Successfully reported this slideshow.
Penentuan sikap dan keterlibatan hasrat setiapindividu dalam situasi dan kondisi organisasinya,sehingga pada akhirnya mend...
Menurut Ahli• Herbert Mc. Closky  Kegiatan-kegiatan sukarela dari warga masyarakat  melalui darimana mereka mengambil bagi...
Menurut Ahli• Prof. Miriam Budiardjo Kegiatan seseorang dalam partai politik. Partisipasi politik mencakup semua kegiatan ...
Bentuk Partisipasi Politik Menurut ALMOND             Konvensional                       Non-konvensional Pemberian suara...
Bentuk Partisipasi Politik    Menurut ROUSSEAU     Hanya melalui partisipasi seluruh warga negara dalam kehidupan politik...
Bentuk Partisipasi Politik Menurut MILBRATH M.L. GOEL      Bentuk                               Keterangan     Partisipas...
Party and    Bekerja untuk partai politik atau kandidat,Campaign     meyakinkan orang lain tentang bagaimanaWorkers      m...
Menurut HUNTINGTON dan NELSONDua kriteria tingkat partisipasi politik :• Ruang lingkup dari suatu kategori warga negara• I...
• Tingkat Pengamat        Proporsi atau jumlah orang yang terlibat tinggi dengan  melakukan berbagai kegiatan : menghadiri...
• Tingkat Aktivis          Orang yang memiliki intensitas tinggi dalam berpartisipasi dengan akses    yang kuat dan efekti...
Faktor Pendukung Partisipasi Politik• Pendidikan Politik   Menurut Ramdlon Naning        Usaha untuk memasyarakatkan polit...
Manfaat Pendidikan Politik : Memperluas pemahaman, penghayatan, dan wawasan  terhadap masalah atau isu politis Meningkat...
• Kesadaran Politik Menurut Drs. M. Taopan Proses batin yang menampakkan keinsafan dari setiap warga negara akan urgensi u...
Cara partisipasi politik anggota masyarakat  Bidang              Implementasi Partisipasi PolitikPolitik    a. Ikut memili...
Sosial-Budayara   a. Menunjukkan prestasi belajar tinggi                   b. Menjauhkan diri dari perbuatan melanggar huk...
• Sosialisasi Politik  Istilah yang menggambarkan proses dengan jalan mana orang  belajar tentang politik dan mengembangka...
Sarana Sosialisasi Politikga         Wadah penanaman nilai politik yang paling efektif dan     efisien. Mulai dari “obrola...
Dalam melakukan kegiatan sosialisasi politik, Rush dan  Althoff menyuratkan terdapat 3 cara, yaitu :• Imitasi• Instruksi• ...
Instruksi  Cara melakukan sosialisasi politik yang kedua adalah  instruksi. Gaya ini banyak berkembang di lingkungan milit...
Motivasi Cara melakukan sosialisasi politik yang terakhir adalah motivasi. Melalui cara ini, individu langsung belajar dar...
Partisipasi Politik (KWN SMA Kelas X)
Partisipasi Politik (KWN SMA Kelas X)
Partisipasi Politik (KWN SMA Kelas X)
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Partisipasi Politik (KWN SMA Kelas X)

31,944 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

Partisipasi Politik (KWN SMA Kelas X)

  1. 1. Penentuan sikap dan keterlibatan hasrat setiapindividu dalam situasi dan kondisi organisasinya,sehingga pada akhirnya mendorong individu tersebutberperan serta dalam pencapaian tujuan organisasi,serta ambil bagian dalam setiap pertanggung jawabanbersama.
  2. 2. Menurut Ahli• Herbert Mc. Closky Kegiatan-kegiatan sukarela dari warga masyarakat melalui darimana mereka mengambil bagian dalam proses pemilihan penguasa dan secara langsung, dalam proses pembentukan kebijaksanaan umum.• Norman H. Nie dan Sidney Verba Kegiatan pribadi warga negara yang legal yang sedikit banyak langsung bertujuan untuk mempengaruhi seleksi pejabat-pejabat negara dan/atau tindakan- tindakan yang diambil oleh mereka.
  3. 3. Menurut Ahli• Prof. Miriam Budiardjo Kegiatan seseorang dalam partai politik. Partisipasi politik mencakup semua kegiatan sukarela melalui mana seseorang turut serta dalam proses pemilihan pemimpin-pemimpin politik dan turut serta – secara langsung atau tak langsung – dalam pembentukan kebijaksanaan umum.
  4. 4. Bentuk Partisipasi Politik Menurut ALMOND Konvensional Non-konvensional Pemberian suara (voting) Pengajuan petisi Diskusi politik Berdemonstrasi Kegiatan kampanye Konfrontasi Membentuk dan bergabung dalam Mogok kelompok kepentingan Komunikasi individual dengan pejabat Tindak kekerasan politik terhadap harta politik administratif benda; perusakan, pemboman, pembakaran Tindak kekerasan politik terhadap manusia; penculikan, pembunuhan, perang gerilya dan revolusi
  5. 5. Bentuk Partisipasi Politik Menurut ROUSSEAU Hanya melalui partisipasi seluruh warga negara dalam kehidupan politik secara langsung dan berkelanjutan, negara dapat terikat ke dalam tujuan kebaikan sebagai kehendak bersama.1. Terbentuknya organisasi politik maupun masyarakat sebagai bagian dari kegiatan sosial, sekaligus sebagai penyalur aspirasi rakyat yang ikut menentukan kebijakan negara2. Lahirnya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sebagai kontrol sosial maupun pemberi input terhadap kebijakn pemerintah3. Pelaksanaan pemilu yang memberi kesempatan kepada warga negara untuk dipilih atau memilih, misalnya: berkampanye, menjadi pemilih aktif, menjadi anggota perwakilan rakyat4. Munculnya kelompok kontemporer yang memberi warna pada sistem input dan output kepada pemerintah, misalnya: melalui unjuk rasa, petisi, demonstrasi, protes.
  6. 6. Bentuk Partisipasi Politik Menurut MILBRATH M.L. GOEL Bentuk Keterangan Partisipasi Aphatetic Inactives Tidak beraktifitas dan partisipatif, tidak pernah memilih Passive Supporters Memilih secara reguler/teratur, menghaadiri parade patriotik, membayar seluruh pajak, “mencintai negara” Contact Specialist Pejabat penghubung lokal (daerah), propinsi dan nasional dalam masalah tertentu Communicators Mengikuti informasi politik, terlibat dalam diskusi, menulis surat pada editor surat kabar, mengirim pesan dukungan dan protes terhadap pemimpin partai politik
  7. 7. Party and Bekerja untuk partai politik atau kandidat,Campaign meyakinkan orang lain tentang bagaimanaWorkers memilih, menghadiri pertemuan, menyumbang uang pada partai politik atau kandidat, bergabung dan mendukung partai politik, dipilih jadi kandidat partai politikCommunity Bekerja dengan orang lain berkaitan denganActivist masalah lokal, membentuk kelompok untuk menangani problem lokal, keanggotaan aktif dalam organisasi kemasyarakatan, melakukan kontak terhadap pejabat berkenaan dengan isu sosialProtesters Bergabung dengan demonstrasi publik di jalanan, melakukan kerusuhan bila perlu, melakukan protes keras bila pemerintah melakukan sesuatu yang salah, menghadapi pertemuan protes, menolak memenuhi aturan
  8. 8. Menurut HUNTINGTON dan NELSONDua kriteria tingkat partisipasi politik :• Ruang lingkup dari suatu kategori warga negara• Intensitas, atau ukuran, ukuran, lamanya dan arti penting dari kegiatan khusus itu bagi sistem politikHubungan tingkat partisipasi tampak dalam hubungan “berbanding terbalik”o Lingkup partisipasi yang besar, terjadi dalam intensitas kecilo Lingkup partisipasi kecil, makin tinggi intensitasnya
  9. 9. • Tingkat Pengamat Proporsi atau jumlah orang yang terlibat tinggi dengan melakukan berbagai kegiatan : menghadiri rapat umum, memberikan suara pada pemilu, menjadi anggota kelompok kepentingan, mendiskusikan masalah politik, perhatian pada perkembangan politik, dan usaha meyakinkan orang lain. Namun, intensitas partisipasi politiknya rendah : praktik tersebut berpengaruh rendah dan tingkat efektivitasnya butuh waktu dan sumber daya lama.
  10. 10. • Tingkat Aktivis Orang yang memiliki intensitas tinggi dalam berpartisipasi dengan akses yang kuat dan efektif dalam mempengaruhi. Kegiatan partisipasi politik ditempuh dengan cara formal dan non-formal. Tingkat partisipasi politik disampaikan sbb: Menduduki jabatan politik atau tratif Mencari jabatan politik Keanggotaan aktif suatu organisasi politik Keanggotaan pasif suatu organisasi politik Keanggotaan aktif suatu organisasi semu politik (quasi-political) Keanggotaan pasif suatu organisasi semu politik (quasi-political) Partisipasi dalam rapat umum, demonstrasi, dsb Pasrtisipasi dalam diskusi politik informal minat dalam bidang politik Voting (pemberian suara)
  11. 11. Faktor Pendukung Partisipasi Politik• Pendidikan Politik Menurut Ramdlon Naning Usaha untuk memasyarakatkan politik, dalam arti mencerdaskan kehidupan politik rakyat, meningkatkan kesadaran tiap warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara; serta meningkatkan kepekaan dan kesadaran rakyat terhadap hak, kewajiban, dan tanggung jawabnya terhadap bangsa dan negara Menurut Alfian Usaha sadar untuk mengubah proses sosialisasi politik masyarakat sehingga mereka memahami dan menghayati betul-betul nilai-nilai yang terkandung dalam suatu sistem politik yang ideal yang hendak dibangun.
  12. 12. Manfaat Pendidikan Politik : Memperluas pemahaman, penghayatan, dan wawasan terhadap masalah atau isu politis Meningkatkan kualitas diri dalam berpolitik dan berbudaya politik sesuai peraturan perundangan yang berlaku Meningkatkan kualitas kesadaran politik rakyat menuju peran aktif dan partisipasinya terhadap pembangunan politik bangsa secara keseluruhan
  13. 13. • Kesadaran Politik Menurut Drs. M. Taopan Proses batin yang menampakkan keinsafan dari setiap warga negara akan urgensi urusan kenegaraan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Tingkat kesadaran politik masyarakat tidaklah sama, sangat tergantung pada latar belakang pendidikannya. Kaum elit dan kelompok menengah, nampak relatif lebih baik. Sedangkan kelompok masyarakat yang tingkat pendidikannya rendah, diperlukan pembinaan yang intensif. Menurut Drs. Arbi Sanit Sekalipun sudah bangkit kesadaran nasional dan meningkatnya aktivitas kehidupan politik di tingkat pedesaan, namun masyarakat tani masih belum terkait secara aktif kepada pemerintah nasional dalam hubungan timbal balik yang aktif dan responsif. Hubungan yang ada baru bersifat berat sebelah, yaitu dari atas ke bawa. Partisipasi politik merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan sebagai wujud tanggung jawab negara yang berkesadaran politik tinggi
  14. 14. Cara partisipasi politik anggota masyarakat Bidang Implementasi Partisipasi PolitikPolitik a. Ikut memilih dalam Pemilu b. Jadi anggota aktif Parpol, kelompok penekan dan kelang tinggi c. Menjauhkan diri dari pembebelajar yompok kepentingan d. Duduk dalam lembaga politik e. Berkomunikasi dengan wakil rakyat kamar 10 f. Berkampanye, menghadiri diskusi, dll g. Mempengaruhi pembuat keputusan sehingga produk yang dihasilkan sesuai aspirasiEkonomi a. Menciptakan sektor ekonomi produktif b. Menciptakan produk unggulan yang inovatif, kreatif dan kompetitif dari produk luar c. Kesadaran membayar pajak secara teratur demi kesejahteraan
  15. 15. Sosial-Budayara a. Menunjukkan prestasi belajar tinggi b. Menjauhkan diri dari perbuatan melanggar hukum c. Profesional dalam bidang pekerjaannya, disiplin, dan produktivitas tinggi Hankam a. Bela negara dalam arti luas, sesuai kemampuan dan prosesi masing b. Memelihara ketertiban dan keamanan wilayah tempat tinggalnya c. Memelihara persatuan dan kesatuan bangsa, demi tetap tegaknya d. Menjaga stabilitas keamanan nasional agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan sesuai rencanaKebalikan dari partisipasi politik adalah sikap apatis. Orang yang apatisadalah jika dia tak mau ikut serta dalam berbagai kegiatan politikkenegaraan di berbagai bidang kehidupan. Itu sebabnya, kegiatanpendidikan politik, kesadaran politik dan partisipasi politik masyarakatperlu terus ditingkatkan baik di pedesaan maupun perkotaan
  16. 16. • Sosialisasi Politik Istilah yang menggambarkan proses dengan jalan mana orang belajar tentang politik dan mengembangkan orientasi pada politik Michael Rush dan Phillip Althoff Orang yang memperkenalkan teori sosialisasi politik melalui buku mereka Pengantar Sosiologi Politik. Mereka menerbitkan terminologi baru dalam menganalisis perilaku politik tingkat individu yaitu sosialisasi politik. Fungsi sosialisasi menurut Rush dan Althoff adalah : 1. Melatih Individu 2. Memelihara Sistem Politik Tujuan : Memelihara sistem politik dan pemerintahan yang resmi.
  17. 17. Sarana Sosialisasi Politikga Wadah penanaman nilai politik yang paling efektif dan efisien. Mulai dari “obrolan” politik ringan dari orang tua, hingga terjadi transfer pengetahuan dan nilai politik tertentu pada anak.2. Sekolah Melalui civics education siswa dan guru membahas topik politik teoritis dan praktis tertentu. Sehingga siswa memperoleh pengetahuan awal tentang kehidupan politik dan nilai politik yang benar dari sudut pandang akademi.3. Partai Politik Fungsi partai politik adalah dapat memainkan peran sebagai agen sosialisasi politik. Berarti dapat menanamkan nilai dan norma antar generasi.
  18. 18. Dalam melakukan kegiatan sosialisasi politik, Rush dan Althoff menyuratkan terdapat 3 cara, yaitu :• Imitasi• Instruksi• MotivasiImitasi Melalui imitasi, seorang individu meniru terhadap tingkah laku individu lainnya. Misalnya, Gus Dur adalah anak dari K.H. Wahid Hasyim dan cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama, K.H. Hasyim Asy’ari. Gus Dur sejak kecil akrab dengan lingkungan pesantren dan budaya politik Nahdlatul Ulama, termasuk dengan kiai- kiainya. Budaya tersebut mempengaruhi tindakan-tindakan politiknya yang cenderung bercorak Islam moderat seperti yang ditampakan oleh organisasi Nahdlatul Ulama secara umum.
  19. 19. Instruksi Cara melakukan sosialisasi politik yang kedua adalah instruksi. Gaya ini banyak berkembang di lingkungan militer ataupun organisasi lain yang terstruktur secara rapi melalui rantai komando. Melalui instruksi, seorang individu diberitahu oleh orang lain mengenai posisinya di dalam sistem politik, apa yang harus mereka lakukan, bagaimana, dan untuk apa. Cara instruksi ini juga terjadi di sekolah- sekolah, dalam mana guru mengajarkan siswa tentang sistem politik dan budaya politik yang ada di negara mereka.
  20. 20. Motivasi Cara melakukan sosialisasi politik yang terakhir adalah motivasi. Melalui cara ini, individu langsung belajar dari pengalaman, membandingkan pendapat dan tingkah sendiri dengan tingkah orang lain. Dapat saja seorang individu yang besar dari keluarga yang beragama secara puritan, ketika besar ia bergabung dengan kelompok-kelompok politik yang lebih bercorak sekular. Misalnya ini terjadi di dalam tokoh Tan Malaka. Tokoh politik Indonesia asal Minangkabau ini ketika kecil dibesarkan di dalam lingkungan Islam pesantren, tetapi ketika besar ia merantau dan menimba aneka ilmu dan akhirnya bergabung dengan komintern. Meskipun menjadi anggota dari organisasi komunis internasional, yang tentu saja bercorak sekular, ia tetap tidak setuju dengan pendapat komintern yang menilai gerapak pan islamisme sebagai musuh. Namun, tetap saja tokoh Tan Malaka ini menempuh cara sosialisasi politik yang bercorak motivasi.

×