergunakan untuk mengadakan pengukuran minat, yaitu: a. Observasi b. Interviu c. Kuesioner d. Inventori </li></ul>
  7. 7. D. Jenis-jenis Bakat Khusus, Minat & Motif Belajar a. Jenis-jenis Bakat Khusus 1. Bakat akademik khusus 2. Bakat kreatif-produktif 3. Bakat seni 4. Bakat kinestetik/psikomotorik, dan 5. Bakat sosial <ul><li>Setiap orang mempunyai bakat-bakat tertentu, masing-masing dalam bidang dan derajat yang berbeda-beda. Usaha pengenalan bakat mula- mula terjadi pada bidang pekerjaan, tetapi kemudian juga dalam bidang pendidikan. Dalam prakteknya hampir semua ahli yang menyusun tes untuk mengungkap bakat bertolak dari dasar pikiran analisis faktor, seperti yang dikemukakan oleh Guilford, setiap aktivitas diperlukan berfungsinya faktor-faktor tersebut. </li></ul>
  8. 8. b. Minat & Motif Belajar Dalam perencanaan kurikulum sering dibedakan antara tujuan jangka panjang dan tujuan jangla pendek. Seorang yang berpendirian lebih praktis lebih mengutamakan tujuan jangka pendek, yang dapat dicapai dengan penggunaan bahan yang singkat serta methode yang sederhana. Kedua macam tujuan tersebut sama pentingnya dan diperlukan dalam pelaksanaan program. Tujuan jangka panjang merupakan tujuan akhir pendidikan ( the end of education ), penting sebab merupakan sasaran akhir, tetapi tujuan jangka pendek juga penting sebab dengan tujuan tersebut lebih konkret, lebih mudah dicapai dan akan selalu ditemukan tujuan yang baru menuju sasaran akhir .
  9. 9. Beberapa hal dapat diusahakan untuk membangkitkan motif belajar pada anak yaitu pemilihan bahan pengajaran yang berarti bagi anak, menciptakan kegiatan belajar yang dapat membangkitkan dorongan untuk menemukan ( discovery ), menerjemahkan apa yang akan diajarkan dalam bentuk pikiran yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
  10. 10. <ul><li>Sesuatu bahan pengajaran yang berarti bagi anak yang sesuai dengan tingkat berpikir anak, dan disampaikan dalam bentuk anak lebih aktif, anak banyak terlibat dengan proses balajar dapat membangkitkan motif belajar yang lebih berjangka panjang. Salah satu system untuk membangkitkan motif belajr para siswa, yang sekarang sedang dikembangkan adalah yang disebut meritocracy. </li></ul>
  11. 11. <ul><li>Upaya Pengembangan Bakat & Pentingnya Pengukuran Minat Ada sejumlah langkah yang perlu dilakukan untuk mengembangkan bakat individu, yaitu sebagai berikut: 1. Mengembangkan situasi dan kondisi yang memberikan kesempatan bagi anak- anak dan remaja untuk mengembangkan bakat dengan mengusahakan dukungan baik psikologismupun fisik. 2. Berupaya menumbuh kembangkan minat dan motif berprestasi tinggi dikalangan anak dan remaja. </li></ul>
  12. 12. <ul><li>Meningkatkan kegigihan dan daya juang pada diri anak dan remaja dalam menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan. </li></ul><ul><li>Mengembangkan program pendidikan berdiferensi di sekolah dengan kurikulum berdiferensiasi pula guna memberikan pelayanan secara lebih efektif kepada anak dan remaja yang memiliki bakat. </li></ul>
  13. 13. Ada beberapa alasan mengapa seorang guru perlu mengadakan pengukuran terhadap minat anak-anak. Antara lain adalah sebagai berikut: 1. Untuk meningkatkan minat anak-anak, setiap guru mempunyai kewajiban untuk meningkatkan minat anak-anak. Minat merupakan komponen yang penting dalam kehidupan pada umumnya dan dalam pendidikan, pengajaran pada khususnya. Guru yang mengabaikan hal ini tidak akan berhasil di dalam pekerjaannya mengajar. 2. Memelihara minat yang baru timbul.
  14. 14. <ul><li>Simpulan Bakat ( aptitude ) merupakan suatu disposisi, dimana disposisi dapat berkembang tetapi mungkin pula tidak berkembang, sedangkan minat ( interest ) adalah gejala psikis yang berkaitan dengan obyek atau aktivitas yang menstimulur perasaan senang pada individu. Hal tersebut tergantung pada latihan/pendidikan yang diberikan, dalam usaha pengembangan bakat dan minat diperlukan suatu cara-cara khusus seperti methode-methode yang berbentuk tes/psikotes serta diperlukan pula cara mengenali jenis-jenis bakat dan minat. Dalam usaha pengembangan bakat dan minat diperlukan juga dukungan psikologis dari lingkungan dengan cara memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi individu untuk mengembangkan bakat dan minatnya. </li></ul>
  15. 15. B. Saran Untuk mewujudkan bakat dan minat secara optimal diperlukan program pendidikan khusus sesuai bakat dan minatnya. Bakat dan minat merupakan sesuatu yang dimiliki oleh setiap individu dan berkembang tidaknya tergantung dari usaha individu masing-masing, sehingga dalam pencapaiannya akan berbeda-beda antara individu yang satu dengan yang lain. <ul><li>Terima kasih atas perhatiannya </li></ul>

×